08 | April | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 8, 2017

Paket Lengkap dan Harga Pre-Order Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Indonesia

Ilustrasi Pre-Order Samsung Galaxy S8 dan S8+

Samsung Indonesia resmi membuka pre-order Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Indonesia mulai hari ini atau 8-18 April 2017.

“Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus mulai dipesan melalui sesi pre-order pada 8-18 April 2017. Pemesan akan menerima produk pada 5 Mei 2017,” kata Vebbyna Kaunang (Marketing Director IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia) saat peluncuran Galaxy S8.

Ada enam paket yang ditawarkan. Beberapa di antaranya termasuk dengan pembelian Gear S3 Frontier atau Classic dan penawaran cashback dari sejumlah bank.

Berikut daftar pre-order Samsung Galaxy S8 dan S8+ dari laman Galaxy Launch Pack, Sabtu (8/4).

1. Paket Galaxy S8
Harga: Rp 10.499.000 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapatkan Convertible Wirelles Charger secara gratis dan 1 Year Accidental Damage Protection.

2. Paket Galaxy S8 Plus
Harga: Rp 11.999.999 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapatkan Convertible Wirelles Charger secara gratis dan 1 Year Accidental Damage Protection

3. Paket Galaxy S8 dan Gear S3 Frontier
Harga: Rp 14.299.000 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapatkan 1 Year Accidental Damage Protection

4. Paket Galaxy S8 dan Gear S3 Classic
Harga: Rp 14.299.000 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapatkan 1 Year Accidental Damage Protection

5. Paket Galaxy S8 Plus dan Gear S3 Frontier
Harga: Rp 15.799.000 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapat 1 Year Accidental Damage Protection.

6. Paket Galaxy S8 Plus dan Gear S3 Classic
Harga: Rp 15.799.000 dengan cashback hingga Rp 875.000
Pembeli akan mendapat 1 Year Accidental Damage Protection.

Untuk informasi, 1 Year Accidental Damage Protection merupakan perlindungan untuk satu kali perbaikan kaca pecah atau bocor dalam jangka waktu 12 bulan. Nantinya, pembeli hanya membayar 25 persen dari biaya perbaikan keseluruhan.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 vs Galaxy S8+

Toko Online Lain

Selain melalui situs resmi Samsung yang akan diarahkan ke Dinomarket, layanan pre-order itu juga bisa dilakukan di beberapa situs belanja online lain. Beberapa di antaranya, seperti Erafone.com, Blibli, Lazada, MatahariMall, Bhinneka, Alfacart.com, dan JD ID.

Meski begitu, skema penjualan di situs belanja tersebut tidak selengkap melalui situs resmi Samsung. Situs-situs tersebut hanya menawarkan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ dengan bonus wireless charger dan variasi cashback antara Rp 700.000 – Rp 850.000.

Untuk masalah harga, semua situs belanja kompak menjual Galaxy S8 dengan harga Rp 10,5 juta (bonus wireless charger). Sementara Galaxy S8+ dijual Rp 12 juta (bonus wireless charger).

Warna yang tersedia adalah Midnight Black, Maple Gold, dan Orchid Gray.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 1

Telkomsel

Operator telekomunikasi pelat merah ini menawarkan harga yang sama dengan toko online, yakni Rp 10,5 juta untuk Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus dijual dengan harga Rp12 juta.

Paket penjualan Galaxy S8 di Telkomsel berupa perangkat ditambah bonus wireless charging dan proteksi perangkat yang dinamakan One Year Samsung Tugu Insurance. Keuntungan pembelian melalui Telkomsel adalah kesempatan untuk mendapatkan potongan harga maksimal Rp 1,7 juta dan paket data yang lebih murah.

Potongan harga tersebut bisa didapatkan melalui dua cara, yakni menggunakan Telkomsel POIN dan cashback dari kartu kredit bank tertentu. Cashback kartu kredit sendiri hanya berlaku untuk pembelian di Grapari tertentu.

Rinciannya adalah:

– 350 POIN ditukar cashback Rp 250.000
– 600 POIN ditukar cashback Rp 500.000
– 1.100 POIN ditukar cashback Rp 1 juta (khusus pelanggan Priority)

– Kartu kredit BNI mendapat cashback Rp 700.000 dengan cicilan 0 persen 12 bulan
– Kartu kredit OCBC mendapat cashback Rp 700.000 tanpa cicilan
– Kartu kredit BCA mendapat cashback Rp 500.000 dengan cicilan 0 persen 12 bulan

Sementara itu keuntungan berupa paket data lebih murah bisa didapatkan untuk bundling dengan Kartu Halo. Paket data yang dimaksud adalah Halo Kick dengan harga mulai Rp 80.000 hingga Rp 440.000 yang berlaku selama 12 bulan. Harga normal paket data tersebut mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 550.000.

Ilustrasi Layar Galaxy S8

XL

XL juga membuka layanan pre-order Galaxy S8 dengan harga yang sama. Galaxy S8 dijual dengan harga Rp 10,5 juta dan Galaxy S8+ punya harga Rp 12 juta.

Pembelian melalui XL pun bakal mendapatkan bonus berupa wireless charger. Bedanya, terdapat keuntungan tambahan berupa cashback dari XL dan kartu kredit bank tertentu. Bahkan, ada satu skema, khususnya untuk layanan pasca bayar yang menawarkan potongan harga hingga Rp 8 juta.

Skema yang dimaksud adalah Bundling Pascabayar Prioritas XL 24 bulan. Potongan harga diberikan kepada total harga perangkat dengan paket internet 24 bulan.

Sebagai gambaran, harga Galaxy S8 dijual dengan harga Rp 10,5 juta. Harga paket internet XL Prio selama 24 bulan adalah Rp 9.240.000. Secara total, harganya adalah Rp 19.739.000. Nah, dengan potongan harga Rp 8 juta, pembeli cukup membayar Rp 11.739.000. Memang harga perangkat sedikit lebih mahal dari harga normal, tetapi pengguna sudah mendapatkan paket data selama 24 bulan.

Bundling prabayar Combo XTRA 12 bulan akan mendapat potongan harga maksimal Rp 1 juta, tergantung besar paket data Combo XTRA yang dipilih. Potongan tersebut mulai dari Rp 450.000 untuk bundel Combo XTRA XL, hingga Rp 1 juta untuk bundel Combo XTRA 3XL.

Selain dua potongan di atas, masing-masing pemesanan dengan bundel pascabayar atau prabayar akan mendapat cashback tambahan Rp 500.000 menggunakan kartu kredit bank tertentu, antara lain UOB, Standard Chartered, Mandiri, BNI dan BRI.

Rincian pemesanan dengan bundling pascabayar dapat dilihat melalui tautan berikut ini, sedangkan rincian bundling prabayar melalui tautan berikut.

Cari Banyak Pelanggan, Facebook Gratiskan Layanan Workplace

Facebook Workplace

Facebook telah meluncurkan layanan Workplace, jejaring sosial berbayar untuk para pekerja profesional pada Oktober.

Karena itu, Facebook memutar otak agar pengguna lebih banyak menggunakan layanan media sosial untuk profesional buatan mereka di kantor.

Facebook pun mulai menguji Workplace versi gratis untuk menggaet lebih banyak jumlah penggunanya. Workplace versi gratis yaitu Workplace Standard. Sedangkan, Workplace versi berbayar adalah Workplace Premium.

Simon Cross (Product Manager Facebook) mengatakan Facebook memang berencana menyediakan Workplace versi gratis dan membiarkan masyarakat untuk mencoba software buatan merka.

“Tidak semua perusahaan dapat membayar untuk software enterprise. Mereka hanya ingin mencobanya. Mereka belum tentu akan terus menggunakannya,” katanya seperti dikutip CNET.

Workplace Premium dibanderol USD3 atau sekitar Rp40 ribu perpengguna untuk setiap 1.000 pengguna aktif dan USD2 atau sekitar Rp27 ribu perpengguna untuk setiap 9.000 pengguna aktif. Jika pengguna lebih dari 9.000 orang, maka Anda akan dikenakan biaya tambahan USD1 atau sekitar Rp13 ribu.

Workplace versi standar memiliki beberapa fitur Facebook, seperti News Feed dan Groups. Workplace versi Premium juga memiliki fitur ekstra yaitu alat analytic dan kendali administrator dan beberapa perusahaan telah menggunakan layanan ini seperti Starbucks dan Viacom.

Slack merupakan salah satu software yang banyak digunakan pekerja kantoran. Microsoft pun sudah meluncurkan software pesaing Slack yang disebut Microsoft Teams.

Berapa Harga Galaxy S8 Plus dengan RAM 6 GB?

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Ternyata, Samsung juga meluncurkan Galaxy S8 Plus yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan memori internal 128 GB dan RAM 6GB untuk pasar Korea Selatan dan Tiongkok.

Harganya pun termasuk mahal untuk sebuah smartphone flagship senilai USD1,020 atau sekitar Rp13,6 juta. Selain itu, Samsung juga menyediakan desktop dock, Dex yang dijual secara terpisah senilai USD150 atau sekitar Rp2 juta seperti dikutip GSM Arena.

Selain Galaxy S8 Plus dengan RAM 6 GB, Samsung meluncurkan Galaxy S8 Microsoft Edition yang menawarkan aplikasi Microsoft seperti Skype, OneDrive dan Microsoft Office.

Ilustrasi Layar Galaxy S8

Dari sisi spesifikasi, Galaxy S8 dan S8+ mengusung “Infinity Display” Super AMOLED berukuran 5,8 inci dan resolusi 2.960 x 1.440 pixel. Sedangkan Galaxy S8+ mengusung layar lebih besar 6,2 inci dengan jenis layar dan resolusi yang sama.

Soal “otak” pemrosesan, kedua smartphone flagship itu mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4 GB, dan memori penyimpanan internal 64 GB. Keduanya sama-sama menjalankan sistem operasi Android 7.0 “Nougat”, kamera utama 12 megapixel dan kamera depan 8 megapixel.

Di Indonesia, pelanggan mulai bisa Galaxy S8 dan S8+ melalui sesi pre-order pada 8-18 April 2017 dan pemesan baru akan menerima produknya pada 5 Mei 2017.

Galaxy S8 sendiri bakal ditawarkan di angka Rp 10,5 juta, sementara Galaxy S8+ dibanderol di harga Rp 12 juta. Belum diketahui apakah akan ada perbedaan harga dengan Galaxy S8 versi Microsoft.

Fitur Terbaru Android O, Bisa Hapus Notifikasi Secara Otomatis

Ilustrasi Android Oreo

Google akan meluncurkan sistem operasi Android O pada tahun ini dan saat ini para pengembang Android mulai mencicipi Android O terlebih dahulu sebelum hadir di publik.

Notifikasi yang ada di Android selalu muncul apabila pengguna belum membuka atau menghilangkannya. Android O memiliki fitur yang membuat notifikasi bisa hilang sendiri lantaran pusat notifikasi bisa penuh dengan tumpukan notifikasi, baik dari pesan terbaru hingga notifikasi media sosial.

Google pun memberikan opsi kepada pengembang aplikasi untuk menghadirkan notifikasi dengan jangka waktu tertentu. Jadi, notifikasi aplikasi akan hilang dengan sendirinya dalam rentan waktu tertentu.

Bila pengguna tidak membuka notifikasi selama seharian, maka notifikasi tersebut akan hilang sehingga Anda tak perlu repot-repot menghapusnya dari daftar pusat notifikasi.

Bila tidak ada halangan, Android O yang masih belum diketahui nama resminya ini akan dipamerkan di ajang Google I/O bulan Mei 2017 mendatang seperti dikutip Phone Arena.

Fitur lain Android O adalah mampu membuat performa daya baterai lebih baik dan membatasi aplikasi yang tidak digunakan secara proaktif agar bisa menghemat lebih banyak daya.

Google yang menggandeng Sony pun mengintegrasikan teknologi Bluetooth terbaru ke Android O untuk memoles kualitas audio wireless. Pengguna bisa menikmati kualitas suara LDAC, suara buatan Sony yang dapat memberikan kualitas musik yang lebih baik dan tajam dengan menggunakan earphone nirkabel.

Tantang Twitter, Mastodon Sukses Gaet 41 Ribu Pengguna dalam 48 Jam

Ilustrasi Mastodon 1

Tidak hanya Snapchat yang dicontek Instagram dan Facebook. Kini, layanan jejaring sosial Mastodon pun sukses menjiplak Twitter dan sukses merangkul 41 ribu pengguna hanya dalam 48 jam.

Awalnya, Euegene Rochko (Pendiri Mastodon) sangat kecewa dengan Twitter lantaran timeline Twitter lebih mirip Facebook yang menampilkan posting berdasar kepopuleran.

Karena itu, Rochko pun kembali mendesain ulang Twitter dengan algoritmanya sendiri dan menamakannya Mastodon. Mastodon adalah Twitter versi open-source yang identik dengan beberapa perbedaan.

Nama Mastodon sendiri Rochko ambil dari nama band heavy metal favoritnya. Logo Mastodon pun sangat lucu yaitu gajah purba yang sedang memegang smartphone sambil tersenyum.

Rochko membuat Mastodon seperti layanan e-mail atau RSS yang memungkinkan orang-orang mengirim pesan publik ke siapa saja yang mereka ikuti di layanan. Postingan Mastodon bisa mencapai 500 karakter. Sedangkan, postingan Twitter hanya 140 karakter.

Selain itu, pengguna Mastodon bisa membuat posting tertentu menjadi private seperti dikutip The Verge.

Ilustrasi Mastodon 2

Rochko pun telah memperkenalkan Mastodon sejak enam bulan lalu. Dalam enam bulan pertama itu, Mastodon sudah memiliki 24.000 pengguna.

Namun, ketika Twitter meluncurkan update yang mengubah cara menampilkan balasan tweet. Banyak pengguna lama Twitter yang komplain dan ramai-ramai pindah ke Mastodon. Dalam 48 jam, jaringan Mastodon tumbuh 73 persen, menjadi 41.000-an pengguna.

Para pengguna Mastodon telah menciptakan konten-konten sebanyak hampir 1 juta dan membuat admin Mastodon menutup pendaftaran pengguna baru hingga kualitas layanan Mastodon menjamin penggunanya mendaftar.

Untuk mendanai proyek ini, Rochko pun membuat sebuah akun Patreon, sebuah platform bagi para kreator konten untuk menggalang dana. Dari akun tersebut, Rochko mendapatkan 1.000 dolar AS per bulan. Sementara biaya hosting bulanan situs Mastodon saat ini sekitar 100 dolar AS.

Sejauh ini, semua pengeluaran untuk Mastodon berhasil ditutup oleh Patreon.

Dipaksa Buka Akun Pengguna, Twitter Gugat Pemerintahan Trump ke Pengadilan

Ilustrasi Twitter dan Gedung Putih

Twitter melayangkan gugatan hukum kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) lantaran Department of Homeland Security AS memaksa Twitter untuk mengungkap identitas penggunanya.

Maret lalu, Department of Homeland Security AS meminta Twitter mengungkap identitas sebuah pemilik akun yang kerap mengkritik anti terhadap pemerintahan Donald Trump.

Bahkan, Department of Homeland Security meminta Twitter menyerahkan rekaman-rekaman yang bisa mengungkap identitas operator akun @ALT_uscis, termasuk IP Log, alamat e-mail, dan nomor telepon.

“Pengungkapan identitas akun anonim itu bisa mengancam privasi dan kebebasan berpendapat, khususnya untuk suara-suara yang menentang pemerintah,” tulis Twitter dalam dokumen gugatan yang diajukan pekan ini ke Northern California District Court.

Twitter berargumen bahwa pemerintah AS tidak berhak Department of Homeland Security AS meminta identitas pemilik akun @ALT_uscis seperti dikutip PC World.

“Hak kebebasan berpendapat Twitter dan pengguna Twitter dilindungi oleh First Amendment dari US Constitution, dan itu termasuk hak untuk menyebarkan pendapat politik yang anonim,” tulis Twitter dalam gugatannya.

Diduga, akun @ALT_uscis dikendalikan oleh anggota badan imigrasi AS yang tidak suka dengan pemerintahan yang sekarang.

Chip TPU Berbasis AI Buatan Google Lebih Hebat Ketimbang Chip Nvidia dan Qualcomm

Chip Google TPU

Google membanggakan chip buatannya sendiri yang dapat memproses aplikasi kecerdasan buatan (AI) 15-30 kali lebih dari CPU konvensional dan GPU saat ini. Chip Google yang bernama Tensor Processing Unit (TPU) memiliki unit pengelolaan tensor yang dapat melakukan berbagai tugas dengan hemat daya.

Saat ini Google belum menggunakan chip TPU untuk ponsel atau laptop tetapi chip TPU telah bekerja di data center Google. Chip TPU mampu melakukan hasil pencarian, mengidentifikasi foto teman Anda, menerjemahkan teks, menyusun pesan balasan Gmail dan menyaring email spam.

Papan sirkuit TPU dapat dimasukkan dalam slot hard disk drive (HDD) pada rak data center Google. Bicara soal kemampuan, TPU disebutkan bisa membuat operasi per detik, sehingga hasil pencarian makin cepat.

Urs Hölzle (Senior Vice President for Technical Infrastructure Google) mengatakan chip buatan perusahaannya tidak akan dijual ke perusahaan lain dan Google bisa menyaingi perusahaan pembuat chip yang sudah populer seperti Intel dan Nvidia.

Sayangnya, tidak hanya Google yang memproduksi chip AI. Qualcomm juga sedang mengembangkan mobile chip berbasis teknologi AI yang mampu mengerjakan tugas-tugas machine learning di smartphone.

Selain itu, Nvidia juga memiliki data center AI dan grup Nervana Intel sedang membuat chip yang dapat melatih teknologi AI berkerja dengan cepat, demikian CNET melaporkan.

Namun, Christian Science Monitor mengatakan chip buatan Google tidak akan membunuh seluruh chip buatan perusahaan lain. Pakar teknik elektrik Stanford University, Amerika Serikat, Mark Horowitz mengatakan chip buatan Intel dan perusahaan lain malah membantu Google dan Microsoft tumbuh.

Review Smartphone