09 | April | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 9, 2017

Berapa Bujet Iklan dan Promosi Samsung Tahun Lalu?

Samsung Galaxy S7 Edge Black Pearl

Tidak bisa dipungkiri, rahasia kesuksesan penjualan Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge tidak bisa terlepas dari promosi dan iklan Samsung pada tahun lalu. Kecanggihan sebuah smartphone tidak akan sempurna tanpa strategi pemasaran yang jitu.

Tentunya, strategi pemasaran yang jitu membutuhkan bujet pemasaran yang besar. Samsung pun meningkatkan bujet pemasaran pada 2016 untuk menjual produk-produk elektroniknya terutama menjual smartphone-smartphone yang flagship.

Bujet pemasaran Samsung pada tahun lalu mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp135 triliun, meningkat 24 persen dibanding bujet pemasarannya pada 2015.

Samsung memang harus menggelontorkan dana pemasaran yang besar untuk memenangi persaingan antar pabrikan smartphone flagship terutama menghadapi perlawanan Apple dengan iPhone 6 dan 6s.

Selain itu, Samsung harus menutupi kegagalan penjualan Galaxy Note 7 dan merebut kembali hati pelanggannya seperti dikutip GSMArena.

Tak hanya Samsung, LG sebagai pesaing utamanya di Korea Selatan juga menghabiskan dana pemasaran sekitar US$1,6 miliar pada tahun lalu, lebih tinggi 15 persen dari tahun sebelumnya.

Namun bujet promosi LG memang masih jauh di bawah Samsung.

Adidas Bersiap Produksi Massal Sepatu dengan Printer 3D

Adidas Futurecraft 4D 1

Adidas memproduksi sepatu Futurecraft 4D dengan menggunakan teknologi pencetakan 3D sekaligus menjadi proyek ambisius perusahaan.

Sepatu Futurecraft 4D memiliki sol tengah yang terbuat dari Continous Liquid Interface Production dengan memanfaatkan cahaya ultraviolet untuk membentuk polimer cair.

Pelanggan Adidas pun sudah bisa mengkustomisasi warna dan pola dari sepatu yang bisa dipesan secara online. Untuk metode cetak 3D-nya, Adidas masih memiliki kapasitas produksi yang kecil, edisi terbatas, dan sol sepatunya dibuat cocok dengan berat badan konsumen.

Para pesaing Adidas, seperti Nike, Under Armour, dan New Balance, juga sudah bereksperimen dengan cetakan sepatu 3D tapi sejauh ini baru sebatas purwarupa khusus untuk atlet-atlet sponsor dan beberapa yang terbaru dengan harga tinggi.

Hal itu disebabkan sepatu-sepatu itu masih menggunakan teknologi cetak 3D tradisional yang lambat, mahal, dan kerap menciptakan produk inferior.

Adidas Futurecraft 4D

Adidas pun menggandeng sebuah startup Silicon Valley bernama Carbon untuk menangani masalah-masalah dalam produksi sepatu 3D. Carbon mengatakan metode pencetakan 3D lebih cepat dan fleksibel jika dibandingkan dengan pencetakan konvensional.

Keuntungan lainnya, perusahaan bisa memangkas waktu pembuatan desain dan produksi. Carbon pun mengklaim metode itu juga membuat sepatu lebih tangguh dan fleksibel jika dibandingkan dengan proses penyuntikan plastik tradisional.

Saat ini Adidas hanya menjual sepatu Futurecraft sebanyak 5.000 pada tahun ini.

“Pencapaian ini tidak hanya penting bagi perusahaan, tapi juga industri. Kami telah menembus batas,” kata Gerd Manz Head of Technology Innovation Adidas ketika mengumumkan peluncuran sepatu ‘Futurecraft 4D’.

Satu hal yang menarik dari pembuatan sepatu dengan metode pencetakan 3D. Manufaktur bisa memproduksi sepatu dalam jumlah yang terbatas dan bisa digunakan untuk membuat sepatu khusus dalam acara tertentu atau sepatu yang dibuat sesuai dengan keperluan seseorang.

Pada akhir tahun lalu, Adidas menjual beberapa pasang sepatu dengan sol yang dibuat dari teknologi 3D reguler.

Uber “Minggat” dari Italia, Kenapa?

Ilustrasi Uber hentikan operasi di Denmark

Uber kembali menghadapi penolakan di Eropa. Setelah Denmark, Pengadilan Italia memenangkan asosiasi taksi Italia dan memutuskan Uber terbukti melakukan praktek kompetisi yang tidak adil.

Konsekuensinya, Uber harus angkat kaki dari Italia termasuk semua layanan Uber yaitu Uber Black, Lux, Suv, X, XL, Select dan Van. Uber berencana mengajukan banding dan Uber memiliki waktu 10 hari untuk menghentikan operasi mereka di Italia.

“Kami sangat kaget. Kami akan mengajukan banding pada keputusan itu berdasarkan hukum yang telah ada selama 25 tahun,” kata pengacara Uber dalam sebuah pernyataan resmi dari koran Italia, Corriere della Sera.

“Pemerintah tidak bisa menghabiskan waktu untuk memutuskan apakah mereka ingin tetap terikat dengan masa lalu, melindungi keuntungan sebagian orang atau mereka ingin Italia mendapatkan untung dari penggunaan teknologi baru,” pungkasnya.

Sebaliknya, pengacara asosiasi taksi Italia justru senang dan mengapresiasi keputusan pengadilan Italia.

“Ini adalah keputusan keempat oleh hakim Italia yang menganggap Uber sebagai kompetitor tidak adil sejak awal 2015 dan menghentikan kompetisi yang tidak adil yang pernah masuk ke industri transportasi publik lokal,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

Jika Uber tidak mengindahkan keputusan pengadilan Italia, maka Uber harus membayar denda hingga USD10,600 atau sekitar Rp141,5 juta perhari selama mereka beroperasi secara tidak legal.

Pengadilan Italia melarang Uber untuk menggunakan aplikasinya dan mempromosikan atau mengiklankan produknya di Italia.

Mirip Galaxy Note 7, iPhone 7 Meledak di Tiongkok

iPhone 7 meledak milik Yin, perempuan asal Tiongkok

Kasus baterai kepanasan belum bisa pergi dari smartphone premium. Padahal, harganya yang mahal harus bisa memberikan rasa keamanan dan kenyamanan kepada penggunanya.

Setelah kasus ledakan baterai Galaxy Note 7, iPhone 7 juga mengalami kasus serupa yaitu overheating pada bagian baterainya. Kemudian ia ingin jalan-jalan. Tiba-tiba, ia mendengar ada suara ledakan yang berasal dari dalam rumahnya. Ia pun langsung menyadari bahwa suara ledakan tersebut berasal dari iPhone kesayangannya.

Kali ini musibah menimpa seorang perempuan asal Tiongkok, Yin yang melaporkan bahwa iPhone 7 Matte Black-nya meledak ketika sedang diisi dayanya di dalam rumahnya di Suqian City, Tiongkok Timur.

Yin mengisi baterai iPhone 7-nya ketika indikator menampilkan baterai hampir habis dan meletakannya di atas meja.

“Saya mencharge ponsel saya dan meletakannya di meja samping tempat tidur. Lalu, saya tingga sebentar. Kemudian, saya mendengar ledakan yang berasal dari kamar. Ternyata, sumber ledakan adalah iPhone saya,” kata Yin seperti dikutip Phone Arena.

Ilustrasi iPhone Charging

Apple Store pun akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait ledakan tersebut. Karena iPhone 7-nya meledak saat dilakukan pengisian baterai, otomatis sebagai penyelidikan awal, ada tiga hal yang bisa disalahkan yakni baterai, charger atau kabelnya.

Yin pun membawa smartphone yang meledak itu ke Apple Store terdekat untuk diservis. Menurut Apple Store, ledakan iPhone 7 milik Yin berasal dari dalam perangkat, menyusul layar iPhone 7-nya hangus dan terbakar.

Untungnya, tidak ada yang terluka dari insiden tersebut. Hingga kini, belum diketahui apakah Apple berminat mengganti perangkat yang meledak itu atau tidak. Sekedar informasi, iPhone 7 versi 32GB milik Yin dibanderol seharga US$ 781 atau setara Rp10 jutaan.

Spesifikasi Project Scorpio, Lebih Canggih dan “Ganas” daripada PS 4 Pro

Microsoft membeberkan spesifikasi Xbox One Project Scorpio

Akhirnya, Microsoft mengumumkan spesifikasi Xbox One terbaru atau Project Scorpio. Microsoft pun mengundang sebuah media Digital Foundry untuk melihat dan merasakan kekuatan konsol barunya di kantor Microsoft.

Project Scorpio adalah mesin konsol game yang bertenaga dan mampu mengalahkan produk terkuat Sony saat ini yakni PlayStation (PS) 4 Pro.

Mike Ybarra (Corporate VP of the Xbox and Windows Gaming Platform) mengatakan Xbox One Scorpio (Project Scorpio) memiliki performa yang luar biasa dan melebihi konsol game yang ada saat ini sekaligus menjadi pembuktian Microsoft yang pernah mengalami kegagalan dan kekalahan dari PlayStation 4.

“Dengan Xbox 360 kami memiliki platform terbaik untuk developer. Dengan XBox One, kami seperti kehilangan jangka waktu dua tahun, jadi kami berpikir bagaimana memenangkan developer kembali?,” kata Ybarra seperti dikutip Gamespot.

Ilustrasi Microsoft Project Scorpio

Ybarra mengatakan Microsoft telah menyiapkan developer kits untuk menunjang kinerja developer ketika menggarap game untuk platformnya.

“Kami ingin game terbaik bisa bermain di Xbox One terbaru,” pungkasnya.

Spesifikasi

Project Scorpio memiliki performa gaming yang melebihi kemampuan konsol game saat ini yang ada di pasar. Project Scorpio mampu menjalankan demo game Forza Motorsport di 60 FPS dengan tampilan native 4K.

Project Scorpio mengusung RAM 12 GB GDDR5 yang menjadi dua partisi, 8 GB sebagai akses untuk developer dan 4 GB untuk sistem. Sebagai perbandingan, PlayStation 4 Pro dan Xbox One saja mempunyai RAM 8 GB.

Terkait RAM, memory bandwith Project Scorpio menawarkan kecepatan transfer 326 GB/detik, lebih cepat dari kecepatan transfer PlayStation 4 Pro hanya 218 GB/detik.

Ilustrasi Microsoft Project Scorpio 2

Untuk pengolahan grafis, Project Scorpio mengusung System on Chip (SoC) terbaru bernama Scorpio Engine yang mampu menyimpan 40 unit komputasi dengan clock speed 1.172 MHz, berbanding jauh dengan PlayStation 4 Pro yang berjalan di 911 MHz dengan 36 unit. Xbox One versi lama saja hanya punya 12 unit dengan clock speed 853 MHz.

Xbox One Project Scorpio juga memiliki kekuatan grafis hingga 6 teraflop, jauh lebih unggul dari PS4 Pro yang memiliki kekuatan 4,2 teraflop.

Secara keseluruhan GPU Project Scorpio 4,6 kali lebih powerful dari Xbox One biasa. Selain GPU, Project Scorpio juga memiliki CPU modisikasi berinti delapan x86 yang memiliki kecepatan 2,3 GHz. Sebagai perbandingan, Xbox One memiliki prosesor octa core 1,75 GHz Jaguar dan PlayStation 4 Pro yang memiliki kecepatan 2,1 GHz.

Spesifikasi Perbandingan Microsoft Project Scorpio vs Xbox One vs PS4 Pro 

Terakhir, Xbox One generasi terbaru mengusung kapasitas penyimpanan sebesar 1 TB dan dukungan 4K Ultra HD Blu-Rays. Konsol game Xbox One generasi terbaru itu menyuguhkan grafis game yang tajam walaupun televisi di rumah Anda memiliki resolusi Full HD.

Meskipun, Microsoft belum mengungkapkan harga resmi Project Scorpio. Digital Foundry memperkirakan harga konsol itu senilai USD 499 atau sekitar Rp6,6 juta. Banderol itu sama dengan ketika Xbox One pertama kali dirilis.

Project Scorpio versi pasar akan dipamerkan dalam ajang pameran game E3 pada pertengahan Juni 2017.

Samsung Galaxy S8 vs iPhone 7 RED, Mana yang Lebih Tahan Lama di Dalam Air?

Ilustrasi Pengujian Water Test Galaxy S8 dan iPhone 7 RED

Saat ini ada dua smartphone flagship paling populer yang ada di pasar yaitu Samsung Galaxy S8 dan iPhone 7. Kedua smartphone flagship itu memiliki spesifikasi canggih termasuk sertifikasi anti air yang merupakan fitur wajib smartphone premium saat ini.

YouTuber EverythingApplePro menguji ketahanan Galaxy S8 vs iPhone 7 RED dengan merendamnya di dalam air. iPhone 7 RED telah mengantongi sertifikat IP67 dan Galaxy S8 mengusung sertifikat IP68.

Sesuai sertifikasinya, kedua smartphone itu mampu bertahan hingga 30 menit di kedalaman satu meter, seperti dilansir dari kanal YouTube EverythingApplePro.

Pengujian pertama, EverythingApplePro memasukan kedua smartphone flagship itu ke dalam baskom berisi air. Hasilnya, kedua smartphone flagship itu lulus tanpa kendala dan layar sentuhnya dapat beroperasi normal.

Ilustrasi Water Test Galaxy S8 vs iPhone 7 RED

Ujian kedua, EverythingApplePro merendam Samsung Galaxy S8 vs iPhone 7 RED ke dalam sebuah tabung yang berukuran satu meter dengan durasi 15 menit lebih. Hasilnya, Samsung Galaxy S8 mampu beroperasi tanpa hambatan, Anda masih bisa mengoperasikan layar sentuhnya.

Sebaliknya, layar sentuh dan home button iPhone 7 RED tidak bisa beroperasi walaupun Anda sudah melapnya dengan handuk dan menekan-nekan layarnya supaya air di dalamnya keluar.

Untuk uji ketahanan satu meter, Samsung Galaxy S8 sukses mengalahkan iPhone 7 RED.

Setelah iPhone 7 RED gagal, EverythingApplePro pun menguji Samsung Galaxy S8 dengan berenang di sungai. Hasilnya, Samsung Galaxy S8 tetap perkasa baik diuji di sungai dan di dalam tabung.

Review Smartphone