13 | April | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 13, 2017

LG G6 Siap Dipesan 21 April di Indonesia, Berapa Harganya?

LG G6 tahan debu dan mampu “menyelam” di kedalaman air 1,5 meter selama 30 menit

Akhirnya, LG Mobile Communications Indonesia (LG) akan resmi meluncurkan LG G6 di pasar Indonesia dan membuka pre-order LG G6 mulai 21 April 2017.

LG G6 yang akan masuk ke Indonesia akan mengusung kapasitas memori internal 64 GB, dua kali lebih tinggi dibanding versi pertama dan memiliki opsi Dual SIM dengan slot microSD terpisah.

“Perbedaan ini memberikan nilai lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” kata Heegyun Jang (Head of LG Mobile Communications Indonesia) dalam siaran persnya, Kamis.

LG G6 mengusung layar 5.7 inci dengan aspek rasio unik 18:9 dan tepian yang sangat tipis atau FullVision. Selain itu, LG G6 juga mengusung kamera ganda di depan dan belakang.

Kamera ganda wide angle di bagian belakangnya memiliki bidang tangkap hingga 125 derajat. Sedangkan, kamera depannya memiliki bidang tangkap 100 derajat yang memberikan peluang lebih besar bagi pengguna untuk berkreasi dengan selfie.

LG G6 akan mengusung Quad Digital-to-Analog Converter yang memungkinkan penggunanya mendengarkan koleksi lagu dalam resolusi tinggi dan memberikan kenikmatan asal tersimpan dalam resolusi lebih rendah.

LG G6 pun sudah mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan dari air maupun debu. Bahkan, LG G6 telah lulus standar militer Amerika Serikat dengan mengantongi sertifikat MIL-STD 810G.

Lembaga pengujian dan sertifikasi independen Maryland Electrical Testing (MET) Laboratories menyebut LG G6 lulus dalam 14 pengujian. Termasuk dalamnya ketahanan temperatur rendah dan tinggi, kelembaban, getaran, radiasi matahari, tekanan rendah, pasir, debu, perubahan drastis temperatur dan hujan.

LG Indonesia akan mematok harga LG G6 senilai Rp9,999,000. “Saat ini kami sedang menyiapkan promo dan penawaran terbaik bagi pre ordernanti,” ujarnya

Teknologi AI Bisa Prediksi “Hot News” di Masa Depan

Ilustrasi UC News

UCWeb Inc mengumumkan pengguna aplikasi UC News sudah mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia dan India hingga April 2017. Selain itu, UC News memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia dalam 7 bulan.

Donald Ru (General Manager UCWeb Indonesia, Alibaba Mobile Business Group) mengatakan saat ini konsumsi konten digital sedang bertumbuh dan UCWeb ingin memberikan kontribusi dalam industri konten Indonesia dengan dukungan teknologi Big Data Artificial Intelligence (AI).

“Ada sebanyak lebih dari 1.300 juta pembaca artikel hingga April. Kami memiliki 45 juta pembaca artikel setiap harinya di Indonesia dan rata-rata pengguna UC News menghabiskan waktur sekitar 20 menit perorang untuk membaca artikel,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Donald mengungkapkan teknologi Big Data Artificial Intelligence (AI) dapat membaca perilaku pelanggan, kesukaan mereka, kecepatan koneksi Wi-Fi dan elemen lainnya yang terkait dengan kemampuan pembaca untuk mengakses data dan memungkinkan tiap pembaca mendapatkan konten yang sesuai untuk mereka.

“Teknologi AI juga dapat memprediksi topik yang akan sering diperbincangkan di masa mendatang dan merupakan rahasia UCWeb untuk selalu cerdas dan mengikuti tren,” ujarnya.

Donald menjelaskan konten merupakan bagian esensial bagi pembaca. Sayangnya, ada konten-konten yang kualitasnya rendah, seperti berita hoax, hasil bajakan, duplikasi dan konten-konten yang melanggar norma.

“Dimasa lalu, untuk menyaring konten bagi pembaca membutuhkan banyak tenaga manusia dan sangat tidak mungkin untuk memproses 250.000 artikel setiap harinya. Disitulah teknologi Big Data & AI hadir untuk memastikan pengalaman membaca berkualitas dan mencegah datangnya konten berkualitas rendah,” ucapnya.

UC News menghadirkan berbagai kanal seperti berita, olahraga, teknologi, hiburan, gaya hidup, kesehatan, humor, dan lain sebagainya. Kekuatan UCWeb adalah teknologi big data dan AI untuk membantu UC News memproses jutaan permintaan data dan konten dari berbagai macam sumber setiap hari.

Lengan Robot UR10 Bisa Angkat Beban 10 KG

Lengan Robot UR10 Sedang Bekerja di Pabrik Nissan

Universal Robots mengumumkan Nissan Motor Company sukses mengimplementasikan salah satu produk Universal Robots yaitu lengan robot UR10 di Yokohama.

Selain Nissan, BMW dan Volkswagen juga telah menggunakan collaborative robots (cobots) dari Universal Robot untuk mengotomatisasikan proses manufaktur mereka.

Melalui implementasi cobots, Nissan mampu meningkatkan proses produksi dan meningkatkan efisiensi biaya serta waktu yang lebih baik. Terobosan itu juga dapat membuat para tenaga kerja Nissan yang berusia lanjut dapat bekerja lebih ringan.

Shermine Gotfredsen (General Manager Universal Robot, South East Asia dan Oceania) mengatakan Universal Robot senang bisa bekerja bersama dengan Nissan untuk mewujudkan langkah otomatisasi.

“Industri otomotif dunia memegang peran utama dalam meningkatkan penggunaan collaborative robots (cobots) untuk menciptakan hasil produksi yang lebih baik,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Universal Robots adalah perusahaan yang memimpin tren ini. Produk cobots sangat efektif membantu proses pengotomatisasian dan menghasilkan standar keamanan yang tinggi serta beban kerja yang ringan bagi para pekerja.

Cobots memiliki bobot yang ringan dan bisa dipasang atau dipindahkan ke berbagai tempat, serta cukup fleksibel untuk dimodifikasi bagi jenis pengaplikasian yang berbeda-beda. Dengan radius jangkauan mencapai 1300 mm, Cobots dapat bekerja lebih efektif di area yang luas dan menghemat waktu produksi ketika jarak menjadi faktor yang menentukan.

Industri otomotif menggunakan cobots dalam berbagai jenis proses, meliputi penanganan, perakitan, pengemasan, peletakan, pelabelan, pengecatan, kendali mutu, serta perawatan mesin.

Nakamura (Expert Headman di Bagian Mesin Pabrik Nissan) mengatakan Nissan memerlukan robot yang besar untuk mengangkat komponen-komponen yang beratnya mencapai 6 kg. Cobots juga sangat mudah diprogram dan disiapkan serta mampu bekerja bersama dengan manusia.

“Dibandingkan dengan robot perusahaan lainnya, Nissan memilih UR10 karena lengan robot UR10 mampu menangani muatan 10 kg di antara berbagai produk merek lainnya,” ujarnya.

Saatnya Nostalgia, Bandai Rilis Ulang Tamagotchi Edisi Original

Bandai merilis ulang mainan peliharaan digital Tamagotchi di Jepang.

Anda masih ingat mainan peliharaan digital Tamagotchi yang sempat populer di kalangan anak-anak tahun 1990-an? Sekarang Anda bisa bernostalgia karena perusahaan mainan Bandai merilis ulang Tamagotchi versi original.

Rilis ulang ini dilakukan Bandai untuk merayakan peringatan ulang tahun ke-20 Tamagotchi. Oleh karena itu, Bandai memasarkan enam varian Tamagotchi yang sama persis dengan edisi perdana Tamagotchi yang muncul pertama kali di Jepang pada tahun 1996, lalu merambah ke AS dan Eropa pada tahun 1997.

Popularitas Tamagotchi bahkan menginspirasi grup musik Daze asal Denmark,untuk membuat lagu berjudul “I’m Your Tamagotchi” pada tahun 1997.

Perbedaannya, kali ini Tamagotchi hadir dalam ukuran yang lebih kecil, kira-kira separuh dari ukuran aslinya. Tujuannya agar para pemain lebih mudah membawa “peliharaan digital”-nya ke mana-mana, termasuk dijadikan aksesoris gantungan kunci.

Namun, cara bermain dan jenis-jenis karakternya tetap sama dengan Tamagotchi edisi original.

Perbandingan ukuran Tamagotchi 1996 (kiri) dan 2017 (kanan).

Antusiasme warga Jepang sangat terasa menyambut peluncuran ulang Tamagotchi ini.

Mashable mengutip beberapa kicauan pengguna Twitter asal Jepang yang sudah membeli Tamagotchi edisi 2017, seperti “Telur-telur [bentuk mainan Tamagotchi] terjual habis dengan cepat! Orang-orang sudah tidak sabar” dan “Saya sudah membeli Tamagotchi! Ukurannya lebih kecil daripada yang saya pikirkan, tapi kenangannya [tak tergantikan]!”

Sayangnya, Bandai hanya menjual Tamagotchi edisi 2017 ini di Jepang. Harga satu unit dibanderol 1.500 Yen atau sekitar Rp180.000 saja. Tapi, jika Anda tertarik membelinya, coba kunjungi situs Amazon Jepang yang menjualnya dengan harga 1.900 Yen (sekitar Rp230.000, di luar ongkos kirim).

Video iklan Tamagotchi edisi 2017

https://www.youtube.com/watch?v=YV_24hXdbOU

Video klip Daze – “I’m Your Tamagotchi”

https://www.youtube.com/watch?v=WY8kxbaIDmg

Delapan Kelompok Hacker Pakai Ransomware untuk Minta Tebusan kepada Perusahaan

Para ahli Kaspersky Lab menemukan tren yang sedang berkembang dan cukup mengkhawatirkan bahwa banyak hacker yang mengincar korporasi dengan modus ransomware.

Sedikitnya, ada delapan kelompok penjahat dunia maya yang teridentifikasi terlibat dalam pengembangan dan distribusi ransomware enkripsi.

“Serangannya menargetkan organisasi keuangan di seluruh dunia dan tuntutan penebusannya sebesar lebih dari setengah juta dolar,” kata Anton Ivanov (Security Senior Researcher, Anti-Ransom, Kaspersky Lab) dalam siaran persnya.

[BACA: 10 Tips Ampuh Tolak Ransomware]

Dari delapan kelompok yang teridentifikasi adalah PetrWrap yang menyerang organisasi keuangan di seluruh dunia dan kelompok hacker terkenal Mamba serta enam kelompok hacker lainnya yang tidak disebutkan namanya.

“Enam kelompok ini sebelumnya terlibat dalam serangan yang kebanyakan menargetkan pengguna pribadi dan menggunakan model program afiliasi. Sekarang, mereka telah memfokuskan kembali upaya mereka pada jaringan perusahaan,” ujarnya.

Ivanov mengatakan tren ransomware ini cukup mengkhawatirkan sebab para aktor ransomware mulai melancarkan aksi serangan terhadap korban terbaru yang lebih menguntungkan.

“Menyerang korporasi lebih menguntungkan daripada serangan massal terhadap pengguna pribadi,” ucapnya.

Modusnya, para hacker menginfeksi perusahaan melalui serangan malware ke server yang rentan atau email spear phishing. Kemudian, para hacker akan menginfeksi jaringan perusahaan dan mengidentifikasi sumber daya berharga perusahaan untuk dienkripsi. Kemudian, para hacker akan menuntut tebusan sebagai ganti kunci dekripsi.

[BACA: No More Ransom, Senjata Terbaru Kepolisian Memerangi Ransomware]

Para ahli keamanan Kaspersky Lab menyarankan langkah-langkah berikut ini

  1. Anda harus melakukan backup data-data Anda dengan benar dan tepat waktu.
  2. Anda bisa menggunakan solusi keamanan yang dapat mendeteksi berbasis perilaku. Teknologi itu dapat mendeteksi malware termasuk memonitor bagaimana malware beroperasi dan mendeteksi sampel ransomware terbaru.
  3. Kunjungi website “No More Ransom”, sebuah inisiatif untuk membantu korban ransomware mengambil data terenkripsi mereka tanpa harus membayar penjahat.
  4. Sebaiknya, Anda memeriksa perangkat lunak yang terinstal tidak hanya pada endpoint.
  5. Anda bisa meminta intelijen eksternal: intelijen dari vendor terkemuka untuk membantu organisasi dan memprediksi serangan di masa depan pada perusahaan.
  6. Anda bisa melatih karyawan Anda dan memberikan perhatian khusus untuk staf operasional dan teknik.
  7. Anda bisa memberikan perlindungan dari dalam dan luar perimeter.

Fitur Baru Instagram Direct Makin Mirip Snapchat

Instagram menambahkan fitur baru pada sarana berkirim pesan pribadi, Instagram Direct, dengan menggabungkan pesan permanen dan pesan ephemeral (pesan sementara yang hilang setelah dibaca) ke dalam satu jendela percakapan yang sama.

Sebelumnya, saat Instagram menambahkan pesan sementara pada Direct beberapa bulan lalu, jendela percakapan antarpengguna dibagi menjadi dua. Pesan sementara muncul di bagian atas, mirip dengan lokasi Instagram Stories, dan pesan permanen muncul di bagian bawah.

Sekarang, pesan sementara bisa muncul di sela-sela pesan permanen. Tetapi, pesan sementara berupa foto dan video itu tetap akan menghilang otomatis sesudah penerima melihat isinya.

Untuk mengirim pesan sementara, pengguna cukup menggeser layar ke kiri dari halaman feed, klik ikon kamera warna biru, dan rekam foto atau video. Lalu, kirimkan kepada penerima yang diinginkan lewat Direct.

Penggabungan kedua jenis pesan ini menjadikan Instagram Direct makin mirip dengan Snapchat, aplikasi sosial lainnya yang pertama kali memopulerkan fitur berkirim pesan yang bisa menghilang otomatis.

[BACA: Gerah Dijiplak Facebook dan Instagram, Snapchat Rekrut Pakar Sekuriti]

Walau kerap dianggap menjiplak Snapchat, Instagram (dan Facebook) tetap bergeming. Instagram bahkan mengklaim jumlah pengguna fitur Direct terus meningkat sejak hadirnya Stories dan pesan sementara.

Saat ini, Instagram Direct mencatat 375 juta pengguna per bulan atau naik dari 250 juta pada Agustus 2016.

Jokowi Masuk Daftar 10 Pemimpin Dunia Terpopuler di Instagram

Meningkatnya penggunaan media sosial berbasis visual, seperti Instagram dan Snapchat, tidak hanya terjadi pada generasi muda, tetapi juga diikuti oleh para pemimpin dunia dan pejabat pemerintahan.

Dalam studi Twiplomacy yang dilakukan Burson-Masteller, para pemimpin dunia memandang Instagram sebagai sarana komunikasi visual, baik berupa foto maupun video, yang efektif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Per 1 April 2017, sedikitnya 325 kepala pemerintahan dan kementerian luar negeri dari 140 negara di dunia tercatat memiliki akun resmi institusi di Instagram. Jumlah ini mewakili hampir tiga per empat total negara yang terdaftar di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Di antara mereka, terdapat 111 kepala pemerintahan yang juga memiliki akun Instagram pribadi.

[BACA: Presiden Jokowi Paling Eksis di Twitter]

Barack Obama adalah pemimpin dunia yang paling populer di Instagram selama beberapa tahun terakhir dengan jumlah 13,9 juta pengikut.

Namun, setelah Obama lengser dari tampuk Presiden AS, sekarang gelar pemimpin dunia terpopuler di Instagram dipegang oleh Narendra Modi (Perdana Menteri India) dengan 6,8 juta pengikut. Uniknya, pengganti Obama, Donald Trump, juga ternyata cukup populer dengan 6,3 juta pengikut.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo berhasil duduk di posisi kelima dalam daftar tersebut meskipun jumlah pengikutnya masih separuh dari Modi dan Trump, yaitu 3,4 juta pengikut. Yang hebat, jumlah pengikut akun Instagram milik Jokowi bertambah 673 persen dalam satu tahun terakhir.

Tetapi, Jokowi tetap lebih populer dibandingkan dengan Ratu Rania (Ratu Yordania), Dmitry Medvedev (PM Rusia), Sheikh Mohammed (PM Uni Emirat Arab), Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki), dan Ayatollah Khomenei (Pemimpin Tertinggi Iran).

Daftar pemimpin dunia terpopuler di Instagram tahun 2017.

Meski demikian, Jokowi tidak tergolong interaktif di Instagram. Diukur dari jumlah komentar dan love selama setahun terakhir, Donald Trump menjadi pemimpin paling interaktif di Instagram dengan 114,5 juta interaksi, diikuti Ayatollah Khomenei dengan 89 juta interaksi dan Paus Francis dengan 45,4 juta interaksi.

Namun, jika diukur dari sisi efektivitas rata-rata jumlah interaksi pada setiap foto/video, Jokowi masuk ke dalam 10 besar, tepatnya di posisi ketujuh. Untuk setiap foto/video, Jokowi rata-rata menerima 59 ribu love dan komentar. Tapi, masih kalah jauh ketimbang Narendra Modi yang mencatat 223 ribu interaksi per unggahan.

Tingkatkan Kualitas Pekerja Lepas, Sribulancer Luncurkan Program Trusted Freelancer

Sribulancer terus menyempurnakanpelayanan situsnya melalui berbagai peningkatan fasilitas. Terbaru, Sribulancer meluncurkan program Trusted Freelancer untuk menjaring para freelancer yang bergabung dalam situsnya agar semakin berkualitas dan memiliki kredibilitas yang baik.

Ryan Gondokusumo (CEO Sribulancer) mengatakan keberhasilan Sribulancer tidak terlepas dari kepuasan klien dan kualitas para freelancer-nya. Saat ini Sribulancer memiliki 120.000 freelancer yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Program Trusted Freelancer yang sudah berjalan selama tiga bulan ini akan meningkatkan kredibilitas para freelancer untuk memperoleh pekerjaan sebanyak-banyaknya,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Program Trusted Freelancer itu berdasarkan tiga aspek penilaian yaitu kepribadian, profesionalisme freelancer yang dilihat dari tingkah laku, cara berkomunikasi dan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan; portofolio pekerjaan yang pernah dikerjakan; dan komentar dan rating yang diberikan oleh klien Sribulancer yang pernah mempekerjakan freelancer sebelumnya.

Manajemen Sribulancer akan melakukan serangkaian wawancara dengan para freelancer yang memiliki tiga aspek ini untuk ditawari predikat Trusted Freelancer.

“Para klien yang menggunakan jasa situs kami pun, tidak perlu khawatir lagi dengan kualitas para freelancer karena mereka sudah memiliki predikat Trusted Freelancer yang terbukti memiliki kualitas terbaik dengan harga bersaing,” ujarnya.

Saat ini, Sribulancer telah memiliki 120.000 freelancer dan 500 trusted freelancer yang sudah melayani 7.000 klien dengan total 20.000 job posting. Adapun beberapa perusahaan yang telah bekerjasama antara lain Google, Line, Traveloka, Berrybenka, MAP, Auto2000, Otoritas Jasa Keuangan, dan berbagai perusahaan lain yang terdiri dari startup industri maupun dari perusahaan besar lainnya.

Benarkah AirPods Terbaru Bisa Dukung Wireless Charging?

Ilustrasi AirPods

AirPods menjadi aksesoris iPhone paling laris pada tahun lalu dan mendapatkan respon positif dari pelanggan. Kini, Apple akan meluncurkan AirPods generasi terbaru pada tahun 2017 dengan beberapa fitur keren.

Patently Apple melaporkan bahwa Apple telah mendaftarkan paten yang memungkinkan casing AirPods generasi terbaru memiliki kemampuan untuk mengisi daya ke perangkat Apple lainnya secara nirkabel.

Saat ini, casing AirPods hanya bisa mengisi ulang daya untuk perangkat audio tersebut. Sedangkan di masa depan, casing AirPods bisa berfungsi ganda untuk sebagai alas charging nirkabel. Hal itu berarti casing AirPods generasi terbaru bisa mengisi daya perangkat lainnya, seperti Apple Watch, iPods, iPhone, iPad bahkan MacBook, di masa depan.

Hal menarik adalah Apple memang dikabarkan sedang mengembangkan dukungan wireless charging pada iPhone dan MacBook, kemungkinan dimulai dari iPhone 8.

Paten casing AirPods terbaru

Tentunya, AirPods generasi terbaru akan memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, mengingat AirPods yang beredar saat ini memiliki baterai 398 mAh saja, seperti dikutip BGR.

Pengguna AirPods pun dapat dengan mudah mengisi ulang gadget Apple lain miliknya sehingga tidak perlu repot membawa perangkat pengisi ulang tambahan seperti powerbank.

Namun, perlu diingat bahwa fitur ini baru sekadar paten yang didaftarkan sehingga belum tentu Apple akan benar-benar mengimplementasikannya pada casing AirPods generasi terbaru.

Review Smartphone