Arsip Harian: Apr 14, 2017

Xiaomi Luncurkan Xiaomi Mi Max 2 dengan Baterai Jumbo Pekan Depan

Ternyata, Xiaomi tidak akan meluncurkan Mi6 saja pada 19 April 2017. Xiaomi juga akan memperkenalkan Xiaomi Mi Max 2 yang menyasar kelas menengah ke bawah dan menawarkan baterai super jumbo.

Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung baterai berkapasitas 5.000 mAh sekaligus peningkatan dari Mi Max generasi pertama hanya 4.850 mAh.

Soal desain, Mi Max 2 akan mengusung layar phablet 6,44 inci dengan resolusi FHD, Qualcomm Snapdragon 626 dan RAM 6 GB seperti dikutip AndroidAuthority.

Xiaomi Mi Max 2 menawarkan kamera depan dengan sensor berkualitas 5 megapixel dan kamera utamanya masih menjadi misteri serta sistem operasi Android 7.1.

Untuk varian paling standar, Xiaomi membanderol Xiaomi Mi Max 2 senilai 217 dollar AS atau sekitar Rp2,8 jutaan dan varian premiumnya 246 dollar AS atau sekitar Rp3,2 jutaan.

Huawei Mate 9, Smartphone Pertama yang Cicipi Android O

Huawei Mate 9

Google akan meluncurkan sistem operasi Android terbaru Android O pada tahun ini. Google pun telah mencatat beberapa smartphone yang akan mencicipi Android yaitu Google Pixel dan Nexus.

Selain itu, vendor smartphone Huawei pun mendapatkan kesempatan langsung untuk mencicipi Android O. Huawei sendiri sedang menyiapkan Huawei Mate 9 untuk bisa mengadopsi seperti operasi Android O seperti dikutip Phone Arena.

Sebelumnya, Google berencana melakukan perkenalan sebanyak empat tahap sebelum meluncurkan sistem operasi terbarunya itu. Perkenalan ini dilakukan pada 21 Maret kemarin, lalu tiga kali lagi akan diperkenalkan pada Mei, Juni, dan Juli secara berurutan.

Google sendiri berencana baru akan secara resmi meluncurkan Android O pada kuartal ketiga 2017.

Di sisi lain, Huawei diprediksi akan merilis Mate 9 setelah penyempurnaan opsi dan aplikasi baru.

 

Apple Kembangkan Sensor Kadar Gula Darah Tanpa Tes Darah

Apple Kembangkan Sensor Pemantau Kadar Glukosa di dalam Tubuh

Apple memiliki tim divisi medis untuk mengembangkan sensor kesehatan penggunanya. Kini, Apple sedang mengembangkan sensor terbaru yang dapat mendeteksi kadar gula darah si pemakainya tanpa menggunakan jarum.

Sensor itu bisa membantu penderita diabetes untuk memantau kadar gula darahnya setiap saat. Apple memiliki sebuah tim kecil beranggotakan engineer biomekanik untuk mengerjakan proyek tersebut seperti dikutip The Verge.

Kesulitannya, Apple harus bisa memantau kadar glukosa tanpa mengambil darah penggunanya tetapi melalui sentuhan ke kulit. Berbeda dengan alat penguji kadar gula darah yang memerlukan tes darah.

Karena itu, sensor kadar gula itu mengusung teknologi yang menembakkan sinar ke dalam kulit sampai ke darah dan sinar itu pun akan mengukur kadar gula darah.

Selain Apple, Google juga mengembang sensor pengukur kadar gula darah dengan lensa kontak sehingga sensornya mendeteksi kadar gula dari dari mata pengguna.

Saat ini, Apple pun masih mengembangkan sensor tersebut dan belum memutuskan apakah akan dibenamkan ke dalam Apple Watch. Jika berhasil, Apple akan menyelematkan banyak nyawa orang.

GetDiskon, Aplikasi Bot yang Tawarkan Promo dan Diskon Menarik

Ilustrasi Aplikasi Get Diskon yang berbasis teknologi Bot

GetDiskon, platform online untuk mencari promosi di pusat perbelanjaan, mengembangkan chatbot untuk menambah user engagement mereka. GetDiskon keluar menjadi pemenang pertama kategori utilitas di LINE Dev Challenge 2017.

“Kita buat satu platform, channel-nya chatbot, orang akan bisa tanya apa saja,” kata salah satu pendiri GetDiskon, Peter Kurniawan dalam acara pengumuman pemenang LINE Dev Challenge 2017, Kamis (13/4).

GetDiskon berawal dari website yang memudahkan pelanggan mencari promosi, baik produk makanan maupun pakaian, di mal. Promo-promo itu dapat dicari berdasarkan kategori lokasi, makanan dan minuman, hiburan, elektronik, serta kartu elektronik.

Web tersebut kemudian dikembangkan ke platform lain, seperti LINE dan aplikasi untuk ponsel. Penambahan chat bot dalam platform dapat menambah keterlibatan pengguna dan mencari promosi.

Misalnya, ketik nama restoran, bot akan membalas dengan memberikan promosi yang berkaitan dengan restoran tersebut.

Peter tidak ingin chatbot hanya digunakan untuk mempromosikan produk, tetapi juga untuk mengobrol dengan pengguna mereka. “Karena chatbot fungsinya nggak cuma promo. Misal yang mau ke mal, cuaca akan hujan, kita ingatkan bawa payung,” ujar Peter.

Peter bersama empat orang temannya mengembangkan GetDiskon dan chatbot selama sekitar lima bulan.

Dari segi teknis, Peter mengaku tidak mengalami kendala karena memiliki tim yang baik. Mereka lebih merasakan kendala untuk mencari merchant untuk bekerja sama dengan mereka.

LINE Cetak Pengembang Bot Terbaik Indonesia

LINE Dev Challenge 2017 merupakan salah satu upaya LINE untuk menjadi pemimpin di inovasi chatbot dan mendekatkan jarak dengan para developer Indonesia.

LINE Indonesia mengumumkan pemenang dan juara LINE Developer Challenge untuk menjaring talenta muda Indonesia dalam pengembangan bot. Kompetisi itu sukses menjaring 399 developer lokal dari seluruh Indonesia.

LINE Indonesia membagi kompetisi itu menjadi tiga kategori yaitu Utilitas, Game, dan Student yang tersaring menjadi 12 chatbot terbaik.

Ke-12 developer terbaik itu masing-masing adalah Hello Yuu, GetDiskon, Cek-Resi Bot, dan MakanYuk! untuk kategori Utilitas, Pablow, LoveGet!, Hi Yuri, dan Othello untuk kategori Game, serta LibraryPedia, Leptons, Tanya Jalan, dan Qiwi Portal untuk kategori Student.

Ongki Kurniawan (Managing Director LINE Indonesia) mengatakan chatbot telah menjadi tren saat ini dan media sosial mulai merambah chatbot seperti Facebook. Aplikasi chatting memegang peran yang penting di dalam kehidupan masyarakat.

“Kalau kita lihat smartphone saat ini, pasti ada aplikasi chatting. Anda akan berpikir dua kali untuk menghapus aplikasi chatting karena itu bagian penting untuk komunikasi,” ujarnya di The Hall, Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (13/4).

Teknologi chatbot akan terus berinovasi dengan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. Karena itu, LINE Indonesia mengadakan kompetisi LINE Developer Challenge untuk melihat kemampuan, bakat dan bibit para pengembang muda Indonesia dalam mengembangkan chatbot.

“Dari bulan Januari dibuka (Pendaftarannya), sudah ada 399 peserta. Menariknya, kualitas pengembat bot di Indonesia sangat bagus, bahkan ada satu tim yang juara di Jepang mengalahkan Thailand dan Vietnam,” pungkasnya.

Samuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) mengatakan LINE Developer Challenge sangat membantu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan membuka kesempatan bagi developer untuk mengisi konten. Indonesia mempunya potensi yang besar sehingga pemerintah tidak perlu mengimpor para pengembang hebat dari luar negeri.

“Acara ini memiliki tiga manfaat yaitu membuka peluang binis, menyosialiasikan literasi digital, dan mengisi internet dengan konten-konten positif sehingga konten-konten negatif akan tergeser,” ujarnya.

Review Smartphone