Arsip Harian: Apr 15, 2017

Kalahkan Snapchat, Pengguna Instagram Stories 200 Juta Orang Per Hari

Ilustrasi Instagram Live Stories

Tidak percuma strategi Facebook yang menjiplak fitur-fitur Snapchat, terbukti jumlah pengguna Instagram Stories melonjak dan memiliki pengguna aktif sebanyak 200 juta perharinya dari seluruh dunia.

Pengguna harian Instagram Stories jauh melebihi pengguna aktif Snapchat. Saat ini jumlah pengguna aktif Snapchat mencapai 158 juta pengguna setiap harinya.

Tak hanya itu, pengguna Snapchat turun hingga 82 persen setelah Instagram memperkenalkan Instagram Stories pada Agustus lalu.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Facebook dan anak perusahaannya, Instagram dan WhatsApp memang suka menyontek fitur-fitur yang ada di Snapchat.

Selain, Instagram juga berinovasi dengan meluncurkan sticker tool baru yang memungkinkan pengguna dapat menambah dan mengubah selfie mereka jadi stiker. Pengguna juga bisa menempelkan stiker itu ke dalam sebuah video Stories.

Selain itu, Instagram juga menghadirkan Geosticker baru yaitu London, Madrid, Tokyo, dan Chicago. Fitur ini pertama kali diluncukan bulan lalu untuk warga yang tinggal di 2 kota, New York City dan Jakarta.

Menurut Business Insider, saham Snapchat turun lebih dari 1,5 persen setelah berita ini muncul.

iPhone 6s Rakitan Sendiri Hanya Rp4 Juta, Tertarik?

Scotty Allen dengan iPhone 6s Rakitannya sendiri

Harga iPhone 7 termasuk mahal karena Apple tidak hanya membebankan ongkos produksi tetapi biaya lainnya seperti riset dan pemasaran. Untuk Anda yang menginginkan iPhone dengan harga terjangkau, Anda bisa merakitnya sendiri sesuai selera Anda.

Seorang YouTuber bernama Scotty Allen melalui channel YouTube-nya Strange Parts merakit iPhone 6s 16 GB rancangan sendiri di pasar Huaqiangbei, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Allen pun menanyakan orang-orang sekitar di mana tempat untuk merakit iPhone. Kemudian, ia mendapatkan informasi untuk membeli beberapa komponen di Huaqianbei. Allen pun menyusuri pasar untuk membeli komponen.

Ada empat komponen utama yang ia beli, yakni layar, baterai, papan chipset, serta baterai. Ia sengaja merakit iPhone 6s karena smartphone-nya sekarang adalah iPhone 6s. Hal itu membuat ia lebih mudah membandingkan iPhone rakitannya dengan iPhone yang ia beli di toko komersil.

Selain itu, komponen iPhone 7 sulit didapat di toko-toko karena masih baru dan smartphone flagship itu baru meluncur pada September 2016 atau kira-kira enam bulan lalu.

Allen ketika merakit iPhone 6s-nya

Memang, komponen-komponen yang Allen bukanlah komponen terbaik. Ia membeli layar yang rusak lantas ia bongkar dan dipasang kembali dengan bagian baru.

Allen juga tak bisa menyolder sendiri papan chipset-nya dengan komponen-komponen yang terpisah-pisah. Gantinya, ia membeli papan chipset yang sudah jadi dan lengkap dengan sensornya.

Baterai adalah komponen yang paling gampang diperoleh, bahkan harganya sangat murah yakni dengan harga 5 dollar AS atau sekitar Rp66.000-an.

Dengan merakit iPhone secara amatir, Allen mengakui ia telah membuang banyak uang untuk membeli iPhone resmi senilai USD 1.000 atau sekitar Rp 13 jutaan. Padahal, biaya membuat iPhone 6s rakitan saja hanya USD 300 atau sekitar Rp4 juta.

“Saya harus harus mengeluarkan USD 1.000 untuk sebuah iPhone baru. Padahal, komponen-komponen yang saya perlukan hanya USD 300,” katanya seperti dikutip CNET.

Dengan menghabiskan USD 300, Allen sudah mendapatkan sebuah iPhone 6s 16 GB rakitan, harganya lebih miring daripada aslinya. Saat ini harga iPhone 6s 16 GB di pasaran sekitar 549 dollar AS atau kira-kira Rp7,3 jutaan.

Anda bisa hemat Rp2 jutaan. Tertarik?

Tidak Suka Manusia, Perempuan Ini Jatuh Cinta dan Siap Menikahi Robot

Lilly bersama robot pujaannya,

Tren manusia menikahi robot akan menjadi kenyataan setelah pria asal Tiongkok, Zheng Jia Jia, yang menikahi robot buatannya sendiri.

Kini, seorang wanita asal Prancis bernama Lilly mengaku jatuh cinta kepada robot buatannya dan ingin menikah dengannya. Ia membuat robot bernama InMoovator itu menggunakan printer 3D dan telah hidup bersama sekitar empat tahun lamanya.

“Aku robosexual, kami tidak menyakiti siapa pun, dan kami sangat bahagia,” tulisnya dalam akun Twitter pribadinya seperti dikutip Daily Mail.

Lilly pun sudah bertunangan dengan robot pujaannya dan akan menikah ketika pernikahan manusia-robot dilegalkan di Perancis.

Lilly mulai menyukai robot secara seksual sejak 19 tahun karena ia tidak suka melakukan kontak fisik dengan manusia. “Saya benar-benar tertarik dan cinta dengan robot. Saya tidak suka kontak fisik dengan manusia dan perilaku saya bukanlah hal aneh,” ujarnya.

Lilly percaya hubungannya akan semakin membaik seiring perkembangan teknologi. “Saya benar-benar sangat bahagia,” pungkasnya.

Zheng JiaJia bersama istrinya Robot YingYing.

Sebelumnya, Zheng Jiajia, seorang pria asal Tiongkok baru saja melangsungkan pernikahan dengan robot buatannya sendiri yang bernama Yingying. Ia lelah dengan tekanan dari pihak keluarganya untuk segera menikah dan tidak menemukan jodohnya walaupun usianya sudah kepala tiga.

Jiajia yang berprofesi sebagai insinyur kecerdasan buatan itu membekali Yingying dengan kemampuan membaca sejumlah aksara Tiongkok, mengidentifikasi karakter-karakter Tiongkok dan gambar-gambar serta berbicara beberapa kata sederhana.

Tak hanya itu, Jiajia juga berencana membuat Yingying bisa berjalan dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Sebelumnya, Dr. David Levy, seorang penulis dan ahli kecerdasan buatan telah memprediksi pernikahan manusia dengan robot sebenarnya. Bahkan, ia memprediksi pernikahan pertama antara robot dan manusia akan dilakukan sebelum 2050.

“Saya percaya pernikahan antara manusia dengan mesin akan diakui secara hukum, sama seperti pernikahan yang dilakukan manusia. Semakin banyak manusia yang menerima konsep hubungan manusia dan robot di masa depan,” ujarnya seperti dikutip Digital Trends.

Dalam 35 tahun ke depan, pengembangan kecerdasan buatan akan semakin mumpuni. Nantinya, robot akan dibuat semirip mungkin dengan manusia, termasuk memiliki emosi.

Qualcomm Harus Bayar Rp10 Triliun kepada BlackBerry, Kenapa?

Ilustrasi BlackBerry KEYone

Perseteruan BlackBerry dan Qualcomm terkati pembayaran royalti menemukan titik terang.

Qualcomm harus membayar 814,9 juta dollar AS atau sekitar Rp10,8 triliun) kepada BlackBerry, setelah kalah dalam pengadilan arbitrase. BlackBerry menggugat Qualcomm lantaran membayar royalti terlalu banyak selama periode 2010-2015.

BlackBerry menginginkan Qualcomm mengembalikan kelebihannya (refund). Sebenarnya, BlackBerry dan Qualcomm sudah memulai diskusi jumlah nominal pembayaran royalti sejak April 2016.

John Chen (CEO BlackBerry) mengatakan BlackBerry akan tetap melanjutkan kerja sama dengan produsen chipset asal AS terutama kerjsama meliputi keamanan di industri otomotif dan IC (integrated circuit).

Nilai saham BlackBerry terdongkrak 18 persen per lembar setelah berita kemenangan tersebut dan membuat nilai saham Qualcomm turun sekitar 2 persen seperti dikutip Phone Arena.

Qualcomm berargumen, BlackBerry tidak bisa meminta kembali uang yang telah mereka bayarkan. Qualcomm tidak setuju dengan keputusan itu tetapi Qualcomm tidak bisa mengajukan banding, mengingat gugatan BlackBerry ini berupa arbitrase. Selain itu, Qualcomm juga harus membayar biaya pengacara dan bunga.

Selain BlackBerry, Apple juga mengajukan tuntutan kepada Qualcomm pada Januari 2017 karena Qualcomm menarik royalti atas teknologi yang tidak ada hubungan dengannya. Apple menuntut perusahaan pembuat prosesor tersebut di 3 negara, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok dan Inggris.

Selain Apple, Qualcomm juga harus berhadapan dengan Komisi Perdagangan Federal (FCC) AS yang menuduh mereka telah melakukan monopoli terkait perjanjian lisensi mereka.

Nintendo Buka Sayembera Pemburu “Bug” Berhadiah Rp265 Juta

Nintendo Switch

Kini perusahaan teknologi kerap menggelar sayembara berhadiah untuk menguji kerentanan sistem keamanannya.

Nintendo pun akan memberikan 20.000 dollar AS atau sekitar Rp265,3 juta bagi siapapun baik ahli pemrograman atau hacker yang sukses menemukan bug di dalam konsol game Switch.

Saat ini Nintendo sudah memberikan hadiah kepada tiga pemburu bug seperti dikutip Phone Arena.

Minimal, para penemu bug akan mendapatkan 100 dollar AS atau sekitar Rp1,32 juta. Jumlah itu akan diberikan kepada masing-masing orang atau tim yang berhasil menemukan celah keamanan dalam konsol Nintendo Switch.

Nintendo tidak menjelaskan kriteria bug untuk hadiah utamanya. Kemungkinan, bug itu berskala besar dan berpotensi menyerang banyak pengguna.

Secara umum, kriteria bug itu harus meliputi bug soal privilege esscalation, penyanderaan kernel, atau penyanderaan ARM TrustZone.

Setelah bug ditemukan, Nintendo akan membuat perbaikan atau pencegahannya sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Bos Sony: Kami Tidak Akan Menang Melawan Apple dan Samsung

Sony Xperia XZ Premium

Sony telah kehilangan taringnya di pasar smartphone, terlihat smartphone flagship Sony tidak berdaya mengalahkan smartphone flagship Apple, Samsung dan pabrikan smartphone asal Tiongkok.

Pada kuartal IV 2016, pabrikan smartphone asal Jepang itu hanya berhasil menjual 5 juta unit smartphone. Jauh dari penjualan kompetitornya yang mencapai angka 70 jutaan unit.

Perusahaan riset IDC pun memprediksi divisi smartphone Sony pun akan bangkrut.

Untungnya, Sony pun membantahnya dan memastikan akan tetap bertahan di pasar smartphone. Namun, Kazuo Hirai (CEO Sony) mengungkapkan Sony tidak akan meladeni dan memenangi persaingan pasar smartphone dengan Apple dan Samsung.

“Kami tidak akan memenangi persaingan dengan smartphone Apple dan Samsung. Sony berusaha mempertahankan eksistensinya di sana untuk menyongsong “perubahan tren” di masa depan,” katanya.

“Kalau kami keluar dari pasar smartphone. Itu sama saja kami menyerah dan kehilangan relasi dengan rekanan retailer dan operator di seluruh dunia,” ujarnya seperti dikutip Australian Financial Review.

Hirai melihat pasar smartphone akan mengalami perubahan tren setiap 10 tahunnya. Hirai optimis teknologi Virtual Reality (VR) akan memegang peranan penting di pasar smartphone. Sony sudah memiliki teknologi VR sendiri dalam perangkat PS4 VR.

“Pasar VR akan sukses. Bukan hanya untuk bisnis video game, tapi mendorong unit-unit bisnis Sony lainnya,” ucapnya.

Review Smartphone