17 | April | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 17, 2017

Telkom Siap Tayangkan Netflix Mulai Bulan Depan

The Netflix Inc. website and logo are displayed on laptop computers arranged for a photograph in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, Jan. 21, 2014. Netflix Inc., the largest subscription streaming service, is expected to release earnings data on Jan. 22. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

Telkom dikabarkan siap menayangkan siaran Netflix mulai bulan depan setelah merampungkan proses pembicaraan mengenai kerja sama antara perusahaan telekomunikasi pelat merah dan penyedia layanan streaming film dan video asal Amerika Serikat itu.

Reuters mengabarkan bahwa Telkom dan Netflix masih dalam tahap perundingan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak dan diharapkan rampung bulan depan.

Arif Prabowo (VP Corporate Communication, Telkom) menyatakan bahwa kerja sama dengan Netflix akan memperluas pilihan hiburan bagi para pelanggan Telkom, khususnya layanan broadband rumahan IndiHome.

Sebelumnya, Telkom memblokir siaran Netflix saat layanan itu diluncurkan pada tahun lalu di Indonesia. Alasannya, Netflix mengandung banyak konten negatif yang tidak sesuai dengan norma budaya dan tidak melakukan penyensoran terhadap konten-konten itu.

“Jika kami bekerjasama, kami akan mengetahui dan bisa bertanggungjawab terhadap muatan konten yang disiarkan Netflix,” kata Arif.

Sebagai alternatif Netflix, Telkom menawarkan layanan Catchplay dan iFlix bagi para pelanggan IndiHome.

Catchplay merupakan layanan streaming online premium pertama yang dimiliki IndiHome. Sebelum ekspansi ke Indonesia, Catchplay sudah cukup dikenal di Taiwan dan juga Tiongkok.

Setidaknya ada sekitar 300 genre film, termasuk subgenre, berada di katalog Catchplay. Berbeda dengan layanan serupa, Catchplay murni hanya menyuguhkan film, tanpa ada serial TV di dalamnya. Layanan Catchplay juga dapat dinikmati melalui perangkat dengan pelbagai perangkat ukuran layar seperti TV, perangkat mobile, dan notebook.

Sedangkan layanan streaming film asal Malaysia, iFlix, menjagokan konten film dan serial TV asal Hollywood dan Asia dengan 20 ribu jam tayang. Didirikan tahun 2014 oleh Catcha Group dan Evolution Media Capital (EMC), saat ini iFlix telah beroperasi di Malaysia, Thailand, dan Filipina dengan lebih dari satu juta pelanggan.

Beberapa fitur andalan iFlix adalah kebebasan akses streaming dari maksimal lima perangkat, fitur pengunduhan untuk menonton film secara offline, fasilitas teks terjemahan dalam Bahasa Indonesia, serta konten spesial khusus anak-anak.

Inilah 11 Anak Muda Indonesia yang Paling Berbakat di Bidang Teknologi Versi Forbes

Setiap tahun, Forbes menyusun daftar “30 Under 30” Asia atau 30 anak muda berusia di bawah 30 tahun yang paling berbakat dari 24 negara di kawasan Asia Pasifik.

Daftar ini dibagi menjadi 10 kategori, yaitu: The Arts; Entertainment & Sports; Finance & Venture Capital; Industry, Manufacturing, & Energy; Media, Marketing, & Advertising; Retail & Ecommerce; Healthcare & Science; Social Entrepreneurs; Enterprise Technology; dan Consumer Technology.

Nama-nama terpilih pada setiap kategori diseleksi dan dipilih oleh dewan juri yang kredibel di bidangnya, antara lain Jean Liu (CEO, Didi Chuxing), Jenny Lee (Managing Partner, GGV Capital), Eva Chen (Co-Founder, Trend Micro), Royston Tay (General Founder of Messaging, Zendesk), Sonny Vu (President, Fossil Group and Connected Devices), Hiroshi Mikitani (CEO, Rakuten), dan Mark Britt (Co-Founder, iFlix).

Pada tahun 2017, sebanyak 11 anak muda asal Indonesia di bidang startup dan teknologi berhasil masuk ke dalam daftar bergengsi ini.

Mereka adalah:

1) Gibran Huzaifah (27 tahun), Pendiri dan CEO, eFishery

Gibran Huzaifah Amsi El Farizy (Pendiri dan CEO eFishery).

eFishery merupakan solusi berbasis IoT dan cloud yang membantu peternak ikan dalam memberi pakan ikan secara otomatis dan lebih cerdas. Berbekal sistem berbasis cloud, eFishery memastikan hewan ternak di 20.000 peternakan ikan dan udang di Indonesia tetap sehat dan minim limbah. Biayanya pun lebih hemat hingga 21%.

[BACA: Memberi Makan Ikan dengan Teknologi ala eFishery]

Sistem ini juga memanfaatkan sensor dari proses pemberian pakan, panen ikan, kualitas air, dan perilaku ikan untuk memberi analisis bagi peternak ikan. Gibran yakin penggunaan teknologi pada sektor agrikultur akan berperan penting dalam memecahkan masalah kekurangan suplai makanan.

2) Teguh Ariwibowo (27 tahun), Pendiri Pinjam.co.id

Teguh mendirikan layanan pegadaian online di situs Pinjam.co.id. Pengguna dapat menggadaikan barang berharga mereka, dari kendaraan sampai perhiasan, untuk ditukarkan dengan uang tunai senilai barang tersebut. Uang dikirimkan setelah barang diambil oleh kurir dari pengguna.

3) Marshall Pribadi (26 tahun), Pendiri dan CEO Privy

Privy melayani jasa pembuatan tanda tangan dan identitas digital yang diakui secara hukum di Indonesia. Pelanggan Privy antara lain Bank Mandiri dan BFI Finance dengan jumlah pengguna lebih dari 130.000 dan bertambah 2.100 setiap hari. Mereka adalah pemenang pertama kompetisi startup fintech Finspire yang digelar Bank Mandiri dan Echelon.

[BACA: Daftar Startup Fintech di Indonesia]

4) William Utomo (24 tahun) dan 5) Winston Utomo (26 tahun), Pendiri IDN Media

Didirikan pada tahun 2014, perusahaan berita dan hiburan IDN Media sekarang mencatat 13 juta pengunjung dan 60 juta pageview setiap bulan. IDN Media mengoperasikan situs berita IDN Times yang mirip Buzzfeed, rumah produksi video IDNtv, dan agen digital IDN Creative. Sekitar 70 persen pemasukan mereka disumbangkan dari pemasang iklan besar seperti Unilever, Samsung, P&G, dan Chevrolet.

6) Christina Suriadjaja (26 tahun), Pendiri Travelio

Mantan atlet profesional yang berpindah karier menjadi entrepreneur ini merupakan pendiri Travelio, situs penyewaan akomodasi harian dan bulanan mirip Airbnb, sejak tahun 2015. Situs ini menawarkan lebih dari 2.000 hunian sewaan di 25 kota di Indonesia dan akan menyasar turis-turis asal Tiongkok dalam waktu dekat.

7) Try Wibowo (27 tahun), Pendiri Insan Medika

Try mendirikan Insan Medika, layanan home care dan perawatan kesehatan pada tahun 2014 karena terinspirasi ibunya yang memiliki jasa kursus perawat. Insan Medika memiliki aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mencari perawat atau tenaga home care dengan lokasi terdekat di sekelilingnya. Saat ini, mereka bekerjasama dengan 100 sekolah keperawatan untuk menyediakan sekitar 1.200 perawat.

8) Joshua Kevin (25 tahun), Pendiri dan CEO Talenta

Joshua Kevin (Founder & CEO, Talenta). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Joshua adalah pendiri Talenta, solusi cloud yang menawarkan platform pengelolaan sumber daya manusia untuk mempermudah proses penggajian dan pengembangan basis data karyawan. Latar belakang Kevin di bidang media, telekomunikasi, dan modal ventura membuatnya kaya pengalaman di usia muda. Pelanggan Talenta meliputi Go-Jek, Grab, Kudo, Mayapada Property, dan JAKPRO.

[BACA: Talenta: Mengelola Gaji Karyawan dengan Otomatisasi]

9) Iman Usman (26 tahun) dan 10) Adamas Belva (25 tahun), Pendiri Ruangguru

Kedua pendiri Ruangguru ini berhasil membangun marketplace terbesar di Indonesia untuk mempertemukan para pengajar privat dan siswa-siswa yang membutuhkan jasa mereka. Terdapat lebih dari 80.000 pengajar privat di Ruangguru dan 1,6 juta siswa. Ruangguru telah meraih investasi Seri A dari Venturra Capital pada tahun 2015 dan memperluas layanan mereka dengan simulasi SBMPTN online pada tahun yang sama.

[BACA: Cari Guru Les Privat Online di Ruangguru]

11) Tyovan Widagdo (27 tahun), Pendiri Bahaso

Bahaso adalah aplikasi belajar bahasa asing bagi orang Indonesia. Diluncurkan pada tahun 2016, Bahaso kini memiliki 100.000 pengguna. Latar belakang Tyovan membuat aplikasi ini karena keinginannya menggabungkan bidang teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan dalam satu solusi menyeluruh.

Ternyata Pencipta Game “Solitaire” Hanya Seorang Karyawan Magang di Microsoft

Wes Cherry, Mantan Karyawan Magang Microsoft yang membuat Solitaire

“Solitaire” adalah salah satu game legendaris Windows hingga saat ini dan hampir setiap orang pernah memainkan game menyusun kartu ini, terlebih para karyawan kantoran yang ingin menghabiskan waktunya.

“Solitaire” pertama kali hadir di sistem operasi Windows sejak 1990 dan masih eksis hingga sekarang. Pada dasarnya, “Solitaire” merupakan game sederhana yang berbentuk penyusunan kartu dengan mekanisme tarik dan taruh.

Namun, tahukah Anda, siapa pencipta game legendaris tersebut?

Ternyata, pencipta game “Solitaire” bukanlah pengembang game ternama tetapi seorang karyawan magang di Microsoft. Wes Cherry menciptakan “Solitaire” ketika magang di Microsoft pada 1988.

Awalnya, Cherry memanfaatkan waktu senggangnya untuk membuat “Solitaire” dan kala itu belum banyak game yang beredar untuk komputer desktop.

“Di saat senggang, saya membuat ‘Solitaire’ untuk Windows. Ide itu muncul saat saya merasa bosan dan belum banyak game yang beredar kala itu,” kata Cherry seperti dikutip CNET.

Kemudian, tim Microsoft mengusulkan game itu kepada Bill Gates (Pendiri dan CEO Micorosoft saat itu). Akhirnya, “Solitaire” muncul pada Windows 3.0 hingga saat ini.

“Gates merestui game ini untuk Windows, meski ia (Gates) susah memenangi ‘Solitaire’,” ujarnya.

Cherry mengakui ia tidak mendapatkan keuntungan atau bayaran royalti dari game ciptaannya. “Saya tak dibayar sepeser pun,” pungkasnya.

Saat ini Cherry sudah berhenti dari dunia teknologi dan mengurus kebun apelnya sendiri.

Begini Cara Ilegal Uber untuk Kurangi Pemasukan Sopir dan Hadapi Persaingan

Persaingan Uber dan Lyft. [Kredit: hdnux.com]
Uber seperti tak putus putus dilanda masalah kontroversial. Kali ini, Uber ketahuan menggunakan cara-cara ilegal dalam meraup pemasukan dan menghadapi kompetisi, bahkan sampai merugikan sopir-sopir Uber sendiri.

Seperti diketahui, Uber harus bersaing ketat dengan Lyft sebagai aplikasi penyedia mobil sewaan terpopuler di Amerika Serikat. Untuk mengalahkan Lyft, Uber diketahui telah menggunakan aplikasi rahasia yang diberi nama Hell sepanjang tahun 2014 sampai awal 2016.

Aplikasi Hell digunakan Uber guna memata-matai lokasi para sopir Lyft serta melacak perilaku dan kebiasaan mereka dalam berkendara dan menerima pesanan. Dengan aplikasi Hell, Uber juga dapat mengetahui sopir-sopir Lyft yang juga ditengarai menawarkan jasanya melalui aplikasi Uber.

Dikutip dari Engadget dan The Information, aplikasi Hell merupakan “lawan” dari aplikasi Heaven atau God View yang dipakai karyawan internal Uber untuk melacak posisi sopir dan penumpang Uber. Disebut “lawan” karena sebetulnya Uber tidak diperbolehkan melakukan pelacakan pada sopir layanan sejenis lainnya. Walhasil, aplikasi Hell ini hanya diketahui kalangan terbatas dan jajaran eksekutif level atas, termasuk Travis Kalanick (CEO, Uber).

Pembuatan aplikasi Hell bermula setelah karyawan Uber mengetahui kelemahan dari sistem pelacakan sopir Lyft. Awalnya, Uber membuat profil sopir Lyft palsu dan menempatkannya di beberapa titik strategis di penjuru kota. Tujuannya untuk meninjau kuantitas dan pergerakan sopir Lyft di seantero kota.

Selain itu, Uber juga dapat mengetahui siapa saja sopir-sopir yang tidak hanya menawarkan jasa lewat aplikasi Lyft, tetapi juga lewat Uber. Dari informasi ini, Uber menawari sopir-sopir yang berperan ganda tersebut dengan lebih banyak pesanan dan mengiming-imingi mereka dengan bonus tambahan agar mereka lebih sering “bekerja” untuk Uber.

Cara ilegal ini diklaim berhasil meningkatkan jumlah sopir yang meninggalkan Lyft. Namun, karena ada sekitar 60 persen sopir Lyft yang berperan ganda, akibatnya Uber harus mengalokasikan dana yang sangat besar untuk bonus mereka. Sementara itu, Uber dianggap tidak memberi imbalan yang serupa bagi para sopir setia yang selama ini hanya menggunakan aplikasi Uber.

Penggunaan aplikasi Hell berakhir pada tahun 2016 setelah Uber memperluas jangkauan operasional ke berbagai kota di seluruh dunia. Jika program itu diteruskan, ongkos untuk bonus tentu saja akan membengkak.

Manipulasi Tarif

Tidak hanya aplikasi Hell yang kontroversial, tetapi juga skema manipulasi tarif yang dituduhkan seorang sopir Uber belum lama ini.

Sophano Van, seorang sopir Uber asal Los Angeles, AS, telah mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Federal Los Angeles dan menuduh Uber telah mencurangi sopir dan penumpangnya dalam penentuan tarif.

Ilustrasi penentuan rute perjalanan Uber.

Sophano mengklaim bahwa ketika penumpang Uber memesan mobil, ia akan disuguhi tarif di muka berdasarkan rute perjalanan yang lebih jauh dan durasinya lebih lama. Di sisi lain, sopir Uber akan diberikan tarif berdasarkan rute dan durasi perjalanan yang lebih pendek dan singkat. Walhasil, tarif yang diberikan kepada penumpang akan lebih mahal daripada tarif kepada sopir, tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.

Dengan demikian, Uber menerima pemasukan dari penumpang lebih tinggi daripada komisi yang mereka bayarkan kepada sopir. Tidak jelas ke mana Uber mengalokasikan selisih tarif ini.

“Software yang dipakai penumpang tidak mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan variabel lainnya sehingga tidak menghasilkan rute dan estimasi waktu tempuh yang paling singkat. Sedangkan software yang dipakai sopir mempertimbangkan variabel-variabel itu sehingga rute dan waktu tempuhnya lebih cepat dan tarifnya lebih rendah,” tulis gugatan itu seperti dilansir Ars Technica.

Sophano pun mengklaim Uber melakukan pelanggaran kontrak, penipuan, persaingan tidak sehat, dan tindakan memperkaya diri sendiri secara ilegal.

Dihentikan Penjualannya, Harga NES Classic Edition Melonjak Hingga Rp13 Jutaan

Nintendo Classic Edition

Nostalgia pengguna Nintendo dengan konsol Nintendo Entertainment System (NES) Classic Edition hanya seumur jagung. Nintendo akan menghentikan produksi NES versi mini tersebut pada akhir bulan ini di seluruh termasuk Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Sebelumnya, Nintendo meluncurkan NES Classic Edition pada 10 November 2016 dan menghadirkan 30 game klasik, termasuk Donkey Kong, Mega Man, dan Super Mario Bros.

“Bulan ini, Nintendo akan mengirimkan pasokan NES Classic Edition varian terakhir di AS,” tulis Nintendo Amerika seperti dikutip IGN.

Banyak pihak dan pengguna yang menyayangkan keputusan Nintendo tersebut karena konsol game Nintendo Entertainment System (NES) Classic Edition laris manis di pasar.

“Kami mengerti banyak konsumen yang sulit membeli konsol game ini karena stoknya yang terbatas. Kami pun mendengarkan feedback konsumen yang menyukai produk ini,” kata Nintendo.

Nintendo beralasan produksi NES Classic Edition memang terbatas dan bukan untuk penjualan jangka panjang.

“Karena permintaanya yang tinggi, kami pun telah menambahkan pasokan NES Classic Edition,” ujar Nintendo.

Harga Naik

Keputusan Nintendo menghentikan penjualan NES Classic Edition itu membuat banyak gamer dan kolektor game di seluruh dunia memburu sisa pasokan konsol game tersebut.

Tak heran, harga NES: Classic Edition melonjak drastis, dari US$ 60 atau sekitar Rp80 ribu hingga mencapai US$1.000 atau sekitar Rp13 jutaan di beberapa toko online, seperti eBay atau Amazon.

NES: Classic Edition adalah versi terkini dari konsol NES jadul yang diluncurkan pertama kali pada 1983 silam seperti dilansir Game Rant.

Tidak lagi menggunakan kartrid untuk memainkan game, Nintendo sudah menyematkan 30 judul game ke dalam NES: Classic Edition.

Pasar PC Masih Stagnan, HP dan Lenovo Berebut Posisi Nomor Satu

Ilustrasi penjualan PC.

Dua lembaga riset, IDC dan Gartner, baru-baru ini merilis laporan jumlah pengapalan PC global untuk kuartal pertama tahun 2017. Hasilnya menunjukkan tren yang masih sama dengan sebelumnya, yaitu pasar PC cenderung stagnan atau menurun dari tahun ke tahun.

IDC melaporkan bahwa angka pengapalan PC di seluruh dunia mencapai 60,3 juta unit pada periode Januari – Maret 2017. Angka tersebut memang meningkat ketimbang kuartal yang sama tahun 2016, tetapi kenaikannya hanya 0,6 persen sehingga tidak cukup memadai untuk digolongkan peningkatan signifikan.

[BACA: Lenovo Jadi Merek Laptop Terbaik Tahun 2017, Kalahkan Apple]

Meski demikian, angka itu lebih baik daripada estimasi IDC sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 1,6 persen. Bahkan, IDC mencatat bahwa inilah pertumbuhan positif pertama yang terjadi di pasar PC global sejak kuartal pertama tahun 2012.

Namun, jumlah berbeda dihasilkan oleh Gartner. Sepanjang kuartal pertama 2017, Gartner melaporkan angka pengapalan PC sebanyak 62,2 juta unit atau turun 2,4 persen dibandingkan tahun lalu. Perbedaan angka ini disebabkan faktor perhitungan yang berbeda antara IDC dan Gartner, misalnya apakah Microsoft Surface dan Chromebook ikut dihitung sebagai PC atau tidak.

Selain total jumlah pengapalan PC, perbedaan antara laporan IDC dan Gartner juga terletak pada urutan pangsa pasar vendor PC terbesar di dunia.

IDC menempatkan HP Inc. sebagai pabrikan PC nomor satu untuk kuartal pertama 2017 dengan 13,1 juta unit–naik 13,1 persen daripada tahun lalu, menggeser Lenovo ke nomor dua yang hanya mencatat pertumbuhan 1,7 persen dengan pengiriman 12,3 juta unit PC. Sesudahnya, Dell, Apple, dan Acer berturut-turut menduduki posisi ketiga, keempat, dan kelima.

Laporan pengapalan PC global versi IDC untuk Q1 2017.

Sementara itu, Gartner masih menempatkan Lenovo di posisi puncak dengan 12,3 juta unit PC atau naik 1,2 persen dari tahun lalu, diikuti HP Inc. di posisi kedua dengan selisih tipis, 12,1 juta unit PC. Posisi ketiga sampai keenam ditempati Dell, Asus, Apple, dan Acer.

Anehnya, meski berada di posisi keempat versi Gartner, Asus tidak masuk ke dalam lima besar vendor PC teratas versi IDC. Kemungkinan IDC mencatat jumlah pengapalan PC Asus di bawah Apple dan Acer sehingga hanya bisa masuk ke kategori “Others”.

Laporan pengapalan PC global versi Gartner untuk Q1 2017.

Prediksi Selanjutnya

Kendati melaporkan angka yang berbeda, baik IDC maupun Gartner sama-sama sepaham bahwa pasar PC tahun ini masih akan terkendala masalah suplai NAND flash dan DRAM yang berkurang. Harga kedua komponen memori itu terus meningkat dan berpengaruh pada naiknya harga PC hingga akhir tahun.

Namun, kenaikan harga PC diprediksi tidak akan mengurangi niat para perusahaan dan pemilik bisnis untuk memperbarui aset teknologi mereka dan membeli PC baru, baik laptop maupun desktop.

[BACA: Siap-siap! Harga PC Bakal Naik Tahun Ini]

Masih tingginya permintaan di segmen PC bisnis dan korporat ini yang akan menjadi kunci bagi kelangsungan usaha para vendor PC.

“Ketika pasar PC consumer terus mengecil, mempertahankan kekuatan di pasar PC bsinsi akan sangat penting untuk tetap bertahan di industri PC. Pemenang di segmen bisnis pada akhirnya akan menjadi perusahaan yang bertahan di pasar ini,” ujar Mikako Kitagawa (Principal Analyst, Gartner).

Kitagawa menyebut Lenovo, HP, dan Dell akan bertarung memperebutkan pangsa terbesar di segmen PC enterprise, Ia pun memperkirakan vendor PC yang tidak kuat melayani kebutuhan segmen bisnis bakal dipaksa undur diri dari pasar PC dalam lima tahun ke depan.

“Meski begitu, masih akan ada pembuat PC yang bertahan melayani ceruk pasar yang sempit, seperti PC gaming dan ruggedized laptop (laptop tahan banting untuk pemakaian luar ruangan),” imbuhnya.

Susul Tesla dan Uber, Apple Dapat Izin Uji Mobil Tanpa Sopir

Konsep Mobil Autonomous Apple 1

Mobil tanpa sopir adalah proyek “kakap” dan impian di masa depan sehingga banyak pabrikan otomotif dan perusahaan teknologi yang mencoba mengembangkan mobil tersebut.

Apple optimistis dapat membuat software untuk mobil tanpa sopir tersebut, mengingat Apple memiliki proyek khusus Titan yang mengembangkan mobil tanpa sopirnya seperti dikutip CNET.

Apple pun telah mendapatkan izin dari otoritas setempat yaitu California Department of Motor Vehicles untuk menguji mobil tanpa sopir di California, AS.

Apple menyusul nama-nama besar seperti Uber, Bosch, Mercedes-Benz, dan Tesla yang telah mengantongi izin serupa.

Dengan restu dari DMV, Apple jadi perusahaan terbaru yang menguji mobil otonom di California, termasuk Waymo yang merupakan unit bisnis mobil tanpa sopir Google, Tesla, General Motors, dan Uber.

Konsep Mobil Autonomous Apple

Semua perusahaan yang terdaftar di DMV, California, Amerika Serikat (AS), harus melaporkan hasil uji coba mobil tanpa sopirnya setiap bulan.

Selain itu, Apple telah mendaftarkan tiga kendaraan Lexus RX dan enam pengemudi yang akan menguji mobil tanpa sopir.

Dalam suratnya kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Apple telah menanamkan investasi yang besar dalam pengembangan dan riset of machine learning dan otomatisasi, termasuk potensinya untuk transportasi.

Apple pun belum menjawab, apakah Apple akan memproduksi mobil tanpa sopirnya secara mandiri atau melibatkan pihak ketiga dan Apple hanya menyediakan software-nya saja.

Hingga kini, Apple masih tutup mulut soal dokumen izin tersebut.

Nintendo Hadirkan Minecraft di Switch Bulan Depan

Minecraft hadir di Nintendo Switch Bulan Depan

Nintendo melihat penggemar Minecraft sangat besar dan antusias menunggu kehadiran game Minecraft. Karena itu, Nintendo pun akan menghadirkan game Minecraft di Nintendo Switch pada 11 Mei 2017.

Minecraft termasuk salah satu game terpopuler di dunia, terbukti penjualan game buatan Mojang itu telah menyentuh angka 121 juta kopi dan tercatat 55 juta orang memainkan Minecraft setiap bulannya.

Sayangnya, Minecraft versi Nintendo Switch akan akan hadir dalam bentuk digital terlebih dahulu dan hadir dengan sejumlah pembaruan seperti paket Super Mario Mash-Up.

Selain Switch, Minecraft juga hadir untuk PC, smartphone dan Wii U seperti dikutip Ubergizmo.

Harapannya, game Minecraft itu bisa mendongkrak penjualan Nintendo Switch. Game konsol Nintendo Switch mendapatkan respon positif di pasar, terbukti penjualan konsol game hybrid itu menyentuh angka 2,4 juta unit di seluruh dunia.

“Performa Nintendo melebihi ekspektasi, paling tidak sampai saat ini. Sangat bagus untuk mengembalikan kepercayaan investor,” kata Joost van Dreunen (CEO SuperData).

PointStar Tempati Kantor Baru di Jakarta, Perdalam Keahlian Solusi Cloud

Kantor baru PointStar Jakarta.

PointStar mengumumkan dibukanya kantor baru mereka di Jakarta sebagai bagian dari investasi jangka panjang pada industri layanan solusi cloud computing di Indonesia.

Kantor baru ini didesain untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam berkolaborasi dengan ruangan kantor yang lebih luas. Kantor ini dilengkapi dengan conference room, silent room, dan area Phone Booth yang disediakan khusus agar karyawan dapat menikmati lingkungan pekerjaan yang lebih tenang.

Sebagai salah satu pelopor mitra Google di wilayah Asia Pasifik, conference room yang tersedia juga menjadi representasi dari penggunaan Google Hangouts yang menghubungkan seluruh tim PointStar yang berjumlah lebih dari 50 orang dan tersebar di berbagai wilayah dan negara yang berbeda.

Dengan fasilitas yang telah disediakan, tim PointStar dapat bekerja lebih fokus dalam mengembangkan kemampuan inti yang dimiliki dan juga membantu klien dalam memilih, mengadopsi, mengimplementasi, mengustomisasi, dan mengatur solusi cloud yang ditawarkan.

Beberapa klien penting PointStar di tanah air adalah Go-Jek, Zalora, MatahariMall, Parkland World Indonesia, dan Indo Tambangraya Megah.

“Kantor baru kami di Jakarta menjadi cerminan dari komitmen kami untuk melanjutkan kesuksesan bisnis klien. Kami akan terus menghadirkan kualitas terbaik yang inovatif dan juga solusi cloud yang terjangkau untuk perusahaan dalam menghadapi perubahan digital,” kata Justin Lee (CEO, PointStar) dalam keterangan pers.

Manfaatkan Solusi Google dan NetSuite

Sebagai informasi, PointStar pertama kali meluncurkan pusat keunggulan cloud computing di Indonesia pada 7 Mei 2015. Dalam waktu kurang dari 18 bulan, PointStar telah mampu mengembangkan bisnis dan pengalaman, baik untuk karyawan maupun kliennya.

[BACA: PointStar Tawarkan Konsultasi TI Gratis bagi 1.000 UKM di Indonesia]

point star jakarta
Justin Lee (Co-Founder & CEO, PointStar) diapit oleh Yansen Chandra (perwakilan Ekatama, pelanggan PointStar) dan Yuwono Utomo (Indonesia Sales Manager, PointStar) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5).

Berkantor pusat di Singapura dengan kantor cabang di Jakarta, Indonesia dan Johor Bahru, Malaysia, PointStar mengadopsi teknologi Google untuk menghasilkan komunikasi dan kecepatan yang optimal.

Selain itu, PointStar menggunakan software akuntansi NetSuite yang berbasis cloud, proses order, dan sistem CRM serta WiFi berbasis cloud Cisco Meraki, routing, dan sistem keamanan yang dapat menjamin keamanan jaringan di perusahaan, serta Grandstream IP untuk jaringan komunikasi yang lebih stabil.

Belum lama ini, PointStar meluncurkan paket pelatihan one-for-one TransformMyBiz yang bertujuan memberi pelatihan bagi karyawan di bisnis kecil dan menengah untuk memaksimalkan produktivitas dengan memanfaatkan penggunaan fitur G Suite (dulunya bernama Google Apps for Work) bagi kebutuhan bisnis mereka.

Belum Lancar Bahasa Inggris, Asisten Digital Bixby Telat Datang di Galaxy S8

Samsung Bixby

Asisten digital Bixby yang digadang-gadang menjadi salah satu keunggulan utama Samsung Galaxy S8 dan S8+ terancam terlambat hadir di sebagian besar negara tempat peluncurannya. Pasalnya, Bixby belum lancar berbicara dalam Bahasa Inggris.

Dikutip dari CNBC, Samsung menyatakan bahwa fitur-fitur kunci Bixby, meliputi Vision, Home, dan Reminder, tetap akan hadir melengkapi perangkat Galaxy S8 dan S8+ yang dirilis global pada 21 April nanti. Tetapi, fitur Bixby Voice yang mampu melayani perintah suara baru akan tersedia di Amerika Serikat pada musim gugur tahun ini atau sekitar bulan September – November 2017.

[BACA: Inilah 7 Fakta Menarik Samsung Bixby]

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, penundaan peluncuran fitur Bixby Voice dikarenakan hasil pengujian internal Samsung menunjukkan bahwa kemampuan Bixby dalam mengenali Bahasa Inggris masih tertinggal ketimbang pengetahuan Bahasa Korea-nya.

Oleh karena itu, Samsung masih perlu menyempurnakan kecerdasan Bixby dan menyiapkan pembaruan software guna memperkaya keahlian berbahasanya.

Asisten digital Bixby mampu mengenali objek.

Sedangkan ketiga fitur Bixby lainnya yang disebutkan Samsung lebih mengandalkan kemampuan kamera dan sistem kecerdasan internal.

Bixby Vision dapat mengenali objek di depan kamera dan memberikan informasi terkait objek tersebut, Bixby Home adalah aplikasi beranda yang memuat aneka konten sesuai selera pengguna–mirip aplikasi Google Now, dan Bixby Reminder berfungsi mengingatkan pengguna tentang jadwal aktivitas hariannya.

[BACA: Apa Saja Kehebatan Asisten Digital Bixby?]

Bixby diklaim Samsung akan menjadi aplikasi pintar di perangkat-perangkat mereka, dimulai dari Galaxy S8, dan menawarkan pengalaman lebih mendalam di tiga area.

Ketiga area itu adalah completeness yang memungkinkan Bixby mampu melakukan segala hal yang biasanya dilakukan lewat layar sentuh, context awareness yang membuat Bixby dapat dipanggil kapan pun dan mengerti konteks dan keadaan aplikasi, serta cognitive tolerance yang membuat Bixby dapat memahami perintah yang belum lengkap sekalipun.

“Ketika pengguna meminta sesuatu, Bixby bisa langsung mengeksekusinya tanpa harus menunggu perintah lanjutan,” ucap In Jong-Rhee (Head, Software R&D, Mobile Communications Business & Executive Vice President, Samsung Electronics).

Review Smartphone