19 | April | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 19, 2017

Bocoran Spesifikasi Smartphone Essential Buatan Bapak Android

Ilustrasi Smartphone Essential

Persaingan smartphone kelah high end dan premium semakin memanas. Bapak Android Andy Rubin mengembangkan smartphone yang menyasar pasar premium.

Hebatnya, spesifikasi smartphone yang memiliki kode Essential FIH-PM1 itu telah muncul di aplikasi benchmark GFX Bench. Essential sendiri merupakan nama perusahaan yang didirikan oleh Rubin.

Smartphone itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 835 octa core 2,2 GHz dengan Adreno 540, RAM 4 GB dan media penyimpanan 16 GB.

Untuk kameranya, smartphone itu mengusung kamera belakang sebesar 12 megapixel dan kamera depan 8 megapixel.

Rencananya, smartphone itu akan menantang kehadiran Google Pixel dan Apple iPhone seperti dilansir IB Times.

Spesifikasi smartphone Essential besutan Rubin

Smartphone itu mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi 1.312 x 2.560 pixel dengan aspek rasio 80:41, jauh lebih besar dari aspek rasio LG G6 82:31 (18:9).

Smartphone yang mengusung OS Android 7.0 itu juga memiliki fungsi modular melalui sebuah port yang ada di dalam ponsel tersebut, lengkap dengan teknologi serupa 3D Touch milik Apple.

Nantinya, smartphone itu akan dirakit oleh Foxconn yang bisa dilihat dari nama FIH yang singkatan dari Foxconn International Holdings.

Produk misterius bikinan Rubin itu akan dirilis pada pertengahan 2017 dengan banderol harga $649 atau sekitar Rp8,6 jutaan.

Layar Galaxy S8 dan S8+ Berubah Jadi Merah, Ini Penjelasan Samsung

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 yang berwarna merah

Para pengguna Samsung Galaxy S8 dan S8+ asal Korea melaporkan permasalahan layarnya yang berubah menjadi kemerah-merahan.

Ada beberapa pelanggan di Korea Selatan yang sudah pre-order Samsung Galaxy S8 dan memposting layar S8 yang berubah menjadi merah foto di media sosial.

Samsung beralasan layar kemerahan itu bukanlah sebuah kerusakan tetapi Samsung mengatur tingkat keseimbangan warna merah dari layar smartphone tersebut. Samsung Galaxy S8 dan S8+ adalah smartphone pertama yang mengusung teknologi “Deep Red” OLED.

“Layar Galaxy S8 yang berwarna merah bukanlah masalah kualitas dan bisa diperbaiki melalui menu setting,” kata juru bicara Samsung seperti dikutip CNET.

John Legere (CEO T-Mobile) mengatakan warna semi-magenta di layar Samsung Galaxy S8 dan S8+ menjadi daya tarik tersendiri bagi smartphone tersebut. Namun, bagaimanapun warna kemerahan di Galaxy S8 dan S8+ tetap menimbulkan keresahan bagi beberapa pengguna.

Foto Samsung Galaxy S8 dan S8+ dengan layar merah telah diposting di Instagram, forum tekno Korea Selatan seperti RullWeb dan Ppomppu yang mengeluhkan kalau mereka tidak bisa memperbaiki layar merah di setting menu.

Countepoint Analis Riset Neil Shah melihat perubahan warna layar Galaxy S8 menjadi merah adalah masalah kalibrasi perangkat lunak.

Masalah itu bisa menambah citra buruk Samsung. Tahun lalu, Samsung juga menghadapi permasalahan Galaxy Note 7 yang gagal meraih kesuksesan dengan kasus ledakan baterai.

Berkat “Find My iPhone”, Polisi Tangkap Maling Ratusan Smartphone di Konser Musik

Henao dan ratusan jumlah ponsel yang dicurinya dalam konser musik Coachella

Puluhan ribu orang memadati pesta musik festival Coachella Valley Music and Arts Festival di California pada 14 April 2017. Tidak jauh dengan Indonesia, banyak pecopet dan maling yang berkeliaran dalam acara konser musik.

Tapi, tak bedanya dengan acara musik di Indonesia, acara sekaliber Coachella pun ada saja maling ponsel yang memanfaatkan kerumunan penonton.

Dalam konser musik Coachella, polisi setempat berhasil meringkus Reinaldo De Jesus Henao yang mencuri lebih dari 100 ponsel selama acara tersebut.

Salah seorang peserta konser musik menyadari smartphonenya lenyap dan melacak smartphone yang hilang dengan fitur “Find My Phone“. Ia pun berhasil melacak keberadaan ponselnya yang dibawa Henao. Korban pun mengikuti si pencuri dan menangkapnya sehingga pihak keamanan konser dan polisi datang.

Kemudian polisi menemukan sebanyak lebih dari 100 ponsel curian di ranselnya. Beberapa smartphone sudah diambil oleh pemiliknya dan sisanya ditempatkan di pos barang hilang dari festival tersebut seperti dikutip CNET.

Find My iPhone merupakan fitur pelacak perangkat berbasis lokasi GPS yang ditanamkan pada perangkat berbasis iOS tersebut.

Kejadian itu membuktikan smartphone yang hilang masih bisa terlacak keberadaannya dan korban bergerak cepat melacaknya sebelum si pencuri mematikan smartphone-nya.

Pasca Tragedi Cleveland, Facebook Akan Kaji Ulang Penanganan Video Kekerasan

Steve Stephens tersangka pembunuhan Cleveland

Facebook Inc akan mengkaji kembali penanganan video kekerasan dan material-material terlarang lainnya dalam jejaring sosialnya setelah siaran langsung video pembunuhan Cleveland yang bisa tayang di Facebook pada pekan lalu selama selama dua jam.

“Kami memprioritaskan laporan-laporan untuk menjamin keselamatan komunitas kami. Kami pun akan mengkaji secepatnya,” kata Justin Osofsky (Wakil Presiden Facebook untuk Operasi Global dan Kemitraan Media) seperti dikutip Telegraph.

Polisi Cleveland, AS memburu seorang tersangka yang menyiarkan video pembunuhan oleh dirinya kepada seseorang lewat Facebook. Tidak hanya itu, pria itu juga telah mengaku membunuh beberapa orang lainnya.

Pihak berwajib pun meminta bantuan masyarakat dan mendesak tersangka yang bernama Steve Stephens menyerahkan diri. Polisi mengatakan Stephens mengendarai SUV warna putih atau krem .

Januari silam, ada empat pemuda kulit hitam di Chicago dituduh menyerang seorang pemuda kulit putih difabel berusia 18 tahun yang disiarkan dalam Facebook Live sembari mengeluarkan cercaan anti kulit putih.

Insiden itu membuat dunia marah dan si penyerang menyatakan tidak bersalah. Ia menyerang pria difabel karena menderita schizophrenia

Hacker Bisa Retas Smartphone Melalui Sensor Gerak, Bagaimana Caranya?

Ilustrasi Sensor Gerak pada Smartphone

Hati-hati dalam menggunakan fitur motion sensor atau sensor gerak pada smartphone karena bisa menjadi pintu masuk bagi penjahat siber. Hacker bisa memanfaatkan celah sensor gerak dan mencuri password serta informasi detail perbankan milik penggunanya.

Para ahli keamanan siber dari Newcastle University percaya hacker bisa mengakses informasi penting hanya dengan mengandalkan gerakan ponsel penggunanya.

Para peneliti telah menganalisis gerak dari perangkat bahkan bisa melacak empat digit pin dengan akurasi sampai 70 persen.

“Akurasi 70 persen ini kami dapatkan saat meretas pengguna pertama. Saat meretas akun pengguna ke-5, tingkat akurasi meningkat sampai 100 persen,” kata Maryam Mehrnezhad seperti dikutip Engadget.

Mehrnezhad mengatakan timnya belum menemukan solusinya untuk mengatasi kasus tersebut.

“Kami menemukan sedikitnya ada 25 sensor di dalam standar smartphone. Setiap aksi yang dilakukan di smartphone, baik meng-klik, scroll, memegang dan merekam, mampu menghasilkan orientasi unik dan jejak gerak,” ujarnya.

Kebanyakan smartphone, tablet dan wearable memiliki sensor multitude. Mulai dari GPS ternama, kamera dan mikrofon sampai alat lainnya yaitu gyroscope, sensor rotasi dan akselerometer.

“Pada beberapa browser, kami menemukan bahwa jika Anda membuka sebuah halaman smartphone atau tablet. Hacker dapat memata-matai setiap detail pribadi yang Anda masukan. Bahkan, memata-matai Anda ketika smartphone Anda terkunci,” tambahnya.

Teknologi AI Mampu Prediksi Risiko Penyakit Jantung Lebih Cermat daripada Dokter

Ilustrasi serangan jantung

Penyakit jantung adalah satu penyakit yang mematikan bahkan ada 20 juta orang mati setiap tahunnya karena penyakit kardiovaskular.

Agar tidak jatuh banyak korban lagi, tim peneliti University of Nottingham di Inggris mengembangkan algoritma berbasis kecerdasan buatan dan machine learning yang mampu memprediksi kemungkinan seseorang terkena serangan jantung atau stroke dengan tingkat akurasi yang lebih cermat dari dokter.

American College of Cardiology/American Heart Association (ACC/AHA) menggunakan patokan umur, tingkat kolesterol dan tekanan darah untuk memprediksi risiko seorang pasien terkena penyakit kardiovaskular.

Namun, ketepatan sistem itu menebak risiko seseorang berada pada tingkat 72,8 persen. Di bidang medis, angka itu memang tergolong cukup akurat, namun para peneliti di Inggris masih merasa belum puas.

Meski cukup akurat, Stephen Wang dan timnya masih mencari cara yang lebih baik untuk memperkirakan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Kemudian, tim Wang memasukkan data sebanyak 378.256 pasien yang ada di Inggris. Hasil algoritma secara signifikan mengungguli pedoman AAA/AHA, mulai dari akurasi 74,5 ke 76,4 persen.

Menariknya, sistem AI mampu mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang tidak tercakup dalam ilmu kedokteran yang sudah ada, seperti penyakit mental yang berat dan konsumsi kortikosteroid oral.

“Ada banyak interaksi dalam sistem biologi. Itulah realitas tubuh manusia untuk mengeksplorasi hubungan mereka,” ujar Wang seperti dikutip IB Times.

Selain di bidang medis, saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dipakai manusia. Misalnya, robot Asimo yang bisa menari dan berjalan. Di industri otomotif, ada teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.

Backpack Gaming MSI VR One Sapa Indonesia

MSI VR One Backpack

MSI kembali meluncurkan jajaran notebook gaming terbarunya dan salah satu produk yang cukup mencengangkan mata yaitu Backpack PC VR One. MSI mengusung konsep “True Gaming PC, we are Gaming” yang menyasar semua user dan Dragon Army agar memiliki pengalaman gaming yang maksimal.

Hebatnya, semua notebook gaming terbaru MSI sudah mengusung kartu grafis NVIDIA PASCAL yang sudah VR Ready. Untuk performa, MSI juga mengimplementasikan CPU Core i7 Gen-7 pada semua lineup gaming product.

Jerry Lu (Country Manager MSI Indonesia) mengatakan MSI dapat memberikan pengalaman VR yang luar biasa untuk gamer dengan kualitas yang lebih cepat dan lebih mulus tentunya.

Virtual reality adalah salah satu teknologi yang terus berkembang di masa yang akan datang,” katanya di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, MSI VR One adalah sistem PC Backpack paling ringan dan ramping di dunia. MSI VR One memiliki berat hanya 3,7 kg dengan 2 battery pack untuk memberi asupan daya selama kurang lebih 1,5 jam.

“VR One bisa menghilangkan limitasi VR yang mengharuskan gamers untuk tetap dekat dengan PC dan monitor karena keterbatasan panjang kabel yang ada,” ujarya.

MSI VR One menggunakan prosesor yang bisa dioverclock dan grafis GeForce GTX 10 Series sehingga mampu memberikan gaming performance yang maksimal dengan noise di bawah 40dBA.

Jerry Lu mengatakan jajaran produk gaming MSI sangat besar karena prospek pertumbuhan notebook gamingnya sangat besar di Indonesia. Profesional atlit E-Sports pun dapat menghasilkan uang yang banyak dalam satu kali kompetisi.

“Atlit E-Sports profesional bisa menghasilkan uang sebesar 2,7 juta dollar US hanya dalam satu kali kompetisi E-Sports. Saya saja tidak bisa mencari uang sebanyak 2,7 juta dollar dalam kurun waktu 10 tahun,” ungkap George Kao (Product Marketing MSI HQ).

Review Smartphone