Arsip Harian: Apr 25, 2017

Peringati HUT ke-29, Lintasarta Sumbang Ambulans untuk Dukung Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dalam rangkaian hari ulang tahunnya yang ke-29, PT. Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memberikan sumbangan satu unit mobil ambulans dan sejumlah dana operasional kepada lembaga amil zakat nasional Iniziatif Zakat Indonesia (IZI) yang akan digunakan untuk mendukung operasional Rumah Singgah Pasien (RSP) Slipi, Palmerah, Jakarta dalam memberikan layanan kesehatan gratis kepada kaum dhuafa.

“Sumbangan ini sebagai wujud komitmen Lintasarta dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama membantu pasien yang membutuhkan sarana transportasi kesehatan yang cepat dan lengkap seperti mobil ambulans ini. Kami mengharapkan bantuan ini dapat digunakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Ginandjar, Datacom Director Lintasarta.

Mobil ambulans bantuan Lintasarta dilengkapi  dengan fasilitas tabung oksigen, regulator, tabung pemadam kebakaran, alat-alat infus, tandu medis dan flow meter. Mobil ambulans tersebut akan memperkuat layanan luar gedung RSP Slipi yang dikelola IZI dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, menyasar lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh fasilitas konvensional serta memberikan layanan antar-jemput dari rumah sakit ke Rumah Singgah Pasien.

Berdiri sejak 1988, Lintasarta merupakan penyedia Komunikasi Data, Internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri. Saat ini Lintasarta telah melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan lebih 35.000 jaringan yang meliputi layanan komunikasi data fiber optik, jaringan satelit, layanan komunikasi suara, layanan video conference, data center dan DRC, cloud computing, Managed Services, e-health, TPA dan solusi total komunikasi data.

Sepatu Adidas Ini Terbuat dari Plastik Bekas

Adidas Parley UltraBOOST X 1

Adidas sebagai produsen alat olahraga melakukan terobosan terbaru dengan membuat sepatu Adidas Parley UltraBOOST X.

Uniknya, sepatu itu terbuat dari limbah laut seperti plastik yang mengambang di lautan berupa kantung atau botol plastik.

Hal itu sebagai komitmen Adidas dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan dan menghabiskan limbah plastik yang merusak lautan.

Adidas Parley UltraBOOST X

Adidas pun bekerjasama dengan Parley A.I.R Strategy yang mencegat sampah plastik yang ada di lautan dan merancang daur ulang limbah sehingga menjadi alternatif baru.

Kasper Rorsted (CEO Adidas) mengatakan ada satu truk yang memuat plastik bekas dan membuangnya ke laut setiap menitnya. Adidas pun terpanggil untuk melakukan perubahan dan membuat produk yang ramah lingkungan.

“Kami adalah salah satu sedikit perusahaan yang memasukan produk berkelanjutan ke dalam model bisnis. Menggunakan puing-puing plastik laut, Adidas mengubah ancaman menjadi benang untuk membentuk desain yang ikonik,” katanya seperti dikutip Design Boom.

Adidas Parley UltraBOOST X

Adidas mengatakan satu sepatu Adidas Parley UltraBOOST X membutuhkan rata-rata 11 botol plastik. Tentunya, sepatu itu tidak sepenuhnya terbuat dari plastik daur ulang tetapi Adidas akan berusaha memakai material terbarukan .

Sepatu itu didominasi warna biru yang melambangkan samudera. Sejauh ini kolaborasi Adidas dan Parley telah menghasilkan sepatu model Parley UltraBOOST, Parley UltraBOOST X, dan UltraBOOST Uncaged Parley.

Adidas pun berencana menjual sepatu-sepatu itu pada 10 Mei 2017.

Mengapa Bill Gates Larang Anaknya Main Smartphone?

Ilustrasi Keluarga Bill Gates

Saat ini perangkat smartphone atau tablet telah digunakan oleh lapisan masyarakat termasuk anak SD. Anak-anak pun memainkan gawainya untuk berkomunikasi, belajar,  hingga bermain.

Bill Gates (Pendiri dan Mantan CEO Microsoft) melarang anaknya untuk menggunakan smartphone sebelum berusia 14 tahun. Gates mengharapkan anaknya menjaga hubungan tatap muka di lingkungan sosial anaknya walaupun anaknya tidak terima dengan aturan ayahnya tersebut.

“Kami tidak memberikan anak kami ponsel hingga mereka berumur 14 tahun dan mereka komplain bahwa anak lainnya yang berusia muda sudah mendapatkannya,” kata Gates seperti dikutip dari Daily Mail.

Selain itu, anak yang belum cukup umur belum bisa menggunakan smartphone untuk hal positif. Gates melihat anak-anak lebih memilih menghabiskan waktu untuk bermain dengan smartphone. Padahal, banyak kegiatan lainnya yang lebih positif.

“Anak-anak harus menghabiskan waktu lebih efektif seperti mengerjakan pekerjaan rumah dan bermain dengan teman-teman,” pungkasnya.

Gates pun meminta semua anggota keluarganya untuk tidak membawa smartphone ketika makan bersama dan berkomunikasi di dalam rumah.

“Saya tidak mengizinkan membawa smartphone ketika sedang menyantap makanan di meja makan,” ujarnya.

Saat ini Gates dan istrinya Melinda memiliki tiga orang anak yaitu anak pertama Jennifer (20), Rory (17), dan anak bungsu mereka Phoebe (14).

Cetak Rekor Baru, Berapa Jumlah Pesanan Samsung Galaxy S8 dan S8+?

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ sukses mencetak rekor pemesanan dan mengalahkan pemesanan Galaxy S7 dan S7 Edge pada tahun lalu.

Hal itu membukti insiden recall Galaxy Note 7 tidak menyurutkan niat pengguna dan penggemar Samsung di seluruh dunia untuk membeli Galaxy S8 dan S8+.

Jumlah pemesanan Galaxy S8 dan S8+ meningkat 30 persen dibanding Galaxy S7 dan S7 Edge pada tahun lalu. Jumlah pemesanan Galaxy S8 dan S8+ di Korea Selatan sudah mencapai 550.000-an sejak dua hari kemunculannya.

Dalam empat hari sejak pre-order Galaxy S8 dan S8+, Samsung berhasil mendapatkan pemesanan Galaxy S8 dan S8+ sebanyak 700 ribu pemesanan di Korea Selatan.

“Dalam dua hari kami menembus 500 ribu pesanan. Bahkan pada Rabu (12 April 2017), Galaxy S8 dan Galaxy S8+ sudah mampu menembus 728 ribu unit,” kata DJ Koh (Head of Samsung Mobile Business) seperti dikutip Phone Arena.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 1

Angka itu jauh lebih tinggi dari jumlah pemesanan Galaxy S7 dan S7 Edge sebanyak 100.000-an pada periode serupa. Galaxy Note 7 pun cuma dipesan 200.000-an orang selama dua hari pasca pre-order pada akhir tahun lalu.

“Kami menargetkan sebelum pre-order ditutup, pemesanan Galaxy S8 dan S8+ bisa menjual sekitar 1 juta unit di Korea Selatan,” ucapnya.

Bagaimana, keadaan pre-order Samsung Galaxy S8 dan S8+ di negara lainnya.

“Yang pasti di beberapa negara seperti Amerika Serikat, pre-order Galaxy S8 telah melebihi pendahulunya,” pungkasnya.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 1

Tim Baxter (Presiden dan COO Samsung di Amerika) mengatakan, “Kami percaya produk yang hebat dan dinikmati jutaan orang adalah sebuah kebanggaan tersendiri,”.

Sejauh ini, belum ada keluhan fatal terkait kedua smartphone flagship tersebut. Di Indonesia, kedua smartphone itu akan dikirim ke pemesan pertama pada 5 Mei mendatang.

“Kami bertujuan untuk mendorong batas-batas dari apa yang mungkin atas nama pengalaman yang lebih baik, lebih pintar, dan lebih menarik bagi konsumen kami,” ujarnya.

Langgar Privasi, Apple Ancam Buang Uber dari App Store

Ilustrasi Uber pada iPhone

Uber kembali dirundung permasalahan pelik terkait privasi. Kali ini, Uber mencari masalah dengan Apple.

Pada 2015, Uber menemukan sebuah cara rahasia untuk mengidentifikasi dan melakukan tag (melacak lokasi) kepada pengguna iPhone yang memakai aplikasinya. Parahnya, identifikasi akan tetap berfungsi walaupun pengguna iPhone telah menghapusnya.

Padahal, praktik identifikasi atau fingerprinting merupakan hal terlarang. Namun, Uber tetap nekat mempraktekan fingerprinting. Bahkan, Uber sengaja memasang geofence di markas Apple di Cupertino agar tidak ketahuan melakukan praktik terlarang.

Geofence merupakan pagar virtual yang disematkan melalui GPS untuk mematikan aplikasi saat masuk ke wilayah tertentu dan menyalakannya lagi ketika pengguna aplikasi sudah berada di luar wilayah itu.

Selain memasang geofence, Uber juga berani mengubah kode dalam aplikasi mereka agar tindakan fingerprinting itu tidak ketahuan pegawai Apple.

Terbongkar Juga

Apple pun tidak bodoh dan langsung mencium kelakuan busuk Uber tersebut. Tim Cook (CEO Apple) langsung menegur keras Travis Kalanick (CEO Uber) untuk menghentikan praktik ilegal tersebut.

Bahkan, Apple akan menghapus aplikasi Uber dari App Store, jika tetap melakukan aksi tersebut.

“Jadi saya dengar, Anda telah melanggar sejumlah peraturan perusahaan kami,” kata Cook kepada Kalanick sebuah pertemuan seperti dikutip The Verge.

Sumber mengatakan bahwa Kalanick sangat terkejut mendengar kemarahan Cook. Akhirnya, Kalanick langsung memenuhi permintaan Cook karena Uber bisa kehilangan akses jutaan pengguna iPhone dan menghancurkan bisnis mereka.

Uber pun membantah aplikasi untuk melacak lokasi individu para pengguna aplikasinya. Uber berkilah fitur yang melanggar privasi itu berfungsi sebagai pendeteksi penipuan.

“Kami tentu saja tidak melacak pengguna atau lokasi mereka, jika mereka menghapus aplikasinya,” ujar Uber.

“Ini adalah tipikal cara untuk mencegah penipuan loading aplikasi Uber yang berasal dari ponsel curian, kartu kredit curian, dan melakukan perjalanan Uber dengan tarif mahal,” ucap Uber.

Bukan yang Pertama

Uber baru-baru ini diketahui menggunakan tool rahasia bernama Greyball untuk menggagalkan upaya pemerintah masing-masing negara untuk mengetahui Uber melanggar aturan setempat.

Pada 2014, salah satu eksekutif Uber diduga menggunakan fitur internal bernama “God View” untuk melacak lokasi seorang reporter tanpa sepeetahuiannya. Penggunaan tool itu memungkinkan staf Uber melihat aktivitas login si pengguna.

Sialnya, aktivitas Uber itu terbongkar dan Uber harus mempekerjakan ahli keamanan dan privasi pihak ketiga untuk meninjau kebijakan dan memberikan rekomendasi.

Bos Alibaba: 30 Tahun lagi, Robot Bisa Jadi CEO Terbaik

Robot bisa menjadi ancaman serius manusia di masa depan karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran pada Jack Ma (Pendiri e-commerce Alibaba) yang memprediksi masa depan dunia pada 30 tahun lagi.

“Dalam 30 tahun ke depan, robot akan menjadi cover Malajah Time sebagai CEO terbaik. Robot akan lebih cepat dan rasional daripada manusia,” katanya seperti dikutip CNN Money.

Kemajuan teknologi akan berdampak buruk bagi kehidupan dan berbagai jenis industri dan lapisan masyarakat sehingga rentan terjadi konflik sosial.

“Dunia akan merasakan jauh lebih banyak rasa sakit daripada kebahagiaan,” ujar Ma.

Ma melanjutkan Saat ini robot-robot sudah mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan proses manufaktur yang canggih bisa menggantikan tenaga kerja manusia dalam skala besar.

World Economic Forum memprediksi akan ada lima juta pekerjaan hilang pada 2020 di 15 negara maju dan berkembang. Citibank telah mengungkapkan risiko otomatisasi robot membuat 47 persen pekejaan di Amerika Serikat dan 77 persen di Tiongkok berada dalam risiko yang besar.

“Saya berharap pekerjaan yang bisa dilakukan manusia tidak dialihkan kepada teknologi. Seharusnya, mesin hanya melakukan apa yang tidak dapat dilakukan manusia,” ujarnya.

“Hanya dengan cara ini, kita bisa memiliki kesempatan untuk menjaga mesin tetap bekerja dengan manusia, bukan sebagai pengganti,” ucapnya.

Ma memprediksi orang juga akan memiliki jam kerja yang semakin pendek berkat kecanggihan teknologi yang mampu mengerjakan pekerjaan manusia.

“Dalam 10 atau 20 tahun, orang hanya bekerja empat jam dalam sehari bahkan hanya tiga minggu saja,” pungkasnya.

Bocoran Harga Konsol Game Project Scorpio

Microsoft membeberkan spesifikasi Xbox One Project Scorpio

Microsoft masih bungkam dengan banderol konsol game Project Scorpio walaupun spesifikasi konsol itu sudah beredar di dunia mayar.

Namun, sebuah toko online di Spanyol membocorkan berapa harga konsol baru tersebut. Pengguna Twitter dengan akun DesiXBL mendapati situs belanja online, XtraLife membanderol Project Scorpio dengan harga US$399 atau sekitar Rp 5,3 jutaan.

Banderol harga itu cukup mengejutkan dan terbilang murah karena para pengamat game memprediksi Project Scorpio akan dibanderol US$500 atau sekitar Rp6,6 jutaan.

Harga itu termasuk wajar karena Project Scorpio menawarkan performa yang tangguh dan fitur streaming gameplay beresolusi 4K seperti dikutip Gamerant.

Ilustrasi Microsoft Project Scorpio

Rencananya, Microsoft akan mengumbar lebih banyak informasi Project Scorpio dalam ajang Electronic Entertainment Expo (E3) pada Juni 2017 dan baru menjualnya akhir tahun ini.

Microsoft pun mengajak 500 orang untuk berpartisipasi dalam ajang Xbox Fanfest di pameran E3 2017 yang bertempat di Los Angeles Convention Center, Amerika Serikat.

Spesifikasi Microsoft Project Scorpio

Dari spesifikasi, Project Scorpio mengusung jeroan RAM 12 GB GDDR5 memory, tipe RAM yang sama seperti yang dipakai oleh PlayStation 4. Hanya saja, besaran RAM 12 GB yang dipakai oleh Project Scorpio lebih besar dari PlayStation 4 Pro yang diketahui hanya memiliki RAM 8 GB.

Review Smartphone