Arsip Harian: Apr 27, 2017

Multipolar Technology Targetkan Pertumbuhan 10 Persen Tahun Ini

PT Multiporal Technology Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Kamis.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) membidik pertumbuhan usaha sebesar 10 persen dengan menggenjot bisnis penjualan perangkat lunak di Indonesia, seriring membaiknya kondisi perekonomian sepanjang 2017.

Tahun lalu, Multipolar Technology meraih pendapatan Rp 1,927 triliun turun 9,9 persen dibandingkan periode 2015 sebesar Rp 2,14 triliun.

“Kami akui tahun lalu itu kinerja tak begitu bagus karena faktor kondisi perekonomian yang berdampak kepada dua sektor bisnis kami yaitu perbankan dan telekomunikasi. Di kedua sektor ini, mereka memotong biaya belanja Teknologi Informasi (TI) sehingga berdampak ke bisnis Multipolar Technology,” kata Wahyudi Chandra
(Presiden Direktur Multipolar Technology) di Jakarta, Kamis.

Faktor lainnya yang menekan kinerja Multipolar Technology adalah bergesernya fokus penjualan perusahaan dari perangkat keras ke perangkat lunak.

“Kalau dilihat penjualan perangkat keras kita hanya Rp 1 triliun di 2016 turun dibandingkan 2015 sebesar Rp 1,2 triliun. Tapi kalau dilihat di bisnis perangkat lunak dan konsultansi itu naik. Kita mencari margin yang lebih bagus dengan perangkat lunak ini,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para pemain TI global makin mudah masuk ke pasar Indonesia sehingga kompetisi juga semakin tinggi. Multipolar pun terus meningkatkan kompetensi hard skill dan soft skill, serta memperkuat proses bisnis dan meningkatkan standar layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kami terus memperkuat layanan sektor yang menjadi unggulan kami yaitu perbankan. Solusi perbankan sudah memiliki core banking BankVision terbaru, penyediaan layanan perbankan omni-channel seperti e-banking, aplikasi untuk branchless banking, mobile banking, dan pembayaran via mobile yang membantu pelanggan menikmati perluasan layanan melalui transaksi berbasis mobile,” ujar Jip Ivan Sutanto (Direktur Solution & Infrastructure Business Perseroan).

Direktur Keuangan Multipolar Technology Hanny Untar menambahkan perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 123 miliar untuk mendukung ekspansi tahun ini

Selanjutnya Hanny menjelaskan sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Multipolar akan menebar dividen sebesar rp 59,06 miliar atau 40 persen dari total laba yang diatribusikan kepada entitas induk perusahaan di tahun 2016 sebesar Rp130,165 miliar.

“RUPS menyepakati pembagian dividen tunai atas 1.875.000.000 saham sebesar Rp 31,50 persaham,” pungkas Hanny.

Storage Terbaru Lenovo Dirancang untuk Dorong Adopsi Software-Defined Data Center

Lenovo DX8200D

Lenovo berupaya mendorong adopsi teknologi software-defined data center dengan menghadirkan produk software-defined storage (SDS) terbarunya, Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D merupakan sebuah appliance atau mesin terintegrasi yang menggabungkan platform server System x3650, perangkat lunak virtualisasi storage yang canggih, serta I/O paralel multi-core SANsymphony dari DataCore Software.

Lenovo DX8200D mengambil perangkat storage yang terisolasi dan kadang tersebar di berbagai lokasi berbeda, lalu menempatkannya di bawah satu set layanan tingkat perusahaan. Set layanan ini mengumpulkan berbagai sumber daya, mengaturnya di pusat dan secara seragam, meskipun perlengkapannya berbeda-beda dari segi manufaktur, model, ataupun generasinya.

Lenovo akan menguji DX8200D terlebih dahulu dengan DataCore untuk mengurangi risiko serta meningkatkan waktu untuk menilai. Dengan Predictive Failure Analysis dan panel diagnosis generasi selanjutnya untuk memfasilitasi layanan dengan mudah, server x3650 M5 dapat membantu mengurangi waktu downtime dan biaya yang diperlukan.

Fitur keamanan yang sudah built-in, Lenovo Trusted Platform Assurance, bertujuan untuk melindungi perangkat keras dan firmware.

“Server Lenovo yang kuat dan terpercaya digabungkan dengan I/O paralel dari DataCore telah mengubah standar performa, keefisienan biaya, dan manajemen yang mulus di antara beragam infrastruktur storage,” kata George Teixeira (President dan CEO, DataCore Software).

Keuntungan Lenovo DX8200D

Lenovo DX8200D diklaim mampu menyederhanakan proses penerapan, mengurangi biaya manajemen, selagi menyediakan dukungan dari satu titik. Penawaran SDS terbaru di portofolio Lenovo ini memungkinkan data center perusahaan tetap memanfaatkan kemampuan SAN yang sudah ada.

Skema virtualisasi storage Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D dapat mengoptimalkan beragam infrastruktur storage dan perusahaan pun dapat mengganti storage lamanya dengan mudah. Melalui tampilan antarmuka terpusat, DX8200D menyediakan proteksi data, replikasi data, deduplikasi data, kompresi, dan kemampuan storage perusahaan lainnya dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan SAN tradisional.

Dengan Lenovo DX8200D, data center akan menghasilkan biaya kepemilikan yang lebih rendah, waktu berkurang hampir 90% dalam hal manajemen storage dan support task, berkurang hingga 75% dalam hal biaya storage, dan berkurang hingga 100% dalam hal downtime di perangkat lunak.

Dengan peningkatan kinerja hingga 10 kali lipat, data center juga dapat menyediakan lebih banyak data penting atau mission-critical.

“Sebagai pemain baru yang agresif, solusi SDS kami memungkinkan perusahaan untuk menerapkan sistemnya dengan lebih cepat sehingga mereka bisa mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatur infrastuktur dasar,” ujar Radhika Krishnan (Executive Director dan General Manager, Software-Defined Data Center & Networking, Data Center Group, Lenovo).

“Ini sangat berbeda dari storage tradisional yang seringkali mengalami gangguan performa, ketersediaan, reliabilitas, dan fungsionalitas, sehingga membatasi kemampuan untuk meningkatkan skala dan menaikkan biaya CAPEX, listrik, pendingin, dan footprint.” pungkas Krishnan.

Strategi Viu Dapat 6 Juta Pengguna Aktif dalam 4 Bulan

Ilustrasi Viu

Viu, penyedia layanan video-on-demand premium terkemuka mengungkapkan jumlah pengguna aktifnya setiap bulannya telah mencapai 6 juta pengguna pada tahun ini, mewakili 50 persen pertumbuhan dari 4 juta pengguna aktif dari November 2016.

Sejak hadir Oktober 2015, Viu telah hadir di Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Filipina, Oman, UAE, Arab Saudi, Qatar, Jordan, Kuwait, Mesir dan Bahrain.

Janice Lee (Managing Director, PCCW Media Group) mengatakan Viu sukses berekspansi dengan cepat dari Viu dan pengguna Viu telah menghabiskan hampir 100 menit setiap hari untuk melihat konten favorit di Viu.

“Pencapaian ini mendorong mitra bisnis kami untuk menjangkau generasi Millennials yang lebih mudah menerima iklan digital,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Viu menawarkan dua model bisnis yaitu dukungan iklan dan paket berlangganan layanan premium.

Lee mengatakan konsumsi video online terus tumbuh dan pendapatan iklan Viu telah melebihi perkiraan serta konten eksklusif Original Production Viu menawarkan daya tarik yang kuat.

“Original Production Viu sangat kreatif dan sukses merangkul lebih banyak pengguna,” ujarnya.

Selain memiliki program Korea yang populer dengan penonton Asia, Original Production Viu juga menayangkan drama Tionghoa dan berbagai acara dari ViuTV, konten India, dengan rilis terbaru dari thriller, drama dan komedi yang bekerjasama dengan sutradara India yang terkenal dan pasar premium konten untuk Asia Tenggara seperti Indonesia.

“Ini koleksi konten Original Production yang membuat Viu semakin menarik bagi pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna untuk langganan dan menarik konsumen untuk pengiklan,” tutup Lee.

Jakarta Jadi Kota Paling Terhubung Se-Asia Pasifik di LinkedIn

LinkedIn belum lama ini mengumumkan pencapaian jumlah anggota lebih dari 500 juta di seluruh dunia.

Lebih dari setengah miliar profesional dari 200 negara berinteraksi satu dan lainnya, terhubung dengan lebih dari 10 juta pekerjaan, serta memilik akses ke lebih dari 9 juta perusahaan yang terdapat di LinkedIn.

Melihat lebih spesifik ke Asia Pasifik, jumlah anggota LinkedIn di wilayah ini mencapai lebih dari 118 juta, berkembang enam kali lipat sejak pendirian kantor pusat LinkedIn untuk Asia Pasifik, enam tahun lalu di Singapura.

India masih menjadi pasar terbesar bagi LinkedIn di Asia Pasifik dan terbesar kedua di dunia dengan jumlah anggota lebih dari 42 juta. Untuk wilayah Asia Tenggara, basis anggota telah berkembang menjadi 22 juta, meningkat dari 20 juta pada kuartal lalu.

Di wilayah ini, Indonesia menjadi negara dengan pendorong pertumbuhan terbesar LinkedIn dengan jumlah anggota yang saat ini mencapai lebih dari 8 juta.

Lebih lanjut, Jakarta dan sekitarnya menempati posisi ke-4 dunia sebagai kota yang paling terhubung di LinkedIn, di bawah London, Amsterdam, dan San Francisco, serta jauh mengungguli kota/area lainnya di negara-negara Asia Pasifik.

“Pencapaian ini peting bagi LinkedIn karena membawa kami melangkah untuk mewujudkan visi perusahaan dalam menciptakan kesempatan ekonomi bagi seluruh tenaga kerja global melalui pengembangan Economic Graph pertama di dunia,” ujar Olivier Legrand (Managing Director, Asia Pacific, LinkedIn) dalam rilis pers.

“Para anggota kami di Asia Pasifik, baik dari negara berkembang seperti Indonesia dan India maupun negara maju seperti Singapura dan Australia, telah memanfaatkan kekuatan dari jaringan profesional sebaik-baiknya,” tutup Legrand.

Video LinkedIn Economic Graph:

https://youtu.be/M86okhXTwfU

Mobil Tanpa Sopir Waymo Mulai Antar Jemput Penumpang

Mobil swakemudi Pacifica hasil kerja sama Waymo dan Fiat Chrysler.

Saat ini perusahaan teknologi di Silicon Valley berlomba-lomba mengembangkan mobil tanpa sopir karena tren mobil tanpa sopir akan mampu mengubah industri otomotif di masa depan.

Anak perusahaan Alphabet, Waymo, mulai mengujicoba mobil tanpa sopirnya secara cuma-cuma kepada warga kota Phoenix, Arizona, AS.

Hal itu merupakan bagian program Waymo yang ingin mengetahui dampak mobil tanpa sopir terhadap kehidupan sehari-hari orang-orang.

[BACA: Mobil Tanpa Sopir Waymo dan Chrysler Siap Mengaspal]

Untuk menjadi penumpang Waymo, warga harus mendaftarkan identitas mereka terlebih dahulu di situs resmi Waymo. Kemudian, Waymo akan menyeleksi penumpang berdasarkan jenis perjalanan dan keinginan mereka untuk menggunakan layanan mobil tanpa sopir sebagai moda transportasi utamanya.

“Kami menginginkan orang-orang, termasuk komunitas, mencoba teknologi kami,” tulis John Krafcik (CEO Waymo) seperti dikutip The Verge.

John Krafcik, CEO of Waymo, introduces a Chrysler Pacifica hybrid outfitted with Waymo’s own suite of sensors and radar at the North American International Auto Show in Detroit, Sunday, Jan. 8, 2017. (AP Photo/Paul Sancya)

Ketika mengantarkan penumpang, Waymo beroperasi tanpa dikendarai oleh sopir dan mampu bergerak sendiri. Namun, Waymo tetap menempatkan seorang sopir penguji yang berada di balik setir sebagai penunjang sistem keamanannya.

Hingga saat ini, Waymo dikabarkan sudah memesan sebanyak 500 minivan Chrysler Pacifica untuk menjadi mobil tanpa sopir. Waymo pun akan memasang sensor laser yang merupakan “mata” dari mobil otonom tersebut.

Mobil Terbang Uber Akan Mengudara di Dua Kota Ini

Konsep mobil terbang Uber Elevate.

Uber terus berupaya menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan penyedia jaringan transportasi terdepan di dunia. Setelah menggarap mobil tanpa sopir, Uber mulai fokus mengembangkan proyek mobil terbang.

Uber pun berjanji akan meluncurkan mobil terbang pada tahun 2020 untuk mengantarkan penumpang di sekitar kota dan telah membangun jaringan halte mobil terbangnya, Uber Elevate, di Dubai, Uni Emirat Arab, dan Dallas-Fort Worth, Texas, AS.

Uber menginginkan mobil terbangnya berdimensi minimalis dan kecil, bertenaga listrik, dan bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).

Hal itu membuat taksi terbang Uber mampu beroperasi di perkotaan tanpa mengeluarkan emisi karbon dan tidak mengeluarkan suara bising sehingga sangat ramah lingkungan.

[BACA: Bikin Mobil Terbang, Uber Rekrut Ilmuwan NASA]

“Saat ini kami sedang mengembangkan jaringan VTOL yang memungkinkan para pelanggan kami di masa depan dapat menekan tombol dan terbang dengan kecepatan tinggi ke tempat tujuannya di dalam kota-kota tersebut,” kata Uber dalam pernyataan seperti dikutip Wired.

Uber pun akan mendemostrasikan proyek mobil terbangnya itu pada Wolrd Expo di Dubai pada 2020 dan Texas pada 2030.

Uber memperkirakan mobil terbangnya mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antara San Francisco ke pusat kota San Jose hanya 15 menit. Bandingkan dengan perjalanan darat yang memakan waktu lebih dari dua jam dalam jarak yang sama.

Jeff Holden (Chief Product Officer, Uber) mengatakan Uber menggandeng Hillwood Properties untuk membangun empat vertiport (semacam helipad untuk kendaraan VTOL dan infrastrutur pengisian daya) di Dallas mulai tahun depan.

Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan perusahaan Bell Helicopter, Aurora, Pipistrel, Mooney, dan Embraer untuk memproduksi mobil terbang.

Uber juga menggandeng produsen stasiun pengisian daya kendaraan listrik, ChargePoint, untuk mengerjakan pengembangan pengisian daya eksklusif untuk jaringannya.

Uber pun telah memulai pembicaraan dengan NASA dan FAA tentang pengembangan dan pengujian sistem lalu lintas udara untuk membuat Uber Elevate.

Harga Lebih Murah, Samsung Galaxy Note 7 Versi Daur Ulang Siap Dijual

Ilustrasi Galaxy Note 7

Selepas menarik Galaxy Note 7 dari peredaran, Samsung akan menjual kembali Galaxy Note 7 versi rekondisi atau daur ulang di beberapa negara secara terbatas, termasuk di Korea Selatan, pada akhir Juni 2017.

Samsung mengatakan ada sebanyak 4,3 juta unit Galaxy Note 7 yang akan direkondisi sehingga mengurangi limbah perangkat elektronik dan tidak membahayakan lingkungan.

Ada tiga tahap dalam proses rekondisi Galaxy Note 7. Pertama, menyelamatkan komponen yang tidak berbahaya seperti modul kamera dan semikonduktornya.

Kedua, mengekstraksi bagian logam dengan bantuan dari perusahaan pihak ketiga yang ramah lingkungan.

Terakhir, menjual ponsel yang sudah direkondisi ke negara-negara yang regulasinya memperbolehkan.

Galaxy Note 7R

Menurut laporan, phablet Galaxy Note 7 versi daur ulang akan bernama Galaxy Note 7R dan akan tersedia melalui semua operator besar di Korea Selatan, seperti dikutip Android Authority.

Tetapi, rumor soal penamaan ini belum dikonfirmasi Samsung. Informasi resminya baru bisa diketahui sekitar satu bulan ke depan.

Sebagai perangkat hasil daur ulang, Samsung Galaxy Note 7R memiliki baterai berkapasitas lebih kecil daripada versi aslinya, antara 3.000 mAh sampai 3.200 mAh. Namun, Galaxy Note 7 versi daur ulang itu sudah berjalan pada Android 7.0 Nougat.

Tentunya, Samsung akan membanderol Galaxy Note 7R lebih murah daripada versi aslinya. Galaxy Note 7R akan dijual senilai 700.000 Won (USD 620) atau sekitar Rp8,2 juta, lebih murah Rp3 jutaan ketimbang harga Galaxy Note versi asli senilai 988.900 won atau Rp11 jutaan.

Menurut survei, peminat Galaxy Note 7 versi daur ulang masih sangat tinggi, menyusul saat ini Samsung fokus menjual Galaxy S8 dan S8+ serta akan meluncurkan Galaxy Note 8 pada tahun ini.

 

Seperti Apa Brand Papan Atas Bermain Content Marketing?

Brand papan atas alias luxury brand ternyata tidak ketinggalan memainkan tren content marketing. Beberapa di antaranya bahkan piawai menggunakan konten untuk mendukung proses pemasaran yang mereka lakukan.

Berbagai cara mereka lakukan. Mulai dari membuat konten video sampai membuat media online yang di-set untuk berhadap-hadapan dengan media sejenis yang sudah lebih dulu ada di pasaran. Semuanya dilakukan, semata-mata untuk mendapatkan atensi, dan meyakinkan calon konsumen.

Agar lebih detail, mari kita lihat satu per satu!

Hermes, Menerjemahkan Produk Menjadi Sebuah Pengalaman

Lebih dari 179 tahun berkarya di industri fashion, Hermes pada tahun 2016 ini ditaksir memiliki nilai brand 11,7 triliun dollar. Brand ini sudah menjadi sinonim dari komitmen desain dan selera yang luar biasa. Hal ini terbawa hingga konten yang mereka buat.

La Maison des Carrés atau yang lebih dikenal sebagai House of Scarves adalah destinasi online milik Hermes yang didedikasikan kepada aksesori paling ikonik buatan brand tersebut: scarf.

Situs ini didesain sedemikian rupa agar pengunjungnya bisa mendapatkan pengalaman sang desainer saat merancang produk. Semua hanya dalam satu kali klik. Selain itu pengunung punya kesempatan mengeksplorasi dunia Hermes, seperti event showcase, koleksi, video dan konten yang lebih spesifik.

Salah satu konten mereka yang cukup memukau adalah video dua menit yang mengabadikan koleksi flora dan fauna yang digunakan dalam desain scarf mereka tahun ini.

Diperkaya bebunyian yang khas, penonton dibawa ke alam rimba. Pengambilan gambar yang memesona, menghidupkan flora dan fauna yang mereka pilih untuk penghias bahan-bahan bermutu pilihan brand tersebut.

Rolex dan Filosofi Brand

Brand yang berhasil meninggalkan produknya demi mengetahui persona audiensnya diyakini akan menghasilkan konten yang langsung menarik audiens. Begitulah kira-kira teori yang diyakini setiap content marketer.

Namun, untuk melakukannya tidaklah mudah. Diperlukan profil konsumen yang detail dan mendalam untuk menemukan calon konsumen ideal. Dan Rolex berhasil melakukan itu.

Hal inilah yang akhirnya mengilhami Rolex untuk menghadirkan sains dan eksplorasi sebagai tema utama website-nya.

Rolex percaya bahwa konsumennya adalah orang yang merindukan eksplorasi. Untuk itulah, Rolex menghadirkan berbagai ekspedisi yang berkisah tentang eksplorasi ke tempat yang belum terjamah banyak orang. Semua konten yang mereka berikan, merupakan terjemahan dari filosofi brand tentang sebuah petualangan.

Tiffany, Merengkuh Kebahagiaan Abadi

Tiffany mencoba menghadirkan emosi dalam barisan konten yang diproduksi. Sama seperti sebelumnya, brand ini selalu mampu menampilkan romantisme sebagai ide setiap rancangannya. Selain Tiffany, belum pernah ada brand menjanjikan happily ever after sebagai tujuan dari penciptaan produknya.

Dalam bermain konten, Tiffany mengajak konsumen untuk mengomunikasikan emosi yang mereka rasakan saat membeli produk Tiffany.

Mereka ingin setiap post yang muncul di Tumblr menggambarkan eksklusivitas perasaan dari seorang pemilik Tiffany. Mereka sadar bahwa memiliki satu dari sekian banyak koleksi yang mereka miliki bisa berarti mimpi yang jadi kenyataan bagi pemiliknya.

Bercerita Bersama Chanel

Gabrielle ‘Coco’ Chanel membuka toko pertamanya 21, Rue Cambon, Paris, tahun 1910. Sejak saat itu, brand Chanel  langsung diasosiasikan dengan sesuatu yang berkelas dan sophisticated. Dengan nilai brand sebesar 7,2 triliun dollar AS di 2016, Chanel sudah menjelma sebagai salah satu brand termahal di dunia.

Di website-nya, Chanel mengajak audiens menikmati cerita tentang dunia Chanel yang terdiri dari beberapa bab. Di bab ke-5, Chanel bercerita tentang wewangian paling ternama sepanjang masa. Selain itu, brand ini juga bercerita tentang The Lion dan The Jacket, dan rahasia di balik pembuatannya.

Chanel menggunakan konten untuk mengajak pengunjung webnya melakukan perjalanan melalui sejarahnya yang panjang. Dan kisahnya bukan tentang pengguna, melainkan tentang bagaimana sebuah produk terwujud. Hal ini membuat pemilik produk Chanel merasa dihargai. Karena semua produknya memang dilimitasi untuk kapasitas produksi tertentu.

Berkelana Bersama Burberry

Bicara tentang marketing 2.0, luxury brand harus banyak belajar pada Burberry. Langkah brand ini di ranah content marketing sangat imajinatif, orisinil, dan selalu menjadi pusat perhatian.

Tidak seperti Chanel yang bercerita tentang eksklusivitas, Burberry justru sebaliknya. Brand ini banyak berkolaborasi dengan berbagai brand lain untuk menghasilkan konten yang menarik. Salah satunya adalah kolaborasi mereka dengan Google, saat melempar sebuah campaign yang bertemakan real kiss

Menargetkan Millenials, kampanye yang dilakukan Burberry adalah mengirimkan ciuman buat yang tercinta yang ada nun jauh di sana, melalui aplikasi Burberry. Kampanye ini sukses besar. Ciuman ala Burberry tersebar di 200 negara, dan membuat audiens terikat dengan aplikasi mereka selama tiga menit lebih.

Baru-baru ini, Burberry kembali merilis terobosan baru di dunia digital lewat chatbot yang mereka luncurkan di London Fashion Week 2016.

Mengadopsi tren “see-now-buy-now” yang dipopulerkan oleh Tommy Hilfiger, chatbot yang berbasis Facebook Messenger sukses digunakan sebagai tools untuk membeli koleksi terbaru mereka, yang tengah dipresentasikan di runway. Semua orang bisa langsung berinteraksi dengan bot, dan membicarakan koleksi terbaru Burberry secara real time.

Menjadi Publisher ala Louis Vuitton

Jika Anda mendatangi website LV, Anda akan mendapati banyak cerita menarik dengan gambar berkualitas tinggi. Sebelumnya, website ini fokus terhadap jumlah konten, namun gagal mendapatkan outcome. Sekarang, hal ini sudah berubah, seiring perbaikan yang mereka lakukan di sana-sini.

Menyadari bahwa saat ini adalah eracepat mengonsumsi konten, LV mengubah website-nya menjadi sebuah portal fashion. Mereka meliput event fashion terkini. Mengupdate produk andalan, dan memberikan akses behind the scene pada audiens.

Semua artikel dihiasi dengan tombol share yang mudah ditemukan untuk dibagikan di media social audiens. Ya, mereka menjadi publisher!

Saat Patek Philippe Pamer Kebolehan

Berniat melawan tren yang ada di dunia digital, Patek Philippe mencoba untuk tampil beda. Alih-alih menyampaikan pesan modernitas, brand ini justru menampilkan kesederhanaan dalam web-nya.

Video hitam putih tentang ayah-anak yang tengah bermain kriket, dan bagaimana hubungan ibu-anak yang harmonis, memperlihatkan bagaimana Philippe mencoba menampilkan kekuatan tradisi mereka.

Saat melihat website-nya, kita akan tersadar bahwa konten selalu menjadi bagian dari kisah mereka sejak jaman dahulu kala. Dunia Patek adalah dunia pencerita. Semuanya diterjemahkan dalam prinsip pembuatan arloji nan sempurna. Untuk digunakan oleh sosok yang tepat.

Junior Respati Eka Putra (Executive Director GRID.CO.ID).

Penulis adalah Junior Respati Eka Putro (Executive Director GRID.CO.ID), penyedia content marketing di bawah Kompas Gramedia Group. Pria yang akrab dipanggil Ryo ini memulai karier sebagai wartawan digital di Astaga.com sebelum pindah ke Majalah Hai. Setelah itu, finalis Young Music Entrepreneur 2007 ini dipercaya mengembangkan Digital Media Gramedia of Magazine yang berujung pada lahirnya Grid.

Onno W. Purbo Bicara Sejarah 30 Tahun Dunia TI Indonesia

Onno W. Purbo. [Foto: Brama Setyadi/InfoKomputer]
Mencoba meringkas perjalanan panjang sejarah TI negeri ini selama 30 tahun, Onno W. Purbo menyatakan bahwa dulu di tahun 1986 belum ada akses internet seperti sekarang.

“Saya waktu itu pertama kali nyoba pakai walkie talkie disambungkan ke komputer PC jangkrik (rakitan) untuk komunikasi pakai mode RTTY (Radio Teletype). Ini cuma bisa dari satu komputer ke komputer lain. Boro-boro nge-web dan lain-lain,” ujarnya.

Onno menambahkan bahwa di tahun 1993, pihaknya mencoba mengakses internet dengan walkie talkie berkecepatan 1,2 kbps. Ia menambahkan bahwa jika ingin mentransfer file sebesar satu megabyte diperlukan waktu satu malam waktu itu.

“Telkom [waktu] itu kecepatannya sebesar 64 Kbps udah rasanya kenceng banget, gak kebayang yang namanya fiber optik, gak kebayang bisa nelepon lewat internet, gak kebayang bisa dengerin lagu lewat internet, gak kebayang bisa nonton video/Youtube di internet,” ujarnya mengenang masa itu.

Aktif di Proyek TI Kerakyatan

Sebagai tokoh TI yang banyak terlibat dengan berbagai proyek TI berorientasi kerakyatan seperti VoIP Rakyat, Wajanbolic, serta OpenBTS, Onno menyatakan bahwa selama berkecimpung dalam aneka proyek itu, ada dua tantangan utama yang dijumpainya.

Tantangan pertama menurut Onno, UU yang ada di Indonesia tidak mengizinkan rakyat mengadakan suatu layanan. Semua layanan ini harus dilakukan oleh operator. “Akibatnya hampir semua yang kita kembangkan melanggar hukum,” ujarnya terkekeh.

Sementara tantangan kedua menurutnya adalah sukarnya menyebarkan ilmu ke masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta penduduk secara murah.

Namun, di atas itu semua, ada nilai-nilai kebahagiaan yang bisa menyemangatinya tetap berkarya.

“Banyak sukanya ternyata. Karena banyak orang yang menjadi pinter, apalagi bisa hidup/dapat rezeki dari ilmu yang disebarkan,” ujarnya bersemangat. Sementara dukanya terutama muncul karena dari waktu ke waktu ada saja orang yang curhat alat-alatnya di-sweeping dan diambil oleh Balai Monitoring Kominfo.

Untuk membantu masyarakat yang mengalami tindakan sweeping itu, ia mencoba menyampaikan keluhan ke Kominfo. “Saya sudah sampaikan itu ke menterinya & dirjen-nya sejak zaman Pak Sofyan Djalil jadi menteri, sampai zaman sekarang Pak Rudiantara. Cuma ternyata gak ada efek juga ya. Maklum, saya cuma rakyat biasa kali ya?” ujarnya.

Harapan Onno

Sebagai penutup, terhadap generasi muda dan kaum millennial yang nantinya akan menjadi generasi pemimpin, Onno menyampaikan harapannya. Ia menyatakan bahwa generasi sekarang diharapkan bisa banyak membaca dan berbuat baik serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Pada akhirnya, nilai seseorang tidak akan ditentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, banyaknya ilmu. Nilai seseorang akan lebih ditentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat dari seseorang tersebut,” tukasnya.

Artikel ini merupakan bagian dari Cover Story spesial wawancara 30 tokoh TI nasional dalam rangka ulang tahun ke-30 InfoKomputer. Temukan artikel lengkapnya di sini dan di sini.

Inilah Rangkaian Acara dan Daftar Pembicara GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017

GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017.

Tiga nama vendor global dipastikan tampil sebagai pembicara utama dalam acara GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017 yang akan digelar pada 2 – 4 Mei 2017 di Grand Mirage Resort & Thalasso, Nusa Dua, Bali.

Ketiga vendor tersebut adalah HP, Leapfrog, dan Toshiba. Pada kesempatan ini, mereka akan menjelaskan perspektif masing-masing mengenai pengembangan kategori dan produk, strategi distribusi, dan peluang yang ada di pasar Indonesia.

Menariknya, para vendor yang hadir di acara ini juga bakal mendapat kesempatan untuk melakukan presentasi singkat di hadapan para peserta selama 90 detik dalam sesi Smart Pitch. Penampil terbaik dinilai oleh peserta lewat live electronic voting dan bisa membawa pulang penghargaan di tiga kategori: Best Innovation, Best Design, dan Best Presentation.

“Konferensi ini menawarkan kesempatan bagi para channel partner untuk mendengar langsung pandangan dari pemimpin-pemimpin teknologi yang sudah berpengalaman. Mereka juga dapat berbagi ide dan informasi dengan rekan sejawat melalui sesi diskusi panel dan lokakarya (workshop),” tukas Ashish Kapahi (CEO, GATES APAC).

Selain dari sudut pandang vendor, peserta acara juga bakal memperoleh wawasan mendalam tentang dinamisnya lanskap teknologi tanah air dari tiga partner riset resmi GATES, yaitu GfK, IDC, dan Spire. Acara makin lengkap dengan sesi diskusi panel soal praktik-praktik terbaik di lapangan. Ada pula sesi Workshop dengan topik “Flexible Financing for IT Resellers” dari X10 Financial Services dan “The Marketplace Model” dari Metrodata Online.

“Kami telah bertemu dengan para eksekutif dari garis terdepan bisnis yang mempertanyakan isu e-commerce, ‘Seberapa besar dampak bisnis online terhadap kanal retail tradisional di Indonesia?’ Riset kami akan mencoba menjawab pertanyaan ini sekaligus mendengar pengalaman dari tokoh-tokoh lainnya,” kata Jeffrey Bahar (Deputy CEO, Spire Research and Consulting).

Acara pamungkas GATES Indonesia ICT Reseller Channel 2017 adalah malam penghargaan ICT Industry Excellence Awards 2017.

Melalui anugerah ini, para vendor TI terbaik bakal dipilih secara langsung dengan mekanisme live voting oleh seluruh channel peserta konferensi yang hadir dalam malam penghargaan.

Pemilihan dilakukan terhadap daftar unggulan/nomine yang disusun oleh dewan juri VIP yang terdiri dari beberapa pemimpin retailer dan distributor TI papan atas di tanah air, ditambah pakar independen dari media massa dan lembaga penelitian.

Detail Acara

GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017 untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Grand Mirage Resort & Thalasso, Bali, pada tanggal 2 – 4 Mei 2017.

Grand Mirage Resort & Thalasso, Bali.

Acara ini digelar oleh GATES, event organizer asal Singapura dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri teknologi, yang bermaksud mempertemukan vendor-vendor teknologi internasional dengan para pemain TI lokal di Indonesia yang bergerak di bidang distribusi, pemasaran, dan retail.

GATES telah mengundang sekitar 200 distributor, reseller, dan retailer lokal terpilih untuk menghadiri GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017. Beberapa program yang dijadwalkan selama acara tersebut antara lain pertemuan “empat mata” antara vendor dan partner, penyampaian keynote inspiratif, serta pemaparan market insight, strategi bisnis, dan studi kasus.

Acara ini didukung oleh AiTI (Asosiasi Industri Teknologi Informasi) Indonesia yang mewakili para pengusaha lokal di bidang TI, InfoKomputer sebagai media partner resmi dan SPIRE Research & Consulting sebagai research partner.

Review Smartphone