Berita Samsung Galaxy S8+ Versi Snapdragon 835 Kalah Bersaing dengan Versi Exynos 8895

Samsung Galaxy S8+ Versi Snapdragon 835 Kalah Bersaing dengan Versi Exynos 8895

Samsung resmi meluncurkan “duet maut” smartphone flagship Samsung Galaxy S8 dan S8+ dalam acara bertajuk Galaxy Unpacked 2017 di David Gaffen Hall, Lincoln Center, New York, Amerika Serikat (AS).

Sesuai jadwal, Samsung Galaxy S8 dan S8+ telah resmi dipasarkan di berbagai negara mulai hari ini, 21 April 2017.

Di kampung halamannya, Korea Selatan, Galaxy S8 dilaporkan mencatat lebih dari 1 juta pemesanan selama masa pre-order. Antusiasme juga dirasakan di Amerika Serikat dengan komentar-komentar positif dari analis.

“Ponsel ini nyaman digenggam.. ini yang membuatnya sangat berbeda,” kata Bob O’Donnell (Pendiri dan Chief Analyst, Techanalysis) kepada CNBC. “Ponsel ini bisa dianggap sebagai ponsel generasi selanjutnya. Kualitasnya sangat baik. Banyak hal yang sudah diperbaiki [dari seri sebelumnya],” ujar Daniel Yoo (Head of Global Strategy, Kiwoom Securities).

Beberapa pengguna memang sempat mengeluhkan layar Galaxy S8 yang berwarna merah muda. Namun, Samsung menjawab bahwa masalah itu bisa diatasi dengan mengatur setelan layar.

Secara keseluruhan, Samsung menargetkan penjualan Galaxy S8 dan S8+ bisa mencapai 60 juta unit, melebihi rekor penjualan Galaxy S7 tahun lalu sebesar 48 juta unit.

Membandingkan Kinerja Galaxy S8 Versi Global dan Versi AS

Yang menarik, GSMArena mengungkapkan bahwa Samsung Galaxy S8+ yang dipasarkan di AS ternyata memiliki kinerja lebih rendah daripada Galaxy S8+ versi global.

Seperti diketahui, Samsung memasarkan dua varian Galaxy S8 dengan perbedaan prosesor. Galaxy S8 yang dijual di AS diotaki prosesor Snapdragon 835, sedangkan Galaxy S8 versi global diperkuat prosesor Exynos 8895. Sebetulnya, masih ada satu varian lagi, yaitu Galaxy S8 dengan prosesor Exynos 8895, RAM 6 GB, dan ROM 128 GB. Tetapi, varian itu hanya tersedia di Tiongkok.

[BACA: Ini Keunggulan Prosesor Exynos 8895 pada Samsung Galaxy S8]

Sebagai informasi, chipset Snapdragon 835 terdiri dari delapan inti Kryo 280; empat inti bekerja pada kecepatan 2,35 dan empat inti lainnya 1,9 GHz, didukung kartu grafis Adreno 540. Sementara itu, chipset Exynos 8895 memuat empat inti M1 “Mongoose” V2 2,3 GHz dan empat inti Cortex-A53 1,7 GHz, ditambah kartu grafis Mali-G71 MP20.

GSMArena pun mencoba membandingkan performa Galaxy S8+ versi AS dan global dengan mengadakan sejumlah uji benchmark populer, mencakup Geekbench, AnTuTu, GFX, dan Basemark.

Pada pengujian kinerja CPU dengan Geekbench 3 dan 4, Galaxy S8+ versi global unggul tipis di semua tes, kecuali Geekbench 3 single-core. Begitu pula dengan tes AnTuTu 6 di mana Galaxy S8+ versi global mencatat skor lebih tinggi ketimbang versi AS.

Sedangkan pada pengujian kinerja grafis dengan GFX 3.1 dan Basemark X/ES 3.1, keunggulan Galaxy S8+ versi global cukup jauh melampaui Galaxy S8+ versi AS.

Secara keseluruhan, Galaxy S8+ versi global berhasil unggul di hampir semua pengujian, kecuali Geekbench 3 single-core dan AnTuTu 5. Dengan catatan, keduanya merupakan benchmark versi lawas.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply