Fitur Saen Suk, Kota Pintar di Thailand yang Memanjakan Warga Lanjut Usia

Saen Suk, Kota Pintar di Thailand yang Memanjakan Warga Lanjut Usia

Ilustrasi kota Saen Suk, Thailand. [Foto: wikitravel.org]

Setiap kota memiliki masalahnya sendiri sehingga proyek smart city pun diinisiasi dari titik yang berbeda. Pemerintah Kota Saen Suk di Thailand memilih untuk memulainya dari layanan untuk manula.

Terletak di propinsi Chonburi di sebelah timur Thailand, kota Saen Suk mencakup area yang tidak terlalu luas, yaitu sekitar dua puluh kilometer persegi. Sebagai perbandingan, kota yang berada di distrik Muang Chonburi ini sedikit saja lebih luas dari kota Padang Panjang, kota dengan luas wilayah terkecil di Sumatra Barat. Namun dengan luas wilayah yang ringkas itu, Saen Suk justru dianggap ideal untuk menjadi arena uji coba konsep smart city Thailand.  

Diluncurkan tahun 2014, inisiatif Saen Suk Smart City dikemas sebagai pilot project berdurasi tiga tahun yang bertujuan menyediakan fasilitas-fasilitas cerdas untuk warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Saen Suk.

Dalam siaran pers yang diunggah di situs Dell.com, inisiatif ini disebut sebagai proyek kota cerdas pertama di Thailand dengan live pilot berbasis multiple proof of concept (PoC). Berbagai PoC tersebut diharapkan dapat diterapkan dan ditingkatkan kualitasnya dalam inisiatif smart city untuk kota-kota lain di Negeri Gajah Putih itu.

Sebagai tahap pertama, Pemerintah Kota Saen Suk mengimplementasikan sistem intelligent healthcare monitoring terutama untuk para manula (manusia berusia lanjut). Mengapa? “Karena ada sekitar enam ribu manula di antara 40 ribu penduduk Saen Suk,” ujar Narongchai Khunpluem (Walikota Saen Suk), seperti dikutip dari Bangkokpost.com.

Karena anggota keluarga yang lain harus beraktivitas di  luar rumah, banyak dari manula ini terpaksa tinggal sendirian di rumah dengan pengawasan minimal. Tak sedikit pula manula yang terpaksa dititipkan keluarganya  di panti-panti jompo. Oleh karena itu, Pemkot Saen Suk ingin mencari cara yang lebih efisien untuk menjaga dan merawat para manula, bahkan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sistem smart healthcare tidak saja melakukan monitoring terhadap pasien manula, tetapi juga diharapkan dapat memberikan wawasan atau insight yang bermanfaat bagi Pemkot Saen Suk untuk mengoptimalkan sumber daya perawatan (nursing) dan menjalankan layanan pemeliharaan kesehatan secara lebih efisien. Sistem healthcare cerdas di Saen Suk memanfaatkan Internet of Things (IoT).

Proyek pilot Saen Suk Smart City dimulai pada bulan Januari lalu dan membidik target 140 – 150 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga manula. Pada tahun 2016, sistem smart healthcare sudah dimanfaatkan oleh tiga puluh rumah tangga.

Proyek Pertama Bidik Manula

Para perawat umumnya secara berkala mengunjungi para manula yang sedang menjalani rawat jalan. Namun dalam keadaan darurat, petugas medis tidak dapat merespons dengan cepat dan tepat karena insiden terjadi tanpa diketahui, atau petugas tidak memahami perawatan medis seperti apa yang dibutuhkan.

Dengan sistem smart healthcare yang memanfaatkan komputasi awan, data analytics, dan konektivitas Bluetooth, petugas dapat memantau kesehatan pasien manula dari jarak jauh.

Sistem healthcare cerdas Saen Suk terdiri dari platform IoT dari Intel, perangkat pintar berupa gelang atau kalung yang dilengkapi konektivas Bluetooth, dan solusi dari Dell berupa sistem gateway, private cloud, dan converged system.

Konektivitas antara perangkat cerdas di sisi pasien dengan gateway dan data center dibangun di atas platform IoT dari Intel. Melalui platform ini, Pemkot Saen Suk dapat menyebarkan dan mengelola perangkat secara lebih mudah dan aman.

Kalung atau gelang pintar dikenakan pada pasien agar sistem dapat memantau sejumlah parameter, seperti jumlah langkah, pergerakan, jarak yang ditempuh pasien dengan berjalan, dan pola tidur. Perangkat ini juga akan mengirimkan tanda bahaya kepada para dokter atau perawat saat mendeteksi aktivitas yang tidak biasa, misalnya pasien terjatuh atau tombol panik diaktifkan. Sistem secara otomatis juga akan mengirim notifikasi berupa pesan pendek kepada anggota keluarga pasien.

Dengan sistem smart healthcare yang memanfaatkan komputasi awan, data analytics, dan konektivitas Bluetooth, petugas dapat memantau kesehatan pasien manula dari jarak jauh. [Foto: Dok. Dell]

Kemudian, data bervolume besar yang dihasilkan smart device setiap hari akan dikumpulkan dan dianalisis di sebuah sistem gateway cerdas. Untuk memenuhi kebutuhan pasien manula yang berada di rumah, Pemkot Saen Suk memasang Dell IoT Gateway. Sementara untuk panti jompo, proyek ini menggunakan gateway dengan grade khusus industri, Dell Edge Gateway 5000 Series.

Lalu sistem gateway akan mengirimkan informasi/insight ke private cloud, dan diteruskan ke kantor pusat panti jompo milik Pemkot Saen Suk. Di kantor ini, informasi terbaru tentang kondisi pasien ditampilkan secara real-time, dan disimpan dalam sistem arsip yang didukung oleh converged system Dell PowerEdge VRTX.

Sistem ini memberi akses terhadap rekam medis pasien maupun data real-time bagi petugas medis. Dengan demikian, mereka dapat mengidentifikasi keadaan darurat secara spesifik dan memahami jenis penanganan medis yang tepat dalam kondisi darurat.

Menurut Erwin Meyer (General Manager, Asia-Pacific South, OEM Solutions, Dell), ada dua tantangan yang dapat diakomodasi sistem healthcare ini: yakni keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasien dengan lebih cepat dan efisien, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

Selain dengan vendor teknologi Dell dan Intel, Pemerintah Kota Saen Suk juga menggandeng IoT City Innovation Center yang juga membawa beberapa mitra, yaitu Thai Embedded Systems Association (TESA), Burapha University, BAESLab and CAT Telecom.

Sistem Cerdas untuk Halau Plankton dan Banjir

Dari smart healthcare, Pemerintah Kota Saen Suk akan segera beranjak ke proyek-proyek lainnya karena Saen Suk Smart City harus dituntaskan di tahun 2018.

Beberapa proyek yang telah direncanakan, misalnya konsep smart safety yang diterapkan melalui sistem face detection sebagai bagian dari sistem IP Surveillence di pantai Bangsaen. Ada pula tourist information system yang dapat menyajikan peta dan informasi tempat-tempat hiburan lokal, sebagai bagian dari kampanye smart tourism.

“Nantinya, kami juga akan memantau banjir dengan teknologi canggih. Setiap tahun, kami dihadapkan pada masalah banjir. Kami berharap teknologi dapat memampukan kami menangani masalah ini dengan cara yang lebih efektif,” ujar Walikota Khunpluem kepada Bangkokpost.com.

Ilustrasi laut Bangsaen di kota Saen Suk, Thailand.

Isu lain yang ingin ditangani Pemkot Saen Suk dengan teknologi adalah lingkungan dan ekosistem Laut Bangsaen.

Salah satu inisiatif yang telah diagendakan adalah monitoring terhadap munculnya plankton di pantai, sekaligus memberi informasi peringatan kepada para turis yang akan berwisata ke pantai. Plankon rupanya telah menjadi masalah tahunan bagi Pemerintah Kota Saen Suk. Dan Walikota Narongchai Khunpluem berharap teknologi dapat membantu menanganinya.

Narongchai Khunpluem juga berharap arsitektur solusi dari proyek-proyek pilot Saen Suk dapat menjadi blueprint ideal bagi kota-kota lain di Thailand maupun di seluruh dunia, yang ingin lebih cerdas dalam meningkatkan kualitas hidup, kenyamanan dan keamanan warganya.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply