03 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 3, 2017

Inilah Tiga Alasan Telkomsigma Percaya Diri Mampu Saingi AWS dan Azure

Suasana acara soft launching STAR Cloud, layanan cloud computing dari Telkomsigma yang menyasar pebisnis UKM dan startup, di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/5).

Pasar layanan cloud computing di Indonesia masih dikuasai pemain asing, seperti Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure. Namun, Telkomsigma siap melawan dominasi itu melalui layanan STAR Cloud yang akan resmi diluncurkan pada 18 Mei 2017 mendatang.

Dalam acara soft launching STAR Cloud hari ini (3/5) di Jakarta, Andreuw Th. A. F. (Director of Business, Data Center & Managed Services, Telkomsigma) memaparkan tiga alasan yang membuat Telkomsigma percaya diri bisa bersaing dengan AWS dan Azure.

[BACA: Andalkan STAR Cloud, Telkomsigma Bidik UKM dan Startup]

“Pertama, kami punya sesuatu yang tidak bisa ditawarkan pemain asing, yaitu pilihan pembayaran offline. Ini memungkinkan mahasiswa yang tidak punya kartu kredit sekalipun untuk memakai layanan cloud,” tukas Andreuw.

Selain pembayaran lewat transfer bank, STAR Cloud rencananya akan memungkinkan pelanggan membayar biaya berlangganan di gerai Alfamart, Indomaret, dan merchant lainnya yang tergabung dalam jaringan Finnet. Bahkan, pelanggan UKM/korporat bisa membayar secara post-paid (setelah penggunan) dengan pengiriman PO (Purchase Order) dan invoice.

“Kedua, dari sisi teknologi, kami setidaknya sudah sama canggihnya dengan yang asing,” lanjutnya. Ia menyebut fitur andalan STAR Cloud adalah kemudahan registrasi dan aktivasi yang serbaotomatis, ditambah adanya self-service dashboard agar pelanggan dapat memantau kinerja dan mengelola sumber daya cloud-nya secara swalayan.

“Ketiga, harga, apalagi orang Indonesia sangat price-sensitive, beda Rp5.000 saja bisa kabur,” Andreuw berseloroh. “Kami sudah survei pasar dan kalau dibandingkan dengan AWS, harga paket di STAR Cloud bisa lebih rendah 10 – 15 persen,” klaimnya.

Andreuw mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan retail di Indonesia telah menjajal kemampuan STAR Cloud dan mengaku takjub karena tidak menyangka penyedia cloud lokal mampu menawarkan layanan yang tidak kalah dibandingkan dengan AWS.

Kolaborasi dengan Insinyur Silicon Valley

Untuk pengembangan teknologi di balik STAR Cloud selama satu setengah terakhir ini, tim engineer Telkomsigma yang berada di BaliCamp berkolaborasi dengan tim engineer yang telah berpengalaman membangun sistem pendukung cloud milik Amazon dan Netflix.

Tim engineer tersebut dipimpin oleh Safdar Husain, WNI yang pernah tinggal di AS selama belasan tahun. Berkat kerja sama dengan Telkomsigma, Safdar pun rela pulang kampung ke tanah airnya.

“Alasan saya pulang ke Indonesia karena saya melihat pertumbuhan ekonomi dan peluang bisnis cloud yang baru mulai berkembang di sini,” ujarnya.

Sekarang ini, Safdar menjabat selaku CTO di PT Tugunet Teknologi Indonesia, perusahaan penyedia solusi digital yang ia dirikan bersama Ferdi Hasan, pembawa acara kawakan di Indonesia.

Setali tiga uang dengan Andreuw, Safdar pun menyebut tiga faktor yang membuat cloud lokal lebih unggul daripada penyedia cloud global, yaitu kecepatan, harga, dan ketersediaan. “Kalau bikin aplikasi dengan mayoritas pengguna di Indonesia, akan lebih cepat dan available kalau datanya disimpan di cloud lokal,” ucapnya.

Hal ini sejalan dengan konsep STAR yang ditawarkan Telkomsigma, meliputi Simple, Trusted, Affordable, dan Reliable. Terlebih lagi, layanan STAR Cloud didukung data center Tier III seluas 200.000 meter per segi serta teknologi Always On.

“Target kami adalah ingin mengembalikan pemakai cloud luar untuk pindah ke cloud lokal,” pungkas Andreuw.

Andalkan STAR Cloud, Telkomsigma Ajak UKM dan Startup Pindah ke “Awan” Lokal

Suasana acara soft launching STAR Cloud, layanan cloud computing dari Telkomsigma yang menyasar pebisnis UKM dan startup, di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/5).

Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia membuka peluang baru bagi penyedia layanan TI. Pasalnya, para pebisnis kreatif ini umumnya sangat akrab dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai fondasi usahanya, misalnya teknologi komputasi awan (cloud computing).

Sayangnya, sebagian besar pebisnis berskala UKM dan startup di tanah air masih menggunakan jasa penyedia cloud asing, seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP).

“Pasar cloud di Indonesia sekarang ini 65 persen dikuasai pemain luar, sisanya pemain lokal,” kata Andreuw Th. A. F. (Director of Business, Data Center & Managed Services, Telkomsigma) di Jakarta, Rabu (3/5).

Kenyataan inilah yang memicu niat Telkomsigma untuk mengembangkan STAR Cloud, layanan public cloud lokal yang mampu menyaingi pemain global. Harapannya, pebisnis-pebisnis Indonesia mau beralih ke penyedia cloud lokal dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan.

STAR Cloud sendiri sebetulnya bukan merek baru karena pernah diluncurkan pada tahun 2015 sebagai bagian dari portofolio STAR (Simple, Trusted, Affordable, Reliable), lini bisnis Telkomsigma untuk UKM. Namun, proses adopsi oleh pasar tidak sebaik yang diharapkan sehingga Telkomsigma merasa perlu untuk melakukan revitalisasi dan perubahan model layanan yang drastis.

[BACA: Tips Memilih dan Menggunakan Layanan Cloud Computing]

“Kami sudah melihat kekurangan dari layanan STAR Cloud sebelumnya. Kami juga mempelajari kenapa orang Indonesia suka memakai AWS dan Azure. Ternyata, alasannya karena mudah dipakai. Karena itu, kami membuat proses aktivasi STAR Cloud sesimpel mungkin,” ujar M. Deta Septianto (VP, IT & Digital Ecosystem, Telkomsigma).

Kesederhanaan proses aktivasi dan berlangganan STAR Cloud ditunjukkan dengan penggunaan model toko swalayan (self-service) di mana pelanggan dapat memilih sendiri spesifikasi prosesor, memori, dan penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini, STAR Cloud menawarkan delapan pilihan paket, yakni Extra Small, Small, Small Medium, Medium, Large, Large RAM, Extra Large, dan Extra Large RAM, dengan spesifikasi mulai 1 Core CPU, 1 GB RAM, 30 GB SSD, sampai 16 Core CPU, 48 GB RAM, 480 GBS SD.

Hebatnya, proses pendaftaran, pemilihan paket, aktivasi, sampai pembuatan instance hanya perlu waktu antara 5 – 15 menit berkat automation system. Sebelumnya, butuh berjam-jam untuk menyelesaikan semua langkah ini. Setelah terdaftar, pelanggan bisa langsung memilih sistem operasi, data center, sampai aplikasi yang ingin digunakan.

Bisa Bayar Offline

Mengenai biaya berlangganan, Andreuw mengklaim paket-paket di STAR Cloud lebih murah 10 – 15 persen dibandingkan dengan paket sekelasnya milik AWS dan Azure. Contohnya, paket Extra Small dipasarkan dengan harga bersih Rp136.000/bulan atau Rp1.655.000/tahun, sedangkan paket termahal, Extra Large RAM, dijual dengan harga bersih Rp6.232.000/bulan atau Rp75.817.000/tahun.

Bagi pelanggan yang masih ingin mencoba-coba, STAR Cloud juga menyediakan fasilitas pengujian gratis (free trial) paket Small selama 30 hari.

“Yang membedakan dengan pemain luar, kami menyediakan pilihan pembayaran offline. Jadi, pebisnis dan mahasiswa yang tidak punya kartu kredit pun bisa memakai STAR Cloud,” tukas Andreuw. Rencananya, metode pembayaran offline ini meliputi pembayaran lewat Alfamart dan Indomaret atau merchant lainnya di jaringan Finnet.

Bahkan, pelanggan STAR Cloud dimungkinkan membayar biaya berlangganan secara post-paid (pakai dulu baru bayar), bukan hanya pre-paid (bayar dulu baru pakai). “Jadi, pelanggan bisa kirim PO (Purchase Order) dulu, lalu kami kirim invoice (tagihan), baru bayar,” imbuh Deta.

Pemahaman atas kebutuhan dan kebiasaan pengguna cloud di Indonesia inilah yang diyakini Telkomsigma dapat menjadi senjata andalan STAR Cloud yang tidak dimiliki pemain-pemain asing.

[BACA: Akibat Salah “Coding”, Layanan Cloud AWS Padam Empat Jam]

Layanan STAR Cloud akan diluncurkan secara resmi pada 18 Mei 2017, bersamaan dengan acara Cloud Day bertema “Digital Disruption as The New Wave of Business Strategy” yang melibatkan perusahaan-perusahaan berskala enterprise dan UKM di Indonesia.

“Kami menargetkan 25.000 pelanggan STAR Cloud sampai akhir tahun dan bisa berkontribusi sampai 50 persen dari total pemasukan bisnis cloud Telkomsigma,” ungkap Andreuw.

Inilah 4 Tips agar Asisten Digital Aman dari Serangan Hacker

Ilustrasi Speaker Amazon Echo Dot

Saat ini beberapa perusaahaan teknologi sudah memiliki fitur perintah suara atau voice assistant sebuat saja Apple dengan Siri, Samsung dengan Bixby, Amazon dengan Echo, Google dengan Google Assistant, serta Microsoft dengan Cortana.

Asisten virtual memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning sehingga terintegrasi dengan smartphone, tablet atau komputer dan meningkatkan kemudahan pelanggan.

Sayangnya, teknologi voice assistant menyisakan celah keamanan dan memungkinkan hacker membocorkan data-data pribadi ataupun perusahaan.

Dony Koesmandarin (Territory Channel Manager Indonesia, Kaspersky Lab SEA) mengatakan teknologi asisten virtual memang memberikan kenyamanan dan nilai yang luar biasa bagi pengguna, tetapi teknologi ini memunculkan sebuah tantangan baru dalam hal keamanan dan privasi.

“Teknologi ini bisa saja disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab seperti insiden yang terjadi dengan botnet Mirai,” katanya dalam siaran persnya, Rabu.

Sementara bagi para pengguna, Kaspersky Lab memberikan beberapa tips untuk melindungi kehidupan Anda dari teknologi voice assistant ini:

1. Matikan mikrofon di Amazon Echo dan Google speaker. Ada terdapat sebuah tombol untuk mematikan.

“Anda harus selalu ingat kapan saatnya untuk menyalakan atau mematikan voice assistant tetapi setidaknya hal tersebut menjadi langkah pengamanan awal,” ujarnya.

2. Gunakan pengaturan akun voice assistant untuk melarang pembelian atau melindunginya dengan sandi.

3. Gunakan perlindungan anti-virus bagi PC, tablet, dan smartphone untuk mengurangi risiko kebocoran data serta mencegah aksi dari penjahat siber.

4.Ubah wake word, terutama di Amazon Echo.

“IoT menjadi suatu tren teknologi terbesar sejak smartphone, dan bisa dipastikan akan berkembang dengan pesat. Sayangnya, penjahat dunia maya melihat teknologi ini sebagai celah baru bagi mereka untuk menghasilkan uang baik dari ataupun melalui pemilik perangkat,” ucapnya.

“Maka akan lebih baik jika para pengembang teknologi ini bersama-sama dengan pakar keamanan dan perusahaan keamanan siber bekerja sama memperbaiki sisi keamanannya,” tutup Dony.

Gandeng Indosat Ooredoo, Twitter Lite Hadir di Indonesia

Ftiru Data Saver pada Twitter Lite bisa menghemat data sampai 70%.

Twitter Indonesia dan Indosat Ooredoo meluncurkan Twitter Lite di Indonesia yang menawarkan lebih hemat data, lebih cepat dan terjangkau.

Maya Hari (Managing Director, Twitter Asia Pacific) mengatakan Twitter Lite akan meningkatkan pengalaman mobile-first pengguna Indonesia dengan lebih cepat dan hemat data untuk mengakses beragam informasi tentang apa yang sedang terjadi saat ini.

[BACA: Twitter Lite Bikin Nge-Tweet Lebih Hemat Data]

“Twitter Lite menawarkan layanan yang lebih cepat dan terjangkau terutama pengguna yang menghadapi kendala dalam hal koneksi dan biaya paket data. Kami senang sekali menghadirkan pengalaman Twitter yang lebih baik agar pengguna Indonesia semakin terhubung dengan apa yang terjadi di dunia saat ini,” katanya di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta, Rabu (3/5).

Maya mengatakan Indonesia adalah salah satu pangsa pasar penting bagi Twitter, mengingat pengguna Twitter di Indonesia termasuk lima besar di dunia.

“Dengan memori kurang dari 1 MB di ponsel, Twitter Lite menggunakan teknologi Progressive Web App yang dapat menghemat data hingga 70 persen, pemuatan konten yang 30 persen lebih cepat, serta navigasi yang lebih kencang,” ujar Maya.

Prashant Gokarn (Chief New Business & Innovation Officer, Indosat Ooredoo) mengatakan Twitter Lite membuat pengguna Indosat Ooredoo dapat menikmati manfaat akses Internet dan mendapatkan beragam informasi menarik.

“Para pengguna Twitter Lite bisa mengakses kanal hiburan dan olahraga yang lebih mudah dan instan. Anda tinggal masuk ke laman t.co/hiburan untuk mengetahui berita terkini seputar dunia hiburan serta t.co/olahraga untuk berita terkini seputar dunia olahraga,” katanya.

Twitter Lite tersedia di alamat http://mobile.twitter.com pada peramban di ponsel atau tablet dan tersedia dalam 42 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Twitter menggandeng Indosat Ooredoo untuk akses informasi dua konten tersebut serta menyediakan akses berlangganan internet.

Samsung Umumkan Kehadiran Galaxy S8 dan S8+ di Indonesia

Jaehoon Kwon (President Samsung Electronics Indonesia) saat meluncurkan secara resmi Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Indonesia.

Smartphone flagship terbaru Samsung, Galaxy S8 dan Galaxy S8+, akan segera hadir di Indonesia. Kehadiran secara resmi ini baru saja diumumkan oleh Samsung dan dimulai dengan consumer launch pada tanggal 5 – 7 Mei 2017 di lokasi tertentu. Galaxy S8 dan S8+ tersebut menawarkan berbagai peningkatan dan diharapkan Samsung mampu menjadi hub dari kehidupan digital para penggunanya.

“Dengan peluncuran Samsung Galaxy yang baru, kami dengan bangga menandai mulainya era yang baru dari smartphone. Sebuah era yang tanpa batas. Sebuah era dengan telepon Anda sebagai pusat dari ekosistem tempat Anda berada,” ujar Jaehoon Kwon (President Samsung Electronics Indonesia).

Dua dari aneka peningkatan yang ditawarkan oleh Samsung Galaxy S8 dan S8+ adalah pada layar dan keamanan. Layar yang disebut dengan Infinity Display ini hadir dengan aspect ratio yang berbeda, tepatnya 18,5:9. Biasanya suatu smartphone Android itu memiliki aspect ratio 16:9.

Aspect ratio 18,5:9 yang memanjang ini diklaim Samsung mampu membuat Galaxy S8 dan S8+ menampilkan konten secara lebih maksimal. Dalam menikmati konten tertentu misalnya Anda tidak perlu menggeser layar untuk melihat maupun menekan sejumlah fungsi.

Panjang diagonal layar dari Samsung Galaxy S8 sendiri adalah 5,8 inci, sedangkan Samsung Galaxy S8+ sebesar 6,2 inci. Adapun resolusinya tentu sejalan dengan aspect ratio uniknya itu. Keduanya memiliki layar Super AMOLED dengan resolusi 2.960 x 1.440 pixel.

Selain aspect ratio, Infinity Display juga hadir dengan bezel yang tipis pada sisi kiri dan kanannya. Hal ini membantu Samsung Galaxy S8 dan S8+ tampil lebih ramping dari smartphone kebanyakan dengan ukuran layar yang setara. Layar dari kedua smartphone yang telah dilengkapi intelligent personal assistant bernama Bixby itu pun telah mendapatkan sertifikasi Mobile HDR Premium. Dengan kata lain, layar tersebut bisa menampilkan konten HDR secara baik.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ tetap dilengkapi dengan sertifikasi IP68 yang berarti perangkat ini tahan debu dan air.

Sementara dari sisi keamanan, Samsung Galaxy S8 dan S8+ mendukung tiga jenis biometric authentication, yakni iris, wajah, dan sidik jari. Bila fingerprint scanner sudah makin lazim tersedia pada smartphone masa kini, tidak demikian halnya dengan iris scanner. Dari keduanya, biometric authentication menggunakan irislah yang umumnya dinilai paling aman.

Dengan hadirnya iris scanner dan fingerprint scanner, Anda tidak perlu untuk menggunakan password yang panjang dan rumit untuk mengamankan smartphone dari yang tak berhak. Sementara, hadirnya kemampuan pengenalan wajah lebih pada kemudahan membuka kunci. Pasalnya, biometric authentication melalui pengenalan wajah ini lebih tidak aman dibandingkan bila memanfaatkan pola, PIN, maupun password.

Untuk menenagai Galaxy S8 dan S8+, Samsung menggunakan SoC Exynos 8895 (CPU quad core custom 2,3 GHz + quad core Cortex-A53 1,7 GHz, GPU Mali-G71 MP20), memori utama 4 GB, media simpan 64 GB, dan sistem operasi Android 7.0. Adapun baterainya memiliki kapasitas yang berbeda antara Samsung Galaxy S8 dan S8+. Baterai Samsung Galaxy S8 memiliki kapasitas 3.000 mAh, sedangkan Samsung Galaxy S8+ sebesar 3.500 mAh.

Kamera utamanya sendiri memiliki resolusi 12 MP dengan aperture F/1.7 dan telah dilengkapi optical image stabilizer, sedangkan kamera depannya memiliki resolusi 8 MP dengan aperture F/1.7.

Lalu bagaimana dengan harganya? Samsung Galaxy S8 ditawarkan dengan harga Rp10.499.000 dan Samsung Galaxy S8+ dengan harga Rp11.999.000.

Tertarik? Jika ya, lokasi yang menjadi tempat consumer launch yang disebutkan di awal tadi adalah Sun Plaza di kota Medan, Galaxy Mall di Surabaya, dan Grand Indonesia di Jakarta.

 

Blibli.com Targetkan Transaksi Otomotif Rp20 Miliar di IIMS 2017

Blibli.com hadir di IIMS 2017

Blibli. Com menjadi Official e-Commerce Partner, Official Merchandise Partner, Official Ticket Partner dan Official Booth Selling Partner kembali ikut serta dalam ajang Indonesia International Motor Show (2017).

Lay Ridwan Gautama (Head of Trade Partnership Blibli.com) mengatakan banyak pabrikan otomotif seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Yamaha, Vespa, Mazda, KIA, Chevrolet, Suzuki, BMW, Cleveland Cyclewerks, Renault hingga Ducati sudah ikut memasarkan produk mereka di Blibli.com.

“Berkaca pada animo pengunjung yang berkunjung dan melakukan transaksi di IIMS tahun lalu, kami melihat bahwa kepercayaan serta kenyamanan konsumen berbelanja secara online sudah terbangun,” katanya seperti dalam siaran persnya, Rabu.

Lay mengatakan Blibli.com memberikan keuntungan lebih dengan memberikan cicilan 0 persen hingga 24 bulan untuk pembelian produk otomotif mobil. Untuk kredit motor, Blibli.com menghadirkan 16 bank pilihan dengan program KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) dan layanan 3S (Sales, Sparepart, Service).

“Kami juga melayani pembelian dan pemasangan sparepart serta service kendaraan lainnya dan layanan customer care 24 jam,” ungkap Lay.

Tidak hanya jalur online, Blibli.com juga memberikan cicilan 0 persen untuk pembeli offline. Blibli.com menyediakan kiosk BlibliNow yaitu kiosk O2O (online to offline) yang tersebar di puluhan booth merchant di IIMS 2017.

“Jadi tinggal pilih barangnya, lakukan proses pembayaran melalui BlibliNow dan bisa langsung bawa pulang barangnya,” ucapnya.

“Tahun ini, kami menargetkan jumlah transaksi sebesar dua kali dibanding tahun lalu atau sebesar Rp20 Miliar. Fokus kami tidak hanya penjualan, tetapi juga menaikkan trafik website Blibli.com,” pungkasnya.

Di Ethiopia, “Mesin ATM” Jual Film Bajakan

Mesin Penjual Film Swiftmedia

Banyak cara untuk menikmati film, ada yang menonton premier film di bioskop, menonton film melalui siaran TV streaming atau program televisi berbayar hingga membeli film bajakan atau ilegal.

Sebuah perusahaan Escape Computing memperkenalkan sebuah mesin bernama SwiftMedia yang menjual ribuan digital di Addis Ababa, Ethiopia, Afrika Timur.

Sepintas, mesin SwiftMedia yang berwarna kuning sangat mirip dengan mesin ATM. Mesin SwiftMedia itu sudah terpasang di semua mini market dan pusat perbelanjaan sejak 2017.

Untuk menikmati film tersebut, warga Ethiopia cukup merogoh kocek senilai 25 hingga 100 birr atau 1 sekitar Rp 13.000-an – Rp 53.000-an. Bahkan, mesin film digital itu menawarkan beberapa paket film sekaligus.

Masalahnya, Swiftmedia menjual film-film bajakan yang diunduh melalui Torrent. Pembeli pun cukup membawa dan menghubungkan USB ke port Swiftmedia. Kemudian, layar mesin itu akan menyala dan memberikan film yang diinginkan

“Ada penjaganya. Mereka membajak film via Torrent sepanjang hari dan menyimpannya di drive pada mesin itu,” kata sumber seperti dikutip TheNextWeb.

“Intinya, Anda pergi ke toko yang sangat besar dan memasang USB drive ke mesin. Kemudian layar akan menyala dan menampilkan banyak film di dalamnya,” ucapnya.

Berbeda dengan di Indonesia, para penjual biasanya menjual film DVD bajakan di emperan jalan. Sedangkan, SwiftMedia sudah memanfaatkan teknologi untuk sistem transaksinya.

Belum jelas, apakah Escape Computing sudah mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan praktik pembajakan secara terang-terangan.

Alasan Pelanggan Tidak Akan Kecewa Membeli AirPods

Keputusan Apple membuang jack audio 3,5 mm pada iPhone 7 dan iPhone 7 Plus serta menggantinya dengan earphone nirkabel AirPods terbukti tepat. AirPods mendapatkan respon positif dari pasar dan penjualannya cukup laris.

Berdasarkan survei Experian dan Creative Strategies, sebanyak 82 persen dari 942 konsumen merasa puas terhadap earphone nirkabel yang identik dengan warna putih itu dan sebanyak 98 persen responsen mengaku sangat puas terhadap performa dan fungsionalitas dari earphone tersebut.

Tingkat kepuasan konsumen AirPods setara dengan tingkat kepuasan iPhone generasi pertama yang memiliki tingkat kepuasan hingga 92 persen.

Sebanyak 98 persen pelanggan puas dengan performa isi daya AirPods dan sebanyak 97 persen suka desain casing AirPods serta proses pairing AirPods dengan iPhone via Bluetooth.

“Secara keseluruhan, angka 98 persen dari kepuasan konsumen mencatat level tertinggi, mengalahkan tingkat kepuasan iPhone generasi pertama dengan kepuasan 92 persen dan tingkat kepuasan iPad sendiri tahun 2010 hanya 92 persen,” kata Ben Bajarin (Principal Analyst Creative Strategies) seperti dikutip Gizmochina.

AirPods 2

Sebanyak 95 persen sangat puas dengan performa daya dan kenyamanan AirPods. Sebanyak 93 persen juga mengaku aman karena AirPods tidak licin dan tidak mudah jatuh saat dipakai berolahraga.

Survei itu cukup mengejutkan lantaran AirPods mendapat cemoohan banyak orang ketika pertama kali muncul.

Apple pertama kali meluncurkan AirPods dalam acara peluncuran iPhone terbaru pada September 2016 dan memasarkannya pada 13 Desember 2016.

Anda pun bisa membeli AirPods di Apple Store, Apple Authorized Reseller, dan sejumlah operator terpilih pada 20 Desember 2016.

Prioritaskan Pesan Favorit, WhatsApp Luncurkan Fitur Pinned Chat

Ilustrasi WhatsApp Pinned Chat 2

Banyak pengguna menyukai WhatsApp karena tampilannya yang sederhana dan tidak membutuhkan konektivitas internet yang tinggi.

Hal itu membuat banyak pesan yang masuk ke WhatsApp Anda dan mengharuskan Anda harus repot men-scroll ke bawah untuk mencari pesan yang Anda cari.

Karena itu, WhatsApp pun meluncurkan fitur Pinned Chat yang memudahkan penggunanya memprioritaskan beberapa pesan favorit. Pesan favorit itu akan tetap berada di atas sehingga memudahkan penggunanya untuk membacanya.

Caranya mengaktifkannya, Anda cukup menyentuh cukup lama kontak atau pesan yang Anda inginkan sehingga akan muncul ikon pin di sampingnya. Setelah menekan tombol pin tersebut, maka pesan itu akan berada di posisi teratas dalam daftar pesan WhatsApp walaupun akan masuk pesan baru lainnya.

Sayangnya, Anda hanya bisa memasang pinned chat sebanyak tiga pesan, baik chat perorangan maupun chat kelompok. Jika Anda mencoba untuk menyematkan pin lebih dari 3 chat, maka akan muncul pesan yang menyebutkan bahwa Anda hanya dapat menyematkan hingga 3 chat.

Ilustrasi WhatsApp Pinned Chat 1

Jika hendak mengganti salah satu di antaranya, pengguna harus melepas salah satu pin yang melekat di sebuah percakapan dan memilih percakapan lain untuk ditempelkan ke daftar penting percakapan.

Saat ini fitur itu baru tersedia di WhatsApp beta 2.17.162 atau 163 dan program beta itu sudah dapat diperoleh baik di APK Mirror maupun di Play Store seperti dikutip Android Police.

Namun, Anda terlebih dulu harus mendaftarkan diri sebagai penerima resmi program beta. WhatsApp pun belum menyebut kapan resminya fitur tersebut akan digulirkan ke publik.

Sebagai aplikasi pesan instan milik Facebook, WhatsApp merupakan aplikasi terpopuler di dunia. Bahkan, jumlah unduhan aplikasi itu sudah lebih dari 1 miliar, jauh melebihi pesaingnya seperti Line, Telegram, dan bersaing dengan Facebook Messenger.

Review Smartphone