04 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 4, 2017

Wikipedia versi Tiongkok akan Sensor Konten Dalai Lama

Ensiklopedia Nasional aka Wikipedia versi Tiongkok

Pemerintah Tiongkok menekankan warganya untuk mengutamakan produk dalam negerinya daripada menggunakan produk luar. Warga Tiongkok lebih memiliki browsing dengan Baidu daripada menggunakan Google dan mencuit di Weibo yang menjadi Twitter-nya Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok akan meluncurkan layanan “Ensiklopedia Nasional” pada 2018 sekaligus menjadi alternatif warga Tiongkok selain Wikipedia.

Pemerintah Tiongkok akan mempekerjakan sebanyak 20.000 orang untuk membuat “Ensiklopedia Nasional”. Di dalamnya, ada sekitar 300.000 entri tentang berbagai topik yang masing-masing topik berisi 1.000 kata.

Perbedaan dengan Wikipedia, setiap konten Ensiklopedia Nasional Tiongkok akan dibuat oleh akademisi yang khusus dipilih dari universitas-universitas negeri di sana.

Selain itu, jika Wikipedia berisi informasi mengenai berbagai hal dari seluruh dunia, maka Wikipedia versi Tiongkok akan fokus kepada banyak pencapaian teknologi ilmu pengetahuan, budaya, dan sejarah negara tersebut.

Di samping Wikipedia, Ensiklopedia Nasional akan bersaing dengan layanan-layanan serupa yang sudah lebih dulu dirilis oleh pihak swasta di Tiongkok seperti Baidu dan Qihu 260.

Yang Muzhi (Editor in Chief Ensiklopedia Nasional Tiongkok) mengatakan proyek Ensiklopedia Nasional adalah proyek “tembok besar budaya”.

“Kami punya tim penulis terbesar dan paling berkualitas di dunia. Visi kami untuk mengalahkan konten ensiklopedia lainnya,” katanya seperti dikutip The Verge.

Sejauh ini warga Tiongkok membolehkan warganya mengakses Wikipedia walaupun pemerintahnya telah menutup sejumlah layanan online populer seperti Facebook, Twitter, dan Google.

Tim Ensiklopedia Nasional itu juga akan menyensor beberapa konten ensiklopedia online luar yang sensitif terutama topik yang mengenai Dalai Lama dan Xi Jinping (Presiden Tiongkok).

Tiongkok memiliki populasi netizen terbesar di dunia, mengingat jumlah warga yang mengakses Internet mencapai 720 juta jiwa. Negara lain yang menyensor konten tertentu di Wikipedia termasuk Perancis, Rusia, Iran, Inggris, Pakistan, Arab Saudi, Suriah, dan Thailand.

Selain Tiongkok, Rusia juga berencana membangun alternatif Wikipedia pada 2014 lalu sehingga warga Rusia mendapatkan sumber informasi yang “lebih baik” tentang negara tersebut.

Capai 1,9 Miliar Pengguna, Facebook Masih Berjuang Lawan Hoax dan Video Kekerasan

Mark Zuckerberg menerangkan visi 10 tahun Facebook.

Facebook mengumumkan pencapaian terbaru untuk kuartal pertama tahun 2017. Salah satu sorotannya adalah bergabungnya 1,94 miliar orang di seluruh dunia ke dalam Facebook, dengan 1,3 miliar di antaranya menggunakan Facebook setiap hari.

Dari sisi keuangan, Facebook berhasil meraih laba sebesar US$3,06 miliar dengan total pemasukan sebesar US$8,03 miliar, masing-masing naik 76,6 persen dan 49 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Sumber pemasukan paling besar disumbangkan oleh iklan mobile senilai US$7,68 miliar. Namun, Facebook memprediksi pendapatan iklan mereka bakal menurun sepanjang tahun 2017 karena keterbatasan selot iklan di platformnya.

Secara keseluruhan, bisnis iklan mobile diproyeksi bakal menghasilkan pendapatan US$31,94 miliar tahun ini dan menjadi pemain nomor dua global di bawah Google.

Rekrut 3.000 Orang Baru

Menanggapi hasil tersebut, Mark Zuckerberg (CEO, Facebook) berkata, “Ini awal yang baik untuk tahun 2017.” Tetapi, basis pengguna yang sangat besar menambah pekerjaan rumah Facebook dalam membangun komunitas yang nyaman bagi seluruh pengguna.

Apalagi, Facebook sedang dirundung kritik terkait bertebarannya hoax (berita palsu) dan video kekerasan. Contohnya, video yang menayangkan langsung peristiwa pembunuhan di Thailand dan Cleveland, AS, beberapa waktu lalu, atau kasus bunuh diri di Indonesia.

“Jika ingin membangun komunitas yang aman, kita harus bertindak secepatnya. Kami akan membuat video-video seperti itu lebih mudah dilaporkan agar bisa kami tindak lanjuti lebih cepat, baik membantu mereka maupun menghapus video itu,” ucap Zuckerberg.

Zuckerberg pun menyatakan rencana Facebook untuk merekrut 3.000 orang tambahan untuk memantau laporan pengguna dan menghapus konten bermuatan hoax, pelecehan, dan kekerasan yang bisa membahayakan citra perusahaan. Facebook juga bakal mempermudah proses pelaporan posting yang dianggap melanggar ketentuan-ketentuan.

Saat ini, Facebook telah memiliki 4.500 orang yang melakukan tinjauan secara manual dan merespons jutaan laporan dari pengguna setiap minggu.

Dua Raksasa E-Commerce Tiongkok Siap Investasi di Go-Jek dan Tokopedia

Dua raksasa e-commerce asal Tiongkok dikabarkan siap menanamkan investasi di Indonesia melalui dua startup lokal besar, Go-Jek dan Tokopedia.

Dua berita berbeda muncul dalam tiga hari terakhir yang menyebutkan bahwa Tencent akan memimpin investasi sebesar US$1,2 miliar kepada Go-Jek, sedangkan JD diyakini bakal mengucurkan dana besar kepada Tokopedia dengan jumlah yang belum diketahui.

Tencent dan Go-Jek

Kabar soal investasi Tencent diperoleh TechCrunch dari dua orang sumber. Mereka mengklaim bahwa kesepakatan antara Tencent dan Go-Jek sudah ditandatangani pekan lalu dan akan diumumkan segera. Dengan raihan dana segar US$1,2 miliar, nilai perusahaan Go-Jek pun melambung ke angka US$3 miliar.

Sebelumnya, Go-Jek telah menjadi startup pertama asal Indonesia yang bergelar unicorn setelah melampaui nilai perusahaan US$1 miliar pada Agustus tahun lalu. Waktu itu, mereka mendapatkan dana US$550 juta dari sederet investor yang meliputi KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, Capital Group Private Markets, Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

Dana segar ini akan menambah modal Go-Jek dalam bersaing dengan Grab dan Uber di Indonesia, terutama setelah Grab Indonesia menyiapkan anggaran US$700 juta untuk mengembangkan pasar hingga tahun 2020. Salah satu langkahnya adalah dengan mengakuisisi startup Kudo beberapa waktu lalu.

JD dan Tokopedia

Pada kabar lainnya, Bloomberg memberitakan bahwa JD.com diyakini sedang membicarakan perjanjian investasi dengan Tokopedia. Belum ada informasi mengenai besaran investasi, tetapi nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta dollar AS dan bisa menjadikan Tokopedia sebagai unicorn kedua dari Indonesia.

Awalnya didirikan sebagai e-commerce di bidang retail, JD.com sekarang telah memiliki layanan marketplace yang berkontribusi 45 persen terhadap total penjualan JD. Kesamaan model bisnis dengan Tokopedia ini yang sepertinya menarik minat JD untuk berkiprah di Indonesia.

JD.com merupakan salah satu dari tiga raksasa e-commerce Tiongkok, selain Alibaba dan Tencent. Alibaba sudah lebih dulu merambah pasar Asia Tenggara lewat akuisisinya terhadap Lazada.

Pasar e-commerce Indonesia diproyeksi akan menjadi yang terbesar di Asia, setelah Tiongkok dan India, dengan pertumbuhan mencapai US$21 miliar pada tahun 2020 dari nilai US$8 miliar di tahun 2016.

Dampak Sengketa Apple dan Qualcomm, Penjualan iPhone Terancam Dihentikan

Ilustrasi pegawai Foxconn

Sengketa antara Apple dan Qualcomm bisa berbuntut panjang dan bahkan mengancam penjualan iPhone di Amerika Serikat.

Penyebabnya, Qualcomm sedang bersiap mengajukan permohonan pemblokiran impor iPhone di AS kepada Komisi Perdagangan Internasional dengan alasan pelanggaran hak paten. Jika permohonan itu dikabulkan, Apple tidak dibolehkan memboyong iPhone yang sudah dirakit oleh pabrik Foxconn di Taiwan ke daratan AS. Dengan demikian, Apple terancam tidak bisa menjual iPhone baru kepada konsumen di AS.

Seperti dilaporkan VentureBeat, langkah Qualcomm ini merupakan dampak dari sengketa antara Apple dan Qualcomm yang berlangsung sejak Januari 2017.

Saat itu, Apple pertama kali menggugat Qualcomm sebesar US$1 miliar karena menganggap Qualcomm telah meminta biaya royalti yang terlalu mahal terkait hak paten atas teknologi-teknologi yang mereka ciptakan dan dipakai oleh Apple di dalam produk-produknya.

Gugatan tersebut dibalas Qualcomm pada April 2017 dengan menuntut Apple atas dasar pelanggaran kontrak dan keterlambatan membayar biaya royalti. Qualcomm geram karena Apple membeli chip dari Intel yang diklaim melanggar kontrak eksklusif antara Apple dan Qualcomm. Selain itu, Apple masih menahan pembayaran biaya royalti sebesar US$500 juta kepada Qualcomm.

“Mereka [Apple] ingin membayar lebih sedikit dari harga normal yang Qualcomm sudah tentukan di pasar untuk teknologi kami, sedangkan mereka sudah menghasilkan keuntungan miliaran dollar AS dari penggunaan teknologi itu,” tukas Steven Mallenkopf (CEO, Qualcomm).

Kini, Qualcomm berniat mengambil langkah berikutnya yang lebih berpotensi mengancam bisnis Apple secara langsung.

Apple Membela Diri

Selama bertahun-tahun, Qualcomm memang menangguk banyak pemasukan dari biaya royalti atas bermacam teknologi jaringan nirkabel yang mereka kembangkan. Bisa dipastikan, hampir setiap perangkat komunikasi, termasuk smartphone dari berbagai merek, mengandung teknologi temuan Qualcomm.

Namun, Apple merasa Qualcomm menyalahgunakan dominasinya di pasar dengan meminta biaya royalti yang berlebihan.

Misalnya, Qualcomm sebetulnya hanya memiliki kesepakatan royalti secara langsung dengan Foxconn (pabrik pembuat iPhone), bukan dengan Apple. Tetapi, Qualcomm tetap meminta bayaran royalti kepada Apple dan menagih biaya royalti berdasarkan jumlah unit yang terjual.

Tim Cook (CEO Apple) memaparkan keunggulan iphone 7 di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS.

Apple pun membela diri melalui pernyataan sang CEO, Tim Cook, saat ditanya tentang alasan Apple menunda pembayaran biaya royalti kepada Qualcomm.

“Anda tidak bisa membayar sesuatu saat sengketa mengenai hal tersebut masih berlangsung dan Anda tidak tahu jumlah pasti yang harus dibayarkan. Saya tidak yakin pihak lain bisa memblokir [penjualan] iPhone dengan alasan itu,” ujar Cook.

Akan tetapi, Kevin Cassidy (Analis dari Stifel Nicolaus) punya pandangan berbeda. “Mereka [Qualcomm] harus berbuat sesuatu. Kalau tidak, risikonya perusahaan atau negara lain juga tidak akan mau membayar [biaya royalti], mengikuti langkah Apple,” tukasnya kepada Bloomberg.

Qualcomm sendiri sebelumnya sudah kalah di pengadilan arbitrase dalam sengketa dengan BlackBerry atas kasus serupa pada April lalu. Qualcomm harus membayar 814,9 juta dollar AS (sekitar Rp10,8 triliun) kepada BlackBerry setelah BlackBerry menggugat Qualcomm lantaran membayar royalti terlalu banyak selama periode 2010 – 2015.

VMware Ingin Patahkan 5 Mitos di Dunia TI

Pat Gelsinger (CEO, Vmware) dalam acara ASEAN CIO Leadership Forum 2017 di Singapura. [Foto: Liana T,/InfoKomputer]
SINGAPURA, InfoKomputer – Perkembangan dan perubahan teknologi informasi (TI) yang terbilang cepat, bahkan tak jarang bersifat disruptif, telah memicu timbulnya mitos-mitos seputar TI.

Berbicara di hadapan para Chief Information Officer (CIO) yang mengikuti acara CIO Leadership Forum 2017 di Singapura, Pat Gelsinger (CEO, VMware) menjawab lima mitos terkait tren terkini di bidang TI, seperti cloud dan mobility.

Mitos pertama mengatakan bimodal IT adalah strategi terbaik untuk menjalankan dan membangun organisasi TI dalam korporasi. “Berapa banyak CIO yang ingin menjadi bagian dari kelompok TI yang dianggap usang, lamban, dan terlalu mudah ditebak? Atau Anda ingin menjadi bagian dari kelompok yang keren, baru, inovatif, dan eksploratif?” tanya Pat.

Menghadapi tantangan bisnis saat ini, departemen TI harus menyatukan keduanya untuk memampukan organisasi berinovasi di setiap lini. Oleh karenanya, perusahaan atau organisasi membutuhkan infrastruktur yang dapat membantu mentransformasi sistem-sistem TI yang sudah dianggap usang dan membangun hal-hal baru.

“Kami katakan tidak pada bimodal IT, karena kita harus berinovasi di setiap bagian dari TI,” ujar pria yang telah lima tahun memimpin perusahaan dengan revenue tujuh miliar dolar AS itu.

Mitos kedua adalah segera pindahkan semua ke (public) cloud. “Anda tidak bisa mengoperasikan data center yang bagus, lupakan saja,” imbuhnya. Kalau ada ahlinya, mengapa harus repot? Kalau ada yang dapat mengambil alih biaya dan SLA, mengapa tidak?

Namun sebelum melakukan itu, Pat Gelsinger mengingatkan bahwa tugas utama pemimpin TI adalah memerhatikan soal biaya (cost), kinerja (performance), kepatuhan (compliance), dan privacy. Atau ia merumuskannya sebagai CP2 (baca: CP square). Di titik inilah, arsitektur hybrid cloud dibutuhkan karena arsitektur tersebut mampu memberikan hal-hal terbaik dari private maupun public cloud.

Semakin memfokuskan diri pada pengembangan hybrid cloud, VMware menawarkan cross cloud architecture untuk membantu organisasi atau perusahaan mentransformasi data center menjadi private cloud andal. “Kami membuat pusat data bisa bertindak dan beroperasi sebagai sebuah lingkungan cloud yang sangat terotomatisasi,” jelas mantan Chief Technology Officer Intel itu.

Menjalin kemitraan dengan penyedia public cloud ternama, seperti Amazon Web Services, IBM, dan OVH juga dilakukan VMware untuk memampukan pelanggan memanfaatkan kelebihan public cloud, misalnya skalabilitas.

Di sisi lain, perusahaan enggan menggunakan private cloud karena sulit membangun dan mengoperasikannya. Untuk memudahkan hal itu, VMware menyediakan cloud foundation, solusi infrastruktur hyper-converged, dan solusi otomatisasi cloud.

Kerja sama VMware Cloud dan Amazon Web Services (AWS).

Mitos ketiga adalah keamanan siber atau cybersecurity. Pat Gelsinger mengibaratkan tugas keamanan informasi bak hamster yang tengah berlari cepat di roda berputar. “Anda berlari sangat cepat tapi tidak bergerak kemana-mana, Anda berlari semakin cepat tapi tetap saja tidak bisa menjadi yang terdepan (dalam hal keamanan),” ujarnya.

Apa buktinya? Data menyebutkan bahwa anggaran untuk TI meningkat hanya empat persen padahal pengeluaran untuk kebutuhan security mencapai 24 persen dari budget tersebut. Investasi besar-besaran dilakukan perusahaan untuk keamanan, tapi kerugian dan kebocoran tetap mereka alami. “Ada yang salah secara mendasar di sini,” jelas Pat.

Pat lantas menyarankan para pemimpin TI kembali ke tugas-tugas yang lebih penting, yaitu mengamankan aplikasi, data, dan pengguna. Sementara itu, urusan keamanan pada infrastruktur biarlah menjadi urusan VMware.

Pat menjanjikan solusi dan produk yang lebih aman misalnya dengan menyediakan mesin virtual terenkripsi, fitur enkripsi pada storage vSAN, micro segmentation pada jaringan virtual, dan sebagainya. VMware juga menggandeng penyedia platform keamanan terkemuka dan mengintegrasikan teknologi keamanan yang mereka miliki pada solusi infrastruktur VMware. Langkah ketiga adalah menerapkan cyber hygiene yang konsisten pada setiap solusi yang disediakan VMware.

Mitos keempat mengatakan bahwa enterprise mobility tidak aman dan user experience sangat menyebalkan. Dengan tren Bring Your Own Device yang semakin banyak diadopsi perusahaan, para karyawan berharap dapat menggunakan aplikasi dan perangkat mobile di lingkungan perusahaan  semudah serta sesimpel ketika mereka menggunakannya untuk keperluan pribadi.

“Adalah tugas kami untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan lingkungan (mobility) dengan memadukan aplikasi, fitur identitas, manajemen, dan keamanan yang konsisten untuk mewujudkan (enterprise mobility) sesederhana pengalaman consumer tetapi dengan keamanan setingkat enterprise,” papar Pat Gelsinger.

Mitos kelima mengatakan bahwa semua aplikasi akan beralih ke container, semua infrastruktur yang sudah dibangun organisasi, dan vendor seperti VMware menjadi tidak relevan dengan masa depan. Tak mengherankan jika orang nomor satu di jajaran manajemen VMware ini berkata demikian karena teknologi container memang dipandang berpotensi “menghancurkan” bisnis para penyedia teknologi server virtualization, seperti VMware dan Microsoft.

Konsep container mirip dengan compute virtualization. Alih-alih memvirtualisasi server untuk membuat multipe operating system, container menawarkan alternatif yang lebih ringan. Container melakukan virtualisasi terhadap sistem operasi sehingga satu host tunggal dapat menjalankan beberapa workload sekaligus.

Pat Gelsinger tak menampik peran penting container di era aplikasi seperti saat ini. “VMware loves containers! Dan kami akan menggandeng dan menjadikan container sebagai kemampuan inti dari apa yang kami bangun untuk masa depan,” tegasnya.

vSphere Integrated Container (vIC).

Firma riset IDC memprediksi bahwa akan ada 10 kali lebih banyak container di masa depan. Menurut Pat, VMware pun tidak dapat memastikan teknologi container mana yang akan memimpin, tetapi VMware akan memastikan container bekerja dengan sangat baik di atas infrastruktur yang digunakan pelanggannya.

Kerja sama dengan dengan para penyedia teknologi container, seperti Docker dan Kubernetes, pun dijalin. Pada tahun 2016, VMware mengumumkan peningkatan pada vSphere Integrated Container (vIC) dengan mengintegrasikan Docker engine pada vSphere. VIC khususnya menyasar para developer yang menggunakan vSphere. Sementara untuk peminat container dalam mesin virtual tetapi bukan pengguna vSphere, VMware menyediakan Lightwave dan Photon.

Pada dasarnya, ada empat hal yang ditawarkan VMware, khususnya untuk membantu perusahaan melakukan transformasi digital: modernisasi data center menjadi private cloud; memanfaatkan kelebihan public cloud dengan memerhatikan optimalisasi biaya, performa, compliance, dan privacy; memberi keamanan andal dengan kenyamanan dalam mengadopsi BYOD bagi karyawan; menerapkan intrinsic security secara fundamental.

Keuntungan Meningkat tapi Harga Saham Apple Anjlok, Kenapa?

Apple mengumumkan laba bersih senilai US$11 miliar atau sekitar Rp146 triliun pada kuartal kedua 2017 yang berakhir per 1 April lalu. Artinya, laba Apple naik naik sekitar 4,9 persen.

Pendapatan Apple juga naik 4,6 persen menjadi US$52,9 miliar di periode yang sama atau setara Rp 705 triliun. Angka itu naik dari pendapatan Apple senilai US$50,6 atau sekitar Rp 674 triliun pada periode yang sama tahun 2016.

Apple juga mengumumkan pengembalian dana senilai US$10 atau kira-kira Rp 133 triliun ke para investor.

“Kami bangga melaporkan kinerja yang kuat pada kuartal kedua dengan pendapatan tumbuh dibandingkan kuartal IV-2016. Ditambah permintaan iPhone 7 Plus yang terus meningkat,” kata Tim Cook (CEO, Apple) seperti dikutip laman Apple, Kamis.

Apple juga telah menanamkan investasi yang besar di India, sebagai pasar smartphone ketiga terbesar dunia setelah Tiongkok dan AS. Pendapatan Apple di India tumbuh di atas 10 persen dan menyentuh rekor di kuartal I-2017 lalu.

Saham Anjlok

Sayangnya, pencapaian keuangan yang gemilang itu membuah nilai saham Apple anjlok hampir 2 persen menjadi US$ 144,65/lembar pada bursa perdagangan Wall Street.

Penurunan saham Apple karena angka penjualan iPhone menurun menjadi 50,8 juta unit, turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, angka 50,8 juta unit juga lebih sedikit ketimbang prediksi para analis yang mematok angka penjualan iPhone kuartal kedua 2017 mencapai 52 juta unit.

Apple mengumumkan pendapatannya turun 14 persen di Tiongkok lantaran penguatan mata uang dollar AS. Meski begitu, penjualan komputer Mac di Tiongkok naik sekitar 20 persen.

Uang Tunai Rp3.300 Triliun

Ternyata, Apple mempunyai simpanan uang di bank mencapai US$250 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun.

Bahkan, pada kuartal pertama tahun fiskal 2017, simpanan uang Apple bertambah US$3,6 juta setiap jamnya dan Apple menyimpan uangnya di luar Amerika Serikat untuk menghindari pajak yang besar.

Peter Thiel (tengah) duduk berdekatan dengan Tim Cook (CEO, Apple) dalam pertemuan Donald Trump dengan para pemimpin teknologi.

Pada Desember 2016, Apple diketahui memarkir sebanyak 93 persen dari total aset cairnya berupa kas, setara kas, dan sekuritas di luar Amerika Serikat, seperti dikutip Phone Arena.

Jika Apple ingin membawa pulang uang tunainya ke AS, Apple harus membayar pajak sebesar 35 persen. Kabarnya, Donald Trump (Presiden AS) akan memberikan diskon sebesar 10 persen kepada perusahaan yang ingin menarik kembali uangnya ke AS.

Saking banyaknya, jumlah simpanan uang Apple itu lebih banyak dari simpanan mata uang asing Inggris dan Kanada. Bahkan dengan uang tunainya, Apple bisa memborong saham milik perusahaan sebesar Walmart dan Procter & Gamble.

Meski masih memunyai utang sebesar US$88 miliar kepada para pemegang saham, Apple masih menjadi perusahaan terkaya di dunia. Di bawah Apple, ada Microsoft yang mempunyai simpanan uang tunai sebanyak US$126 miliar, belum dipotong utang.

Microsoft Surface Laptop Siap Tantang Macbook Air, Ini Kehebatannya

Surface Laptop 2

Microsoft Corporation resmi meluncurkan Surface Laptop yang menawarkan desain yang tipis, ringan, dan berperformanya tinggi di New York City, Amerika Serikat (AS).

Microsoft mengklaim Surface Laptop memiliki kemampuan yang lebih tangguh dari Macbook Air di pasar.

“Surface Laptop lebih tipis dan lebih ringan dibandingkan laptop MacBook Air atau MacBook Pro yang saat ini beredar di pasar,” Panos Panay (Kepala Microsoft Device Microsoft) seperti dikutip The Verge.

Desain Surface Laptop berwujud clamshell (lipat), mengingat Surface Pro 4 berbentuk konvertibel dengan bentuk engsel yang unik dan 2-in-1 yang bisa dilepas pasang.

Surface Laptop mengusung layar PixelSense berukuran 13,5 inci dengan resolusi 2.256 x 1.504 pixel, prosesor Intel Core i5 dan i7 generasi terbaru, RAM 4 GB dan storage SSD 128 GB.

Surface Laptop 1

Surface Laptop memiliki ketebalan 14,5 mm dengan bobot 1,25 kg. Aspek rasio layarnya masih 3:2 seperti Surface Pro 4 dan Surface Book, berbeda dengan kebanyakan laptop yang menggunakan layar dengan rasio 16:9 atau pun 16:10.

“Ini menjadi layar sentuh LCD paling tipis yang pernah dipasang di laptop,” ujarnya.

Microsoft membungkus Surface Laptop dengan kain alcantara di sekeliling keyboard dan trackpad. Sebagai ciri khasnya, Microsoft menyelipkan Surface Pen pada Surface Laptop.

Surface Laptop itu menawarkan port untuk daya dan dock, serta sebuah port USB standar, Mini DisplayPort dan jack headphone. Sayangnya, Microsoft tidak menyertakan port USB-C seperti kebanyakan laptop kelas atas lain.

Microsoft mengklaim baterai Surface Laptop bisa bertahan 14,5 jam dengan menggunakan Windows 10 S. Windows 10 S sendiri hanya dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang ada di Windows Store.

Surface Laptop bisa tersimpan dalam mode sleep tanpa mengurangi kapasitas baterainya sedikit pun. Microsoft akan menjual Surface Laptop pada Juni mendatang dengan harga USD 999 atau sekitar Rp13 jutaan untuk versi paling standar.

Kini Semua Pengguna Facebook Messenger Bisa Main Instant Games

Ilustrasi Facebook Instant Game

Facebook terus meningkatkan kemampuan aplikasi pesannya Messenger dengan menghadirkan layanan Instant Games yang sudah tersedia di global.

Kini, Instant Games menawarkan 50 game menarik berkat kerjasama dengan sejumlah developer game ternama seperti Bandai Namco Entertainment, King, Konami, Taito, dan lainnya.

Beberapa judul di antaranya “Words with Friends”, “EverWing”, dan “8 Ball Pool” akan segera meluncur di platform tersebut. Game “EverWing” akan menjadi salah satu game yang menggunakan game bots seperti dikutip GSM Arena.

Sebelumnya, Facebook meluncurkan Instant Games hanya untuk pengguna Messenger di wilayah Amerika Serikat (AS). Kini, Instant Games sudah bisa dimainkan oleh 1,2 miliar pengguna Facebook Messenger di dunia.

Menurut developer Facebook, Instant Games menawarkan pengalaman bermain game HTML5 lintas platform baik Android maupun iOS.

Anda pun tidak perlu mengunduh Instant game terlebih dahulu karena Anda cukup membuka aplikasi Messenger dan lansung bermain bersama teman Anda.

Facebook mengonfirmasi fitur Instant Games akan tersedia secara bertahap di masing-masing negara.

Tak hanya itu, Facebook juga akan memberikan fitur-fitur terbaru seperti turn-based game dan game bots yang membawa pengalaman pengguna bermain game ke level selanjutnya.

Tantang Chrome OS, Microsoft Luncurkan Windows 10 S

Ilustrasi Windows 10 S

Microsoft meluncurkan sebuah sistem operasi terbaru Windows 10 S yang menyasar dunia pendidikan di New York, Amerika Serikat. Nantinya, Windows 10 S akan menantang dominasi Chrome OS di pasar.

Hal itu disebabkan tablet iPad dan laptop Chrome OS sangat populer di sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS) karena desainnya yang simple dan tidak merepotkan dibanding laptop konvensional.

Windows 10 S adalah format Windows yang lebih sederhana dan bisa berjalan pada laptop yang memiliki spesifikasi terbatas. Windows 10 S hanya bisa menjalankan aplikasi yang ada di Windows Store karena aplikasi-aplikasi yang ada di Windows Store sudah teruji dan aman.

“Apa pun yang dijalankan di Windows 10 S harus bisa diunduh dari Windows Store,” kata Terry Myreson (VP Windows dan Devices Group) seperti dikutip The Verge.

Selain itu, Windows 10 S juga memiliki antarmuka yang sederhana, aman, cepat, dan hemat baterai. Dibanding dengan Chrome OS, Windows 10 S lebih unggul dalam hal layar sentuh, stylus, dan game Minecraft yang populer di kalangan murid sekolah.

Dalam acara itu, Myerson juga memamerkan Windows 10 S yang dapat terhubung dengan berbagai aksesoris dan perangkat layaknya Windows 10 biasa. Tidak dijelaskan apa kepanjangan huruf “S” di akhir sistem operasi terbaru tersebut.

Microsoft akan mengirimkan OS Windows 10 S pada musim panas mendatang dengan banderol USD 189 atau sekitar Rp2,5 juta. Microsoft pun telah menggandeng beberapa partner seperti Acer, Asus, Samsung, dan Toshiba untuk menggunakan OS Windows 10 S.

Microsoft pun akan memberikan Windows 10 S secara cuma-cuma kepada sekolah yang sudah menggunakan PC Windows 10 Pro.

Review Smartphone