06 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 6, 2017

Bra ini Punya 200 Sensor dan Bisa Deteksi Dini Kanker Payudara

Bra Eva 1

Penyakit kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan untuk wanita. Belum lagi, biaya pengobatan penyakit kanker payudara yang mahal.

Julian Rios Cantu membuat bra bernama Eva yang mampu mendeteksi tanda awal kanker payudara. Julian menciptakan “auto exploration bra” atau bra eksplorasi otomatis yang hanya perlu dipakai selama satu jam perminggu.

“Bra ini mampu mendeteksi aliran darah, yang kerap menunjukkan bahwa darah sedang memberi makan sel kanker,” katanya seperti dikutip Telegraph.

Remaja yang berusia 18 tahun itu membuat Eva berwarna pink dan tampak lebih tebal dari bra kebanyakan tampaknya karena banyaknya sensor di dalamnya. Bra itu berisi 200 sensor yang memetakan permukaan payudara dan daerah sekitarnya, mengamati warna, tekstur, dan suhu.

Julian Rios Cantu

Julian terinspirasi setelah ibunya terpaksa menjalani mastektomi ganda. Mastektomi sendiri adalah proses operasi untuk mengangkat satu payudara ataupun kedua payudara, baik sebagian ataupun keseluruhan payudara.

Dokter harus melakukan mastektomi agar sel-sel kanker tidak menyebar.

Perusahaan Meksiko, Higia Technologies memberikan hadiah senilai senilai 20.000 US Dollar atau sekitar 266 juta Rupiah kepada Julian atas penemuannya tersebut di Global Student Entrepreneur Awards .

“Bra ini dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan dengan metode eksplorasi diri secara profesional untuk deteksi dini yang efektif pada kanker payudara,” ujar Higia Technologies.

Sebanyak lebih dari 50.000 wanita didiagnosis menderita kanker payudara di Inggris setiap tahunnya.

2 Rahasia Sukses dari Bos Apple untuk CEO Perusahaan

Tim Cook (CEO Apple) adalah pembicara handal untuk persamaan hak dan perlindungan privasi. Baru-baru ini, Tim Cook berbicang-bincang dengan CNBC dan mengutarakan fokus baru Apple serta kiat Apple menciptakan lapangan pekerjaan di AS.

Cook pun menegaskan ada dua poin penting untuk para pemimpin supada diterapkan di dalam kepemimpinannya

1. Gunakan Jabatan Anda untuk memberikan manfaat kepada orang yang membutuhkannya.

Cook pun menggunakan wewenangnya untuk membantu para pekerja di Amerika Serikat (AS).

“Anda tahu, banyak orang yang bertanya kepada saya, Apakah Apple akan menciptakan lapangan pekerjaan,?,” katanya seperti dikutip CNBC.

“Saya menjawab, perusahaan harus memiliki nilai karena perusahaan merupakan kumpulan orang-orang. Sebaliknya, orang pun harus memliki nilai sehingga dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.

“Saat ini Apple telah menciptakan dua juta lapangan pekerjaan di Amerika. Bayangkan!, dua juta,” ujarnya.

Cook pun menekankan Apple akan terus berkreasi sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi di AS.

“Kami bertanya kepada diri kami sendiri?. Bagaimana cara kami meningkatkan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

“Kami tidak akan puas dengan angka dua juta saja. Kamu pun bisa bertaruh, kami akan kembali merekrut ribuan tenaga kerja di masa depan,” pungkasnya.

Apple pun akan menggunakan dana 1 miliar AS untuk menciptakan lebih banyak fasilitas canggih di AS.

2. Rendah Hati dan Bersyukur

Cook juga mengutarakan bagaiman beruntungnya dia bisa menjabat CEO Apple dan menggantikan Steve Jobs pada 2011. “Saya mencintainya (jabatan ini),” ujarnya.

“Tidak ada kehormatan terbesar di dunia selain bekerja di Apple sekarang ini dan bekerja di orang-orang hebat setiap harinya,” ucapnya.

Untuk menjadi pemimpin yang sukses harus memiliki sifat rendah hati. “Tidak ada hari tanpa saya bersyukur kepada Tuhan,” pungkasnya.

Enam Langkah Menjadi Digital Native Enterprise

Sandra Ng (Group Vice President, Practice Group, IDC Asia Pacific), dalam acara VMware CIO Leadership Forum 2017 di Singapura. [Foto: Liana T/InfoKomputer]
SINGAPURA, InfoKomputer – Transformasi digital bukan sekadar mendigitalisasi korporasi. Transformasi digital adalah mengubah cara perusahaan dan organisasi beroperasi, berinteraksi, dan berinovasi. Dan satu-satunya cara untuk menjadi yang terdepan dalam transformasi digital adalah dengan menjadi digital native enterprise.

“Pada dasarnya, digital native adalah seseorang yang lahir dan dibesarkan di era teknologi digital, sehigga ia begitu akrab dengan komputer, internat, dan digital tool. Dan digital native enterprise adalah enterprise yang jajaran eksekutif maupun karyawannya memercayai, berpikir, dan bertindak seperti seorang digital native,” papar Sandra Ng (Group Vice President, Practice Group, IDC Asia Pacific).

Untuk menjadi sebuah digital native enterprise, karakter digital native harus tertanam dalam DNA perusahaan. Dan bertransformasi menjadi digital native enterprise disebut Sandra Ng sebagai cara untuk meraih posisi terdepan di era ekonomi digital. Bagaimana caranya?

Dalam acara CIO Leadership Forum 2017 yang digelar VMware di Singapura tanggal 3 – 4 Mei 2017 lalu, Sandra mengemukakan digital native enterprise framework yang dapat membantu perusahaan mengakselerasi perjalanan transformasi digitalnya.

[BACA: VMware Ingin Patahkan 5 Mitos di Dunia TI]

Framework yang disusun oleh IDC ini mencakup enam elemen. Elemen pertama mengharuskan perusahaan memahami perubahan model bisnis, “Ada perubahan business model dalam setiap digital disruption yang terjadi,” ungkap wanita yang telah berkecimpung selama 20 tahun di bidang konsultasi teknologi ini.

Sampai dengan tahun 2020 nanti, separuh dari top 1000 perusahaan di Asia akan menggantungkan kesuksesan bisnisnya pada kemampuan menciptakan produk, layanan dan pengalaman yang dimampukan (digitally-enabled) dan ditingkatkan secara digital (digitally-enhanced).

Elemen kedua adalah memahami strategi dan visi transformasi digital, serta mengukur tingkat kematangan organisasi dalam menjalankan transformasi digital.

Di bagian ini, Sandra Ng menyarankan para pemimpin TI memerhatikan sepuluh teknologi akselerator transformasi digital: cloud, mobility, big data analytics, social, IoT, next generation security, 3D printing, VR/AR, cognitive AI, dan robotics. Sementara dari sisi kemahiran, ada macam mastery yang sebaiknya dikembangkan: leadership mastery, relationship mastery, information mastery, operational mastery, dan talent mastery.

Elemen ketiga mengharuskan perusahaan memerhatikan struktur organisasi untuk mendukung transformasi digital. Idealnya, the dream team untuk transformasi digital harus mencakup CEO, CTO, CDO, COO, CIO, dan CFO.

Khususnya untuk CIO, Sandra menekankan bahwa perjalanan menuju digital native enterprise membutuhkan pemimpin TI yang mampu berpikir strategis. Strategic CIO tidak hanya mampu melakukan modernisasi terhadap departemen maupun lingkungan TI perusahaan, tetapi juga dapat menjadi penasihat bagi jajaran manajemen, khususnya tentang teknologi-teknologi terkini.

Inovasi adalah elemen penting dalam transformasi digital dan untuk menjadi digital native enterprise, perusahaan harus mampu menciptakan portofolio inovasi yang berimbang. Di era digital ini, inovasi seringkali diasosiasikan dengan disruptive innovation padahal ini yang paling susah diimplementasikan. Oleh karena itu Sandra menyarankan perusahaan untuk tidak hanya fokus pada inovasi disruptif.

Elemen keempat berbunyi perusahaan harus dapat menyeimbangkan antara inovasi yang bersifat incremental (optimalisasi atau peningkatan produk dan layanan yang sudah ada, dan pengalaman pelanggan); adaptif (inovasi untuk merespon perubahan yang datang dari pelanggan atau pasar); dan disruptif (inovasi untuk mengembangkan produk, layanan, dan pengalaman baru).

Mengenai elemen kelima, Sandra Ng mengatakan bahwa pengembangan produk atau product development juga harus dibenahi ketika sebuah perusahaan bercita-cita menjadi perusahaan berjiwa digital native. Dengan atribut yang berbeda antara pengembangan produk tradisional dan digital, proses tersebut akan sangat sangat berbeda.

Satu contoh saja, pengembangan produk tradisional mempertimbangkan fitur, harga dan ketersediaan sebagai fokus kompetitif. Sementara untuk produk digital, value untuk pelanggan menjadi lebih penting daripada tiga hal tersebut.

Elemen keenam adalah inisiatif dan storyboard bagi para CIO dalam memimpin transformasi digital. Ada lima langkah dalam storyboard tersebut. Dua langkah pertama sangat penting diperhatikan oleh para pemimpin TI: membuktikan departemen TI sebagai organisasi yang kredibel dalam mengelola TI dan menunjukkan kontribusi nyata departemen TI pada kinerja dan pertumbuhan bisnis

Strawberry Weather

Agar lebih siap menghadapi cuaca yang akan datang, sebelum pergi meninggalkan rumah, seseorang bisa melihat prakiraan cuaca. Di zaman internet ini, prakiraan cuaca pun bisa dilihat dengan mudah melalui aplikasi seperti halnya melalui Strawberry Weather.

Aplikasi prakiraan cuaca ini bisa digunakan secara gratis. Namun, ia menawarkan in-app purchase seharga Rp12.300 yang disebut True Experience. True Experience membolehkan pengguna untuk mengaktifkan opsi nearby places.

Jika perangkat Windows 10 yang digunakan dilengkapi dengan GPS, Strawberry Weather bisa menggunakannya untuk mendeteksi lokasi. Namun jika GPS tidak tersedia seperti misalnya pada PC desktop, pengguna bisa menentukan secara manual lokasinya. Selain itu, kondisi cuaca di kota lain juga bisa dicari. Caranya cukup dengan memasukkan kota bersangkutan di kotak pencarian.

Strawberry Weather akan memprakirakan cuaca hari itu dari kota yang dikehendaki. Bila ingin mendapatkan prakiraan cuaca beberapa hari mendatang, aplikasi ini juga bisa menampilkannya. Ia mendukung prakiraan cuaca sampai empat hari mendatang. Untuk satuannya sendiri, pengguna bisa memilih antara metric dan imperial, begitu pula dengan format waktunya. Strawberry Weather pun mendukung notifikasi pada lock screen selain tentunya pada live tile.

Siapakah Pabrikan Tablet Terbesar di Dunia? Bukan Samsung

Portofolio resmi iPad saat ini: iPad mini 4, iPad (2017), iPad Pro 9,7 dan 12,9 inci.

Pelanggan sudah tidak antusias dengan perangkat tablet lantaran permintaannya terus turun.

Perusahaan riset IDC melaporkan para pabrikan komputer mengirimkan sebanyak 36,2 juta unit tablet pada kuartal pertama 2017, turun dari 39,6 juta unit tablet yang terjual pada kuartal pertama 2016.  Permintaan perangkat tablet terus turun 8,5 persen dari tahun ke tahun.

Apple tetap bertengger di puncak pabrikan tablet terbesar dunia dengan varian iPadnya. Apple mampu menjual iPad sebanyak 8,9 juta unit selama tiga bulan sejak Januari hingga akhir Maret pada tahun ini.

“Dengan ini, Apple mengalami penurunan pengiriman tablet selama 13 kuartal berturut-turut, meski masih menjadi pemimpin pasar pada Q1 2017,” kata IDC dalam pernyataan resminya.

Apple pun menguasai pangsa pasar tablet sebesar 24,6 persen pada kuartal pertama tahun ini. Pencapaian itu turun 1 persen dibandingkan dengan pangsa pasar iPad pada tahun lalu yang mencapai 25,9 persen.

“Hasil ini menunjukkan bahwa Apple sekalipun tidak kebal terhadap perubahan dinamika industri dan permintaan pasar,” ujar IDC seperti dikutip Venture Beat.

Dulu, iPad merupakan bagian penting dari produk Apple. Tidak hanya itu, iPad juga memberikan kontribusi yang cukup besar pada pendapatan perusahaan.

Namun, beberapa tahun belakangan, konsumen lebih tertarik dengan tablet berharga murah dan perangkat hibrida, perangkat yang bisa digunakan sebagai laptop dan tablet.

Laporan IDC tentang tablet pada kuartal pertama 2017

Di bawah Apple, ada Samsung yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 16,5 persen dengan penjualan Galaxy Tab sebanyak 6 juta unit. Angka itu turun 1,1 persen dari penjualan tahun sebelumnya.

Di posisi ketiga, ada Huawei yang menguasai pangsa pasar tablet sebesar 7,4 persen dengan pengiriman sebanyak 2,7 juta unit pada kuartal pertama 2017.

Selain itu, ada Amazon dan Lenovo yang masing-masing menempati posisi keempat dan kelima. Amazon menjual 2,2 juta tablet dengan penurunan 1,8 persen dari kuartal pertama 2016.

Lenovo mengalami penurunan penjualan hingga 3,8 persen. Pada awal tahun ini, Lenovo cuma mengapalkan tablet sebanayk 2,1 juta unit dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu yang mencapai 2,2 juta unit.

Mau ke AS, Pemohon Visa Harus Serahkan Informasi Sosial Media 5 Tahun terakhir

Ilustrasi Imigrasi AS

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kementerian Luar Negerinya resmi mewajibkan pemohon visa untuk memberikan informasi tentang informasi sosial media yang mereka gunakan selama 5 tahun terakhir.

Kebijakan itu merupakan janji kampanye Donald Trump (Presiden AS) yang memperketat pengurusan visa bagi turis atau pekerja yang ingin masuk ke AS.

“Kami mewajibkan lampiran identitas sosial media dan platform lainnya walaupun data itu sudah terkumpul di Department of Homeland Security. Kami tidak akan meminta password dan kami tidak melayani pencari visa lewat sosial media,” kata Kementerian Luar Negeri AS seperti dikutip IB Times.

Kementerian Luar Negeri AS menegaskan petugas konsulat tidak akan meminta password media sosial dan tidak akan menggangu privasi pengguna di platform media sosial.

“Petugas konsulat tidak akan langsung berinteraksi dengan pengguna di media sosial dan tidak akan menggangu serta merusak hak privasi penggunanya,” ujarnya.

Ketika seseorang memohon sebuah visa, mereka juga akan ditanyakan tentang pekerjaan, catatan perjalanan dan alamat selama 15 tahun terakhir termasuk nama, tanggal lahir saudara kandung, anak-anak, pasangan di tambah nomor telepon dan alamat email.

GoodTask 3

Anda yang memiliki berbagai kegiatan dengan jadwal yang padat bisa menggunakan aplikasi yang satu ini untuk mengatur kegiatan dan task yang dimiliki. GoodTask 3 memungkinkan Anda sang pengguna iOS untuk mengintegrasikan task dan jadwal dengan reminder dan calendar yang ada di perangkat.

Pemanfaatan aplikasi yang membutuhkan iOS 9 atau yang lebih baru untuk bisa digunakan ini, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Apakah hanya melakukan pencatatan ringan atau mencatat dan mengatur manajemen proyek yang lebih lengkap.

Fitur di aplikasi ini juga termasuk “smart list” yang memungkinkan Anda untuk memilih pengingat dari daftar task dan calendar, juga menambahkan filter sesuai prioritas atau teks dan tag tertentu. Jika fasilitas yang ditawarkan dirasa kurang, aplikasi ini menyediakan fasilitas in app purchase untuk fitur yang lebih lengkap.

Akhirnya, Google Bayar Denda Pajak Rp4 Triliun ke Italia

Ilustrasi Google Tolak Pajak

Akhirnya, Google setuju membayarkan denda pajak senilai 306 juta euro atau sekitar Rp4,4 triliun kepada pemerintah Italia.

Pada 2016, Pemerintah Italia menuduh Google menunggak membayar pajak senilai 1 miliar euro dari 2009 – 2013.

“Selain membayar pajak yang sudah dibayarkan ke Italia selama tahun-tahun, Google juga akan membayar uang tambahan sebesar 306 juta euro,” kata juru bicara Google seperti dikutip Telegraph.

Sejumlah negara di Eropa termasuk Italia menuduh Alphabet, perusahaan induk Google mengemplang pajak dengan cara memindahkan pemasukannya dari negara dengan pajak tinggi ke Irlandia yang pajaknya rendah.

Alphabet berkilah bahwa perusahaannya sudah mengikuti setiap aturan pajak di semua negara tempat mereka beroperasi.

Bagaimana dengan Indonesia

Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI) mengatakan pemerintah Indonesia masih menunggu Google Asia Pacific Pte Ltd untuk menepati janjinya membayar tunggakan pajak sampai akhir April 2017.

“Pada April ini kan bulan terakhir mereka menyampaikan,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan manajemen Google terus berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait jumlah tunggakan yang harus dibayarkan dari hasil berbisnis di Indonesia.

“Mereka berdiskusi dengan kantor pajak mengenai target penghitungannya. Beberapa kali mereka dengan kantor pajak sudah mendiskusikan, jadi saya yakin akan cukup baik,” tegasnya.

Dalam dokumen pajak auditan Ernst & Young LLP yang dirilis 11 Februari 2016, Google Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp187,5 miliar dan membayar pajak kepada pemerintah sebesar Rp5,2 miliar. Angka tersebut setara dengan 25 persen dari penghasilan kena pajak sebesar Rp20,88 miliar.

Pembayaran pajak Google tahun 2015 turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,7 miliar dari penghasilan kena pajak sebesar Rp30,7 miliar.

Sementara, kantor regional Google di Singapura yaitu Google Asia Pacific Pte. Ltd membukukan total pendapatan US$109,2 juta yang didapat dari klien di Indonesia sepanjang 2015.

Tim F1 McLaren akan Rekrut Pembalap FI dari Kontes Video Game

Ilustrasi Pembalap McLaren F1

Tim Formula Satu McLaren Formula akan membuat simulator video game mobil F1 terbaru dengan bantuan Darren Cox, orang yang berada di belakang GT Academy Nissan untuk membuat video game virtual.

Setelah itu, McLaren dan Logitech akan meluncurkan kompetisi “World’s Fastest Gamer”. McLaren akan memberikan kontrak satu tahun kepada pemenang utama untuk bergabung ke dengan tim McLaren F1.

“(GT Academy) sangat sukses dan kami melihat banyak potensi pembalap di dunia virtual. Uniknya, kemampuan itu bisa ditransfer ke kehidupan nyata,” kata Cox seperti dikutip The Verge.

Simulator memegang perna penting di balik layar tetapi simulator kali ini khusus untuk F1. Selama kompetisi balapan F1, setiap data dalam ajang sesi uji coba akan dikirim ke markas pusat McLaren.

Kemudian, para pembalap bisa mempelajari hasil data tersebut dan meningkatkan kemampuannya menjelang sesi kualifikasi.

“Secara tradisional, McLaren mencari pembalap F1 yang mengerti dengan dunia teknikal. Kami akan merubah kebiasaan itu dengan mencarinya di dunia virtual,” ujarnya.

Karena itu, McLaren mengharuskan juara utama harus mampu mendemostrasikan kemampuan teknikal dan kemampuan serta menunjukan mental serta kekuatan fisik.

Kompetisi itu akan melibat 10 orang di dalam pit yang akan bertarung satu sama lainnya. Kompetisi itu akan berlangsung pada musim gugur ini di McLaren Technology Center.

Usemon

Setiap orang memiliki kriteria masing-masing dalam memilih smartphone. Ada yang mendasarkan pilihannya pada hal yang secara fisik tampak seperti kamera dengan resolusi tinggi, layarnya besar, atau karena kapasitas baterainya yang besar. Namun di sisi lain, ada pula yang menjatuhkan pilihan pada hal yang lebih “tak kasat mata” seperti kinerja prosesor.

Bagi orang-orang yang termasuk ke dalam golongan terakhir ini, ada alat bantu yang bisa meyakinkan mereka bahwa kinerja prosesor yang mereka pilih sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi. Alat bantu itu adalah aplikasi bernama Usemon.

Aplikasi ini relatif sederhana, wujudnya hanyalah menampilkan grafik kinerja prosesor sebuah smartphone. Aplikasi Usemon itu sendiri tidak membebani sistem dan mengambil informasi kinerja prosesor tersebut langsung dari kernel.

Usemon akan memonitor kinerja dari CPU, memori utama, ruang simpan, baterai, serta GPU (hanya untuk Adreno). Pemantauan terhadap prosesor dilakukan per core.

Meski sederhana, Usemon tetap menyediakan beberapa opsi pengaturan aplikasi, misalnya untuk mengatur warna grafik, satuan suhu (Celcius atau Fahrenheit), serta apakah Usemon akan dijalankan saat startup atau tidak. Usemon juga akan menampilkan grafik pada area notifikasi.

Review Smartphone