11 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 11, 2017

Speaker Pintar Harman Kardon Invoke Usung Teknologi Cortana Terbaru

Harman Kardon Invoke

Harman Kardon resmi memperkenalkan speaker cerdas Invoke yang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) Microsoft Cortana.

Speaker pintar Invoke menawarkan bentuk melingkar dan menyuguhkan suara 360 derajat berkat bentuknya yang silinder.

Speaker pintar itu juga mampu melakukan dan menerima panggilan via Skype sekaligus menjadi pembeda dari dua pesaingnya yaitu Google Home dan Amazon Echo.

Harman Karwdon akan memamerkan Invoke pada ajang konferensi Microsoft Build dan baru menjualnnya pada kuartal tiga tahun ini. Speaker Invoke menawarkan warna hitam dan perak.

Selain asisten digital pribadi Microsoft Cortana, Invoke juga akan menggunakan sistem operasi Linux versi 3.8.13 seperti dikutip Phone Arena.

PM Winarno Memaknai 30 Tahun Kontribusi InfoKomputer untuk Dunia TI Indonesia

PM Winarno (Research Director, UMN/Mantan Redaktur Pelaksana InfoKomputer). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Peran penting InfoKomputer di dunia TI Indonesia bisa terbayang dari penuturan PM Winarno. Sebagai Redaktur Pelaksana saat majalah ini pertama terbit, pria yang akrab dipanggil Mas Win ini menjalani lika-liku perjalanan InfoKomputer di awal pengembangannya.

“Tiga puluh tahun lalu, industri media massa berada di bawah rezim Orde Baru,” cerita Mas Win. Untuk bisa menerbitkan media massa seperti koran dan majalah, penerbit harus meminta SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) dari Departemen Penerangan. “Dan untuk memperoleh SIUPP itu sulitnya bukan main,” kenang Mas Win.

InfoKomputer sendiri mengurus SIUPP mulai tahun 1995 dan baru mendapatkannya di tahun 1997. Keberhasilan meraih SIUPP itu pun tak lepas dari posisi InfoKomputer yang bergabung di Kompas Gramedia Group.

Selain izin yang ketat, pemerintah kala itu juga melakukan berbagai pembatasan dalam pemberitaan dan bisnis media massa. Misalnya pemberitaan tidak boleh mengkritik pemerintah. Dari segi bisnis, jumlah halaman iklan tidak boleh lebih dari sepertiga total jumlah halaman. Jumlah halaman koran pun ditentukan sesuai SIUPP dan tidak boleh ditambah seenaknya sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk bagi-bagi rejeki dengan koran lain.

Beruntung, InfoKomputer tidak terlalu mengalami kesulitan dalam pemberitaan, mengingat pemberitaannya tidak bersinggungan dengan masalah politik. Jumlah halaman juga tidak terlalu menjadi perhatian pemerintah, mengingat kala itu persaingan media massa di industri komputer tidak terlalu terasa.

Kontribusi ke Ekosistem

Ketika internet belum berkembang seperti sekarang, kanal untuk mendapatkan informasi di dunia TI memang masih terbatas. Mayoritas pembaca menyandarkan informasinya ke media massa dan pameran komputer. Kedua area ini pun kemudian ditangkap InfoKomputer.

Bekerjasama dengan Dyandra, InfoKomputer menyelenggarakan pameran komputer bernama JACEX (Jakarta Computer Expo) di tahun 1995. Melalui pameran dan seminar seputar dunia TI, JACEX pun menjadi wadah bagi industri TI pun berbagi informasi. Acara ini pun kemudian menjadi cikal bakal pameran komputer saat ini, seperti Indocomtech dan Mega Bazaar.

Peran InfoKomputer di industri TI juga kian erat berkat laporan awal tahunnya yang menyorot industri TI. “Kami mewawancarai vendor-vendor besar di Indonesia, yang kemudian kami olah menjadi statistik bisnis komputer di Indonesia,” cerita Mas Win.

Data ini kemudian menjadi acuan pelaku industri TI di Indonesia untuk memproyeksi kondisi bisnis di tahun tersebut. Berkat data ini pula, Mas Win sering diundang ke rapat distributor untuk berbagi proyeksi. “Ke Lampung, Bali, sampai Bangkok,” kenang Mas Win.

Di era 1990-an, InfoKomputer juga rutin merilis Katalog Komputer Indonesia. Di dalam katalog ini, terdaftar seluruh toko komputer yang ada di Indonesia. Berkat katalog ini, konsumen yang ingin membeli produk TI di area tertentu bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah. Inisiatif kreatif ini bahkan mendapat apresiasi khusus dari PCWorld yang kemudian menirunya di negara lain.

InfoKomputer memang memiliki ikatan khusus dengan raksasa media IT, PCWorld, melalui sindikasi yang pernah dijalin pada tahun 1994. “Berkat sindikasi ini, InfoKomputer memiliki tampilan yang lebih profesional dan semakin melejit tirasnya,” ungkap Mas Win. Sindikasi ini juga membuka akses bagi InfoKomputer untuk berhubungan dengan vendor perusahaan teknologi internasional.

Kepercayaan Industri

Kepercayaan industri TI kepada InfoKomputer tecermin saat Microsoft merilis MS Works di Indonesia. Sekadar mengenang, MS Works adalah suite pengolah dokumen yang lebih sederhana dibanding Microsoft Office.

Kala itu, MS Works mencoba menyaingi IBM Lotus Symphony yang duluan hadir. Agar memiliki keunggulan kompetitif, InfoKomputer pun diminta menerjemahkan setiap menu yang ada di MS Works ke Bahasa Indonesia. “Saya ingat dulu saya kerjanya langsung dengan programmer Microsoft,” kenang Mas Win.

Namun dari pengalaman panjang di dunia media TI, Mas Win menganggap pengalaman paling tak terlupakan adalah ketika mendapat kesempatan mewawancarai langsung Bill Gates. “Waktu itu saya mewawancarai beliau di Taiwan,” cerita Mas Win. InfoKomputer kemudian juga dipercaya menerjemahkan buku Bill Gates berjudul The Road Ahead.

Buku “The Road Ahead” karya Bill Gates.

Melalui buku tersebut, Bill Gates menggambarkan dunia teknologi di masa depan. Salah satu poin yang Mas Win ingat betul adalah munculnya era friction-free business. “Maksudnya adalah lenyapnya dealership karena konsumen bisa langsung membeli ke pembuat produk,” ungkap pria ramah ini. Era tersebut benar terjadi saat ini, ketika teknologi digital membuat penjual dan pembeli praktis bisa langsung berhubungan.

Mas Win sendiri saat ini menjadi Research Director di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), perguruan tinggi di bawah Kelompok Kompas Gramedia. Keterlibatannya di dunia pendidikan tidak lepas dari passion-nya selama ini untuk berbagi ilmu.

Keterlibatannya di InfoKomputer pun sebenarnya tidak lepas dari keinginannya berbagi ilmu dengan pembaca. Karena itu Mas Win pun berharap, kontribusi InfoKomputer untuk dunia TI akan terus berlanjut. “Sebagai media, InfoKomputer harus terus memberi makna terhadap kemajuan dunia IT Indonesia,” Mas Win berharap.

Artikel ini merupakan bagian dari Cover Story spesial wawancara 30 tokoh TI nasional dalam rangka ulang tahun ke-30 InfoKomputer. Temukan artikel lengkapnya di sini dan di sini.

Berapa Banyak Korban Kejahatan Siber di Indonesia?

Perusahaan keamanan digital Kaspersky Lab baru saja merilis Kaspersky Security Index terbaru yang melaporkan seperangkat indikator yang menyediakan evaluasi tingkat risiko bagi pengguna internet di seluruh dunia.

Laporan indeks berdasarkan survei online kepada pengguna Internet di seluruh dunia. Pada 2016, sebanyak 17.377 responden dari 28 negara ikut dalam survei ini, berdasarkan siaran persnya, Kamis.

Dalam indeks tersebut, Indonesia menunjukkan sebanyak 58 persen pengguna tidak sadar bisa menjadi sasaran dari penjahat siber.

Ada 36 persen pengguna tidak menggunakan solusi perlindungan pada semua perangkat terkoneksi milik mereka, dan 58 persen dari mereka yang disurvei terkena dampak dari ancaman siber dalam beberapa bulan terakhir.

Di Indonesia, persentase korban kejahatan siber juga tetap berada di tingkat yang sama (58 persen). Jumlah akun online milik pengguna yang mengalami peretasan turun dari 19 persen menjadi 16 persen.

Namun, mengalami peningkatan pada beberapa jenis ancaman lainnya seperti serangan ransomware (9 persen), kebocoran data oleh pihak ketiga (8 persen), peretasan perangkat (8 persen) dan data dicegat saat menggunakan perangkat / terkoneksi (8 persen).

Sedangkan, biaya untuk menghilangkan konsekuensi dari infeksi malware menurun dari USD51 (Rp67 ribu) menjadi USD39 (Rp51 ribu).

Vivo Resmi Luncurkan Vivo V5s dengan Kamera Selfie Canggih, Berapa Harganya?

Ilustrasi Vivo V5s

Vivo resmi meluncurkan smartphone Vivo V5s yang menawarkan kamera selfie beresolusi tinggi sebesar 20 megapixel dan menyasar kelas menengah.

“Kami masih mengandalkan kamera depan sebesar 20 megapixel pada Vivo V5s,” kata Kenny Chandra (Product Manager PT Vivo Mobil Indonesia) di Jakarta, Rabu.

Vivo V5s mengusung layar 5,5 inci dengan resolusinya 1.280 x 720 pixel (HD) dan lapisan kaca anti gores Gorilla Glass 3, chip MediaTek MT6750 dengan CPU octa core, RAM 4 GB, dan media internal 64 GB serta tambahan kartu microSD hingga 256 GB.

Vivo V5s mengusung kamera belakang 13 megapixel dengan LED flash, pemindai sidik jari, baterai 3.000 mAh, dukungan dual SIM card, serta OS Android 6.0 Marshmallow dan antar muka UI Funtouch OS 3.0.

Vivo V5s menawarkan fitur New Soft Light yang mengeluarkan cahaya dari layar depan untuk menerangi wajah pengguna ketika mengambil gambar. New soft light juga mengeluarkan cahaya yang lebih natural dan halus.

“Fitur selfie softlight membuat hasil foto jadi lebih baik dan lebih natural,” ujarnya.

Kemudian, ada fitur Fingerprint Launch yang dapat mengaktifkan ponsel dalam keadaan terkunci dengan sensor sidik jari. Kemudian, Vivo V5S memiliki App Clone yang membuat pengguna bisa memiliki dua akun pada media chatting, seperti WhatsApp, Line, atau BBM.

Di Indonesia, Vivo membanderol V5s dengan harga Rp3,8 juta dan tersedia dengan warna Gold dan Rose Gold. Pemesanan Vivo V5s sudah bisa dilakukan sampai dengan tanggal 12 Mei 2017 di JD.ID maupun di Vivo Store seluruh Indonesia.

TKDN dan R&D

Oppo memastkan telah memenuhi peraturan pemerintah terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

“Kami memenuhi peraturan Pemerintah soal TKDN yang saat ini telah mencapai 32 persen. Kami menjadi satu-satunya pabrikan smartphone yang mampu menembus peraturan regulasi Pemerintah,” kata James Wang (CEO Vivo Indonesia).

Vivo pun berencana membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia dan Indonesia akan menjadi pusat riset dan pengembangan Vivo yang kedelapan di dunia. Ada tujuh pusat riset Vivo lainnya berlokasi di beberapa kota di Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Pasar di Indonesia itu besar, karakter orang pakai ponsel juga berbeda-beda di masing-masing negara. Karena itu, kami ingin membangun pusat riset dan pengembangan di Indonesia (R&D) untuk mengetahui keinginan konsumen,” ujar Kenny.

Kenny mengatakan R&D Vivo di Indonesia akan fokus mengembangkan software. “Untuk pusat riset (di Indonesia), lebih jauh untuk pengembangan software,” jelasnya.

Apa Smartphone Paling Laris di Dunia? Bukan Samsung

Samsung memang pabrikan smartphone terbesar di dunia pada kuartal pertama tahun ini. Namun, bukan berarti smartphone Samsung yang paling banyak terjual pada kuartal lalu.

Ternyata, iPhone 7 adalah smartphone paling terlaris pada kuartal lalu. Hal itu berdasarkan lembaga riset Strategy Analytics pada kuartal pertama 2017 seperti dikutip CNBC.

Lembaga riset Strategy Analytics melaporkan pengiriman smartphone pada kuartal pertama 2017 sebanyak 353 juta unit ke seluruh dunia, naik 6,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Ada lima smartphone terlaris Januari – Maret 2017. Pada kuartal pertama 2017, Apple mengirimkan iPhone 7 sebanyak 21,5 juta unit dan iPhone 7 Plus sebanyak 17,4 juta unit.

Kedua smartphone flagship itu memiliki pangsa pasar sebesar 6,1 persen dan 4,9 persen. Di peringkat ketiga, ada Oppo yang berhasil mengapalkan smartphone Oppo R9s sebanyak 8,9 juta unit dan membuat smartphone R9s memiliki pangsa pasar 2,5 persen.

Barulah, Samsung menduduki peringkat keempat dan lima dengan dua smartphone Samsung yaitu J3 (2016) dan J5 (2016).

Samsung berhasil mengapalkan J3 sebanyak 6,1 juta unit dan J5 sebanyak 5 juta unit. Pangsa pasar smartphone J3 dan J5 sendiri sebanyak 1,7 persen dan 1,4 persen.

Tentunya, daftar itu penjualan smartphone terlaris itu akan berubah pada kuartal kedua 2017. Strategy Analytics akan merilis laporan pengapalan smartphone pada kuartal kedua 2017 sekitar akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Ada Berapa Pengguna Aktif Windows 10 di Dunia?

Popularitas sistem operasi Windows terus menanjak dan mendapatkan respon positif dari pasar. Hingga saat ini, sistem operasi Windows 10 sudah memiliki 500 juta pengguna aktif dari seluruh dunia.

Padahal, pengguna aktif Windows 10 baru mencapai 400 juta pengguna pada September tahun lalu atau delapan bulan setelah peluncuran.

“Microsoft sendiri menargetkan Windows 10 sebanyak 1 miliar perangkat pada 2018,” kata Satya Nadella (CEO Microsoft) seperti dikutip CNET.

Microsoft baru mencapai setengah dari target dan optimis bisa mengejar sisa targetnya hingga akhir tahun ini. Salah satu faktor yang membuat pengadopsian Windows 10 sangat cepat karena Microsoft memberikan Windows 10 tersedia sebagai upgrade gratis.

Dalam ajang Build 2017, Nadella mengumumkan asisten digital besutan Microsoft Cortana yang telah dipakai oleh 140 juta pengguna tiap bulannya.

Sementara itu pengguna Office 365 sudah sebanyak 100 juta pengguna di kalangan bisnis tiap bulannya. Layanan komputasi awan Microsoft sudah digunakan sebanyak 90 perusahaan.

Bos OLX Daniel Tumiwa Mengundurkan Diri

Daniel Tumiwa. (Kredit: idEA)

Daniel Tumiwa resmi meletakan jabatannya sebagai CEO OLX.

“OLX telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Keberadaan OLX memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan transaksi yang saling menguntungkan,” kata Daniel Tumiwa dalam siaran persnya, Kamis.

Sejak Tokobagus bergabung dengan Berniaga pada 2015 menjadi OLX, pertumbuhan pengguna OLX terus meningkat.

OLX telah mencapai rekor baru dengan 1,1 juta pengguna aktif Android harian setelah peluncuran aplikasi Android terbaru pada awal 2017.

Daniel mengatakan posisi OLX di kategori iklan baris online semakin kuat dan OLX akan terus menjadi pelopor di kategori ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim OLX Indonesia yang telah bekerja keras dan menjadikan OLX sebagai sebuah platform iklan baris yang dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh pengguna,” pungkas Daniel.

“Saya yakin, OLX Indonesia akan terus memimpin kategori iklan baris online di Indonesia” ujar mantan Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA).

Daniel Tumiwa akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai CEO OLX Indonesia hingga akhir bulan Mei 2017. Ke depannya, dia akan menjadi Strategic Advisor untuk OLX Indonesia.

Review Smartphone