18 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 18, 2017

Grab Berencana Cetak 5 Juta Wirausahawan Mikro Tahun Depan

(kiri ke kanan) John Riady, Director Lippo Group, Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, Albert Lucius, CEO & Co-founder Kudo, Rudiantara, Menteri
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Anthony Tan, Group CEO & Co-founder Grab, dan Agung Nugroho, COO & Co-founder Kudo berfoto bersama di konferensi pers Grab 4 Indonesia.

Grab hari ini mengumumkan perkembangan master plan 2020 “Grab 4 Indonesia” yang pertama kali dirilis tahun lalu. Grab saat ini telah membuka pusat R&D di Jakarta dengan ratusan engineer dan melakukan finalisasi integrasi atas Kudo, startup O2O asal Indonesia.

Grab juga berambisi mencetak 5 juta wirausawahan mikro di Indonesia pada 2018 dan meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia hingga ratusan orang hingga akhir tahun ini.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) mengatakan kolaborasi Grab dan startup lokal Kudo dengan membangun pusat R&D di Jakarta untuk mendorong kemajuan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Pengembangan R&D di Jakarta adalah contoh nyata bahwa tenaga engineer di Indonesia merupakan tenaga yang unggul dan dapat berperan untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di area teknologi informasi di Asia Tenggara,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Grab pun telah mengucurkan sejumlah investasi ke dalam Grab 4 Indonesia dan memiliki tanggung jawab untuk berbagi keterampilan teknologi terdepan dan membentuk talenta engineering lokal yang mumpuni.

Pusat R&D di Jakarta

Grab mengumumkan secara resmi pembukaan pusat R&D di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta. Pusat R&D Grab terbaru itu melengkapi jaringan pusat R&D global yang terletak di Bangalore, Beijing, Ho Chi Minh City, Seattle dan Singapura.

“Para engineer Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi-inovasi lokal bersama dengan para ahli teknologi yang merupakan alumni dari perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Facebook dan Microsoft,” ujar Anthony Tan (Group CEO dan Co-founder, Grab).

Pusat R&D Jakarta akan menampung lebih dari 200 engineer pada akhir 2017 dan mengembangkan lahan yang tengah ditempati Kudo untuk membangun kompleks seluas 4.500 meter persegi.

Ridzki Kramadibrata (Managing Director, Grab Indonesia) mengungkapkan pemerintah Indonesia memberikan kemudahan bagi kalangan pengusaha untuk mengembangkan usahnya dan menjadikan ekonomi digital sebagai kekuatan Indonesia di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya ini dengan membangun kapabilitas teknologi yang nyata di Indonesia. Kami percaya diri bahwa kami di dapat berbagi beragam inovasi yang diciptakan pusat R&D kami di Jakarta secara global,” pungkasnya.

Layanan Star Cloud Paling Murah, Hanya Rp136 Ribu Per Bulan

Telkomsigma meluncurkan solusi public cloud Star Cloud yang menyasar Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan harga yang terjangkau dan keamanan yang terjamin.

Telkomsigma menggelontorkan investasi senilai Rp 90 miliar untuk menghadirkan solusi Star Cloud.

Judi Achmadi (CEO Telkomsigma) mengatakan layanan Star Cloud menjawab kebutuhan pasar retail dan kalangan UKM yang menawarkan harga terjangkau untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Kami luncurkan solusi cloud Star Cloud untuk menjawab kebutuhan pasar retail dan UKM yang membutuhkan infrastruktur yang efisien dengan harga terjangkau. Kunci dari solusi ini adalah simple,” katanya dalam ajang Cloud Day 2017 di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Kamis (18/5).

Telkomsigma memberikan beberapa paket layanan Star Cloud dengan harga termurahnya yaitu Rp136 ribu perbulan dan solusi Star Cloud sudah mengedepankan sisi keamanannya. Data Center Telkomsigma sudah tersertifikasi Tier III sehingga terjamin keamanannya.

Star Cloud juga menawarkan Data Center yang Always On dan Secured, Data Center seluas 200.000 meter persegi, unlimited bandwidth dan system payment yang dapat dilakukan secara online dan offline.

Judi menyebutkan Indonesia memiliki potensi UKM Indonesia besar dan mencapai lima juta saat ini. Star Cloud menargetkan 100 ribu subscriber dapat tercapai hingga Mei 2018.

“Kami menargetkan UKM yang bergerak di bidang fashion, kuliner, dan kerajinan yang membutuhkan gambar tinggi. Ini pasar yang sangat potensial,” ujarnya.

“Contohnya fesyen. Mereka butuh lebih banyak menampilkan gambar-gambar berkualitas tinggi,” paparnya.

Kalah Populer, MP3 Ditinggalkan oleh Pembuatnya

Seiring menjamurnya layanan streaming musik dan perkembangan teknologi, pilihan format untuk dokumen musik digital makin beragam. Dulu dan sampai sekarang, file MP3 memang sangat populer.

Tetapi, popularitas itu kian meredup karena banyak penikmat musik yang lebih menyukai format encoding audio lainnya, seperti AAC dan OGG, yang menawarkan kualitas suara lebih bagus dengan ukuran file yang tidak begitu besar.

Karena kalah populer dengan format audio lainnya, MP3 pun sekarang sudah ditinggalkan oleh pembuatnya.

Seperti dilansir CNBC, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, lembaga penelitian asal Jerman yang mendanai pengembangan teknologi MP3, telah menarik program lisensi untuk penggunaan beberapa hak paten terkait MP3.

Sebelumnya, program ini sudah berlangsung selama hampir dua puluh tahun, sejak MP3 pertama kali ditemukan pada tahun 1987.

Tim penemu teknologi MP3 dari Fraunhofer Institute, Jerman.

“MP3 memang masih populer digunakan konsumen, tetapi perkembangannya kalah cepat dengan codec audio lainnya yang lebih efisien dan canggih,” kata juru bicara Fraunhofer dalam keterangan pers.

“Layanan media hiburan seperti streaming atau stasiun TV dan radio sekarang lebih banyak memakai codec ISO-MPEG modern, seperti AAC dan MPEG-H. Format itu bisa menghasilkan kualitas audio yang lebih tinggi dengan bitrate lebih rendah ketimbang MP3,” paparnya.

Format codec audio AAC sendiri juga dikembangkan oleh Fraunhofer dan sudah umum digunakan pada perangkat dan layanan musik populer, misalnya iTunes, YouTube, Nintendo, dan Nokia.

Tertarik mengetahui sejarah MP3? Anda bisa membacanya di situs ini: https://www.mp3-history.com atau menonton video singkat ini:

https://www.youtube.com/watch?v=HdRdTQVBxi4

Inikah Wujud iPhone 8 yang Akan Dirilis September Nanti?

Bocoran wujud bagian depan iPhone 8. [Foto: BGR]
Setelah Samsung Galaxy S8 dan S8+ resmi dipasarkan, sekarang giliran publik menunggu-nunggu smartphone premium berikutnya yang bakal dirilis Apple, yaitu iPhone 8.

Sudah banyak bocoran informasi mengenai desain, spesifikasi, dan fitur yang bakal dimiliki iPhone 8. Namun, baru-baru ini situs BGR menerbitkan beberapa foto yang diklaim eksklusif menampilkan wujud sesungguhnya dari iPhone 8.

Terlihat dari foto-foto itu, sejumlah rumor yang beredar belakangan ini memang terbukti benar. Antara lain rumor tentang penggunaan layar OLED, hilangnya tombol home fisik, ukuran layar yang lebih besar dan nyaris tanpa bingkai (bezelless), serta material bodi yang terbuat dari baja tahan karat dan panel kaca 2.5D (stainless steel).

Sayangnya, keberadaan fitur pemindai sidik jari TouchID yang tertanam di bawah layar depan belum bisa dikonfirmasi. Pasalnya, foto yang diunggah BGR tidak menunjukkan indikasi mengenai hal tersebut.

Bocoran wujud bagian belakang iPhone 8. [Foto: BGR]
Tetapi, memang tidak terlihat adanya pemindai sidik jari di bagian belakang, seperti yang disematkan Samsung pada Galaxy S8 dan dikritik sebagian orang. Di bagian belakang, hanya terlihat modul kamera di pojok kiri atas dengan dua lensa yang disusun vertikal.

Selain itu, iPhone 8 ini juga tidak memuat audio jack 3,5 mm, sama halnya dengan iPhone 7 dan 7 Plus.

Sebagai informasi, iPhone 8 yang dimuat dalam foto dari BGR adalah versi model contoh (dummy) dan bukan perangkat operasional. Sehingga bisa saja desain akhir iPhone 8 berubah atau berbeda dari model contoh ini.

Akan lebih meyakinkan apabila kita menunggu bocoran desain casing iPhone 8 yang biasanya dibuat oleh pabrikan seperti Ghostek dan Spigen. Karena jika casing-nya sudah dibuat, hampir dapat dipastikan bahwa desain ponsel yang dimaksud sudah final, seperti kasus yang terjadi pada Galaxy S8.

WannaCry: Ransomware yang Gagal Total

Dengan keberhasilan menginfeksi 230 ribu komputer di 150 negara, WannaCry bisa dibilang ransomware paling sukses selama ini. Akan tetapi jika ditilik dari sisi finansial, WannaCry sebenarnya bisa dibilang gagal total.

Hal ini bisa dilihat dari jejak uang digital bitcoin yang mengalir ke pembuat WannaCry. Saat menyandera komputer di seluruh dunia, pembuat WannaCry mencantumkan tiga alamat bitcoin sebagai “rekening” pembayaran uang tebusan. Menurut perhitungan Elliptic, perusahaan yang menelusuri pergerakan bitcoin, ketiga rekening tersebut “hanya” mendapatkan US$80 ribu.

Padahal, nilai tebusan yang diminta saat WannaCry menyandera komputer pertama kali adalah US$300. Nilai tebusan kemudian meningkat dua kali lipat jika dalam tiga hari, korban tidak mau membayar. Dengan asumsi tiap korban membayar US$300, berarti hanya sekitar 267 korban (atau 0,11%) korban WannaCry yang membayar uang tebusan.

Nilai yang didapat WannaCry juga jauh lebih kecil dibanding pendapatan ransomware lain. Ransomware Locky, misalnya, mendapatkan uang tebusan sampai US$120 juta. Ransomware lain yang berhasil meraup untung besar antara lain adalah Cryptowall (US$100 juta), CryptXXX (US$73 juta), dan Cerber (US$54 juta). Jelas terlihat, pencapaian finansial WannaCry sangat jauh dibandingkan ransomware lain.

Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa penyebabnya. Salah satunya adalah pemberitaan terkait WannaCry yang masif, sehingga banyak pihak langsung menyadari isu ini. Penyebab lain adalah penyebaran WannaCry terjadi di hari Jumat, sehingga ada jeda akhir pekan yang memberi waktu perusahaan untuk melakukan langkah preventif. Dan pihak berwajib seperti FBI dan SIRTII juga terus mendorong korban ransomware untuk tidak membayar uang tebusan agar tidak ada insentif bagi hacker untuk membuat ransomware di kemudian hari.

Meski sudah mendapatkan bitcoin yang diinginkan, pembuat WannaCry pun harus berpikir keras untuk mencairkan bitcoin tersebut menjadi uang “betulan”. Besarnya sorotan terhadap insiden WannaCry membuat rekening penampung uang tebusan tersebut kini mendapat pantauan khsusu pihak berwajib. Hal ini yang mungkin menjelaskan mengapa bitcoin yang ada di tiga rekening penampung tersebut sampai saat ini belum pernah dipindah-pindah.

Pendek kata, WannaCry memang berhasil mencuri perhatian dunia akibat aksinya. Namun jika bicara keuntungan finansial, WannaCry bisa dibilang gagal total.

Selain Siri, Perangkat iOS Kini Punya Google Assistant

Ilustrasi Google Assistant

Google akan meluncurkan aplikasi Google Assistant untuk perangkat berbasis iOS. Sebelumnya, aplikasi Google Assistant sudah tersedia untuk semua perangkat berbasis Android.

Google Assistant untuk iOS hanya akan tersedia di Amerika Serikat dan akan tersedia di Apple App Store.

Sesuai laporan, Google Assistant untuk iOS akan memadukan fitur perintah suara dengan fungsi obrolan yang terdapat pada Google Allo Assistant, sepintas mirip dengan Siri.

Google Assistant tidak akan terintegrasi secara mendalam seperti pada Android, tapi pengguna iOS bisa menggunakannya untuk mengakses konten yang ada di YouTube dan aplikasi-aplikasi lain buatan Google seperti dikutip The Verge.

Pada Oktober 2016, Google meluncurkan Google Asisten untuk pada perangkat smartphone berbasis Android 7.0 Nougat serta smartphone Pixel dan Pixel XL. Google pun tidak akan memperluas Google Assistant ke tablet Android.

Selain ke iOS, Google Assistant juga akan imasuk ke dalam berbagai perabot rumah dari GE. Misalnya, nantinya Anda akan bisa memanaskan oven atau memeriksa cucian dengan perintah suara.

Satu hal yang pasti, Google ingin agar sistem kecerdasan buatannya (AI) bisa digunakan oleh semakin banyak orang.

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi Max 2

Ilustrasi Xiaomi Mi Max 2

Xiaomi akan memperbarui line up smartphone Xiaomi Mi Max 2 pada bulan ini atau 23 Mei mendatang dengan banderol 1.499 Yuan atau sekitar Rp2,8 jutaan untuk versi terendah.

Rumor spesifikasinya, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung layar 6,44 inci yang mendukung resolusi Full HD, chipset Snapdragon 660, RAM 6 GB atau 4 GB.

Selain itu, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung sistem operasi Android 7.1.1 “Nougat” dengan antar muka MIUI 8.

Tentunya, line up “Max” akan mengandalkan performa baterainya. Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung baterai 5.000 mAh, terbesar di kelasnya seperti dikutip Gizmo China.

Dari sektor kamera, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung kamera utama beresolusi 12 megapixel yang memiliki sensor Sony IMX378. Untuk kamera depannya, Xiaomi Mi Max 2 memiliki resolusi standar 5 megapixel.

Kurang Laku, Asus Berencana Keluar dari Bisnis Smartwatch

Ilustrasi Asus ZenWatch2

Setelah sukses menjual smartphonenya, Asus mencoba keberuntungannya dengan menjual jam pintar atau smartwatch berbasis OS Android Wear. Salah satu perangkat smartwatch Asus adalah seri ZenWatch.

Sayangnya, perfoma penjualan Asus ZenWatch kurang memuaskan di pasar walaupun harganya termasuk murah hanya 200 dollar AS atau sekitar sekitar Rp2,6 jutaan.

Bahkan, angka pengapalan semua lini Asus ZenWatch hanya berkisar 5.000 hingga 6.000 unit perbulan, jauh lebih rendah dibandingkan Apple yang mengapalkan smartwatch sebanyak 3,5 juta unit di tiga bulan pertama 2017,

Menurut perusahaan riset IDC, Apple telah mendistribusikan sebanyak tujuh juta unit Apple Watch pada 2016 lalu.

Karena itu, Asus sedang mempertimbangkan akan untuk menyetop produksi ZenWatch lantaran kecilnya angka pengapalan seperti dikutip The Verge.

Pabrikan lain Samsung telah mengalihkan platform arloji pintarnya ke platform Tizen. Sedangkan, Motorola telah menghentikan produksi arloji pintar Moto 360 sampai waktu yang belum jelas.

ASUS pertama kali meluncurkan ZenWatch generasi pertama pada 2014 dan ZenWatch 3 pada November 2016 lalu. ZenWatch 3 hadir dengan layar berukuran 1,39 inci, didukung prosesor Qualcomm Snapdragon 2100, RAM 512MB, dan memori internal 4GB.

ZenWatch 3 menjanjikan masa depan yang cerah berkat dukungan layar AMOLED lingkaran berukuran besar, serta tampilan bergaya dan spesifikasi hardware yang tergolong tinggi.

Menkominfo Klaim Indonesia Sudah Bebas dari Ransomware Wannacry

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) mengklaim Indonesia sudah bebas dari virus ransomware WannaCry yang sebelumnya menginfeksi setidaknya 200 ribu komputer di seluruh dunia.

“Boleh dikatakan hari ini sudah tidak ada isu lagi mengenai WannaCry, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” katanya di sela Asia Pacific Satellite Communications System International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, Rabu.

Rudiantara mengatakan virus yang tersebar melalui jaringan data atau internet itu tidak berdampak signifikan di Indonesia lantaran tangkasnya pencegahan yang dilakukan yaitu memutus hubungan internet dan membuat salinan data cadangan (backup).

“Nah, banyak yang melakukan ini, masuk kantor cabut kabelnya, matikan WiFi dan LAN kemudian secepatnya backup data dan unduh antivirus, jadi langsung terproteksi,” katanya seperti dikutip Antara.

Komputer yang terinfeksi WannaCry di Indonesia masih berjumlah puluhan, berbeda dengan yang terjadi di Eropa atau belahan dunia lain seperti Inggris atau Rusia dan Tiongkok.

“Kita tahu Rumah Sakit Dharmais (kena) tapi tidak seluruhnya. Ada juga Samsat di luar Jawa, di Sulawesi, juga ada perusahaan perkebunan dan manufaktur. Tapi hanya puluhan komputer dari mereka dan satu perusahaan mungkin tidak lebih dari 10 unit,” ujarnya.

Rudiantara mengatakan pihaknya mengonfirmasi kasus WannaCry berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Ia juga meyakini tidak ada pihak yang terinfeksi virus tersebut yang mau membayar uang tebusan sekitar 300 dolar AS untuk kembali membuka data yang terkunci.

“Soal bayar, saya enggak yakin dari Indonesia ada yang bayar karena saya anjurkan tidak bayar. Logikanya begini, itu kan bisnis triliunan, masak hanya dengan 300 dolar AS atau Rp4 juta orang mau kasih decrypt? Makanya saya katakan tidak usah bayar,” ungkapnya.

Ransomware adalah sejenis aplikasi tool/perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses kepada sistem komputer atau data, bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file sehingga tidak dapat diakses hingga tebusan dibayar.

Ada pun jenis ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0, memanfaatkan kelemahan security pada sistem operasi Windows.

Celah keamanan ini sebetulnya sudah ditambal oleh Microsoft melalui Security Update Patch pada Maret lalu. Namun, masih banyak sistem komputer yang tidak melakukan pembaruan tersebut sehingga menyebabkan ransomware ini cepat menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat.

Review Smartphone