19 | May | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 19, 2017

Teknologi Dahua Bisa Lacak Parkir Ilegal dan Penerobos Lampu Merah

Dahua juga menghadirkan teknologi-teknologi unggulan untuk berbagai segmen pelanggan dalam ajang smart home city yang berlangsung 17 – 19 Mei 2017, di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Dahua Technology sebagai penyedia solusi video Surveillance & Security System terbesar nomor dua di dunia kembali menunjukan eksistensinya dalam bidang keamanan di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Salah satu teknologi unggulan Dahua Technology adalah teknologi “Dahua Traffic Enforcement System” untuk menjawab permasalahan pelanggaran lalu lintas di kota besar seperti Jakarta.

“Teknologi ini mampu untuk mengenali pelanggaran yang terjadi di jalan raya, seperti illegal parking, overspeed driving, menerobos lampu lalu-lintas dsb dan mengambil tindakan dengan melakukan blacklist pada nomor plat kendaraan dari kamera CCTV yang diteruskan langsung ke sistem pusat,” kata Norman (High End Sales Manager PT Pasifik Teknologi Indonesia) dalam siaran persnya, Jumat.

Dahua mengungkapkan beberapa kesuksesan proyek Smart & Safe City Dahua di Indonesia dan dunia yaitu Smart City Bandung, Smart City Papua, dan Smart City Jakarta. Untuk kelas internasional, Dahua telah sukses di Tiongkok, Brazil, Polandia, dan Kolombia.

Juan Andreas (Marketing Manager PT Pasifik Teknologi Indonesia) mengatakan Dahua Technology di Indonesia sedang mengerjakan desain smart & safe city yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan kota pintar.

Dahua pun menawarkan solusi end-to-end yang menyediakan perangkat mulai dari frontend (alarm,
access control) hingga backend (storage, server, network) yang terintegrasi satu sama lain, dan didukung oleh beberapa teknologi terkemuka seperti DSS seri 7016 dan XVR seri 8.

“CCTV merupakan bagian dari salah satu penunjang menuju kota pintar. Ini masih dalam proses perkenalan, semoga ke depannya membuahkan hasil yang terbaik dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam ajang smart home city yang berlangsung 17 – 19 Mei 2017, di Jakarta International Expo, Kemayoran. Dahua juga menghadirkan teknologi-teknologi unggulan untuk berbagai segmen pelanggan.

Dahua memamerkan rangkaian produk dan solusi sistem keamanan terpadu, baik smart home, smart building, smart city, dan solusi lainnya, mampu menyedot perhatian khalayak pengunjung.

Beberapa solusi yang ditampilkan di antaranya untuk kebutuhan industri banking solution, Parking Lot System, Video Door Phone (VDP), Access Control, Alarm & Hotel Lock, 4K Solution, HDCVI Solution, dan berbagai solusi lainnya.

Ari Purnomo (Vice President PT Pasifik Teknologi Indonesia/PTI) mengatakan PTI sebagai distributor tunggal Dahua juga optimistis bisa terus meningkatkan pentrasi pasar.

“Apalagi kebutuhan akan solusi sistem keamanan dengan technology video surveillance di Indonesia belakangan juga makin besar. Baik untuk keperluan dunia usaha atau industri, rumah tangga (home), serta bidang lainnya,” ujarnya.

“Saya optimistis, pasar dan permintaan solusi sistem keamanan berbasis CCTV ini akan terus berkembang. Tak hanya di kota-kota besar, seperti wilayah Jakarta dan sekitarnya, namun juga kota-kota lain,” pungkasnya.

Bocoran Spesifikasi Galaxy Note 8, Punya Layar 6,3 Inci dan Kamera Ganda

Ilustrasi Galaxy Note 8

Tidak kapok dengan kasus recall Galaxy Note 7, Samsung langsung tancap gas membuat phablet Galaxy Note 8 yang akan hadir pada pertengahan tahun ini.

Samsung yakin Galaxy Note 8 akan sukses di pasaran tanpa ada kecacatan dari sisi produksinya sekaligus ingin memperbarui citra Samsung yang sempat redup lantaran kasus recall pada tahun lalu.

Galaxy Note 8 akan memiliki layar berukuran 6,3 inci dengan rasio aspek 18,5:9 dan mengusung konsep layar “infinity display” dan membuat layar lebar tanpa ikut membuat bodi perangkat jadi lebih bongsor.

Selain itu, phablet itu juga akan mengusung kamera ganda pada bagian belakang. Sayangnya tidak ada rincian informasi mengenai kemampuan kamera itu.

“Kami akan mempertahankan keuntungan penjualan Galaxy S8 dan S8 Plus, termasuk meluncurkan  smartphone flagship pada paruh kedua tahun ini,” tulis Samsung dalam laporan keuangan kuartal pertama 2017.

Pernyataan Samsung itu merupakan sinyal Samsung untuk mempertahankan seri Note dalam produknya.

Seperti model-model Galaxy Note sebelumnya, Samsung Galaxy Note 8 akan menggunakan stylus S Pen untuk membantu pengguna dalam memanfaatkan layar lebarnya.

Kehadiran Galaxy Note 8 bakal didului oleh Galaxy Note 7 rekondisi dengan baterai yang dijamin tak akan terbakar sendiri.

Sempat “Drop Out”, Mark Zuckerberg Akhirnya Dapat Gelar Sarjana dari Harvard

Mark Zuckerberg ketika masih kuliah di Harvard. [Kredit: The Crimson]
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO, Facebook) tidak sempat menyelesaikan kuliahnya di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Memulai studi di Harvard pada tahun 2002, Zuckerberg kemudian memilih untuk drop out pada tahun 2004 demi fokus mengembangkan Facebook yang ia bangun bersama beberapa teman kuliahnya. Kisah ini pun sempat dituangkan dalam film layar lebar “The Social Network”, tujuh tahun silam.

Kini, lebih dari 12 tahun sesudah mengundurkan diri dari kampusnya, Zuckerberg akhirnya akan memperoleh gelar dari Harvard. Hal ini ia sampaikan lewat laman Facebook pribadinya, Kamis (18/5).

Menariknya, di dalam post itu, Zuckerberg juga mengunggah sebuah video nostalgia yang merekam reaksinya saat pertama kali mengetahui ia diterima di Harvard. Video itu direkam oleh sang ayah, Edward Zuckerberg, dan baru pertama kali dipublikasikan kepada khalayak.

“Ayah merekam video ini saat saya diterima di Harvard. Minggu depan, saya akan kembali [ke Harvard] untuk upacara kelulusan dan menerima gelar saya,” tulisnya.

Gelar yang diterima Zuckerberg adalah gelar kehormatan yang umum diberikan kepada orang-orang yang dianggap berprestasi. Zuckerberg juga didapuk sebagai pembicara utama pada upacara kelulusan yang bakal dilangsungkan pada tanggal 25 Mei mendatang.

Dan Sachs, salah satu karyawan Facebook, ikut berkomentar di post itu dan berkata, “Sunggu cara yang memutar untuk menghindari sulitnya kurikulum Harvard!”

Zuckerberg kemudian membalasnya, “Ini bukan niat saya! Walaupun sebelum saya masuk kuliah, ibu saya pernah bertaruh bahwa saya akan drop out dan adik perempuan saya yakin ia akan dapat gelar sarjana lebih dulu daripada saya. Tapi, saya bertaruh saya akan memperoleh gelar [di Harvard]. Sekarang, siklus itu sudah sempurna.”

Sebelumnya, sepuluh tahun lalu Harvard juga pernah menganugerahkan gelar kehormatan kepada Bill Gates, pendiri Microsoft yang sama-sama tidak lulus kuliah dari kampus tersebut.

Beri Informasi Menyesatkan, Facebook Didenda Rp1,6 Triliun

Aplikasi pesan instan populer WhatsApp berencana membagi nomor ponsel penggunanya kepada perusahaan induknya Facebook. Hal itu merupakan kebijakan pertama WhatsApp untuk berbagi data informasi pengguna sejak Facebook mengakuisisinya senilai $19 miliar pada 2014.

Komisi Eropa mendenda Facebook sebesar 110 juta euro atau atau sekitar Rp1,6 triliun karena Facebook memberikan informasi yang salah atau menyesatkan kepada para pejabat Uni Eropa soal keamanan data, ketika membeli layanan pesan WhatsApp pada 2014.

Denda itu merupakan buntut dari pengumuman WhatsApp pada Agustus 2016 silam yang menyatakan akan membagikan data pribadi para penggunanya kepada Facebook, yang sekarang merupakan induk perusahaan mereka.

Permasalahannya, dalam dokumen resmi Facebook ketika mengakuisisi WhatsApp pada 2014, Facebook tidak bisa mengombinasikan informasi pengguna mereka dengan pengguna WhatsApp.

[BACA: WhatsApp Akan Bagikan Data Pengguna kepada Facebook]

“Keputusan hari ini mengirimkan sinyal yang jelas kepada perusahaan bahwa mereka harus mematuhi semua aspek peraturan penggabungan Uni Eropa, termasuk kewajiban untuk memberikan informasi yang benar,” kata Margrethe Vestager (Komisioner Persaingan Usaha Uni Eropa) seperti dikutip PC World.

Jerman pun memerintahkan Facebook untuk berhenti mengumpulkan data dari pengguna WhatsApp pada September 2016 dan Facebook setuju untuk menunda pengumpulan data pengguna WhatsApp pada November pada tahun ini.

Uni Eropa mengatakan Facebook bisa menggandakan data personal dari satu platform ke platform lain terasuk WhatsApp walaupun sudah memberikan jaminan kepada Uni Eropa bahwa mekanisme semacam itu tidak dimungkinkan.

“Semua perusahaan harus mematuhi aturan Uni Eropa, melaksanakan kewajiban, termasuk memberikan informasi yang benar,” ujar Vestager.

Facebook pun berkilah bahwa mereka tidak berniat mengelabui atau menyesatkan pejabat-pejabat Uni Eropa. “Kesalahan yang kami lakukan pada 2014 tersebut sama sekali tidak kami sengaja dan Komisi Uni Eropa juga menegaskan bahwa denda ini tak berdampak pada merger perusahaan,” ucap Facebook.

Richard Craig (Pakar Persaingan Usaha di bidang Teknologi Informasi) mengatakan denda itu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan harus lebih terbuka dengan regulator ketika memasukkan permintaan merger dan akuisisi.

“Regulator bertugas memastikan merger perusahaan yang melibatkan data pengguna dalam jumlah besar tidak merugikan konsumen atau mematikan persaingan yang sehat,” pungkasnya.

Selain Komisi Eropa, pemerintah Italia dan Perancis secara terpisah pun telah mengenakan denda kepada Facebook untuk kasus yang sama. Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu telah mempertimbangkan untuk memperkarakan Facebook terkait kasus tersebut.

Keputusan Komisi Eropa itu menjadi peringatan kepada seluruh perusahaan untuk memberikan informasi yang benar dalam setiap dokumen resmi. Sedikit saja kesalahan, bisa berakibat pada denda yang tidak sedikit, atau bahkan pembatalan terhadap keputusan sebelumnya.

Asus Hadirkan Zenfone Live dan Zoom S di Indonesia, Inilah Harganya

Asus Zenfinity 2017 telah usai digelar. Event yang diselenggarakan di Jakarta pada 16 Mei lalu menghadirkan produk-produk smartphone Asus terbaru untuk pasar Indonesia.

“Zenfinity merupakan gabungan dari Zen dan Infinity. Gabungan dua kata tersebut menggambarkan kemungkinan yang tak terbatas yang ditawarkan oleh kedua produk yang kami hadirkan kali ini,” sebut Jerry Shen (Chief Executive Officer, Asus).

Peluncuran kali ini agak berbeda dengan yang biasa dilakukan. Pasalnya varian yang diresmikan kali ini menyasar pengguna segmen tertentu.

Ada dua varian smartphone yang dihadirkan, yakni Asus Zenfone Live ZB501KL dan Zenfone Zoom S ZE553KL. Seri Zenfone Live ditujukan untuk video live streaming sementara Zenfone Zoom untuk professional photography.

Asus ZenFone Live dan Zoom S hadir di saat yang tepat. “Keduanya hadir saat tren live streaming dan fotografi mobile sedang meningkat pesat,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager, Asus Indonesia). “Buktinya, pertumbuhan layanan video streaming seperti Bigo dan 17 sangat pesat di negeri ini,” lanjutnya.

“Aplikasi media sosial, seperti Facebook, Instagram dan lain-lain untuk berbagi foto-foto yang indah juga sangat marak digunakan,” sebut Galip. “Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Asus hadir dengan varian smartphone yang ditujukan untuk professional photography, yakni ZenFone Zoom S,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Shannedy Ong (Country Director, Qualcomm Indonesia) menyebutkan, kedua varian smartphone yang diresmikan Asus memperkuat kerja sama yang terus terbangun di antara kedua perusahaan.

“Sebagai pelaku utama di industri mobile, chipset buatan Qualcomm dikenal menawarkan performa yang sangat baik, teknologi mutakhir dan sekaligus efisiensi energi yang tinggi. Penggunaan Qualcomm Snapdragon Mobile Platform pada ZenFone Live dan Zoom menegaskan hal tersebut,” sebut Shannedy.

ZenFone Live

ZenFone Live

Asus ZenFone Live merupakan perangkat yang khusus dibuat untuk pengguna yang gemar dan kerap melakukan live video streaming ataupun video conference secara mobile. Dimensi layarnya yang 5 inci membuat smartphone ini sangat kompak sehingga sangat mudah digenggam oleh satu tangan saat pengguna akan melakukan video call

Pada smartphone ini, aplikasi BeautyLive akan membuat pengguna tampak semakin menarik dengan fitur skin softening yang bekerja secara instan dan terus menerus sepanjang durasi video live streaming.

“Asus bekerjasama secara intens dengan Facebook, Instagram dan Google agar fitur live stream beautification dapat berjalan secara seamless dengan ketiga platform livestream terpopuler tersebut,” tambah Galip. “Ke depan, akan semakin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk video stream dan BeautyLive juga akan segera mendukung itu,” tambahnya.

Dengan dukungan BeautyLive, Galip menambahkan, pengguna juga tidak perlu repot melakukan editing video tambahan, khususnya agar pengguna tampak cantik sempurna. Bagi pengguna yang terpaksa melakukan streaming dari ruangan yang berpencahayaan kurang, Asus juga menempatkan sebuah LED flash yang dapat diaktivasi dari aplikasi BeautyLive, saat akan melakukan streaming.

Asus membanderol ZenFone Live seharga Rp1.799.000.

ZenFone Zoom S

Tampak bagian belakang ZenFone Zoom S, memiliki dual flash

Penggemar fotografi yang membutuhkan smartphone berkemampuan mumpuni, akan terbantu dengan hadirnya Asus ZenFone Zoom S.

Smartphone yang dibanderol seharga Rp5.999.000 ini membekal sistem dual camera inovatif tersebut punya kamera utama dengan aperture f/1.7 serta 25mm wide-angle dipadankan dengan sensor Sony IMX362 resolusi 12MP dan ukuran sensor besar yakni 1.4µm pixel (ukuran sensor 1/2.55”).

Selain kamera utama tersebut, di bagian belakang juga tersedia sebuah kamera zoom 59mm 12MP dengan dukungan 2,3x optical zoom serta total 12x zoom.

Sementara itu, bagi para mobile photographer, baterai kapasitas besar Asus ZenFone Zoom S, yakni 5.000mAh juga dirasa cukup membantu. Kolaborasi dengan Snapdragon 625 Mobile Platform membuat ZenFone Zoom S mampu bertahan hingga 6,4 jam non stop saat digunakan untuk merekam video 4K Ultra HD, atau waktu standby yang mencapai 42 hari.

Google Luncurkan Prototipe Headset VR Nirkabel, Gandeng Lenovo dan HTC

Google Luncurkan headet VR terbaru dalam ajang Google I/O 2017

Google meluncurkan headset virtual reality (VR) terbaru yang menjalankan platform buatan Google yaitu Daydream dalam ajang I/O 2017. Lenovo dan HTC pun mendapatkan kepercayaan untuk membuat headset VR tersebut

Daydream dibangun berdasarkan basis sistem operasi Android 7.0 Nougat untuk menghadirkan pengalaman virtual reality premium. Headset VR terbaru Google itu bisa melacak posisi dan pergerakan pengguna tanpa menggunakan pelacak eksternal yang terpasang di sekitar ruangan.

Teknologi itu berdasarkan Project Tango yang menggunakan berbagai sensor termasuk kamera, IR, dan gyros untuk menunjukkan posisi perangkat di 3D dan ruangan dunia nyata.

Hebatnya, headset VR itu tidak membutuhkan dukungan smartphone atau komputer. Berbeda dengan HTC Vive dan Oculus Rift, headset Google VR itu tidak membutuhkan tambahan kamera smartphone karena Google langsung memasang semua sensor, optik berkualitas tinggi, dan display papan atas pada perangkat.

Sayangnya, Google tak mengungkap harga perangkat tersebut. HTC dan Lenovo akan meluncurkan headset VR dengan Daydream pada akhir tahun ini seperti dikutip The Verge.

Sebagai perbandingan, headset VR yang membutuhkan smartphone dibanderol sekitar US$ 79 (Google Daydream VR) dan perangkat yang menjalankannya melalui PC US$ 500 (Oculus Rift).

Google I/O merupakan hajatan akbar yang diselenggarakan Google tiap tahun. Ajang itu berlangsung di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California, Amerika Serikat.

Bersama Datascrip, Joe Kamdani Jadi Saksi Hidup 30 Tahun Kemajuan Teknologi

Joe Kamdani (Chairman, PT Datascrip). [Foto: Steven Irwandi/InfoKomputer]
Memulai usahanya dari sebuah toko alat tulis dan perlengkapan kantor pada tahun 1969, Joe Kamdani (Chairman, PT Datascrip) telah merasakan perkembangan teknologi yang mengubah peta bisnis serta perilaku konsumennya.

Ia menceritakan, kalau zaman dulu perangkat kerja kantor masih menggunakan peralatan-peralatan yang dioperasikan secara mekanik dan manual, kini seluruh perangkat tersebut telah tergantikan oleh perangkat-perangkat digital yang memiliki kemampuan yang lebih baik.

Joe kemudian mengenang masa-masa akhir tahun 1980-an ketika Datascrip harus berjuang menghadapi perubahan dari sisi teknologi. Makin populernya penggunaan komputer di lingkungan perusahaan membuat Joe dan korporasi yang ia dirikan harus cepat-cepat menyesuaikan diri dalam mengikuti kemauan serta kebutuhan konsumennya.

Akibat dari perubahaan teknologi tersebut, Joe mengakui bahwa cukup banyak rekanan bisnisnya yang akhirnya harus tumbang akibat tidak mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Namun sebaliknya, ada juga sejumlah produsen yang akhirnya tetap bertahan sampai sekarang dengan mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Kemajuan teknologi di Indonesia dalam 30 tahun terakhir memang membuat sejumlah produsen pada akhirnya harus berhenti beroperasi karena tak mampu bertahan dengan mengandalkan teknologi lama. Perubahan juga membuat hilangnya sejumlah pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi lawas, seperti operator atau teknisi.

Tetapi di sisi lain, kemajuan teknologi juga menciptakan banyak peluang bisnis baru yang sekaligus juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda.

Joe mengatakan, “Dulu orang pikir dengan datangnya komputer, banyak orang akan nganggur karena digantiin kan? Ternyata muncul bisnis-bisnis baru. Software development lah, bikin software, bikin ini, makin banyak. Makin pintar orangnya.”

Terakhir, ia pun melihat hadirnya kemajuan teknologi bisa membantu orang lebih mudah dalam bekerja.

Artikel ini merupakan bagian dari Cover Story spesial wawancara 30 tokoh TI nasional dalam rangka ulang tahun ke-30 InfoKomputer. Temukan artikel lengkapnya di sini dan di sini.

Inilah 6 Fitur Canggih Android O, Lebih Aman dan Hemat Baterai

Ilusrtrasi Android O

Akhirnya, Google akan meluncurkan sistem operasi terbaru Android O pada tahun ini. Meskipun, Google masih bungkam terkait nama dan tanggal peluncuran Android O tetapi Google cukup baik membeberkan fitur-fitur terbaru Android O.

“Pada dasarnya, kami ingin memberikan pengalaman terbaik lewat berbagai fitur baru dan keamanan dalam pemakaian sehari-hari,” kata Dave Burke (VP Engineering Android) seperti dikutip Mashable.

Google menggolongkan dua kategori utama pada Android O yaitu Fluid Experience dan Vital. Fluid Experience mampu memaksimalkan pengalaman ketika menggunakan Android dan Vital fokus pada peningkatan kinerja baterai dan keamanan data.

Berikut fitur-fitur terbaru Android O:

1. Fitur picture-in-picture berfungsi untuk memaksimalkan produktivitas dengan membuka dua aplikasi secara bersamaan. Pengguna bisa menjajal aplikasi A sembari menonton Netflix atau YouTube pada layar yang lebih kecil.

Untuk memanfaatkan fitur itu, pengguna harus menekan tombol Home ketika sedang menggunakan aplikasi seperti
YouTube, Google Maps, bahkan Google Duo.

2. Fitur smart text selection memudahkan mekanisme copy-paste kata dan kalimat. Google memaksimalkan kinerja machine learning untuk mengenali setiap kata dan frasa sehingga pengguna cukup mem-blok kalimat dan klik opsi yang diinginkan. Saat mem-blok nomor telepon, pengguna akan melihat opsi telepon, cut, copy, dan paste lalu
pilih sesuai yang diinginkan.

3. Notifikasi dots. Selain dua fitur baru, Google juga meningkatkan mekanisme notifikasi aplikasi melalui notification dots. Pengguna bisa melihat notifikasi pada aplikasi cukup dengan memilih ikon aplikasi tersebut. Pengguna cukup memencet lama ikon aplikasi, notifikasi yang belum terbaca pun akan muncul.

4. Baterai. Google ingin memastikan Android O lebih hemat baterai ketimbang suksesornya. Sebagai unsur vital, Google memastikan optimasi sistem operasi dan kinerja baterai saat menjalankan aplikasi secara simultan.

5. Fitur Google Autofill yang mempermudah pengguna ketika hendak log-in ke media sosial. Misalnya, Twitter. Google akan mengisi username dan password secara otomatis sehingga proses log-in tak memakan waktu lama.

6. Google Play Protect

Google Play Protect akan melindungi smartphone penggunanya dari aplikasi yang disisipkan malware atau kode berbahaya yang merugikan pengguna.

Dengan Google Play Protect, pengguna Android O tidak lagi membutuhkan antivirus tambahan pada smartphone-nya karena Google Play Protect akan memiliki standar keamanan tinggi demi menjaga kredibilitas sistem operasi Android.

Sinar Mas Land Mulai Pembangunan “Silicon Valley” Indonesia

Setelah beberapa waktu lalu sempat menggandeng beberapa perusahaan teknologi, startup, komunitas digital, hingga institusi pendidikan, Sinar Mas Land akhirnya menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan Digital Hub di BSD City.

Acara groundbreaking yang diselenggarakan Kamis (18/5) ini sekaligus menandakan secara simbolis dimulainya pembangunan kawasan Digital Hub seluas 25,86 Ha yang berlokasi tepat di bagian selatan Green Office Park, BSD City.

Digital Hub sendiri merupakan inovasi Sinar Mas Land untuk mewujudkan transformasi BSD City sebagai integrated smart digital city di Tanah Air. Kawasan yang didedikasikan sebagai ‘Silicon Valley’ Indonesia ini sekaligus sebagai jawaban akan kebutuhan masyarakat di era teknologi digital akan kawasan yang memiliki infrastruktur jaringan telekomunikasi yang andal, fasilitas lengkap, pun berlokasi strategis dan multi akses.

Michael Widjaja (Group CEO Sinar Mas Land) menyebutkan, Digital Hub ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri berbasis TI dan teknologi digital di tanah air. Apalagi saat ini, pemerintah juga tengah fokus mendorong pertumbuhan industri tersebut. Tak heran jika pada acara groundbreaking kemarin juga dihadiri pejabat penting pemerintah Indonesia.

Salah satu nilai tambah ‘rumah startup’ yang berada di selatan Jakarta ini adalah lokasi dan akses yang berdekatan dengan bandara internasional Soekarno-Hatta. Kemudahan akses wilayah BSD City ditunjang pula oleh dua jalur tol utama, yakni Tol Kebon Jeruk dan Tol Pondok Indah (Tol Jorr W2).

Keunggulan lainnya, kawasan Digital Hub ini dirancang khusus oleh NBBJ, konsultan arsitektur terkemuka dari Amerika Serikat. Alasan penunjukkan NBBJ sendiri ialah karena pengalamannya yang kerap mendesain sejumlah kantor perusahaan berbasis teknologi di dunia seperti Microsoft, Amazon dan kantor pusat Samsung di Silicon Valley, San Jose California Amerika Serikat.

Dengan konsultan arsitektur yang berpengalaman dan mumpuni, maka kawasan Digital Hub akan menjadi tempat yang nyaman bagi para pekerjanya dan dipastikan suasananya akan kental dengan nuansa teknologi. Tidak seperti nuansa lingkungan di tempat bekerja biasa.

Lebih dalam Michael Widjaja menerangkan bahwa kawasan Digital Hub akan menjadi tempat yang ideal bagi research center, institusi pendidikan di bidang engineering/technology/IT/science dan juga industri creative, serta beragam kegiatan yang berbasis TI dan Teknologi Digital seperti animasi, 3D. Apple bahkan sudah mengonfirmasi akan menempatkan pusat riset ketiganya di Digital Hub, BSD City.

Adapun pembangunan tahap pertama Digital Hub ini dijadwalkan selesai pada 2019. Sementara untuk keseluruhan pembangunan kawasan Digital Hub akan menelan biaya hingga Rp 7 trilun.

Mengenal Google Lens, Teknologi Masa Depan Kamera Smartphone

Ilustrasi Google Lens

Google memperkenalkan teknologi Google Lens yang memadukan fungsi kamera smartphone dengan kecerdasan buatan (AI). Google ingin membuat kamera tidak hanya menangkap gambar saja tetapi juga sebagai ‘penerjemah’ keadaan sekitar pemilik smartphone.

Dengan Lens, Google Assistant dapat mengindentifikasi obyek di sekitar pengguna dan melakukan tindakan berbasis berbagai aplikasi Google.

Sundar Pichai (CEO Google) mengatakan Google Lens menciptakan algoritma yang memungkinkan kamera perangkat Android membidik apa yang dilihat dan menangkap setiap momen.

“Lens akan membawa kamera smartphone ke level yang jauh lebih tinggi. Lens membuat kamera tidak hanya melihat sesuatu tetapi juga memahami objek di dalam bingkai,” katanya dalam presentasinya dalam ajang konferensi I/O.

Scott Huffman (Vice President Engineering for Assistant) mengatakan ia telah menggunakan Lens untuk menerjemahkan tanda jalan berbahasa Jepang dan mengindentifikasi makanan yang ia tidak kenali.

“Lens dapat menjadi fasilitator untuk percakapan antara pengguna dan Assistant, dengan memanfaatkan konteks visual serta teknologi machine learning,” ujarnya seperti dilansir The Next Web.

Cara kerjanya pun sederhana, Lens bisa bekerja hanya dengan mengarahkan kamera ponsel ke stiker yang tertera di router WiFi dan secara otomatis smartphone akan tersambung ke Internet.

Google Lens juga dapat memberikan informasi tentang sesuatu. Anda hanya mengarahkan kamera ke muka sebuah tempat makan, Lens pun langsung memberikan informasi terkait seperti nama, rating, dan lainnya bisa segera diketahui.

Google Lens pun bisa menerjemahkan tulisan asing sehingga membuat agenda di kalender cukup menggunakan lensa kamera tidak perlu repot mengetik jadwal di kalender.

Salah satu fitur menarik dari Google Lens adalah fitur Calendar Booking yang sangat membantu penggunanya. Jadi, saat pengguna melihat papan iklan konser di jalan (lengkap beserta waktu konsernya), pengguna bisa langsung booking tiket konser hanya dengan memotret papan iklan konser tersebut.

Google I/O 2017 dikunjungi lebih dari 7.000 developer dan 400 media dari berbagai belahan dunia.

Review Smartphone