HPE Pamerkan Komputer dengan Memori Terbesar di Dunia, 160 Terabyte

Hewlett Packard Enterprise (HPE) memamerkan komputer dengan memori tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas 160 TB.

Hewlett Packard Enterprise (HPE) memamerkan komputer dengan memori tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas 160 TB.

Komputer ini merupakan bagian dari program riset jangka panjang The Machine yang bermaksud mewujudkan konsep Memory-Driven Computing, menjadikan memori sebagai pusat komputasi utama menggantikan system-on-chip (SoC) atau prosesor.

Untuk menggambarkan kekuatan komputer ini, HPE menjelaskan bahwa memori 160 TB mampu digunakan untuk memproses seluruh data dari setiap buku yang disimpan di Library of Congress (Perpustakaan Kongres Amerika Serikat) sebanyak lima kali. Jika ditotal, kira-kira memori ini dapat memproses 160 ribu buku secara simultan.

Bahkan, HPE memperkirakan bahwa arsitektur memori tunggal ini siap diperluas skalanya hingga mencapai satuan exabyte. Dan bahkan lebih jauh lagi, sampai satuan terbesar yang bisa dihitung manusia, 4.096 yottabyte, alias 250 ribu kali lipat dari volume data digital yang ada saat ini.

Keinginan HPE mewujudkan konsep Memory-Driven Computing adalah demi memenuhi kebutuhan terhadap analisis big data yang jumlahnya terus membengkak setiap tahun. Apalagi, pada tahun 2020 nanti, teknologi komputasi berbasis arsitektur tradisional (prosesor-memori-storage) diprediksi tidak akan mampu lagi melayani kecepatan pertumbuhan data.

“Rahasia dari terobosan ilmiah generasi selanjutnya, inovasi yang memgubah industri, atau teknologi yang mampu mengubah dunia, bisa ditemukan dengan mendalami timbunan data yang kita ciptakan setiap hari,” ujar Meg Whitman (CEO, HPE). “Untuk itu, kita tidak bisa bergantung pada teknologi masa lalu, tetapi harus membangun sebuah komputer yang ditujukan untuk era big data,” lanjutnya.

“Kita tidak bisa bergantung pada teknologi masa lalu, tetapi harus membangun sebuah komputer yang ditujukan untuk era big data,” kata Meg Whitman (CEO, HPE).

Komputer ini dibangun HPE di atas komponen-komponen yang meliputi:

  • Memori 160 TB yang dibagi ke 40 node fisik yang saling terhubung dengan protokol fabric berkinerja tinggi.
  • Sistem operasi berbasis Linux yang sudah dioptimalkan dan berjalan di atas Thunder X2, SoC dengan arsitektur ARMc8-A generasi kedua buatan Cavium.
  • Sambungan komunikasi optik/fotonik, mencakup modul fotonik X1, yang sudah beroperasi secara penuh.
  • Tool pemrograman perangkat lunak yang dapat memaksimalkan kemampuan persistent memory.

“Kami percaya bahwa Memory-Driven Computing merupakan solusi untuk memajukan industri teknologi dan memampukan perkembangan di seluruh aspek kehidupan manusia. Arsitektur yang kami kembangkan ini bisa dipakai pada setiap perangkat komputasi, dari sensor pintar sampai komputer super,” imbuh Mark Potter (CTO, HPE dan Director, HP Labs).

Gambaran konsep Memory-Driven Computing.

Memory-Driven Computing diyakini mampu menyederhanakan masalah kelambatan yang terjadi pada perangkat komputasi tradisional akibat interaksi yang tidak efisien antara memori, storage, dan prosesor. Arsitektur baru ini sanggup mengurangi waktu pemrosesan dari hitungan hari menjadi jam, jam menjadi menit, dan menit menjadi detik, bahkan mencapai kecerdasan real-time.

Di masa depan, HPE memproyeksi Memory-Driven Computing akan sangat bermanfaat pada bidang kesehatan, transportasi, smart city, dan retail dalam menerjemahkan data-data yang dikumpulkan secara cepat dan tepat.

Comments

comments