Xirka Mulai Produksi 1 Juta Kartu Mahasiswa Elektronik dengan Chipset Buatan Indonesia

Sylvia W. Sumarlin (Presiden Direktur PT Xirka Silicon Technology) dan Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia), bersama perwakilan dari berbagai elemen pemerintah dan pejabat senior dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Hasanuddin di acara peluncuran Chipset SCard XCT136.

Xirka Silicon Technology menyatakan kesiapannya untuk memproduksi chipset buatan indonesia yang akan dipasang pada 1 juta kartu mahasiswa elektronik setiap tahun.

Chipset SCard XCT136 merupakan smart card atau kartu pintar buatan lokal yang dilengkapi fitur multifungsi. Selain sebagai alat presensi mahasiswa dengan pemindai sidik jari, kartu pintar ini juga menawarkan fungsi transaksi nontunai (cashless) di lingkungan kampus.

Didukung oleh Kemenristekdikti dan Kemkominfo, Xirka telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi nasional untuk memakai kartu mahasiswa elektronik berbasis chipset SCard XCT136, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Telkom University.

Berdasarkan riset dari MARS Indonesia, pada tahun 2016 setidaknya terdapat 507.000 mahasiswa baru yang tersebar di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. “Karenanya, demi memenuhi kebutuhan pasar, Xirka Silicon Technology menargetkan penyediaan chipset hingga 1 juta unit per tahun untuk universitas-universitas tersebut,” ungkap Sylvia W. Sumarlin (Direktur Utama, PT Xirka Silicon Technology).

Untuk mengoptimalkan keamanan pada kartu elektronik tersebut, Xirka bekerjasama dengan Pusat Mikroelektronika ITB untuk memperkuat teknologi di semua sistem pendukung, termasuk card reader portabel, virtual Secure Access Module (SAM), secure network, dan card database.

Chipset SCard XCT136 juga menggunakan sistem enkripsi DES dan 3DES serta menambahkan 136 Kbyte ke dalam chipset untuk mendukung penyimpanan data yang lebih besar.

Tak hanya penelitian, seluruh proses produksi chipset ini dilakukan di Bandung, membuat produk ini aman dari segala bentuk kejahatan kriminal, mulai pencurian hingga pemalsuan data. Chipset ini juga diproduksi khusus di Indonesia sehingga negara lain tidak memiliki akses untuk menggali informasi terperinci mengenai komponen-komponen yang ada di dalamnya.

“Ini memastikan kerahasiaan data karena negara lain tidak dapat mengaksesnya tanpa seizin Xirka,” ujar Sylvia.

Ilustrasi smart card buatan Indonesia dari Xirka.

Siap Produksi Chip NFC

Xirka Silicon Technology mulai memproduksi chipset sejak tahun 2007 dan bekerjasama dengan Siltera-Malaysia, Singapura, Taiwan , dan Jepang untuk memasuki pasar Asia Pasifik. Di tahun 2008, Xirka memenangi juara pertama Asia Pacific ICT Alliance Award untuk pengembangan chipset berbasis WiMAX.

Terhitung sejak tahun 2016, Xirka telah menghasilkan protokol smart card Indonesia dalam bentuk aplikasi Key Management System, Card Management System, dan sistem operasi smart card yang mendukung fitur multiaplikasi.

Sylvia mengatakan, chipset tersebut terdiri dari beberapa blok penyimpanan data. “Masing-masing menawarkan fungsi yang berbeda, seperti aplikasi ID, alat pembayaran, dan loyalty card. Awal tahun depan, Xirka berencana untuk meluncurkan chipset Near-Field Communication (NFC) yang bisa digunakan untuk alat pembayaran dan tiket elektronik,” paparnya.

Comments

comments