Profil IT Executive PM Winarno Memaknai 30 Tahun Kontribusi InfoKomputer untuk Dunia TI Indonesia

PM Winarno Memaknai 30 Tahun Kontribusi InfoKomputer untuk Dunia TI Indonesia

PM Winarno (Research Director, UMN/Mantan Redaktur Pelaksana InfoKomputer). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Peran penting InfoKomputer di dunia TI Indonesia bisa terbayang dari penuturan PM Winarno. Sebagai Redaktur Pelaksana saat majalah ini pertama terbit, pria yang akrab dipanggil Mas Win ini menjalani lika-liku perjalanan InfoKomputer di awal pengembangannya.

“Tiga puluh tahun lalu, industri media massa berada di bawah rezim Orde Baru,” cerita Mas Win. Untuk bisa menerbitkan media massa seperti koran dan majalah, penerbit harus meminta SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) dari Departemen Penerangan. “Dan untuk memperoleh SIUPP itu sulitnya bukan main,” kenang Mas Win.

InfoKomputer sendiri mengurus SIUPP mulai tahun 1995 dan baru mendapatkannya di tahun 1997. Keberhasilan meraih SIUPP itu pun tak lepas dari posisi InfoKomputer yang bergabung di Kompas Gramedia Group.

Selain izin yang ketat, pemerintah kala itu juga melakukan berbagai pembatasan dalam pemberitaan dan bisnis media massa. Misalnya pemberitaan tidak boleh mengkritik pemerintah. Dari segi bisnis, jumlah halaman iklan tidak boleh lebih dari sepertiga total jumlah halaman. Jumlah halaman koran pun ditentukan sesuai SIUPP dan tidak boleh ditambah seenaknya sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk bagi-bagi rejeki dengan koran lain.

Beruntung, InfoKomputer tidak terlalu mengalami kesulitan dalam pemberitaan, mengingat pemberitaannya tidak bersinggungan dengan masalah politik. Jumlah halaman juga tidak terlalu menjadi perhatian pemerintah, mengingat kala itu persaingan media massa di industri komputer tidak terlalu terasa.

Kontribusi ke Ekosistem

Ketika internet belum berkembang seperti sekarang, kanal untuk mendapatkan informasi di dunia TI memang masih terbatas. Mayoritas pembaca menyandarkan informasinya ke media massa dan pameran komputer. Kedua area ini pun kemudian ditangkap InfoKomputer.

Bekerjasama dengan Dyandra, InfoKomputer menyelenggarakan pameran komputer bernama JACEX (Jakarta Computer Expo) di tahun 1995. Melalui pameran dan seminar seputar dunia TI, JACEX pun menjadi wadah bagi industri TI pun berbagi informasi. Acara ini pun kemudian menjadi cikal bakal pameran komputer saat ini, seperti Indocomtech dan Mega Bazaar.

Peran InfoKomputer di industri TI juga kian erat berkat laporan awal tahunnya yang menyorot industri TI. “Kami mewawancarai vendor-vendor besar di Indonesia, yang kemudian kami olah menjadi statistik bisnis komputer di Indonesia,” cerita Mas Win.

Data ini kemudian menjadi acuan pelaku industri TI di Indonesia untuk memproyeksi kondisi bisnis di tahun tersebut. Berkat data ini pula, Mas Win sering diundang ke rapat distributor untuk berbagi proyeksi. “Ke Lampung, Bali, sampai Bangkok,” kenang Mas Win.

Di era 1990-an, InfoKomputer juga rutin merilis Katalog Komputer Indonesia. Di dalam katalog ini, terdaftar seluruh toko komputer yang ada di Indonesia. Berkat katalog ini, konsumen yang ingin membeli produk TI di area tertentu bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah. Inisiatif kreatif ini bahkan mendapat apresiasi khusus dari PCWorld yang kemudian menirunya di negara lain.

InfoKomputer memang memiliki ikatan khusus dengan raksasa media IT, PCWorld, melalui sindikasi yang pernah dijalin pada tahun 1994. “Berkat sindikasi ini, InfoKomputer memiliki tampilan yang lebih profesional dan semakin melejit tirasnya,” ungkap Mas Win. Sindikasi ini juga membuka akses bagi InfoKomputer untuk berhubungan dengan vendor perusahaan teknologi internasional.

Kepercayaan Industri

Kepercayaan industri TI kepada InfoKomputer tecermin saat Microsoft merilis MS Works di Indonesia. Sekadar mengenang, MS Works adalah suite pengolah dokumen yang lebih sederhana dibanding Microsoft Office.

Kala itu, MS Works mencoba menyaingi IBM Lotus Symphony yang duluan hadir. Agar memiliki keunggulan kompetitif, InfoKomputer pun diminta menerjemahkan setiap menu yang ada di MS Works ke Bahasa Indonesia. “Saya ingat dulu saya kerjanya langsung dengan programmer Microsoft,” kenang Mas Win.

Namun dari pengalaman panjang di dunia media TI, Mas Win menganggap pengalaman paling tak terlupakan adalah ketika mendapat kesempatan mewawancarai langsung Bill Gates. “Waktu itu saya mewawancarai beliau di Taiwan,” cerita Mas Win. InfoKomputer kemudian juga dipercaya menerjemahkan buku Bill Gates berjudul The Road Ahead.

Buku “The Road Ahead” karya Bill Gates.

Melalui buku tersebut, Bill Gates menggambarkan dunia teknologi di masa depan. Salah satu poin yang Mas Win ingat betul adalah munculnya era friction-free business. “Maksudnya adalah lenyapnya dealership karena konsumen bisa langsung membeli ke pembuat produk,” ungkap pria ramah ini. Era tersebut benar terjadi saat ini, ketika teknologi digital membuat penjual dan pembeli praktis bisa langsung berhubungan.

Mas Win sendiri saat ini menjadi Research Director di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), perguruan tinggi di bawah Kelompok Kompas Gramedia. Keterlibatannya di dunia pendidikan tidak lepas dari passion-nya selama ini untuk berbagi ilmu.

Keterlibatannya di InfoKomputer pun sebenarnya tidak lepas dari keinginannya berbagi ilmu dengan pembaca. Karena itu Mas Win pun berharap, kontribusi InfoKomputer untuk dunia TI akan terus berlanjut. “Sebagai media, InfoKomputer harus terus memberi makna terhadap kemajuan dunia IT Indonesia,” Mas Win berharap.

Artikel ini merupakan bagian dari Cover Story spesial wawancara 30 tokoh TI nasional dalam rangka ulang tahun ke-30 InfoKomputer. Temukan artikel lengkapnya di sini dan di sini.

Comments

comments