Arsip Bulanan: June 2017

Indonesia Belum Terserang Ransomware Petya

Belum hilang ingatan kita tentang keganasan ransomware WannaCry, kini dunia kembali diguncang oleh ransomware Petya yang menyerang sistem komputer di Rusia, Inggris, Spanyol, Ukraina, Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) memastikan serangan ransomware Petya belum menyerang Indonesia. id-SIRTI pun belum menerima laporan sedikitpun tentang serangan Petya di Indonesia.

“Di Indonesia, Alhamdulillah belum ada laporan dari pihak manapun tentang serangan ini. Baru sebatas uji lab. Kalaupun ada yang lapor, paling hanya bertanya seputar penanggulangan,” katanya ketika menggelar jumpa media di Jakarta, Jumat.

Ternyata, momen libur panjang Idul Fitri tahun ini memberikan berdampak positif terhadap keamanan jaringan komputer di Indonesia. Secara tak langsung, libur Lebaran mengantisipasi serangan virus skala global bernama ransomware Petya.

Rudiantaran melihat banyak kantor swasta, instansi kementerian, dan lembaga yang belum bekerja secara efektif sehingga perangkat komputer belum digunakan dan tidak tersambung dengan jaringan internet.

“Alhamdulillah, saat ini adalah musim libur yang panjang, jadi banyak yang belum masuk kantor. Semua PC atau orang TI sedang off bekerja,” tuturnya.

Rudiantara mengatakan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang sering terkena serangan. Karena itu, Kemenkominfo bersama pihak-pihak terkait langsung menaruh perhatian pada hal ini.

“Teman-teman dari ID-SIRTII langsung melakukan pencegahan. Petya masuk sebagai ransomware dan dimulai dari Eropa Timur. Karena sedang Lebaran, dampaknya tidak banyak,” tutur Rudiantara dalam kesempatan yang sama.

Rudiantara menenangkan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah sigap dan tanggap dalam mengantisipasi terjadinya serangan Petya. Pemerintah pun sudah memberikan himbauan kepada masyarakat termasuk tiga sektor infrastruktur yang kritikal yaitu perbankan/keuangan, transportasi, dan energi.

“Kami sudah membuat semacam peta jalan untuk melindungi tiga sektor yang menjadi critical infrastructure. Kalau penegak hukum seperti KPK, kami percaya bahwa mereka rajin back up data. Begitu pula dengan penegak hukum lainnya,” ujarnya.

Tips Hindari Petya

Saat ini pemerintah saat ini sedang memanfaatkan sisa waktu libur untuk menyosialisasikan antisipasi penyebaran ransomware Petya.

Pertama, Anda harus mencabut jaringan Internet baik itu LAN atau WiFi untuk sementara. Kedua, Anda harus membackup data secara terpisah. Data yang telah disalin dapat disimpan sementara menggunakan USB atau drive external. Jika komputer terserang, setidaknya data-data yang tersimpan dapat diselamatkan.

“Kami tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk mendisiplinkan empat hal. Pertama backup data, kedua rajin download antivirus terbaru, tiga selalu gunakan sistem operasi original dengan selalu update patch, dan terakhir selalu rutin ganti password,” ucapnya.

“Empat hal ini masih rendah kesadarannya di masyarakat,” pungkasnya.

Nav Sooch: Percaya Diri dengan Lampu LED Pintar Ketra

Nav Sooch (CEO, Ketra).

Ketika mempersiapkan kantor baru, perusahaan iklan R/GA bertanya kepada karyawannya mengenai perbaikan fasilitas yang ingin disediakan di kantor. Ada dua fasilitas yang paling banyak diminta, yaitu area kerja berdiri dan paparan cahaya natural.

Permintaan pertama relatif mudah dipenuhi, namun permintaan kedua menjadi dilema. Meski mengganti seluruh fasad gedung dengan kaca, cahaya natural tidak mungkin menjangkau seluruh kantor yang memiliki ukuran sebesar lapangan sepakbola.

Namun dilema tersebut berhasil diatasi setelah sang arsitek bertemu startup asal Austin, Texas, bernama Ketra. Ketra memang tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke seluruh kantor, namun mereka bisa membuat pencahayaan layaknya sinar natural. Bahkan, lampu Ketra secara dinamis bisa mengatur pencahayaannya sesuai kondisi matahari di luar sana.

Berawal dari Iseng

Ada alasan tersendiri mengapa pencahayaan menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. “Peradaban manusia dibentuk dari dua sumber cahaya: matahari dan api,” ungkap Nav Sooch (CEO Ketra).

Di siang hari, manusia akan merasa bersemangat ketika mendapat cahaya putih yang cemerlang seperti yang diberikan matahari. Namun di malam hari, kita akan merasa lebih nyaman ketika mendapatkan cahaya yang putih hangat seperti cahaya dari api. “Hal inilah yang kami lakukan di Ketra: menghasilkan cahaya yang mengikuti pola natural tersebut,” tambah Nav.

Kedengarannya memang biasa, namun ada alasan tersendiri mengapa kemampuan lampu LED Ketra menjadi istimewa. Berbeda dengan lampu neon biasa, lampu LED memiliki sejumlah kekurangan. Yang utama adalah warna lampu yang tidak konsisten meski dalam satu spektrum warna. Selain itu, cahaya yang dihasilkan cenderung berubah seiring waktu pemakaian.

Hal ini dirasakan sendiri oleh David Knapp, salah satu pendiri Ketra. Di tahun 2009, David Knapp menemani istrinya berbelanja ke sebuah toko lampu di Austin, Texas. Di sanalah ia mendapati lampu LED yang kala itu memang masih produk baru. Soal LED, Knapp adalah jagonya. Perusahaan pertama Knapp adalah pionir dalam penggunaan fiber optik LED untuk perangkat multimedia mobil.

Namun ketika ingin membeli lampu tersebut, sang penjual tidak merekomendasikannya. “Lampu LED itu jelek,” ungkap sang penjual. Knapp pun penasaran. Ia membeli semua lampu LED yang dijual di toko tersebut dan mencoba menemukan solusi dari jeleknya kualitas lampu LED.

Setelah meneliti selama delapan tahun dibantu sahabatnya, Horace Ho, Knapp pun menemukan solusinya. Yaitu, lampu LED yang bisa “menilai” tingkat cahayanya sendiri.

Secara teknis, LED tidak cuma bisa bisa mengeluarkan cahaya, namun juga menangkap cahaya. Pada lampu LED Ketra, sebagian besar LED akan mengeluarkan cahaya, namun sebagian kecil disisakan untuk menerima informasi cahaya, seperti panas dan color output.

Informasi ini kemudian diteruskan ke chip. Jika terjadi perubahan dari cahaya seharusnya, chip ini akan mengubah arus listrik sehingga cahaya kembali ke warna sesungguhnya. Pengambilan data ini dilakukan tiap detik, sehingga lampu LED bisa mempertahankan konsistensi cahaya yang diinginkan.

Lampu LED Ketra pun kemudian dikembangkan lebih lanjut. Lampu tersebut bisa diatur agar secara otomatis menyerupai sinar matahari dari pagi sampai malam. Chip tersebut juga dilengkapi kemampuan frekuensi radio, sehingga bisa “berbicara” dengan lampu lain dan diatur secara wireless.

Keberhasilan Knapp dan Ho pun menarik perhatian Nav Sooch yang kemudian memberikan dukungan modal. Awalnya, Knapp dan Ho berniat menjual teknologinya ini kepada pabrikan LED raksasa di Korea dan Tiongkok. Akan tetapi, pabrikan ini tidak bisa menangkap kecanggihan lampu LED ini.

“Mereka jelas tidak memahami teknologi ini, dan di saat itulah terbetik ide untuk membuat semuanya sendiri,” jelas Knapp. Di bawah kepemimpinan Sooch, Ketra pun kemudian menjadi konsultan untuk solusi pencahayaan.

Klien pertama Ketra adalah Sean O’Connor, desainer pencahayaan yang terbiasa menangani gedung kelas atas seperti Beverly Hills Hospital. Ketra seperti menjadi dewa penolong Sean yang selama ini harus bergulat dengan kualitas LED yang tidak konsisten.

Kesuksesan Ketra pun terdengar oleh David Thurm, COO dari Art Institute of Chicago. Institusi yang memiliki banyak lukisan Monet tersebut pun kemudian mendapati lampu LED Ketra dapat menyelesaikan masalah.  

Lampu LED Ketra telah dipercaya berbagai brand ternama, seperti DKNY.

Mungkinkah Bertahan?

Untuk implementasi, R/GA kabarnya mengeluarkan dana lebih dari US$1 juta. Ini adalah proyek terbesar yang pernah diterima Ketra. Namun rekor ini sepertinya tidak akan bertahan lama.

Ketra saat ini sedang mengerjakan kantor pusat perusahaan pembayaran online Stripe dengan luas 300 ribu meter persegi. Ditambah portofolio mereka yang telah dipercaya berbagai perusahaan ternama seperti Apple, Facebook, Google, dan Buzzfeed, Ketra saat ini memang sedang menikmati masa keemasannya.

Meski diliputi kesuksesan, Ketra tetap memiliki tantangan di masa depan. Masalah utama industri lampu LED adalah lampu tersebut bisa awet digunakan selama bertahun-tahun. Agak sulit mempertahankan model bisnis ketika konsumen membeli lampu setiap lima belas tahun sekali.

Hal itulah yang menjelaskan mengapa perusahaan lampu raksasa—seperti GE, Philips, dan Osram—memutuskan untuk melakukan spin-off divisi lampunya karena bayangan penurunan keuntungan di masa depan.

Kemampuan Ketra mempertahankan kualitas lampu LED memang menjadi keuntungan tersendiri, namun keunggulan ini pun mulai terancam. Pabrikan lampu LED perlahan berhasil menemukan cara untuk memperbaiki konsistensi pencahayaan lampu LED produksi mereka. Perbaikan kualitas ini memang belum menjawab kebutuhan museum atau hotel kelas atas, namun sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan kelas di bawahnya.

Dan ketika harga lampu LED Ketra mencapai US$100 per buah, akan sulit bagi orang kebanyakan untuk memiliki lampu Ketra.

Akan tetapi, Sooch menyakini harga lampu LED Ketra perlahan akan lebih terjangkau. Mirip Tesla, Ketra akan pelan-pelan memperbesar segmen pasarnya. “Produk awal Tesla adalah mobil sport yang cuma bisa dimiliki kalangan terbatas. Namun kini mereka memiliki Model 3 yang lebih terjangkau,” ujar Sooch memberikan analogi. Apalagi, Ketra tidak pernah menutup kemungkinan teknologi LED-nya, yang telah mendapatkan tiga puluh paten, digunakan oleh pabrikan lampu LED lain.

Dan ketika itu terjadi, bisa jadi Ketra akan membuat kita lebih menghargai arti setitik cahaya.

Terbanyak, Pengguna iflix Capai 5 Juta di Indonesia

iflix Indonesia – Trend Report

iflix merayakan hari ulang tahunnya yang pertama di Indonesia. Awalnya, tim iflix hanya berjumlah 22 orang tengah bekerja keras di Jakarta, mempersiapkan diri menuju detik-detik peluncuran layanan iflix di Indonesia.

iflix ingin berbagi beberapa pencapaian luar biasa yang berhasil diraih selama tahun pertama iflix beroperasi di Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa yang kami terima dari mitra kami dan terutama para pengguna iflix yang luar biasa. Kami tidak sabar untuk mengumumkan jajaran konten baru yang menarik, termasuk original series dan banyak konten lokal yang tersedia untuk ditonton di manapun, kapanpun,” kata Cam Walker (CEO iflix Indonesia) dalam siaran persnya, Jumat.

Pada Juni 2016, iflix hadir di Indonesia bersama kemitraan dengan Telkom Indonesia dan Indosat GIG. Pada Agustus 2016, iflix meluncurkan fitur ‘Daftar Nonton’ menghadirkan 35 selebritas ternama di Indonesia, termasuk Ashraf Sinclair, Derby Romero, Rizky Nazar, Marissa Nasution, Michelle Ziudith, Radhini Aprilya, dan masih banyak lagi.

Pada September 2016, iflix menggandeng Indosat Ooredoo dan memberikan pelanggan Indosat Ooredoo 3 bulan akses tanpa batas ke layanan iflix dan kuota data hingga 10 GB tanpa tambahan biaya.

Pada Januari 2017, iflix Indonesia mencapai 1 juta pelanggan aktif dalam waktu kurang dari 7 bulan beroperasi, menjadikan pasar iflix dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

Pada Mei 2017, iflix mengumumkan kemitraannya dengan stasiun televisi free-to-air nasional terkemuka tvOne untuk menghadirkan siaran pertandingan liga sepak bola ternama, GO-JEK Traveloka Liga 1 dan Liga 2.

Kini iflix mempunyai lebih dari 5 juta pengguna dan 5 miliar menit konten yang ditonton melalui streaming sejak pertama kali diluncurkan serta menjadikan iflix sebagai pemimpin video streaming di Indonesia.

Kini iflix tersedia di lebih dari 1 miliar pengguna di 18 negara di seluruh Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara, iflix baru saja mengumumkan pembentukan iflix Afrika, untuk menghadirkan layanan revolusionernya di Afrika Sub-Sahara.

Seiring iflix terus melanjutkan ekspansi dengan cepat, iflix juga terus memperkuat hubungan kerja sama dengan provider hiburan berkualitas tinggi dan terkemuka di dunia, menghadirkan lebih banyak tayangan perdana eksklusif, acara TV dan film peraih penghargaan, dan program lokal serta regional yang sangat populer untuk pengguna iflix di masing-masing wilayah.

Sejumlah tontonan luar biasa yang akan hadir di iflix dalam beberapa minggu mendatang meliputi: Terjebak Nostalgia, Cek Toko Sebelah, Koala Kumal, Ada Cinta di SMA Cinta Laki-Laki Biasa, Shy Shy Cat, Lee Daniels’ Star, SIX, Pure Genius dan The Good Place.

Asus Bersiap Luncurkan ZenFone 4V pada 21 September 2017

Undangan Asus Z4V

Asus sedang bersiap menyambut kehadiran keluarga terbaru Asus ZenFone 4V pada tahun ini pada 21 September 2017 di Roma, Italia.

Bocoran tanggal itu sendiri mencuat setelah Asus membagikan undangan untuk peluncuran kelima perangkat tersebut. Uniknya, Asus tersebut belum pernah mengeluarkan seri smartphone dengan embel-embel “V” di belakang produk mereka.

Pada undangan peluncuran smartphone itu juga tertulis “Walk a walk by the wide side” seperti dikutip Phone Arena.

Dari tulisan tersebut maka kemungkinan ASUS ZenFone 4V akan hadir dengan kamera wide-angle. Info ini diungkap oleh Roland Quandt melalui akun Twitter-nya.

Selain 4V, Asus juga akan meluncurkan empat smartphone sekaligus pada September mendatang yaitu ZenFone 4 Max, ZenFone 4 Pro, ZenFone 4 Selfie, serta ZenFone 4.

Hebatnya, kelima produk itu sendiri sudah terdaftar di TENAA untuk dipasarkan secara global. Meskipun begitu, bocoran spesifikasi dan harga dari kelima smartphone itu masih belum bocor di Internet.

Berapa Nilai Bisnis Aplikasi pada 2021?

ilustrasi google play store

Saat ini sudah tidak terhitung berapa banyak aplikasi yang ada di pasar. Hal itu menunjukan aplikasi memiliki prospek bisnis yang cerah di masa depan.

Perusahaan riset App Annie memprediksi bisnis aplikasi akan memiliki nilai total USD6.3 triliun atau sekitar Rp83 kuadriliun, naik dari USD1.3 triliun pada tahun lalu.

Meskipun, orang tidak mengunduh aplikasi-aplikasi terbaru tapi App Annie memperkirakan total pengguna aplikasi akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 6,3 triliun orang dalam waktu 5 tahun ke depan.

Hal itu disebabkan banyak orang yang menghabiskan waktu dan uang dengan aplikasi serta tren jual-beli melalui aplikasi seperti dikutip TechCrunch.

Sementara itu, pengguna akan menghabiskan waktu dua kali lipat untuk menggunakan aplikasi. AppAnnie memprediksi pembelian melalui aplikasi akan meningkat drastis dari USD379 perorang menjadi USD1,008 perorang pada 2021.

Saat ini pembelian barang dan jasa melalui aplikasi mobile sebesar 90 persen dari total bisnis aplikasi. AppAnnie memprediksi angka itu akan naik menjadi 95 persen pada 2021.

Jual beli via aplikasi termasuk pembelian melalui e-commerce raksasa seperti Amazon dan Alibaba, serta pembayaran layanan seperti Uber dan pembelian tiket perjalanan atau pemesanan hotel via aplikasi travel, dengan kata lain, semua transaksi di aplikasi.

Asumsi ini didasarkan perkiraan bahwa akan semakin banyak orang yang melakukan pembelian via aplikasi.

Waymo Uji Coba Mobil Tanpa Sopir di Padang Pasir Terpanas Dunia

Waymo menguji coba mobil tanpa sopirnya di padang pasir Death Valley

Waymo melakukan uji coba mobil tanpa sopir Chrysler Pacificas di jalanan padang pasir untuk mengetahui daya tahannya terhadap panas.

Waymo menguji mobil tanpa sopirnya di padang pasir Death Valley, yang menyandang predikat sebagai salah satu tempat terpanas di dunia. Bahkan, suhu panas Death Valley mampu membuat ban meleleh.

Waymo harus memastikan mobil autonomous-nya mampu beroperasi di segala medan, cuaca dan iklim terutama cuaca di negara dengan empat musim. Sebelumnya, Waymo telah sukses menguji ketangguhan mobil tanpa sopirnya untuk musim dingin.

Waymo juga telah sukses menguji coba mobil tanpa sopirnya di jalanan Mountain View, California, dan Phoenix, dan Arizona.

Tentunya, suhu ekstrem berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen elektronik. Pengujian itu melibatkan berbagai macam sensor dan peralatan komputasi terbaru seperti dikutip TechCrunch.

John Krafcik (CEO Waymo) mengatakan Waymo akan fokus mengembangkan sistem Light Detection and Ranging (LiDAR) pada mobil, mulai dari sensor radar, kamera, sampai sensor pemetaan.

Hal itu tidak hanya membuat perusahaan memegang kendali penuh atas peranti keras otonom, tetapi juga membuat Waymo lebih efisien lantaran fokus membangun sistem dan tak lagi mengembangkan mobil sendiri.

Sebagai tambahan, teknologi LiDAR versi Waymo memiliki dua tipe sensor yang berbeda yaitu sensor jarak pendek dan jarak jauh. Keduanya memungkinkan kendaraan melihat orang atau objek yang berada di dekatnya sekaligus mendeteksi objek kecil dari kejauhan.

Menurut pengakuan Krafick dalam pidatonya di NAIAS 2017, teknologi sistem autonomous yang dikembangkan Google pada 2009 memakan biaya 75.000 dollar AS

Saat ini perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley sedang berlomba-lomba mengembangkan teknologi mobil otonomos. Mobil tanpa sopir akan mampu mengubah wajahindustri otomotif dan menjadi lahan menggiurkan bagi perusahaan.

Waymo merupakan salah satu perusahaan teknologi dengan rekam jejak bagus di bidang ini dan menjalin kemitraan dengan perusahaan otomotif Fiat Chrysler Automobile.

Delta Agilon VX-1500VA: Untuk Beberapa Komputer

Untuk mengamankan data maupun komponen komputer yang sensitif terhadap putusnya aliran listrik secara tiba-tiba dari jala-jala, Anda bisa menggunakan UPS seperti Delta Agilon VX-1500VA ini. UPS sendiri, berdasarkan caranya beralih dari jala-jala ke baterai untuk sumber listrik utama, secara garis besar dibagi ke dalam tiga tipe. Ketiga tipe itu adalah standby atau offline, line interactive, dan online atau double conversion. Delta Agilon VX-1500VA tergolong tipe line interactive yang posisinya berada di tengah. Artinya, tipe ini lebih baik dari standby, tapi tidak sebaik online.

Hadir dengan apparent power 1.500 VA dan real power 900 W, UPS dari Delta ini tentunya bisa melindungi beberapa komputer secara sekaligus. Bagusnya lagi, dimensinya yang 32 x 13 x 18,2 cm plus bobotnya yang 10,4 kg, membuat perangkat ini mudah dipindahkan. Adapun keluarannya saat menggunakan baterai adalah simulated sine wave alias bukan berbentuk gelombang sinus murni seperti dari jala-jala. Namun, untuk banyak komputer, hal ini sudah mencukupi.

Untuk keperluan komunikasi ke komputer, Delta Agilon VX-1500VA menyediakan sebuah port USB. Dengan kombinasi software manajemen ViewPower, Anda bisa melihat dan mengatur berbagai parameter dari Delta Agilon VX-1500VA ini.

Anda bisa melihat tegangan masuk, tegangan keluar, tingkat beban, kapasitas baterai, dan status UPS melalui ViewPower. Anda tidak perlu melihat aneka parameter tersebut pada layar sentuh yang ada di sisi depan UPS. Anda juga bisa mengatur apa yang akan dilakukan bila listrik dari jala-jala terputus, misalnya agar komputer melakukan shut down dalam waktu beberapa menit setelah listrik itu terputus, lalu kemudian mematikan pula UPS bersangkutan. Berbagai hal ini pun bisa dilakukan dari komputer lain yang tidak terhubung secara langsung dengan Delta Agilon VX-1500VA. Hal ini dilakukan memanfaatkan komputer yang terhubung secara langsung dengan UPS sebagai jembatan.

Sayangnya, software ViewPower bersangkutan harus diunduh tersendiri alias tidak disertakan pada paketnya. Selain itu, juga tidak tersedia fasilitas surge protector untuk perangkat RJ11 maupun RJ45. Meskipun begitu, harga yang harus ditebus untuk mendapatkan Delta Agilon VX-1500VA relatif ringan di kantong.

Dengan software ViewPower 2.14 yang harus diunduh terlebih dahulu, Anda akan dimudahkan untuk melakukan monitoring, pencatatan, dan pengaturan terhadap Delta Agilon VX-1500VA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Plus: Harga yang ditawarakan relatif ringan di kantong.

Minus: Software manajemen harus diunduh tersendiri, tidak ada surge protector untuk RJ11 dan RJ45.

SpesifikasiDelta Agilon VX-1500VA
TipeLine interactive
Kapasitas keluaran1.500 VA/900 W
Masukan230 V (170 V - 280 V), 50 Hz/60 Hz, satu fasa
Keluaran (baterai)230 V ± 10%, 50 Hz/60 Hz ± 1 Hz, simulated sine wave, satu fasa
Baterai12 V/9 Ah x2
Recharge time6 jam - 8 jam (90%)
Cold startYa
DisplayTouchscreen LCD (tegangan masuk, tegangan keluar, kapasitas baterai, tingkat beban, dan status UPS)
InterfaceUSB Standard B
Receptacle keluaranIEC 320 C13 x4
Fasilitas lainSekring yang mudah diganti
Bobot9.2 kg
Dimensi32 x 13 x 18,2 cm
SoftwareViewPower 2.14
Situswww.deltapowersolutions.com
Garansi1 Tahun (termasuk baterai)
Harga*Rp1.309.000,-
KontakPT Eternal Asia Indonesia, (021) 29467169

Mungkinkah Manusia dan Robot Hidup Berdampingan?

Seberapa efisiennya robot? Pertanyaan tersebut bisa dijawab sebuah pabrik di Dongguan, Tiongkok. Pabrik perakitan handphone ini sebelumnya memperkerjakan 650 pekerja. Namun setelah menggunakan robot, kini mereka hanya perlu memperkerjakan 60 pekerja saja, alias kurang dari 10%. Tiga pekerja bertugas mengawasi product line, sedangkan sisanya bertanggung jawab di sisi sistem komputer.

Jumlah pekerja ini bahkan bisa berkurang sampai dua puluh orang saja setelah melihat efektivitas kerja robot tersebut. Yang menarik, produktivitas pabrik tersebut meningkat secara drastis. Jumlah produk yang dihasilkan meningkat 250%, sedangkan tingkat kesalahan menurun sampai 80%.

Semua fakta tersebut menunjukkan, robot memang menawarkan efisiensi. Namun efisiensi tersebut juga harus dibayar dengan harga yang mahal, yaitu hilangnya pekerjaan kita.

Menurut studi yang dilakukan Carl Frey dan Michael Osborne dari Oxford University, AS, makin matangnya teknologi robot, otomatisasi, dan artificial intelligence berpotensi menghilangkan 47% pekerjaan di AS dalam 20 tahun ke depan. Untuk negara berkembang, efeknya lebih dahsyat lagi. Analisis World Bank di tahun 2016 memperkirakan sebanyak dua pertiga pekerjaan di negara berkembang terancam kelangsungannya akibat automasi.

Tren ini pun mengundang kekhawatiran banyak pihak. Pada World Government Summit di Dubai bulan lalu, Elon Musk sudah memperingatkan kepala negara yang hadir. “Akan makin sedikit pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan robot, dan mereka akan mengerjakannya lebih baik dari manusia. Ini sesuatu yang saya tidak inginkan, namun saya pikir akan terjadi,” ungkap Musk.

Kekhawatiran yang sama juga dilontarkan Bill Gates. Pendiri Microsoft ini bahkan menyodorkan wacana pengenaan pajak bagi perusahaan yang menggunakan robot.

“Ketika seorang pekerja mendapatkan penghasilan, misalkan US$50 ribu, ia akan dikenai pajak penghasilan, pajak jaminan sosial, dan berbagai pajak lainnya,” ungkap Gates. “Seharusnya ketika robot mengerjakan pekerjaan yang sama, pajak yang sama pun diterapkan,” tambah Gates.

Pajak yang didapat tersebut kemudian dialokasikan untuk membiayai pendidikan anak dan perawatan manula—dua sektor yang sangat membutuhkan empati manusia. Pengenaan pajak juga bisa menjadi instrumen untuk mengerem laju perkembangan automasi. “Ketika kemunculan robot dirasa akan membuat kerugian dibanding keuntungan, kita harus bisa meningkatkan tingkat pajak dan mengerem adopsi otomatisasi,” tambah Gates.

Di sisi lain, Musk memberi usulan Universal Basic Income (UBI). Pada mekanisme ini, setiap orang mendapatkan penghasilan dari negara, di luar penghasilan yang didapat dari pekerjaan lain. Melalui mekanisme UBI, mereka yang tersisih dari pekerjaan akibat automasi akan tetap memiliki penghasilan. Nilai UBI pun diperkirakan tidak akan besar karena ketika banyak pekerjaan produksi dikerjakan oleh robot, nilai produk akan menjadi jauh lebih murah.

Akan tetapi, banyak juga ilmuwan yang percaya robot dan manusia akan hidup berdampingan. Salah satunya adalah Professor Manuela Veloso (Head of Machine Learning di Carnegie Mellon University, AS). Dalam pandangan Veloso, di masa depan akan sulit membedakan area yang ditangani mesin atau manusia. Namun baik mesin dan manusia akan saling membutuhkan dan tidak bisa bekerja tanpa bantuan.

Tapi Veloso juga mengingatkan untuk tetap bersiap. “Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berinvestasi di sisi pendidikan. Robot akan makin canggih, tapi ketika kita fokus dengan pendidikan, peradaban manusia juga akan menjadi lebih baik,” kata Veloso.

Pekerjaan Manusia yang Terancam Robot

Amelia adalah platform berbasis artificial intelligence yang bisa menggantikan petugas call center.

Petugas Call Center

Perusahaan asal New York, IPSoft, menghabiskan waktu selama lima belas tahun untuk membangun Amelia. Amelia adalah platform berbasis artificial intelligence yang bisa menggantikan petugas call center. Amelia bisa belajar SOP berbicara dengan klien dalam hitungan detik dan berbicara dalam dua puluh bahasa berbeda. Amelia juga dibekali kemampuan untuk menangkap emosi sang penelepon dan cara menghadapinya.

Amelia memang harus belajar agar bisa bekerja dengan baik. Namun waktu yang ia butuhkan juga singkat. Contohnya saat diimplemtasikan di sebuah call center, di minggu pertama, Amelia hanya bisa menangani 1 dari 10 penelepon. Namun di minggu kedua, Amelia bisa menjawab 6 dari 10 penelepon. Seiring kian canggihnya Amelia, pekerjaan petugas call center yang diperkirakan mencapai 250 juta orang pun akan terancam.

Otto adalah truk yang bisa berjalan tanpa sopir.

Sopir Truk

Pada Oktober 2016, Otto mencatatkan sejarah: untuk pertama kalinya berhasil mengantarkan produk. Keberhasilan ini menjadi spesial karena Otto adalah truk yang bisa berjalan sendiri (self-driving truck). Dalam antaran pertamanya ini, Otto berkendara sekitar dua ratus kilometer untuk mengantarkan 50 ribu botol bir.

Keberhasilan Otto ini memang masih diganjal oleh beberapa catatan. Pertama, Otto hanya bisa beroperasi di jalan tol yang kondisi jalannya relatif sederhana. Selain itu, Otto tidak pernah berganti jalur kecuali terpaksa. Namun keterbatasan tersebut hanya menunggu waktu untuk diatasi.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan membangun terus teknologinya sehingga akan siap menghadapi berbagai kondisi di jalan,” ungkap Lior Ron (salah satu pendiri Otto). Otto sendiri saat ini sudah diakuisisi oleh Uber.

Mesin pembuat burger buatan Momentum Machine.

Petugas Restoran

Meski membuat burger relatif mudah, akan sulit bagi manusia untuk membuat enam burger per menit. Namun itulah yang bisa dilakukan mesin pembuat burger buatan Momentum Machine. Menggunakan sistem ban berjalan, mesin ini bisa mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk membuat burger, mulai dari memanggang daging sampai memotong tomat.

Sementara di Jepang, telah dibuka restoran sushi yang tidak membutuhkan pelayan. Setiap pesanan akan dikirimkan dari dapur ke meja menggunakan ban berjalan. Ketika selesai makan, pelanggan diminta memasukkan piring dan gelas di jalur yang tersedia, dan perangkat makan itu pun akan meluncur ke area cuci.

Restoran ini memang masih memperkerjakan koki dan petugas untuk memasukkan perangkat makan ke mesin cuci, namun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan restoran sekelas.

Ilustrasi Amazon Go

Petugas Toko

Pada Desember 2016 kemarin, Amazon membuka sebuah toko retail khusus di Seattle yang tidak membutuhkan petugas. Pengunjung yang ingin membeli barang hanya perlu memasuki toko, mengambil barang yang dibutuhkan, lalu keluar tanpa harus mengantre di kasir. Mereka hanya perlu membawa smartphone dengan aplikasi Amazon Go di dalamnya.

Mengapa ini bisa dilakukan? Menurut Amazon, mereka menggunakan gabungan sensor, artificial intelligence, dan machine learning untuk memonitor pergerakan pengunjung. Ketika pengunjung mengambil barang tertentu, sensor akan mendeteksi pembelian tersebut dan mencatatnya di aplikasi. Sensor pun cukup canggih untuk mencoret transaksi ketika pengunjung membatalkan pembelian.

Qualcomm Snapdragon 450 Tingkatkan Kinerja Smartphone 30 Persen dan Lebih Hemat Baterai

Ilustrasi Qualcomm Snapdragon 450

Qualcomm meluncurkan chip prosesor Snapdragon 450 dalam ajang pameran teknologi Mobile World Congress Shanghai 2017.

Snapdragon 450 adalah seri 400 pertama yang menggunakan proses 14 nanometer FinFET dan memiliki memberikan perbaikan yang signifikan dalam segi ketahanan baterai, performa grafis dan komputasi, lalu imaging serta konektivitas LTE dari pendahulunya, Snapdragon 435.

“Kami telah melakukan banyak perubahan terbaru pada Snapdragon Mobile Platform untuk memberikan fungsionalitas mobile terbaru. Snapdragon 450 Mobile Platform merupakan perwujudan dari visi tersebut,” kata Kedar Kondap (Vice President of Product Management, Qualcomm Technologies) dalam ajang MWCS 2017 seperti dikutip The Verge.

Snapdragon 450 menawarkan empat fitur terbaru termasuk penyempurnaan CPU octa-core ARM Cortex A53 dan GPU Adreno 506 yang memiliki kinerja lebih tinggi sebesar 25 persen.

Untuk sektor baterai, Snapdragon 450 menghasilkan memiliki pengelolaan daya baterai yang lebih baik hingga pemakaian empat jam dibandingkan Snapdragon 435 dan 30 persen lebih hemat daya ketika perangkat diajak bermain game.

Ilustrasi Qualcomm Snapdragon 450 1

Qualcomm juga melengkapi Snapdragon 450 dengan Quick Charge 3.0, yang memungkinkan perangkat untuk mengisi baterai perangkat dari 0 hingga 80 persen dalam waktu 35 menit.

Untuk kamera dan multimedia, Snapdragon 450 mendukung fitur kamera ganda 13+13 megapixel atau kamera tunggal 21 megapixel serta efek bokeh secara real-time saat pengambilan gambar. Chip prosesor itu juga mampu merekam video 1080p pada 60fps dan mengambil video slow motion.

Snapdragon 450 juga sudah mendukung layar Full HD dengan resolusi 1920×1200 pixel.

Selain itu, Snapdragon 450 juga menjanjikan konektivitas LTE yang cepat dengan modem LTE Snapdragon X9. Snapdragon 450 akan diuji pada kuartal tiga 2017 dan akan tersedia untuk konsumen pada akhir tahun.

Saat ini, prosesor Snapdragon merajai pasar smartphone di seluruh dunia. Snapdragon 400 sendiri sudah terpasang pada 1.900 desain perangkat yang menggunakan chip seri tersebut.

D-Link DAP-2230: Access Point Ringkas untuk Kelas Bisnis

Tidak hanya memiliki lini produk jaringan di segmen konsumen umum, D-Link juga memiliki jajaran produk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Salah satunya adalah access point D-Link DAP-2230 yang kami uji kali ini. Access point ini merupakan salah satu dari sejumlah produk yang baru-baru ini diperkenalkan D-Link untuk segmen bisnis di Indonesia.

Access point D-Link DAP-2230 ini memiliki dimensi yang menurut kami terbilang ringkas. Ukurannya yang hanya sekitar 12,9 x 12,9 x 2,9 cm tidak akan memakan banyak tempat. Apalagi, access point ini juga ditujukan untuk dipasang di dinding atau plafon sehingga tidak akan terlalu menarik perhatian.

Ditujukan untuk penggunaan di lingkungan bisnis, D-Link DAP-2230 ini menawarkan ketangguhan serta daya pancar yang terbilang baik. Perangkat ini mendukung koneksi nirkabel 802.11b/g/n di pita 2,4 GHz. Secara teoritis, access point ini diklaim mampu menghasilkan bandwidth maksimal hingga tiga ratus Mbps. Kecepatan tersebut masih cukup memadai untuk mendistribusikan data di ruang lingkup yang luas. Perangkat ini juga memiliki sebuah konektor RJ45 yang berfungsi sebagai LAN. Port yang memiliki kecepatan maksimal seratus Mbps itu juga memiliki dukungan power over ethernet (PoE).

Sebagai perangkat yang ditujukan untuk kepentingan bisnis, D-Link DAP-2230 ini juga kompatibel dengan aplikasi D-Link Central WiFiManager. Aplikasi yang tersedia gratis ini bisa digunakan untuk mengelola banyak perangkat nirkabel sekaligus. Aplikasi ini juga bisa menampilkan laporan yang lengkap mengenai kondisi jaringan Anda. Aplikasi ini bisa digunakan pada sistem operasi Windows serta bisa diakses melalui web browser.

Panel kontrol web D-Link DAP-2230 ini terbilang cukup sederhana. Namun, fitur yang ditawarkannya cukup lengkap. Selain access point, perangkat ini juga bisa difungsikan sebagai wireless repeater atau sebagai wireless client untuk memperluas jangkauan jaringan nirkabel.

D-Link DAP-2230 ini memiliki kinerja yang menurut kami cukup baik. Kami menguji kinerjanya dengan koneksi klien tunggal. Hasilnya, access point ini memiliki kecepatan rata-rata sekitar 98 Mbps dengan tingkat stabilitas cukup konsisten. Daya pancar sinyalnya juga terbilang baik.

D-Link CWM-100 merupakan sebuah software manajemen perangkat yang kompatibel dengan DAP-2230 ini.
Tampilan panel kontrol webnya terbilang sederhana namun menampilkan opsi yang cukup lengkap.

Plus: Dimensi ringkas, fitur cukup lengkap, ada software manajemen

Minus: Konektor LAN hanya seratus Mbps

SpesifikasiD-Link DAP-2230
Standar802.11b, 802.11g, 802.11
Konektor1 x LAN 100 Mbps (Support PoE)
Kecepatan300 Mbps
FiturMAC Address Filter, Multiple SSID, VLAN, Management Software (CWM-100)
KelengkapanPower adapter, Manual
Mode operasiWireless router
Situs webwww.dlink.co.id
Kisaran hargaRp1.400.000

Review Smartphone