Arsip Harian: Jun 3, 2017

Industri Headset VR Tumbuh Tiga Kali Lipat Tahun Ini

Audience members use virtual reality headsets to experience a series of travel, work and play situations as Brian Krzanich, Intel chief executive officers, speaks at a company news conference on Wednesday, Jan. 4, 2017, in Las Vegas. Intel Corporation presents new technology at the 2017 International Consumer Electronics Show. The event runs from Jan. 5 to Jan. 8, 2017, in Las Vegas. (CREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation)

Perusahaan riset IDC memprediksi pertumbuhan perangkat virtual reality (VR) akan mencapai tiga kali lipat pada tahun ini karena pabrikan elektronik agresif meluncurkan produk dan layanan terbaru berbasis VR.

Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan elektronik mengirimkan perangkat Tracker berbasis VR dan Augmented Reality (AR) sebanyak 2.3 juta dengan dominasi headset VR sebanyak 98 persen.

Banyak produk-produk VR di pasar membuat pertumbuhan perangkat itu sangat cepat dan pelanggan memiliki banyak pilihan dan sadar akan potensi pasar perangkat headset VR tersebut.

Tentunya, pertumbuhan industri VR memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, industri harus mengedukasi pelanggan terhadap potensi headset VR.

“Pasar headset VR masih muda dan pelanggan mulai tertarik dengan perangkat VR,” kata Jitesh Ubrani (Senior Research Analyst IDC’s Mobile Device Trackers) seperti dikutip IT Pro.

“Tantangan terbesar industri VR adalah miskinnya konten VR yang tersedia di pasar,” ujarnya.

Headset VR yang paling laris pada kuartal pertama tahun adalah Samsung Gear VR yang berkolaborasi dengan Oculus, disusul Sony dengan Playstation VR, HTC’s Vive dan Facebook Oculus Rift.

Meskipun pengiriman perangkat headset AR naik 77 persen setiap tahunnya, pasar headset AR masih kecil jika dibanding VR. IDC melihat teknologi AR masih baru dan pengguna lebih memilih menggunakan smartphone untuk merasakan konten-konten AR.

“Pasar AR masih sangat baru. Kami mengharapkan pelanggan merasakan kesan pertama AR melalui kamera dan layar perangkat mobile mereka seperti smartphone dan tablet,” kata Tom Mainelli (Vice President of Devices and AR/VR at IDC).

Facebook Bikin Aplikasi Khusus untuk Anak-anak

Ilustrasi Facebook

Saat ini media sosial Facebook sangat identik dengan pengguna remaja dan dewasa tanpa memperhitungkan pengguna anak-anak.

Karena itu, Facebook berencana meluncurkan layanan chatting Talk untuk anak-anak yang dapat menyaring pembicaraan anak-anak dengan orang lain.

Dengan Talk, orang tua dapat mengatur daftar kontak yang bisa dihubungi anak-anaknya dan orang tua bisa menggunakan Messenger untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.

Selain itu, Talk juga memiliki creative tool yang memungkinkan anak-anak untuk berbagi gambar lucu atau bermain game.

Sayangnya, aplikasi Talk itu hanya untuk anak-anak di bawah umur 13 tahun sehingga para orang tua akan memperkenankan Talk kepada anak-anaknya. Apalagi, Talk memungkinkan orang tua mengatur konten-konten media sosial anaknya.

Facebook masih bungkam mengenai aplikasi tersebut seperti dikutip Engadget.

Sebagai informasi, saat ini pesaing Facebook, Snapchat menjadi aplikasi berkirim pesan yang populer di kalangan remaja dengan jumlah anggota sebanyak 158 juta pengguna harian.

Ikutan Instagram, Kini Skype Juga “Contek” Aplikasi Snapchat

Ilustrasi Skype

Aplikasi Snapchat betul-betul banyak menginspirasi rivalnya dan membuat berbagai media sosial lainnya iri. Setelah Facebook dengan Instragram dan WhatsApp, kini Microsoft menambahkan fitur Skype Highlights yang menjiplak fitur Snapchat.

“Jika media jejaring sosial memberimu tempat untuk mengekpresikan hidup, Skype terbaru itu dapat memperat hubungan Anda dengan teman Anda. Fitur baru ini membuat Skype menjadi alat komunikasi yang lebih baik lagi,” kata Amritansh Raghav (Corporate Vice President of Skype) seperti dilansir TechCrunch.

Lalu apa perbedaan Highlights dan Snapchat?. Fitur Highlights memungkinkan menggeser layar untuk mengakses kamera dan mengambil foto dan video.

Uniknya, Anda bisa mengombinasikan emoji dengan teks dan banner serta berbagai template lain dengan pilihan warna menarik.

Microsoft mengharapkan fitur Highlights mampu menarik minat pengguna untuk kembali menggunakan aplikasi besutan Microsoft tersebut.

Hebatnya, ada bisa melibat fitur kecerdasan Cortana ketika menuliskan chatting seperti “LOL” atau “can’t wait“.

Selain Skype Highlights, ada Instagram Stories dan WhatsApp Status yang menjiplak Snapchat.

Berkat Machine Learning, Gmail Tangkis Spam dan Phishing dengan Akurasi 99 Persen

Ilustrasi Gmail

Para hacker kerap menggunakan malware dan menanamkannya ke dalam email korban untuk melancarkan aksi jahatnya. Email adalah pintu pertama penyebaran malware yang sangat merugikan korbannya.

Google menggunakan teknologi machine learning untuk meningkatkan sistem keamanan Gmail terbaru sehingga bisa mendeteksi phishing dan spam sejak awal. Bahkan, teknologi machine learning itu memiliki tingkat akurasi lebih dari 99,9 persen dalam memblokir spam dan e-mail phishing di Gmail.

Cara kerjanya, teknologi machine learning berkolaborasi dengan teknologi Google Safe Browsing untuk mencari dan flags URL yang dianggap phishy serta menambahkan peringatan balasan eksternal ke Gmail.

Teknologi itu juga akan mengklasifikan semua ancaman dengan menggabungkan sekumpulan sinyal spam, malware, dan ransomware dengan attachment heuristics dan tanda tangan pengirim.

Google mengklaim sistem pertahanan baru itu akan membantu Gmail memblokir lebih banyak e-mail yang berpotensi membahayakan pengguna dengan cara tertentu seperti dikutip TechCrunch.

Tak hanya itu, Gmail juga mampu memblokir file yang memiliki potensi virus atau ransomware di lampiran email.

Pengguna pun akan bisa melakukan two-factor authentication di akun Gmail sehingga Anda bisa melakukan backup lewat fitur tersebut.

Snapdragon 835 Mampu Jalankan Laptop Windows 10

Tablet Qualcomm berbasis Windows 10 dan Snapdragon 835

Pabrikan semikonduktor Qualcomm dan Microsoft resmi memperkenalkan chipset Snapdragon 835 yang dapat mengoperasikan laptop berbasis Windows 10 dalam ajang Computex 2017 di Taipei, Taiwan.

Pete Bernard (Principal Group Program Manager, Partner & Customer Engagement R & D) menegaskan chipset Snapdragon 835 mampu menjalankan Windows 10 seperti PC atau laptop pada umumnya.

“Windows 10 yang berjalan di Snapdragon 835 ini, sama seperti Windows 10 yang berjalan di chipset lain,” kata Pete seperti dikutip Qualcomm.

Qualcomm memang berencana masuk ke pasar laptop yang selama ini dikuasai oleh Intel. Qualcomm pun akan bekerjasama dengan Asus, HP, dan Lenovo untuk meluncurkan perangkat Windows 10 berbasis arsitektur ARM.

Qualcomm menjanjikan baterai perangkatnya bisa bertahan 50 persen lebih lama dari prosesor berbasis Intel dan rata-rata mampu bertahan hingga 20 jam. Selain itu, perangkat berbasis ARM juga menawarkan pengalaman Connected Standby.

Don McGuire (VP of Global Product, Qualcomm) mengatakan Qualcomm pun telah melakukan survei pelanggan untuk mengetahui kebutuhan mereka akan sebuah laptop sebelum meluncurkan Snapdragon 835.

“Ukuran circuit board dengan Snapdragon 835 jauh lebih ringkas dari kompetitor kami. OEM jadi punya ruang lebih untuk komponen lain, untuk baterai misalnya,” ujar Don.

Menurut survei Qualcomm, pengguna sangat menginginkan laptop yang ramping dan memiliki kapasitas baterai besar. Dengan Snapdragon 835 terbaru, OEM menyematkan baterai berkapasitas lebih besar.

Selain itu, modem X14 LTE pada Snapdragon 835 mampu menawarkan kecepatan koneksi internet hingga 1Gbps. “Kecepatan X14 LTE sudah tiga sampai tujuh kali lebih cepat daripada kecepatan rata-rata pita lebar di AS,” ujarnya.

Pada awal tahun ini, Microsoft mengumumkan semua aplikasi desktop Windows 10 bisa beroperasi di 16 juta perangkat berbasis ARM.

Prosesor Qualcomm pertama yang bisa menjalankan Windows 10 adalah Snapdragon 835. Perangkat berbasis Windows 10 berbasis ARM akan menawarkan perangkat yang sangat tipis, ringan, dan tanpa kipas.

Qualcomm dan Microsoft masih belum mengungkap kapan perangkat Windows 10 ARM itu akan tersedia di pasar. Namun Steve Mollenkopf (CEO Qualcomm) menyebutkan bahwa perangkat itu tidak akan meluncurkan prosesor itu hingga kuartal empat tahun ini.

Review Smartphone