10 | June | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jun 10, 2017

Kaspersky Lab Tunjuk Stephan Neumeier Memimpin Kawasan Asia Pasifik

Perusahaan keamanan siber global Kaspersky Lab menunjuk Stephan Neumeier sebagai Managing Director Kaspersky Lab Asia Pacific yang baru dan efektif mulai tanggal 29 Mei 2017.

Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri TI, Stephan akan menempati posisi penting dan mengembangkan bisnis perusahaan di lebih dari 25 negara di kawasan APAC. Adapun, prioritas utamanya meliputi penguatan hubungan kemitraan, memperluas bisnis ritel perusahaan, dan mendorong pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan konsumen yang terus meningkat akan perlindungan siber yang efektif.

Diharapkan di bawah pengawasannya, Stephan mampu memimpin tim APAC dalam menjalankan strategi perusahaan untuk terus mengembangkan dan melanjutkan pertumbuhan keamanan siber bagi komersial dan perusahaan dengan lebih berfokus ke industri vertikal kritis seperti ‘industrial cyber security’.

Alexander Moiseev, Chief Sales Officer, Kaspersky Lab mengungkapkan “Dengan pengalaman industri Stephan yang luas terutama di dunia penjualan, channel dan distribusi, kami yakin bahwa dia mampu membantu para mitra kami di kawasan APAC untuk bertumbuh secara lebih luas dan cepat, membangun hubungan yang sukses dan lebih kuat dengan klien serta mitra perusahaan.”

Sebelum bergabung dengan Kaspersky Lab, Stephan berhasil memegang beberapa posisi kepemimpinan senior untuk channel di Unify, Avaya, San Disk dan McAfee, di perusahaan tersebut dia memainkan peran kunci dalam mengubah bisnis, memperluas bisnis channel serta mendorong bisnis untuk mencapai pertumbuhan year-on-year.

Saat pengangkatannya, Stephan juga mengatakan, “Analisis cepat dan komprehensif Kaspersky Lab terhadap serangan masif ransomware WannaCry yang baru-baru ini terjadi merupakan validasi dari dedikasi perusahaan untuk memastikan dukungannya kepada mitra dan pelanggan di seluruh dunia dan ini adalah sesuatu yang membuat saya senang menjadi bagian darinya.”

Maxim Mitrokhin yang sebelumnya memangku posisi Managing Director Kaspersky Lab APAC akan kembali menempati posisi sebagai Operations Director. Perubahan ini memungkinkan Maxim untuk lebih berfokus pada manajemen operasional, mengoptimalkan proses bisnis perusahaan serta meningkatkan kinerja perusahaan di kawasan ini.

Huawei Diprediksi Rajai Pasar PC Lima Tahun lagi

Huawei Matebook X

Huawei akan menjadi pabrikan komputer PC terbesar di dunia pada tiga hingga lima tahun yang akan datang, mengalahkan Apple, Lenovo dan HP. Hal itu dikatakan kepada eksekutif Huawei setelah meluncurkan perangkat notebook.

Bulan lalu, pabrikan komputer asal Tiongkok itu meluncurkan MateBook X, MateBook D dan MateBook E yang akan langsung berhadapan dengan produk Apple MacBook.

“Ketika Huawei memutuskan masuk suatu pasar, maka Huawei harus menjadi pemimpin pasar,” kata Wan Biao (COO Huawei Consumer Business Group) seperti dikutip CNBC.

“Kesuksesan Huawei berasal dari tim R&D yang terus berinovasi. Saya pikir kesuksesan Huawei sudah sudah terbukti di pasar smartphone,” ujarya.

Ketika ditanya kapan memimpin pasar komputer PC. Wan mengatakan, “Proses membutuhkan sekitar tiga hingga lima tahun.”

Menurut perusahaan riset IDC, pasar PC tumbuh 0.6 persen pada kuartal pertama 2017. Hal itu merupakan prestasi lantaran pasar PC terus turun dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini HP, Lenovo, Dell, Apple, dan Acer mendominasi lima besar pangsa pasar komputer PC di dunia. Jadi, jika Huawei merajai pasar komputer PC, maka Huawei akan mengorbankan salah satu dari kelima nama tersebut.

“Tentu, kami sangat percaya diri karena Huawei sangat unggul dalam inovasi. Faktanya, beberapa teknologi laptop mirip dengan teknologi smartphone. Selain itu Huawei juga mengembangkan teknologi AI, AR dan VR (artificial intelligence, augmented reality and virtual reality),” pungkas Wan.

Pada 2016, Richard Yu (CEO Consumer Division Huawei) mengatakan Huawei percaya diri bisa memimpin pasar smartphone pada 2021.

Google Akan Buang Aplikasi “Curang” dari Play Store

ilustrasi google play store

Google akan memperketat kebijakan penentuan nilai rating dan review aplikasi di Play Store sehingga nilai rating itu benar-benar kredibel, tanpa bias dan kecurangan.

Google menemukan para pengembang aplikasi melakukan kecurangan dengan cara “menyuap” netizen. Misal, para developer aplikasi itu memberikan fitur tambahan cuma-cuma lewat mekanisme giveaway atau membayar netizen untuk memberikan review positif alias endorsement.

Karena itu, Google akan menghukum para developer yang menggunakan rating dan review berbayar seperti dikutip Digital Trends.

Jika ketahuan, Google akan membuang aplikasi populer yang curang itu dari jejeran top list Play Store. Bahkan, Google mengancam akan menghapus aplikasi yang curang itu dari Google Play Store.

Google belum mengungkapkan cara mengidentifikasi rating dan review berbayar. Jika kebijakan itu berjalan sesuai rencana, semestinya pengguna tidak lagi tertipu dengan “false review” di Google Play Store.

Ada banyak “false review” di Google Play Store. Misal, ada satu aplikasi yang dibanjiri komentar positif dan diberi rating tinggi, tapi ketika dijajal sangat mengecewakan.

Sebelumnya, Google juga telah meluncurkan kebijakan untuk memberantas spam dan penginstalan oleh bot.

Bapak Android “Pede” Essential Phone Mampu Kalahkan Smartphone Apple dan Samsung

Andy Rubin

Saat ini ada dua penguasa pasar smartphone di dunia yaitu Samsung dan Apple. Sangat sulit untuk memecah dominasi Samsung dan Apple tetapi tidak ada yang tidak mungkin dalam industri teknologi.

Andy Rubin (Pencipta Android) atau bapak Android percaya diri bisa menggulingkan dominasi Samsung dan Apple dari puncak penguasa pangsa pasar smartphone global.

Pernyataan itu dilontarkan Rubin setelah startup yang ia dirikan, Essential merilis smartphone perdananya Essential Phone yang menjadi salah satu upayanya menghentikan dominasi Apple dan Samsung.

“Ketika ada duopoli yang memiliki 40 persen pangsa pasar, pasti akan timbul kepuasan pada pihak tersebut. Ini waktu yang tepat untuk memulai perusahaan (Essential) yang dapat mengganggu kondisi tersebut,” kata Rubin seperti dikutip dari CNET.

Smartphone Essential Phone buatan “bapak Android”, Andy Rubin.

Ambisi Rubin itu bukanlah isapan jempol semata karena saat ini Essential memiliki nilai valuasi sekitar US$ 900 – US$ 1 miliar setelah berhasil meraup pendanaan US$ 300 juta.

Essential Phone sendiri mengusung pemakaian Ambient OS, sistem operasi besutan Essential yang menawarkan kemudahan bagi pengguna. Rubin pun memastikan Essential akan menjadi ekosistem terbuka karena ekosistem tertutup bisa membuat perangkat saling terpisah dan ketinggalan zaman.

Sebagai informasi, Essential Phone merupakan smartphone premium yang mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4GB, dan memori internal 128 GB.

Dari segi desain, Essential Phone mengusung konsep layar edge-to-edge atau berbezel tipis. Bedanya, layar Essential dibuat secara khusus sehingga mengelilingi kamera depan untuk memaksimalkan screen-to-body ratio.

Tingkatkan Keamanan Siber, Microsoft Beli Hexadite

CORRECTS TO SAY THAT MICROSOFT WILL ELIMINATE UP TO 18,000 INSTEAD OF 18,000 – This July 3, 2014 photo shows Microsoft Corp. signage outside the Microsoft Visitor Center in Redmond, Wash. Microsoft on Thursday, July 17, 2014 announced it will lay off up to 18,000 workers over the next year. (AP Photo Ted S. Warren) NYBZ117

Akhirnya, Microsoft akan membeli startup di bidang keamanan siber Hexadite. Bulan lalu, media Israel Calcalist mengatakan Microsoft mengeluarkan dana sebanyak US$ 100 juta untuk membeli Hexadite.

Pada awal tahun ini, Microsoft akan berinvestasi lebih dari US$ 1 miliar pertahun untuk riset dan pengembangan keamanan siber dalam beberapa tahun mendatang.

“Hexadite akan membantu kami membuat sejumlah alat dan layanan terbaru untuk penawaran (produk) keamanan perusahaan dari Microsoft,” kata Terry Myerson, (Executive Vice President of Windows and Devices Group di Microsoft) seperti dikutip IB Times.

Hexadite memiliki markas di pusat di Boston dengan pusat riset dan pengembangan berlokasi di Israel. Hexadite mengklaim teknologinya mampu meningkatkan produktivitas dan menekan biaya.

Sementara itu, investor Hexadite antara lain Hewlett Packard Ventures dan perusahaan pemodal ventura TenEleven dan YL Ventures.

Setelah Akuisisi Yahoo, Verizon Akan Pecat 2.000 Karyawan

Verizon Resmi Beli Yahoo Senilai USD 4.83 Miliar

Verizon Communications Inc akan segera menyelesaikan proses akuisisi Yahoo Inc senilai 4,48 miliar dollar AS pada pekan depan. Setelah proses itu rampung, Verizon Communication akan memangkas 2.000 posisi di Yahoo yang berada di California dan sejumlah negara di luar Amerika Serikat (AS).

Rencana pemangkasan itu mencapai sekitar 15 persen dari total staff unit Yahoo dan unit AOL milik Verizon. Saat ini, total pegawai AOL dan Yahoo mencapai 14.000 pegawai.

Penjualan Yahoo kepada Verizon Communication Inc itu terjadi karena salah satu investor Yahoo Inc, Starboard Value LP telah kehilangan kepercayaan kepada Marissa Mayer (CEO Mayer).

Jika proses pembelian selesai, Mayer harus hengkang dari Yahoo.

Yahoo pun harus menurunkan harga bisnis inti Internetnya sebesar USD350 juta atau sekitar Rp4,65 triliun. Di bawah ketentuan yang direvisi dalam kontrak itu, pembelian aset Yahoo oleh Verizon akan mencapai USD4,48 miliar atau sekira Rp59,55 triliun.

Sementara itu, Verizon Communication akan mempermak ulang AOL dan Yahoo untuk membuat perusahaan baru bernama Oath yang dimpimpin oleh CEO AOL Tim Armstrong seperti dikutip BGR.

Operator telekomunikasi nomor 1 di AS itu akan mengkombinasikan layanan pencarian, email dan pesan di Yahoo dengan teknologi AOL yang dibeli 2015 lalu senilai 4,4 miliar dollar AS.

Verizon optimis layanan mobile video dan iklan akan jadi sumber pendapatan di luar bisnis nirkabel yang jenuh. Dengan akusisi tersebut, Verizon bisa menggunakan 200 juta pengunjung situs Yahoo dan mengombinasikannya dengan 150 juta pengguna AOL serta 100 juta pengguna Verizon untuk layanan kepada para pengiklan.

Akuisisi Verizon atas Yahoo itu sekaligus akan mengakhiri perjalanan bisnis Yahoo sebagai perusahaan pionir di bidang website yang pernah memiliki valuasi 100 miliar dollar AS.

Alphabet Jual Bisnis Robot Boston Dynamics ke SoftBank

Ilustrasi Boston Dynamics

Perusahaan induk Google, Alphabet Inc akan menjual perusahaan robotik Boston Dynamics ke SoftBank, perusahaan teknologi dan telekomunikasi asal Jepang. Sayangnya, detail perjanjian akusisi termasuk nilai transaksinya tidak terungkap.

“Kami di Boston Dynamics tidak sabar untuk menjadi bagian dari divisi SoftBank dan membuat revolusi teknologi yang berikutnya. Kami juga memiliki kepercayaan yang sama dengan SoftBank bahwa kemajuan teknologi harus menguntungkan manusia,” kata Marc Raibert (CEO dan Pendiri Boston Dymanics) seperti dikutip CNBC.

Nmaun, Alphabet memang sudah lama ingin menjual Boston Dynamics sejak Maret 2016 atau kurang lebih 2 tahun setelah kepergian Andy Rubin (Pendiri Android).

Ketika masih Google, Rubin meminta Google mengakuisisi perusahaan robotik Boston Dynamics. Boston Dynamics pun masuk dalam divisi robotik Google dan berganti nama dengan Replicant.

Ironisnya, setelah Rubin pergi dari Google, Google pun tidak fokus mengembangkan divisi robotik tersebut sehingga membuat masa depan Boston Dynamics dan perusahaan-perusahaan robot lainnya tidak jelas.

Keputusan Alphabet menutup semua divisi robotiknya menjadi sinyal bahwa Google akan berhenti bereksperimen dalam dunia robot industri dan humanoid. Boston Dynamics memiliki reputasi sebagai pemimpin dalam teknik robotika karena berhasil membuat robot berkaki dua dan empat seperti Atlas dan BigDog.

Sebagai bagian dari restrukturisasi dan penghematan biaya yang dibuat oleh CFO Alphabet Ruth Porat tahun lalu, Alphabet akan melakukan berbagai langkah untuk mengurangi divisi eksperimen mereka.

Review Smartphone