15 | June | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jun 15, 2017

Terungkap, Apple Sedang Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Akhirnya, Tim Cook (CEO Apple) mengonfirmasi bahwa Apple sedang mengembangkan peranti lunak untuk mendukung mobil tanpa sopir.

Sebelumnya, Apple sangat menutup rapat-rapat mengenai proyek pengembangan mobil tanpa sopirnya sejak 2014.

Cook mengatakan Apple sedang fokus mengembangan sistem otonomos untuk berbagai tujuan yang menurutnya sebagai induk dari kecerdasan buatan (AI). Jadi, sistem otonomos Apple tidak hanya fokus kepada mobil tanpa sopir saja.

“Kami sangat tertarik dengan kelanjutan teknologi ini. Kami melihat ini sebagai induk dari seluruh proyek kecerdasan buatan (AI),” kata Cook dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg seperti dikutip BBC.

Konsep Mobil Autonomous Apple 1

Cook juga mengakui bahwa proyek AI itu adalah proyek yang paling sulit dikerjakan karena Apple harus merubah manajemen dalam Project Titan dan merumahkan puluhan pegawai.

Rumornya, proyek mobil tanpa sopir Apple itu dikerjakan lebih dari 1.000 insinyur yang direkrut Apple dari berbagai produsen mobil ternama. Proyek itu dipimpin oleh Bob Mansfield dan beredarnya perizinan untuk mengetes mobil tanpa sopir di jalanan California, Amerika Serikat (AS).

Apple pun sudah mengantongi izin dari California DMV untuk mulai mengetes sistem mobil tanpa sopirnya di jalanan pada Mei lalu. Saat itu, Apple menggunakan sejumlah mobil SUV Lexus RX450h keluaran 2015 untuk melakukan serangkaian uji coba mobil tanpa sopirnya.

Pengakuan Cook terkait pengembangan mobil tanpa sopir itu bersamaan dengan klaim dari Alphabet Waymo dan Uber yang menyebutkan bahwa mereka adalah pemimpin di industri mobil otomatis.

Inilah Sederet Fitur Baru LINE yang Akan Dirilis Sepanjang Tahun 2017

Rencana fitur baru LINE di tahun 2017.

Pada ajang LINE Conference 2017 di Tokyo, LINE mengungkapkan sederet fitur baru yang akan dirilis sepanjang tahun 2017 di Jepang maupun secara global.

Fitur-fitur ini memperkuat visi baru LINE untuk lima tahun ke depan sebagai “Communication First” yang berfokus pada pilar koneksi, video, dan kecerdasan buatan.

  1. Peningkatan kapabilitas fitur kamera. Pengguna bisa mengaktifkan kamera di dalam layanan chat serta menambah efek atau filter menggunakan face recognition.
  2. Slideshow. Mengumpulkan berbagai gambar atau foto di dalam slideshow, menambah efek dan musik, serta membagikannya di dalam chat.
  3. Chatlive. Mengirim live video stream kepada teman di dalam layanan chat.
  4. Platform Aplikasi Chat. Fitur terbaru yang dapat mengatur sendiri layanan chat dengan menggunakan plugin dan extension tertentu. Dengan memasang aplikasi ini, pengguna dapat berbagi rencana dengan teman atau bermain game.
  5. LINE Story. Dapat mengunggah atau stream video dengan mudah di dalam Timeline guna menikmati metode real-time communication yang baru.
  6. Portal Tab. News Tab akan diperbarui menjadi Portal Tab yang menyediakan prakiraan cuaca, horoskop, informasi transportasi publik, dan informasi penting lainnya, yang disesuaikan dengan keseharian setiap pengguna. Selain memuat konten informasi terkini, tab baru akan disinkronisasikan dengan layanan LINE yang lain untuk memudahkan akses pada komik, musik, video, dan konten lainnya.
  7. Wallet Tab. LINE juga bermaksud untuk menjadikan aplikasi LINE sebagai portal untuk segala aktivitas pembelian dan pembayaran—baik online maupun offline. Pada Wallet Tab, pengguna tidak hanya bisa mengirim uang, melakukan pembayaran, mengatur saldo dan poin dalam akun LINE Pay mereka, tetapi juga mengatur seluruh poin dan kupon yang mereka peroleh dari berbagai tempat belanja dan restoran.
  8. Pengiriman uang antarpengguna tanpa verifikasi. Tidak lama lagi, pengguna dapat mengirim uang tanpa perlu mendaftar pada akun bank yang ada atau melakukan identifikasi dokumen terlebih dahulu. Dengan adanya perubahan tersebut, pengguna dapat mengirimkan uang kepada teman LINE mereka.
  9. LINE SHOPPING. LINE SHOPPING adalah layanan yang menggunakan aplikasi LINE sebagai portal belanja. Dengan berbagai opsi belanja seperti fesyen, perabotan rumah, perabotan olahraga, dekorasi rumah, elektronik, kosmestik, dan lainnya, layanan ini akan menjadi tempat baru bagi pengguna untuk mencari produk-produk lebih dari 100 merek dan bisnis.
  10. LINE Delima. LINE merambah pada layanan pengiriman makanan, memungkinkan pengguna untuk memesan berbagai makanan melalui aplikasi LINE di mana pun mereka berada.
  11. LINE LIVE Viewer hadir dalam aplikasi utama LINE. LINE LIVE telah tumbuh menjadi platform distribusi video dengan lebih dari 13 juta pengguna aktif per bulan. Untuk mempermudah akses pengguna sekaligus menambah jumlah pengguna layanan ini, LINE akan mengintegrasikan fitur LINE LIVE Viewer ke dalam aplikasi utama LINE.
  12. LIVE Video Ads. Iklan dalam streaming akan ditambahkan pada LINE LIVE.

Terakhir, LINE mengumumkan jumlah pengguna aktif bulanan di empat pasar teratas (Jepang, Thailand, Taiwan, dan Indonesia) per Maret 2017 sebesar lebih dari 171 juta pengguna, 72 persen di antaranya aktif memakai LINE setiap hari untuk berkirim hingga 27 miliar pesan setiap hari.

LINE Pamerkan Dua Speaker Cerdas Berbasis AI “Clova”

Speaker cerdas LINE berbasis Clova AI dengan nama Wave dan Champ.

LINE merayakan ulang tahun keenam mereka dengan menggelar acara LINE Conference 2017 di Tokyo, Jepang, pada hari Kamis (15/6).

Dalam acara ini, LINE mengumumkan visi perusahaan untuk lima tahun ke depan, yaitu “Communication First”, sebagai tahap selanjutnya dari perwujudan misi “Closing the Distance” yang dimulai tahun lalu. Visi ini memuat tiga konsep utama bisnis LINE, yaitu “Everything Connected”, “Everything Videolized”, dan “Everywhere AI”.

Salah satu sorotan utama pada acara ini adalah peluncuran dua buah speaker cerdas besutan LINE, masing-masing diberi nama Wave dan Champ.

Kedua speaker cerdas ini berbasis Clova, sistem kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) yang pertama kali dipamerkan LINE pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona.

Wave merupakan smart speaker yang didesain untuk digunakan di ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, serta area lainnya di dalam rumah.

Wave dapat digunakan untuk mengatur kalender dan to do list, mendapat informasi mengenai prakiraan cuaca dan hal lain yang dibutuhkan pengguna sepanjang hari, menghidupkan dan mematikan perabotan dengan sinar inframerah, hingga melakukan pembicaraan santai. Pengguna juga bisa mengatur pesan chat dalam aplikasi LINE melalui Wave.

Di samping itu, Wave dapat memainkan musik dari koleksi sekitar 40 juta lagu yang terdapat pada layanan streaming LINE Music. Selain dapat mengatur secara spesifik musik yang ingin didengarkan dengan menyortir judul atau penyanyi, Wave juga menyediakan rekomendasi berdasarkan kondisi atau mood pengguna.

Wave akan mulai dijual di Jepang pada musim gugur tahun ini (Agustus – November 2017) dengan harga 15.000 yen atau dipesan lebih dulu pada Mei – Agustus 2017 dengan harga 10.000 yen.

Sementara itu, Champ adalah speaker cerdas yang lebih sederhana dan mudah dibawa ke mana saja. Champ tersedia dalam bentuk karakter LINE Friends yang populer, seperti Brown dan Sally. Champ baru akan dijual mulai musim dingin atau sekitar bulan Desember 2017. Harganya belum diketahui.

Aplikasi “Ayo Mudik” Jadi Pusat Informasi Mudik Lebaran 2017 dari Pemerintah

Aplikasi Ayo Mudik.

Menjelang hari raya Lebaran tahun 2017, masyarakat Indonesia akan disibukkan dengan aktivitas rutin, yaitu mudik ke kampung halaman.

Untuk membantu para pemudik tahun ini, terutama yang menggunakan moda transportasi darat seperti bus, mobil, dan motor, Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Perhubungan, dan kepala lembaga lainnya meluncurkan aplikasi “Ayo Mudik” yang tersedia di platform Android.

Aplikasi “Ayo Mudik” memberi ketersediaan informasi mengenai jalur mudik, fasilitas yang ada di sepanjang jalur mudik, serta informasi titik kemacetan yang berpotensi memperpanjang durasi perjalanan mudik.

Lewat aplikasi ini, pemudik bisa mengetahui informasi lokasi posko mudik, pos polisi, posko kesehatan, SPBU, bengkel, masjid, ATM, info bencana, serta info lalu lintas terkini.

Konten dan informasi di dalam aplikasi “Ayo Mudik” didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, BMKG, Pertamina, Jasa Marga, Kepolisian RI, perusahaan telekomunikasi, serta perusahaan penyedia jasa dan produk internet.

Lahirnya aplikasi mudik resmi dari Pemerintah ini dilatarbelakangi kondisi tahun-tahun sebelumnya, akses informasi mutakhir dan lengkap untuk para pemudik masih sulit untuk diperoleh karena tidak terintegrasi dengan baik.

“Kita ingin ada aplikasi daya dukung mudik yang terpadu dengan nama Ayo Mudik. Pengembangannya dilakukan oleh tim pengembang Indonesia yang bertalenta, Kudo, dalam waktu kurang dari satu bulan,” kata Menkominfo Rudiantara dalam siaran pers, Kamis (13/6).

“Kami sangat senang bisa membantu Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam menciptakan aplikasi terpadu ini. Besar harapan kami, aplikasi ini dapat membantu masyarakat Indonesia pada kesempatan mudik tahun ini,” imbuh Albert Lucius (CEO dan Co-Founder, Kudo).

Aplikasi “Ayo Mudik” sudah tersedia di Google Play Store dan siap diunduh oleh para pemudik agar perjalanan mudik lebih menjadi aman dan nyaman.

Harga Hunian Mahal, Google Siapkan US$30 Juta untuk Bangun Apartemen Karyawan

Suasana kantor Google di Indonesia.

Harga tempat tinggal di area San Francisco dan Silicon Valley terus melonjak seiring pertumbuhan ekonomi di pusat teknologi ini.

Bayangkan saja, harga sewa rata-rata apartemen dengan satu kamar tidur di San Francisco sebesar US$3.320/bulan dan apartemen dua kamar sebesar US$4.430/bulan. Angka ini dua kali lebih tinggi daripada rata-rata harga sewa bulanan apartemen di seluruh Amerika Serikat.

Bahkan, menurut sebuah riset yang dikutip The Guardian, seorang insinyur di perusahaan teknologi papan atas mesti merogoh 40 – 50 persen dari gaji tahunannya hanya untuk membayar sewa apartemen.

Tidak mengherankan jika sebagian besar karyawan perusahaan teknologi mengaku kesulitan untuk mencari tempat tinggal di wilayah Silicon Valley dan sekitarnya.

Melihat keadaan tersebut, Google, melalui induk perusahaannya Alphabet, dikabarkan sudah menyiapkan dana US$30 juta untuk membangun apartemen bagi 300 orang karyawannya yang paling membutuhkan.

Seperti dilansir The Wall Street Journal, apartemen ini dipesan Alphabet dari Factory OS, sebuah startup di bidang konstruksi yang spesialis membangun perumahan dan apartemen modular. Konsep modular ini diusung dengan tujuan menghemat biaya pembangunan dan memungkinkan penambahan unit di kemudian hari jika dibutuhkan.

Pembangunan konsep apartemen modular Factory OS. [Kredit: WSJ]
Alphabet belum mengungkapkan seberapa besar biaya sewa yang akan mereka tawarkan bagi para karyawan. Namun, berdasarkan proyek Factory OS sebelumnya, apartemen modular ini bisa menghemat biaya sewa sampai US$700 per bulan.

Selain Alphabet, perusahaan teknologi lainnya di Silicon Valley juga sedang menjajaki inisiatif serupa. Facebook, misalnya, telah berkomitmen untuk membuat 1.500 unit hunian karyawan di Menlo Park, lokasi markas besarnya, dengan 15 persen di antaranya tergolong hunian bersubsidi.

Krisis hunian terjangkau di Silicon Valley diperkirakan bakal terus berlanjut seiring ekspansi perusahaan teknologi, seperti Apple yang akan memindahkan ribuan karyawannya ke kantor barunya, Apple Park, dan Salesforce yang sedang membangun calon gedung tertinggi di San Francisco dengan 61 tingkat.

Hadir di Indonesia, Canva Tawarkan Desain Poster dan Kartu Ucapan Online

Contoh desain kartu ucapan Lebaran Bahasa Indonesia di Canva.

Bertepatan dengan momen menjelang Hari Raya Lebaran, situs penyedia desain grafis online Canva mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia.

Saat ini, Canva menawarkan jutaan desain poster, brosur, infografis, media sosial, dan kartu ucapan, baik yang gratis maupun berbayar, yang tersedia dalam versi lokal berbahasa Indonesia. Bahkan, Canva sudah menyiapkan ratusan desain template kartu ucapan Lebaran khusus bagi para pengguna di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Canva juga akan meluncurkan inisiatif dan template baru untuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Idul Adha.

“Lebaran merupakan momentum yang sangat penting di Indonesia. Inilah alasan kami meluncurkan Canva di Indonesia dengan ratusan template yang bisa disesuaikan dengan tema perayaan Lebaran untuk melayani bisnis kecil hingga menengah, pemasar digital, dan keluarga,” kata Andrianes Pinantoan (Head of Growth, Canva International) dalam keterangan pers.

Canva sendiri sudah menerjemahkan platformnya ke dalam Bahasa Indonesia sejak sembilan bulan yang lalu. Hasilnya, lebih dari 100.000 pengguna di Indonesia telah terdaftar di Canva dengan lebih dari 3.500.000 desain yang telah dibuat. Menariknya, separuh dari seluruh desain yang ada dibuat di Jakarta. Karena itu, Canva memandang Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi yang luar biasa.

“Kami akan berinvestasi dalam hal pemasaran lokal, pengembangan bisnis, kemitraan, dan menyesuaikan produk kami di Indonesia dengan tujuan memperkenalkan Canva pada pemasar media sosial, blogger, dan UKM, serta memberdayakan mereka untuk membuat desain cantik milik mereka sendiri,” lanjut Andrianes.

Peluncuran di Indonesia merupakan bagian dari promosi internasional besar-besaran Canva dengan lebih dari 25 bahasa dalam 12 bulan terakhir. Pengguna dapat mengakses Canva melalui desktop, iPad, dan iPhone, dengan aplikasi Android yang akan dirilis pada akhir tahun 2017.

Canva didirikan oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht, dan Cameron Adams di Australia pada tahun 2012. Sekarang startup ini bernilai US$345 juta dengan portofolio investor mencakup Felicis Ventures, Blackbird Ventures, Matrix Partners, serta dua aktor Hollywood, Owen Wilson dan Woody Harrelson.

Belanja Perangkat dan Solusi IoT Capai US$800 Miliar, Paling Besar di Asia Pasifik

Pembelanjaan perangkat dan solusi Internet of Things (IoT) di seluruh dunia akan bernilai US$800 miliar (sekitar Rp10 kuadriliun) pada akhir tahun 2017. Angka ini meningkat 16,7 persen dari tahun ke tahun serta diproyeksikan bisa mencapai US$1,4 triliun (sekitar Rp18 kuadriliun) pada tahun 2021.

Dalam laporan “Worldwide Semiannual Internet of Things Spending Guide”, IDC menyebut bahwa Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) bakal menjadi kawasan yang paling getol belanja IoT dengan nilai US$455 miliar pada 2021. Selanjutnya menyusul Amerika Serikat (US$421 miliar) dan Eropa Barat (US$274 miliar).

Namun, dari sisi pertumbuhan transaksi, kawasan Amerika Latin akan memimpin dengan pertumbuhan 21,7 persen dari tahun ke tahun, disusul Timur Tengah dan Afrika dengan pertumbuhan 21,6 persen, dan Eropa Tengah dan Timur dengan 21,2 persen.

IDC juga melaporkan bahwa vertikal industri yang paling banyak berinvestasi di teknologi IoT adalah manufaktur (US$183 miliar), transportasi (US$85 miliar), dan utilitas/fasilitas publik (US$66 miliar). Sedangkan penggunaan IoT di lintas industri, seperti mobil terhubung (connected car) dan bangunan cerdas (smart building), akan menghabiskan anggaran US$86 miliar di tahun 2017.

Sementara itu, contoh kasus pemanfaatan IoT yang paling besar menghabiskan dana diperkirakan adalah operasional pabrik dan manufaktur (US$105 miliar), pengawasan transportasi kargo/freight (US$50 miliar), dan manajemen aset produksi (US$45 miliar). Di samping itu, teknologi smart grid untuk pengelolaan air, listrik, dan gas bumi serta smart building juga kian menarik investasi signifikan pada tahun ini.

Di masa depan, teknologi IoT akan paling cepat digunakan di kasus-kasus lainnya, seperti otomatisasi fasilitas bandara, pengisian daya mobil listrik, dan pemasaran kontekstual di dalam pertokoan.

“Diskusi mengenai IoT sudah bergeser dari sebatas jumlah perangkat yang terhubung menjadi bagaimana memperoleh nilai dan manfaat yang sebenarnya dari IoT. Caranya dengan menggabungkan software dan service untuk menangkap, mengartikan, dan merespons data yang didapat dari titik-titik akhir IoT [seperti modul dan sensor],” ujar Carrie MacGilliyray (VP, Internet of Things and Mobility, IDC).

Terakhir, IDC menekankan pentingnya pembaruan sistem keamanan di perusahaan yang mengadopsi teknologi IoT. Pasalnya, makin banyak perangkat dan layanan yang terhubung dari vendor yang berbeda-beda, makin besar pula ancaman keamanan yang mungkin datang.

Tangkal WannaCry Jilid II, Microsoft Kembali Rilis Patch Keamanan Windows XP

Ilustrasi ransomware WannaCry

Microsoft kembali menghadirkan patch keamanan terbaru untuk Windows XP, menyusul adanya potensi serangan malware terbaru dari organisasi pemerintahan tertentu. Padahal, Microsoft telah memutuskan untuk tidak lagi mendukung sistem keamanan Windows XP pada April 2014.

Tak hanya untuk Windows XP, Microsoft juga akan memperbarui sistem operasi lawas lainnya yakni Windows Vista. Microsoft melihat adanya serangan yang memiliki risiko tinggi serupa WannaCry.

“Kami telah meninjau dan mengidentifikasi adanya risiko serangan balik oleh organisasi pemerintah, yang kadang-kadang disebut sebagai aktor negara, atau organisasi peniru lainnya,” kata Adriene Hall (General Manager of Crisis Management Microsoft) seperti dikutip The Verge.

Sebelumnya, Microsoft telah meluncurkan patch keamanan Windows XP karena merebaknya serangan ransomware WannaCry beberapa waktu lalu.

Ransomware WannaCry telah menginfeksi sebanyak 300.000 komputer di seluruh dunia dan menuntut uang tebusan US$300 – 600 untuk setiap komputer.

Pengguna bisa menemukan patch itu pada Microsoft Download Center atau Windows Update. Namun, Microsoft tidak menjelaskan lebih rinci serangan pihak mana yang membuatnya harus memberikan update terbaru pada Windows XP dan Vista.

Padahal, saat terjadi penyerangan oleh ransomware WannaCry, sebagian besar perangkat yang terkena dampaknya adalah komputer yang memasang sistem operasi Windows 7.

“Untuk menghadapi semua risiko ini, kami memberikan update sistem keamanan terbaru untuk semua pelanggan, termasuk sistem operasi Windows yang lawas,” ujar Hall.

Rekrut Arsitek Apple, Google Makin Serius Bikin Prosesor Sendiri

Ilustrasi Google Pixel 2

Tak mau kalah dengan Apple yang memiliki prosesor buatan sendiri untuk perangkatnya seperti iPhone. Google pun akan mengembangkan prosesor buatannya sendiri. Bahkan, Google rela merekrut Manu Gulati yang sebelumnya menjabat sebagai arsitek di Divisi Pembuatan Chip Apple.

Dalam profile LinkedIn-nya, Manu Gulati tercatat pernah bekerja di perusahaan pencipta iPhone selama 8 tahun. Sedangkan di Google, ia mendapatkan jabatan sebagai pimpinan arsitek system-on-chip di Google.

Gulati pun akan dengan senang hati membeberkan keunggulan chip prosesor Apple kepada Google, mengingat chipset prosesor buatan Apple menawarkan kinerja yang cepat, seperti dilansir CNBC.

Manu Gulati memiliki track record yang cemerlang. Bahkan ia adalah pegawai kunci yang mengembangkan chip untuk produk-produk seperti iPhone, iPad, dan Apple TV.  Gulati pun pernah bekerja dengan AMD dan Broadcom, dua perusahaan prosesor ternama di Amerika Serikat.

Google memang serius berinvestasi dalam pembuatan chip sendiri karena dapat meningkatkan kontrol lebih besar terhadap ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak Android.

Apalagi, Google memiliki smartphone Google Pixel yang saat ini masih menggunakan prosesor buatan Qualcomm dan perangkat elektronik lainnya, yaitu speaker pintar Google Home, headset VR DayDream, dan versi terbaru dari Chromecast.

Selain Gulati, Google juga sedang mencari desainer chip lain untuk melengkapi anggota timnya.

Google Akan Rilis Daftar Aplikasi Terbaik di Android Setiap Tiga Bulan

Ilustrasi Aplikasi Android Excellence

Google meluncurkan program Android Excellence pada Google Play Store yang menunjukkan koleksi aplikasi dan game terbaik pilihan kurator Google.

Aneka aplikasi yang masuk ke dalam daftar ini dianggap mampu memberikan pengalaman menarik bagi pengguna Android, mencakup desain yang keren, kinerja teknis, lokalisasi, dan pengoptimalan perangkat pada Google Play.

Saat ini, Android Excellence terdiri dari dua bagian yaitu Aplikasi dan Game yang berada di bagian bawah halaman Editors’ Choice.

Google akan terus mengembangkan program Google Android Excellence dan memperbaruinya tiga bulan sekali.

Berikut daftar aplikasi dan game yang masuk dalam daftar Android Excellence kali ini, seperti dikutip The Verge:

Android Excellence Apps

AliExpress, B&H Photo Video, Citymapper, Drivvo, drupe, Evernote, Hotel Tonight, Kitchen Stories, Komoot, Lifesum, Memrise, Pocket, Runtastic Running & Fitness Tracker, Skyscanner, Sleep as Android, Vivino.

Android Excellence Games

After the End Forsaken Destiny, CATS: Crash Arena Turbo Stars, Golf Clash, Hitman GO, Horizon Chase – World Tour, Kill Shot Bravo, Lineage Red Knights, Nonstop Knight, PAC-MAN 256 – Endless Maze, Pictionary, Reigns, Riptide GP: Renegade, Star Wars: Galaxy of Heroes, Titan Brawl, Toca Blocks, Transformers: Forged to Fight.

Review Smartphone