16 | June | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jun 16, 2017

Terbitkan Visa Teknologi, Perancis Buka Diri untuk Pebisnis Startup Asing

Presiden Perancis Emmanuel Macron (tengah) di acara VivaTech Paris 2017.

Perancis akan menerbitkan visa teknologi yang akan mempermudah para pebisnis startup dan talenta teknologi asing untuk bekerja di negara tersebut.

Hal ini merupakan bagian dari upaya Presiden Perancis yang baru terpilih bulan lalu, Emmanuel Macron, untuk membuka diri terhadap pendiri, karyawan, dan investor startup sekaligus menjadikan Perancis sebagai negara yang mendukung inovasi dan perusahaan rintisan.

“Saya ingin Perancis menarik bagi wirausahawan baru, ilmuwan baru, dan menjadi negara yang mendukung inovasi dan startup. Saya ingin negara ini menjadi negara para unicorn,” kata Macron di acara VivaTech Paris 2017, Kamis (15/6). Unicorn adalah sebutan bagi startup yang berhasil memperoleh valuasi/nilai perusahaan US$1 miliar.

Seperti diberitakan CNBC, Macron berjanji bahwa pemerintahannya akan menyederhanakan regulasi yang rumit, mempermudah talenta asing untuk bekerja di Perancis, dan mendukung startup dengan anggaran dana khusus.

Visa teknologi adalah salah satu cara menarik talenta asing itu dan memungkinkan mereka untuk memperoleh izin tinggal sementara di Perancis dengan predikat “Talent Passport”. Visa itu berlaku selama empat tahun dan pemilik visa boleh membawa anggota keluarga intinya.

Macron juga ingin menjaga supaya talenta-talenta asli Perancis tidak kabur ke negara lain. Caranya dengan memberi pelatihan dan menyiapkan dana untuk startup bersama negara-negara lain di Eropa melalui European Venture Fund. Ia pun pernah mengusulkan dibentuknya Digital Single Market, kebijakan Uni Eropa yang menyederhanakan peraturan biaya streaming dan roaming lintas negara.

“Kita harus mengedukasi talenta-talenta yang kita miliki, membawa mereka ke tingkat akademik tertinggi. Jika mereka pergi ke luar negeri, mereka harus kembali karena di sinilah masa depan mereka berada,” ujar Macron.

“Saya akan meyakinkan bahwa Perancis memiliki lingkungan kreatif dan atraktif [bagi startup] dan kebijakan Pemerintah tidak akan menghalangi mereka. Entrepreneur is the new France,” pungkasnya.

“Chuck” Thacker, Bapak Komputer Tablet dan Ethernet Telah Berpulang

Ilustrasi ‘Chuck’ Thacker, Bapak Komputer Tablet dan Ethernet yang telah meninggal dunia

Industri komputer sedang berkabung. Charles P. “Chuck” Thacker telah meninggal dunia pada Senin (12/6) di usia yang ke 74.

Thacker mengawali kariernya dengan bergabung Xerox di Palo Alto Research Center (PARC). Di sana, Thacker mengembangkan Xerox Alto, komputer PC pertama yang menawarkan antarmuka grafis. Sumber kode Alto baru diluncurkan pada 2014.

Thacker bertanggung jawab mengembangkan peranti keras Alto. Dalam pengembangannya, Thacker berpikir bagaimana komputer bisa terhubung dengan dunia luar.

Dari situlah, Thacker terinspirasi untuk membuat dan mengembangkan Ethernet. Thacker juga mengembangkan printer laser. Setelah bekerja di DEC, ia mengerjakan komputer yang menggunakan stylus.

Kemudian, Thacker memimpin Microsoft Research untuk mengembangkan “wireless e-book“. Desainnya pun digunakan oleh Tablet PC Edition Windows XP.

Thacker telah mendapatkan banyak penghargaan termasuk Turing Award pada 2009, seperti dikutip The Register.

Buah karya Thacker sangat berpengaruh, seperti PC dan Ethernet. Mendiang Steve Jobs (Mantan Pendiri dan CEO Apple) juga pernah mengunjungi Xerox PARC untuk melihat hasil kerja Thacker.

Thacker pun sukses membuat layar ponsel sentuh dan komputer yang sukses ketika kompetitor lainnya gagal.

Apple Kembangkan iPhone untuk Bisa Rekam Data Medis Penggunanya

Ilustrasi aplikasi belanja di iPhone.

Apple akan mengembangkan iPhone agar bisa merekam data medis penggunanya, termasuk data kunjungan dokter, hasil laboratorium, dan resep obat sehingga membuat pengguna iPhone bisa lebih mudah berbagi data rekam medis dengan dokter baru.

Apple akan membuat paket aplikasi kesehatan yang berfungsi menjadi alat diagnostik lengkap. Alat diagnostik itu bisa menafsirkan data kebugaran dan kesehatan untuk menawarkan saran medis.

Apple memiliki tim khusus di dalam unit kesehatannya yang bertugas berkomunikasi dengan pengembang aplikasi, rumah sakit, dan kelompok industri lainnya untuk membicarakan tentang penyimpanan data kesehatan pada perangkat iPhone.

Saat ini Apple sedang melobi sejumlah pengembang, Rumah Sakit (RS), dan stakeholder terkait lainnya di bidang kesehatan, seperti dikutip CNBC.

Apple beralasan solusi itu akan mengatasi rintangan teknis yang sering menghambat aktivitas berbagi informasi pasien di antara profesional kesehatan karena rumah sakit dan dokter mengalami kesulitan untuk mentransfer informasi pasien dan portal medis online.

Jika berjalan, solusi Apple itu akan menyimpan data medis pengguna dan memungkinkan rumah sakit atau instansi kesehatan lain mengatasi masalah tersebut tanpa kehilangan informasi yang tidak akurat dari pasien tersebut.

Apple juga telah berbicara dengan beberapa kelompok industri TI kesehatan, termasuk “The Argonaut Project” yang mempromosikan penerapan standar terbuka untuk informasi kesehatan dan “The Carin Alliance,” sebuah kelompok yang bertujuan untuk memberi pasien lebih banyak kendali atas data medis mereka.

Pada tahun 2014, Apple sedang mengumumkan HealthKit yang mengajak para pengembang aplikasi untuk mengumpulkan dan membagikan informasi medis tentang para penggunanya.

Alibaba Cloud Jadi “Kuda Hitam” di Pasar Public Cloud Global

Alibaba Cloud merangsek sebagai “kuda hitam” di kancah persaingan public cloud global, khususnya di pasar Infrastructure-as-a-Service (IaaS).

Menurut laporan Gartner “2017 Magic Quadrant for Cloud Infrastructure as a Service”, Alibaba Cloud berada di kuadran Visionaries, bersama nama-nama raksasa teknologi asal Amerika Serikat, yaitu Google, IBM, dan Oracle.

Hebatnya, Alibaba Cloud mampu mengungguli IBM dan Oracle sekaligus menjadi penyedia public cloud terbaik di luar pemain tiga besar yang selama ini sudah umum diketahui: Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP).

Gartner menganggap Alibaba Cloud sanggup mengeksekusi solusi dan layanan cloud dengan baik. Padahal, Alibaba Cloud baru meluncurkan layanan internasionalnya pada tahun lalu, setelah sebelumnya hanya berfokus di pasar Tiongkok.

Di kampung halamannya sendiri, Alibaba Cloud memang tak tergoyahkan posisinya sebagai pemimpin. Tetapi, Gartner masih meragukan kemampuan raksasa Tiongkok itu dalam memikat hati pelanggan global.

“Jejak rekam Alibaba Cloud secara internasional masih terbatas dan kemampuan layanannya tidak selengkap atau sekuat layanan di Tiongkok. Layanan mereka juga kurang memiliki keunikan yang membedakan dengan penyedia berskala besar lainnya,” kata analis Gartner seperti dilansir CNBC.

Dari segi visi perusahaan pun, Alibaba Cloud dianggap masih banyak meniru kompetitor globalnya ketimbang mengembangkan kemampuan dan pencitraan sendiri.

Di samping itu, pelanggan internasional masih dibayang-bayangi kekhawatiran terkait keamanan data dan isu kepatuhan (compliance) jika menaruh data-data mereka di layanan cloud milik perusahaan Tiongkok.

Namun, Alibaba Cloud memiliki beberapa kelebihan, antara lain kelengkapan solusi dan software untuk menjalankan cloud serta jumlah data center yang banyak dan tersebar di seluruh dunia. Bahkan, belum lama ini mereka mengungkapkan rencana untuk membangun data center di Malaysia, Indonesia, dan India.

Laporan Gartner “2017 Magic Quadrant for Cloud Infrastructure as a Service”.

Pemain Lainnya

Untuk pemain-pemain lainnya, Gartner mencatat AWS masih menjadi pilihan paling umum dan strategis bagi perusahaan yang ingin mengadopsi public cloud. AWS juga unggul karena memiliki jumlah pelanggan enterprise dan contoh kasus yang beragam.

Kelemahannya, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengelola cloud di AWS. Selain itu, struktur pembiayaannya juga terbilang rumit.

Di posisi kedua, Microsoft Azure disukai banyak orang karena menawarkan beragam pilihan cloud, baik bagi pelanggan awam maupun mahir. Tapi, Azure dinilai minus dari segi pengalaman layanan, dukungan pelanggan, dokumentasu, dan pelatihan.

Terakhir, walaupun GCP berada di posisi ketiga, jaraknya cukup jauh dari AWS dan Azure. GCP unggul dari sisi portabilitas dan inovasi, tetapi pelanggan masih menganggap GCP hanya sebagai alternatif atau opsi sekunder setelah AWS.

iPhone 8 Dikonfirmasi Punya Fitur Wireless Charging dan Kedap Air

Ilustrasi iPhone 8

Bagi para penggembar Apple atau Apple Fanboy di seluruh dunia sedang menanti kehadiran iPhone 8. Rumor terbaru, iPhone generasi terbaru itu tidak akan lagi menggunakan kabel untuk mengisi baterai.

Manufaktur perakit iPhone Winstron membenarkan rumor bahwa iPhone 8 akan memiliki teknologi pengisi daya secara nirkabel atau wireless charging, berdasarkan Nikken Asian Review.

“Proses perakitan iPhone tidak banyak berubah. Hanya saja, fitur terbaru seperti kedap air dan pengisi daya secara nirkabel yang memerlukan pengujian yang berbeda. Fungsi anti air akan mengubah proses perakitan sedikit,” kata Robert Hwang (Pimpinan Wistron) seperti dikutip Pocket-Lint.

Wistron merupakan salah satu supplier Apple dan merakit iPhone SE di India. Rencananya, Apple akan meluncurkan iPhone 8 pada September mendatang tapi Apple belum mengeluarkan pernyataan resminya.

Rumor iPhone 8 lainnya, iPhone 8 akan berukuran lebih besar dari iPhone 7 dan memakai bezel tipis.

Saat ini pabrikan smartphone sudah membenamkan fitur tahan air atau wireless charging pada smartphone premiumnya seperti Samsung yang memiliki jajaran smartphone flagship-nya S8.

NetApp Perkenalkan Solusi Hybrid Cloud dan Hyper-Converged Infrastructure Terbaru

Sonny Afen, Solution Architect Lead, NetApp Indonesia (paling kiri), Kris Day, Senior Regional Director ASEAN NetApp (tengah), dan Yudi Wiradarma, Enterprise Sales Manager NetApp Indonesia (paling kanan) berfoto dalam acara Diskusi Media Peluncuran NetApp Hyper Converged Infrastructure (HCI).

NetApp memperluas portofolio solusi dan layanan Data Fabric-nya dengan memperkenalkan solusi hyper-converged infrastructure (HCI), penawaran hybrid cloud, kemampuan All-Flash yang lebih baik, serta pola pembelian konsumsi baru.

NetApp HCI diklaim sebagai solusi hyper-converged berskala perusahaan yang pertama di dunia. Solusi ini memberikan apa yang dijanjikan teknologi HCI secara penuh,memungkinkan pelanggan menjalankan beberapa aplikasi dengan kinerja yang terjamin dan mendapatkan keuntungan dari fleksibilitas, skala, otomatisasi, dan integrasi dengan Data Fabric.

Dibangun pada inovasi SolidFire, NetApp HCI memberi kepercayaan diri kepada perusahaan, bisnis skala menengah, dan penyedia layanan untuk mengonsolidasikan semua beban kerja dengan mudah, mengatur skala yang dibutuhkan agar tidak terlalu membebani sumber data yang tersedia, sekaligus menghadirkan kinerja yang dibutuhkan oleh aplikasi generasi selanjutnya.

“Organisasi yang melihat ke depan menyadari bahwa membuka potensi penuh dari data yang mereka miliki sangatlah penting dalam rangka transformasi digital yang efektif dan juga keunggulan kompetitif jangka panjang. NetApp secara unik membantu pelanggan menyatukan data mereka untuk mencapai kesuksesan di tengah era digital,” kata George Kurian (CEO, NetApp).

NetApp HCI rencananya akan tersedia pada kuartal keempat 2017. Perusahaan telah memberikan akses awal terhadap inovasi NetApp HCI ke sejumlah mitra teknologi yang terintegrasi dengan solusinya.

Kris Day, Senior Regional Director ASEAN NetApp menyampaikan presentasinya mengenai NetApp Hyper Converged Infrastructure (HCI).

Perangkat Lunak NetApp ONTAP

Kemudian, perangkat lunak NetApp ONTAP yang baru meningkatkan kinerja flash, efisiensi, dan pergerakan data cloud untuk modernisasi operasi dengan NetApp All Flash FAS (AFF) Arrays, all-flash array tercepat dan paling terkoneksi ke cloud di dunia.

Ketersediaan fitur FabricPool, yang didemonstrasikan pada Insight 2016, memberikan tiering otomatis dan transparan akan data yang tidak aktif kepada cloud, mengoptimalkan lebih jauh flash on-premise dan mengurangi biaya penyimpanan keseluruhan sampai 40%.

Deduplikasi yang diperluas ke rentang kelompok storage mampu meningkatkan efisiensi penyimpanan hingga 30%. Kendali baru atas kinerja, termasuk kualitas layanan minimum dan penempatan data intelijen, memberi kinerja konsisten untuk aplikasi yang penting bagi bisnis.

Fitur baru juga telah ditambahkan pada NetApp ONTAP Select, perangkat lunak software-defined storage yang memberi nilai tambah pada platform pengelolaan data teruji dari NetApp dalam commodity server.

Solusi baru untuk kantor di daerah/kantor cabang ini memungkinkan kantor tersebut untuk mengatasi keterbatasan ruang dan biaya dengan penerapan 2-node yang lebih kuat, konfigurasi untuk high-availability, serta dukungan yang lebih luas untuk lisensi VMWare vSphere.

Selain itu, pelanggan dapat menerapkan layanan NAS perusahaan dalam lingkup penyimpanan yang lebih beragam, termasuk VMWare vSAN, dengan storage array eksternal, dan saat menerapkan penawaran NetApp HCI yang baru. ONTAP Select juga tersedia di infrastruktur IBM Bluemix sebagai layanan untuk penawaran in-cloud.

Yudi Wiradarma, Enterprise Sales Manager NetApp Indonesia membuka acara Diskusi Media Peluncuran NetApp Hyper Converged Infrastructure (HCI).

Inovasi Hybrid Cloud

Inovasi hybrid cloud dari NetApp memungkinkan pelanggan untuk memecahkan hambatan transformasi digital dengan cara membantu mereka untuk menyatukan data dalam rentang luas lingkup cloud maupun on-premise.

NetApp menawarkan model konsumsi NetApp OnDemand yang memberi fleksibilitas seperti cloud untuk lingkungan onpremiseModel layanan teknologi baru ini menggabungkan infrastruktur on-premise NetApp dengan fleksibilitas model konsumsi berbasis penggunaan dan manfaat ekonomis dari public cloud, di mana pelanggan hanya membayar bulanan sesuai kapasitas yang digunakan.

Kemudian, OnCommand Insight (OCI) akan menambah fungsi baru untuk menyederhanakan migrasi hybrid cloudOCI adalah perangkat lunak perintis yang menyediakan monitoring atau pemantauan berikut analisis infrastruktur TI hybrid di seluruh Data Fabric.

OCI menawarkan satu sarana bagi organisasi yang menggunakan cloud untuk mengatur dan memperbaiki infrastruktur hybrid multivendor mereka. OCI memungkinkan troubleshooting yang lebih cepat dan optimalisasi atas penggunaan sumber daya, kesadaran akan biaya dan kapasitas, serta proyeksi kinerja.

Tampilan Baru Twitter Lebih Bersih, Rapi, dan Mudah Digunakan

Tampilan baru Twitter desktop di tahun 2017.

Ada yang baru jika Anda membuka Twitter hari ini, baik melalui desktop maupun aplikasi iOS dan Android.

Twitter menyajikan tampilan baru yang lebih segar, bersih, dan mudah digunakan dengan sejumlah perubahan desain dan tipografi. Perubahan ini dilakukan berdasarkan masukan dari pengguna serta untuk mengutamakan hal-hal yang disukai pengguna di Twitter.

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah ikon-ikon baru yang lebih intuitif. Hal ini diklaim akan mempermudah interaksi dengan pengguna lainnya di Twitter, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali memakai Twitter.

Misalnya: orang mengira ikon balasan (reply) dan tanda panah adalah ikon untuk menghapus atau kembali ke halaman sebelumnya. Sekarang, ikon balasan akan berganti dengan ikon gelembung bicara, simbol universal yang sudah umum bagi banyak orang.

Selain itu, desain ikon baru juga terlihat pada bilah (tab) Home, Notification, dan Messages, serta tombol Retweet dan Love.

Kemudian, Twitter memperbarui tipografi (jenis font teks) untuk menjadikannya lebih konsisten dan menambahkan headline yang lebih besar agar pengguna dapat lebih mudah fokus terhadap apa yang sedang terjadi. Foto profil juga akan berubah menjadi bentuk lingkaran, bukan lagi kotak seperti sebelumnya.

Tampilan baru Twitter di aplikasi Android pada tahun 2017.

Selanjutnya, pada aplikasi iOS dan Android, Twitter menempatkan profil, akun tambahan (untuk pengguna dengan banyak akun), pengaturan (settings), dan privasi di dalam satu tempat. Menu navigasi samping yang baru dan bilah yang lebih sedikit di bagian bawah aplikasi menjadikan tampilan lebih rapi dan mempermudah pengguna untuk menemukan apa yang mereka cari.

Komposisi sebuah tweet juga akan diperbarui dengan memasukkan perhitungan jumlah Reply, Retweet, dan Like agar pengguna dapat melihat pembicaraan secara live.

Pengguna iOS juga akan memiliki opsi aksesibilitas, seperti kontras warna yang lebih baik dan opsi untuk dapat membuka tautan ke situs web pada tampilan Safari Reader.

“Ke depannya, kami tetap berkomitmen untuk mendengarkan masukan dari Anda dan akan ada pembaruan desain lainnya dalam waktu dekat demi meningkatkan performa platform menjadi lebih baik lagi,” kata Grace Kim (VP of User Research & Design, Twitter).

Waspada! Virus Trojan Dvmap Sudah Menyebar di Play Store

Bagi pengguna smartphone berbasis Android, ancaman Malware sangat mengkhawatirkan karena sistem operasi Android sangat rentan terhadap serangan virus.

Kaspersky menemukan malware terbaru Trojan Horse di aplikasi game Clourblock di Play Store sejak April 2017. Aplikasi game Clourblock sendiri telah diunduh sebanyak 50 ribu kali.

Virus yang bernama Trojan.AndroidOS.Dvmap.a atau Dvmap mampu bersembunyi dari sistem proteksi dan mekanisme verifikasi Google.

Dvmap akan mengakses otorisasi root dan menginfeksi smartphone Android Anda dengan kode berbahaya yang menyerang ke dalam sistem library libdmv.so dan libandroid_runtime.so.

Malware itu pun dapat menggandakan konten di sistem library dan dapat membuat berbagai aplikasi Android tidak berfungsi serta  dapat mengunduh aplikasi sendiri tanpa sepengetahuan penggunanya.

Dengan menginfeksi library, Trojan Dvmap dapat menyerang kunci layanan yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi pada smartphone untuk bekerja normal sehingga membuat smartphone Android Anda crash.

Bahkan, Dvmap mampu menghapus akses root untuk menutupi jejaknya sehingga sangat berbahaya untuk aplikasi yang menangani informasi sensitif seperti aplikasi perbankan seperti dikutip Digital Trends.

Roman Unuchek mengatakan trojan vmap itu ini memiliki kemampuan untuk mendownload dan mengeksekusi file tetapi ia tidak pernah menerima perintah apapun selama penyelidikannya.

“Ini berarti Trojan Dvmap masih bisa berkembang luas. Pengembang Trojan ini sedang menguji metode mereka sebelum meluncurkan serangan penuh,” pungkasnya.

GTN Data Center Raih ISO 9001:2015 dan 27001:2013 untuk Jaminan Mutu dan Keamanan

Bangunan GTN Data Center yang menempati lahan seluas 15.000 meter persegi di kawasan Lippo Cikarang.

GTN Data Center membuktikan komitmen untuk menyediakan data center dengan standar internasional setelah berhasil meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001:2013 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Diperolehnya ISO 9001 dan 27001 ini diklaim akan menjadikan GTN Data Center sebagai data center terdepan dalam hal penerapan pedoman terkini dan terlengkap di bidangnya.

“Kini kami lebih siap dalam memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia dengan mengacu pada best practice yang berlaku internasional. GTN Data Center saat ini bisa disejajarkan dengan data center berskala internasional lainnya di seluruh dunia,” ujar Kazuomi Izumi (Direktur, PT Graha Teknologi Nusantara) dalam siaran pers.

[BACA: Ambisi GTN Menghadirkan Data Center Kelas Dunia]

Standar ISO 9001: 2015 dan ISO 27001:2013 adalah versi terbaru yang merupakan penyempurnaan ISO versi sebelumnya.

ISO 9001 adalah standar sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional dan merupakan tolok ukur global untuk sistem manajemen mutu yang telah diterbitkan lebih dari satu juta di seluruh dunia. Sedangkan ISO 27001 adalah sistem manajemen keamanan informasi dengan pendekatan sistematis dan proaktif untuk mengelola risiko keamanan informasi rahasia perusahaan secara efektif.

Saat ini, GTN juga tengah dalam proses memperoleh sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS), standar keamanan informasi yang diwajibkan bagi lembaga yang berkaitan dengan informasi pemegang kartu, sebagai dasar persyaratan teknis dan operasional untuk melindungi data pemegang kartu.

Kedua sertifikasi ISO yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi BSI (British Standards Institution) dari Inggris ini melengkapi kesuksesan GTN Data Center yang sebelumnya telah disertifikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 dari Enterprise Product Integration Pte Ltd (EPI) pada akhir 2016 lalu.

Penyerahan sertifikat Rated 3 kepada GTN Data Center.

 “Bisnis data center adalah bisnis kepercayaan sehingga kami juga tidak main-main dalam menerapkan standar layanan di GTN Data Center. Kami terus menjaga operational excellence GTN Data Center dengan mengacu pada standar mutu layanan yang terbaik serta standar jaminan keamanan dan kerahasiaan data pelanggan yang tertinggi sebagai best practice kami,” papar Miko Yanuar (COO, PT Graha Teknologi Nusantara).

“Dengan menjalankan layanan operasional sesuai standar internasional, tentunya akan memperkecil risiko operasional, menekan biaya produksi, memberikan jaminan terhadap pengamanan data, dan meningkatkan reputasi,” tambah Miko.

GTN Data Center merupakan proyek joint venture Indonesia – Jepang antara PT Multipolar Technology, Tbk. dan Mitsui & Co. Ltd. Salah satu keunggulan utama GTN Data Center yaitu ketersediaan dua sumber listrik aktif dari Cikarang Listrindo dengan dua gardu terpisah yang menjamin pasokan listrik yang stabil.

Data center ini menerapkan standar kualitas Jepang dan perangkat keamanan terkini, telah mengoperasikan layanan Co-location Services, Integration Services, IT Consultancy Services dan Data Center Managed Services bagi sektor finansial, pemerintahan, pendidikan, manufaktur, dan telekomunikasi.

Ekspansi Bisnis Jadi Alasan Blibli.com Akuisisi Tiket.com

Mal online Blibli.com mengakuisisi salah satu Online Travel Agent (OTA) terbesar di Indonesia, Tiket.com. Penandatanganan dilakukan oleh Kusumo Martanto selaku CEO Blibli.com (kiri gambar) dan Gaery Undarsa (kanan gambar) selaku Co Founder sekaligus Chief Communications Officer Tiket.com di Jakarta.

Perusahaan e-commerce Blibli.com resmi mengakuisisi 100 persen portal pemesanan tiket online Tiket.com. Penggabungan kedua perusahaan ini menunjukkan ambisi Blibli.com di bidang jasa agen perjalanan online setelah sebelumnya meluncurkan produk kategori travel dengan nama Blibli Travel.

Saat ini Tiket.com memiliki banyak layanan travel, termasuk produk tiket, pesawat, hotel, kereta api, sewa mobil, dan tiket konser.

Tiket.com bekerjasama dengan lebih dari 35 maskapai penerbangan internasional dan domestik. Selain itu, Tiket.com juga bekerjasama dengan ribuan hotel domestik dan internasional.

Gaery Undarsa (Pendiri dan Chief Communication Officer, Tiket.com) mengatakan saat ini Blibli.com resmi membeli Tiket.com sepenuhnya atau sebesar 100 persen. Ia yakin sinergi kedua perusahaan akan memberikan dampak positif untuk pertumbuhan bisnis keduanya.

“Akuisisinya, kami sepakat menggunakan rupiah. Tapi soal jumlahnya, kami tidak bisa mengungkapnya. Kami sadar butuh investasi untuk meraih mimpi kami. Pas ketemu (Blibli.com) ada chemistry-nya, nyambung. Ke depan kita sama-sama ingin mewujudkan mimpi dan ini 100 persen Indonesia,” katanya di Jakarta, Kamis (15/6).

Blibli.com akan memberikan dukungan penuh untuk Tiket.com, baik dari sisi share inventory, program penjualan, promosi termasuk penetrasi ke media sosial, serta memperkuat tim atau sumber daya manusia. Tidak ada perubahan manajemen dengan adanya akuisisi ini, kecuali penunjukan George Hendrata sebagai CEO Tiket.com yang baru.

Blibli.com melihat bisnis travel online adalah salah satu bisnis online yang terbesar. Pembelian produk jasa travel online mencapai 35 persen dari total transaksi online per 2016.

Pengguna e-commerce sendiri diperkirakan mencapai 3,4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang.

Kusumo Martanto (CEO Blibli.com) mengatakan Tiket.com memiliki rekam jejak bisnis yang bagus dan menjadi salah satu pertimbangan untuk mengakuisisinya. Selain itu, kesamaan visi dan misi pun juga merupakan faktor pendukung.

“Tiket.com memiliki track record bisnis yang bagus, di mana dalam waktu relatif singkat tumbuh menjadi salah satu OTA (online travel agent) terbesar di Indonesia, sama-sama fokus pada kepuasan pelanggan dan konsisten menjalankan bisnisnya,” tuturnya.

Tampak pada gambar dari kanan ke kiri: CEO Blibli.com Kusumo Martanto (kanan), CEO Tiket.com baru George Hendrata (tengah), dan Co-founder sekaligus Chief Communications Officer Tiket.com Gaery Undarsa (kiri)

Kusumo melanjutkan sebesar 51 persen orang Indonesia memakai internet dan 34 persennya belanja online. Selain itu, 50 persen generasi milenial membelanjakan uangnya untuk traveling.

“Kami ingin menggarap pasar traveler muda yang butuh belanja online dan liburan. Tiket.com kuat di OTA dan Blibli.com kuat di belanja online,” ujarnya.

Customer base Blibli.com dan Tiket.com sangat powerful. Nggak cuma cari tiket pesawat atau hotel, kalau konsumen butuh perlengkapan traveling seperti kacamata renang, kita juga punya. Nggak ada waktu beli oleh-oleh, kita ada. User akan semakin dimanjakan,” ucap Kusumo.

Sementara itu George Hendrata (CEO Tiket.com) mengatakan Tiket.com akan fokus meningkatkan layanan untuk konsumen traveler.

“Kita fokus ke pelanggan, pasar cukup gede. Ada waktu buat analisis lebih dalam. Sinergi backend frontend. Pada waktunya, kita akan kasih tahu teman-teman,” ucapnya.

Blibli.com merupakan situs e-commerce yang didirikan pada Juli 2011 oleh PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak perusahaan PT Global Digital Prima (GDP) milik Martin Hartono.

PT Global Digital Prima (GDP) sendiri merupakan bagian dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group. Selain itu, grup itu juga menjadi pemegang saham beberapa bisnis online seperti situs Kaskus, Beritagar.id, Dailysocial.id, dan inkubator Merah Putih Inc.

“Dengan adanya akuisisi ini tentunya akan menjadikan Blibli sebagai sebuah grup perusahaan e-commerce dengan pelayanan one-stop shop dan juga memberikan manfaat lebih bagi pelanggan,” tutup Kusumo.

Review Smartphone