19 | June | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jun 19, 2017

Prestasi Gemilang Grab Indonesia di Ulang Tahun ke-5

Grab Indonesia rayakan ulang tahunnya yang ke-5

Grab, platform aplikasi pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara, merayakan ulang tahun kelimanya.

Sejak 2014, Grab telah memberikan kontribusi positif kepada industri transportasi di Indonesia dan mewujudkan ambisi ekonomi digital Indonesia serta meningkatkan taraf hidup orang banyak melalui program kesejahteraannya.

Grab merupakan pilihan utama ride-hailing bagi konsumen di Indonesia dan Asia Tenggara dengan hampir 2.5 juta perjalanan setiap harinya dan 70 persen pangsa pasar dalam sektor kendaraan pribadi (mobil dan motor).

Ridzki Kramadibrata (Managing Director Grab Indonesia) mengatakan Grab telah menciptakan sumber pendapatan lain bagi para mitra pengemudi seraya mendorong mereka untuk menggunakan teknologi dalam bentuk perangkat pintar dan pembayaran non-tunai.

“Kami bangga telah mencapai beragam pencapaian positif. Ratusan ribu mitra pengemudi kami telah merasakan berbagai terobosan teknologi,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin.

Dalam perjalanannya selama tiga tahun ini, Grab telah meraih berbagai pencapaian di Indonesia yaitu pertumbuhan mitra pengemudi rata-rata dari tahun ke tahun sebesar 574 persen dan memberikan pendapatan 34 persen lebih tinggi bagi para mitra pengemudi Indonesia (dibandingkan dengan upah rata-rata).

Selain itu Grab Indonesia sukses mengurangi waktu perjalanan hingga 64 persen (dibandingkan transportasi umum di Indonesia) dan tingkat kecelakaan lalu lintas yang dialami Grab 5 kali lebih rendah dibandingkan tingkat kecelakaan rata-rata nasional.

“Lima tahun berada di dalam sektor yang terus berubah dan berkembang dengan cepat merupakan pencapaian yang dapat kami banggakan,” ujarnya.

Di luar bisnis, Grab mengadakan GrabSchool dengan lebih dari 300 anak-anak mitra pengemudi Grab diberikan keterampilan melebihi silabus akademik, meliputi kewirausahaan, kreatifitas, inovasi, dan perencanaan masa depan.

Prospek dan Peluang Bisnis IoT di Indonesia

Internet of Things (IoT)

Teknologi Internet of Things telah menjadi buah bibir selama beberapa tahun terakhir, dan tidak dapat dipungkiri kehadirannya memang akan memberikan pengaruh besar untuk kehidupan masyarakat.

Erafone dan Traya Events sukses menggelar pameran Teknopolis 2017 yang mengusung tema “Today’s Technology and Beyond”. Pemeran teknologi itu juga mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya teknologi berbasis Internet of Things (IoT) di Indonesia saat ini.

“IoT akan mengubah cara kita hidup di masa depan dan perubahan tersebut sudah dirasakan mulai dari sekarang. Kami menghargai Teknopolis yang telah mengundang dan memberikan edukasi publik tentang produk teknologi IoT dalam acara ini,” kata Jaehoon Kwon (Presiden Samsung Electronics Indonesia)

Sofyan Hadiwijaya (Coder dan Pendiri Pinjam) mengatakan teknologi IoT banyak memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia sepertidi bidang pertanian dan peternakan yang bertugas mengumpulkan data sehingga membuat proses automation dengan memanfaatkan sensor, mapping, atau GPS (Global Positioning System).

“IoT bisa digunakan untuk beragam hal, intinya mengoneksikan beberapa peralatan agar bisa saling berkomunikasi, misalnya handphone yang bisa digunakan untuk mematikan lampu rumah dan mengakses security camera,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Sofyan mengatakan teknologi IoT masih berusia dini di Indonesia karena masih dalam tahap pengenalan ke publik.

“Karena masih baru, maka IoT memiliki peluang yang cukup besar bagi para pengembang atau startup untuk membuat aplikasi unik yang dapat mendatangkan pendapatan,” ujarnya.

Selama tiga hari pameran, para pengunjung bisa merasakan dan melihat sejumlah aplikasi dan produk IoT karya anak bangsa seperti aplikasi GO-JEK dan PicMix yang memiliki reputasi cukup membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Piotr Jakubowski (Chief Marketing Officer GO-JEK) mengatakan bisnis berbasis internet seperti GO-JEK akan berkembang pesat. Syaratnya, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus saling percaya satu sama lainnya sehingga menggerakan roda ekonomi bangsa.

“Salah satu tantangan dengan inovasi yang berkembang begitu pesat adalah menyesuaikan dengan regulasi pemerintah,” katanya.

Selain itu, Picmix juga telah mengadopsi teknologi IoT untuk bidang fotografi. “Ini adalah karya asli Indonesia yang sudah mendunia karena sudah terpampang di SWSX, Texas, Amerika Serikat,” kata Calvin Kizana (CEO & Founder Picmix).

Drone

Salah satu hal yang menarik dalam ajang Teknopolis adalah maraknya pengenalan dan penjualan drone atau pesawat tanpa awak. Mulai dari DJI, Parrot, ZeroTech, dan Go Pro. Bahkan, IDRF (Indonesia Drone Racing Federation) menggelar kompetisi Drone Race selama dua hari. Ada tiga kelas lomba yang dipertandingkan yakni kelas Mini FPV, Micro brushed dan Micro Brushless FPV.

Undian Menarik

Selama pameran TEKNOPOLIS, para pengunjung dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan undian hadiah dari tiket masuk berupa 3 (tiga) unit smartphone Samsung S8, 5 (lima) unit Yi Camera 4K, dan 10 unit speaker Harman Kardon tipe Onyx.

Deliveree: Platform Online untuk Perusahaan yang Butuh Layanan Antar Barang

Nattapak Atichartakarn (Country Manager, Deliveree Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Deliveree pada dasarnya adalah layanan transportasi barang yang diperuntukkan bagi perorangan atau perusahaan. Pengguna bisa memesan kendaraan saat itu juga (dengan jaminan armada akan datang dalam waktu enam puluh menit) atau untuk dua minggu ke depan. Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi (iOS dan Android) serta situsnya (www.deliveree.com).

Ada enam jenis kendaraan yang ditawarkan Deliveree, mulai dari motor, mobil MPV, sampai mobil boks. Anda bisa memanfaatkan sebagian maupun seluruh kapasitas yang tersedia selama bobotnya tidak melebihi batas yang ditetapkan. Anda juga bisa mengirimkan ke beberapa titik dan harga ditentukan berdasarkan jarak. “Jadi mirip taksi,” ungkap Nattapak Atichartakarn (Country Manager, Deliveree Indonesia).

Seperti halnya Gojek atau Grab, Deliveree pada dasarnya adalah penyedia platform. Mereka tidak memiliki armada sendiri, melainkan menggandeng pemilik kendaraan untuk bergabung menjadi pengantar barang. Saat ini, Deliveree telah memiliki 2.500 armada yang melayani area Jabodetabek dan Bandung. Model bisnis Deliveree adalah mengambil komisi sebesar 9-16% dari nilai transaksi.

Deliveree sendiri adalah layanan yang berawal di Thailand. Sang founder, Tom Kim, mendapat ide soal Deliveree setelah melihat masih tradisionalnya proses mendapatkan mobil untuk membantu pengiriman barang. “Biasanya konsumen harus ke pangkalan truk dan melakukan tawar-menawar yang merepotkan,” cerita Nat.

Dari pengamatan tersebut, Tom pun mendirikan Deliveree di Thailand pada Maret 2015. Cakupannya kemudian meluas ke Indonesia pada September 2015, serta ke Manila pada Agustus 2016.

Deliveree pada awalnya ditujukan untuk segmen individual. Namun Deliveree menyadari segmen ini relatif kecil mengingat frekuensi pindahan rumah atau pengiriman barang relatif terbatas. Karena itulah mereka memperluas segmen dengan menggarap pasar UKM dan perusahaan. “Saat ini customer kami tersebar merata di tiga segmen tersebut,” tambah Nat.

Nat yakin, Deliveree bisa memberikan keuntungan bagi segmen bisnis. Bagi UKM, Deliveree bisa membantu proses logistik tanpa harus memusingkan faktor investasi di awal. “Karena jika memiliki armada pengiriman sendiri, perusahaan harus mengeluarkan fixed cost di sisi kendaraan maupun sopir,” tambah Nat.

Sementara bagi enterprise yang sudah memiliki armada distribusi sendiri, Deliveree bisa dimanfaatkan saat dibutuhkan. “Contohnya ketika perusahaan kekurangan armada dan tenaga manusia di saat peak season, mereka bisa memanfaatkan Deliveree,” tambah Nat.  

Khusus untuk segmen bisnis, Deliveree juga menyiapkan beberapa fasilitas khusus. Contohnya layanan hotline yang tersedia setiap hari antara pukul 7 pagi sampai 11 malam. Ada pula jaminan kerusakan dan kehilangan senilai Rp200 juta. Perusahaan pun akan mudah mengelola proses pengiriman barang karena tersedia halaman dashboard khusus.

Berkompetisi dengan Subsidi

Nat mengakui, layanan yang diberikan Deliveree bukan hal yang unik. Gojek, Grab, dan Uber juga memiliki layanan seperti ini. Namun Nat meyakini, Deliveree memiliki kelebihan tersendiri dibanding nama-nama besar tersebut. “Karena kami fokus pada transportasi barang,” tambah Nat. Apalagi, Nat melihat transportasi barang jauh lebih kompleks dari transportasi orang.

Nat meyakini, Deliveree memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan layanan pengantaran oleh Go-Jek dan Grab. “Karena kami fokus pada transportasi barang,” tambah Nat

Saat mengambil barang, misalnya, sering kali pengantar harus menelusuri gudang dengan berbagai aturannya. Pengantar barang pun harus berhadapan dengan sistem logistik yang beragam, seperti harus menandatangani surat jalan atau menerima uang transaksi.

Yang tak kalah penting, pengantar barang harus memiliki kredibilitas tinggi karena barang sepenuhnya berada di pengawasan pengantar barang. Sistem Deliveree sendiri menyediakan sarana tracking yang akan memperlihatkan posisi pengemudi maupun saat barang sudah sampai di tujuan.

Kalau pun ada tantangan, itu lebih kepada soal strategi subsidi yang sering diterapkan pemain besar itu. “Melawan subsidi memang satu hal yang sulit,” ungkap Nat sambil tertawa kecil. Namun pria yang telah setahun memimpin Deliveree di Indonesia ini yakin, strategi subsidi tetap ada kekurangannya. “Ketika subsidi tidak ada lagi, customer akan pergi,” tambah Nat.

Karena itu Deliveree lebih berfokus dalam memberikan layanan memuaskan dibanding membuat promosi berbasis subsidi.

Salah satu penekanannya adalah menyeleksi calon pengemudi. “Setiap orang bisa menjadi mitra Deliveree, namun kami akan menyelidiki latar belakang mereka dengan teliti,” ungkap Nat. Setelah itu, Deliveree juga memberikan pelatihan agar pengantar barang bisa memahami prosedur dan memberikan pelayanan yang memuaskan pengguna.

Tarif Deliveree

Berikut adalah perhitungan tarif Deliveree. Selain perhitungan tarif berbasis jarak, Deliveree juga mengenakan biaya tambahan jika pengguna membutuhkan tenaga untuk mengangkat barang atau menggunakan troli.

Kendaraan   0 – 5 KM 5 – 15 KM > 15KM
Motor Rp11 ribu Rp2.500/km   Rp2.000/km  
City car Rp50 ribu Rp4.500/km Rp4.000/km
MPV Rp60 ribu Rp4.500/km Rp4.000/km
Van Rp80 ribu Rp4.500/km Rp4.000/km
Pickup kecil Rp140 ribu    Rp4.000/km Rp4.500/km
Boks kecil Rp170 ribu Rp5.000/km Rp4.500/km

Ini Dia 5 Bukti Perempuan Indonesia Tidak “Gaptek”

Negara Bagian New Jersey AS melarang warganya gunakan ponsel pintar di jalanan

Perkembangan dunia digital di Indonesia membuka jalan untuk “emansipasi digital”, terbukti pengguna mobile bowser perempuan tidak jauh berbeda dengan angka pengguna mobile browser pria.

Baru-baru ini, Opera Software melaporkan hasil survei Mobile Browser Satisfactory Index yang mempelajari perilaku browsing pengguna smartphone di Indonesia dan bagaimana mereka menggunakan Internet di perangkatnya.

Survei itu dilakukan di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar serta melibatkan lebih dari 420 responden dengan rentang usia dari 18 hingga 25 tahun.

Dalam siaran persnya, Senin, Opera mengungkapkan lima perilaku browsing smartphone yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia tidak gagap teknologi alias “gaptek”.

1. Sering akses mobile browser

Opera menunjukkan hampir 60 persen responden perempuan mengakses mobile browser lebih dari 8 kali sehari untuk melakukan berbagai macam aktivitas online. Tingginya frekuensi penggunaan mobile browser itu setara dengan hasil responden pria.

2. Lebih tertarik belanja online

Opera juga menunjukkan bahwa pria dan perempuan menggunakan browser untuk melakukan berbagai aktivitas seperti mencari informasi, membaca berita, dan mengakses sosial media. Namun, responden perempuan memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi (37 persen) dibandingkan dengan pria (34 persen) dalam hal belanja online.

3. Tidak menyukai default browser

Pengguna mobile browser pria dan perempuan tidak menyukai default browser pada ponselnya dan lebih memilih untuk menggunakan browser pihak ketiga. Hasil survei Opera menunjukkan bahwa hanya 1 dari 10 pengguna smartphone yang menggunakan default browser-nya.

4. Beli paket data dengan kuota besar

Opera menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen responden perempuan mereka membeli paket data 5 GB atau lebih setiap bulan. Bahkan, ada 23 persen responden perempuan yang membeli paket data dengan kuota 10 GB atau lebih.

5. Fitur browser

Opera mengungkapkan pria dan perempuan sama-sama ingin menghemat data saat browsing. Jadi, browser dengan teknologi kompresi gambar dan video yang bagus akan semakin dicari di pasar.

Para pengguna internet di Indonesia pun tidak suka diganggu dengan iklan yang menutupi layar smartphone mereka. Karena itu, fitur ad-block sangat populer baik untuk pria maupun wanita. Beberapa fitur lain yang juga digandrungi reponden wanita termasuk akses langsung ke situs e-commerce, penggunaan mode offline, dan kehadiran newsfeed.

Drew Houston: Terinspirasi Membuat Dropbox Gara-gara Flash Disk Ketinggalan

Drew Houston (CEO, Dropbox]). [Kredit: Sportsfile (Web Summit)/Flickr,
Ketika Dropbox hadir, banyak orang mulai memahami apa itu teknologi cloud computing.

Meskipun Dropbox bukanlah pionir (dan bentuk layanan Dropbox sendiri hanya mencakup sebagian saja dari teknologi cloud computing), popularitas layanan ini ternyata cukup kuat untuk mempopulerkan dan membuka wawasan banyak orang tentang teknologi dan layanan cloud, selain tentunya mempopulerkan dirinya sendiri.

Suksesnya Dropbox tentulah berkat aksi tangan dingin orang-orang yang ada di baliknya. Salah satunya, siapa lagi jika bukan Drew Houston, sang CEO.

Drew Houston terlahir dengan nama lengkap Andrew W. Houston, pada tanggal 4 Maret 1983, di Acton, Massachusetts. Drew cukup beruntung memiliki keluarga yang telah mengenal teknologi. Ayah Drew adalah seorang insinyur elektronika jebolan Universitas Harvard.

Sebagai seorang ahli elektronika, tentunya ayah Drew memahami benar bahwa di masa depan komputer dan barang elektronik lainnya akan menjadi peranti yang sangat dibutuhkan umat manusia. Karena itu, sang ayah tak ragu merogoh koceknya untuk membelikan Drew seperangkat komputer.

Sudah tentu Drew girang bukan kepalang. Sebagai seorang anak laki-laki, sudah sangat lumrah juga jika kemudian Drew gemar bermain game dengan komputer yang dibelikan ayahnya tersebut.

Berkenalan dengan BASICA

Ketertarikan Drew tak berhenti hingga pada permainan game saja namun lambat laun dia juga mulai penasaran dengan program yang menyusun game tersebut.

Dan mulailah, Drew berkenalan dengan BASICA, bahasa pemrograman yang menjadi tulang punggung game yang dia mainkan. Kebetulan BASICA memang pada saat itu merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer karena hampir semua komputer PC yang ada di pasaran dipastikan memiliki ROM BASICA di dalamnya.

Tak puas hanya sekadar mempelajari BASICA, Drew mulai “menjajah” komputer ayahnya dan belajar bahasa pemrograman C. Di komputer ayahnya tersebut, Drew mulai mengenal pengalaman baru, yaitu bermain game secara online dan mendaftar di salah satu penyedia layanan online gaming.

Barangkali karena sudah terlatih membongkar kode-kode program, Drew menemukan sebuah celah keamanan pada layanan online gaming yang diikutinya dan melaporkan hal tersebut pada perusahaan pengembang game tersebut.

Tindakan Drew ini mendapat respons positif dari perusahaan game tersebut, bahkan Drew ditawari untuk bekerja di sana. Padahal, usianya saat itu baru empat belas tahun. Tidak jelas apakah akhirnya Drew menerima tawaran tersebut atau tidak.

Bakat pemrograman Drew terasah dengan cepat dan dengan pertimbangan itu, selepas lulus SMA di Acton Boxborough Regional High School, Drew memutuskan untuk mendalami ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Di kampus ini, Drew bukanlah model mahasiswa yang melulu membaca buku. Dia cukup aktif berkegiatan, bahkan tergabung dan aktif di organisasi Phi Delta Theta. Di organisasi inilah, Drew bertemu dengan Arash Ferdowsi, yang kelak bersama Drew akan menjadi pendiri Dropbox dan menjabat CTO.

Menulis Kode Saat Menunggu Bus

Dengan bakat yang dimilikinya, tak sulit bagi Drew untuk mendapatkan pekerjaan. Setelah lulus dari Jurusan Ilmu Komputer MIT, Drew terlibat pada beberapa perusahaan rintisan (startup), di antaranya Bit9, Accolade, dan Hubspot.

Puncaknya adalah ketika Drew tak lagi mencari pekerjaan, melainkan justru membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, melalui startup yang didirikannya, yaitu Dropbox.

Kisah pendirian Dropbox tersebut bermula ketika Drew menunggu bus di sebuah halte, pada awal tahun 2007. Sebagaimana “orang TI” lainnya, Drew selalu membawa notebook. Menanti datangnya bus merupakan hal membosankan dan Drew mengisinya dengan bekerja menggunakan notebook-nya.

Saat menyalakan notebook-nya, barulah Drew menyadari bahwa data-data yang dibutuhkannya untuk bekerja tersimpan pada sebuah USB flash disk dan USB flash disk tersebut tertinggal di rumah.

“Karena demikian kecewanya karena tak bisa melanjutkan pekerjaan, saya sampai-sampai terbayang USB flash disk yang terletak di atas meja kerja saya di rumah, seolah USB flash disk tersebut ada di depan saya”, kenang Drew.

Lima belas menit pun berlalu dan Drew hanya bisa termangu. Kemudian naluri programmer-nya mulai “berbicara” dan mulailah Drew menulis kode program. Drew tak menyadari bahwa beberapa baris program yang ditulisnya selama menunggu bus di halte itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal Dropbox.

Bisa ditebak, kode program yang ditulis Drew tersebut merupakan luapan rasa frustrasinya akibat USB flash disk yang seharusnya dibawa namun tertinggal. Drew mulai membayangkan, alangkah senangnya apabila data penting yang dibutuhkan untuk bekerja selalu ada bersamanya, meskipun dia harus berganti-ganti perangkat kerja. Konsep penyimpanan di awan (cloud) makin nyata tercetak di benaknya dan embrio Dropbox mulai terbentuk.

Tak banyak membuang waktu, hanya dalam hitungan bulan, Drew telah berkolaborasi dengan Arash Ferdowsi untuk membangun Dropbox. Saat itu Drew telah lulus dari MIT sedangkan Arash Ferdowsi sebenarnya telah mencapai semester terakhir kuliahnya. Namun demi proyek Dropbox, dia rela meninggalkan kuliahnya.

Mereka bekerja keras selama tiga bulan di sebuah kantor kecil di Cambridge. Jam kerja mereka dimulai siang hari hingga subuh hari berikutnya.

Ketika ditanya tentang situasi awal pendirian Dropbox, Drew menjawab, “Kami mengawali perusahaan kami dengan cara yang sama seperti orang lain mengawali perusahaan teknologi mereka. Kami bekerja di ruang sempit, berbaju santai, bahkan hanya bercelana pendek, dan kami terus menulis kode-kode program untuk membangun aplikasi yang akan menjadi produk kami.”

Pada bulan September 2007, Drew memindahkan kantor mereka ke San Fransisco. Kerja keras mereka mulai membuahkan hasil tatkala para investor mendengar tentang Dropbox dan mulai mendanai Dropbox. Para investor tersebut adalah Sequoia Capital, Accel Partners, Y Combinator, dan beberapa nama pribadi. Jumlah dana yang terkumpul secara total adalah 7,2 juta dollar AS. Drew mengakui bahwa titik ini merupakan sebuah batu loncatan penting dalam pengembangan Dropbox berikutnya.

Salah Satu Startup Terbaik

Namun titik tolak kesuksesan Dropbox yang sebenarnya diraih saat video tutorial penggunaan Dropbox yang diunggah di Digg menjadi viral. Di sinilah Dropbox mulai dikenal oleh banyak orang dan mulai banyak yang tertarik untuk menggunakannya. Saat itu Dropbox masih berstatus beta dan berkat video viral di Digg tersebut, jumlah orang yang hendak mencoba Dropbox melonjak dari hanya 5.000 orang menjadi 75.000 orang.

Salah satu kegemilangan Drew dalam melambungkan Dropbox adalah konsep referral yang ditawarkannya. Pengguna Dropbox yang mereferensikan orang lain untuk juga menggunakan Dropbox akan mendapatkan tambahan ruang simpan dalam jumlah tertentu. Ini menjadi sarana promosi yang relatif murah namun efektif.

Berkat prestasi yang diraihnya tersebut, Drew mendapatkan banyak penghargaan. Business Week menganugerahkan gelar kepada Drew sebagai salah satu orang paling berbakat di dunia teknologi informasi. Inc.com menyebut Drew sebagai salah satu pengusaha terbaik di bawah usia tiga puluh tahun (saat itu). Dropbox sendiri disebut sebagai salah satu startup terbaik di area San Fransisco.

Meski meraih sukses di usia yang masih sangat muda, tampan pula, tak membuat Drew tinggi hati. Dia selalu bersikap rendah hati dan bahkan selalu menyebut nama Arash Ferdowsi sebagai orang yang sangat berjasa baginya.

Saat ini Drew baru berusia 33 tahun dan kekayaannya ditaksir sekitar satu miliar dolar AS. Ada yang berminat menjadikannya menantu? Jika ya, sayang sekali sepertinya peluang itu kecil karena Drew telah menjalin relasi serius dengan CeCe Cheng, seorang staf humas Qwiki.

Tidak Perlu Antre, Masuk Ancol Cukup Sodorkan Aplikasi Traveloka

Traveloka menyediakan layanan pemesanan “Aktivitas & Rekreasi” yang memberikan tiket masuk beragam atraksi di Indonesia. Anda pun dapat mengakses layanan itu melalui situs web maupun aplikasi Traveloka, Traveloka App.

Christian Suwarna (SVP Business Development Traveloka) mengatakan Traveloka ingin selalu hadir di setiap kebutuhan perjalanan pelanggan dan memberikan pengalaman terbaik dari awal hingga akhir.

“Kami melihat bahwa pemesanan tiket aktivitas dan rekreasi merupakan salah satu elemen pendukung sebuah perjalanan dan liburan. Layanan ini menawarkan kemudahan perjalanan untuk pelanggan, berupa pemesanan perjalanan dan aktivitas liburan hanya melalui satu aplikasi,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Dengan memesan tiket melalui layanan “Aktivitas & Rekreasi”, pelanggan tidak perlu mengantri atau pun mencetak e-voucher. “Pelanggan cukup membawa smartphone dan menunjukkan e-voucher yang telah dipesan lewat Traveloka App,” ujarnya.

Traveloka juga menawarkan penerbitan e-voucher instan untuk beragam atraksi populer yang ditandai dengan logo berwarna biru dan ikon kilat. e-voucher akan terbit hanya dalam beberapa menit setelah pembayaran selesai dilakukan.

Untuk kawasan domestik, saat ini Traveloka menyediakan ribuan pilihan aktivitas dan rekreasi di lebih dari 100 kota di 27 provinsi se-Indonesia.

Beberapa tempat populer seperti Taman Impian Jaya Ancol, Trans Studio Bandung, Kidzania Jakarta, Jungleland Bogor, Waterbom Bali, Martha Tilaar Spa, De Tones Karaoke, dan tur harian seperti Tur Orang Utan Bukit Lawang, sudah tersedia dan dapat dipesan di Traveloka.

Selain kawasan domestik, Traveloka juga menawarkan pilihan atraksi di kawasan internasional seperti Universal Studios Singapore, Hong Kong Disneyland, Legoland Malaysia, bahkan tiket F1 Singapore Grand Prix 2017 yang akan dihelat pada 15 September mendatang.

“Saat ini aplikasi kami telah diunduh lebih dari 15 juta pengguna sekaligus memberikan gambaran besarnya peluang para pengelola kegiatan aktivitas dan rekreasi untuk menyasar pasar yang lebih luas lagi,” pungkasnya.

Alasan Pengguna OLX Bisa Capai 1 Juta Setiap Harinya

Foto 1 (dari kiri ke kanan): Edward Kilian, Chief Marketing Officer, OLX Indonesia; Doan Lingga, Chief Operation Officer, OLX Indonesia; dan Agung Iskandar, Chief Commercial Officer, OLX Indonesia ketika melakukan sesi foto bersama.

OLX Indonesia mengatakan jumlah pengguna OLX terus meningkat atau sebanyak 23 juta pengguna aktif setiap bulannya, meningkatkan 15 persen jika dibanding tahun lalu. Peningkatan itu didominasi oleh pengguna mobile OLX yang jumlahnya mencapai 1,1 juta pengguna setiap hari.

Hal itu disebabkan desain atau tampilan baru OLX yang sangat fresh, simpel, dan keren sehingga mengundang pengguna baru untuk mengunjunginya.

“Keputusan kami yang merubah tampilan OLX memberikan dampak positif kepada kenaikan jumlah pengguna OLX, terutama kenaikan jumlah pengguna perempuan dan anak muda,” kata Doan Lingga (Chief Operation Officer, OLX Indonesia) dalam siaran persnya.

Doan pun mengungkapkan barang-barang yang paling laris di OLX adalah motor Honda, handphone Samsung, dan iPhone. Bahkan, kata kunci Honda muncul sebanyak 5,5 juta kali sepanjang 27 Mei – 13 Juni 2017. Sementara, Samsung muncul sebanyak 3,5 juta kali dan iPhone sebanyak 3 juta kali pada periode yang sama.

Doan melihat keberadaan barang bekas sangat populer di mata masyarakat dan OLX pun konsisten mendorong transaksi barang bekas di dunia maya. “Masyarakat semakin terbuka dan melihat sisi positif serta ekonomis dari barang bekas,” ujarnya.

Perilaku Belanja Bulan Ramadhan

Geliat aktivitas jual-beli di OLX selama bulan Ramadhan sudah mulai pada H-30 sebelum Lebaran, yaitu sejak awal Bulan Ramadhan.

Transaksi selama Ramadan ini akan melambat pada hari kelima jelang Lebaran. Namun OLX melihat Kategori Lowongan dan Jasa akan kembali meningkat dengan cepat, lima hari setelah Lebaran. Hal itu disebabkan banyak orang yang mencari pekerjaan di sektor informal, seperti sopir, pembantu rumah tangga, atau pegawai toko.

OLX berkomitmen memberikan nilai tambah kepada pengguna OLX melalui berbagai macam program. Pada kategori mobil misalnya, OLX menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan tersedianya nilai tambah tersebut.

“Kami ingin para penjual dan pembeli tidak sekadar melakukan transaksi jual-beli tetapi juga mendapatkan manfaat lebih dari transaksi tersebut.

#BekasJadiBerkah

Khusus di Bulan Ramadhan, OLX menginisiasi gerakan #BekasJadiBerkah yang menginspirasi Masyarakat Indonesia untuk mengubah sudut pandangnya terhadap barang bekas.

Melalui gerakan #BekasJadiBerkah, setiap orang punya kesempatan untuk berdonasi, tanpa harus mengganggu keuangannya. Cukup dengan memanfaatkan barang bekas yang mereka punya, mereka dapat berbuat baik kepada sesama.

Tahun ini, gerakan #BekasJadiBerkah diawali dengan bersilaturahmi ke kantor-kantor, termasuk beberapa e-commerce seperti Go-Jek, Sale Stock, dan Blanja.com. Selain itu, OLX juga mengadakan kegiatan Garage Sale yang sebagian dari hasil penjualannya didonasikan melalui Dompet Dhuafa.

“Lewat inisiatif ini, OLX berharap pengguna maupun masyarakat tidak hanya melihat jual-beli barang bekas sebagai sebuah transaksi yang menghasilkan uang belaka,” ujar Edward Kilian (Chief Marketing Officer, OLX Indonesia).

Inilah 3 Tipe Karyawan Pembawa Malware ke Kantor

Ilustrasi Plug-in USB

Ternyata, salah satu penyebab serangan siber yang menyerang sebuah perusahaan adalah kerobohan orang dalam perusahaan itu sendiri.

Selama ini perusahaan menganggap kejahatan yang terjadi di dunia maya datang dari luar atau faktor eksternal. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena perusahaan kerap mengabaikan ancaman internal.

ESET pun telah mengidentifikasi tiga tipe karyawan yang dapat menyebabkan pelanggaran data tersebut

Kurang Edukasi

Banyak kasus pelanggaran data disebabkan ketidaktahuan karyawan itu sendiri seperti kirim email ke alamat yang salah atau  biasanya ke penerima yang memiliki alamat email yang mirip. Padahal email berisi data-data penting milik perusahaan.

Yudhi Kukuh (Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia) mengatakan karyawan terkadang meneruskan informasi sensitif kepada penerima yang salah, mempublikasikan data pribadi ke server web publik, dan dengan sembarangan membuang data pekerjaan rahasia.

“Karyawan tidak menyadari jika perbuatannya merupakan sebuah kesalahan yang bisa memberikan dampak yang sangat besar dan mempengaruhi kelangsungan hidup sebuah perusahaan,” katanya Dalam siaran persnya, Senin.

“Bila ini terjadi, peretas bisa menggunakan informasi tersebut sebagai pemerasan atau sebagai aset bagi kelompok mereka,” ujarnya.

Ceroboh

Sebuah survei Google tahun 2013 menemukan bahwa 70,2 persen pengguna mengabaikan peringatan dari Google Chrome karena kurangnya pengetahuan teknis. Banyak pengguna komputer yang malas membaca terkait pemberitahuan, warning atau setiap kali muncul jendela pop up, terutama jika berkaitan dengan penguduhan dan instalasi software.  Kelalaian lainnya karyawan ceroboh dalam menyimpan file penting perusahaan di tempat yang bisa diakses oleh semua orang dankehilangan laptop yang di dalamnya berisi data-data berharga perusahaan.

Kesengajaan

Jika kedua jenis penyebab di atas bisa diklasifikasikan sebagai human error, yang satu ini masuk ke dalam kategori kejahatan, misalnya karyawan atau mantan karyawan secara diam-diam mengumpulkan data perusahaan untuk dijual kepada pihak ketiga atau ke perusahaan saingan.

“Ulah insider semacam ini biasanya disebabkan alasan dendam, ancaman atau tawaran uang dalam jumlah besar,” pungkasnya.

Langkah Pencegahan

ESET memberikan beberapa langkah strategis untuk menghadapi bahaya laten internal:

• Tingkatkan kesadaran karyawan

Pengusaha harus memberikan edukasi kepada karyawan tentang ancaman dan bahaya serangan siber yang bisa merugikan perusahaan, termasuk edukasi tentang bagaimana menghindari kehilangan data yang tidak disengaja.

• Simpan informasi dengan aman

Mengenkripsi data bisa menjadi bagian penting dalam mencegah kehilangan data. Dengan enkripsi, sekalipun data tercuri, pelaku tidak dapat menggunakannya apalagi untuk dijual.

Review Smartphone