Fitur Deliveree: Platform Online untuk Perusahaan yang Butuh Layanan Antar Barang

Deliveree: Platform Online untuk Perusahaan yang Butuh Layanan Antar Barang

Nattapak Atichartakarn (Country Manager, Deliveree Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Deliveree pada dasarnya adalah layanan transportasi barang yang diperuntukkan bagi perorangan atau perusahaan. Pengguna bisa memesan kendaraan saat itu juga (dengan jaminan armada akan datang dalam waktu enam puluh menit) atau untuk dua minggu ke depan. Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi (iOS dan Android) serta situsnya (www.deliveree.com).

Ada enam jenis kendaraan yang ditawarkan Deliveree, mulai dari motor, mobil MPV, sampai mobil boks. Anda bisa memanfaatkan sebagian maupun seluruh kapasitas yang tersedia selama bobotnya tidak melebihi batas yang ditetapkan. Anda juga bisa mengirimkan ke beberapa titik dan harga ditentukan berdasarkan jarak. “Jadi mirip taksi,” ungkap Nattapak Atichartakarn (Country Manager, Deliveree Indonesia).

Seperti halnya Gojek atau Grab, Deliveree pada dasarnya adalah penyedia platform. Mereka tidak memiliki armada sendiri, melainkan menggandeng pemilik kendaraan untuk bergabung menjadi pengantar barang. Saat ini, Deliveree telah memiliki 2.500 armada yang melayani area Jabodetabek dan Bandung. Model bisnis Deliveree adalah mengambil komisi sebesar 9-16% dari nilai transaksi.

Deliveree sendiri adalah layanan yang berawal di Thailand. Sang founder, Tom Kim, mendapat ide soal Deliveree setelah melihat masih tradisionalnya proses mendapatkan mobil untuk membantu pengiriman barang. “Biasanya konsumen harus ke pangkalan truk dan melakukan tawar-menawar yang merepotkan,” cerita Nat.

Dari pengamatan tersebut, Tom pun mendirikan Deliveree di Thailand pada Maret 2015. Cakupannya kemudian meluas ke Indonesia pada September 2015, serta ke Manila pada Agustus 2016.

Deliveree pada awalnya ditujukan untuk segmen individual. Namun Deliveree menyadari segmen ini relatif kecil mengingat frekuensi pindahan rumah atau pengiriman barang relatif terbatas. Karena itulah mereka memperluas segmen dengan menggarap pasar UKM dan perusahaan. “Saat ini customer kami tersebar merata di tiga segmen tersebut,” tambah Nat.

Nat yakin, Deliveree bisa memberikan keuntungan bagi segmen bisnis. Bagi UKM, Deliveree bisa membantu proses logistik tanpa harus memusingkan faktor investasi di awal. “Karena jika memiliki armada pengiriman sendiri, perusahaan harus mengeluarkan fixed cost di sisi kendaraan maupun sopir,” tambah Nat.

Sementara bagi enterprise yang sudah memiliki armada distribusi sendiri, Deliveree bisa dimanfaatkan saat dibutuhkan. “Contohnya ketika perusahaan kekurangan armada dan tenaga manusia di saat peak season, mereka bisa memanfaatkan Deliveree,” tambah Nat.  

Khusus untuk segmen bisnis, Deliveree juga menyiapkan beberapa fasilitas khusus. Contohnya layanan hotline yang tersedia setiap hari antara pukul 7 pagi sampai 11 malam. Ada pula jaminan kerusakan dan kehilangan senilai Rp200 juta. Perusahaan pun akan mudah mengelola proses pengiriman barang karena tersedia halaman dashboard khusus.

Berkompetisi dengan Subsidi

Nat mengakui, layanan yang diberikan Deliveree bukan hal yang unik. Gojek, Grab, dan Uber juga memiliki layanan seperti ini. Namun Nat meyakini, Deliveree memiliki kelebihan tersendiri dibanding nama-nama besar tersebut. “Karena kami fokus pada transportasi barang,” tambah Nat. Apalagi, Nat melihat transportasi barang jauh lebih kompleks dari transportasi orang.

Nat meyakini, Deliveree memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan layanan pengantaran oleh Go-Jek dan Grab. “Karena kami fokus pada transportasi barang,” tambah Nat

Saat mengambil barang, misalnya, sering kali pengantar harus menelusuri gudang dengan berbagai aturannya. Pengantar barang pun harus berhadapan dengan sistem logistik yang beragam, seperti harus menandatangani surat jalan atau menerima uang transaksi.

Yang tak kalah penting, pengantar barang harus memiliki kredibilitas tinggi karena barang sepenuhnya berada di pengawasan pengantar barang. Sistem Deliveree sendiri menyediakan sarana tracking yang akan memperlihatkan posisi pengemudi maupun saat barang sudah sampai di tujuan.

Kalau pun ada tantangan, itu lebih kepada soal strategi subsidi yang sering diterapkan pemain besar itu. “Melawan subsidi memang satu hal yang sulit,” ungkap Nat sambil tertawa kecil. Namun pria yang telah setahun memimpin Deliveree di Indonesia ini yakin, strategi subsidi tetap ada kekurangannya. “Ketika subsidi tidak ada lagi, customer akan pergi,” tambah Nat.

Karena itu Deliveree lebih berfokus dalam memberikan layanan memuaskan dibanding membuat promosi berbasis subsidi.

Salah satu penekanannya adalah menyeleksi calon pengemudi. “Setiap orang bisa menjadi mitra Deliveree, namun kami akan menyelidiki latar belakang mereka dengan teliti,” ungkap Nat. Setelah itu, Deliveree juga memberikan pelatihan agar pengantar barang bisa memahami prosedur dan memberikan pelayanan yang memuaskan pengguna.

Tarif Deliveree

Berikut adalah perhitungan tarif Deliveree. Selain perhitungan tarif berbasis jarak, Deliveree juga mengenakan biaya tambahan jika pengguna membutuhkan tenaga untuk mengangkat barang atau menggunakan troli.

Kendaraan  0 – 5 KM5 – 15 KM> 15KM
MotorRp11 ribu Rp2.500/km  Rp2.000/km  
City carRp50 ribu Rp4.500/kmRp4.000/km
MPVRp60 ribu Rp4.500/kmRp4.000/km
VanRp80 ribu Rp4.500/kmRp4.000/km
Pickup kecilRp140 ribu   Rp4.000/kmRp4.500/km
Boks kecilRp170 ribu Rp5.000/kmRp4.500/km

Comments

comments