Profil IT Leader Ash Crick: Pimpin iflix Taklukkan Tantangan di Industri Streaming Video

Ash Crick: Pimpin iflix Taklukkan Tantangan di Industri Streaming Video

Ash Crick (Global Head of Labs, Data Intelligence and Content Technology, iflix).

Kendati menggiurkan dan menawarkan pertumbuhan, pasar berkembang atau emerging market tak mudah ditaklukkan. Bagaimana cara penyedia layanan video on demand, iflix, untuk selalu berada di posisi terdepan?

“Boleh dibilang, kami telah memilih pasar paling menantang untuk membangun sebuah layanan TV internet, yakni  emerging market,” ujar Ash Crick (Global Head of Labs, Data Intelligence and Content Technology, iflix). Tantangan datang misalnya dalam bentuk koneksi internet yang seringkali tak cukup memadai untuk menggelar sebuah layanan televisi berbasis internet. Atau dukungan infrastruktur pembayaran elektronik di kawasan berkembang yang belum sekokoh di negara maju.

“Sepengetahuan saya, hanya ada beberapa preseden di dunia ini untuk tantangan seperti yang kami hadapi, tetapi justru itu yang menjadikannya menarik,” cetus pria yang baru saja melepas jabatannya sebagai Chief Technology Officer iflix itu.

Tak pelak, selain konten yang menarik, teknologi dan inovasi pun menjadi garda terdepan untuk mengakselerasi bisnis iflix. “Konten adalah raja [di mata penyedia konten], tapi teknologilah yang dapat membuat perbedaan besar dalam menyajikan pengalaman pelanggan [yang menyenangkan],” tandas veteran di bidang teknologi dengan pengalaman selama 25 tahun merentang karier di Australia, Inggris, dan Asia Tenggara ini. Teknologi pula yang akan memampukan iflix hadir dengan cepat di rumah jutaan pelanggan di puluhan negara.

Invisible yang Terbaik

Berbicara tentang teknologi di balik layanan iflix, Ash melihat kondisi pasar sebagai faktor paling berpengaruh pada jenis teknologi yang ia terapkan. Misalnya untuk di negara-negara maju, teknologi, seperti VR (Virtual reality), HDR (High Dynalmic Range), UHD (Ultra High Definition), dan resolusi 4K, akan menunjang penghantaran layanan video on demand yang mumpuni.

“Namun fokus kami adalah pasar berkembang. We eat, breathe, and sleep emerging markets. Kami membangun produk dan melakukan scaling terhadap sistem kami, khusus untuk pasar berkembang,” tandasnya.

Perhatian Ash saat ini lebih tertuju kepada hal-hal, seperti otomatisasi bisnis, kemampuan menghantarkan konten video dengan bandwidth dan kualitas internet terbatas, otomatisasi subtitle translation, payment reach, dan aneka perubahan yang bersifat disruptif tetapi signifikan terhadap cara pelanggan berinteraksi dengan produk iflix.

“Menurut kami, teknologi terbaik adalah teknologi yang paling invisible bagi pelanggan. Yang penting teknologi itu bekerja dengan baik,” jawab Ash seraya mengungkapkan bahwa hampir seluruh layanan iflix sudah berjalan di atas cloud.

Tiga Pilar Inovasi

Selain teknologi, iflix juga sangat mengedepankan inovasi untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Ash Crick memaparkan tiga pilar dalam pendekatan inovasi yang diterapkan iflix. Pilar pertama adalah tim Labs yang khusus mengeksplorasi teknologi, model-model bisnis, dan metode baru untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendorong ekspansi bisnis. “This is the spark, inilah awalnya,” tandasnya.

Tim ini tak boleh kalah cepat dari perubahan yang terjadi di luar sana. “Pilihannya hanya terus bergerak maju atau kami akan membuang semua [konsep yang tidak berjalan] begitu saja,” imbuh lelaki yang mengaku selalu terobsesi untuk menemukan ide-ide dan mencicipi pengalaman baru.

Pilar berikutnya adalah tim Engineering. Tim ini bertugas mewujudkan ide dan konsep yang diberikan tim Labs. Tangan dingin tim ini pula yang telah menghasilkan produk dan layanan iflix yang bingkas (resilience) dan berwawasan masa depan.

Pilar terakhir ditopang oleh tim Data. “Tim Data kami terlibat dalam setiap tahap. Tugas mereka adalah memastikan kami mengukur hal yang tepat untuk kami pelajari, beradaptasi, dan berevolusi dengan cepat,” jelas Ash Crick.

Selain ditopang tiga pilar tersebut, proses inovasi juga melibatkan jajaran pimpinan iflix. “Mereka membangun interaksi yang kuat dengan para engineer kami, dan keterlibatan [jajaran pimpinan] ini terbukti merupakan cara yang tepat untuk mendorong outcome yang inovatif dengan cepat,” papar sang pemimpin inovasi di iflix ini.

Terobsesi Teknologi

Berada di lingkungan kerja dan diberi tugas menggarap pasar yang dinamis tak membuat Ash Crick merasa gamang. Selain bekal pengalaman panjang di bidang teknologi, Ash mengaku dirinya termasuk orang yang selalu penasaran dengan hal-hal baru.

“Mungkin bagi orang lain, saya terkesan cepat bosan. Ada benarnya juga, tapi [dengan rasa penasaran itu] saya memperoleh banyak pengalaman luar biasa,” ungkapnya. Di antara pengalaman yang luar biasa itu adalah kesempatan berada di satu panggung dengan salah satu gitaris terbaik dunia, Tommy Emmanuel (gitaris fingerstyle asal Australia) dan menjadi World Champion Freestyle Skydiver.

Aksi Ash Crick saat melakukan sky diving.

Tanpa ia sadari, semua pengalaman tersebut terakumulasi dan membentuk cara pandang Ash Crick tentang pekerjaannya dari persepektif sosial, intelektual, dan kompetisi.

“Tetapi saya selalu tertarik pada teknologi,” ungkap pria yang di usia tujuh tahun telah membuat program untuk komputer TRS-80. Hati pemegang gelar Bachelor of Engineering dan Bachelor of Science dari University of Melbourne, Australia itu telah tertambat pada kekuatan komputasi sebagai pemberi solusi tantangan dunia nyata. Tak mengherankan jika lelaki yang pernah menjadi Specialist Consultant IBM ini senantiasa merasa tertantang untuk mencari solusi teknis paling simpel untuk memecahkan tantangan bisnis

Berada di iflix, ia merasa sangat beruntung karena digaji untuk melakukan hal-hal yang disukainya dan dapat berkontribusi untuk membuat hidup pelanggan menjadi berbeda. “Memadukan hiburan, inovasi, dan teknologi, serta sebuah cita-cita untuk menyajikan hiburan berkelas dunia kepada satu miliar orang adalah sesuatu yang membuat saya bersemangat bangun tidur setiap hari,” ujarnya setengah berkelakar.

Tampaknya, perannya di iflix tidak akan membuat Ash Crick berniat cepat-cepat mencari tantangan dan pengalaman baru. Terutama setelah iflix baru-baru ini menyabet penghargaan dari Frost & Sullivan sebagai 2016 Asia Pacific Video on Demand Company of the Year. Menurutnya, prestasi ini hanyalah sebuah awal dari rencana ekspansi masif iflix pada tahun ini.

Bersama CTO yang baru, Emmanuel Frenehard, Ash Crick akan membawa layanan iflix hadir di seluruh dunia dan mengubah cara orang mengkonsumsi hiburan.

Comments

comments