Profil IT Executive Cerita Richard Kartawijaya Mendorong Aplikasi Anak Bangsa ke Tingkat Dunia

Cerita Richard Kartawijaya Mendorong Aplikasi Anak Bangsa ke Tingkat Dunia

Richard Kartawijaya. [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Pada tahun 2001, Indonesia diundang mengikuti APICTA (Asia Pasifik ICT Alliance) Awards di Malaysia. Sebagai pengurus Aspiluki (Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia), Richard Kartawijaya langsung bergerak mencari aplikasi yang bisa mengikuti acara tersebut.

“Targetnya kita cari dua puluh [karya], lalu diseleksi sehingga bisa kita bawa lima sampai enam karya ke sana,” kenang Richard. Namun ternyata, hanya enam aplikasi yang bisa ditemukan. Setelah diseleksi pun, hanya dua yang layak untuk berangkat.

Cerita Richard tersebut sedikit banyak bisa menggambarkan dunia aplikasi Indonesia kala itu. Ketika dunia TI Indonesia belum berkembang, aplikasi buatan anak bangsa pun agak susah didapat.

Namun situasinya kini jauh berbeda. Berbagai lomba aplikasi muncul, termasuk INAICTA (lomba skala nasional yang pemenangnya akan dibawa ke APICTA Awards).

“Tahun 2012, jumlah karya yang masuk INAICTA 2100 buah, dan lebih dari 30 karya bisa kita bawa ke APICTA di Brunei,” cerita Richard. Hasilnya pun tidak mengecewakan. “Indonesia meraih dua Winner Award dan beberapa Merit Award,” kata dia.

Tidak cuma jumlah peserta yang meningkat, namun juga teknologi yang digunakan. “Tahun 2001, teknologinya masih sangat sederhana,” ujar Richard. Namun aplikasi generasi sekarang sudah menggunakan teknologi terbaru, seperti tim dari UGM yang membuat aplikasi untuk terapi disleksia menggunakan XBox Kinect.

Richard berharap, berbagai lomba aplikasi ini akan mendorong perkembangan dunia TI Indonesia lebih tinggi lagi. Apalagi, efektivitas lomba cukup terbukti.

Salah satu aplikasi yang dibawa ke Malaysia di tahun 2001 itu adalah Zahir, yang namanya kini menjulang di ranah TI Indonesia. Lulusan INAICTA yang lain, seperti Agate atau Pesona Edu, juga berhasil menancapkan eksistensinya di Indonesia.

“Karya-karya anak bangsa di dunia ICT perkembangannya luar biasa,” tutup Richard.

Comments

comments