Arsip Bulanan: July 2017

WorkForce DS-310 & DS-360W, Dua Pemindai Portabel Terbaru dari Epson

Epson Scanner WorkForce DS-360W

Epson meluncurkan scanner portabel terbarunya yaitu Epson WorkForce DS-310 dan DS-360W. Keduanya merupakan scanner portabel pertama dengan Automatic Document Feeder (ADF) yang memungkinkan proses memindai dan pengarsipan dokumen dengan cepat untuk para pekerja dengan mobilitas.

Keunggulan scanner Epson WorkForce DS-310 dan DS-360W mampu melakukan pemindaian dengan kecepatan 25ppm atau 50ipm pada resolusi hingga 300dpi. Memiliki ukuran kompak dan ringan dengan berat 1,1 kg dan 1,3 kg sehingga mudah dibawa dengan mudah didalam tas biasa maupun tas kantor.

Kedua scanner ini memberikan kemudahan pemindaian dengan pilihan konektifitas pada saat Anda dalam perjalanan. Scanner ini juga mudah di-charge dengan USB 3.0 tanpa membutuhkan AC adaptor. Sebagai tambahan, Epson DS-360W memiliki baterai built-in yang juga dapat di-charge langsung dengan kabel USB yang disambungkan ke PC atau laptop.

Khusus Epson DS-360W, memiliki fitur yang bisa terhubung ke PC atau laptop secara nirkabel. Para pengguna dapat tersambung dengan Wi-Fi dan perangkat Anda juga dapat dipergunakan sebagai akses poin untuk perangkat lainnya agar dapat tersambung langsung ke scanner.

Scanner Epson WorkForce DS-310

Mendukung berbagai media, mulai dari ketebalan 52 hingga 230 gsm, termasuk kartu bisnis dan kartu plastik, serta pada kertas dengan ukuran berbeda hingga panjang 1,1 m.

Scanner ini hadir dengan software terkini yang mampu memperjelas tulisan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks pada saat memindai. Fitur segmentasi area secara otomatis dapat mendeteksi dan memindai teks dan gambar terpisah, sedangkan fitur koreksi kemiringan dokumen mampu menyesuaikan dan meluruskan pemindaian gambar secara otomatis.

Liva XE dan ZE, Dua Komputer Mini Terbaru dari ECS

Produsen komputer asal Taiwan, ECS, baru-baru ini memperkenalkan dua varian mini PC terbarunya ke Indonesia, yaitu ECS Liva XE dan Liva ZE.

ECS Liva XE memiliki dimensi yang sangat kompak dan bisa dibawa kemana-mana dengan mudah. Mini PC ini memiliki spesifikasi yang telah diperbaru dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Liva X. Liva XE ditenagai oleh Intel Braswell Celeron N3050 dengan RAM 2 GB.

Menggunakan prosesor yang tak terbilang baru, ECS Liva XE ini ditujukan untuk mengakomodasi pengguna yang masih menggunakan sistem operasi Windows 7 mengingat dukungan Windows 7 sudah dihentikan untuk prosesor-prosesor yang lebih baru. Liva XE memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 32 GB atau 64 GB serta ditambah dengan ketersediaan port M.2 untuk SSD nVME.

Sedangkan ECS Liva ZE ditujukan untuk penggunaan dilingkungan bisnis. ECS mengklaim mini PC ini cocok untuk penggunaan di lingkungan bisnis seperti mesin kasir, digital signage, dan sejenisnya karena selain memiliki konsumsi daya yang hemat, mini PC ini juga memiliki empat buah port Serial RS232.

ECS Liva ZE ini menggunakan prosesor Intel Apollo Lake dengan RAM yang harus ditambahkan sendiri oleh pengguna menggunakan memori SO-DIMM DDR3L maksimal sebanyak dua keping. Kapasitas penyimpanannya juga sama, yaitu 32 GB atau 64 GB. Namun selain SSD M.2, Liva ZE ini juga memiliki ruang ekspansi harddisk atau SSD berukuran 2,5 inci.

Untuk urusan konektivitas, keduanya memiliki koneksi WiFi 802.11ac dan Bluetooth, port LAN (dua buah pada Liva ZE), port HDMI, dan port D-Sub. Sebagai tambahan, Liva ZE juga memiliki port USB type-C.

ECS Liva XE saat ini telah tersedia di pasaran dengan harga sekitar 2 jutaan. Sedangkan Liva ZE rencananya baru akan tersedia di pasaran dalam beberapa bulan ke depan.

Dell EMC Luncurkan Server PowerEdge Generasi ke-14 di Indonesia

Dell EMC baru-baru ini mengumumkan kehadiran jajaran server PowerEdge generasi ke-14 di Indonesia. Server Dell EMC PowerEdge generasi terbaru ini hadir untuk mendorong transformasi digital perusahaan di Indonesia.

Seri PowerEdge generasi ke-14 ini hadir dengan prosesor Intel Xeon Scalable terbaru yang dioptimasi untuk kebutuhan data center yang membutuhkan kinerja tinggi.

Selain itu, seri PowerEdge terbaru ini memiliki sistem pendinginan yang jauh lebih baik serta kepadatan yang lebih tinggi sehingga perusahaan bisa mendapatkan kinerja yang lebih tinggi dalam ukuran server yang lebih ringkas.

[BACA: Dell EMC Hadirkan Portofolio Dukung Transformasi Digital]

Setidaknya ada tujuh varian server terbaru Dell EMC yang diperkenalkan pada peluncurannya, Kamis (27/7) lalu, yaitu PowerEdge R940, R740, R740xd, R640, M640, FC640, dan C6420. Masing-masing ditujukan untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda-beda, seperti high performance computing, database, cloud, dan lain-lain.

Dell EMC juga meningkatkan sektor keamanan pada PowerEdge terbaru ini. Dengan sistem pemantauan yang telah ditingkatkan, perusahaan dapat memantau kinerja sistem secara lebih rinci.

Keamanan juga ditambah dengan sistem otorisasi firmware dengan kunci khusus untuk menghindari akses yang tidak diinginkan. Sistem otomatisasi juga membuat server ini bisa melakukan tindakan pencegahan atau penanganan apabila terjadi sesuatu.

Ke depannya, Dell EMC akan menggandeng vendor aplikasi seperti Microsoft, Oracle, SAP, dan yang lainnya untuk merilis server PowerEdge yang didesain khusus dan tersertifikasi untuk aplikasi atau platform spesifik. Tujuannya agar calon pengguna bisa mendapatkan solusi lengkap sesuai dengan kebutuhan dan aplikasi yang mereka gunakan.

Pengguna Harian WhatsApp Tembus Satu Miliar

Ilustrasi Fitur Baru WhatsApp

Saat ini pengguna aktif aplikasi pesan WhatsApp sudah mencapai satu miliar pengguna aktif harian dan pengguna aktif bulanannya mencapai 1,3 miliar. Kemudian, ada 55 miliar pesan dan sekitar 4,5 miliar foto yang dikirim melalui WhatsApp setiap hari.

“WhatsApp akan menghadirkan banyak fitur terbaru di masa depan tanpa mengesampingkan keunggulan, kesederhanaan, dan keamanan,” kata Jan Koum (Salah seorang Pendiri WhatsApp) seperti dikutip Phone Arena.

Selain berkirim pesan, saat ini WhatsApp juga dapat melakukan melakukan panggilan suara dan video. Baru-baru ini, WhatsApp juga meluncurkan fitur Status yang akan hilang sendiri dalam 24 jam, sebuah fitur yang dipopulerkan oleh Snapchat.

Saat ini, WhatsApp juga dapat digunakan secara global dan mendukung 60 bahasa dunia.

Melihat tingginya pengguna aktif WhatsApp, Facebook belum berniat melakukan monetisasi iklan pada WhatsApp karena Mark Zuckerberg (CEO Facebook) mengatakan masih terlalu dini melakukan montetisasi untuk WhatsApp.

Padahal bila dimanfaatkan, WhatsApp akan menambahkan pundi-pundi dolar bagi Facebook.

Apple Dapat Restu Uji Teknologi Jaringan 5G di iPhone

Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) memberikan izin dan lisensi kepada Apple untuk menguji teknologi jaringan 5G, terutama spektrum gelombang milimeter jarak pendek di frekuensi 28 GHz dan 39 Ghz.

Pada musim panas lalu, FCC memang memberikan izin penggunaan spektrum kepada perusahaan-perusahaan yang ingin menguji teknologi 5G seperti dikutip Ubergizmo.

Sebelumnya, Apple telah mengajukan permintaan lisensi percobaan teknologi 5G kepada FCC untuk mengumpulkan data teknis yang relevan tentang teknologi 5G. Hal itu sebagai persiapan Apple untuk meluncurkan iPhone yang mendukung haringan 5G.

Hebatnya, Apple memiliki kesempatan emas dalam pengujian gelombang milimeter teknologi 5G karena dua operator telekomunikasi AS Sprint dan T-Mobile tidak ingin menggunakan spektrum dengan frekuensi tinggi.

T-Mobile akan fokus menggarap jaringan teknologi 5G pada spektrum 600MHz yang memiliki frekuensi lebih rendah dan Sprint tertarik menggunakan frekuensi 2,5 GHz.

Saat ini perusahaan teknologi mulai fokus menggarap pasar dan menguji coba jaringan 5G walaupun proses implementasi 5G baru akan dilakukan beberapa tahun ke depan.

Kalah Bersaing, LG Kecewa dengan Penjualan LG G6

LG Indonesia Luncurkan LG G6 di Indonesia

LG berharap banyak kepada smartphone flagshipnya LG G6 untuk bisa mengalahkan penjualan iPhone 7 dan Samsung Galaxy S8 di pasar. Secara teknologi, LG G6 menawarkan fitur canggih seperti kamera ganda, layar lebar dengan aspect ratio 18:9 dan bodi tangguh yang anti air dan debu.

Sayangnya, penjualan LG G6 tidak sesuai dengan ekspektasi LG dan tidak bisa berbicara banyak di pasar smartphone premium. Tahun lalu, penjualan smartphone LG G5 juga melempem karena pelanggan belum bisa menerima konsep smartphone modular.  Sama halnya penjualan LG G4 yang tidak sesuai harapan LG.

“(Pendapatan) LG G6 hampir tidak berubah di banding periode yang sama tahun lalu, karena penjualan smartphone premium tidak sesuai harapan dan peningkatan harga komponen,” tulis LG seperti dikutip Ars Technica.

LG melaporkan laporan keuangannya pada kuartal lalu dan menyebutkan kuartal lalu adalah waktu yang “menantang” untuk divisi mobile.  Divisi mobile LG mendapatkan penghasilan USD2.39 miliar atau sekitar Rp31,8 triliun tetapi biaya operasionalnya mengalami kerugian sebesar USD117 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Hal itu berarti divisi mobile LG tidak mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Ilustrasi LG G6 hadir di Indonesia

Dalam pasar smartphone yang sangat kompetitif, LG harus berhadapan dengan Samsung, Apple dan juga Huawei. Karena itu, LG meluncurkan smartphone LG seri Q dan LG V30 untuk memperbaiki finansial mereka pada semester kedua tahun ini.

Untungnya, kondisi keuangan LG sangat sehat karena tiga dari empat unit bisnis utama lainnya melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dibanding tahun lalu. Keuntungan divisi home appliance LG naik sebesar 4 persen atau sekitar KRW466 miliar (Rp5,5 triliun), berkat berkat penjualan mesin cuci dan kulkasnya.

Selain itu, bisnis TV LG juga mendapatkan keuntungan sebesar KRW343 miliar atau sekitar Rp4,1 triliun karena semakin banyaknya orang yang tertarik untuk membeli TV OLED.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional LG mencapai KRW664.1 miliar atau sekitar Rp7,9 triliun, penghasilannya naik 3,9 persen menjadi KRW14.6 triliun atau Rp173,6 triliun.

Synology Perkenalkan Solusi Penyimpanan untuk UKM

Synology baru-baru ini memperkenalkan solusi terbarunya di perangkat penyimpanan dan jaringan untuk pasar Indonesia. Solusi-solusi ini dihadirkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pengguna rumahan hingga bisnis khususnya UKM.

Segmen bisnis khususnya UKM memang menjadi kontributor utama terhadap GDP Indonesia dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UKM memiliki kontribusi sekitar 60,34 persen dari pendapatan di Indonesia. Selain itu, jumlah UKM yang ada saat ini juga terbilang besar, sekitar 4,4 juta UKM.

Dengan jumlah UKM yang terus bertumbuh, Mike Chen (sales director, Synology) menyatakan bahwa Synology memiliki jajaran solusi yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan data bagi para UKM. Dengan terus membesarnya data yang dihasilkan, dibutuhkan sebuah solusi media penyimpanan yang tangguh dan bisa diandalkan untuk menyimpan data-data berharga tersebut.

Synology memiliki produk yang terbagi menjadi beberapa kelas, mulai dari kelas entry-level untuk kebutuhan rumahan hingga kelas atas untuk kelas bisnis dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Di kelas bisnis, Synology baru-baru ini meluncurkan perangkat network attached storage (NAS) seri DiskStation DS1517+ dan DS1817+. NAS dengan kapasitas lima dan delapan harddisk ini bisa diekspansi hingga lima belas dan delapan belas harddisk dengan menggunakan perangkat ekspansi DX517. Selain itu, keduanya juga kini mendukung SSD M.2 untuk mempercepat kinerja transfer data di jaringan.

Tak hanya sekadar merilis perangkat penyimpanan jaringan, Synology juga menyediakan berbagai aplikasi tambahan untuk menunjang penggunaan NAS Synology. Dengan sistem operasi DiskStation Manager yang mudah digunakan serta pusat aplikasi Package Manager, pengguna bisa memilih lebih dari seratus aplikasi yang disediakan untuk menambah fungsionalitas dari NAS Synology. Pilihan aplikasi yang tersedia juga beragam, mulai dari mail server, web server, backup server, hingga untuk kebutuhan hiburan seperti media center.

Xiaomi Pinjam Rp13 Triliun untuk Bangun Toko dan Ekspansi Global

illustrasi toko Xiaomi 2

Xiaomi mendapatkan pinjaman dana sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,3 triliun selama tiga tahun dari 18 bank dari Eropa, Timur Tengah, India, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.

Deutsche Bank dan Morgan Stanley berperan sebagai koordinator, dengan Bank of China (Hongkong), Deutsche Bank AG, dan Wing Lung Bank sebagai mandated lead arranger dan bookrunners.

“Pinjaman ini akan meningkatkan upaya perusahaan untuk pengembangan bisnis dan integrasi ritel online dan offline,” kata Lei Jun (Founder, Chairman, dan CEO Xiaomi).

Xiaomi akan menggunakan dana pinjaman itu untuk melakukan ekspansi global dan membangun lebih banyak toko offline Mi Home. Saat ini Xiaomi sudah membuka 149 toko Mi Home di Tiongkok dan akan membuka 100 toko tambahan di negara tersebut.

Selain Tiongkok, Xiaomi telah membuka toko Mi Home di India seperti dikutip Tech Crunch.

Xiaomi akan memadukan penjualan online dan offline untuk menggenjot pendapatan Xiaomi. Xiaomi sendiri memiliki rekor yang luar biasa pada penjualan online, menyusul smartphone flagshipnya selalu ludes dalam hitungan menit hingga jam.

Xiaomi Mi Home akan memberikan pengalaman baru kepada pelanggannya karena para pelanggan bisa langsung berinteraksi dan merasakan produk Xiaomi sebelum mereka beli. Selain itu, Mi Home juga dapat menjadi tempat pick-up bagi para pembeli yang sudah memesan secara online.

Saat ini Xiaomi sudah eksis di lebih dari 40 negara dan wilayah yang memiliki pangsa pasar cukup tinggi termasuk Rusia, Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir.

Bahkan, Xiaomi sudah memiliki fasilitas produksi di India serta Indonesia. Apalagi, Xiaomi telah mendapatkan beberapa lisensi dari Nokia yang mencakup akuisisi aset hak paten sehingga Xiaomi lebih percaya diri menyasar negara-negara baru.

Saat ini Xiaomi memiliki 4.806 aset hak paten yang telah dikabulkan dan 2.404 di antaranya sebagai paten internasional yang menjadi fondasi rencana ekspansi global Xiaomi.

Xiaomi telah menunjukan tren penjualan yang positif pada tahun ini, menyusul Xiaomi berhasil menjual sebanyak 23,16 juta smartphone Xiaomi pada kuartal kedua 2017.  Penjualan itu naik 70 persen dari angka penjualan pada kuartal pertama 2017.

Berdamai, Apple Sepakat Bayar Rp26,6 Triliun ke Nokia

Apple dan Nokia

Apple tidak ingin terus terlibat perang paten dengan Nokia. Apple lebih memilih berdamai dan rela membayar uang 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp26,6 triliun untuk menyelesaikan perselisihan dengan Nokia terkait paten.

Informasi itu muncul berdasarkan laporan keuangan perkuartal yang diumumkan Nokia beberapa hari lalu.

“Kami mendapatkan pembayaran tunai yang sangat signifikan dari Apple, nilainya mencapai 1,7 miliar euro (sekitar Rp 26,6 triliun) sehingga memperkuat keuangan kami,” tulis pernyataan resmi Nokia seperti dikutip Phone Arena.

Nokia Technologies mencatat laba USD 674 juta pada kuartal II 2017, naik 73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Perseteruan paten Apple dan Nokia sempat menjadi sorotan dan menjadi gugatan terbesar yang terjadi dalam satu dekade.

Apple pun telah mendapatkan lisensi eksperimen dari badan regulasi komunikasi Amerika Serikat yaitu FCC untuk menguji teknologi jaringan 5G. Izin tersebut khususnya untuk spektrum gelombang milimeter jarak pendek di frekuensi 28GHz dan 39GHz.

Penjualan Nintendo Switch Laris Manis

Nintendo Switch

Game konsol Nintendo Switch meraih kesuksesan besar di pasar, menyusul penjualan Nintendo Switch mencapai 1,97 juta unit di dunia pada kuartal lalu. Maka total penjualan Nintendo Switch mencapai 4,7 juta unit di seluruh dunia.

Penjualan Nintendo Switch melampaui penjualan Nintendo Wii U yang terjual 3,45 juta unit pada enam bulan pertama dan Nintendo 3DS yang sanggup terjual 4,32 juta unit.

Tak hanya konsol game, game Nintendo Switch yang paling laris adalah The Legend of Zelda: Breath of the Wild yang terjual 3,92 juta kopi, game Mario Kart 8 Deluxe yang terjual 3,54 juta unit dan game eksklusif Nintendo Switch ARMS yang terjual 1,18 juta kopi.

Nintendo Switch

Nintendo Switch Online

Beberapa waktu lalu, Nintendo Switch resmi menghadirkan aplikasi Nintendo Switch Online untuk perangkat iOS dan Android. Aplikasi ini hadir untuk meningkatkan pengalaman bermain online para pemilik Nintendo Switch.

Berbeda dengan konsol gamenya, aplikasi Nintendo Switch Online mendapat tanggapan biasa-biasa saja dari para penggunanya. Sensor Tower mengungkapkan aplikasi itu mengantongi sekitar 400 ribu unduhan di Apple App Store dan 380 ribu unduhan di Google Play Store.

Rendahnya angka unduhan Nintendo Switch Online karena permasalahan teknis dan aplikasi yang bersifat opsional seperti dikutip Venture Beat.

Salah satu game yang memanfaatkan aplikasi Nintendo Switch Online adalah Splatoon 2. Menurut Forbes, dalam tiga hari sejak peluncurannya di Jepang, Splatoon 2 terjual 670.955 kopi. Angka download Nintendo Switch yang mencapai sekitar 780 ribu unduhan juga terbantu oleh Splatoon 2.

Review Smartphone