Arsip Harian: Jul 3, 2017

Berusia Setahun, Berapa Pendapatan Pokemon Go?

Pokemon Go Indonesia

Meskipun pamornya tidak bersinar mirip dulu kala, Pokemon Go masih memiliki “taring” di mata penggunanya terlihat dari keuntungannya yang mencapai US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp16 triliun pada pertengahan tahun ini.

Tahun lalu, Pokemon Go meraih keuntungan senilai US$ 950 juta pada 2016. Pokemon Go sukses melejit sebagai salah satu game mobile tersukses sejak hadir pada 6 Juli 2016.

Perusahaan analisis aplikasi Apptopia mengungkapkan saat ini Pokemon Go sudah diunduh 752 juta kali sekaligus menepis keraguan banyak pihak yang menyebut Pokemon Go tidak lagi mampu meraup keuntungan.

Apptopia juga mengungkapkan ada sekitar 60 juta pemain Pokemon Go pada bulan Juni, turun drastis dari bulan sebelumnya yang mencapai 100 juta pemain.

Namun, sebanyak 20 persen pengguna Pokemon Go yang membuka aplikasi setidaknya sekali sehari seperti dikutip Gamerant.

Pencapaian itu disebabkan Niantic Labs yang terus meluncurkan berbagai pembaruan menarik dan mampu membuat para trainer untuk kembali bermain Pokemon Go.

Kravasia: Impian Menjadi Pusat Jual Beli Batik di Benua Asia

Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009 silam, sejak saat itu pula bangsa Indonesia memperingati setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Sudah selayaknya pula kita wajib bangga dengan batik.

Berangkat dari sinilah, Maulana Muhamad (Co-Founder & CEO) dan Ignasius Ryan Hasim (Co-Founder & COO) menciptakan Kravasia.com, yakni situs curated marketplace khusus untuk batik, tenun, dan produk kerajinan lokal Indonesia. Maulana menyebut, niat mereka menciptakan platform Kravasia.com dilandasi adanya keinginan untuk membantu para perajin lokal mengembangkan bisnisnya secara online.

Idenya sendiri berawal ketika ia dan Igna menyempatkan berkeliling Indonesia, khususnya Pulau Jawa untuk menemukan tantangan apa yang dihadapi oleh masyarakat dan apa yang dapat dibantu pada saat itu.

Saat mengunjungi desa batik Laweyan di Solo dan desa lainnya di Yogyakarta itulah, tercetus ide untuk melestarikan budaya dan produk lokal Indonesia menggunakan teknologi dan menciptakan platform Kravasia.com.

Bukan Sekadar Marketplace

Pengalaman Maulana sebagai Windows Product Manager di Microsoft Indonesia serta pengalaman Igna di bagian consumer goods perusahaan multinasional P&G pun cukup membuka kejelian mereka terhadap kebutuhan konsumen. Alasan inilah yang membuat mereka merancang Kravasia bukan sekadar sebagai marketplace.

Dari kunjungan Maulana dan Igna ke Solo dan Yogyakarta, mereka melihat produk lokal sulit berkembang karena belum mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sebagian besar perajin masih berjualan di pasar atau toko di pinggir jalan. Padahal lokasi ini tergolong makin sepi pengunjung dan jangkauannya sangat terbatas.

Di sinilah Kravasia berperan untuk bukan hanya memasarkan batik secara online dan digital, namun juga memberi pendampingan seperti desain produk, layanan pemotretan produk, manajemen penyimpanan, hingga layanan pengiriman ke luar negeri.

Namun masalah tak berhenti sampai di situ. Maulana menuturkan bahwa seluruh perajin yang bergabung di Kravasia rata-rata juga belum melek teknologi, sehingga Kravasia pun melakukan edukasi dan pembinaan kepada setiap perajin.

“Ternyata masalah utama yang dihadapi perajin adalah kesulitan mengembangkan bisnis online karena keterbatasan akses informasi dan promosi produk yang tidak memadai. Permasalahan inilah yang ingin diselesaikan oleh Kravasia,” tutur Maulana.

Kravasia Founder: (Kiri) Maulana Muhammad, (Kanan) Ignasius Ryan.

Berbeda dengan marketplace lainnya, Maulana menyebut, Kravasia tidak sembarang menampilkan produk. Ada standar sendiri dalam penyajian foto. Hal ini menurutnya demi memberikan pengalaman terbaik bagi setiap customer.

“Seluruh pengrajin yang dibina memang diseleksi secara ketat dan memunyai konsistensi produksi produk karena dalam usaha dunia kerajinan, sangat sulit untuk melakukan standarisasi kualitas karena rata-rata semuanya masih industri rumahan,” ujar Maulana.

Produk-produk tersebut, imbuh Maulana, juga menjadi keunikan tersendiri di Kravasia. Pasalnya, yang ditampilkan adalah batik, tenun, dan kerajinan dari seluruh Nusantara, mulai dari batik lasem, tenun garut, sampai kain sengkang dari wilayah Sumatera.

Hingga saat ini, tenant yang sudah aktif berjualan di Kravasia mencapai lebih dari 50 brand dengan lebih dari 5.000 varian produk yang dapat dipilih oleh masyarakat. Di tahun ini, Maulana menyebut Kravasia berencana mengembangkan 3 – 4 kali lipat dari jumlah yang telah dicapai saat ini.

Menjadi Pusat Batik

Jika dilihat dari tanggal berdirinya, Kravasia memang belum genap berusia satu tahun. Namun, startup yang mulai dijalankan sejak Juni 2016 ini juga tak bisa menghindar dari tantangan. Maulana menuturkan jika tantangan mereka terletak pada dua sisi, baik dari pemasok maupun permintaan.

Pada sisi permintaan, pelanggan terbesar mereka masih belum melek teknologi dan terbiasa berbelanja dengan cara konvensional. Sementara dari sisi pemasok, tantangannya adalah konsistensi kualitas produk dari perajin yang masih terus ditingkatkan melalui pembinaan.

Situs Kravasia.

Tampak optimistis, Maulana pun menyebut jika dalam waktu dua tahun, Kravasia memiliki misi menjadi pusat batik, tenun, dan kerajinan tangan yang terbesar di Asia yang mempromosikan produk lokal setiap daerah dan negara.

Sesuai asal nama Kravasia, yaitu craft dan Asia, Kravasia memiliki prinsip untuk dapat menjadi pusat batik di kawasan Asia. “Prinsip kami adalah kami menjalankan Kravasia tidak hanya untuk keuntungan semata tetapi kami mau menjadikan ini juga sebuah gerakan untuk menyelamatkan kebudayaan serta produk lokal Indonesia di tengah perkembangan teknologi,” ujar Maulana.

Untuk mencapai target tersebut, Kravasia terus melakukan pengembangan fitur seperti pengembangan seller center dan peluncuran mobile app. Tujuannya, memudahkan para perajin lokal berjualan di Kravasia.com.

Snapdragon 1200, Chipset Qualcomm Terbaru Khusus Wearable Anak-anak

Ilustrasi Qualcomm Snapdragon 1200

Qualcomm memperkenalkan chipset prosesor terbarunya Snapdragon 1200 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) di Shanghai, Tiongkok.

Chipset prosesor itu khusus perangkat wearable anak-anak seperti kids tracker atau perangkat pelacak anak-anak.

Matthew DeHamer (Product Marketing Staff Manager Qualcomm) mengatakan prosesor Snapdragon 1200 menawarkan sejumlah keunggulan seperti teknologi jaringan 4G terbaru yang dapat menghemat daya baterai dapat terhubung dengan perangkat yang dapat memancarkan koneksi jaringan dari jarak jauh.

“Desain Snapdragon 1200 berukuran 45 persen lebih kecil dari desain sebelumnya sehingga lebih kompatibel untuk untuk wearable anak-anak,” katanya seperti dikutip Wareable.

DeHamer mengatakan chip prosesor itu menjadi jawaban Qualcomm terhadap konsumen yang menginginkan perangkat wearable yang berukuran kecil, daya tahan baterai yang awet, penginderaan pintar, lokasi aktual, keamanan yang kuat, dan selalu terhubung dengan jaringan.

“Snapdragon Wear 1200 untuk alat pelacak anak-anak, peliharaan, orang tua, atau alat kebugaran,” ujarnya.

Qualcomm pun menggandeng Borqs dan Quanta untuk mendesain model Snapdragon 1200. Selain itu, Qualcomm juga bekerjasama dengan vendor Tiongkok, Xiaotiancai untuk memproduksi smartwatch anak-anak, Z3 Genius yang mirip dengan Apple Watch.

Rencananya, kids tracker dan pet tracker dengan chip Snapdragon 1200 baru akan hadir di pasaran pada Agustus dan September mendatang.

Kembangkan Teknologi AR, Apple Akuisisi SensoMotoric

Ilustrasi akusisi Apple atas SensoMotoric

Apple mengakuisisi perusahaan asal Jerman SensoMotoric Instruments yang fokus mengembangkan teknologi augmented reality (AR). Tim Cook (CEO Apple) berkomitmen menjadi teknologi AR menjadi pusat inovasi Apple di masa depan.

SensoMotoric berdiri sejak 1991 dan berbasis di Teltow, Berlin. SensoMotoric mengembangkan teknologi pelacak mata untuk perangkat kacamata virtual reality (VR) atau augmented reality (AR).

Kacamata buatan SensoMotoric dapat mengikuti pandangan penggunanya secara real-time sehingga kacamata itu bisa digunakan untuk berbagai hal. Misal, melatih atlet dengan membuat mereka untuk fokus ke tempat yang sesuai atau mengetahui iklan apa yang menangkap perhatian orang-orang yang sedang belanja di toko.

Untuk VR, fitur eye tracking SensoMotoric bisa dimanfaatkan sebagai antarmuka atau meminimalisir rasa mual yang timbul. Yang jelas, akuisisi itu akan membantu Apple mengembangkan peranti lunak AR yang bisa diimplementasi pada iPhone dan perangkat mobile lain.

Apple enggan mengomentari aksi korporasi tersebut tetapi Apple selalu memberikan pernyataan yang sama jika ada pertanyaan soal akuisisi.

“Apple membeli perusahaan teknologi kecil dari waktu ke waktu, dan biasanya kita tidak membahas tujuan atau rencana kita,” kata perwakilan Apple seperti dikutip Engadget.

Apple pun telah meluncurkan platform ARKit yang merupakan alat untuk membangun aplikasi memanfaatkan kamera dan sejumlah sensor iPhone, untuk menempatkan objek virtual di lingkungan nyata.

Rumornya, Apple sedang menguji kacamata AR dan kemungkinan besar Apple memang akan menggunakan teknologi SensoMotoric pada hardware buatan mereka.

Kafe ini Sediakan Perempuan Virtual Cantik untuk Kaum Jomblo

Ilustrasi Blue Leaf Cafe Hatsune Miku

Bagi Anda yang belum punya pasangan alias jomblo harus mengunjungi kafe yang satu ini. Sebuah Blue Leaf Cafe yang berada di Jepang akan membuat para pengunjung yang berstatus jomblo tidak lagi kesepian.

Kafe itu akan menghadirkan pacar virtual lewat program augmented reality Hatsune Miku pada tanggal 8, 9, 15, 16, dan 17 Juli mendatang.

Pacar virtual itu akan menggunakan karakter Vocaloid ternama, Hatsune Miku dan akan menemani pengunjung selama mereka menikmati makanan dan minuman di restoran tersebut.

Inovasi itu merupakan kolaborasi kafe yang terletak di kota Sendai tersebut bersama penyedia layanan telekomunikasi au/KDDI dan Crypton Future Media. Jadi, itu akan menyediakan sejumlah smartphone spesial dengan program Miku Stroll Edition.

Anda pun harus mendaftar terlebih dahulu untuk mengikutinya seperti dilansir dari SoraNews24.

Tidak cuma pacar virtual Miku, restoran itu juga menyediakan berbagai makanan bertema Miku antara 8-31 Juli seperti roll cake, Miku Sandwich, Miku Summer Tropical Soda dan Miku Latte dengan kisaran harga mulai dari 650 hingga 900 yen.

Para pengunjung juga akan mendapatkan tatakan gelas khusus bergambar Miku.

UberBOAT Incar Kawasan Pariwisata di Kroasia

Ilustrasi UberBoat

Uber meluncurkan layanan transportasi speedboat UberBOAT di Kroasia yang menyasar sejumlah tempat wisata di kawasan Pantai Adriatik selama musim panas.

Sebelumnya, Uber telah mengoperasi UberBOAT di Istanbul, Turki dan Miami, Amerika Serikat.

Layanan itu menawarkan satu speedboat yang dapat menampung hingga dua belas orang. Uber mengatakan pengguna tidak dapat bermalam di speedboat atau menyewa speedboat tanpa kapten dan pelaut.

“UberBOAT menawarkan dua layanan berbeda yaitu transportasi antara daratan dan pulau, atau sewa speedboat untuk perjalanan setengah hari atau sepanjang hari,” kata Uber dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Pelanggan Uber akan dapat menentukan jadwal perjalanan mereka sendiri selama perjalanan harian atau memilih jadwal terorganisasi yang melibatkan beberapa tujuan terpopuler.

Layanan ini akan tersedia melalui aplikasi Uber dari kota-kota Split dan Dubrovnik di Laut Adriatik selatan serta pulau Hvar.

Harga sewa speedboat sampai delapan orang untuk perjalanan dari Split ke Hvar, misalnya, akan dikenakan biaya 2.600 kuna atau sekitar 400 dolar AS.

Sebagai informasi, Kroasia merupakan salah satu tujuan wisata populer di Eropa. Sektor pariwisata menyumbang sekitar 18 persen untuk produk domestik bruto negara tersebut.

Bocoran Spesifikasi Sharp X1, Ponsel Android One Terbaru

Ilustrasi Android One

Pabrikan smartphone Sharp kembali meluncurkan perangkat Android One Sharp X1 ke pasar. Sebelumnya, Sharp telah memperkenalkan Aquos 507SH yang merupakan ponsel Android One pertama di Jepang.

Sharp X1 mengusung layar IGZO (Indium Gallium Zinc Oxide) 5,3 inci dengan kerapatan layar mencapai 423 pixel perinci dan resolusi Full HD, chip prosesor Snapdragon 435 yang mengusung prosesor octa-core ARM Cortex-A53 64-bit berkecepatan 1,4GHz, RAM 3 GB dan memori internal 32 GB serta slot microSD untuk ekspansi memori eksternal hingga maksimal 128GB.

Selain itu, smartphone itu mengusung kamera belakang 16,4 megapixel dengan phase-detection autofokus dan LED flash. Untuk kamera selfie, smartphone itu memiliki kamera depan 8 megapixel yang mendukung wide angle seperti dikutip GSM Arena.

Sharp X1 memiliki baterai berkapasitas 3.900 mAh yang dapat menyala hingga empat hari. Hebatnya, smartphone itu memiliki sertifikat IP68 yang tahan air dan debu, fitur yang biasa pengguna temukan pada smartphone premium.

Sharp X1 mengusung sistem operasi Android Nougat 7.1.1 dengan antarmuka Android Stock.

Untuk konektivitas, Sharp X1 memiliki USB type C, Bluetooth, port microUSB, WiFi, GPS, 4G LTE, dan 3G HSPA serta FeliCa, solusi pembayaran contactless dari Sony. Smartphone itu tersedia dalam balutan warna putih, hijau dan ungu gelap serta baru tersedia di Jepang.

Review Smartphone