04 | July | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jul 4, 2017

Cocok untuk Koneksi Internet Lambat, Endless OS Ingin Bantu Dunia Pendidikan di Indonesia

Tampilan Endless OS.

Akses ke teknologi dan edukasi harusnya mudah dan murah agar bisa diakses oleh semua orang, termasuk di daerah terpencil. Namun dengan kondisi geografis di Indonesia dan infrastruktur internet yang masih terbatas, masih banyak penduduk di Indonesia yang belum tersentuh akses internet yang layak.

Peduli akan hal tersebut, Endless Computer yang hari ini (4/7) memperkenalkan sistem operasi Endless OS ke Indonesia, menyediakan berbagai aplikasi, konten, dan literatur untuk kebutuhan edukasi di dalam sistem operasi tersebut.

Matt Dalio (CEO, Endless Computer) menyatakan bahwa sistem operasi Endless OS ini berfokus pada akses edukasi yang lebih baik bagi setiap orang.

Dengan misi memajukan pendidikan di Indonesia, seluruh aplikasi, konten, serta literatur yang tersedia di dalam sistem operasi ini tetap dapat diakses secara utuh walaupun tanpa koneksi internet. Hal ini tentu memudahkan bagi pengguna komputer yang berada di daerah yang kebetulan tidak memiliki akses internet yang baik atau tidak memiliki akses internet sama sekali.

Untuk dukungan aplikasi bagi dunia pendidikan, Endless OS juga menyediakan berbagai aplikasi untuk mendukung pengguna yang membutuhkan akses ke berbagai informasi dan literatur seperti ensiklopedia, kesehatan, hingga aplikasi resep makanan.

Semua konten yang ada di dalam aplikasi tersebut tersedia secara offline sehingga siap untuk diakses kapan saja tanpa membutuhkan koneksi internet.

Gara-gara Kesalahan Teknis, Harga Saham Apple, Alphabet, dan Amazon Turun Drastis

Kredit: media.cleveland.com.

Sebuah kesalahan teknis sempat mengakibatkan kehebohan di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat, pada hari Senin (3/7). Pasalnya, harga saham Apple, Alphabet (induk perusahaan Google), dan Amazon turun drastis hingga 84 persen. Sebaliknya, harga saham Microsoft melonjak sampai 79 persen.

Dalam data yang ditunjukkan Yahoo Finance dan Google Finance pada Senin (3/7) sore, harga saham Apple, Alphabet, Amazon, dan Microsoft menunjukkan nilai yang sama persis: US$123,47. Tentu saja, hal itu menimbulkan kecurigaan bagi publik, terutama di kalangan pialang saham.

Bayangkan saja, nilai US$123,47 artinya penurunan 87,24 persen dari harga saham awal Amazon sebesar US$950 atau kenaikan hampir 80 persen bagi Microsoft dari harga awal US$68,17.

Setelah diusut, nilai saham tersebut ternyata merupakan data uji (test data) yang salah ditafsirkan oleh para penyedia data saham sebagai harga saham asli dan real-time.

Seperti dilansir The Telegraph, data uji dengan nilai US$123,47 sebetulnya merupakan data yang dikirim secara rutin pada waktu-waktu tertentu dari Nasdaq kepada penyedia data saham untuk mengetes koneksi. Namun, sebuah kesalahan teknis mengakibatkan data uji itu dianggap sebagai nilai resmi.

Diperkirakan, kesalahan teknis itu terjadi karena perdagangan saham di bursa Nasdaq ditutup lebih awal kemarin, menjelang hari libur nasional di AS pada Selasa, 4 Juli 2017, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS, sehingga terjadi salah interpretasi data.

Nasdaq pun berjanji akan menyelidiki kasus ini, khususnya dalam penggunaan data uji oleh puhak ketiga.

Instagram Bersih-bersih Akun “Selebgram” dengan Pengikut dan Komentar Bayaran

Instagram kian rajin melakukan aksi bersih-bersih pada platformnya. Selain menambah fitur menghapus dan menyembunyikan komentar miring, Instagram juga mencoba membersihkan akun-akun dan komentar-komentar palsu yang dikirim oleh bot.

Dikutip dari The Next Web, Instagram telah menutup sejumlah situs penyedia layanan pengikut dan pengirim komentar palsu, misalnya Instagress, PeerBoost, dan InstaPlus, dalam beberapa bulan terakhir.

Situs-situs itu populer digunakan oleh anak-anak muda, khususnya yang ingin menjadi orang berpengaruh (influencer) di media sosial atau “selebgram (selebritas Instagram)”, dengan cara cepat dan instan.

Fitur Instagress.

Situs-situs itu menawarkan layanan berbayar untuk menambah jumlah pengikut, love, dan komentar secara otomatis hingga berjumlah ribuan. Biaya yang dibanderol pun bervariasi, dari US$5 sampai lebih dari US$20 per bulan. Tentu saja, layanan tersebut melanggar peraturan resmi di Instagram.

Selain itu, Instagram mempercanggih algoritmanya untuk mendeteksi akun dan komentar sampah (spam) yang umumnya memakai banyak hashtag di dalam satu foto atau komentar. Hukumannya, akun-akun itu tidak akan dimunculkan pada hasil pencarian suatu hashtag atau pada menu Explore.

Bukan Apple, Vivo yang Pertama Rilis Pemindai Sidik Jari di Bawah Layar Smartphone

Pada ajang Mobile World Congress Shanghai (MWCS) 2017, Vivo menunjukkan solusi Under Display Fingerprint Scanning (Vivo Under Display) yang berbasis platform Qualcomm Fingerprint Sensors.

Vivo, produsen smartphone asal Tiongkok, mengalahkan Apple dan Samsung sebagai vendor pertama yang memamerkan teknologi pemindai sidik jari di bawah layar.

Pada ajang Mobile World Congress Shanghai (MWCS) 2017, Vivo menunjukkan solusi Under Display Fingerprint Scanning (Vivo Under Display) yang berbasis platform Qualcomm Fingerprint Sensors. Solusi ini memanfaatkan sensor ultrasound yang bisa menembus layar OLED setebal 1,2 mm sehingga bisa mengenali sidik jari.

Walhasil, alat pemindai sidik jari tidak akan dilakukan oleh tombol atau bagian ponsel tertentu secara terpisah. Namun, alat tersebut akan menyatu dengan layar sehingga tampil tidak kentara, berada di balik pelat logam, atau bahkan di rangka ponsel (frame).

Dibandingkan dengan teknologi pengenalan sidik jari secara optikal yang biasa ditemui dalam industri seluler, Vivo Under Display memiliki banyak keuntungan dalam aspek tahan air (waterproofing) dan fitur anti-ambient light.

Karena Vivo Under Display tidak memerlukan tombol fisik untuk sensor sidik jari, teknologi tersebut bisa menghadirkan full-screen display yang sesungguhnya serta rangka tunggal yang menyatu (integrated unibody) dan desain mekanis yang tahan air. Hal ini akan mempromosikan desain inovatif dalam tampilan ponsel canggih.

Gambaran platform Qualcomm Fingerprint Scanner.

Ke depannya, alat pengenalan sidik jari bisa mewujudkan interaksi pengguna secara lebih lanjut, seperti pengenalan gerak tubuh (gesture recognition), verifikasi keamanan, dan fitur-fitur lainnya yang berbasis teknologi ultrasonik.

Sayangnya, Vivo belum mengungkapkan jadwal rilis smartphone-nya yang akan mengusung solusi Vivo Under Display ini.

Di samping pemindai sidik jari di bawah layar, Vivo juga menghadirkan beberapa solusi smartphone lainnya, seperti Digital Signal Processing (DSP) Photography untuk pemotretan yang melibatkan aspek backlighting dan kondisi malam hari serta solusi Hi-Fi dengan decoding chip DAC yang dapat disesuaikan.

Sebelumnya, Samsung dikritik banyak pihak karena merilis ponsel andalan Galaxy S8 dengan pemindai sidik jari di bagian belakang bodi. Sedangkan Apple masih belum bisa dipastikan akan menyematkan teknologi pemindai sidik jari (Touch ID) di bawah layar atau masih memakai tombol fisik pada iPhone 8.

Masuk Indonesia, Endless OS Tawarkan Kinerja Mumpuni dengan Penggunaan Mudah dan Murah

Peluncuran Endless OS di Jakarta, Indonesia.

Satu lagi sistem operasi alternatif yang bisa dipilih. Pada hari Selasa (4/7), Endless Computer, sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco, memperkenalkan sistem operasi Endless OS ke Indonesia.

Sistem operasi ini dilengkapi dengan berbagai aplikasi bawaan untuk browsing, media sosial, pekerjaan kantor, game, hingga kumpulan artikel dan literatur untuk menunjang kebutuhan pendidikan.

Matt Dalio, CEO sekaligus pendiri Endless Computer mengatakan, “Melalui Endless OS, kami membuktikan komitmen kami sebagai penyedia teknologi yang memberikan akses teknologi yang lebih luas hingga ke seluruh dunia.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran Endless OS mampu memecahkan dua hambatan tenologi utama, yaitu biaya yang tinggi serta masalah konektivitas yang belum merata. “Endless adalah peranti lunak gratis yang akan menjadikan komputer berjalan sempurna dalam berbagai kondisi penggunaan, bahkan saat koneksi internet lemah, labil, atau ketika biaya internet terlalu tinggi.”

Endless OS ini memang telah memiliki sejumlah konten offline untuk digunakan apabila komputer sedang tidak memiliki akses ke internet. Konten ini tetap bisa digunakan sampai ada update terbaru sampai komputer terkoneksi ke internet.

Tampilan Endless OS.

Endless OS ini dibangun berbasis Linux. Namun sistem operasi ini menawarkan kemudahan dengan antarmuka intuitif yang diklaim mampu menyamai kemudahan seperti saat menggunakan smartphone. Selain itu, sistem operasi ini juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih baik karena menggunakan file system OSTree yang membuat direktori kritikal read-only dan hanya bisa diubah oleh aplikasi updater.

Untuk aplikasi, Endless OS juga memiliki pusat download yang dinamai App Center di mana pengguna bisa langsung mencari dan memilih ratusan aplikasi yang bisa digunakan untuk kebutuhan komputasi sehari-hari.

Tertarik untuk menggunakannya? Endless OS ini bisa diunduh secara gratis melalui situs www.endlessos.com. Untuk membantu penyebarannya, Endless Computer juga bekerjasama dengan Acer dan Asus untuk membundel Endless OS dengan sejumlah varian notebook-nya dan dipasarkan mulai harga Rp3 jutaan.

Gandeng Fox Sports, Facebook Tayangkan Siaran Langsung Liga Champions 2017/18

Ilustrasi siaran langsung UCL di Facebook

Facebook akan menayangkan pertandingan Liga Champions musim 2017/18 secara langsung. Facebook pun menggandeng stasiun televisi Fox Sports untuk menyiarkan dua laga babak penyisihan grup per hari, laga-laga babak 16 besar, dan laga perempat final.

Dalam kerja sama ini, Facebook hanya akan menyiarkan live streaming dari tayangan yang disiarkan oleh Fox Sports.

Sayangnya, Fox Sports menegaskan bahwa tayangan itu hanya bisa diakses oleh para pengguna Facebook di Amerika Serikat seperti dikutip Bloomberg.

Menurut Fox Sports, UEFA Champions League pada tahun ini sukses merangkul 34 juta orang yang terlibat dalam 98 juta interaksi di Facebook. UEFA Champions League adalah salah satu acara olahraga yang paling banyak ditonton di dunia.

Sebelumnya, Facebook juga sudah meneken kontrak untuk menyiarkan pertandingan liga sepak bola AS, kejuaraan sepak bola Meksiko dan Major League Baseball Amerika untuk menayangkan 20 dari pertandingan liga.

Tak hanya siaran olah raga, Facebook juga sedang menggalang kekuatan dengan Hollywood untuk menayangkan serial drama dan tayangan lain yang selama ini hanya disiarkan oleh televisi.

Terobosan itu adalah bagian dari perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mendorong lebih banyak penonton live-streaming dengan menyiarkan acara olahraga.

Tencent Perketat Jam Bermain Game Online Anak-anak

Ilustrasi anak-anak sedang bermain game Honour of Kings

Perusahaan game dan media sosial terbesar asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd akan menetapkan batas waktu bermain game online “Honour of Kings” untuk mencegah kecanduan anak-anak dalam bermain game online.

Sebelumnya, banyak orang tua dan guru mengeluhkan anak-anaknya menghabiskan waktu untuk bermain fighting multiplayer online. Tencent mengatakan pemain yang berusia di bawah 12 tahun akan bermain selama satu jam dan pemain yang usia 12-18 akan bermain dua jam sehari.

Tencent juga akan melarang pemain yang berusia di bawah 12 tahun untuk log in setelah jam 9 malam dan akan memberlakukan pembatasan lebih lanjut mengenai berapa banyak uang yang dapat dibelanjakan pengguna pada game tersebut.

“Tidak ada larangan menikmati game online di Tiongkok. Namun, kami ingin menenangkan kekhawatiran orang tua dengan membuat batasan waktu untuk anak-anak mereka bermain game online,” kata Tencent seperti dikutip Reuters.

Tencent juga akan meningkatkan platform parental-control pada awal tahun ini untuk memudahkan orang tua memantau aktivitas akun game anak-anak mereka.

Menurut perusahaan riset data mobile Jiguang, saat ini Tencent memiliki lebih dari 200 game dan game “Honour of Kings” merupakan game terpopuler di Tiongkok dalam beberapa bulan belakangan.

Jumlah pengguna aktif game “Honour of Kings” mencapai 163 juta pada Mei lalu. Separuh pemain game “Honour of Kings” berusia di bawah 24
tahun dan seperempatnya di bawah 19 tahun.

Game itu meraup pendapatan lebih dari 5,5 miliar yuan atau sekitar $810,47 juta pada kuartal pertama. Pendapatan mobile gaming Tiongkok tumbuh 4,5 miliar yuan menjadi 27,5 miliar yuan selama periode tersebut, pertumbuhan terbesar dalam dua tahun.

Tiongkok merupakan pasar game terbesar di dunia dengan pendapatan, dan diperkirakan mencapai sekitar 25 persen dari penjualan game global pada 2017, berdasarkan laporan firma riset NewZoo.

Badai PHK Akan Kembali Hantam Microsoft

This July 3, 2014 photo shows Microsoft Corp. signage outside the Microsoft Visitor Center in Redmond, Wash. Microsoft on Thursday, July 17, 2014 announced it will lay off up to 18,000 workers over the next year. (AP Photo Ted S. Warren) NYBZ117

Microsoft kembali akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di seluruh dunia pada pekan depan untuk menata ulang tenaga penjualannya.

Reorganisasi itu merupakan dampak perubahan kepemimpinan pada tahun ini. Eksekutif Judson Althoff dan Jean-Philippe Courtois mengambil alih divisi pemasaran dan penjualan Microsoft, menyusul pengunduran diri COO, Kevin Turner pada musim panas tahun lalu.

Menurut sumber, proses restrukturisasi itu untuk mengorganisasi tenaga penjualannya dan merger organisasi yang mencakup unit konsumen enterprise dan satu atau lebih divisi UKM, seperti dikutip TechCrunch.

Alasan lainnya, kebijakan PHK itu untuk meningkatkan penjualan layanan cloud di dalam tim penjualan Microsoft. Microsoft akan mengarahkan lebih banyak tenaga kerja untuk fokus ke pengembangan bisnis cloud.

Pada tahun 2016, Microsoft sudah sesumbar bakal melakukan PHK kepada 2.850 pegawai. Dua bulan sebelum itu, Microsoft juga sempat mengumumkan akan memberhentikan sekitar 1.850 pegawai.

PHK besar-besaran pernah dilakukan Microsoft pada 2015 lalu. Kala itu Microsoft memberhentikan 7.800 pegawai dan memutuskan untuk melepas bisnis ponsel Nokia yang tak sesuai harapan.

Siapakah Pabrikan Layar Smartphone Terbesar di Dunia?

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Samsung Display Co. mempertahankan statusnya sebagai pabrikan layar smartphone terbesar di dunia pada kuartal pertama 2017, menyusul peningkatan pengapalan panel Organic Light-Emitting Diode (OLED).

Perusahaan riset IHS Markit mengungkapkan gabungan penjualan global layar LCD dan OLED berukuran 9 inci atau lebih kecil mencapai US$ 13 miliar pada periode Januari sampai Maret 2017, naik 35 persen dari tahun lalu.

Samsung Display mencatatkan penjualan senilai US$ 3,5 miliar pada kuartal pertama 2017 dan menguasai 27,2 persen pasar global. Di bawah Samsung, ada Japan Display dengan 17,8 persen pangsa pasar dan LG Display Co. serta BOE Technology Group.

“Harga rata-rata penjualan OLED fleksibel US$ 65,3, jauh di atas US$ 36,7 dan US$ 18,9 dari masing-masing produk OLED dan LCD. Samsung Display masih memimpin dan akan membantu profitabilitas perusahaan,” kata sumber industri seperti dikutip dari Korea Herald.

Gabungan penjualan produk OLED menghasilkan US$ 1,1 miliar.

Investasi Besar-besaran

Samsung dan Apple memiliki hubungan yang menarik. Keduanya bersaing di pasar smartphone tetapi juga saling membutuhkan. Apple bergantung pada Samsung untuk memasok sejumlah bagian iPhone, termasuk pernah memproduksi chipset Ax.

Kini, Apple pun berencana menggunakan panel OLED Samsung Display untuk iPhone terbaru di masa depan. Karena itu, Samsung akan berinvestasi hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut sumber, Samsung akan membelanjakan uang sebanyak US$ 21 miliar untuk membangun dua pabrik pembuatan panel OLED. Pembangunan pabrik itu untuk mencukupi pesanan layar OLED iPhone terbaru.

Kedua pabrik terbaru Samsung itu baru akan mengirimkan panel layar OLED pada 2019. Ketika kedua pabrik itu sudah mencapai puncak produksi, Samsung akan memproduksi tambahan 270 ribu panel OLED setiap bulannya.

Apple diprediksi akan mulai mengapalkan iPhone panel OLED mulai tahun depan. Untuk itu, Samsung akan mengapalkan sebanyak 180 juta panel OLED kepada Apple pada 2018.

Ikutan Galaxy S8, Sony Akan Luncurkan Smartphone Tanpa Bingkai Layar

Smartphone Sony Bezel-Less

Saat ini desain smartphone yang mengusung layar tanpa bingkai alias bezel-less sedang nge-tren. Pengguna pun mulai menyukai smartphone bezel-less karena desainnya yang unik dan anti mainstream.

Beberapa vendor smartphone yang telah menjual smartphone bezel-less yaitu Samsung (Galaxy S8), LG (G6), Xiaomi (Mi Mix), dan Sharp (Aquos). Tak mau ketinggalan, Sony akan meluncurkan smartphone bezel-less pertama mereka dalam perhelatan IFA 2017 di Berlin, Jerman, akhir Agustus mendatang.

Sony akan memakai jenis layar bezel-less terbaru buatan Japan Display (JDI) di produk smartphone-nya. Selain Sony, Toshiba dan Hitachi juga telah menggunakan layar buatan JDI.

Smartphone Sony itu akan mengusung layar 6 inci dan resolusi QHD atau 2.560 x 1.400 pixel dengan aspek rasio 18:9. Uniknya, panel display JDI itu mampu dioperasikan dengan tangan basah sehingga cocok bagi ponsel anti-air seperti seri Xperia seperti dikutip Phone Arena.

Rasio tersebut menawarkan pengalaman menikmati konten lebih baik bagi pengguna yang gemar menyaksikan konten multimedia.

Sebagian besar smartphone masih menggunakan rasio aspek 16:9 standar, meski diprediksi akan berubah pada dua tahun mendatang, terutama pada unit high-end dan unggulan.

Saat ini Sony sedang mencari cara untuk menghadirkan ponsel dengan menggandeng operator di Amerika Serikat, dan mempersiapkan kampanye marketing yang baik.

Selain Sony, Sharp juga dikabarkan bakal merilis dua jenis ponsel bezel-less baru pada Juli 2017.

Review Smartphone