Arsip Harian: Jul 10, 2017

Bos Facebook Ingin Beli Tottenham Hotspur

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Industri sepak bola memiliki prospek bisnis yang cerah dan besar, mengingat klub sepak bola ternama memiliki basis penggemar yang banyak di dunia.

Mark Zuckerberg (Chief Executive Officer Facebook) pun tertarik membeli saham salah satu klub sepak bola ternama di Liga Premier Inggris Tottenham Hotspur. Bahkan, Zuckerberg sudah menyiapkan dana investasi satu milliar pounds atau sekitar Rp17,2 triliun untuk mengambil alih saham milik Tottenham.

Sebelumnya, perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), Iconiq Capital sedang melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan di Silicon Valley termasuk Facebook untuk membeli saham yang dimiliki Tottenham.

Zuckerberg pun paling berminat bisa menjadi pemilik Tottenham karena terkesan dengan perkembangan Tottenham Hotspur sejak 2014. Zuckerberg akan menjadikan salah satu klub Arsenal itu sebagai aset berharganya dalam dunia olahraga.

Zuckerburg yang memiliki kekayaan hingga 49 miliar pounds sterling atau sekitar Rp846 triliun tidak akan keberatan membeli klub Totteham Hotspur seperti dikutip The Times.

Namun, Tottenham Hotspur langsung membantah klaim yang menyebutkan Zuckerberg akan membeli klub dengan biaya 1 miliar poundsterling dan menyatakan klub tidak lagi mencari dana segar sebelum pindah ke stadion baru.

“Klub mengadakan pertemuan dengan Rothschild untuk mendapatkan dana pembangunan stadion baru. Seperti yang diharapkan, akan ada banyak proposal, utang, dan investasi,” bunyi pernyataan resmi klub.

“Klub mengumumkan pada 31 Mei 2017, selesainya pembiayaan utang bank untuk stadion baru tersebut dengan sebuah konsorsium bank yang melibatkan Bank of America Merrill Lynch International Limited, Goldman Sachs Bank USA, dan HSBC Bank plc,” lanjut pernyataan tersebut.

Saat ini Spurs sedang membangun stadion berkapasitas 61.500 tempat duduk di situs stadion lama White Hart Lane dengan total dana 800 juta poundsterling. Klub itu akan menggunakan stadion nasional Wembley selama musim ini karena stadion baru sedang dibangun dan baru dipakai pada musim 2018-2019.

Berapa Investasi Samsung untuk Pimpin Pasar Chip dan Layar?

Ilustrasi Pabrik Samsung

Samsung Electronics akan menginvestasikan US$18,6 miliar atau sekitar Rp248 triliun untuk terus memimpin bisnis chipset dan layar di pasar.

Hal itu disebabkan tingginya penjualan smartphone flagship di pasar yang turut menggenjot penjualan chipset prosesor di pasar. Sebelumnya, Samsung telah berinvestasi lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp133,4 triliun setiap tahunnya untuk divisi chipsetnya.

Alasan lainnya, Moon Jae-in (Presiden Korea Selatan) mengajak perusahaan besar termasuk Samsung untuk menanamkan investasinya di dalam negeri supaya lebih banyak lapangan pekerjaan yang tercipta di Korea Selatan.

Saat ini Samsung meyumbang lebih dari 40 persen penjualan chipset memori di dunia. Investasi Samsung itu akan menciptakan setidaknya 440 ribu lapangan pekerjaan hingga 2021 seperti dikutip Reuters.

Selain divisi chipset, Samsung Display akan berinvestasi senilai US$ 870 juta atau sekitar Rp11,6 triliun untuk pabrik baru layar OLED di dalam negeri dan meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan layar OLED.

Saat ini Samsung Display memegang 90 persen market share untuk layar OLED.

Park Ju-gun (Kepala Analis Korporat CEO Score) mengatakan Samsung semakin agresif berinvestasi di dalam negeri, setelah mengumumkan rencana untuk membangun pabrik senilai US$ 380 juta di Amerika Serikat.

“Samsung kini makin agresif melakukan investasi di dalam negeri karena iklim politik di Korea Selatan,” ujar

Visa Ditolak, Tim Robotik Afghanistan Terpaksa Bertanding via Skype

Tim robotik asal Afghanistan yang gagal mendapatkan visa untuk berkompetisi robot di AS

Dua bocah Afghanistan tidak patah arang ketika visanya ditolak Amerika Serikat (AS). Padahal, Fatemah Qaderyan (14 tahun) dan Lida Azizi (17 tahun) harus mengikuti FIRST Global, kontes merakit robot skala internasional di AS pada 16-18 Juli 2017.

Ironisnya, Afghanistan bukanlah negara yang dilarang masuk ke AS Bahkan, tim robotik dari Iran, Sudan, bahkan Suriah sudah mendapatkan visa.

“Kami masih belum mengetahui alasan kami tidak mendapatkan visa, karena negara lain yang berpartisipasi sudah mendapatkan visa,” kata Qaderyan seperti dikutip Reuters.

Padahal, Tim robotik Afghanistan itu telah bolak-balik ke Kedutaan AS di Kabul, Afghanistan untuk mendapatkan visa mereka.  “Tidak ada yang tahu tentang masa depan, kami hanya melakukan yang terbaik agar robot kami bisa setara dengan negara lain,” ucapnya.

“Semua negara yang berpartisipasi dalam kompetisi telah mendapatkan visa, cuma kami yang tidak. Ini seperti penghinaan untuk rakyat Afghanistan,” ujar Azizi.

Tim robotik asal Afghanistan yang gagal mendapatkan visa untuk berkompetisi robot di AS

Dalam laman Facebook-nya, Joe Sestak (Presiden FIRST Global) mengucapkan perasaan sedihnya karena tim robotik Afghanistan tidak bisa ikut perlombaan.

“Kami pun memperbolehkan tim robotik untuk mengikuti kompetisi melalui live streaming di Skype. Begitulah, cara kami untuk mendukung para perempuan pemberani dari Afghanistan,” kata Sestak.

Sestak mengaku tidak tahu mengapa tim robotik asal Afghanistan ditolak visanya karena Afghanistan bukan salah satu negara yang warganya dilarang masuk AS dalam peraturan Donald Trump.

Pemerintah AS yang ditanyai soal pelarangan visa tim Afghanistan menolak berkomentar dengan alasan “tidak mengomentari kasus visa individu”.

Alasan Jaringan LTE Akan Dominan pada 2022

Ronni Nurmal, Vice President, Head of Network Product Unit, Ericsson Indonesia & Timor Leste

Mobility Report dari Ericsson mengungkapkan para pelanggan broadband selular terus meningkat di Asia Tenggara dan Oseania karena perluasan jaringan LTE di wilayah tersebut.

Thomas Jul (Presiden Direktur Ericsson Indonesia dan Timor Leste) mengatakan LTE akan menjadi lebih dominan di seluruh dunia pada 2018 termasuk di Indonesia. Pada 2016, Ericsson memprediksi ada sekitar 10 persen jumlah pelanggan LTE di Indonesia dan melonjak menjadi 65 persen pada 2022.

“Cakupan LTE akan mewakili 55 persen dari keseluruhan pelanggan seluler pada akhir tahun 2022. Asia Pasifik ini akan memimpin penyebaran global 5G yang akan mencakup 10 persen dari jumlah pelanggan di kawasan ini pada tahun 2022,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Karena itu, jumlah pelanggan selular di Asia Pasifik akan terus berkembang mulai dari akhir tahun 2016 – 2022. Jumlah pelanggan selular di kawasan itu akan meningkat dengan tingkat compound annual growth rate (CAGR) atau pertumbuhan tahunan gabungan hampir sebesar 3 persen, mencapai sekitar 1,3 miliar langganan.

Kecepatan download yang menyentuh 1 gigabit per detik (GBPS) telah tercapai di Australia dan Singapura. Tren video streaming real-time menjadi tren teratas konsumen karena time to content atau waktu mencapai konten kurang dari 4 detik.

Tiongkok, India, Myanmar, Indonesia, dan Bangladesh tetap berada di antara 10 negara teratas di dunia dalam kategori penambahan jumlah pelanggan selular. Serapan smartphone akan menjadi pendorong utama kenaikan trafik data. Penerapan awal 5G akan menghasilkan sekitar 28 juta pelanggan 5G pada 2022.

“Perusahaan harus memanfaatkan peluang IoT untuk mempertimbangkan peluang bisnis dan kebutuhan konektivitasnya sehingga menerapkan infrastruktur yang tepat – baik untuk IoT short range maupun konektivitas 5G,” ujarnya.

Kenapa Masyarakat Indonesia Lebih Menyukai Belanja Online?

Chris Feng, CEO Shopee, saat memberikan presentasi mengenai perkembangan performa bisnis Shopee selama tahun 2017 di Indonesia.

Platform riset online JakPat mensurvei 1,000 responden dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dan menemukan bahwa 65 persen responden mengaku berbelanja online 1 hingga 2 kali selama bulan Ramadhan.

Dari angka ini, generasi millenial (18-35 tahun) khususnya yang berasal dari kelas menengah menjadi kalangan terbanyak yang berbelanja online. Ternyata, Shopee menjadi pilihan belanja online yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Ainun Habibah (Corporate Relation JakPat) mengatakan saat ini masyarakat lebih cenderung membuka website dan aplikasi belanja online untuk berbelanja. Kebiasaan itu pun mempengaruhi pilihan metode belanja masyarakat di bulan Ramadhan dengan lebih mengutamakan kepraktisan dan kemudahan yang ditawarkan berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia.

“Tingginya penggunaan Internet di Indonesia menyebabkan adanya perubahan perilaku berbelanja masyarakat,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Diantara berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia, para pelaku belanja online ini menempatkan Shopee sebagai aplikasi belanja online yang paling diingat selama bulan Ramadhan berlangsung. Sebanyak 49,3 persen responden riset juga memilih Shopee sebagai pilihan belanja online.

Posisi berikutnya ada Lazada dan Tokopedia yang masing-masing menarik 20,7 persen dan 16 persen responden. Bukalapak dan Elevenia menempati posisi keempat dan kelima sebagai tempat terfavorit untuk memenuhi kebutuhan mereka secara online di bulan Ramadhan.

Dari hasil riset JakPat, lebih dari 94 persen responden mengakui ada tiga aspek utama sebagai bahan pertimbangan untuk berbelanja online selama Ramadhan yaitu varian produk yang ditawarkan, promosi diskon Ramadhan yang menarik, serta bebas biaya pengiriman.

Riset itu juga memaparkan 5 kategori produk utama yang banyak dicari oleh masyarakat termasuk fashion dan aksesoris wanita, gadget dan aksesorisnya, pakaian Muslim, fashion pria, serta kategori perawatan dan kecantikan.

Secara umum, hampir seluruh responden atau sebesar 97,3 persen juga menyatakan kepuasannya dan akan merekomendasikannya kepada teman dan keluarga.

“Hasil riset ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja online telah menarik perhatian dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia, terlepas dari tingkat usia,
kelas sosial ekonomi, ataupun jabatan seseorang,” ujarnya.

“Tren belanja online akan terus tumbuh ke depannya,” ucapnya.

Kegiatan riset ini berlangsung pada 12-17 Juni 2017, yang dilakukan secara online menggunakan mobile app khusus yang bisa diakses melalui sistem perangkat android dan iOS.

Kaspersky Battery Life Ampuh Hemat Daya Baterai Android

Ilustrasi Kaspersky Battery Life

Kaspersky Lab meluncurkan aplikasi Battery Life untuk menghemat daya baterai Android dan menyelamatkan pengguna Android dari ketika baterai smartphone Anda mulai melemah di saat yang paling tidak tepat.

Menurut sebuah survei Kaspersky Lab, sebanyak 9 dari 10 pengguna merasakan panik ketika baterai smartphone dalam keadaan lemah.

“Pendekatan kami demi melindungi pengguna mencakup mengurangi risiko digital seminimal mungkin di semua lini, tidak hanya di bidang ancaman siber. Battery Life membantu pengguna untuk tetap terhubung,” kata Elena Kharchenko (Head of Consumer Product Management di Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Senin.

Kemudian, Kaspersky Lab menganalisa semua aplikasi pada perangkat pengguna dan mengidentifikasi aplikasi mana saja yang mengkonsumsi daya paling banyak, mengingat 96 persen aplikasi di perangkat Android berjalan di latar belakang.

Aplikasi Battery Life dapat menghentikan aplikasi “penyedot daya” dengan satu sentuhan sehingga memperpanjang masa pakai baterai dari perangkat. Battery Life juga akan memberikan pesan kepada pengguna jika ada aplikasi yang mulai menggunakan daya lebih banyak dari biasanya.

Fitur lainnya, Battery Life dapat menghitung waktu yang tersisa sebelum baterai ponsel benar-benar melemah. Informasi itu memberikan kesempatan kepada pengguna untuk segera menemukan cara untuk mengisi daya smartphone mereka.

Kaspersky Battery Life hanya membutuhkan 15 Mb dan berjalan di platform Android 4.1 – 6.0.1 dalam jumlah pilihan bahasa yang terbatas.

Samsung Galaxy Tab A 7.0 2016: Dukung 4G LTE

Samsung Galaxy Tab A 7.0 2016 merupakan pembaruan dari seri sebelumnya yaitu Samsung Galaxy Tab 3 yang hadir di tahun 2013. Perbedaan mendasar terdapat pada spesifikasi yang lebih baru, meskipun dari sisi desain tidak terdapat perbedaan yang menonjol.

Berbeda dengan smartphone, desain komputer tablet memang cenderung tidak banyak berubah. Sebagian besar komputer tablet dirancang dengan fisik unibody sehingga baterai tidak bisa dilepas sembarangan. Posisi tombol-tombol fungsi juga tidak berbeda dengan komputer tablet Samsung lainnya. Khusus pada seri ini, telah disertakan selot SIM yang mendukung kartu micro-SIM dengan koneksi sampai 4G.

Komputer tablet tersebut menggunakan dua varian SoC yaitu Snapdragon 410 dan Spreadtrum SC9830A. Produk yang kami uji ini menggunakan SoC kedua. Kapasitas memori utama 1,5 GB terbilang kecil, membuat perangkat ini kurang bertenaga saat menjalankan aktivitas multitasking. Begitu pula dengan media simpannya yang hanya berkapasitas delapan gigabyte. Ini membuat kemampuannya menyimpan data dan aplikasi menjadi sangat terbatas. Dukungan micro-SD sampai 256 GB memang sedikit membantu, namun masih banyak aplikasi yang tidak bisa dipindahkan ke kartu memori.

Dengan spesifikasinya itu, komputer tablet ini memang ditujukan bagi aktivitas hiburan dan anak-anak, meski bisa pula dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Hal ini terlihat dari disertakannya aplikasi Kids Mode. Fitur yang dilengkapi dengan password ini hanya akan menampilkan konten yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Via aplikasi ini,  pengguna juga bisa membatasi waktu pemakaian oleh anak-anak.

Jarang ada komputer tablet yang mengedepankan fungsi kamera. Begitu pula dengan produk ini. Fitur kameranya terbilang standar, dengan resolusi 5 MP dan 2 MP untuk kamera utama dan depan. Keduanya juga tidak menyertakan lampu kilat. Meskipun demikian, hasil jepretannya masih mencukupi untuk aktivitas pemotretan sederhana serta video call. Hal ini terbilang lumrah mengingat spesifikasi komputer tablet yang tidak terlalu mengedepankan fungsi kamera.

Koneksi 4G
Dukungan kartu micro-SIM tidak hanya bisa membuatnya bisa digunakan untuk berkomunikasi via telepon atau SMS, tetapi juga untuk mengakses Internet via koneksi 4G.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kids Mode
Dengan fitur Kids Mode, pengguna akan merasa lebih aman meninggalkan anak-anak saat menggunakan komputer tablet ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianSamsung Galaxy Tab A 7.0 2016
AnTuTu Benchmark 6.2.124167
PCMark – Work Performance3452
3Dmark - Ice Storm3384
3Dmark - Ice Storm Extreme2366
3Dmark - Ice Storm Unlimited3174
GeekBench 4 - Single Core436
GeekBench 4 - Multi Core1081

PLUS: Dukung koneksi 4G, ada fitur Kids Mode, hasil kamera utama bagus pada kondisi terang, audio bagus.

MINUS: Kapasitas memori utama dan media simpan kurang besar, kamera tanpa lampu kilat.

SpesifikasiSamsung Galaxy Tab A 7.0 2016
ProsesorSpreadtrum SC9830A (quad core Cortex-A7 1,5 GHz)
RAM1,5 GB
Chip grafisMali-400 MP2
Kapasitas simpan internal8 GB
Selot SIMMicro-SIM
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiWi-Fi (802.11b/g/n), Bluetooth 4.0, A2DP, Wi-Fi Direct, hotspot, GPS, A-GPS, GLONASS, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB-OTG
KameraUtama: 5 MP, autofocus, f/2.2, perekaman video 720p, Depan: 2 MP, f/2.2, perekaman video 720p
Layar7″ IPS LCD 1.280 x 800 pixel @ 216 ppi
Kapasitas bateraiLithium-ion 4.000 mAh
Dimensi/bobot18,69 x 10,88 x 0,87 cm/283 gr
Sistem operasiAndroid 5.1.1 Lollipop
Situs
Garansiwww.samsung.com/id 1 tahun
HargaRp2.499.000

Review Smartphone