12 | July | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jul 12, 2017

Inforum 2017: Resep Infor untuk Ungguli Para Raksasa di Bisnis Aplikasi Cloud

Inforum 2017 New York. [Foto: Liana Threestayanti]
New York, AS – Beralih ke cloud dan mempertajam fungsionalitas last mile aplikasi bisnisnya untuk beraneka macam industri menjadi keunggulan Infor untuk meraih posisi terdepan dalam “clash of the titans” alias pertarungan para raksasa di arena kompetisi aplikasi bisnis.

Seperti dikatakan oleh Socrates, dalam menghadapi perubahan, tak ada gunanya menghabiskan energi untuk “memusuhi” yang lama. Fokuslah untuk membangun dan menciptakan hal-hal baru.

Dalam waktu yang terbilang singkat, di bawah kepemimpinan Charles Phillips (CEO, Infor) dan jajaran eksekutif baru yang diangkat pada tahun 2010 lalu, Infor memperlihatkan “wajah” yang benar-benar berbeda.

Dalam waktu tujuh tahun, perusahaan yang awalnya dikenal sebagai penyedia software on-premise ini meraup lebih dari 55 persen keuntungannya dari bisnis cloud. “Ada lebih dari empat belas ribu go live yang memanfaatkan produk cloud Infor,” papar Stephen Scholl (President, Infor).

Di hadapan peserta Inforum 2017 yang dimulai hari Selasa (11/7) waktu AS di Jacob K. Javits Center, New York, Charles memaparkan bahwa dalam waktu dua belas bulan terakhir ini ada lebih dari 200 produk baru yang diluncurkan Infor, lebih dari enam ribu integrasi, 8.500 customer yang menggunakan Infor Cloud, serta sekitar 71 juta pelanggan cloud Infor yang berasal dari 180 negara.

Membangun aplikasi untuk kebutuhan operasional bisnis, seperti ERP, SCM, HCM, EAM, dan sebagainya telah dilakukan oleh banyak vendor. Namun, Infor menerapkan strategi yang berbeda, yakni mengembangkan last mile functionality yang bersifat industry-specific di sekeliling core engine aplikasi bisnis.

Selain menjadi keunggulan aplikasi bisnis Infor, membangun fungsionalitas yang disesuaikan kebutuhan industri dilakukan Infor sejalan dengan  strategi cloud yang diadopsinya.

“Kami membangun fungsi-fungsi penting di sekitar kapabilitas inti dari aplikasi bisnis agar pelanggan tidak perlu melakukan modifikasi terhadap aplikasi bisnisnya ketika harus beralih ke cloud. Anda tidak mungkin menjalankan software yang terlalu banyak modifikasi di cloud,” ujar Stephen.

Inforum 2017 New York. [Foto: Liana Threestayanti]
Dampak Akuisisi GT Nexus

Selain fungsionalitas dan cloud, elemen ketiga dari strategi yang dikemas Infor sebagai software architecture stackadalah kemampuan menangani banyak proses (multi process) dan membangun jaringan commerce network. Salah satu langkah strategis yang ditempuh untuk mewujudkannya adalah membeli perusahaan bernama GT Nexus pada tahun 2015.

Menurut Charles Phillips, tren yang terjadi saat ini adalah perusahaan tidak lagi terintegrasi secara vertikal, tapi melakukan spesialisasi. Walhasil, organisasi bisnis harus bekerjasama dengan banyak mitra atau partner untuk membuat produk.

“Delapan puluh persen data yang Anda butuhkan ada di luar perusahaan, demikian pula dengan prosesnya. Oleh karena itu, kami membangun sebuah jaringan di mana kami menempatkan para mitra tadi. Di sinilah GT Nexus memainkan perannya,” paparnya.

Di bagian teratas dari architecture stack Infor adalah kemampuan analytics dan Artificial Intelligence (AI). Menurut Charles, Infor berada dalam posisi yang sangat tepat untuk menerapkan analytics karena Infor memiliki akses terhadap sejumlah data bervolume besar.

“Kami juga memiliki tools-nya, kami memiliki peluang dengan membeli perusahaan bernama Birst, penyedia platform end-to-end untuk modern BI,” tutupnya.

Sasar Pelanggan Bisnis, Microsoft 365 Gabungkan Penawaran Office 365, Windows 10, dan Solusi EMS

Panggung Microsoft Inspire 2017 di Washington, AS.

Microsoft menghadirkan penawaran baru bagi pelanggan UKM dan enterprise dengan Microsoft 365, solusi terintegrasi yang menggabungkan sistem operasi, aplikasi produktivitas, dan manajemen keamanan perusahaan.

Diumumkan pada acara Microsoft Inspire 2017 di Washington DC, AS, pada Senin (10/7), Microsoft 365 akan tersedia dalam dua pilihan program, Enterprise dan Business. Masing-masing menyasar segmen pelanggan yang berbeda skala, yaitu korporasi besar dan UKM.

[BACA: Azure Stack, Jawaban Microsoft untuk Kebutuhan Solusi Hybrid Cloud]

Microsoft 365 Enterprise menawarkan paket berlangganan Windows 10 Enterprise, Office 365 Enterprise, dan solusi Enterprise Mobility + Security (EMS). Dengan demikian, pelanggan mampu leluasa menjalankan operasional dan kegiatan produksi di kantor, memanfaatkan perkakas berbasis kecerdasan buatan dan machine learning, menyederhanakan manajemen perangkat dan aplikasi TI, serta mengamankan data-data penting perusahaan.

Microsoft 365 Enterprise akan tersedia mulai 1 Agustus 2017 dengan dua pilihan, E3 dan E5, dan biaya bervariasi sesuai beberapa faktor. Paket ini juga dirancang untuk menggantikan program Microsoft Secure Productive Enterprise yang sukses tumbuh tiga digit sepanjang tahun 2016.

Sementara itu, Microsoft 365 Business menyasar kalangan UKM dengan jumlah pengguna hingga 300 orang. Di dalamnya, terdapat sistem operasi Windows 10 Professional, Office 365 Business Premium, dan solusi EMS yang sudah dirancang khusus dengan fitur manajemen dan keamanan bagi bisnis berskala kecil dan menengah.

Ilustrasi paket Microsoft 365.

Pelanggan juga dapat mencoba tiga aplikasi baru khusus UKM, yaitu Microsoft Connections (layanan e-mail marketing sederhana), Microsoft Listings (layanan publikasi bisnis online), dan Microsoft Invoicing (aplikasi pembuatan invoice).

Microsoft 365 Business bakal dipasarkan mulai musim gugur 2017 (sekitar bulan Oktober – November) dengan biaya berlangganan US$20 per pengguna/bulan. Versi public preview-nya bisa disimak lebih dulu pada 2 Agustus 2017.

Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, Microsoft 365 diharapkan mampu mendorong keuntungan lebih banyak untuk sekitar 64.000 partner cloud Microsoft. Berdasarkan studi Forrester, kedua paket anyar ini diperkirakan bisa meningkatkan margin keuntungan partner mulai 20 sampai 35 persen dalam tiga tahun.

Gara-gara Bawa Ponsel ke Kamar Mandi, Perempuan Cantik Ini Tewas Kesetrum

Madison Coe harus tewas di kamar mandi gara-gara membawa ponsel

Madison Coe, Remaja 14 tahun asal Texas, Amerika Serikat (AS) harus tewas mengenaskan akibat membawa ponsel ke kamar mandi. Madison Coe tewas saat berendam dalam bak mandi sambil memainkan ponsel yang sedang diisi baterainya.

Tiba-tiba, ponselnya terlepas dari genggamannya dan terjatuh ke dalam bak kamar mandi dan Coe pun langsung mengambil ponsel tersebut secara otomatis. Akibatnya, Coe tewas tersetrum karena ponselnya masih tersambung dengan kabel pengisi daya.

“Dia masih mencolokkan ponselnya ke pengisi daya lalu mengambilnya saat terjatuh. Ada luka bakar di tangannya dan kemungkinan tewas saat menggenggam ponsel,” kata nenek Coe (Donna O’Guinn) seperti dikutip Foxnews.

Insiden itu meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga karena Coe adalah gadis remaja yang ceria dan harus kehilangan nyawa di usia sangat belia.

“Dia akan selalu diingat oleh kami semua karena dia memiliki tempat spesial di hati kami,” ujar nenek Coe.

Keluarga dan teman-teman Coe kini mengimbau kepada remaja lain agar tahu bahayanya menggunakan ponsel saat sedang mandi melalui akun media sosial Facebook.

“Ini adalah tragedi yang seharusnya tidak terjadi kepada orang lain. Kami ingin mengambil hikmah atas peristiwa ini dan memberi peringatan kepada orang-orang agar berhati-hati menggunakan ponsel di kamar mandi saat sedang diisi daya,” tulis keluarga Coe di Facebook.

Dell Latitude 7285 Jadi Laptop 2-in-1 Pertama di Dunia dengan Wireless Charging

Dell Latitude 7285, laptop 2-in-1 pertama di dunia yang diperkaya fasilitas wireless charging.

Dell Inc. resmi meluncurkan produk inovatif berupa Dell Latitude 7285, laptop 2-in-1 pertama di dunia yang diperkaya fasilitas wireless charging. Walhasil, laptop ini bisa diisi ulang dayanya tanpa melalui sambungan kabel.

Dari sisi spesifikasi, Dell Latitude 7285 sebetulnya bisa disejajarkan dengan laptop bisnis pada umumnya. Tersedia pilihan prosesor Intel Core i5 atau i7, RAM 8 GB, dan SSD 128 atau 256 GB. Varian layar pun ditawarkan dalam dua jenis, 12 inci dan 13 inci.

Sifatnya yang 2-in-1 membuat laptop ini bisa dilepas pasang, antara layar dan keyboard-nya. Fungsinya pun dapat berguna sebagai komputer tablet atau laptop konvensional.

Namun, keunggulan utama laptop ini yaitu ketersediaan aksesori tambahan Wireless Charging Mat untuk isi ulang daya secara nirkabel. Syaratnya, keyboard yang dipakai harus mendukung wireless charging juga dan dijual terpisah oleh Dell.

Begini mekanisme pengisian daya nirkabel untuk Dell Latitude 7285. Seluruh komponen komputasi, dari CPU sampai baterai, hanya dimuat pada bagian layar/tablet. Untuk mengisi ulang baterai, layar ini harus ditancapkan pada Wireless Charging Keyboard, lalu diletakkan di atas alas charger berupa Wireless Charger Mat.

Selama laptop didudukkan di atas alas, proses isi ulang daya akan berlangsung dengan memanfaatkan resonansi magnetik sesuai standar WiTricity.

Dell Latitude 7000 12-inch 2-in-1 7285 Wireless Charging Side View (PRNewsfoto/Dell)

“Misi kami adalah mendorong transformasi dunia kerja dengan menyediakan pengalaman pengguna yang lebih produktif berbasis perangkat mobile. Kami ingin mewujudkan lingkungan kerja tanpa kabel sehingga lebih mendorong kebebasan dan fleksibilitas karyawan,” ujar Kirk Schell (Senior VP, Commercial Client Solutions, Dell).

“Teknologi resonansi magnetik WiTricity bisa diintegrasikan secara mulus dengan laptop Latitude 7000 Series Detachable sehingga dapat diisi ulang secara nirkabel,” imbuhnya.

Dell Latitude 7285 pertama kali dipamerkan pada ajang CES 2017 Las Vegas di awal tahun. Dan kini, Dell siap memasarkan laptop 2-in-1 ini dengan harga mulai US$1.199,99. Tetapi, aksesoris Wireless Charging Keyboard dan Wireless Charging Mat harus dibeli terpisah dengan harga US$549,99.

Bukan Lagi “Gangnam Style”, Ini Dia Video Klip Paling Banyak Ditonton di YouTube

Ilustrasi cuplikan video klip See You Again

Video klip PSY – “Gangnam Style” sempat menjadi megahits di YouTube selama lima tahun terakhir dengan jumlah view sebanyak 2.894.426.475 kali. Bahkan, video itu memaksa YouTube untuk memperbaiki kode pemrograman di situsnya. Namun, rekor itu telah terpecahkan.

Video klip dari Wiz Khalifa dan Charlie Puth berjudul “See You Again” yang menyuguhkan lirik yang menyentuh sukses ditonton sebanyak 2.895.373.709 kali (pada saat artikel ini ditulis, jumlah itu sudah bertambah menjadi lebih dari 2,9 miliar kali).

Video klip itu meraih 1 miliar penonton dalam enam bulan dan 2 miliar pada September lalu. Dalam waktu dekat, mungkin saja angka 3 miliar penonton akan tercapai.

“Saya bergabung dengan YouTube pada 2007 dan mengharapkan video saya saat itu ditonton 10.000 kali. Tapi mendengar rekor ‘See You Again’… Wow!” tulis Charlie Puth pada akun Twitter-nya seperti dikutip BBC.

https://www.youtube.com/watch?v=RgKAFK5djSk

Lagu “See You Again” merupakan original soundtrack film “Furious 7” sebagai persembahan bagi aktor Paul Walker yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. “See You Again” pun menjadi lagu yang paling populer ketika ada prosesi pemakaman di Inggris.

Tak heran lagu itu menjadi lagu paling laris di seluruh dunia pada tahun 2015 dan diunggulkan sebagai kandidat lagu terbaik dalam ajang penghargaan bergengsi Grammy Awards dan Oscar.

Sementara itu video klip “Despacito” dari Luis Fonsi kemungkinan juga akan segera memecahkan rekor PSY. Video klip itu sudah ditonton 2,5 miliar kali dalam 6 bulan. Lagu itu memadukan lirik berbahasa Spanyol dan Inggris serta menduduki peringkat nomor 1 di Inggris selama delapan minggu.

Daftar 10 Video Klip Musik Paling Banyak Ditonton di YouTube:

1) Wiz Khalifa See You Again (ft. Charlie Puth) 2.895.373.709 penonton
2) Psy Gangnam Style 2.894.426.475 penonton
3) Justin Bieber Sorry 2.635.572.161 penonton
4) Mark Ronson Uptown Funk (ft. Bruno Mars) 2.550.545.717 penonton
5) Luis Fonsi Despacito (ft. Daddy Yankee) 2.482.502.747 penonton
6) Taylor Swift Shake It Off 2.248.761.095 penonton
7) Enrique Iglesias Bailando 2.232.756.228 penonton
8) Maroon 5 Sugar 2.150.365.635 penonton
9) Katy Perry Roar 2.129.400.973 penonton
10) Taylor Swift Blank Space 2.101.607.657 penonton

Bagaimana Smartphone Ini Bisa Hidup Tanpa Baterai?

Ilustrasi Ponsel tanpa Baterai

Bisakah smartphone menyala dan beroperasi tanpa baterai?. Sangat sulit dibayangkan memang, tetapi para peneliti Universitas Washington baru-baru ini menemukan cara membuat smartphone tetap berfungsi walaupun tanpa baterai.

Smartphone itu masih berupa papan sirkuit yang terhubung earphone dan tanpa casing. Ponsel tanpa baterai itu memakan konsumsi daya sebesar 3,5 microwatt yang berasal dari sel surya.

Kemudian, sel-sel surya itu mengumpulkan cahaya dan sinyal radio sekitar serta mengubahnya menjadi daya listrik. Untuk sinyalnya sendiri berasal dari BTS khusus yang jaraknya sekitar 15 meter.

Shyam Gollakota (Kepala Proyek University of Washington) mengatakan ponsel tanpa baterai itu belum bisa rampung dalam waktu dekat. Tetapi, ia berjanji ponselnya tidak akan mengonsumsi daya sama sekali di masa depan.

“Ponsel ini mengonsumsi daya yang sangat rendah. Pengguna hanya perlu memanfaatkan tenaga dari lingkungan sekitar seperti cahaya lampu,” katanya seperti dikutip Digital Trends.

Ilustrasi ponsel tanpa baterai

Para peneliti juga memasang sebuah komponen khusus yang berfungsi untuk menyerap cahaya lampu di sekitarnya. Para ilmuwan akan meningkatkan kemampuan komponen sehingga bisa menyerap sumber cahaya lebih banyak untuk meningkatkan daya tahan ponsel.

Para peneliti mengatakan proses konversi audio analog ke digital membutuhkan konsumsi daya yang tinggi. Karena itu, prototipe smartphone itu menggunakan mikrofon dan speaker yang memiliki getaran kecil dan dapat mengubah sinyal yang masuk dan keluar.

Ponsel tanpa baterai itu juga tidak bisa mengirim dan menerima suara secara bersamaan sehingga fungsinya mirip handy-talky (HT). Pengguna harus menekan dan menahan tombol untuk berbicara atau mendengar suara.

Para peneliti akan terus mengembangkan agar ponsel itu dapat melalukan streaming video.

“Anda bisa membayangkan di masa depan bahwa semua menara baterai atau router Wi-Fi bisa hadir dengan teknologi base station kami yang tertanam di dalamnya,” ujar Vamsi Tall, ilmuwan yang menuliskan penelitian tersebut).

“Dan jika setiap rumah memiliki router Wi-Fi di dalamnya, Anda bisa mendapatkan cakupan ponsel tanpa baterai di mana-mana,” pungkasnya.

Xiaomi Siap Buka 2.000 Toko Baru Hingga Tahun 2020

illustrasi toko Xiaomi 2

Pabrikan smartphone Xiaomi berencana membangun toko Mi Home terbaru sebanyak 2.000 unit di seluruh dunia hingga tiga tahun ke depan.

Xiaomi akan menggandeng mitra lokal untuk membangun dan mengoperasikan setengah dari jumlah toko tersebut. Sisanya, Xiaomi akan membangun dan mengoperasikan tokonya sendiri. Saat ini Xiaomi baru hadir di 40 negara dan wilayah di Tiongkok.

[BACA: Tiru Apple, Xiaomi Kembali ke Cara Konvensional untuk Ekspansi Bisnis]

“Ini adalah bagian dari rencana ambisius kami. Kami pasti akan menjadi penting di pasar dunia dan Anda akan melihat kami di setiap negara,” kata Wang Xiang (Senior Vice President Xiaomi) seperti dikutip CNBC.

Sebelumnya, Xiaomi sempat melontarkan ambisi untuk membangun 1.000 toko baru hingga tahun 2019.

Xiaomi memang terkenal menjual smartphone murah kualitas yahud, bahkan Xiaomi pernah mencetak rekor dunia Guinness World of Record dengan menjual 2,12 juta smartphone dalam satu hari.

Selain itu, Xiaomi juga menambahkan varian line-up-nya termasuk smart fitness bands, scooter pintar, penjernih udara pintar, dan masih banyak lagi.

Dalam pemasarannya, Xiaomi bisa langsung menjual produknya kepada pelanggan melalui online atau jalur kerja sama distribusi.

illustrasi toko Xiaomi 1

Rencana Besar

Tahun ini, Xiaomi telah merambah Rusia, Uni Emirat Arab dan Mesir. Bahkan, Xiaomi membangun pabrik perakitan di India dan Indonesia. “Tahun depan, kami akan fokus menggarap pasar Asia Tenggara, terutama Filipina dan Eropa Timur,” kata Wang.

Tak hanya negara berkembang, Xiaomi juga memiliki rencana untuk eksis di negara-negara maju di Eropa Barat.

[BACA: Strategi Xiaomi Tahun 2017: Perbanyak Toko Offline dan Buka Bank Internet]

Selain permasalahan brand awareness, Xiaomi juga memiliki permasalahan kepada produk dan harganya yang terjangkau.

“Jika Anda membeli produk dengan harga murah, pasti Anda berpikir bahwa kualitas produk ini tidak bagus. Tapi, kami ingin meyakinkan Anda bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapat produk yang bagus,” katanya.

“Ini adalah tantangan paling sulit,” pungkasnya.

Pajang Situs Torrent Terbaik, Google Dianggap Promosi Konten Bajakan

Google tersandung masalah lagi. Setelah belum lama ini didenda 2,4 miliar Euro oleh Uni Eropa karena dituduh monopoli belanja online, sekarang Google dianggap mempromosikan konten bajakan.

Pangkal kejadiannya bermula saat situs TorrentFreak melaporkan hasil pencarian di mesin pencari Google US dengan kata kunci “torrent sites” atau “best torrent sites”. Di bagian atas, Google menampilkan daftar situs penyedia torrent dalam format carousel atau kotak-kotak yang bisa digeser.

Di dalam daftar itu, terdapat sekitar 12 situs torrent terkemuka, mencakup Pirate Bay dan Torrent Project. Jika salah satu nama itu diklik, Google kemudian memunculkan hasil pencarian terkait situs tersebut.

Pada beberapa kasus, Google juga mencampurkan antara situs torrent dan situs streaming video seperti Hulu dan Crackle. Hal ini dipandang berbahaya karena bisa mengaburkan batasan antara konten hiburan ilegal dan legal yang ada di dunia maya.

Terlebih lagi, Google pernah mengutarakan niatnya untuk mempersulit para pengguna yang ingin menemukan situs-situs berisi konten bajakan di mesin pencarinya. Melalui pernyataan resmi pada Februari silam, Google berjanji akan menurunkan situs-situs video, buku, dan siaran olahraga ilegal ke bagian bawah hasil pencarian mulai pertengahan tahun ini.

Namun, janji tersebut tampaknya belum terealisasi, setidaknya sampai sekarang. Google pun menanggapi laporan TorrentFreak ini bahwa kasus ini bukan sebuah kesengajaan. “Hasil pencarian tersebut ditampilkan secara algoritmis dan tidak mencerminkan cara pandang kami terhadap fitur ini,” kata juru bicara Google.

Microsoft Hentikan Dukungan untuk Windows Phone

Lumia-435 Dual SIM

Siklus hidup Windows Phone akan segera menemui akhirnya setelah sang pembuatnya menghentikan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.

Seperti dilansir The Verge, Microsoft tidak akan lagi menyediakan dukungan ataupun perbaikan resmi untuk Windows Phone 8.1. Sistem operasi ini pun terakhir kali diperbarui lebih dari dua tahun lalu, tepatnya pada Juni 2015 dengan 8.1 Update 2.

Dengan demikian, sebagian perangkat Windows Phone yang masih tersisa di seluruh dunia bakal tamat riwayatnya. Pasalnya, hampir 80 persen Windows Phone yang beredar adalah perangkat berbasis Windows Phone 7, 8, atau 8.1. Hanya 20 persen yang sudah mengusung sistem operasi mobile termutakhir, Windows 10 Mobile OS.

Pada masanya, Windows Phone 8.1 merupakan sistem operasi yang bersejarah bagi Microsoft karena untuk pertama kalinya memasukkan asisten virtual Cortana ke dalam perangkat mobile. Saat itu, Cortana dipandang sebagai amunisi Microsoft untuk melawan Siri di iPhone dan Google Now di Android.

Microsoft sendiri tampaknya sudah menyerah untuk membuat smartphone. Bisnis ponsel Lumia yang pernah mereka produksi dengan mengakuisisi Nokia pun telah dijual ke HMD Global sejak tahun lalu.

Di masa depan, kemungkinan besar Microsoft baru akan memasarkan smartphone lagi dengan mendompleng lini Surface yang cukup populer dengan komputer tablet dan laptop-nya. Itulah yang memunculkan rumor-rumor mengenai Surface Phone.

Benarkah Harga iPhone 8 Tembus Rp16 Jutaan?

ilustrasi iPhone 8

Sampai saat ini Apple masih menutup rapat segala informasi dan harga iPhone 8 yang akan hadir sebentar lagi.

John Gruber (Pengamat Produk Apple) membuat perhitungan sederhana terkait banderol iPhone 8 dalam situs pribadinya. Ia memperkirakan harga sebuah iPhone 8 akan setara dengan sebuah MacBook senilai US $1.200 atau sekitar Rp16juta perunitnya.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi naiknya harga iPhone 8,” katanya seperti dikutip CNBC.

Faktor pertama, iPhone akan mengusung layar OLED sehingga harga komponen perangkat keras yang lebih mahal dari biasanya. Seperti diketahui, Apple berencana menggandeng Samsung Display dan LG Display untuk memasok layar OLED iPhone 8

Faktor kedua, Apple mengincar margin keuntungan yang besar dari iPhone 8. Biasanya, Apple memasang profit 35-40 persen dari sebuah iPhone baru. Faktor ketiga, pembuatan iPhone 8 yang sangat sulit melebihi produk-produk sebelumnya.

Faktor keempat, harga iPhone yang terus naik di setiap tahunnya, menyusul harga iPhone terbaru akan berada di atas US$1.000. Jika harga iPhone 8 di bawah harga iPhone 7, maka akan menggerus harga iPhone yang sudah meluncur terlebih dulu itu. Harga iPhone 7 dengan spesifikasi teratas saat ini (256GB) mencapai US$969.

Pastinya, Gruber yakin harga iPhone 8 tidak akan mencapai US$1.500 atau sekitar Rp20 jutaan. Karena itu, Gruber memprediksi harga iPhone 8 akan berkisar US$1.200 – US$1.300 lebih mahal sedikit dari perkiraannya.

“Mari kita lihat. Harga (iPhone 8) US$1.500 sangatlah mahal. Tapi, harga US$1.200 sangat mungkin masuk akal untuk harga awalnya. Varian iPhone 8 paling tinggi berkisar US$1.300 atau US$1.400,” tulis Gruber dalam situsnya.

Meskipun demikian, harga di atas masih sebatas prediksi. Belum termasuk, harga promosi dari operator seluler dalam program bundling.

Review Smartphone