13 | July | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jul 13, 2017

Gara-gara Font Calibri, Kasus Korupsi di Pakistan Memanas

Gara-gara penggunaan font Calibri di dalam sebuah dokumen, pengusutan kasus korupsi yang melibatkan putri Perdana Menteri Pakistan menjadi makin panas. Apa sebabnya?

Cerita bermula ketika nama Nawaz Sharif (Perdana Menteri Pakistan saat ini) terseret dalam isu kontroversial Panama Papers pada tahun lalu.

Di dalam salah satu dokumen yang dibocorkan kepada publik, terdapat nama putra dan putri Nawaz Sharif yang diklaim memakai jasa perusahaan cangkang (shell company) untuk membeli properti di London, Inggris. Salah satu nama yang disebut yaitu Maryam Nawaz Sharif, putri PM Pakistan itu.

Publik pun mencurigai bahwa Maryam dan anak-anak Sharif lainnya memperoleh dana untuk membeli properti dari sumber ilegal. Apalagi, kepemilikan properti itu tidak dilaporkan kepada negara. Akibatnya, putra-putri Sharif dituduh melakukan korupsi.

Maryam sebetulnya telah membantah tuduhan tersebut. Ia pun menyerahkan bukti-bukti, termasuk di antaranya sebuah dokumen yang ditandatangani pada Februari 2006.

Di sini masalah memanas.

Setelah diteliti, teks pada dokumen yang diserahkan Maryam itu menggunakan font Calibri. Sedangkan font Calibri baru dirilis secara resmi oleh Microsoft pada tahun 2007. Jadi, penyelidik langsung mencurigai bahwa dokumen tersebut adalah dokumen palsu.

Maryam Nawaz Sharif. [Kredit: lawsofpakistan.com]
Seperti dilansir BBC, pengusutan lebih lanjut sudah dilakukan mengenai apakah mungkin font Calibri beredar secara publik sebelum 31 Januari 2007, bersamaan dengan peluncuran Microsoft Office 2007.

Lucas de Groot (penemu font Calibri) menyatakan bahwa font buatannya memang sudah dimuat dalam Office 2007 versi beta yang diunggah pada tahun 2004. Tapi, de Groot menambahkan, “Versi beta biasanya hanya digunakan oleh tech geek dan bukan oleh perusahaan atau lembaga pemerintahan.”

Thomas Phinney (ahli tipografi) turut memperkuat pendapat de Groot. Menurutnya, meski Office 2007 versi beta sudah beredar sejak tahun 2004, sangat tidak umum jika pengguna komputer biasa mengunduh sistem operasi versi beta itu.

Hasil investigasi ini akan disampaikan pekan depan dalam kelanjutan perkara kasus korupsi di Pengadilan Tinggi Pakistan.

Masih Fluktuatif, Nilai Tukar Bitcoin Jatuh ke Titik Terendah dalam Satu Bulan Terakhir

Akhir-akhir ini, bitcoin memang sedang naik daun. Mereka yang berinvestasi di mata uang digital ini sempat bersorak kegirangan setelah kurs bitcoin mencapai nilai tertinggi US$3.025,47 pada 11 Juni lalu.

Namun, kegembiraan ini tidak berlangsung lama. Hanya dalam waktu empat hari, nilai tukar bitcoin jatuh ke titik terendah yaitu US$2.185,96. Dan hampir satu bulan berselang, pada 12 Juli, nilai tukarnya tidak jauh berubah di angka US$2.354,41.

Dengan kata lain, dalam satu bulan, nilai dari seluruh bitcoin yang beredar di pasar saat ini anjlok sekitar US$12,2 miliar.

[BACA: Alasan Investasi Bitcoin Sangat Menguntungkan]

Fluktuasi kurs bitcoin ini menunjukkan ketidakstabilan mata uang digital. Walhasil, banyak investor yang mencairkan bitcoin-nya karena ragu-ragu terhadap masa depan bitcoin.

Seperti dilansir CNBC, Roy Sebag (CEO, GoldMoney) menyatakan bahwa ia sudah menjual sebagian besar bitcoin miliknya. Alasannya, ia meyakini bahwa pasar bitcoin sudah mencapai puncaknya dan nilai bitcoin tidak akan melonjak lebih tinggi lagi.

Richard Turnill (Global Chief Investment Strategist, BlackRock) memperingatkan masyarakat tentang kemungkinan gelembung (bubble) di bisnis mata uang digital. Jika gelembung ini pecah, para pemilik bitcoin justru akan merugi. “Saya melihat chart [pergerakan harga bitcoin] dan menurut saya, itu terlihat menyeramkan,” kata Turnill.

Sementara itu, Jason Hamilton (pialang mata uang digital) menyatakan, “Saya menunggu penurunan nilai lebih banyak sebelum saya membeli lagi [bitcoin]. Tapi sejujurnya, saya pun tidak yakin terhadap masa depan pasar bitcoin.”

Nilai tukar bitcoin sendiri sebenarnya saat ini masih jauh lebih tinggi ketimbang awal tahun. Saat mencapai nilai tertinggi pada pertengahan Juni 2017, bitcoin berharga 600 persen lebih besar daripada 1 Januari 2017. Sedangkan saat mencapai titik terendah, nilainya masih 450 persen lebih tinggi.

Infor Andalkan Paket Aplikasi CloudSuite untuk Layani Kebutuhan Spesifik Tiap Industri

Inforum 2017 New York. [Foto: Liana Threestayanti}
New York, AS – Membenamkan sederet kemampuan dan fitur yang sangat industry-specific, Infor menawarkan aplikasi bisnis berbasis cloud yang komprehensif dan tidak biasa.

CloudSuite, produk utama Infor, mengintegrasikan beberapa produk dalam satu suite, seperti CRM, EAM, HCM, PCM, PLM, SCM, marketing & commerce, warehousing, finance, analytics, dan science apps. Dan ke dalam setiap software, Infor membenamkan fitur dan fungsionalitas yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap industri.

“Kami mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan setiap sektor industri, lalu kami rekayasa menjadi satu produk, CloudSuite,” tukas Charles Phillips (CEO, Infor) secara singkat memaparkan prosesnya.

Setiap software tersebut dimotori oleh engine ERP yang disesuaikan dengan jenis industri yang disasar. Engine tersebut bersumber dari jajaran produk ERP on-premise Infor, antara lain Infor M3 (solusi multi-site, multi-country, dan multi-solution), Infor LN (solusi ERP untuk sektor manufaktur), atau Infor LX (solusi ERP untuk process manufacturing). Selanjutnya Infor membangun aplikasi di sekeliling engine tersebut.

“Integrasi yang kami lakukan bukan sembarangan. Kami memastikan data dapat dipertukarkan antaraplikasi, melakukan workflow. Kami mengembangkan common analytics sehingga analytics-nya pun akan sama di semua aplikasi,” ungkap Charles di hadapan sekitar tujuh ribu peserta yang memadati Jacob K. Javits Center di New York, AS.

Untuk memudahkan pengguna, Infor menerapkan sistem single sign on untuk semua aplikasi yang ada di CloudSuite. “Tapi kami bahkan membuatnya lebih baik lagi. Jika Anda membangun suite yang benar-benar terintegrasi, suite tersebut seharusnya bisa melakukan pencarian di semua aplikasi dalam suite untuk memperoleh hasil pencarian yang unified,” jelas Charles. Untuk memperoleh kemampuan semacam itu, Infor menggunakan elastic search berbasis open source.

Hal lain yang dilakukan Infor adalah membuat lebih dari 5.000 Application Programming Interface (API) di atas CloudSuite. Dengan begitu, pengguna dapat mengakses object dan services melalui aplikasi di luar CloudSuite. Misalnya, Amazon Lex dapat mengirim query melalui API agar pengguna CloudSuite dapat melakukan conversational search.

Inforum 2017 New York. [Foto: Dok. Infor]
Dirancang Spesifik Sesuai Industri

Dalam presentasinya, Charles Phillips mencontohkan beberapa fungsionalitas industry-specific yang ada pada beberapa aplikasi CloudSuite. Misalnya aplikasi bisnis untuk sektor manufaktur, khususnya untuk discrete manufacturing.

Ada berbagai metode manufaktur dalam sektor discrete manufacturing sehingga Infor menyediakan beberapa mode: engineer to order (seperti dilakukan oleh Boeing); make to order (biasa diterapkan oleh industri otomotif); repetitive order (untuk industri manufaktur bervolume besar dan berbiaya rendah); assemble to order (biasa dilakukan oleh produsen komputer); dan configure to order.

Dalam aplikasi CloudSuite untuk sektor hospitality, Infor membenamkan fungsionalitas khusus Tips & Tokes untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang memiliki bisnis kasino.

Menggali fungsionalitas dari beragam industri diakui Charles sebagai hal yang menyenangkan. Infor ibarat murid di dunia industri yang harus terus mempelajari setiap proses dalam industri, mengembangkan fungsi dan fitur spesifik, dan menambahkannya ke produk CloudSuite.

Telkom Kirimkan Indonesia Robotic Team ke AS

Telkom Berangkatkan Tim Robotik Indonesia ke AS

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) mengirimkan remaja tim robotik ke ajang kompetisi First Global Challenge Olympic Robot Competition 2017 di Washington DC, USA, pada 14 – 18 Juli 2017.

Kompetisi yang diikuti 160 negara itu adalah olimpiade robot terbesar di dunia yang berakar pada kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, Math) pada pendidikan dunia internasional.

Joddy Hernady (Senior Vice President Media & Digital Business Telkom dan CEO Metranet) mengatakan TELKOM sangat serius mendukung generasi millennial dan gen-Z Indonesia untuk menjadi inventor-inventor muda berprestasi dan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

“Kami menilai kesempatan ini bisa menjadi pintu perkembangan teknologi dan ekonomi digital Indonesia yang menjadi harapan perusahaan di masa datang. Kami berharap tim ini akan memotivasi millenial Indonesia lainnya untuk terbuka dengan teknologi dan tidak takut untuk berhadapan dengan negara maju lainnya,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Madrasah Aliyah (MA) TechnoNatura memiliki tim bernama Indonesia Robotic Team yang merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia untuk kategori usia Sekolah Menengah Atas dalam ajang bergengsi Robotik dunia ini.

Berdiri sejak tahun 2004 di bawah naungan Yayasan Create Foundation (pimpinan Ilham Habibie) dan berlokasi di Cimanggis, TechnoNatura menjadi sekolah madrasah berbasis teknologi dan alam dengan sistem pembelajaran yang progresif dan tenaga pengajar yang kompeten dalam bidang teknologi.

Indonesia Robotic Team dalam kompetisi itu menciptakan robot “Solusi Akses Air Bersih” yang sesuai dengan syarat dan prasyarat panitia olimpiade dengan bahan dasar terbatas serta waktu singkat, yaitu satu setengah bulan.

Tim juga akan beradaptasi dalam metode programming manual (Arduino) yang biasa mereka gunakan, menjadi koding melalui komputer (Java) menggunakan Android Studio yang baru pertama kali mereka gunakan.

TELKOM mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memberi dukungan besar kepada Indonesia Robotic Team untuk turut mengembangkan ekonomi digital.

IoT sendiri merupakan fondasi kemajuan teknologi yang menghubungkan berbagai perangkat (hardware dan software) seperti komputer, smartphone, bahkan kendaraan bermotor, kulkas, mesin cuci, AC, keamanan rumah, penerang ruangan, pengoperasian pintu otomatis hingga pagar rumah.

Selain itu, melalui dukungan tersebut, TELKOM ingin hadir membawa semua pelanggan dalam sebuah pengalaman dunia digital yang Like Never Before.

Siap-siap! Facebook Messenger Anda Akan “Banjir” Iklan

Facebook Messenger sudah mengadopsi teknologi chatbots

Setelah berhasil memonetisasi Youtube dan Instagram, kini layanan media sosial Facebook akan memonetisasi layanan iklan pada Facebook Messenger di seluruh dunia.

Facebook akan memperluas pengujian iklan homescreen Messenger ke seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan. Homescreen Messenger bertindak sebagai inbox untuk percakapan terbaru pengguna dengan teman-teman, bot otomatis atau merek.

Facebook sudah sempat mengetes fitur ini dalam versi beta di Australia dan Thailand.

Hal itu dikatakan Stan Chudnovsky (Kepala Produk Messenger) kepada Matt Marshall (CEO VentureBeat) di depan ratusan orang dalam ajang MobileBeat 2017, sebuah pertemuan dua hari para start-up dan raksasa teknologi yang bekerja dengan AI dan bot, yang digelar 11-12 Juli di Fort Mason, San Francisco.

Dengan 1,2 miliar pengguna aktif bulanan, Facebook Messenger merupakan salah satu dari pemilik audiens terbesar di planet ini. Facebook akan memulai pengujian iklan homescreen Messenger pada Januari di Australia dan Thailand.

Chudnovsky mengatakan langkah Facebook beralih ke iklan homescreen akan membawa Facebook Messenger lebih dekat dengan model bisnis yang sebenarnya yaitu iklan.

“Iklan bukanlah segalanya, tapi dari sanalah kami mendapatkan uang selama ini. Kami sedang mengembangkan beberapa model bisnis lain di bidang iklan,” kata Chudnovsky.

Sementara itu mega aplikasi chat lainnya WeChat telah berfokus pada memfasilitasi perdagangan.

Iklan Messenger termasuk pesan sponsor dan pesan Sponsor hanya dapat dikirim ke pengguna yang telah terlibat percakapan dengan perusahaan. “Iklan di tab Home akan mengikuti model berbasis lelang dan akan menargetkan pengguna yang sama seperti ditemukan di Facebook atau Instagram,” ujar Chudnovsky.

Chudnovsky mengatakan rata-rata pengguna Messenger di dunia bisa mulai melihat iklan pada homescreen mereka pada akhir tahun walaupun waktu pergeseran dari beta ke ketersediaan umum akan didasarkan pada cara iklan diterima oleh pengguna.

“Kami akan memulai secara lambat karena kami dikendalikan data dan dikendalikan umpan balik pengguna dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Namun, sebagian pengguna mengeluhkan bahwa iklan di layanan Messenger Facebook mengganggu kenyamanan penggunaan. Alasannya, iklan yang tampil di Messenger mereka berukuran besar dan iklan yang ditampilkan tidak relevan.

Facebook meyakini bahwa pengguna akan lebih merespon iklan yang membawa mereka pada perbincangan. Namun, masih belum diketahui apakah model iklan seperti ini akan mengundang ketertarikan pengguna atau tidak.

Jika tak berhasil, ada kemungkinan pengguna Facebook Messenger akan beralih menggunakan layanan perpesanan lain yang bebas iklan.

Inikah Desain Google Pixel XL Terbaru Tahun Ini?

Ilustrasi Google Pixel XL

Desain smartphone premium terbaru selalu membuat pecinta gadget sangat penasaran, tak terkecuali dengan desain Google Pixel terbaru. Android Police berhasil mendapatkan bocoran yang cukup lengkap dan mereka membuat desain Google Pixel XL terbaru dalam bentuk 3D.

Meski masih berupa rekaan, tapi setidaknya rekaan desain Google Pixel XL terbaru itu bisa memberikan pencerahan kepada pecinta Google Pixel XL.

Google Pixel XL terbaru memiliki layar AMOLED 6 inci dengan resolusi 1440p dan rasio 2:1 seperti LG G6. Rumornya, LG yang akan memproduksi Google Pixel XL terbaru.

Tak jauh berbeda dengan LG G6 dan Samsung Galaxy S8, Google Pixel XL terbaru itu memiliki bezel yang teramat tipis pada bagian depan bodi. Tapi tidak bezel-less seperti yang diterapkan pada Essential Phone atau Xiaomi Mi Mix.

Google Pixel XL terbaru juga akan mengusung fungsi Edge Sense yang terbenam dalam HTC U11. Hal itu memungkinkan penggunanya mengoperasikan smartphone dari bagian sisi dan mengakses fungsi seperti Google Assistant.

Smartphone itu akan mengusung prosesor Snapdragon 835, RAM 4 GB dan satu varian dengan memori internal 128 GB. Bocoran lainnya, Google Pixel XL terbaru juga memiliki kamera belakang yang besar walaupun bukan kamera ganda.

Google juga akan menggunakan 3D glass pada bagian samping dan menghilangkan port audio 3,5 mm untuk stereo speaker seperti dikutip The Verge.

Rencananya, Google akan meluncurkan dua line-up Google Pixel yaitu satu varian yang berlayar 5 inci untuk menggantikan Pixel asli yang hadir 2016. Varian kedua adalah Google Pixel XL terbaru yang memiliki layar 6 inci.

Apple Bangun Data Center di Tiongkok untuk Patuhi Peraturan Lokal

Apple Store di Shanghai, Tiongkok.

Apple mengumumkan rencana untuk membangun data center di Tiongkok dengan tujuan mematuhi peraturan pemerintah setempat.

Pada 1 Juni 2017, Pemerintah Tiongkok telah menerbitkan peraturan terkait keamanan siber yang mewajibkan seluruh pemilik dan penyelenggara jaringan untuk menyimpan data-datanya secara lokal di dalam wilayah Tiongkok. Pemerintah berpendapat bahwa regulasi ini dibuat untuk mengantisipasi bahaya serangan siber dan terorisme.

Selain itu, para pemilik bisnis dan layanan yang memiliki pengguna di Tiongkok juga diperintahkan untuk menyerahkan lebih dari 1.000 gigabyte data setiap tahun untuk diperiksa oleh pemerintah lokal. Jika peraturan ini tidak dipatuhi, Pemerintah Tiongkok mengancam akan memblokir layanan mereka.

Apple akan membangun data center pertamanya di provinsi Guizhou bagian selatan dan bekerjasama dengan partner lokal, yakni Guizhou-Cloud Big Data Industry Co. Ltd. (GCBD). Ke depannya, Apple juga bakal mengucurkan dana sekitar US$1 miliar di provinsi ini untuk pengembangan bisnis.

“Pembangunan data center ini akan memungkinkan kami meningkatkan kecepatan dan keandalan aneka produk dan layanan kami, selain mematuhi regulasi terbaru,” kata juru bicara Apple seperti dilansir Reuters.

“Regulasi ini mensyaratkan penyediaan layanan cloud yang dikelola oleh perusahaan lokal Tiongkok sehingga kami bekerjasama dengan GCBD untuk menawarkan iCloud [bagi pengguna di Tiongkok]. Tetapi, tidak akan ada pintu belakang (backdoor) yang dibuat untuk mengakses sistem kami,” lanjut Apple untuk meyakinkan pengguna soal keamanan data mereka.

Intel Xeon Scalable, Lini Prosesor untuk Server dan Data Center, Resmi Meluncur

Intel Xeon Scalable processors are optimized for today’s evolving data center and network infrastructure requirements. (Credit: Intel Corporation)

Intel akhirnya meluncurkan lini Xeon Scalable, prosesor server generasi terbaru yang berbasis arsitektur Skylake kepada publik.

Intel sebenarnya sudah mengirimkan lini prosesor ini sejak beberapa bulan lalu kepada para penyedia cloud, operator telekomunikasi, dan produsen server, tetapi baru resmi dirilis saat ini. Sebanyak lebih dari 500.000 unit prosesor Xeon Scalable telah dikapalkan kepada sejumlah pemain besar, seperti Amazon Web Services, Google, Dell EMC, dan Hewlett Packard Enterprise.

“Prosesor Intel Xeon Scalable mewakili perubahan terbesar dalam data center selama satu dekade terakhir,” kata Navin Shenoy (EVP & GM, Intel Data Center Group). “Data center dan infrastruktur jaringan masa kini telah mengalami perubahan besar dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan agile network services yang siap menyongsong jaringan 5G,” lanjutnya.

Ada empat varian yang dirilis Intel untuk prosesor Xeon Scalable dengan rebranding nama yang terinspirasi dari penggolongan kartu kredit. Keempat varian itu adalah Xeon Scalable Bronze, Silver, Gold, dan Platinum, berturut-turut dari spesifikasi paling rendah ke paling tinggi.

Beberapa keunggulan Xeon Scalable yang disorot Intel antara lain peningkatan performa hingga 1,65 kali lipat daripada generasi sebelumnya, peningkatan beban kerja OLTP warehouse hingga 5 kali lipat dibanding saat ini, skalabilitas yang lebih tinggi dengan dukungan hingga 28 core, memori 6 TB, dan 56 thread per soket, serta peningkatan keamanan data dan kriptografi hingga 3,1 kali lipat.

Intel menyasar pemakaian prosesor Xeon Scalable di berbagai bidang teknologi masa depan, contohnya kecerdasan buatan, jaringan tingkat tinggi, virtualisasi, dan high performance computing (HPC).

Intel Perbarui Intel Xeon

Dalam beberapa studi kasus para pelanggan yang sudah memakai prosesor Xeon Scalable, Intel menyebutkan bahwa operator telekomunikasi AT&T sukses merasakan peningkatan kinerja dengan jumlah server 25 persen lebih sedikit, Google Compute Platform mampu menawarkan perbaikan kinerja lebih dari 40 persen, dan Technicolor mampu menghemat durasi rendering konten VR sampai tiga kali lipat.

Untuk membantu mempercepat adopsi lini prosesor anyar ini, Intel juga mengumumkan program Intel Select Solutions, yaitu portofolio sistem hardware dan software yang telah dikonfigurasi khusus guna melayani kebutuhan dan beban kerja data center dan jaringan telekomunikasi.

Beberapa software yang termasuk dalam program ini yaitu Canonical Ubuntu, Microsoft SQL 16, dan VMware vSAN 6.6.

Dengan lini Xeon Scalable, Intel diyakini siap menghadapi tantangan baru dari kompetitor terbesarnya, AMD, yang baru-baru ini juga meluncurkan lini prosesor AMD EPYC untuk server dan data center.

Penjualan Samsung Galaxy S8 “Melempem” Dibanding Galaxy S7

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Penjualan Samsung Galaxy S8 tidak sesuai harapan karena Samsung hanya menjual 9,8 juta unit Galaxy S8 sejak dua bulan peluncurannya, turun 20 persen dibanding pendahulunya Galaxy S7.

Padahal, Samsung berhasil menjual sebanyak 12 juta unit Galaxy S7 dalam dua bulan pertama setelah diluncurkan. Cukup mengherankan memang jika penjualan Galaxy S8 menurun karena Galaxy S8 adalah perangkat solid yang diterima dengan baik oleh para pengulas dan pengguna.

“Karena pengiriman hanya 10 juta unit, Samsung tidak mengungkapkan angka penjualan karena melambatnya penjualan. Kami menganggap penjualan S8 tidak sebagus S7,”kata seorang analis asal Korea Selatan seperti dikutip BGR.

Samsung mulai menjual smartphone flagship Galaxy S8 di tiga pasar utama Samsung yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Korea Selatan terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar global. Berbeda dengan pendahulunya, Samsung menjual Galaxy S7 secara serentak di pasar global pada waktu yang bersamaan.

Pejabat Samsung berkilah Galaxy S8 memiliki strategi pemasaran yang berbeda dengan generasi pendahulunya. “Kami memperkirakan volume penjualan S8 sama dengan S7 untuk saat ini,” ujar pejabat tersebut.

Menurut sumber internal, Samsung juga mengurangi pesanan pasokan bahan baku smartphone flagshipnya tersebut.

Harian asal Korea Selatan, Herald melaporkan penjualan Galaxy S8 memang belum dapat mengulang kesuksesan Galaxy S7 dan memenuhi ekspektasi Samsung karena kondisi pasar ponsel pintar yang mulai jenuh.

Tak hanya Samsung, penjualan iPhone 7 pun terus merosot karena dinamika perubahan pasar. Terlebih lagi, persaingan pasar ponsel pintar semakin kompetitif daripada sebelumnya dan pengguna jarang mengupgrade perangkat mereka dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Note 8 “Lahir Prematur”

Karena melempemnya penjualan Galaxy S8, Samsung mengubah strategi peluncuran Galaxy Note 8. Samsung akan memajukan peluncurkan Galaxy Note 8 pada awal September yang rencana awalnya baru akan dijual pada akhir tahun.

Alasan lainnya, Apple akan meluncurkan iPhone terbaru pada September 2017 yang akan sangat berbeda dari semua seri iPhone terdahulu. Samsung merasa terancam dengan kehadiran iPhone terbaru itu sehingga segera meluncurkan Galaxy Note 8.

Menurut sejumlah laporan, penjualan global iPhone 8 akan dimulai pada November 2017. Samsung pun memiliki waktu dua bulan lebih awal untuk mengungguli Apple di luar Amerika Serikat (AS).

Google Earth Akan Izinkan Pengguna Unggah Foto dan Video

Google Earth VR

Perusahaan induk Google, Alphabet akan mengizinkan penggunanya mengunggah jutaan stories, video, dan foto platform Google Earth dalam beberapa waktu ke depan.

Tools “Voyager” memungkinkan pengguna Internet melakukan tur interaktif dengan tujuan eksotis di Google Earth.

Rebecca Moore (Direktur Google Earth) mengatakan pengguna bisa membuat konten mereka sendiri yang belum diedit untuk penggunaan pribadi atau publik dalam 2-3 tahun.

“Kisah sejarah keluarga Anda, kisah perjalanan hiking favorit Anda, bisa apa saja. Tidak harus mendalam,” katanya seperti dikutip Reuters.

Sementara itu Moore mengungkap proyek “I am the Amazon” yang telah memetakan 11 situs untuk mendokumentasikan hubungan antara hutan hujan dan masyarakatnya serta menyentuh topik seperti makanan, air, dan asal usul budaya.

Untuk menceritakan kisah masyarakat seperti orang-orang Yanomami, Cinta Larga dan Boa Vista Quilombola, Google dan mitranya menggunakan alat seperti kamera 3D untuk melengkapi gambar satelit dengan video dan teks.

Moore tidak mengungkapkan anggaran untuk proyek tersebut tetapi mengesampingkan gagasan periklanan di platform dan mengatakan bahwa bukan niat Google untuk menghasilkan keuntungan dari usaha tersebut.

“Google Earth adalah hadiah kami untuk dunia. Dari sisi anggaran, Google memiliki pendapatan yang bagus dari iklan, dan tidak semua yang Google miliki harus menghasilkan uang” ujarnya.

Review Smartphone