15 | July | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Jul 15, 2017

Tiga Alasan Penjualan Mobil dan Motor Laris Manis di Blibli.com

Aplikas Blibli.com untuk otomotif

Sektor otomotif merupakan salah satu kategori produk yang berkembang pesat di e-commerce khususnya Blibli.com.

Lay Ridwan Gautama (Senior Vice President of Trade Partnership Blibli.com) mengatakan Blibli.com menawarkan tiga cara untuk memasarkan produk-produk otomotif yaitu informasi yang lengkap, kemudahan Cicilan dan konsep 3S (Sales, Service, Spareparts) yang memberikan kemudahan bagi pembelanja otomotif.

“Peningkatan penjualan kendaran bermotor roda dua dan roda empat di Blibli.com meningkat sebesar 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Cara ini memberikan dampak yang signifikan bagi penjualan produk otomotif Blibli.com sepanjang semester 1 tahun 2017,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Jenis kendaraan roda empat yang paling laris selama periode tersebut adalah SUV (Sport Utility Vehicles) dan city car. Sedangkan, jenis sepeda motor yang laris adalah motor matik.

“Kemudahan Cicilan 0% hingga 24 bulan untuk pembelian produk otomotif mobil dan motor menjadi kelebihan bertransaksi di Blibli.com,” ucapnya

Blibli.com juga memberikan program KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) yang sangat membantu para pelanggan ketika melakukan pembelian.

Produk otomotif di Blibli.com juga menawarkan variasi merek dan pilihan barang bagi pecinta otomotif seperti untuk aksesoris ada jaket, helm motor, ban,
motorcycle box, sarung tangan dan jaket biker.

Blibli.com juga mengikuti beberapa pameran otomotif di sepanjang semester I-2017 termasuk International Motor Show (IIMS) 2017 sebagai mitra Official eCommerce Partner, Official Merchandise Partner, Official Ticket Partner dan Platform Online untuk penyewaan booth di IIMS 2017.

Aplikasi Digital Ini Rayu Financial Advisor untuk Bergabung dengan Commonwealth Life

(dari kiri ke kanan) Associate Director Commonwealth Life Denny Karim, President Director Commonwealth Life Elvis Liongosari, Chief Agency Officer Commonwealth Life Sastradinata, dan Finance Director Commonwealth Life Edwin Jaya Prayitno berfoto bersama ketika mencoba fitur-fitur dalam COMM Entrepreneur di sela-sela peluncuran aplikasi ini di Jakarta

Commonwealth Life meluncurkan aplikasi digital COMM Entrepreneur yang memudahkan masyarakat termasuk generasi millennial untuk berperan dalam industri asuransi jiwa melalui proses perekrutan yang lebih efektif dan efisien.

Elvis Liongosari (President Director Commonwealth Life) mengatakan pengembangan COMM Entrepreneur adalah jawaban di tengah kerasnya persaingan pasar asuransi jiwa. Aplikasi itu akan menjadi nilai tambah bagi industri asuransi jiwa khususnya calon Financial Advisor yang memiliki jiwa entrepreneur tinggi.

“Aplikasi ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan solusi terpadu melalui pendayagunaan teknologi yang tepat guna bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Anda dapat mengakses aplikasi COMM Entrepreneur melalui Android dan iOS untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat sekarang ini. Aplikasi itu memiliki beberapa fitur utama seperti layanan pendaftaran dan materi pembelajaran online untuk calon Financial Advisor agar bergabung bersama Commonwealth Life.

Tak hanya itu, aplikasi itu juga memiliki tampilan user-friendly dengan fitur profil perusahaan, informasi produk, kalkulator finansial, hingga lokasi kantor
pemasaran. COMM Entrepreneur mampu mendorong pertumbuhan asuransi jiwa dan pangsa pasar serta loyalitas pelanggan di masa yang akan datang.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan angka penetrasi pengguna Internet di Indonesia mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 51,8 persen pada 2016.

Liongosari mengatakan Commonwealth Life percaya Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar lagi. Karena itu, Commonwealth Life akan berupaya menjaring peluang bisnis baru sambil terus berjalan bersama masyarakat untuk memajukan industri asuransi jiwa di Indonesia.

“Tingkat penetrasi tertinggi justru terdapat pada usia produktif berkisar antara 25-34 tahun. Karena itu, COMM Entrepreneur didedikasikan khusus untuk merangkul lebih banyak generasi millennial yang menjadi sasaran produk-produk keluaran Commonwealth Life di masa depan,” ujarnya.

Didukung Alibaba, Lazada Yakin Menangkan Kompetisi E-commerce di Asia Tenggara

Ilustrasi akuisisi Lazada oleh Alibaba

Pemain e-commerce Lazada yang saat ini dimiliki Alibaba optimis dapat memenangi persaingan pasar Asia Tenggara termasuk menghadapi Amazon yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

Tahun lalu, TechCrunch melaporkan Amazon berencana membuka layanan e-commerce di Singapura pada kuartal pertama 2017. Namun, menurut sumber, Amazon mengurungkan niat dan rencananya tersebut.

Aimone Ripa di Meana (Pendiri dan Presiden Lazada) mengatakan saat ini Lazada hadir di enam negara dengan mendapatkan dukungan Alibaba Group untuk segi operasional dan jaringan logistik.

“Kami sangat percaya diri dengan pertumbuhan kami sejauh ini. Kami memiliki pendekatan bisnis yang unik tergantung negaranya. Pendekatan bisnis di Singapura tentu berbeda dengan pendekatan bisnis di Filipina dan Indonesia,” katanya seperti dikutip CNBC.

Meana menjelaskan pasar Asia Tenggara memiliki perbedaan karakteristik dari sisi orang dan logat bahasanya. Hal itu sangat berpengaruh terhadap logistik, pemilihan produk dan katalog.

Hebatnya, pasar Asia Tenggara sangat menjanjikan bagi e-commerce, menyusul pengguna Internet dan pembeli online yang besar. Menurut Google dan Perusahaan investasi Temasek Holdings memprediksi perekonomian Internet akan tumbuh $200 miliar pada 2025, menyusul tingginya pertumbuhan dan permintaan e-commerce di Asia Tenggara.

“Kami berada di pasar yang baru akan berkembang. Saya pikir banyak kesempatan besar di hadapan kami,” ucapnya.

Amazon sangat agresif melebarkan sayap bisnisnya di luar pasar Amerika Serikat (AS). Di India, Amazon telah menanamkan investasinya sebanyak $2 miliar untuk bersaing dengan e-commerce lokal Flipkart dan Snapdeal.

Pada awal tahun ini, Alibaba meningkatkan sahamnya di Lazada dari 51 persen ke 83 persen dengan nilai investasi $2 miliar. “Dukungan ekosistem Alibaba membantu kami berinovasi untuk memberikan platform terbaik kepada pelanggan,” tutur Meana.

Lazada juga akan meningkatkan layanannya dalam urusan logistik dengan mempercepat waktu pengiriman.

Dililit Utang, Pabrikan Smartphone Mewah Vertu Bangkrut

Ilustrasi Vertu Signature Cobra Limited Edition 1

Pabrikan smartphone premium Vertu harus gulung tikar karena gagal membayar utang ke kreditor senilai 1,9 juta poundsterling atau sekitar US$2,4 juta dari total utangnya sebesar 128 juta poundsterling.

Vertu adalah produsen ponsel mewah serta memiliki tim yang ahli merakit material seperti kulit burung unta, perhiasan dan metal berharga. Vertu sendiri berdiri sejak 1998 dan merupakan bagian dari perusahaan telepon genggam asal Finlandia, Nokia.

Gara-gara masalah itu, Vertu pun harus menutup pabrik di Inggris dan sekitar 200 orang karyawan terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan, seorang pegawai Vertu mengaku bahwa gaji mereka tak dibayarkan sejak Juni.

Pada Maret lalu, Pebisnis asal Turki Murat Hakan Uzan mengakuisisi Vertu dan mendapat kepemilikan merk, teknologi dan izin rancangan Vertu seperti dikutip BBC.

Biasanya, smartphone Vertu mengusung sistem operasi Android versi lama dengan tampilan mewah dan ada beberapa model smartphone Vertu dibanderol 30 ribu dolar. Vertu juga mengizinkan pelanggannya berbicara dengan customer service kapan saja, 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.

Sebelum ditutup, Vertu sempat meluncurkan smartphone mewah Vertu Signature Cobra limited edition. Smartphone itu memiliki 439 batu permata jenis rubi yang
disusun membentuk ular di pinggiran perangkat.

Tak hanya itu, Vertu juga akan mengirimkan Vertu Signature Cobra limited edition dengan helikopter.

Facebook Bersiap Luncurkan Headset VR Murah Tahun Depan, Berapa Harganya?

Ilustrasi Oculus Rift

Saat ini perkembangan teknologi virtual reality (VR) semakin canggih dan kualitas grafisnya yang lebih baik. Facebook pun akan meluncurkan headset VR tanpa kabel murah yang memiliki kode nama “Pacific” untuk mempopulerkan tren virtual reality (VR) pada tahun depan.

Saat ini headset VR terbagi 2 tipe. Tipe pertama adalah headset VR yang menggunakan smartphone sehingga harganya murah seperti Samsung Gear VR yang memiliki banderol USD130.

Tipe kedua adalah headset VR high-end seperti Oculus Rift milik Facebook yang terhubung ke PC dengan banderol USD1,000.

Karena itu, Facebook akan meluncurkan headset VR terbaru yang berada di tengah kedua tipe tersebut. Headset VR Facebook terbaru itu dapat terhubung dengan PC atau smartphone dengan banderol sekitar USD200.

Mirip Oculus Rift saat ini, headset Facebook VR terbaru itu dapat bermain game, menonton video dan melakukan media sosial. Nantinya, headset VR “Pacific” akan memiliki desain yang lebih kecil dan ringan dari headset Samsung Gear VR.

Rumornya, Oculus Pacific ini juga dapat dikendalikan oleh remote wireless dan tidak hanya dapat digunakan untuk bermain game, melainkan dapat melakukan berbagai macam hal seperti menonton film dan melakukan kegiatan media sosial.

Dalam konferensi developer Oculus tahun lalu, Mark Zuckerberg (CEO Facebook) mengatakan ada kategori yang belum tersentuh di antara Gear VR dan Rift. “Hal ini adalah sesuatu yang kami percaya akan ada nantinya,” ujarnya seperti dikutip Pocket-Lint.

“Kami belum memiliki produk baru saat ini. Namun, kami sedang melakukan investasi teknologi signifikan terkait kategori VR mandiri,” kata (Juru Bicara Oculus) Alan Cooper.

Saat ini Sony PlayStation VR mendominasi penjualan perangkat VR dibandingkan dengan kompetitornya seperti Oculus dan HTC. Kunci suksesnya, Sony PlayStation VR menawarkan beberapa game eksklusif untuk PS VR.

Perbedaan Galaxy Note 7 dan Galaxy Note Fan Edition

Perbedaan Galaxy Note 7 dan Galaxy FE

Samsung telah meluncurkan phablet Galaxy Note Fan Edition (FE) yang merupakan phablet rekondisi dari Galaxy Note 7. Sebelumnya, Samsung telah menarik kembali (recall) Samsung Galaxy Note 7 di seluruh dunia pada tahun lalu karena permasalahan baterai.

Phablet itu diproduksi hanya 400.000 unit di Korea Selatan. Meskipun terlihat mirip, ternyata ada perbedaan antara Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Berikut perbedaan antara kedua phablet itu seperti dikutip BGR:

1. Baterai

Galaxy Note 7 mengusung baterai berkapasitas 3.500 mAh. Sedangkan, kapasitas baterai Galaxy Note FE hanya 3.200 mAh yang jauh lebih aman.

2. Prosesor

Galaxy Note 7 mengusung Snapdragon 820 dan Exynoss 8890. Sedangkan, Galaxy Note FE menggunakan Snapdragon 821 yang menawarkan kinerja yang lebih baik.

3. Desain

Galaxy Note 7 memiliki logo Samsung di bawah speaker atas. Sedangkan, Galaxy Note FE tidak memiliki logo Samsung tersebut, mirip Galaxy S8 dan S8+.

4. UI

Samsung Galaxy Note FE memiliki userface terbaru sehingga rasanya berbeda dengan Galaxy Note 7.

5. Bixby

Galaxy Note 7 tidak memiliki asisten virtual. Sedangkan, Galaxy Note FE mengusung Bixby seperti Galaxy S8.

Samsung Galaxy Note FE “Fan Edition” (rekondisi/refirbished) memungkinkan orang merasa nostalgia mengenai Note 7 untuk mendapatkan variasi telepon yang aman.

Review Smartphone