Berita SoundCloud Harus Pecat 173 Karyawan dan Tutup Kantor

SoundCloud Harus Pecat 173 Karyawan dan Tutup Kantor

Ilustrasi kantor SoundCloud

Perusahaan layanan streaming musik SoundCloud telah merumahkan sebanyak 173 karyawan atau sekitar 40 persen dari total karyawannya. Tak hanya itu, SoundCloud juga menutup dua kantor di London dan San Francisco sebagai upaya efisiesi perusahaan.

SoundCloud masih akan melanjutkan operasional di Berlin dan New York. Saat ini SoundCloud memiliki basis pengguna sebanyak 175 juta pengguna di 190 negara. Namun, jumlah pelanggannya mulai tergerus oleh Spotify, Apple Music, Amazon Prime, dan Pandora.

“Dengan mengurangi biaya dan melanjutkan pertumbuhan pendapatan, kami berada di jalur menuju profitabilitas dan mengendalikan masa depan SoundCloud,” kata Alexander Ljung (CEO SoundCloud) dalam emailnya kepada para staff seperti dikutip TechCrunch.

SoundCloud memang sedang menghadapi masalah pelik yaitu masalah profit, model bisnis, ketersediaan akun premium dan perusahaan sering menggunakan fasilitas mahal, termasuk kantor mewah di dunia. Belum lagi, SoundCloud tidak memiliki cukup dana untuk menutup utang-utang di periode sebelumnya.

SoundCloud sendiri telah melakukan banyak hal untuk menjaring keuntungan. Saat ini, mereka berfokus pada pelanggan yang mengakses konten premium dan memiliki tingkatan khusus untuk pencipta konten dan iklan.

Sayangnya, SoundCloud tidak mengungkapkan berapa banyak pengguna premium atau seberapa besar iklan berkontribusi untuk perusahaan. Sebenarnya, Twitter dan Spotify berencana mengakuisisi SoundCloud tetapi sayang proses itu tidak kunjung rampung.

Spotify sendiri memiliki 140 juta pengguna, 50 juta di antaranya membayar langganan, dan Apple Music memiliki 27 juta pengguna berbayar. Amazon tidak melaporkan berapa banyak orang yang menggunakan layanan “Prime Music“-nya.

Comments

comments