Berapa Investasi Samsung untuk Pimpin Pasar Chip dan Layar?

Ilustrasi Pabrik Samsung

Samsung Electronics akan menginvestasikan US$18,6 miliar atau sekitar Rp248 triliun untuk terus memimpin bisnis chipset dan layar di pasar.

Hal itu disebabkan tingginya penjualan smartphone flagship di pasar yang turut menggenjot penjualan chipset prosesor di pasar. Sebelumnya, Samsung telah berinvestasi lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp133,4 triliun setiap tahunnya untuk divisi chipsetnya.

Alasan lainnya, Moon Jae-in (Presiden Korea Selatan) mengajak perusahaan besar termasuk Samsung untuk menanamkan investasinya di dalam negeri supaya lebih banyak lapangan pekerjaan yang tercipta di Korea Selatan.

Saat ini Samsung meyumbang lebih dari 40 persen penjualan chipset memori di dunia. Investasi Samsung itu akan menciptakan setidaknya 440 ribu lapangan pekerjaan hingga 2021 seperti dikutip Reuters.

Selain divisi chipset, Samsung Display akan berinvestasi senilai US$ 870 juta atau sekitar Rp11,6 triliun untuk pabrik baru layar OLED di dalam negeri dan meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan layar OLED.

Saat ini Samsung Display memegang 90 persen market share untuk layar OLED.

Park Ju-gun (Kepala Analis Korporat CEO Score) mengatakan Samsung semakin agresif berinvestasi di dalam negeri, setelah mengumumkan rencana untuk membangun pabrik senilai US$ 380 juta di Amerika Serikat.

“Samsung kini makin agresif melakukan investasi di dalam negeri karena iklim politik di Korea Selatan,” ujar

Comments

comments