Fitur Diblokir Kominfo, Apa Saja Kelebihan Telegram?

Diblokir Kominfo, Apa Saja Kelebihan Telegram?

Ilustrasi aplikasi Telegram.

Sebelumnya, kami telah mengangkat kisah Pavel Durov yang telah memberikan inspirasi besar kepada dunia teknologi informasi melalui aplikasi instant messaging ciptaannya, Telegram. Kali ini giliran aplikasi Telegram-nya yang hendak kami ulas.

Pavel Durov yang eksentrik dan tampan memang relatif mudah meraih popularitas. Namun hal yang sama sepertinya tidak berlaku untuk Telegram. Aplikasi kompetitor Telegram seperti WhatsApp dan LINE dianggap lebih seksi sehingga jumlah penggunanya hingga kini masih jauh lebih banyak dibandingkan pengguna Telegram.

Bisa jadi, faktor kemiripan antarmuka dengan WhatsApp yang kebetulan lebih dahulu beredar menjadi batu sandungan bagi Telegram. Banyak orang barangkali akan berpikir bahwa jika sudah punya WhatsApp, buat apa punya Telegram? Toh keduanya mirip. Sementara LINE dan BBM bisa jadi tetap digunakan juga oleh pengguna WhatsApp karena ketiga aplikasi tersebut secara visual nampak nyata berbeda.

Uniknya, ketika WhatsApp diakuisisi oleh Facebook sehingga layanan WhatsApp sempat terhenti (down), banyak pengguna WhatsApp yang tidak “lari” ke BBM dan LINE, namun justru penasaran mencoba Telegram. Hasilnya, dihitung saat berhentinya layanan WhatsApp, pengguna Telegram bertambah sebanyak 1,8 juta. Sebelumnya, Telegram hanya diunduh oleh 300.000-400.000 orang per hari.

Namun tentu saja bukan cuma faktor keberuntungan seperti itu yang akhirnya membuat Telegram naik daun, melainkan ada “nilai jual” lain yang ditawarkan oleh Telegram. Hal ini tentunya sejalan dengan visi Pavel Durov saat menciptakan Telegram, yang menganggap berbagai aplikasi pesan singkat yang telah ada sebelumnya memiliki banyak kelemahan sehingga perlu disempurnakan.

Nah, apa sajakah yang diklaim oleh Pavel Durov sebagai kelebihan Telegram sehingga Anda layak untuk menggunakannya? Inilah dia.

Keamanan

Untuk menjamin keamaan saat berlangsungnya pembicaraan (chat), Telegram menggunakan protokol MTProto. Protokol MTProto tersebut tidak hanya menjamin keamanan, namun algoritmanya sudah teruji juga untuk menjamin pengiriman yang cepat dan bisa diandalkan meskipun kondisi koneksi internet kurang bagus. Algoritma protokol keamanan ini terus dikembangkan oleh Telegram bersama dengan komunitas open source untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Diagram enkripsi MTProto pada Telegram.

Telegram juga menyediakan fitur end-to-end encryption bagi pengguna yang menginginkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Hanya saja fitur ini tidak diaktifkan secara default. Pengguna yang ingin memanfaatkannya harus menggunakan bantuan secret chat.

Dengan menggunakan secret chat ini, tidak ada jejak pembicaraan yang tertinggal di server Telegram. Isi pembicaraan hanya bisa dilihat langsung pada gadget yang digunakan. Secret chat juga tidak membolehkan pesan diteruskan (forward) ke pihak lain dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya (self destruct). Hal ini mengingatkan kita pada film Mission Impossible yang tokohnya hampir selalu menerima pesan yang akan hancur sendiri setelah beberapa waktu tertentu.

Saat fitur self destruct diaktifkan, pesan akan hilang setelah sekian waktu tertentu sesuai dengan yang diinginkan oleh pengirim. Pesan tersebut juga akan hilang baik di perangkat penerima maupun pengirim. Bila pesan tersebut berupa gambar dan waktu self destruct relatif pendek (kurang dari satu menit), gambar hanya akan muncul bila ditekan dengan jari. Bila ada pihak yang nekat mengambil screenshot layar, baik penerima maupun pengirim pesan akan mendapatkan notifikasi.

Pihak Telegram mengklaim bahwa fitur enkripsi mereka hampir mustahil ditembus. Salah satu buktinya adalah, mereka mengadakan sayembara berhadiah 300 ribu dolar bagi siapa pun yang berhasil membobol enkripsi Telegram. Ternyata hingga saat ini belum ada yang bisa mengklaim hadiah tersebut.

Langkah Telegram yang menyediakan fitur end-to-end encryption ini lantas banyak diikuti oleh aplikasi pesan singat lain. Salah satunya adalah WhatsApp yang belum lama ini menerapkannya. WhatsApp malahan menerapkan fitur end-to-end encryption ini untuk semua percakapannya.

Mengapa Telegram tidak mengaktifkan fitur end-to-end encryption untuk semua percakapan? Ternyata mereka memiliki alasan tersendiri.

Meskipun tidak mengaktifkan secret chat, Telegram menjamin isi percakapan tetap terenkripsi dan tersimpan dalam cloud server Telegram yang juga dalam keadaan terenkripsi. Dengan menyimpannya di dalam cloud server Telegram, riwayat (history) percakapan mudah dilacak kembali dari perangkat apapun menggunakan fasilitas pencarian. Pada banyak kasus, pengguna memang menginginkan hal yang seperti ini.

Satu Akun Banyak Perangkat

Pada paragraf terakhir bagian sebelumnya, Anda akan menemukan kata “perangkat apapun”. Itu menunjukkan bahwa aplikasi Telegram tersedia pada banyak platform, mulai dari Android, iPhone, Windows Phone, bahkan komputer desktop. Pada komputer desktop sendiri, Telegram juga tersedia untuk sistem operasi Windows, Linux, dan OS X. Bahkan tersedia juga web client Telegram.

Makna lainnya adalah, Anda bisa menggunakan beberapa perangkat untuk melayani satu akun Telegram yang Anda miliki. Hebatnya, seluruh perangkat/device yang melayani satu akun tersebut akan selalu sinkron namun tidak tergantung satu sama lain. Anda tetap dapat menggunakan Telegram di komputer desktop saat ponsel Anda sedang mati karena baterainya diisi ulang. Nanti saat ponsel dinyalakan kembali, isi percakapan Telegram akan langsung tersinkronisasi dengan isi percakapan Telegram di komputer.

Channel, Group, dan Supergroup

Untuk percakapan yang melibatkan banyak orang, Telegram memiliki tiga fitur, yaitu Channel, Group, dan Supergroup.

Channel merupakan alat untuk melakukan broadcast terhadap banyak orang, khususnya yang merupakan anggota channel. Broadcast ini sifatnya searah, jadi anggota Channel tidak dapat menanggapi. Sifatnya lebih berupa pengumuman. Jumlah anggota Channel boleh dibilang tak terbatas.

Group merupakan kumpulan sekelompok orang yang dapat saling melakukan percakapan melalui Telegram. Jumlah anggota group maksimal adalah dua ratus orang. Setiap anggota Group secara default memiliki kemampuan untuk mengundang orang masuk ke dalam Group serta mengubah foto dan nama Group.

Tetapi jika hal tersebut dianggap berpotensi menimbulkan kekacauan di dalam Group, Telegram juga menawarkan fitur admin. Dengan mengangkat satu atau beberapa orang menjadi admin, diharapkan pengelolaan Group menjadi lebih baik.

Lebih jauh lagi, terdapat fitur Restricted Mode. Jika mode ini diaktifkan, hanya admin saja yang dapat mengundang orang serta mengubah foto dan nama Group. Admin juga memiliki kuasa untuk mengeluarkan anggota dari Group.

Pada awalnya, batasan dua ratus orang dalam satu Group merupakan yang terbanyak di antara aplikasi sejenis. Namun sekarang, sudah ada beberapa aplikasi lain yang mengizinkan jumlah anggota Group sebanyak lebih dari dua ratus orang.

Telegram kemudian menawarkan sesuatu yang lebih maju lagi, yaitu Supergroup. Jika dianggap angka dua ratus tersebut masih terlalu kecil, Group dapat di-upgrade menjadi Supergroup yang mampu menampung 10 ribu anggota! Pengguna diharapkan menggunakan fasilitas upgrade ini secara bijak karena sifatnya tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan ke Group biasa.

Contoh sticker pada Telegram.

Sticker

Untuk menyatakan emosi di dalam percakapan, selain menggunakan emoji, Telegram juga mendukung penggunaan sticker. Bahkan pengguna juga dapat membuat sticker sendiri dan kemudian menambahkannya ke dalam Telegram untuk melengkapi sticker yang telah ada.

Bot

Interaksi yang dapat dilakukan dengan Telegram bukan hanya ke sesama manusia tetapi juga ke peranti lunak yang disebut dengan bot. Bot memiliki akun Telegram layaknya pengguna biasa namun sepenuhnya dikendalikan oleh peranti lunak.

Ada bermacam-macam bot yang dibuat oleh pengembang, ada yang berfungsi sebagai pencari informasi, pengingat, dan ada pula yang hadir dalam bentuk game. Bot tertentu juga memiliki kecerdasan artifisial sehingga bisa diajak mengobrol, meski kadang tidak nyambung juga.

Bahkan nantinya, bakal ada bot yang bisa diintegrasikan dengan layanan tertentu di internet. Bukan tak mungkin suatu ketika nanti Anda melakukan negosiasi dengan rekan bisnis sekaligus melakukan transaksi pembayaran melalui Telegram karena ada bot yang terintegrasi dengan internet banking.

Comments

comments