Profil Liu Qiangdong: Pendiri Raksasa E-Commerce Tiongkok yang Rendah Hati

Liu Qiangdong: Pendiri Raksasa E-Commerce Tiongkok yang Rendah Hati

Liu Qiangdong (Pendiri dan CEO, JD.com). [Foto: scmp.com]

Adalah hal yang luar biasa bila rapat pimpinan perusahaan besar sampai dihadiri oleh salah satu pelanggannya. Bahkan rapat tersebut sampai harus terlambat dimulai karena sang pelanggan ternyata datang untuk mengeluhkan layanan kurang memuaskan yang dialaminya.

Padahal masalah yang dikeluhkan oleh pelanggan tersebut tergolong sepele. Dia memesan es krim yang dijual secara online oleh perusahaan tersebut dan ketika es krim tiba, kekhawatirannya terbukti karena es krim tersebut sudah sedikit meleleh.

Agenda rapat tersebut kemudian berubah menjadi pembahasan tentang cara pengiriman es krim yang tepat agar saat tiba ke pelanggan, es krim tersebut masih beku dan dengan demikian tidak mengecewakan sang pelanggan.

Cerita di atas bukanlah cerita fiksi karena benar-benar terjadi pada rapat eksekutif perusahaan JD.com, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Dan siapakah pelanggan yang sampai berani-beraninya mengganggu rapat petinggi JD.com yang pastinya tertutup bagi mereka yang tidak berkepentingan? Ternyata orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah Liu Qiangdong alias Richard Liu, Pendiri sekaligus CEO JD.com.

Bagaimana ceritanya hingga Liu bisa menjadi pelanggan di perusahaan miliknya sendiri? Ternyata Liu memiliki prinsip bahwa untuk mengontrol kualitas layanan perusahaan, dia harus menjadi pelanggan bagi perusahaannya sendiri, bahkan pelanggan setia.

Dalam sebuah wawancara kepada Forbes Asia, Liu menyatakan bahwa sebagai seorang CEO perusahaan e-commerce yang selalu mengatakan bahwa pelanggan harus diutamakan, terlebih dahulu Anda harus menjadi pelanggan paling setia dan merasakan sendiri bagaimana layanan perusahaan Anda dari waktu ke waktu. “Jika tidak, bisa jadi nilai-nilai perusahaan hanya akan dianggap slogan kosong dalam bentuk kata mutiara yang digantung di dinding,” ujarnya.

Bagi Liu, kejadian di atas sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa karena setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk memesan satu atau dua item barang dari toko online miliknya sendiri untuk memeriksa kelayakan pengirimannya.

Dalam rapat perusahaan yang akhirnya membahas tentang pengiriman es krim tersebut, Liu mengatakan kepada jajaran pimpinan JD.com bahwa dia akan menunda perluasan bisnis kelontong di JD.com sampai masalah pengiriman benar-benar teratasi. Khusus untuk masalah pengiriman es krim tersebut, akhirnya diputuskan bahwa JD.com akan menambahkan ice pack lebih banyak lagi ke dalam container untuk menjaga suhu tetap rendah.

Manajer strategi perusahaan, Laura Xiong (yang baru saja bergabung dengan JD.com beberapa bulan sebelumnya setelah 23 tahun bekerja di Procter & Gamble) mengaku sangat terkejut dengan “ulah” boss barunya itu. “Dia adalah seorang yang sangat perfeksionis dan begitu memperhatikan hal-hal kecil,” imbuhnya memuji Liu Qiangdong.

Anak Pebisnis

Liu Qiangdong alias Richard Liu lahir pada tanggal 14 Februari 1974 di daerah Suqian, Provinsi Jiangsu, China. Orang tuanya memiliki usaha pengiriman batu bara dari bagian utara Tiongkok ke Selatan. Jadi jelaslah dari mana asalnya darah bisnis yang mengalir di tubuh Liu.

Semasa mudanya, Liu tertarik akan politik. Ketertarikannya akan politik tersebut membawanya berkuliah di Departemen Sosiologi, Universitas Renmin (dahulu bernama Universitas Rakyat Tiongkok atau People’s University of China). Alasan Liu memilih universitas tersebut adalah karena adanya koneksi yang kuat ke elit politik di Tiongkok.

Dalam perjalanan studinya, Liu menyadari bahwa dengan meraih sarjana sosiologi, masa depannya tidaklah begitu terjamin. Karena itu, di sela-sela waktu luangnya, Liu belajar pemrograman komputer dan berbekal keterampilan pemrogramannya tersebut, Liu berhasil mendapatkan penghasilan tambahan. Berbekal penghasilannya sebagai seorang programmer ditambah modal dari keluarganya, Liu membuka sebuah restoran. Namun sayangnya, usahanya ini hanya bertahan selama beberapa bulan saja.

Ketika akhirnya lulus dan menjadi sarjana di tahun 1996, Liu melanjutnya studinya ke China Europe International Business School dan mendalami ilmu bisnis. Pada saat bersamaan, Liu juga bekerja di Japan Life, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk kesehatan. Di Japan Life, Liu bekerja sebagai direktur komputer, direktur bisnis, dan supervisor logistik.

Membuka Usaha Sendiri

Pada tahun 1998, tepatnya di bulan Juni, Liu memutuskan untuk membuka usaha sendiri yang dinamainya Jingdong. Lokasinya adalah di Zhongguancun High-tech Industrial Park, Beijing. Bentuk usahanya adalah distributor alat-alat optik-magnetik.

Kali ini usahanya cukup berhasil. Terbukti, hingga tahun 2003, Liu berhasil membuka dua belas cabang di berbagai daerah. Namun lagi-lagi ujian menerpa usaha Liu. Pada tahun 2003, penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome atau Sindrom Pernapasan Akut Berat) mewabah di China dan menyebabkan banyak orang tidak bisa bekerja, entah karena dirawat di rumah sakit atau karena terpaksa bertahan di rumah supaya tidak tertular.

Namun Liu tidak menyerah dan terus memikirkan jalan keluar bagi kelangsungan usahanya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengganti model bisnisnya yang masih konvensional ke model bisnis online. Di tahun 2004, toko online-nya mulai beroperasi. Pada akhir tahun yang sama, secara resmi berdirilah JD.com. Huruf JD pada nama domain JD.com merupakan singkatan dari Jingdong. Pada tahun 2005, Liu menutup seluruh toko fisik yang masih dimilikinya dan benar-benar berfokus ke bisnis e-commerce.

Jingdong berkembang cukup pesat hingga menjadi salah satu perusahaan e-commerce terbesar di China. Pada bulan Januari 2014, Liu mendaftarkannya untuk go public. Saat IPO JD.com pada tanggal 22 Mei 2014, nilai sahamnya meroket sebesar lima belas persen.

Keteguhan hati Liu untuk “memanjakan” konsumen, sebagaimana telah disinggung di awal tulisan ini, ternyata memakan ongkos yang cukup mahal. Untuk kota-kota besar, Liu bahkan menjanjikan barang yang dibeli akan dikirimkan pada hari yang sama jika pemesanan dilakukan sebelum pukul 11.00. Itu berarti Liu harus banyak berinvestasi pada pembuatan gudang yang besar serta jumlah kurir yang banyak. Akibatnya, pada tahun pertama setelah IPO, JD.com belum mendapatkan keuntungan, malahan mengalami kerugian hingga $1,4 miliar dan nilai sahamnya anjlok sebesar dua puluh persen.

Namun Liu berhasil meyakinkan para investor bahwa badai akan segera berlalu dan JD.com pasti akan segera menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Keyakinan Liu ternyata terbukti karena pelan tapi pasti kinerja keuangan JD.com makin membaik dan kini telah menjadi salah satu yang terbesar di Tiongkok, bersaing ketat dengan Alibaba. Dalam beberapa aspek, JD.com malahan menjadi favorit pelanggannya berkat kebijakan yang dicanangkan oleh Liu. Setelah makin mantap di negeri sendiri, JD.com kini mulai melebarkan sayap ke beberapa negara, termasuk di antaranya Indonesia melalui situs dengan domain JD.id.

Tetap Sederhana

Kesuksesan Jingdong membawa Liu menjadi orang terkaya ke-16 di Tiongkok. Meski demikian, Liu tetap rendah hati.

Dalam kesehariannya, Liu tetap berpakaian sederhana. Bahkan untuk acara yang relatif penting seperti wawancara dengan wartawan, Liu hanya mengenakan kemeja kasual dan jelana panjang kain biasa. Warna favoritnya adalah kemeja biru terang dan celana panjang coklat. Bahkan ID perusahaan juga terkalung di lehernya, seolah dia hanyalah karyawan biasa.

Liu Qiangdong dan istrinya, Zhang Zetian.

Popularitas Liu ternyata tidak hanya bergaung di kalangan pengusaha saja karena dia juga menjadi selebriti internet, khususnya di media sosial. Pasalnya, dia menikahi seorang gadis yang sangat populer di Weibo, media sosial Tiongkok pengganti Twitter.

Gadis tersebut bernama Zhang Zetian yang terkenal sebagai “Sister Milk Tea” di Weibo. Apalagi usia mereka berdua terpaut sembilan belas tahun, sehingga makin hebohlah kalangan netizen Tiongkok.

Sebelum menikah dengan Zhang Zetian, Liu telah mengalami dua kali kegagalan cinta. Cinta pertama Liu adalah sesama mahasiswa Universitas Rakyat Tiongkok, yaitu Gong Xiaojing. Kombinasi nama Gong Xiaojing dan Liu Qiangdong inilah yang menginspirasi nama Jingdong. Sayangnya, mereka berdua berbeda prinsip dalam menjalankan usaha dan akhirnya berpisah. Liu tetap melanjutkan usahanya, sedangkan Gong menjadi pegawai pemerintah.

Cinta kedua Liu adalah seorang staf senior di JD.com, yaitu Zhuang Jia. Liu dan Zhuang Jia sebenarnya tidak membuka status relasi mereka ke publik. Namun status mereka berdua akhirnya “bocor” ketika tak sengaja mereka mengunggah foto tomat di Weibo dalam selisih waktu sebelas menit saja. Follower keduanya menduga itu tomat yang sama dan berada di kebun rumah Liu.

Mereka akhirnya terpaksa mengaku telah menjalin relasi selama tiga tahun. Sayangnya, tak lama kemudian Zhuang meninggalkan JD.com sekaligus berpisah dengan Liu, tanpa meninggalkan penjelasan bagi publik.

Comments

comments