Profil Pavel Durov: Lahirkan Telegram Akibat Tekanan Pemerintah

Pavel Durov: Lahirkan Telegram Akibat Tekanan Pemerintah

Pavel Durov, sang pendiri Telegram.

Telegram, sebuah kata yang bisa memiliki banyak makna, tergantung pada tahun kelahiran orang yang mendengarnya.

Bagi yang lahir pada tahun 1960-an hingga 1970-an, tentu akan mengenal telegram sebagai sebuah surat singkat dan kilat, yang umumnya digunakan untuk memberi kabar yang penting dan mendesak. Bagi yang lahir di dekade 1980-an hingga awal 1990-an bisa jadi justru tak mengenal sama sekali apa itu telegram, kecuali melalui pelajaran sejarah.

Dan kini, generasi Z (ungkapan yang menyatakan generasi yang lahir tahun 1998 hingga 2010-an) lebih mengenal telegram sebagai sebuah aplikasi messenger.

Memang, dibandingkan dengan aplikasi sejenis, Telegram belum terlalu populer. Namun tampaknya tinggal menunggu waktu saja bagi Telegram untuk menunjukkan taringnya. Dan generasi Z ini mungkin bakal sama sekali tidak pernah mendengar kata telegram jika tidak ada Pavel Durov.

Belajar Filologi

Pavel Durov adalah pendiri Telegram, sebuah perusahaan bernama sama dengan aplikasi yang dikembangkannya. Lebih tepatnya, perusahaan itu bernama Telegram Messenger LLP dan berpusat di Berlin, Jerman.

Pavel Durov lahir di St. Petersburg (dulu bernama Leningrad), Rusia, pada tanggal 10 Oktober 1984, namun menghabiskan masa kecilnya di Italia, tepatnya di kota Turin. Ia hijrah ke Italia mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai seorang dosen di bidang ilmu sejarah bahasa.

Meskipun kota Turin terkenal dengan industri mobil FIAT serta ingar-bingar sepakbola, Durov tidak dikenal memiliki minat yang kuat di kedua hal tersebut. Justru dia memilih untuk menjadi programmer. Itu pun pada awalnya juga bukan pilihan utamanya.

Setelah menjalani pendidikan dasar di Turin, Durov pulang ke St. Petersburg dan berkuliah di Academy Gymnasium. Durov sepertinya mengidolakan ayahnya hingga ketika pulang ke tanah air, ia pun mengikuti jejak ayahnya dengan belajar di departemen filologi.

Di sela-sela kuliah, Durov menemukan minat baru di dunia pemrograman dan mulai mempelajarinya tanpa harus mengesampingkan ilmu sejarah bahasa yang sedang dituntutnya. Bahkan salah satu aplikasi pertama yang dikembangkannya setelah cukup menguasai pemrograman adalah aplikasi perpustakaan online.

Teman-teman Durov menyambut gembira aplikasi perpustakaan online tersebut karena memudahkan mereka berbagi buku dan catatan. Tidak membutuhkan waktu lama, aplikasi perpustakaan online buatan Durov itu populer di seantero kampus.

Jaringan Sosial Kampus

Segenap civitas academica universitas negeri di St. Petersburg itu bahkan kemudian mendorong Durov untuk mengembangkan dan mengelola aplikasi forum universitas.

Selama menangani forum universitas tersebut, pengetahuan dan skill pemrograman Durov maju pesat hingga akhirnya dia menyusun konsep jaringan sosial untuk mahasiswa. Namun untuk sementara waktu, konsep ini belum bisa diwujudkan karena kurangnya dana dan sumber daya untuk membangunnya.

Pada tahun 2006, koran Delovoy Peterburg (St. Petersburg Business) menulis artikel tentang forum universitas dan nama Durov disebut-sebut di artikel tersebut. Kemungkinan besar, artikel tersebut juga menyinggung tentang pemikiran Durov akan konsep jaringan sosial mahasiswa.

Terbukti, ketika teman lama Durov yang saat itu tinggal di Amerika Serikat, Vyacheslav Mirilashvili membacanya, dia langsung tertarik dan berusaha keras mengontak Durov.

Usaha Mirilashvili tidak sia-sia dan dia berhasil menemukan Durov. Keduanya membahas konsep jaringan sosial mahasiswa tersebut dan meyakini bahwa jaringan itu bakal menjadi alat yang tepat untuk mencari teman lama, yaitu teman saat bersekolah dulu bahkan teman masa kecil yang sudah tak diketahui lagi rimbanya.

Sedikit banyak, Mirilashvili terinspirasi oleh Facebook yang saat itu juga mulai populer di Amerika Serikat.

Ketika konsep jaringan sosial mahasiswa tersebut mulai membumi, keduanya segera membangun aplikasinya dengan didanai oleh ayah Mirilashvili. Aplikasi jaringan sosial mahasiswa tersebut diberi nama VKontakte dan pada bulan September 2006, VKontakte memasuki tahap beta testing.

Pada bulan Oktober 2006, mereka mendaftarkan nama domain vkontakte.ru untuk digunakan sebagai alamat URL aplikasi VKontakte. Secara resmi, VKontakte diluncurkan pada tanggal 10 Oktober 2006, tepat pada ulang tahun ke-22 Pavel Durov.

Pada awalnya, pengguna hanya dapat melakukan registrasi melalui jalur undangan, itu pun hanya terbatas pada mahasiswa di kampus Durov. Namun secara tidak disangka, popularitas aplikasi ini melesat tajam dan diminati bukan saja oleh mahasiswa, namun juga saudara, orang tua, bahkan kakek nenek mereka. Oleh karena itu pada bulan November 2006, hanya sebulan setelah diluncurkan, pendaftaran VKontakte dibuka untuk umum.

Kurang daripada satu tahun, yaitu pada bulan Februari 2007, VKontakte telah memiliki 100 ribu pengguna dan pada bulan Desember 2008 akhirnya berhasil melampaui kompetitornya, Odnoklassniki, menjadi media sosial paling populer di Rusia.

Pavel Durov, sang pendiri Telegram.

Diilhami Facebook

Durov mengakui bahwa VKontakte banyak terinspirasi oleh Facebook. Secara visual, terlihat sangat jelas kemiripan antara VKontakte dengan Facebook, termasuk kombinasi warna biru putih, tombol Like, dan model penulisan status serta komentar. Bahkan Durov sendiri dijuluki Mark Zuckerberg dari Rusia. Namun tentu saja ada VKontakte memiliki beberapa perbedaan dengan Facebook.

Jelas dari sisi cakupan lokasi dan popularitas, VKontakte berbeda daripada Facebook. Selain itu, perbedaan paling mencolok adalah pada cara mereka menangani hak cipta. Rusia memang memiliki hukum hak cipta, khususnya yang mengatur masalah pembajakan daring, namun relatif jarang dinyatakan ke publik.

Akibatnya pemahaman akan hal tersebut lemah dan pembajakan merajalela di Rusia, termasuk melalui VKontakte. Durov sendiri diketahui meyakini akan kebebasan dalam melakukan sharing (file) dan bahkan tidak berkeberatan dengan pembajakan.

Industri rekaman Amerika Serikat bahkan memberi cap kepada VKontakte sebagai distributor musik ilegal kedua terbesar dunia. Bukan itu saja, VKontakte bahkan akhirnya juga menjadi ajang percakapan politik bagi partai tertentu, termasuk juga para penentang kebijakan Rusia yang berasal dari Ukraina.

Sebagai pengelola VKontakte, Durov kerap ditekan oleh Pemerintah dan partai penguasa Rusia untuk memblokir dan memberikan data-data lawan politik mereka. Durov menolak dan bahkan terang-terangan melawan dengan memasang foto anjing yang menjulurkan lidahnya di akun VKontakte miliknya. Hal itu membuatnya sering berurusan dengan kepolisian meski tidak pernah berujung pada penahanan.

Berbagai tekanan tersebut membuatnya tak kerasan di tanah airnya sendiri dan membuatnya memutuskan untuk meninggalkan Rusia. Alasan yang dikemukakannya adalah, “saat ini, negara ini tidak cocok dengan model bisnis internet”.

Menekankan Privasi

Pengalaman tersebut menempanya menjadi orang yang sangat peduli pada privasi. Pada saat itu Durov menganggap semua aplikasi messenger yang tersedia buruk dalam hal privasi.

Karena itu, bersama dengan kakaknya, Nikolai Durov, dia mengembangkan aplikasi messenger yang menekankan sisi privasi. Terciptalah Telegram. Ya, Telegram memang menggunakan enkripsi tertentu sehingga percakapan antara dua pihak yang berkomunikasi hampir mustahil disadap.

Meski tujuannya baik, tetap saja Telegram tak luput dari cercaan. Karena demikian amannya, ditengarai ISIS menggunakan Telegram dalam melakukan koordinasi saat beraksi. Namun Durov mengatakan bahwa manfaat Telegram tetap lebih banyak daripada kerugiannya.

“Kemungkinan seseorang mati karena aksi teror jauh lebih kecil daripada kemungkinan mati karena kecelakaan,” kilah Durov. Toh Durov tidak tinggal diam dan memblokir 78 kanal di Telegram yang diduga berhubungan dengan ISIS.

Durov juga dianggap murah hati karena membiayai sendiri pengembangan Telegram dan tidak memungut biaya untuk penggunaannya. “Bila suatu saat kami mengalami kesulitan dana, mungkin saja kami akan mengundang pengguna Telegram untuk memberikan donasi. Tapi yang jelas, mencari keuntungan tidak akan pernah menjadi tujuan Telegram,” janji Durov.

Durov yang menyukai film Matrix (dan berpenampilan mirip Neo) ini memberi teladan kepada semua orang untuk menjadi orang yang mau bekerja keras dan tegas dalam memegang prinsip meskipun menghadapi banyak tekanan dan tantangan. Ia ingin menunjukkan bahwa semua hal tersebut mampu diubahnya menjadi motivasi untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.

Comments

comments