Arsip Harian: Aug 9, 2017

Virtus Showcase 2017 Bahas Topik Transformasi Digital dan Keamanan Siber

Virtus Showcase 2017.

Virtus Technology kembali menggelar konferensi dan pameran TI tahunan, Virtus Showcase 2017, yang tahun ini mengangkat tema “Reinventing Business in The Digital Age” di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (2/8).

Pagelaran yang kali ini menginjak tahun kelima membahas dua topik utama terkait transformasi digital dan keamanan siber.

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Iwan Djuniardi (Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan) yang mengisahkan transformasi layanan perpajakan untuk peningkatan kualitas layanan dan kepatuhan pajak serta Pratama Persadha (Ketua Communication and Information System Security Research Center (CISSReC)) yang memaparkan situasi keamanan siber terkini di Indonesia.

[BACA: Iwan Djuniardi: Mendorong Digital Governance di Dirjen Pajak]

Selain itu, dalam sesi diskusi panel yang dimoderatori Ken Ratri Iswari (CEO dan Founder, Geekhunter), empat pembicara dari berbagai latar industri membagikan success story maupun tantangan yang mereka alami selama proses transformasi digital berlangsung.

“Meskipun transformasi digital mulai ramai dibicarakan sejak 2012, transformasi ini tidak berjalan secepat yang diinginkan, terutama karena kerumitan proses dan besarnya nilai investasi. Melalui Virtus Showcase, profesional bisnis dapat belajar bagaimana menentukan strategi transformasi yang tepat, memilih teknologi pendukung, termasuk solusi keamanan yang mampu melindungi aset berharga dari potensi serangan cyber agar proses transformasi mereka berjalan aman,” jelas Christian Atmadjaja (Direktur Virtus).

Belanja Terbesar

Lembaga riset IDC memprediksi pengeluaran di seluruh dunia untuk teknologi yang menunjang transformasi digital akan meningkat 17,8% dari tahun 2016 menjadi US$1,2 triliun di tahun 2017.

Kategori teknologi yang menjadi belanja terbesar di transformasi digital pada tahun 2017 adalah layanan konektivitas, layanan TI, dan pengembangan aplikasi & penerapan. Sementara itu, kategori teknologi untuk transformasi digital yang memiliki pertumbuhan tercepat selama lima tahun ke depan adalah infrastruktur cloud (29,4% CAGR), layanan bisnis (22,0% CAGR), dan aplikasi (21,8% CAGR).

“Transformasi digital secara fundamental akan mengubah cara setiap perusahaan di semua industri dibangun, beroperasi, dan berinteraksi dengan para pelanggan mereka. Perusahaan di Indonesia harus melakukan transformasi TI dan kami memiliki portofolio solusi lengkap untuk membantu perjalanan transformasi digital mereka,” ujar Catherine Lian (Managing Director, Dell EMC Indonesia)

“Keamanan informasi menentukan keberhasilan transformasi digital. Tanpa sistem yang aman, strategi transformasi sebaik apapun dapat runtuh seketika. Melalui pemilihan solusi keamanan yang tepat dan perubahan perilaku bekerja karyawan ke arah yang lebih aman dapat melindungi perusahaan dari berbagai ancaman, termasuk ransomware,” jelas Dhany Kurniawan (Country Manager, Check Point Indonesia).

Virtus Showcase 2017 didukung oleh berbagai vendor TI terkemuka, seperti Dell EMC, Check Point, Hewlett Packard Enterprise, Quest, Riverbed, Ruckus, Google Enterprise, dan Red Hat.

Taiwan Excellence Pamerkan Solusi-solusi IoT Canggih di Indonesia

Biro Perdagangan Luar Negeri dan Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan (Taiwan External Trade Development Council–TAITRA) menggelar Taiwan Excellence Campaign 2017 di Hotel JW Marriot, Jakarta pada 7-8 Agustus 2017.

Taiwan Excellence Campaign 2017 bertujuan untuk memperkenalkan solusi IoT mereka kepada pembeli, perusahaan dan pihak pemerintah Indonesia yang memiliki persyaratan aplikasi IoT dan dihadiri perusahaan ternama asal Taiwan itu yaitu Acer, Advantech, Bionime, Edimax, Marson, dan PX.

Dimas Setyo (Presales Manager Acer Indonesia) mengatakan Acer Cloud Professor mengintegrasikan semua perangkat keras dan perangkat lunak.

“Dengan menggunakan teknologi Acer’s Exclusive Cloud, kami memandu Anda langkah demi langkah melalui aplikasi praktis dari cloud,” katanya dalam siaran persnya, Rabu.

Selain itu, Acer juga memperkenalkan monitor Acer Air yang dapat membantu orang-orang memonitor kualitas udara dalam ruangan dan menekankan pentingnya kualitas udara dalam ruangan.

Sementara itu Advantech mempresentasikan Process Visualization Solution. Advantech fokus pada intelligent healthcare, intelligent retail, dan intelligent logistics. Advantech juga mengusung enam mesin pertumbuhan (growth engines) yang akan mendorong masa depan Layanan IoT.

Kemudian ada, perusahaan Edimax AirBox yaitu detektor kualitas udara cerdas dengan sensor PM2.5, Temperature dan Humidity. Detektor itu terhubung ke jaringan awan 24/7 yang terbukti dan canggih sehingga Anda dapat memeriksa data kapan saja dan di mana saja.  Fungsi Push-Notification (pesan pendek) membuat Anda segera mendapatkan peringatan saat partikel debu pada tingkat tingkat PM2.5, dan kelembabannya berbahaya.

Perusahaan Marson mengkhususkan diri dalam merancang dan membuat perangkat barcode. Marson pun menampilkan sebuah barcode scanner tanpa kabel serta memiliki tombol scanner.

Taiwan Excellence Campaign tahun ini mencakup banyak kegiatan untuk berdialog dan bersosialisasi dengan konsumen di Indonesia. Selain acara IoT Business Platform, Anda juga bisa bertemu Taiwan Excellence di Mal Kelapa Gading pada akhir bulan Agustus 2017, Communic Exhibition pada bulan Oktober, di Mal Tujungan Plaza, Surabaya pada November, dan di Mal Neo Soho mulai dari sekarang hingga akhir 2017.

Selain itu, Anda juga bisa bergabung dengan 270.000 penggemar di Facebook fan page Taiwan Excellence.

Oracle Cloud at Customer Kini Layani Solusi Hybrid Cloud untuk PaaS dan SaaS

Oracle memperluas solusi hybrid cloud-nya, Oracle Cloud at Customer, dengan menyediakan layanan Oracle PaaS dan SaaS, menyusul layanan Oracle IaaS yang diberikan sejak tahun lalu.

“Oracle Cloud at Customer menjawab tantangan besar dalam adopsi cloud dan mengubahnya menjadi sebuah peluang. Caranya adalah dengan memberikan kebebasan pada pelanggan untuk memilih lokasi layanan cloud mereka,” kata Thomas Kurian (President, Product Development, Oracle) dalam rilis pers.

“Kami menyediakan layanan unik, di mana pelanggan dapat memanfaatkan layanan Oracle Cloud, termasuk SaaS, PaaS, dan IaaS, baik di premise mereka maupun di cloud. Pelanggan mendapatkan manfaat Oracle cloud, di pusat data mereka sendiri dan semuanya diatur dan didukung oleh Oracle,” lanjut Thomas.

[BACA: Ambisi Mendorong Implementasi Oracle Cloud di Indonesia]

Pada awalnya, Oracle Cloud at Customer hanya meliputi platform infrastruktur cloud modern berbasis perangkat keras Oracle, software-defined storage dan networking, serta abstraksi IaaS kelas terbaik. Namun, berdasarkan permintaan pelanggan yang meningkat, Oracle terus memperluas layanan yang tersedia.

Pelanggan kini memiliki akses ke semua kategori PaaS utama dari Oracle, termasuk Database Application Development, Analytics, Big Data, Application dan Data Integration, serta Identity Management.

Layanan-layanan tersebut memanfaatkan peningkatan spesifik yang ditambahkan ke platform Oracle Cloud at Customer, seperti server dengan CPU yang lebih cepat dan flash storage berbasis NVMe, serta all-flash block storage untuk memberikan performa yang lebih baik di beban kerja perusahaan.

Selain itu, tersedia juga pelanggan juga dapat mengonsumsi layanan Oracle SaaS, seperti Enterprise Resource Planning, Human Capital Management, Customer Relationship Management, dan Supply Chain Management di data center mereka sendiri. Aplikasi modern itu membantu mengungkap nilai bisnis dan meningkatkan performa karena pegawai bisa lebih terinformasi, terhubung, produktif, dan terlibat.

Turut tersedia adalah Oracle Big Data Cloud Machine, sistem teroptimalkan berbekal Hadoop kelas produksi dan platform Spark dengan kekuatan noda khusus serta fleksibilitas dan kesederhanaan layanan cloud. Perusahaan kini bisa mengakses Hadoop, Spark, dan alat analitik dengan model langganan yang sederhana secara on-premise.

Sebagian besar perusahaan telah mengadopsi pilihan baru ini untuk memodernisasi operasional utama mereka dan mendapatkan manfaat dari kecepatan inovasi di Oracle SaaS, tanpa perlu memindahkan data aplikasi sensitif ke luar data center mereka.

Saat ini, sudah ada banyak perusahaan besar di enam benua dan lebih dari 30 negara yang mengadopsi solusi Oracle Cloud at Customer, termasuk AT&T dan Bank of America.

Go-Jek Gelar Kontes Video Pendek Kedua Kalinya, Beri Hadiah Total Rp800 Juta Rupiah

Dewan Juri Kontes Video Pendek Go-Video dari Go-Jek.

Go-Jek kembali menggelar kontes video pendek Go-Video untuk kedua kalinya, mengikuti kesuksesan kontes serupa tahun lalu.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Go-Jek mengusung tema #HidupTanpaBatas untuk kompetisi Go-Video. Para peserta diharapkan bisa para peserta diharapkan bisa membuat video-video yang mencerminkan layanan-layanan Go-Jek dalam membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan menikmati momen-momen penting dalam keseharian mereka.

“Go-Jek sekarang bukan lagi mengenai layanan transportasi. Kami telah berkembang menjadi sebuah platform layanan on-demand yang menawarkan berbagai solusi permasalahan sehari-hari,” tutur Piotr Jakubowski (Chief Marketing Officer, Go-Jek).

Kontes Go-Video ke-2 digelar mulai tanggal 2 Agustus hingga 30 September 2017. Go-Jek menyiapkan hadiah total Rp800 juta bagi para pemenang, naik dua kali lipat dari hadiah tahun lalu.

Ada lima kategori video yang dilombakan, yaitu kategori film pendek (drama/action/thriller) dengan hadiah Rp100 juta, kategori video musik berhadiah Rp100 juta, kategori dokumenter berhadiah Rp100 juta, kategori komedi berhadiah Rp100 juta, serta kategori animasi dengan hadiah Rp100 juta.

Hadiah terbesar, Rp300 juta, akan diberikan untuk video terbaik (best picture) ditambah penghargaan khusus bagi juara favorit untuk pelajar/mahasiswa berupa kamera video.

Seluruh hasil karya peserta akan dinilai oleh tujuh orang juri yang mumpuni di bidang perfilman dan industri kreatif. Ketujuh orang juri tersebut adalah Riri Riza, Chelsea Islan, Reza Rahadian, Mira Lesmana, Anggy Umbara, Michaelangelo Moran, dan Piotr Jakubowski.

Menurut Anggy Umbara (Anggota Dewan Juri Go-Video), kriteria penilaian dari setiap kategori akan berbeda, tetapi yang penting harus orisinal dan kreatif. Selain itu, teknik gambar serta alur cerita juga menjadi kriteria penilaian tersendiri.

Guna mengikuti kompetisi Go-Video, para calon peserta dapat mengunggah videonya ke YouTube, kemudian tautan video tersebut dapat diunggah ke microsite www.go-jek.com/go-video. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2017 di Jakarta.

Telkomtelstra Jadi Penyedia Azure Stack Pertama di Indonesia

Telkomtelstra menahbiskan diri sebagai penyedia solusi TI pertama di Indonesia yang memboyong Azure Stack, solusi hybrid cloud dari Microsoft, ke Indonesia.

Azure Stack pertama kali dirilis oleh Microsoft pada acara Inspire 2017 di New York, AS, Juli lalu. Solusi hybrid cloud ini memungkinkan pelanggan menempatkan sumber daya Azure cloud milik Microsoft di dalam data center pribadinya (on-premise). Dengan begitu, pelanggan dapat menikmati kekuatan dan fleksibilitas cloud sambil tetap menjaga privasi, kerahasiaan data, dan kepatuhan terhadap regulasi penempatan data lokal.

“Telkomtelstra akan membawa hybrid cloud pertama di Indonesia yang didukung Microsoft dan di saat bersamaan memberi dukungan bisnis yang tepercaya dan inovatif. Sebagai tambahan, kami mengintegrasikan jasa lainnya untuk menciptakan cloud yang lebih baik, seperti aplikasi produktivitas bisnis, jaringan, jasa keamanan, dan jasa profesional,” ujar Erik Meijer (Presiden Direktur, Telkomtelstra).

Untuk memberikan gambaran keuntungan menggunakan Azure Stack atau Azure Hybrid Cloud, Telkomtelstra menawarkan paket Proof of Concept (PoC) bagi pengguna untuk menggunakan Azure selama satu bulan tanpa biaya. Paket PoC memperlihatkan kinerja Azure Stack dan menstimulasikan bagaimana kinerja nyata dan dukungan managed service dari Telkomtelstra.

Menurut Tony Seno Hartono (National Technology Officer, Microsoft Indonesia), para pemimpin TI di Asia Pasifik tengah melakukan transformasi digital di organisasi mereka. Di saat yang bersamaan, mereka juga harus mengelola infrastruktur TI warisan terdahulu.

“Sebanyak 48% pemimpin TI lebih mengutamakan hybrid cloud dibandingkan public atau private cloud untuk perusahaan mereka dalam kurun waktu singkat ke depan,” tukas Tony.

Solusi Menyeluruh Azure Cloud

Kerja sama antara Telkomtelstra dan Microsoft Indonesia menawarkan solusi menyeluruh dari Azure Public Cloud kepada para pelanggan, seperti: Azure Back Up (server cadangan ke cloud yang simpel dan andal), Azure Apps Service (menciptakan aplikasi web untuk berbagai platform dan perangkat), Azure SQL Database (mengelola hubungan SQL Database-as-a-service), Azure VMs (menyediakan mesin virtual Windows dan Linux dalam sekejap), dan Azure Site Recovery (menyediakan proteksi dan pemulihan cloud pribadi).

Jasa-jasa tersebut kemudian dibagi menjadi dua yang terdiri dari Azure Public Managed Service dan Azure Public Service.

Azure Public Managed Service diperuntukkan bagi bisnis yang ingin memanfaatkan Microsoft Azure Public Cloud, didukung dengan jasa terkelola pada berbagai tingkat layanan, di mana Telkomtelstra akan membantu mendaftarkan pelanggannya.

Sementara itu, Azure Public Service diperuntukkan bagi bisnis yang hanya ingin membeli lisensi Azure Public Cloud. Dalam hal ini, Telkomtelstra akan mengonfigurasi portal Azure untuk memenuhi persyaratan jasa cloud pelanggan, kemudian menyediakan dan menyerahkan pelanggan di platform Azure sebelum pengambilalihan layanan.

Salah satu pelanggan Telkomtelstra yang sudah merasakan keuntungan dari penggunaan Azure Hybrid Cloud adalah PT Indo Karya Optima.

“Memiliki Microsoft Azure dengan Telkomtelstra sebagai web server dan database server kami merupakan pengalaman yang memuaskan. Langkah-langkah instalasi mudah dimengerti dan user friendly. Pengalaman uji coba satu bulan berjalan lancar seperti memiliki server on-premise tanpa hambatan bandwidth dan kecepatan. Secara keseluruhan, pelayanan Telkomtelstra sangat baik dan suportif, cepat tanggap, dan membantu,” papar Eric Hernawan (Direktur, PT Indo Karya Optima).

Kondisi Geografis Jadi Tantangan Smart City di Kabupaten Banyuasin

Penandatanganan masterplan smart city Kabupaten Banyuasin oleh Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA (Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin), disaksikan oleh (ki-ka) Ir. Firmansyah, Msc. (Sekda Banyuasin); Ir. SA Supriono, MM (Plt. Bupati Banyuasin); Ir. Herry Abdul Aziz, M.Eng (Staf Ahli Menkominfo Bidang Teknologi); dan Fitrah Rahmat Kautsar (Lead Consultant CitiAsia).

Kabupaten Banyuasin adalah wilayah yang punya kondisi geografis khusus, yakni perairan, semi perairan, dan daratan, sehingga Banyuasin punya tantangan lebih dibanding daerah lain untuk menerapkan program smart city. Namun, Banyuasin selalu siap melaksanakan tantangan ini demi kemajuan kabupaten.

Hal ini dinyatakan Ir. SA Supriono, MM (Plt. Bupati Banyuasin) ketika membuka acara Bimbingan Teknik (Bimtek) Smart City di Auditorium Kabupaten Banyuasin, Senin (7/8). Namun, ia mengajak seluruh jajarannya untuk maju bersama. “Mesti berani. Kalau tidak berani, kita tidak akan melangkah maju,” tukasnya.

Ir. Herry Abdul Aziz, M.Eng (Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi) yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa bukan tanpa alasan Kemkominfo memilih Banyuasin sebagai salah satu dari 25 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi pilot project penerapan Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia.

Alasan tersebut adalah sudah tersedianya infrastuktur teknologi yang memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan yang sudah siap, serta kebijakan yang telah diterapkan selama ini.

Menurut catatan InfoKomputer, berdasarkan wawancara dengan Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA (Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin), Banyuasin sudah mulai menerapkan beberapa hal yang tercakup dalam program Smart City, antara lain penerapan e-government, e-budgeting, perizinan online, dan sebagainya. Kabupaten ini juga sudah memilki jaringan fiber optik yang terintegrasi sejak tahun 2009.

Acara pembukaan Bimtek Smart City di Auditorium Kabupaten Banyuasin, Senin (7/8).

Di ruang kerjanya, dalam wawancara khusus dengan InfoKomputer, Ir. SA Supriono, MM (Plt. Bupati Banyuasin) mengatakan bahwa ia punya harapan besar dengan program smart city ini untuk menyejahterakan masyarakat Banyuasin.

Ia mencontohkan potensi Banyuasin, yakni bidang pertanian. “Hampir sebagai besar produksi beras Sumatera Selatan dihasilkan oleh petani Banyuasin. Namun karena kurangnya pemasaran dan branding, yang dapat nama malah tempat lain. Nantinya dengan smart city ini diharapkan bisa membantu petani memasarkan hasil produksinya,” ungkapnya.

Selain dihadiri Bupati dan Staf Ahli Menkominfo, acara pembukaan Bimtek Smart City ini juga dihadiri oleh Fitrah Rahmat Kautsar (Lead Consultant di CitiAsia Smart Center for Smart Nation), Dr. Ir. Firmansyah, Msc. (Sekda Banyuasin), dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Sesi pertama Bimtek Smart City di Kabupaten Banyuasin ini akan diadakan selama dua hari, tanggal 7 – 8 Agustus 2017, dan akan berlanjut hingga tiga bulan ke depan.

(Penulis: Rahma Yulianti)

Cara Bikin Paspor Lewat WhatsApp Tanpa Antre dan Bebas Calo

Ilustrasi Paspor Republik Indonesia

Salah satu penyebab orang malas bikin paspor adalah harus datang-datang pagi dan mengantre panjang menunggu panggilan. Belum lagi, banyak calo yang menawarkan jasa pembuatan paspor.

Karena itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan layanan antrean pembuatan paspor lewat aplikasi pesan WhatsApp di 26 kantor imigrasi yang memiliki pemohon paspor 150 perhari termasuk di Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Strategi itu juga menjadi langkah imigrasi Indonesia untuk mengatasi praktik percaloan dan memangkas antrean.

Herman Lukman (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor) mengatakan layanan pendaftaran paspor via WhatsApp merupakan inovasi dari Direktorat Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM dalam memberikan layanan kepada masyarakat terkait pengurusan administrasi keimigrasian.

“Perkembangan teknologi saat ini hampir semua masyarakat memiliki telepon seluler yang dilengkapi aplikasi seperti WhatsApp,” katanya seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Sementara itu M. Tamin Satiawan (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang) mengatakan jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang cukup tinggi. Setiap hari rata rata terdapat 250 pemohon.

“Kalau mendekati liburan bisa mencapai 400 pemohon dalam sehari dan itu kami layani semua sampai malam,” ucapnya.

Tamin mengatakan layanan antrean via WhatsApp itu juga membuat kantor layanan Imigrasi sepi karena tidak ada pemohon yang mengantre. Semua pemohon datang berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan layanan lewat WhatsApp, masyarakat yang ingin membuat paspor baru atau perpanjang paspor dapat mendaftarkan diri dengan cara mengirim pesan ke nomor WhatsApp.

Contohnya di Tangerang, masyarakat bisa mengirim pesan ke 08118119000 berisi #nama#tanggal lahir#tanggal layanan# ke nomor WhatsApp 08118119000. Contoh #JOJO#27061978#08082017 lalu kirim ke 08118119000.

Setelah mendaftarkan diri, Anda akan mendapatkan balasan dari imigrasi berupa nomor barcode sebagai kode booking. Nomor itu di-replay untuk selanjutnya pemohon mendapatkan nomor antrean, sekaligus jadwal untuk datang ke kantor Imigrasi.

“Tidak perlu menunggu lama-lama, cukup daftar dari rumah, datang sesuai jadwal yang dikirimkan,” ucapnya.

Pemohon wajib datang 30 menit sebelum jadwal yang telah ditentukan. Bila pemohon datang terlambat pada jadwal yang telah ditentukan kode booking akan hangus. Kantor Imigrasi masih melayani antrean pembuatan paspor secara manual khusus untuk orang tua dan anak-anak.

Bebas Bersyarat, Pahlawan WannaCry Dilarang Akses Internet

Marcus Hutchins

Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI) membebaskan bersyarat Marcus Hutchins setelah melewati serangkaian pemeriksaan. Namun, pembebasan itu ternyata hanya bersifat sementara selama menunggu putusan hukum pengadilan.

Sebelumnya, FBI menangkap Marcus Hutchins di Las Vegas, AS karena terbukti membuat malware Kronos yang menargetkan akun-akun bank dan mencuri data keuangannya.

Hutchins sendiri adalah seorang peneliti keamanan siber asal Inggris yang berhasil menemukan tool pembunuh virus WannaCry. Ia membendung program jahat itu di kamar tidurnya dan ikut membantu otoritas keamanan seperti FBI.

Malware WannaCry sendiri menginfeksi sekitar sejuta komputer di seluruh dunia dan tanpa adanya campur tangan Marcus bisa saja menyebar sampai ke 15 juta komputer. Tak heran, banyak yang memberikan julukan kepada Marcus sebagai pahlawan WannaCry.

Kayla Gieni (Juru Bicara Penjara) membenarkan kalau Marcus sudah keluar dari sana. Karena cuma bebas bersyarat, Marcus mendapatkan banyak larangan yaitu tidak boleh mengakses internet, tidak boleh membawa paspor dan selalu dimonitor dengan perangkat GPS kemana pun pun ia pergi.

Keluarga dan teman-temannya yakin Marcus tidak bersalah dan mereka mengumpulkan uang sebesar USD 30 ribu untuk menjamin kebebasannya.

“Kasus ini sangat problematis dan aneh karena pemerintah AS menahan seseorang yang berjasa menangkis serangan WannaCry dan menyelamatkan ribuan bahkan jutaan dolar,” kata Tor Ekeland (Pakar Hukum Siber) seperti dikutip The Telegraph.

Tantang Chrome, Firefox 55 Tawarkan Teknologi VR

Firefox akan menambahkan teknologi virtual reality (VR) ke dalam perambannya Firefox 55 sekaligus mengikuti peramban Google Chrome dan Microsoft Edge yang telah menambahkan fungsi VR berbasis website.

Firefox akan segera mengejar ketertinggalannya dari Google Chrome dan Microsoft Edge dalam hal dukungan terhadap VR seperti dikutip The Verge.

Teknologi VR Firefox berbasis web akan tersedia untuk pengguna Windows yang memakai HTC Vive atau Oculus Rift. Sebelumnya, dukungan itu sudah lama digarap oleh Mozilla dengan standardisasi bernama WebVR.

Fitur WebVR sendiri sudah tersedia dan bisa dicoba pada Firefox Nightly, versi pra-rilis browser Mozilla tetapi memiliki ketersediaan yang sangat terbatas di Servo.
Servo sendiri adalah mesin browser yang dibuat oleh pengembang perorangan dan disponsori oleh Mozilla.

Selain WebVR, Firefox 55 juga memiliki fitur Firefox Screenshot yang dapat menyimpan screenshot ke cloud secara otomatis dan menyimpannya ke clipboard. Screenshot yang sudah diambil itu akan tersimpan selama dua minggu kecuali penggunanya ingin menyimpannya lebih lama.

Tentu saja, teknologi VR Firefox masih kalah dibanding kompetitor terbesarnya Google Chrome. Google Chrome sudah mendukung penggunaan VR sejak Februari lalu dan menjadi browser yang paling mudah diakses platform VR.

Saat ini Google Chrome bisa dipakai untuk menikmati konten VR melalui HTC Vive, Oculus Rift dan tentu saja platform VR buatannya sendiri yaitu Cardboard dan Google Daydream.

IPO Cloudera di Bawah Tangan Dingin Tom Reilly

Tom Reilly (CEO, Cloudera). [Kredit: IDG Connect]
Setelah absen dalam dua tahun terakhir, perusahaan teknologi kini kembali melakukan initial public offering (IPO). Menyusul Snapchat yang telah melakukan IPO pada awal Maret lalu, Cloudera telah resmi melantai di bursa saham Nasdaq pada 28 April silam.

Dengan IPO, Cloudera mampu meraup modal dari publik hingga sebesar US$4,1 miliar. Mereka juga akan siap bersaing dengan perusahaan lainnya, seperti IBM, Oracle, Pivotal, Terada, dan MapR Technologies.

Pada hari penjualan perdana, saham Cloudera dibuka dengan harga US$15. Saat ini, harga tersebut berada di posisi US$17,30 dengan market cap sekitar US$2,27 miliar.

Masuknya Cloudera ke bursa saham dalam waktu kurang dari sepuluh tahun sejak pertama didirikan pada tahun 2008 adalah buah dari tangan dingin Tom Reilly, sang CEO yang menjabat mulai tahun 2013.

Visi Reilly

Tom Reilly adalah salah seorang dari sekian banyak pelaku teknologi informasi yang sangat optimistis dengan potensi Big Data di masa depan. Bagi Reilly, keterhubungan manusia dalam tingkatan sangat tinggi (hyperconnected) berkat adanya internet, baru terjadi dalam waktu 5 – 7 tahun belakangan.

“Keterhubungan itu menciptakan peluang yang luar biasa atau ancaman bagi perusahaan tradisional,“ kata Reilly sebagaimana dikutip dari Forbes pada April tahun lalu.

Reilly menambahkan, jikalau ingin mentransformasi bisnisnya dalam dunia yang saling terhubung seperti sekarang, perusahaan harus siap menerima dan menerapkan banyak ide baru.

Ia mencontohkan, di masa depan, perusahaan pembuat mobil yang tidak menambahkan fitur koneksi internet pada produknya mencerminkan sebuah langkah mundur. “Jadi, perusahaan pembuat mobil akan berubah menjadi perusahaan manajemen data,” tegas Reilly yang pernah sebagai pejabat tinggi di IBM itu.

Keterhubungan itu dipandang oleh Reilly memunculkan beragam masalah yang tidak sederhana dan dalam jumlah besar. Ia mencontohkan, kajian tentang pelanggan (customer insight), termasuk produk barang dan jasa, yang ditopang oleh analisis data akan memperkecil risiko bisnis.

“Industri seperti itulah yang menjadi sasaran kami. Perusahaan tidak mungkin mengandalkan solusi lawas untuk berbagai masalah baru dewasa ini, karena sudah melibatkan seperangkat data yang kompleks. Di situlah peranti lunak Hadoop berperan sangat besar,” kata Reilly yang mengklaim ada sekitar 20 ribu perusahaan di seluruh dunia yang memanfaatkan jasa Cloudera.

Inovatif dengan Hadoop

Cloudera adalah perusahaan spesialis Big Data yang memanfaatkan peranti lunak open source, Hadoop, yang dikembangkan Apache sejak 2011. Hadoop membantu pengguna untuk menangani berbagai data berukuran masif, menganalisisnya, dan menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan secara real time.

Ditambah fitur library pada Hadoop, proses distribusi data besar antarkomputer dimungkinkan berlangsung lebih cepat dan efisien. Semua dilakukan menggunakan model pemrograman yang sederhana, dengan skalabilitas hampir tak terbatas.

Cloudera adalah pengembang pertama yang menawarkan Hadoop dalam bentuk paket produk. Cloudera CDH (yang memuat semua komponen open source) misalnya adalah distro Hadoop yang sangat populer. Terkenal cepat berinovasi pada inti program Hadoop, Cloudera tercatat sebagai perusahaan pertama yang menawarkan SQL di dalam Hadoop, lengkap dengan query engine Impala. Cloudera juga mengizinkan pengguna untuk mengintegrasikan antarmuka dan sistem keamanan Hadoop dengan aplikasi third party tertentu.

Dipimpin oleh Tom Reilly, Cloudera juga mengambil langkah akuisisi terhadap beberapa perusahaan untuk menguatkan produk inti mereka, di antaranya adalah Gazzang, Sense.io, dan Xplain.io

Saat ini, Cloudera melisensikan peranti lunaknya kepada lebih dari 825 perusahaan. Sejumlah 75 – 80 persen pendapatan Cloudera ditopang oleh lisensi itu. Selebihnya, yakni sebanyak 15 – 25 persen, didapat Cloudera dari layanan profesional dan sisanya (sebanyak 5 – 10 persen) didapat dari pelatihan.

Tom Reilly (CEO, Cloudera). [Kredit: YouTube Elastica]
Pasar Big Data

Dunia modern mengalami ledakan data selama rentang satu dekade belakangan ini. Ada sekitar 2,5 exabyte (2,5 miliar gigabyte) data yang terbentuk setiap hari di setiap sektor.

Bursa Saham New York menghasilkan lalu lintas data sekitar satu terabyte setiap hari. Data yang sangat besar juga berlalu-lalang di antara 5 miliar ponsel (termasuk 1,75 miliar ponsel cerdas). Belum lagi menyinggung YouTube, yang besaran total unggahan videonya mencapai durasi 48 jam setiap menit. Facebook dan Twitter menampung lebih dari sepuluh terabyte data setiap harinya.

Yang menarik adalah sebanyak 90 persen data yang ada hari ini terbentuk dalam tiga tahun belakangan. Sekitar 80 persen data adalah data yang tak terstruktur, seperti tulisan di blog (yang sangat sulit dianalisis) tetapi menyimpan potensi sebagai acuan pengambilan keputusan dalam bisnis.

Pada Oktober 2016, International Data Corporation (IDC) memprediksi, secara global pangsa pasar Big Data pada 2020 akan melaju di angka US$203 miliar. Industri perbankan diharapkan menjadi konsumen terbesar layanan ini, sedangkan perusahaan teknologi informasi dan layanan bisnis akan berperan sebagai penggenjot investasi teknologinya.

Namun demikian, berperan serupa dengan industri perbankan, industri telekomunikasi, manufaktur dan pemerintah, dalam kurun waktu itu, diprediksi akan menganggarkan sekitar lima puluh persen dananya untuk Big Data. Sementara itu, industri telekomunikasi, asuransi, dan transportasi akan turut meramaikan pasar.

Cermin potensi Big Data juga dapat merujuk pada initial public offering (IPO) Hortonworks pada tahun 2014. Dalam waktu dua hari setelah IPO, sentimen pasar sangat positif terhadap perusahaan bernilai US$1 miliar itu.

Namun demikian, sentimen itu tidak menunjukkan secara umum bahwa perusahaan emiten memang sangat bermutu, kecuali bagi investor yang benar-benar memahami produk Big Data itu sendiri. Barangkali itulah yang ada di pikiran Warren Buffett. Pada tahun 2016, dia memborong 63,9 juta lembar saham IBM, gara-gara Big Blue itu sukses menggenjot penjualan produk Big Data.

Berdasarkan data dari Statista, pangsa pasar Big Data saat ini masih dipimpin IBM dengan pendapatan mencapai US$1,5 miliar. Mengikuti di belakang adalah Hewlett-Packard dan SAP dengan pendapatan masing-masing sekitar US$1 miliar.

Berdasarkan hasil kajian IDG Enterprise pada Juli 2015, sebagai sebuah tujuan, penerapan Big Data di perusahaan akan meningkatkan mutu customer relationship hingga 55 persen. Implementasi Big Data juga akan mengalihkan fokus perusahaan pada pengolahan data hingga 53 persen.

Review Smartphone