Arsip Harian: Aug 11, 2017

Mengintip CV Bill Gates Tahun 1974, Berapakah Gajinya?

Hampir semua orang pasti mengenal orang terkaya di dunia Bill Gates (Pendiri dan Mantan CEO Microsoft) yang kekayaannya mencapai 90 miliar dolar AS.

Ternyata, Bill Gates pun memulai dari dasar dan ia pernah melamar kerja sambil membawa resume atau daftar riwayat hidup sebelum menjadi miliarder seperti sekarang ini.

Musium Living Computer di Seattle memamerkan resumenya Bill Gates ketika ia berusia 18 tahun dan tertulis tahun 1974. Kala itu, Gates dan Paul Allen sedang bekerja di Honeywell

Saat itu, Gates masih tercatat sebagai seorang mahasiswa baru di Universitas Harvard dan berat badannya hanya 130 pounds atau sekitar 59 kilogram seperti dikutip CNBC.

Di dalam resumenya, Gates membicarakan mengenai tujuannya yang tertulis “System Analyst or System Programmer”. Dibawahnya, mengenai pendidikan tertulis, baru saja masuk tahun pertama di Harvard College.

Kursus yang diambil: Struktur Sistem Operasi, Manajemen Database, Konstruksi Compiler dan Komputer Grafik. Siswa terhormat dan menerima nilai “A” untuk semua pelajaran.

Di bagian pengalaman tertulis memiliki “PDP-10, PDP-8, PDP-11, CDC-6400, Burroughs B-5500, Nova 1200, MCS-8008. Penggunaan bahasa program termasuk FORTRAN, COBOL, ALGOL, BASIC, LISP, JOSS, dan bahasa mesin untuk semua komputer yang disebutkan di atas.

Pada tahun ini, Gates sudah memiliki gaji senilai 15 ribu dolar AS. Jika dikalkulasikan dengan mata uang dolar AS sekarang maka gaji Gates mencapai 75 ribu dolar AS.

Sangat hebat, untuk ukuran mahasiswa baru.

Tidak jelas darimana sumber penghasilannya tetapi Gates dan Allen sedang mengembangkan sebuah program komputer untuk Intel. Resume itu juga menunjukan Gates pernah bekerja sebagai programer di TRW Systems Group, Vancouver, sebuah pengembang sistem antariksa, militer dan sipil.

iPhone Anda Terkunci? Tenang, Itu Bukan Serangan Ransomware

Ilustrasi keamanan iPhone

Para pengguna perangkat iOS di Indonesia pada hari ini (11/8) sempat dihebohkan dengan berita terkait serangan siber dengan ciri-ciri mirip ransomware yang menyasar iPhone, iPad, dan Mac.

Sejumlah pengguna iOS mengungkapkan bahwa mereka kehilangan akses ke iPhone, iPad, dan Mac mereka dan terbentur pada fitur EFI firmware protection atau Lost Mode. Mereka pun menerima ancaman dari pelaku serangan yang meminta tebusan 50$ dalam bentuk bitcoin.

Modus operandi tersebut memang mengingatkan pada serangan ransomware WannaCry yang terjadi dua bulan lalu. Namun, firma keamanan ESET mengonfirmasi bahwa serangan siber tersebut bukan ransomware.

Dalam keterangannya, ESET menyatakan bahwa insiden ini lebih berkaitan dengan kebocoran password pada akun iCloud para pengguna yang menjadi korban serangan. Bocornya password ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengeksploitasi lock pada fitur Find My iPhone yang di antaranya adalah fitur Lost Mode.

Walhasil, ketika pengguna berusaha login, perangkat mereka telah terkunci, sementara di dalam fitur lock, pembajak telah meninggalkan pesan berisi alamat e-mail. Saat korban menghubungi e-mail itu, pelaku membalas dengan meminta uang tebusan sebesar 50$ jika korban ingin mendapatkan kunci untuk unlock perangkatnya.

“Aktivitas siber yang mengancam pengguna Apple yang diduga sebagai serangan ransomware tidak benar adanya karena data yang berada di dalam perangkat tidak dienkripsi, sementara fitur lock yang digunakan oleh pelaku berasal dari fitur Apple sendiri, yang merupakan fitur keamanan jika barang hilang atau dicuri,” papar Yudhi Kukuh (Technical Consultant, PT Prosperita-ESET Indonesia).

“Hal ini dapat terjadi akibat password iCloud telah dibajak, pelaku kemudian mengaktivasi Lost Mode pada perangkat korban yang terhubung ke akun iCloud. Ketika komputer masuk ke Lost Mode, kunci firmware ikut ditambahkan,” sambungnya.

Yudhi juga memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi pembajakan seperti ini:

  1. Jika menerima e-mail terkait Apple ID, pengguna harus berhati-hati dengan phishing yang dapat berakibat pencurian kredensial. Gunakan Mail Security untuk terhindar jebakan phishing.
  2. Periksa keamanan e-mail yang dipakai untuk registrasi di Apple ID dan aktifkan fitur security. Gmail/Yahoo Mail punya fitur pengamanan berlapis.
  3. Jangan pernah membagikan Apple ID kepada siapa pun. Untuk perangkat yang digunakan antaranggota keluarga, bisa manfaatkan fitur family sharing.
  4. Login ke iCloud, cek nama dan lain sebagainya, dan pastikan kebenarannya. Tambahkan alamat e-mail lain sebagai backup.
  5. Aktifkan fitur two factor authentication (2FA) yang ada di Apple ID.
  6. Tambahkan nomor telepon sebagai bagian dari informasi keamanan.
  7. Jika sudah telanjur terinfeksi, coba pulihkan password. Jika gagal, pengguna harus mengunjungi Apple Store untuk unlock perangkatnya.

Herfini Haryono: Memimpin Indosat Ooredoo Jadi Partner Transformasi Digital

Herfini Haryono (Chief of Enterprise and Wholesale, Indosat Ooredoo). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Melayani 85 juta pelanggan tanpa henti bukanlah hal yang mudah. Namun, itulah keseharian yang dihadapi tim Indosat Ooredoo selama ini. Selama 24/7, Indosat Ooredoo harus memastikan semua pelanggan mereka mendapatkan pengalaman komunikasi tanpa masalah.

Ada banyak hal yang mereka lakukan, termasuk melakukan transformasi ke digital sejak tahun 2002. “Bisa dibilang, industri telekomunikasi adalah industri vertikal pertama yang go-digital,” ungkap Herfini Haryono.

Berbekal pengalaman tersebut, Indosat Ooredoo pun mulai mengembangkan mimpi membantu perusahaan lainnya di Indonesia dalam melakukan transformasi digital. “Misi kami adalah menjadi preferred digital partner connecting business across Indonesia,” ungkap Herfini.

Tugas Besar

Misi itulah yang kini menjadi tanggung jawab Herfini di dalam posisinya sebagai Chief of Enterprise and Wholesale Indosat Ooredoo, yang juga sering disebut Indosat Ooredoo Business.

Ini merupakan sebuah tugas yang tak mudah. Namun, wanita lulusan TU Braunschweig, Jerman, ini yakin timnya memiliki kapabilitas untuk mewujudkan mimpi ini. “Kalau kita lihat, pengalaman Indosat Ooredoo dalam membentuk sistem sejak awal 2000-an adalah sesuatu yang istimewa dan tidak banyak perusahaan yang mampu melakukannya,” ungkap Herfini.

Solusi yang ditawarkan Indosat Ooredoo sendiri adalah produk-produk yang disebutnya sebagai communication plus. “Strategi yang kami pilih adalah solusi IT yang merupakan kepanjangan tangan dari telekomunikasi itu sendiri,” jelas wanita yang pernah sukses memindahkan 100 juta pelanggan ke sistem charging billing baru ini.

Contohnya adalah solusi terkait data center, seperti managed data center, cloud, atau DRC. “Karena kami sebagai perusahaan telekomunikasi juga memiliki data center dan telah terbukti always-on,” ungkap Herfini menggambarkan pengalaman Indosat di bidang data center.

Contoh lain adalah terkait security. Herfini melihat Indosat Ooredoo memiliki kemampuan untuk mengelola security seputar connectivity, router, sampai IP Management. “Kalau dari lingkup ini saja, market-nya saya kira sangat besar karena semua perusahaan membutuhkan hal ini,” tambah Herfini.

Sektor lain yang sedang dilirik Indosat Ooredoo adalah terkait Machine-to-Machine (M2M) dan Internet of Things. Contohnya adalah vehicle tracking bagi perusahaan yang ingin memonitor keberadaan armadanya. Contoh lain adalah implementasi LBS Simcard yang bisa digunakan untuk mengelola petugas lapangan agar dapat bekerja secara efektif.

Konsolidasi dan Kerja Sama

Akan tetapi, Herfini menyadari dibutuhkan waktu untuk “berganti wajah” dari perusahaan telekomunikasi ke penyedia solusi TI. Hal ini tidak hanya berlaku di sisi eksternal, namun juga internal. Karena itu, sederet langkah telah dan akan terus dilakukan untuk mendukung transformasi di sisi internal ini.

Contohnya adalah menarik tim TI yang selama ini berada di balik infrastruktur Indosat untuk bergabung di tim bisnis ini. Sebagian tim Product Development juga dikembangkan menjadi IT expert dengan mengantongi berbagai sertifikasi di dunia TI.

Arah yang dituju Indosat Ooredoo Business ini sebenarnya mirip seperti yang selama ini dilakukan Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo. Terkait hal ini, Herfini sudah memiliki strategi. Nantinya Indosat Ooredoo akan bertindak sebagai desainer dari solusi yang ditawarkan ke pasar, sedangkan Lintasarta berperan sebagai pelaksana di lapangan.

“Lintasarta akan diposisikan sebagai IT factory dari Indosat Ooredoo karena secara economics of scale-nya memungkinkan,” tambah Herfini.

Agar bisa menghasilkan solusi yang tepat, Indosat Ooredoo pun aktif menjalin kerja sama. Salah satunya dengan IBM melalui kerja sama senilai US$200 juta yang diresmikan pada tahun 2016 kemarin. Melalui kerja sama ini, keduanya bersepakat membangun sistem berbasis solusi IBM di atas infrastruktur Indosat Business.

Salah satu implementasi awal kerja sama ini adalah pembangunan command center dan Security Operation Center (SOC) terintegrasi yang bisa dimanfaatkan pelanggan IBM maupun Indosat Ooredoo.

Langkah lain yang dilakukan adalah aktif berkomunikasi dengan perusahaan dari berbagai industri. “Kami mencoba mendengar kebutuhan bisnis mereka, apa saja yang menjadi pain point mereka selama ini,” ujar Herfini.

Akan tetapi, Herfini pun menyadari kalau Indosat Ooredoo memiliki keterbatasan dalam menawarkan solusi. “Pertanyaan yang sering kami dapat adalah apakah Indosat Ooredoo akan masuk ke level lebih dalam seperti aplikasi? Saya kira belum, setidaknya untuk saat ini,” ujar wanita yang pernah menjadi CIO Telkomsel ini.

“Pemain di IT services mungkin banyak, namun size-nya relatif kecil dibanding Indosat Ooredoo,” ungkap Herfini Haryono.

Pembenahan Menyeluruh

Saat ini, bisnis B2B menyumbang sebesar dua puluh persen dari revenue total Indosat Ooredoo (yang menurut laporan keuangan 2016, mencatat angka Rp29,2 triliun).

Ketika ditanya target di masa mendatang, “Pak Alex (Alexander Rusli, CEO Indosat) mimpinya ke 40 – 50%,” ujar Herfini sambil tertawa lebar. Target ini didasari pemikiran, kompetitor di industri ini tidak banyak. “Pemain di IT services mungkin banyak, namun size-nya relatif kecil dibanding Indosat Ooredoo,” ungkap Herfini.

Meskipun begitu, Herfini mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut. “Tantangan kami adalah legacy Indosat sudah sangat kuat sebagai perusahaan telekomunikasi,” aku Herfini.

Diperlukan waktu untuk mengomunikasikannya ke customer terkait perubahan ini. Herfini sendiri menargetkan, dalam tiga tahun ke depan, wajah baru Indosat Ooredoo ini sudah dikenal oleh para customer. “Jadi mereka yang mencari kami, tidak lagi kami yang mendekati mereka,” tambah Herfini.

Faktor krusial yang harus dilakukan adalah pembenahan di sisi internal Indosat Ooredoo sendiri. “Kalau tadinya orang sales kita nyaman berjualan cellular services, sekarang mereka juga harus jualan router,” ungkap Herfini mencontohkan. Karena itu, pembenahan di sisi skills dan business process menjadi perhatian khusus Herfini saat ini.

Selain itu, hari-hari Herfini banyak dihabiskan untuk melakukan brainstorming dan coaching terhadap timnya. Melalui pertemuan tersebut, ia pun mencoba menularkan etos kerja yang selama ini ia yakini dan lakukan. “Saya selalu menekankan pentingnya komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Herfini.

Strategi Scalable Development ala Bukalapak untuk Tingkatkan Produktivitas

Bukalapak.com sebagai salah satu situs di Indonesia yang mewadahi kegiatan transaksi jual beli barang secara online tak ingin ketinggalan memanfaatkan momentum meningkatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce.

Bukalapak pun menyajikan platform yang memudahkan konsumen atau pelapak untuk berinteraksi dan bertransaksi secara aman dan nyaman.

Salah satu bagian yang terkait dengan pengembangan platform tersebut adalah Development. Kepada InfoKomputer, Ibrahim Arief (Vice President of Engineering, Bukalapak) memaparkan bagaimana perusahaan startup yang dikomandani Achmad Zaky itu mengelola para engineer-nya selaras pertumbuhan bisnis perusahaan.

Mencari Model Sustainable

Sampai dengan akhir tahun 2015 lalu, Bukalapak masih menerapkan pendekatan software development seperti yang lazim dianut oleh perusahaan-perusahaan software house di Indonesia. “Which is ada divisi khusus untuk frontend, backend, dan UI. Dan pas ada pekerjaan, ada PM (Product Manager. red) yang assigned untuk setiap pekerjaan itu,” jelas Ibrahim.

Menurutnya, ketika ukuran tim Development belum terlalu besar, misalnya terdiri atas 20 – 30 engineer, pendekatan tersebut masih bisa diterapkan. Namun seiring perkembangan dan kompleksitas tim, model seperti ini tidak akan sustainable lagi.

Ibrahim mencontohkan, misalnya ada satu pekerjaan yang “dilempar” ke satu tim yang berkekuatan seratus orang engineer. “Malah akan terjadi banyak interference satu sama lain. Akan ada overhead karena mungkin ada engineer yang tidak kerja atau nunggu kerjaan baru,” jelasnya.  

Proses development aplikasi dan software pun ternyata mengenal Law of Diminishing Returns atau hukum kenaikan hasil yang makin berkurang, yakni hukum dalam ekonomi yang menjelaskan tentang proporsi input yang tepat untuk mendapatkan output maksimal. Di Bukalapak, hal itu berakibat pada turunnya kecepatan dan produktivitas proses development.

Ibrahim Arief (Vice President of Engineering, Bukalapak).

Terinspirasi Spotify

Melihat kebutuhan pengembangan tim selaras kebutuhan bisnis, Ibrahim Arief dan jajaran manajemen Bukalapak pun mencari pendekatan yang lebih scalable sehingga pertumbuhan tim Development bisa tetap linear dengan kecepatan, kelincahan, dan produktivitas.

“Awal 2016, kami mulai mengadopsi konsep atau model Product Squad, terinspirasi dari Spotify,” cerita Ibrahim. Tim Development terbagi atas beberapa tim kecil atau squad yang sifatnya cross-functional dan independen. Setiap squad bertugas menangani satu vertical slice tertentu dari Bukalapak. Setiap tim kecil ini terdiri atas 5 — 6 engineer (backend, frontend, QA, dan mobile), data scientist, UI/UX, dan dipimpin oleh satu orang dedicated Product Manager (PM).

“Contoh, kami memunyai dedicated product team yang khusus menangani product discoverability, untuk mengurusi cara-cara agar customer dapat dengan cepat dan mudah memperoleh produk terbaik yang mereka inginkan. Tim ini mengembangkan, misalnya, search engine dan recommendation engine. Mereka juga menangani 500 juta search query dan document setiap bulannya,” papar Ibrahim memberi contoh vertical slice.

Ada pula slice yang khusus mengurusi fitur untuk para pelapak di Bukalapak. Menurut Ibrahim, tim ini secara terus menerus akan mengembangkan fitur-fitur yang akan meningkatkan efektivitas maupun kenyamanan para pelapak dalam berjualan.

Ada squad yang fokusnya menangani functional improvement yang dampaknya langsung dirasakan customer Bukalapak, ada pula tim kecil yang mengurusi perbaikan/peningkatan yang sifatnya nonfungsional. “Misalnya melakukan refactoring arsitektur inti Bukalapak,” jelas Ibrahim.

Tim yang disebut core squad ini bertugas memikirkan bagaimana arsitektur inti dapat mengakomodasi roadmap Bukalapak. Contohnya, squad ini membuat fitur dynamic image resizing yang dibutuhkan oleh tim-tim lainnya. “Semua tim/squad dapat memanfaatkan hasil kerja core squad itu,” tandas Ibrahim.  

Tambah dan Pecah Squad

Dari awalnya memiliki hanya 2 — 3 squad, Bukalapak secara bertahap menambah jumlah product squad-nya hingga saat ini mencapai tujuh belas untuk menangani tujuh belas slice. Penambahan jumlah slice atau squad bergantung pada beberapa hal. “Kami identifikasi kira-kira bagian mana yang perlu banyak inovasi, improvement, dan punya potensi growth yang lebih besar lagi,” ujar Ibrahim seraya memasukkan growth hacking sebagai salah satu pertimbangan lainnya.

Ketika satu squad menangani bagian yang dipandang cukup besar dan mencapai critical mass, kemungkinannya adalah squad tersebut akan dipecah lagi.  Umumnya Bukalapak akan menempatkan para engineer baru untuk bergabung dengan berbagai squad baru tersebut.

Nantinya, jumlah squad atau slice akan makin banyak, entah sebagai hasil penambahan squad  baru maupun pemecahan squad yang ada. “Saat ini kami memiliki 110 orang engineer dan target kuartal [pertama tahun 2017] ini saja 150 engineer,” imbuh Ibrahim.

Seperti halnya yang dilakukan Spotify, Bukalapak juga memberi kebebasan dan kepercayaan tinggi kepada setiap squad. Misalnya setiap tim kecil itu boleh langsung melakukan deployment ke production di bawah monitoring setiap PM-nya.

Untuk memudahkan proses development dengan model Product Squad ini, Bukalapak menggunakan beberapa tool pendukung. Misalnya Altassian JIRA untuk mengorganisasi backlog dan perencanaan apa yang akan dikerjakan squad dalam jangka waktu tertentu. Bukalapak juga mengotomatisasi proses pengumpulan data yang terintegrasi dengan cara kerja squad.

Dari sisi teknis, kode dalam dalam code base Bukalapak sudah dirancang secara modular sehingga penerapan model Product Squad ini tidak menimbulkan masalah.

“Yang lain adalah berkaitan dengan kultur, kami adakan weekly meeting untuk membahas hasil-hasil eksperimen yang berjalan di production,” imbuh Ibrahim.

Menurutnya, Bukalapak menganut budaya eksperimen dan growth hacking yang kuat. Setiap fitur baru akan melalui proses eksperimen untuk mengukur dampak fitur tersebut terhadap berbagai KPI dan metrik dari Bukalapak. Berbagai A/B test dan eksperimen dijalankan untuk memperoleh hasil pengukuran yang objektif.

Suasana kerja di kantor Bukalapak. [Kredit: Dok. Bukalapak]
Tingkatkan Kecepatan Pengembangan

Penerapan model Product Squad ini terbukti dapat meningkatnya kecepatan development dan scaling bisa lebih linear. Kecepatan development yang tinggi itu pun dapat merefleksikan kelincahan (agility) dari tim Development Bukalapak.

Dalam enam bulan terakhir sejak Bukalapak merombak proses development, Ibrahim Arief melihat jumlah improvement meningkat 106 persen. “Sekarang ini kami bisa melakukan sampai 400 improvement per bulan,” tandasnya. Sementara itu, kenaikan jumlah product engineer mencapai 50 persen. Oleh karenanya Ibrahim berkesimpulan, dengan perombakan tersebut, scaling dari sisi produktivitas (jumlah improvement per engineer) bahkan bisa lebih tinggi daripada linear scaling.

“Hal lain adalah long term maintainability. Karena kami punya satu squad yang fokus menangani satu slice, kami bisa maintain code base-nya untuk jangka waktu lama. Kelangsungan knowledge-nya tetap terjaga. Product development continuity ini penting sekali bagi Bukalapak,” tandasnya. Nuansa kolaboratif antar-squad pun lebih kental terlihat.

Dan hal yang lebih penting adalah metode scalable development berbasis model Product Squad ini memampukan Bukalapak menyajikan sebuah platform dengan aneka fitur, yang memudahkan pelanggan dan pelapak berinteraksi serta bertransaksi secara aman dan nyaman.

“Yang paling membanggakan kami adalah metrik di mana kami sudah bisa membantu 1,3 juta UKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas, inilah core mission Bukalapak,” ungkap Ibrahim memungkasi wawancara.

Akhirnya, Uber Pasang Fitur Chat di dalam Aplikasi untuk Sopir dan Penumpang

Akhirnya, Uber menyematkan fitur yang sudah cukup lama ditunggu-tunggu oleh para penumpang dan sopirnya, yaitu in-app chat atau fasilitas chat di dalam aplikasi.

Melalui fitur ini, komunikasi antara sopir dan penumpang akan lebih mudah dan murah karena tidak perlu lagi menggunakan telepon atau SMS, terutama jika penumpang sedang berada di luar negeri dan dikenakan biaya pulsa ekstra (roaming).

Fitur in-app chat tentu saja sangat berguna bagi penumpang yang ingin mengirim pesan kepada sopir, misalnya memperjelas informasi lokasi penjemputan atau menanyakan posisi sopir. Selain itu, fitur ini dilengkapi perlindungan terhadap nomor ponsel penumpang dan sopir sehingga privasi pengguna pun lebih terjaga.

Untuk mengakses fitur chat ini, pengguna bisa membuka feed di aplikasi Uber, pilih Contact, dan Chat. Saat pesan sudah terkirim dan terbaca, pengguna bakal memperoleh notifikasi. Pesan yang diterima oleh sopir akan dibacakan dengan suara agar tidak mengganggu sopir yang sedang mengemudi. Untuk merespons pesan, sopir cukup menekan sebuah tombol berlogo jempol ke atas.

Uber menyatakan bahwa fitur in-app chat telah tersedia di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai hari ini (11/8) dengan mengunduh aplikasi Uber versi terbaru.

Sebelumnya, fitur in-app chat sudah ditawarkan oleh Grab sejak tahun lalu. Sayangnya, aplikasi lokal Go-Jek masih belum menerapkan fitur sejenis.

Nasib SoundCloud di Ujung Tanduk

Ilustrasi kantor SoundCloud

Akhir minggu ini akan menjadi periode menentukan bagi layanan music streaming SoundCloud.

Tim manajemen SoundCloud dikabarkan akan bertemu beberapa investor untuk membicarakan suntikan dana bagi layanan musik asal Berlin tersebut. Akan tetapi, masuknya investor baru tersebut juga akan ditentukan oleh investor lama SoundCloud. Jika investor lama menolak tawaran tersebut, nasib SoundCloud terancam akan tamat.

Nasib SoundCloud saat ini memang berada di ujung tanduk. Mereka sudah kehabisan dana dan butuh suntikan sekitar US$170 juta untuk bisa melanjutkan usahanya. Karena itu mereka melakukan penggalangan dana putaran F yang menarik perhatian beberapa investor seperti Raine Group, Temasek, dan Atlantic Technology.

Akan tetapi, suntikan dana tersebut memiliki syarat yang berat. Investor baru menginginkan kepentingan mereka diprioritaskan ketika terjadi perubahan di SoundCloud, baik ketika dijual atau dilikuidasi. Hal ini tentu saja membuat investor lama mengalami pilihan simalakama.

Menerima investor baru berarti mereka rela kepentingan mereka dinomorduakan. Namun menolak investor baru berarti membiarkan SoundCloud mati dan menghanguskan investasi yang selama ini mereka tanamkan.

Alex Ljung (pendiri dan CEO SoundCloud) gigih membujuk investor lama untuk menerima suntikan dana dari investor baru ini. Setidaknya suntikan dana tersebut memberi waktu bagi SoundCloud untuk memacu bisnisnya atau setidaknya mendapatkan pihak yang mau membeli SoundCloud.

Ironisnya, kalaupun investor lama menerima tawaran tersebut, perombakan manajemen SoundCloud dipastikan akan terjadi, termasuk mendepak Alex Ljung. Menurut situs ReCode, Kerry Trainor (CEO Vimeo) menjadi kandidat utama untuk menggantikan posisi Ljung.

Sulit Mencari Pemasukan

Di awal kemunculannya di tahun 2008, SoundCloud sebenarnya mendapat apresiasi bagus dari para musisi dan pecinta musik.

Disebut-sebut sebagai Youtube-nya musik, SoundCloud menjadi ajang bagi para musisi dadakan maupun profesional untuk menunjukkan hasil karya musiknya ke dunia. Pada tahun 2012, SoundCloud mengklaim layanan mereka menjangkau 180 juta pengguna per bulannya.

Meski populer, SoundCloud kesulitan dalam melakukan monetisasi layanannya. Pada tahun 2014, SoundCloud memperkenalkan fitur On SoundCloud yang memungkinkan iklan audio disisipkan sebelum sebuah trek musik. SoundCloud juga berusaha menjalin kerjasama dengan perusahaan music label agar layanannya bisa menjadi pesaing Spotify.

Akan tetapi seluruh usaha tersebut tidak mampu mengangkat bisnis SoundCloud secara keseluruhan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa mereka bulan lalu menutup kantornya di London dan San Fransisco serta memecat hampir separuh karyawannya.

Dan jika investor baru akhirnya gagal menyuntikkan dana, kisah SoundCloud pun sepertinya akan berakhir.

Lini PC Gaming OMEN by HP Hadir di Indonesia

Peluncuran lini PC gaming OMEN by HP di Indonesia.

Meramaikan industri PC gaming yang sedang bergairah, HP Indonesia menghadirkan lini PC dan aksesoris gaming OMEN by HP kepada para penggemar game di tanah air.

Tidak tanggung-tanggung, HP merilis aneka produk sekaligus yang tergabung dalam lini OMEN, mulai dari PC desktop, laptop, layar monitor, sampai aksesoris gaming.

Sebagai produk andalan, HP menawarkan laptop gaming OMEN by HP 15 dan OMEN by HP 17, masing-masing memiliki layar 15 dan 17 inci dengan fitur mumpuni, kemampuan ekspansi yang besar, dan kompatibilitas VR.

Spesifikasi kedua laptop itu antara lain meliputi CPU Intel Core i7 quad core generasi ketujuh, GPU Nvidia GeForce GTX 1060/1070 dengan desain Max Q, pendingin terpisah untuk CPU dan GPU, Dual Speaker HP oleh Bang & Olufsen, backlight keyboard, pilihan tampilan layar hingga resolusi UHD/4K, serta pilihan HDD/SSD dan RAM.

Pameran produk PC gaming OMEN by HP di Indonesia.

Produk lainnya adalah OMEN by HP Desktop dengan CPU Intel Core i7 generasi ketujuh, GPU Nvidia GeForce GTX 1080 Ti (SLI), pendingin thermal dan opsi water cooling, serta pilihan penyimpanan PCIe SSD atau SSD+HDD, ditambah fitur OMEN Command Center dengan overclocking dan network booster.

Di luar produk komputasi, lini OMEN by HP juga menyediakan layar monitor gaming berukuran 25 dan 27 inci dengan dukungan fitur AMD FreeSync dan Nvidia G-Sync, PC accelerator yang mampu mengubah komputer biasa menjadi komputer gaming dengan koneksi Thunderbolt 3, serta aksesoris gaming mencakup headset, mouse, dan keyboard.

“Kehadiran OMEN by HP juga merupakan bukti bahwa HP Indonesia terus tumbuh secara konsisten. Kami siap mengambil bagian untuk mendukung pertumbuhan industri game di Indonesia melalui peluncuran OMEN by HP,” kata David Tan (President Director, HP Indonesia).

Pameran produk PC gaming OMEN by HP di Indonesia.

Bersamaan dengan peluncuran lini PC gaming-nya, HP Indonesia mengumumkan kerja sama dengan tiga tim gamer papan atas di Indonesia dan telah mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi game tingkat internasional. Ketiga tim itu adalah Recca Esports, Mineski Talent, dan Boom ID.

OMEN by HP juga telah bekerjasama dengan Blizzard Entertainment untuk menjadi PC resmi dari Overwatch World Cup.

Sayangnya, HP belum merilis harga resmi dari produk-produk gaming-nya. Yang diketahui saat ini baru laptop OMEN by HP 15 dan 17 yang sudah bisa dipesan dari beberapa toko online dengan harga mulai Rp14.799.000 sampai Rp39.999.000.

Terus Dicontek, Ini Pesan Bos Snapchat untuk Karyawannya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook dan anak perusahaannya mencontek layanan atau fitur Snapchat seperti Stories. Bahkan, Google pun ikut-ikutan menjiplak fitur Snapchat dengan meluncurkan layanan Stamp.

Setelah gagal mengakuisisi Snapchat, Facebook meluncurkan sejumlah fitur yang mirip dengan layanan tersebut.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Snapchat bahwa langkah para rivalnya bisa menghambat pertumbuhan Snapchat, menyusul pertumbuhan Instagram yang melonjak setelah peluncuran fitur Instagram Stories.

Tak tinggal diam, Evan Spiegel (CEO, Snap Inc) menenangkan hati para karyawannya dan menekankan bahwa mereka tidak perlu khawatir khususnya Facebook dan Instagram.

Spiegel yang dikenal sebagai sosok yang irit berbicara pun pernah menyinggung soal langkah Facebook tersebut beberapa bulan lalu. “Hanya karena Yahoo memiliki sebuah kotak pencarian bukan berarti perusahaan itu adalah Google,” katanya seperti dilansir Business Insider.

Spiegel pun meminta para karyawannya untuk melupakan rivalitas perusahaan dengan Facebook dan fokus menghasilkan berbagai inovasi dan produk terbaik.

Dalam sesi tanya jawab dengan para karyawannya, Spiegel mengatakan kemampuan tumbuh dan sukses sebagai sebuah perusahaan dengan meniru usaha Facebook merupakan hal yang tidak menguntungkan.

Laporan Keuangan yang Merugi

Kekhawatiran para karyawan Snap itu sangat beralasan karena kerugian perusahaan sangat besar dan nilai sahamnya yang terus turun. Hal itu terungkap dari laporan keuangan kuartal dua Snap Inc, perusahaan induk Snapchat.

Pertumbuhan jumlah pengguna Snapchat sangat lambat dan menimbulkan kekhawatiran para investor serta membuat kerugian Snap terus membengkak ke angka USD443 juta. Hal itu membuat harga saham Snap yang memang sudah turun dari harga ketika penawaran saham perdana (IPO) terus anjlok lebih dari 11 persen.

Saat ini, harga saham Snap Inc. tercatat hanya USD13,77 atau separuh dari harga sahamnya saat IPO sebesar USD27.

Ilustrasi Snapchat

Menurut laporan The Verge, Snap menyebutkan jumlah pengguna aktif hariannya naik 4 persen atau sekitar 7,3 juta orang jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Total pengguna Snapchat saat ini mencapai 173 juta orang, sedikit lebih baik daripada Twitter tapi kalah jauh daripada Instagram.

Pendapatan Snap naik 153 persen dari periode yang sama tahun lalu, menjadi USD181 juta atau sekitar Rp2,4 triliun). Namun, jumlah pengeluaran Snap juga naik drastis sekitar 4 kali lipat menjadi USD443 juta atau sekitar Rp5,9 triliun.

Catatan buruk juga ditorehkan bisnis kacamata Spectacles yang hanya terjual 41 ribu unit pada kuartal kedua 2017 atau hanya 0,02 persen dari seluruh pengguna aktif Snapchat.

Permasalahan lainnya, sebagian besar uang pengiklan saat ini masuk ke kantong dua pemain terbesar iklan digital yaitu Facebook dan Google. Hal itu membuat Snap dan Twitter kesulitan untuk mendapatkan untung.

Meski Snap dan Twitter memiliki ratusan juta pengguna, angka ini terlihat kecil jika dibandingkan dengan miliaran orang yang menggunakan layanan Facebook dan Google.

Seiring dengan turunnya saham, Snap akan kesulitan untuk menarik minat para developer bertalenta.

Elon Musk Bantah Cerita Pecat Sekretaris

Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX)

Dalam beberapa hari ini, beredar cerita mengenai Elon Musk yang memecat Mary Beth Brown yang telah menjadi sekretaris Musk selama 12 tahun. Cerita tersebut merupakan cuplikan buku biografi Musk berjudul Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for Fantastice Future yang ditulis oleh Ashlee Vance.

Pada cerita tersebut, diceritakan sang sekretaris meminta kenaikan gaji setelah sekian lama menjadi asisten Musk. Namun alih-alihmenaikkan gaji, Musk meminta sekretarisnya untuk cuti selama dua minggu.

Selama sang sekretaris cuti, Musk menjajal apakah ia bisa tetap bekerja dengan normal tanpa bantuan sang sekretaris. Ketika ternyata semua berjalan dengan lancar, Musk pun memecat sang sekretaris.

Cerita tersebut menjadi viral karena mengingatkan bagaimana seorang karyawan harus memiliki fungsi yang krusial agar tidak bisa tergantikan (indispensable). Di sisi lain, cerita tersebut juga menggambarkan bagaimana “kejamnya” Musk terhadap sekretaris yang telah mengabdi kepadanya selama belasan tahun.

Namun melalui akun Twitter pribadinya, Musk membantah cerita tersebut. Mary Beth memang telah dihentikan dari pekerjaannya, namun bukan karena meminta kenaikan gaji.

“Mary Beth adalah sekretaris yang luar biasa selama lebih dari 10 tahun. Namun ketika kompleksitas perusahaan semakin tinggi, dibutuhkan beberapa orang spesialis dibanding generalis,” ungkap Musk menjelaskan alasannya.

Proses pemutusan kerja itu pun berlangsung mulus, karena Mary mendapatkan pesangon sebesar 52 kali gaji dan jatah saham dari perusahaan Elon Musk.

Terkait buku biografinya tersebut, Elon Musk sebenarnya menegaskan sebagian besar isinya adalah benar. Namun ada sekitar 5 sampai 10 topik yang salah dan tidak pernah dikonfirmasi sang penulis kepada Musk. “Dari semua kesalahan fakta yang terjadi, [pemecatan sekretaris] ini yang paling mengganggu saya,” tulis Musk.

Inilah Harga AMD Ryzen Threadripper 16-Core di Indonesia

AMD Ryzen Threadripper.

Sesuai janjinya, pada hari Kamis (10/8) kemarin, AMD resmi memasarkan seri prosesor Ryzen tercanggihnya, Threadripper, dengan model 16-core dan 12-core di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

AMD Ryzen Threadripper terdiri dari tiga varian, tetapi baru dua varian yang tersedia saat ini. Satu varian lainnya akan menyusul hadir pada 31 Agustus 2017.

Dua varian Ryzen Threadripper yang sudah bisa diperoleh di Indonesia berikut harga masing-masing adalah:

  • 1950X (16 core, 32 thread, base clock 3,4 GHz, boost clock 4,0 GHz) dijual dengan harga Rp14.799.000
  • 1920X (12 core, 24 thread, base clock 3,5 GHz, boost clock 4,0 GHz) dijual dengan harga Rp11.749.000

Kedua CPU Ryzen Threadripper tersebut berstatus unlocked, menggunakan socket TR4 baru, memiliki quad channel DDR4 dan 64 jalur PCI Express.

Sedangkan varian ketiga yaitu 1900X dengan 8 core, 16 thread, base clock 3,8 GHz, dan boost clock 4,0 GHz dibanderol US$549 (sekitar Rp7,3 juta).

CPU Ryzen Threadripper dirancang untuk mendukung bahkan tugas yang paling menuntut, baik rendering aksi 3D yang rumit maupun streaming konten video game berkualitas tinggi, atau encoding, compiling, dan mengenkripsi banyak file dalam waktu yang bersamaan.

“Dengan prosesor Ryzen 7, 5, dan 3, AMD mengubah kompetisi yang ada dan memastikan pengguna dari setiap segmen pasar mendapatkan teknologi, harga, dan pengalaman menyeluruh yang paling baik,” kata Jim Anderson (Senior Vice President dan General Manager, Computing and Graphics Group, AMD) dalam siaran persnya.

“Ryzen Threadripper menempatkan AMD di tempat terdepan dalam pasar PC berperforma tinggi,” ucapnya.

Review Smartphone