Arsip Harian: Aug 18, 2017

Blibli.com Cari Creativepreneur Muda Berbakat untuk Ciptakan Inovasi Produk Baru

Photo 4 – Marlen Deine Senior Manager Brand Strategic Blibli.com sedang memberikan penjelasan kepada rekan media pada saat media briefing di Yogyakarta

Blibli.com, salah satu e-commerce (B2C) terbesar di Indonesia menggelar program bertitel “The Big Start Indonesia” (TBS) untuk memacu para creativepreneur khususnya generasi muda asal Indonesia agar dapat menghasilkan inovasi produk, mengasah kreativitas, hingga menambah banyak pengalaman menarik dalam menjalankan digital platform.

Kusumo Martanto (CEO Blibli.com) mengatakan saat ini para pelaku industri kecil menengah di Indonesia ada sebanyak 90 persen yang belum menjalankan usahanya dengan menggunakan platform digital. Padahal, peningkatan pengguna dengan medium digital terus meningkat seiring peningkatan tren kenaikan jumlah pengguna internet dan juga media sosial terutama dikalangan usia millenial.

“Blibli.com berkomitmen untuk memajukan industri kreatif di Indonesia dan memberdayakan industri kecil menengah lokal asli Indonesia,” katanya dalam siaran persnya, Jumat.

Pada 2016, program TBS telah berhasil menjaring sekitar 15.000 peserta dan mendapatkan 260 juta viewers melalui Facebook dan 12 juta viewers melalui Youtube hanya dalam jangka waktu 3 bulan yaitu selama program tersebut berlangsung.

Di musim keduanya, TBS tahun ini bukan hanya sekadar kompetisi tetapi juga mengajak para peserta membuka peluang bisnis dan memperluas jaringan.

“Program TBS mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha untuk dapat menjual produk dengan baik dan bertahan di tengah maraknya perkembangan platform digital,” ujar Lay Ridwan Gautama (Senior Vice President of Trade Partnership Blibli.com).

Para juri yang akan menilai kualitas para peserta pada tahun ini antara lain ada Daniel Mananta (CEO DAMN! I Love Indonesia) dan Renitasari Adrian (Program Director Djarum Bakti Budaya) dan juga sejumlah pakar yang telah dikenal di industri start-up.

Selain itu ada sederet partner yang telah dikenal dalam dunia industri kreatif seperti Podomoro University, Djarum Foundation, Google, dan Facebook juga ikut mendukung gelaran akbar di bidang start-up ini.

The Big Start Indonesia mengadakan roadshow ke kota-kota besar seperti Yogayakarta di Jogja City Mall pada tanggal 4-6 Agustus 2017, disusul Beachwalk Shopping Center Bali pada 11-13 Agustus 2017, Paskal 23 Shopping Center Bandung pada tanggal 18-20 Agustus 2017 dan Central Park Mall Jakarta pada 25-27 Agustus 2017.

Selama 3 hari, para creativepreneur dapat mengunjungi booth para pelaku industri kreatif yang menginspirasi, termasuk mendaftar secara online untuk mengikuti TBS 2017.

Peserta yang telah mendaftar akan diseleksi menjadi 100 creativepreneur terbaik dan akan dipilih 20 Finalis untuk melewati masa karantina. Akhirnya, TBS 2017 akan menghasilkan tiga peserta terbaik saat penghargaan Grand Final TBS berlangsung di Jakarta pada bulan November mendatang.

Google Beli Startup Layanan Kesehatan Senosis

Ilmuwan komputer Universitas Washington telah menjual perusahaan startup terbaru Senosis Health ke Google. Patel mendirikan Senosis Health dengan empat tenaga medis, para peneliti dan para pakar teknologi dari Universitas Washingthon.

Dengan Senosis, Patel dan timnya yang beranggotakan selusin insinyur dan ahli fisika menyulap smartphone menjadi perangkat kesehatan yang mampu mengumpulkan data kesehatan untuk mendiagnosa fungsi paru, kadar hemoglobin dan informasi kesehatan penting lainnya.

Sejauh ini Senosis sudah menciptakan beberapa aplikasi kesehatan termasuk SpiroSmart dan SpiroCall. Kemudian ada aplikasi HemaApp dan OsteoApp yang sedang diulas oleh Food and Drug Administration pada awal tahun ini.

Saat ini, Patel masih mengandalkan sensor dan fitur smartphone seperti kamera, accelerometers dan microphones yang sebagai peralatan diagnostik.

“Sensor-sensor ini sudah tersedia pada smartphone dan bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna seperti mendiagnosa penyakit,” kata Patel seperti dikutip Geekwire.

Setelah bergabung dengan Google, Patel akan menyalurkan energi kreatifnya untuk membangun layanan kesehatan untuk Google. Sebelumnya, anak perusahaan Alphabet lainnya Verily juga menghadirka layanan kesehatan, teknologi dan data ilmu pengetahuan untuk membuat hidup lebih baik.

Apa Saja Fitur-fitur Terbaru iOS 11?

Apple baru saja meluncurkan update iOS 11 beta 6 yang menawarkan sejumlah fitur baru untuk para pengembang aplikasi. Hebatnya, kapasitas sistem operasi iOS terbaru itu tidak besar hanya sekitar 300 MB.

Apple melakukan beberapa perubahan minor dengan mengganti ikon Maps dengan Apple Park. Ikon terbaru itu dirancang oleh iCulture. Fitur Maps terbaru juga mampu menampilkan indikator arah perjalanan mobil.

Selain Maps, Apple juga merubah ikon App Store iOS untuk pertama kalinya sejak 2008. Ikon App Store sebelumnya berupa pensil, penggaris dan penghapus yang berbentuk segitiga. Kini, ikon hanya segi tiga dengan garis-garis yang bundar.

Berikut fitur-fitur terbaru iOS 11 Beta 6 seperti dikutip Apple Insider:

1. Apple memodifikasi ikon aplikasi Notes, Contact dan Reminders sehingga terlihat baru dan segar.

2. Ada layar keterangan tambahan yang menjelaskan sejumlah fitur saat membuka aplikasi Photos dan Notes.

3. Anda dapat membuka Touch ID dengan menekan dua kali pada suatu notifikasi.

4. Ada opsi View, Clear dan Open ketika men-swipe notifikasi ke kanan maupun kiri.

5. Ada opsi Timer di Control Center dan ikon Mute di Control Center iPad.

6. Ketika menekan Control Center, Anda akan menemukan Low Power Mode dan Screen Recording.

7. Kini Anda akan menemukan opsi sinkronisasi Message pada pengaturan iCloud.

8. Anda akan melihat Search Web, App Store dan Maps serta ikon WiFi yang lebih jelas.

9. Anda dapat me-refresh dengan cara menarik ke bawah pada layar Update di App Store.

Apple pun mengajak para pengembang untuk terus menyempurnakan sistem operasi iOS 11.

Nokia Resmi Luncurkan Nokia 8, Berapa Harganya?

Akhirnya, HMD Global sebagai perusahaan pemegang lisensi Nokia resmi meluncurkan smartphone flagshipnya Nokia 8 yang menawarkan spesifikasi canggih untuk menyasar pasar premium.

Kehadiran Nokia 8 menjadi pelengkap Android Nokia lainnya yang sudah lebih dulu hadir yaitu Nokia 3, 5, dan 6 seperti dikutip GSM Arena.

Nokia 8 mengusung layar IPS LCD berukuran 5,3 inci dengan resolusi QHD. Smartphone itu memiliki lapisan kaca anti-gores Gorilla Glass 5 dengan pinggiran “2,5D” yang membulat di pinggir sehingga terkesan menyatu dengan bodi Nokia 8 yang terbuat dari logam aluminium.

Nokia 8 mengusung Snapdragon 835, RAM 4/6 GB, media penyimpanan 64/128 GB, baterai 3.090 mAh dengan Quick Charge 3.0, dan sistem operasi Android 7.1 Nougat.

Tak ketinggalan Nokia 8 memiliki fitur water resistance dengan sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan dengan cipratan air dan tidak bisa dibawa menyelam ke dalam air.

Nokia 8 menawarkan kamera ganda 13 megapixel (color+monochrome) dengan lensa Carl Zeiss f/2.0, optical image stabilizer (OIS), laser autofocus dan LED flash. Nokia 8 memiliki kamera depan dengan resolusi 13 megapixel dengan aperture f/2.0 dan phase detect autofocus untuk melacak mengunci fokus di wajah pengguna.

Kemudian, Nokia 8 juga memiliki tekologi Ozo audio yang mampu merekam spatial surround audio dari segala arah (360 derajat) sebagai pendamping video 4K. Ada juga fitur ‘bothie’ yang membuat kamera depan serta belakangnya bisa dipakai bersamaan untuk merekam foto atau video.

Nokia 8 hadir dengan empat pilihan warna yaitu Polished Blue, Tempered Blue, Steel, dan Polished Copper. HMD Global baru akan memasarkan Nokia 8 pada September dengan banderol 600 Euro atau Rp9,5 juta.

Review Smartphone