Fitur Enterprise Wmotion Digitalindo Teknologi: Hadirkan Solusi Mobile untuk Industri Vertikal

Wmotion Digitalindo Teknologi: Hadirkan Solusi Mobile untuk Industri Vertikal

Ariyandi Chaniago (Chief Operating Officer, Wmotion Digitalindo Teknologi). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Anda mungkin pernah melihat sebuah restoran dengan metode pemesanan menggunakan iPad.

Semua menu makanan dan minuman ada di iPad dan pengunjung cukup menentukan berapa porsi yang dipesan. Tidak cuma itu, iPad juga bisa digunakan untuk berfoto selfie dan wefie yang hasilnya bisa langsung dikirim ke e-mail pengunjung.

Konsep restoran unik ini adalah salah satu prototipe yang pernah dilakukan Wmotion. “Tujuannya adalah memberi experience yang berbeda sekaligus membuat proses order yang berbasis sistem,” ungkap Ariyandi Chaniago (Chief Operating Officer, Wmotion Digitalindo Teknologi).

Di sisi pengunjung, mereka mendapatkan pengalaman menyenangkan sejak proses pemesanan sampai selesai makan. Sementara di sisi restoran, setiap order dari pengunjung akan langsung masuk ke sistem di dapur dan kasir. Ini akan memudahkan manajer toko memonitor order pengunjung, antrean di dapur, sampai melacak informasi tagihan.

Lima Industri

Berdiri sejak pertengahan 2016, Wmotion adalah anak perusahaan Wahana Cipta Sinatria (WCS) yang telah lama dikenal sebagai penyedia solusi TI di Indonesia.

Wmotion berfokus kepada pengembangan sistem ERP dan CRM berbasis Microsoft Dynamics 365, khususnya pada industri restoran, sekolah, perumahan, peternakan, dan project. “Visi kami adalah menyediakan solusi yang mendorong transformasi digital di tiap industri tersebut,” tambah Ariyandi.

Ada alasan tersendiri mengapa Wmotion berfokus kepada lima industri ini. “Benang merah dari lima industri tersebut adalah semuanya services industry yang melibatkan manusia,” ungkap Ariyandi. Berbeda dengan industri manufaktur yang kini mengarah ke automasi, industri layanan tetap membutuhkan peran manusia. Namun agar performa dari setiap individu bisa optimal, dibutuhkan solusi yang mampu memudahkan pekerjaan mereka.

Karena terkait orang pula, titik berat solusi Wmotion adalah pada aplikasi mobile. “Karena sasaran kami adalah orang-orang di lapangan yang mobilitasnya tinggi,” tambah Ariyandi.

Salah satu contohnya adalah caretaker di industri peternakan. “Mereka ini tiap hari ke paddock untuk memberi makan dan memonitor ternak,” cerita Ariyandi.

Jika dibekali aplikasi mobile yang tepat, caretaker ini bisa memasukkan informasi setiap ternak ke dalam sistem dengan mudah dengan risiko kesalahan minim. Ketika informasi tersusun rapi, pengelola peternakan pun kemudian memiliki informasi yang mendetail dari setiap ternak yang berujung pada peningkatan produktivitas.

Sementara untuk industri sekolah, solusi Wmotion terkait kemudahan orang tua memantau perkembangan pendidikan anaknya. “Jadi orang tua bisa melihat hari ini anak mereka mendapat tugas apa, bagaimana perilaku mereka di sekolah, dan sebagainya,” ungkap Ariyandi. Solusi ini juga bisa dikaitkan dengan teknologi IoT (seperti smartwatch atau smartband) sehingga orang tua bisa melacak posisi sang anak secara real-time.

Wmotion berfokus kepada pengembangan sistem ERP dan CRM berbasis Microsoft Dynamics 365, khususnya pada industri restoran, sekolah, perumahan, peternakan, dan project.

Berbasis Cloud

Solusi Wmotion sendiri dibangun di atas platform Microsoft Dynamics 365. Mengingat WCS telah menjadi partner Microsoft sejak tahun 2004, mudah untuk memahami mengapa Wmotion memilih platform Dynamics 365.

Namun menurut Ariyandi, alasannya lebih dari itu. “Kalau dilihat dari blueprint-nya, Dynamics 365 menggabungkan ERP dan CRM,” tambah Ariyandi. Menurut Ariyandi, hal ini sesuai dengan keinginan customer yang menginginkan dua solusi ini disatukan sehingga menjadi end-to-end solution bagi perusahaan.

Sebagai sebuah Software-as-a-Services, Dynamics 365 sebenarnya sudah menawarkan solusi siap pakai bagi customer. Namun bagi Ariyandi, Wmotion tetap bisa menambahkan added-value di atas Dynamics 365. “Karena Dynamics 365 itu menawarkan solusi yang horizontal, jadi untuk semua industri dan semua perusahaan,” terang Ariyandi.

Sementara Wmotion menawarkan solusi vertikal yang disesuaikan dengan business process yang unik di lima industri yang telah disebut di atas. Dengan begitu, solusi yang ditawarkan Wmotion bisa lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan di industri tersebut.

Dalam menyusun template solusi dari tiap industri, Wmotion berbekal pengalaman panjang WCS yang telah lama berkiprah di tanah air. “Jadi yang kami buat pada dasarnya adalah best practice dari pengalaman kami selama ini,” ungkap Ariyandi. Wmotion memang membuka kemungkinan untuk melakukan kustomisasi lebih jauh lagi, namun dengan batasan tertentu.

Hal ini untuk menjaga kepentingan customer agar tidak menghadapi masalah lebih pelik di kemudian hari. “Contohnya ketika ada upgrade version, kustomisasi ini bisa menjadi pain point tersendiri bagi customer,” ungkap Ariyandi. Belum lagi munculnya ketergantungan customer terhadap konsultan untuk menjaga kompatibilitas kustomisasi tersebut.

Delivery ideal solusi Wmotion sendiri adalah cloud. Namun juga bisa dilakukan dengan pendekatan on-premise dan hybrid. Variasi pilihan ini dimaksudkan untuk membuka lebih banyak opsi bagi customer. “Saat ini market memang sedang beralih ke cloud, namun masih banyak juga perusahaan yang belum percaya ke cloud,” jelas Ariyandi. Pendekatan hybrid juga sesuai untuk perusahaan yang sudah memiliki sistem sendiri.

“Misalnya perusahaan sudah punya sistem finance sendiri, namun ingin menggunakan sistem operasional Wmotion. Nah, dua sistem ini bisa diintegrasikan dengan pendekatan hybrid,” ungkap Ariyandi. Hal ini mungkin karena sejak awal Microsoft merancang Dynamics 365 sebagai open platform, yang bisa diintegrasikan dengan berbagai sistem lain.

Dalam menyusun template solusi dari tiap industri, Wmotion berbekal pengalaman panjang WCS yang telah lama berkiprah di tanah air. “Jadi yang kami buat pada dasarnya adalah best practice dari pengalaman selama ini,” ungkap Ariyandi.

Mimpi Besar

Dengan usia yang baru sekitar satu tahun, Wmotion mengaku sudah memiliki cukup banyak customer. Dari lima sektor sasaran Wmotion, hanya peternakan yang penetrasinya masih rendah. “Karena pemain di industri ini belum banyak yang menggunakan teknologi,” kata Ariyandi. Namun ia yakin, dalam dua tahun ke depan, industri peternakan akan mulai melihat value penggunaan teknologi di industri mereka.

Sementara di empat industri lain, prospeknya boleh dibilang cerah. Di industri pendidikan, misalnya, aktivitas tinggi dari anak sekolah zaman sekarang membentuk kebutuhan orang tua untuk memonitor perkembangan pendidikan anaknya. Sementara di sisi real estate, menyajikan informasi mendalam terkait properti yang akan dipasarkan kini menjadi kebutuhan mutlak.

Kalaupun ada tantangan, itu lebih kepada meyakinkan perusahaan Indonesia terkait konsep cloud. Namun dukungan total Microsoft dalam mengedukasi pasar membuat Ariyandi yakin tantangan ini akan bisa dijawab. “Microsoft selama ini ikut turun menyakinkan customer kalau solusi cloud itu secure, comply dengan semua regulasi, dan mengantongi berbagai sertifikasi,” Ariyandi mencontohkan hal-hal yang dilakukan Microsoft selama ini.

Ketika ditanya mimpi Wmotion di masa depan, Ariyandi dengan yakin berkata: menjadi perusahaan teknologi kelas regional. “Menurut saya orang Indonesia lebih inovatif dibanding negara lain, serta soal services juga lebih murah,” Ariyandi mengungkapkan alasannya.

Mimpi go-regional ini sudah mulai dirintis ketika beberapa waktu lalu solusi restoran Wmotion sudah masuk ke Malaysia dan Vietnam. Dan melihat sambutan positif pasar di dua negara tersebut, mimpi besar Wmotion ini bukan tidak mungkin akan terwujud.

Comments

comments