Profil Dov Moran: Penemu Flashdisk yang Merevolusi Media Simpan

Dov Moran: Penemu Flashdisk yang Merevolusi Media Simpan

Lalu lintas transfer data di internet telah mencapai suatu angka yang cukup mencengangkan. Meskipun sulit diukur secara pasti, diperkirakan di tahun 2015 saja, lalu lintas transfer data melalui internet mencapai sekitar 50 ribu petabyte atau 50 juta terabyte. Belum lagi sumbangan lalu lintas transfer data melalui peranti mobile yang mencapai sekitar 3.600 petabyte.

Jika angka tersebut dijumlahkan dan dibagi jumlah pengguna internet pada tahun 2015 yang mencapai 3.207 juta/sekitar 3 miliar pengguna, akan didapat rata-rata transfer data per pengguna internet per tahun. Jumlahnya yaitu sekitar 0,017 terabyte atau 17 gigabyte/pengguna per tahun.

Itu artinya, setiap hari pengguna internet rata-rata melakukan transfer data sebesar 46,6 megabyte.

Di tahun 2016 pastilah terdapat peningkatan yang cukup signifikan mengingat penetrasi akses internet sudah jauh lebih luas.

Saat Disket Pernah Meraja

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa betapa mudahnya proses transfer data melalui internet.

Namun, mereka yang baru beberapa tahun ini mengenal internet mungkin tak akan pernah mengerti “penderitaan” orang-orang pada saat internet baru mulai dikenal (khususnya saat hendak melakukan transfer atau distribusi data berukuran besar). “Kesusahan” orang-orang di saat itu bahkan lebih parah lagi saat penggunaan internet belum meluas seperti saat ini.

Saat internet belum tersedia atau saat sudah ada namun kecepatan aksesnya masih begitu lambat, proses transfer atau distribusi data yang disukai pengguna adalah menggunakan media disket (floppy disk).

Kapasitas disket sendiri relatif sangat terbatas. Disket yang umum beredar di pasaran maksimal hanya memiliki kapasitas 1,44 megabyte. Di zaman itu pun, angka ini tergolong kecil. Maka tidak mengherankan jika proses transfer atau distribusi sebuah dokumen bisa membutuhkan belasan disket.

Situasi sedikit membaik ketika keping CD atau DVD mulai lazim digunakan. Kapasitasnya yang mampu menampung hingga ratusan megabyte bahkan hingga gigabyte memberikan kelegaan dalam transfer data.

Namun masih ada juga sedikit kelemahan, yaitu proses baca tulis ke keping CD/DVD yang tak senyaman melakukan proses membaca dan menulis data ke disket. CD atau DVD pun tidak semuanya bisa ditulisi dan dihapus berulang kali layaknya disk. Inilah yang juga membuatnya tidak sepopuler disket.

Hingga akhirnya ditemukanlah sebuah solusi yang terbaik, bahkan setidaknya sampai saat ini, yaitu USB flash disk. USB flash disk memberikan solusi baik dari sisi kapasitas maupun kemudahan baca tulis. Bentuknya relatif kecil pula sehingga mudah dibawa ke mana saja.

Diawali Kursus Komputer

Berterima kasihlah kepada Dov Moran yang telah menemukan dan mengembangkan USB flash disk ini.

Dov Moran (lahir pada tahun 1955), adalah seorang penemu, wirausahawan, dan investor yang berasal dari Israel. Dia lahir di sebuah kota bernama Kfar Saba. Beberapa media menuliskan namanya dengan Dev Moran, kemungkinan karena adanya sedikit kesulitan dalam menerjemahkan huruf Ibrani ke huruf Latin.

Sebagai seorang penemu di bidang elektronika dan komputer, tentunya Moran memiliki latar belakang pendidikan di bidang elektronika yang memadai. Semuanya berawal ketika orang tua Moran menyadari bahwa putra mereka memiliki minat cukup tinggi terhadap hal yang berbau elektronika. Hal ini membuat kedua orang tuanya mengirim Moran untuk mengikuti kursus komputer tahunan di Universitas Tel-Aviv.

Saat itu, usia Moran baru sekitar enam belas tahun. Bahasa pemrograman yang dipelajari oleh Moran saat itu masih membutuhkan kartu-kartu yang dilubangi (punched card). Hanya dalam waktu tiga bulan saja, Moran sudah mampu menulis program buatannya sendiri.

Berhubung lahir di Israel, negara yang sering dilanda peperangan, Dov Moran juga menjalani wajib militer. Hanya saja, sedikit berbeda dengan kebanyakan pemuda Israel lainnya (yang mengikuti wajib militer terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan studi), Dov Moran melakukan hal yang sebaliknya. Moran menempuh studinya terlebih dahulu, baru kemudian setelah lulus dia bergabung dengan Angkatan Laut Israel.

Moran menempuh pendidikan di bidang teknik elektro di Technion Institute of Technology, Kota Haifa, Israel. Tidak main-main, dia lulus sarjana dengan prestasi yang memuaskan, cum laude. Setelah itu, dia bergabung ke angkatan laut selama tujuh tahun.

Menurut pengakuannya, Moran sangat menikmati perannya sebagai perwira angkatan laut. Sangat wajar karena di angkatan laut, Moran ditempatkan pada posisi yang sesuai pendidikan dan minatnya, yaitu sebagai pemimpin di departemen teknologi, khususnya mikroprosesor.

Mendirikan Perusahaan Teknologi

Ketika masa baktinya berakhir, Moran berkata kepada rekan-rekannya bahwa selanjutnya dia akan mendirikan perusahaan sendiri (sebuah startup).

Jika perkataan seperti yang dikatakan Moran tersebut dinyatakan pada saat ini, barangkali tidaklah terlalu luar biasa karena banyak sekali anak muda di Israel yang ingin mendirikan startup. Namun di tahun 1980-an, hal tersebut tampak kurang lazim. Moran pun sempat diejek oleh rekan-rekannya. Bahkan, ada yang menganggapnya gila.

Namun Moran bergeming dan tetap melanjutkan rencananya untuk mendirikan start up. Memang hal tersebut tidak seketika berhasil diraihnya. Seusai “melepas” jabatannya di angkatan laut, Moran terlebih dahulu bekerja sebagai konsultan teknologi independen.

Akhirnya pada tahun 1989, cita-cita Moran untuk mendirikan perusahaan sendiri tercapai dengan berdirinya M-Systems. Sudah tentu Moran sendirilah yang bertindak sebagai pemimpin di perusahaan tersebut. Orang kepercayaan Moran di M-Systems adalah Amir Ban dan Orog Ordan.

Pada tahun 1995, M-Systems akhirnya berhasil mengembangkan dan memproduksi flash drive pertama di dunia. Flash drive tersebut diberi nama DiskOnChip. DiskOnChip ini belum bersifat praktis karena bentuknya mirip seperti IC (integrated circuit/sirkuit terintegrasi) dengan kaki yang banyak dan kecil.

Namun kemudian pada tahun 1999, M-Systems memproduksi flash drive yang jauh lebih praktis. Ini karena perangkat ini digunakan dengan cara ditancapkan pada port USB. Flash drive ini diberi merk dagang DiskOnKey yang akhirnya populer sebagai USB flash disk hingga sekarang.

Meraih Kesuksesan

M-Systems bekerja sama dengan IBM akhirnya memproduksi USB flash disk secara masal dan produk pertama mereka memiliki kapasitas sebesar delapan megabyte saja. M-Systems pun berkembang pesat dan pada akhir tahun 2006, Moran menjual M-Systems ke SanDisk dengan nilai fantastis, satu miliar dolar AS!

Padahal saat mendirikan M-Systems, Moran hanya berani bermimpi akan memiliki perusahaan senilai satu juta dolar AS. Bahkan pada sebuah sesi wawancara, ketika ditanya bagaimana caranya menumbuhkan keuangan perusahaan, Moran dengan bercanda menjawab bahwa hanya bunga atau tanaman yang bisa bertumbuh, sedangkan uang tidak bisa bertumbuh. Namun itulah ciri Moran dengan segala kerendah-hatian dan rasa humornya yang tinggi.

Hal lain yang bisa dicontoh dari Dov Moran adalah kejeliannya untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi. Penemuan USB flash disk muncul dari masalah transfer data yang juga dihadapi oleh Moran. Kecilnya kapasitas disket serta dimensinya yang cukup besar relatif membuat tidak nyaman saat dimasukkan ke kantong. Hal ini mengganggu pikirannya hingga akhirnya muncullah gagasan untuk membuat USB flash disk yang berhasil diwujudkannya.

Moran juga memberikan nasihat kepada para pemuda yang ingin mendirikan start up dengan sebuah perumpaan orang yang hendak berenang. “Sebelum melompat ke kolam”, katanya, “pastikan Anda yakin bahwa ada air di dalam kolam itu. Pastikan Anda bisa atau tahu cara berenang. Dan terakhir, Anda harus siap untuk menempuh waktu yang sangat, sangat lama dalam melintasi kolam tersebut untuk mencapai sebuah kesuksesan”.

Tetap Bekerja di Usia Senja

Pasca penjualan M-Systems ke SanDisk (yang membuatnya kaya raya), Moran sama sekali tidak berpikir untuk pensiun. “Apa itu pensiun?” katanya seolah terkejut.

“Ayah saya meninggal dua tahun lalu pada usia lebih dari sembilan puluh tahun dan sampai hari terakhir hidupnya pun dia masih bekerja di SanDisk. Itu adalah teladan yang perlu diikuti. Mungkin saya tidak bisa seperti beliau yang mampu bekerja hingga umur sembilan puluh tahun. Namun saya akan berusaha sekuat tenaga memberikan kontribusi yang terbaik,” ujarnya.

Benar saja, Moran tidak berhenti atau pensiun. Dia mendirikan perusahaan lain bernama Modu. Perusahaan ini mengembangkan peranti seluler modular yang dapat disematkan ke dalam peranti yang lain. Modu berhasil mengumpulkan beberapa paten dan sebagian di antaranya dibeli oleh Google dengan nilai 4,9 juta dolar AS.

Sekarang ini, Moran memimpin sebuah perusahaan bernama Comigo yang didirikannya pada tahun 2012. Comigo mengembangkan sebuah platform televisi berbasis Android. Hal ini memberikan berbagai opsi terhadap cara kita menonton acara televisi melalui berbagai perangkat, sekaligus memberikan personalisasi dan kemampuan interaksi sosial.

Comments

comments