Profil Rasmus Lerdorf: Pencipta Bahasa PHP yang Benci Pemrograman

Rasmus Lerdorf: Pencipta Bahasa PHP yang Benci Pemrograman

Rasmus Lerdorf (Pencipta PHP).

Internet takkan memiliki makna tanpa isi konten. Dan konten di internet tersebut barangkali juga tak akan semeriah sekarang ini tanpa aplikasi manajemen konten yang mumpuni. Saat berbicara tentang sistem manajement konten atau CMS (content management system), hampir semua pengisi konten di internet mengenal WordPress.

Ya, WordPress memang merupakan CMS paling populer saat ini, dengan market share sebesar 58,9 persen. Di belakang WordPress terdapat beberapa nama yang sebenarnya tak asing juga, seperti Joomla!, Drupal, dan Magento. Namun market share mereka tertinggal sangat jauh dari WordPress.

Terlepas dari itu, sebenarnya ada benang merah yang dapat ditarik dari keempat nama yang disebut di atas. Keempatnya dikembangkan menggunakan PHP, bahasa pemrograman web yang sangat populer. Saat ini, CMS berbasis bahasa PHP telah digunakan oleh lebih dari 9 juta situs internet, termasuk beberapa nama besar seperti Facebook, CurrencyFair, Wikipedia, Tumblr, Mailchimp, Flickr, Yahoo, dan Twitter.

Jadi aman kiranya untuk menyatakan bahwa tanpa PHP, internet tak akan semaju sekarang ini. Dan siapakah yang boleh berbangga karena namanya dicatat sebagai pencipta PHP? Dialah Rasmus Lerdorf, seorang programmer asal Denmark.

Lulusan Teknik Desain Sistem

Rasmus Lerdorf lahir pada tanggal 22 November 1968 di Qeqertarsuaq, Greenland. Secara administratif, Greenland merupakan bagian dari negara Denmark. Karena itu, Lerdorf sering disebut sebagai orang Denmark. Namun, bukan hanya itu. Faktanya, pada saat baru berusia tiga tahun, keluarganya memang berpindah dari Greenland ke Denmark.

Masa kecil Rasmus dihabiskan di salah satu negeri paling dekat dengan kutub utara tersebut. Pada tahun 1980, ketika Lerdorf berusia dua belas tahun, keluarganya berpindah dari Denmark ke Kanada. Kemudian mereka menetap di King City, Ontario (sebelah utara Toronto), sejak tahun 1983.

Lerdorf kemudian melanjutkan pendidikannya di Kanada dan masuk ke King City Secondary School (setingkat SMA) dan lulus pada tahun 1988. Dia langsung naik jenjang pendidikan dengan mengambil jurusan Teknik Desain Sistem (Systems Design Engineering) di University of Waterloo.

Pada tahun 1993, Lerdorf berhasil menamatkan studinya dan memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan (Bachelor of Applied Science). Di Indonesia, gelar tersebut kurang lebih setara dengan gelar vokasi lulusan program Diploma IV yang juga disebut dengan Sarjana Sains Terapan.

Setelah lulus sarjana, Lerdorf sempat beberapa kali pindah tempat tinggal, bahkan hingga pindah negara. Lerdorf sempat tinggal di Brasil selama tiga tahun, kemudian pindah lagi ke North Carolina, sebelum akhirnya mendarat di San Fransisco, California. Lerdorf yang memiliki rasa humor tinggi selalu berkata bahwa dia adalah satu-satunya Latino Eskimo yang tinggal di California.

Mengembangkan Parser Sederhana

Ilmu yang dipelajarinya selama kuliah mau tidak mau membuat Lerdorf menguasai berbagai bahasa pemrograman yang populer pada zaman itu, seperti C dan CGI-Perl. CGI di sini adalah singkatan dari Common Gateway Interface, bukan Computer Generated Imagery. Jadi yang dikuasai Lerdorf adalah scripting (pembuatan skrip program), bukan pembuatan animasi.

Pada pertengahan dasawarsa 1990-an, Lerdorf banyak terlibat dalam proyek pembuatan halaman web. Dengan bermodalkan bahasa C dan Perl, Lerdorf merasa kewalahan dalam membangun halaman web karena membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Opsi lain yang tersedia saat itu adalah membuat desain halaman web menggunakan pengolah kata seperti Microsoft Word, menyimpannya dalam format HTML, kemudian mengunggahnya menggunakan FTP.

Opsi kedua ini banyak memiliki keterbatasan. Salah satu di antaranya adalah terlalu statis. Halaman web yang dirancang tersebut tidak akan bisa secara dinamis “menyapa” pengunjung dengan ucapan selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam sesuai waktu aksesnya, atau katakanlah menyapa “Bapak” atau “Ibu” sesuai jenis kelamin pengunjungnya.

Padahal pada saat itu, perancangan halaman web yang dinamis sudah menjadi kebutuhan yang mendesak, apalagi bagi perusahaan-perusahaan besar yang hendak menampilkan profil perusahaan.

Dari sisi kedinamisan, jelas penggunaan C dan Perl lebih cocok. Jadi Lerdorf tetap bertahan menggunakan kedua bahasa tersebut dalam membangun halaman dan aplikasi web. Namun lama kelamaan, Lerdorf menjadi bosan dan lelah karena untuk merancang halaman sederhana saja dia bisa membuat sampai tiga puluh skrip berbeda. Untunglah, Lerdorf tidak menyerah dan malahan menggabungkan puluhan skrip berbeda tersebut menjadi satu pustaka tunggal dalam bahasa C.

Selanjutnya, Lerdorf mengembangkan sebuah parser sederhana yang dapat menggantikan tag HTML berdasarkan output dari pustaka C tadi. Pustaka ini mula-mula diterapkannya dalam membangun web pribadinya serta beberapa proyek kecil lainnya.

Pustaka tersebut lama-kelamaan berkembang dengan memasukkan berbagai unsur pemrograman ke dalamnya, seperti pengenalan kondisi, pengulangan perintah, fungsi, dan lain-lain. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal PHP. Rasmus Lerdorf menamai pustaka buatannya tersebut dengan PHP karena merupakan singkatan dari Personal Home Page tools.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1995 sehingga tahun tersebut dinyatakan sebagai tahun lahirnya bahasa PHP.

Rasmus Lerdorf (Pencipta PHP).

Pada awal pengembangannya, PHP lebih banyak digunakan untuk melakukan pengolah form. Oleh karenanya, pada saat itu PHP sering disebut juga PHP/FI, dengan FI merupakan singkatan dari Form Interpreter.

Berhubung dilepas dengan lisensi open source, banyak pihak turut mengembangkan PHP/FI. Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend mengembangkan interpreter PHP yang lebih “bersih” dan lebih cepat. Interpreter baru ini kemudian dirilis sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP itu sendiri diubah menjadi singkatan rekursif yang kepanjangannya adalah PHP: Hypertext Preprocessor. Sekarang ini bisa dikatakan lebih banyak lagi yang terlibat dalam pengembangan PHP.

Tetap Rendah Hati

Meski bahasa PHP telah begitu populer dan digunakan oleh berbagai layanan internet ternama, Rasmus Lerdorf tidak menjadi besar kepala. Dia adalah seorang yang rendah hati dan selalu mengatakan bahwa dia bukanlah pengembang bahasa PHP yang kita kenal sekarang ini.

“Saya hanyalah orang yang mengembangkan PHP untuk pertama kalinya”, demikian katanya pada suatu kesempatan. “Dalam perjalanan selanjutnya, ada puluhan, bahkan ratusan orang yang turut serta mengembangkan PHP hingga menjadi seperti sekarang ini,” ujarnya merendah.

Lebih lanjut Lerdorf mengatakan bahwa PHP adalah sebuah proyek kolaboratif. “Bayangkan, bila Anda memiliki sebuah masalah dalam membangun web, Anda bisa saja pergi ke toko dan membeli sebuah produk yang masih ‘terbungkus plastik’, namun bisa saja kan produk tersebut tidak mampu membawa solusi bagi masalah Anda. Atau Anda bisa bergabung ke sebuah komunitas berisi ribuan orang yang mengalami masalah sama dengan Anda, kemudian mencari solusinya secara bersama-sama. Itulah PHP,” papar Lerdorf.

Bagi Lerdorf, mencari solusi secara kolaboratif adalah cara terbaik dalam membangun peranti lunak. Peranti lunak tersebut bahkan pada akhirnya bisa saja mengalahkan sebuah produk berbayar.

Rasmus Lerdorf tidak hanya berperan dalam pengembangan PHP. Dia juga memiliki kontribusi dalam pengembangan web server Apache serta menambahkan klausa LIMIT dalam bahasa MSQL. Berbagai peranti lunak database relasional berskala mainframe seperti Oracle telah memiliki klausa LIMIT namun ternyata belum tersedia pada peranti lunak database relasional skala PC.

Setelah ditambahkan oleh Lerdorf, akhirnya berbagai peranti lunak database relasional segera mengadaptasi penggunaan klausa LIMIT tersebut.

Benci Bahasa Pemrograman

Selain terus terlibat dalam pengembangan PHP, Lerdorf juga memiliki karier sebagai karyawan pada perusahaan besar.

Pada rentang September 2002 hingga November 2009, Lerdorf bekerja untuk Yahoo! Inc. sebagai arsitek infrastruktur. Pada tahun 2010, dia bergabung ke WePay untuk mengembangkan antarmuka aplikasi. Pada 22 Februari 2012, melalui akun Twitter-nya, Lerdorf mengumumkan bahwa dia bergabung ke Etsy. Pada bulan Juli 2013, Lerdorf bergabung ke Jelastic sebagai penasehat senior dalam proses pembuatan teknologi baru.

Lerdorf juga sering diundang untuk berbicara pada aneka ajang open source di berbagai belahan dunia.

Berkat prestasinya, Lerdorf pernah menerima penghargaan dari MIT pada sebuah ajang bernama T35. Ia digelari sebagai salah satu dari seratus orang penemu berbakat yang masih berusia kurang dari 35 tahun.

Yang menarik, pada berbagai kesempatan Lerdorf sering berkata bahwa sebenarnya dia membenci pemrograman. Yang dia sukai adalah proses pemecahan masalah. “Saya membangun PHP ini sebenarnya supaya saya lebih sedikit melakukan pemrograman karena tinggal menggunakan kode yang telah ada,” pungkasnya.

Comments

comments