Arsip Harian: Sep 2, 2017

Cara Kerja Fitur Facebook “People You May Know”

Saat ini Facebook memiliki pengguna aktif sebanyak 2 miliar setiap bulannya dan salah satu fitur yang meningkatkan jumlah pengguna Facebook adalah “People You May Know’.

Fitur memungkinkan Anda mendapati saran untuk menambahkan mantan atasan di kantor lama, mantan pacar, atau orang yang kita kenal lewat suatu kegiatan.

Kasmir Hill (Jurnalis Gizmodo) mengatakan ia mendapatkan saran untuk berteman dengan seorang perempuan bernama Rebecca Porter yang notabene jauh lebih tua dan mereka tinggal dalam jarak yang sangat jauh.

“Ternyata, ia menikah dengan kakak dari orang tua saya. Kakek saya yang memiliki nama Porter pernah menelantarkan ayah saya. Pada akhirnya, ayah saya diasuh oleh keluarga bernama Hill,” kata Kasmir seperti dikutip dari laman USA Today.

Hill pun bertanya kepada Chris Kelly (Chief Privacy Officer Facebook). Awalnya, Kelly enggan membeberkan cara kerja fitur “People You May Know”. Namun, akhirnya Kelly mau menjawabnya.

Kelly menjelaskan ada empat faktor yang membuat fitur “People You May Know” bekerja. Pertama, fitur itu akan bekerja jika keduanya memiliki mutual friends karena itu bisa menjadi faktor utama untuk pertemanan.

Faktor kedua, jika ada dua orang yang tergabung dalam satu group yang sama di Facebook atau ditandai dalam satu foto yang sama. Ketiga, ada juga arena jejaring yang sama, misalnya satu sekolah, kampus, atau kantor yang sama.

Terakhir, Facebook kini memiliki kemampuan untuk membaca kontak yang dipakai oleh pengguna. Ini juga menjadi salah satu cara dalam menyarankan pertemanan.

Selain hal tersebut, ada hal lain yang membuat Facebook menyarankan pertemanan. “Kami memilih untuk mencantumkan alasan paling umum yang mungkin disarankan oleh People You May Know,” kata juru bicara Facebook tanpa mengungkapkan alasan lain.

Alih-alih memberi jawaban, juru bicara tersebut malah menyarankan menghapus saran pertemanan jika pengguna tidak menyukainya.

“Orang tidak selalu suka dengan apa yang disarankan People You May Know. Jadi, anda bisa menutup saran yang diberikan kalau memang tidak tertarik,” ujarnya.

Samsung Targetkan Penjualan Galaxy Note 8 Tembus 11 Juta Unit

Samsung sebentar lagi akan membuka pre-order dan menjual Galaxy Note 8 pada 15 September 2017. Samsung pun optimis Galaxy Note 8 akan mendapatkan sambutan positif dari pasar.

DJ Koh (President of Mobile Communication Business Samsung) mengatakan Samsung yakin Galaxy Note 8 laris manis dan menargetkan penjualannya lebih banyak dari Galaxy Note 5 dua tahun silam.

Penjualan Galaxy Note 5 sendiri mencapai 11 juta unit. “Saya berharap penjualan Galaxy Note 8 lebih dari 11 juta unit,” katanya seperti dikutip Phone Arena.

Samsung akan mengatur pasokan Galaxy Note 8, mengingat Samsung juga menginginkan keuntungan besar dari penjualan Galaxy S8 di pasar. Sejauh ini, jumlah Galaxy S8 sudah terjual sebanyak 48 juta unit atau 15 persen lebih banyak dibandingkan Galaxy S7.

Sekadar informasi, Galaxy Note 8 dijual dengan harga mulai dari US$ 930 atau sekitar Rp12 jutaan. Galaxy Note 8 bisa dibilang merupakan salah satu flagship smartphone yang paling mahal di pasaran saat ini.

IFA 2017: Moto X4 Andalkan Kamera Ganda dan Amazon Alexa

Akhirnya, Lenovo resmi meluncurkan smartphone flagshipnya Motorola Moto X4 dalam ajang pameran bergengsi IFA 2017 di Berlin, Jerman. Moto X4 menawarkan dua fitur andalan yaitu kamera ganda dan asisten digital Amazon Alexa.

Moto X menawarkan bodi berbalut metal dan kaca sehingga memberikan kesan yang modern, layar 5,2 inci dengan resolusi Full HD bertekologi IPS dan lapisan layar kaca Gorilla Glass 4, chipset prosesor Qualcomm Snapdragon 630 dan, RAM 3 GB dan internal storage berkapasitas 32 GB serta baterai 3000 mAh.

Moto X4 mengusung sebuah kamera ganda 12 megapixel dengan lensa normal dan kamera 8 megapixel dengan lensa lebar sehingga mampu menyuguhkan hasil foto dengan sudut pandang lebih luas hingga 120 derajat.

Untuk kamera depannya, Moto X4 memiliki kamera selfie hingga 16 megapixel.

Kamera utamanya memiliki sistem autofokus dual pixel dan lensa f/2,0 dan kamera keduanya mempunyai lensa f/2,2 sehingga mampu menghasilkan efek bokeh seperti sistem dua kamera lainnya.

Smartphone itu sudah mengusung sertifikasi IP68 yang tahan debu dan air hingga kedalaman 15 meter dan waktu maksimal 30 menit. Sayangnya, Moto X4 tidak mendukung aksesoris modular Moto Mods.

Moto X4 memiliki jaringan 4G LTE Cat.13, USB Type-C, Bluetooth 5.0, sensor fingerprint yang terintegrasi dengan tombol Home, serta asisten virtual Amazon Alexa. Smartphone ini masih berjalan pada sistem operasi Android Nougat.

Moto X4 hanya tersedia dalam pilihan warna Super Black dan Sterling Blue. Moto membanderol Moto X4 di Eropa senilai USD 475 atau sekitar Rp6,3 juta.

IFA 2017: Menjajal Game Star Wars: Jedi Challenges

Booth Star Wars: Jedi Challenges bisa jadi adalah salah satu atraksi paling menarik di IFA 2017 Berlin, Jerman. Pada booth tersebut, pengunjung IFA bisa menjajal game hasil kerja sama Lenovo, Disney, dan Lucas Film tersebut.

Jedi Challenges menawarkan pengalaman berperang di dunia Star Wars. Star Wars: Jedi Challenges adalah game berbasis augmented reality (AR) yang mengajak pemain menjelajah dunia Star Wars. Ada tiga gameplay yang disediakan, yaitu adu pedang menggunakan Lightsaber, mengatur strategi perang pasukan Rebellion, dan bermain game khas Star Wars, holochess.

InfoKomputer berkesempatan menjajal Star Wars: Jedi Challenges ini dalam sebuah sesi khusus untuk wartawan. Berikut adalah pendapat kami saat bermain game ini.

Menjelajah Planet

Ada empat komponen yang dibutuhkan untuk memainkan game ini, yaitu headset Mirage AR, tracking beacon, pedang Lightsaber, serta smartphone yang kompatibel. Daftar smartphone ini sendiri bisa dilihat pada jedichallenges.com/app.

Menggunakan headset Mirage AR sendiri terbilang gampang. Dengan menggunakan tombol pengatur lingkar kepala, headset tersebut bisa menempel dengan kokoh. Headset ini sendiri terasa ringan, meski tim Lenovo mengingatkan panas dari smartphone akan mulai terasa jika kita bermain game lebih dari 30 menit.

Tracking beacon berbentuk bola berfungsi mendeteksi gerakan dari pemain sekaligus penanda dari sisi paling bawah permainan. Jadi jika pemain sedang bermain Lightsaber, tracking beacon ini ditempatkan di lantai. Namun jika pemain ingin bermain holochess di meja, beacon tersebut ditempatkan di meja. Saat demo, tracking beacon ini sudah terpasang. Namun tim Lenovo menyebut, pemain cukup menempatkan perangkat ini di sisi depan pemain.

Gameplay Jedi Challenges ini sendiri berkisah tentang perjalanan seorang prajurit Rebellion menjelajahi semesta Star Wars. Ia harus menjelajahi 10 planet di tata surya Star Wars, dengan tiap planet melibatkan tiga jenis game seperti kami sebut di atas. Lenovo menyebut gameplay Jedi Challenges secara keseluruhan akan melibatkan 10 jam permainan, dan bisa terus berkembang dengan update game.

Untuk demo ini sendiri, kami hanya bisa menjajal perang menggunakan Lightsaber. Karena berformat AR, pemain Star Wars: Jedi Challenges masih bisa melihat obyek asli di sekelilingnya. Namun kemudian akan muncul musuh yang akan menyerang dengan menyabetkan pedang berwarna merahnya.

Ketika diserang, pemain akan melihat garis virtual berwarna kuning yang menunjukkan arah serangan dari musuh. Yang perlu dilakukan pemain untuk menangkal serangan itu adalah menempatkan pedang yang meraka pegang searah garis kuning tersebut. Ketika kita cukup cepat melakukannya, garis berubah menjadi hijau yang menandakan kita berhasil melakukan tangkisan.

Cara yang mirip digunakan saat menyerang musuh. Kita harus menyabet pedang searah garis yang muncul di sisi lawan.

Game akan menampilkan tangkisan dan serangan ini secara bergantian dan dengan sudut berbeda yang akan memaksa kami untuk bergerak. Bahkan pihak Lenovo mengklaim, game Jedi Challenges aslinya akan menampilkan teknik permainan pedang yang lebih kompleks, termasuk lawan yang bergerak ke sana ke mari.

Dari pengalaman kami, game Star Wars: Jedi Challenges menjanjikan pengalaman gameplay yang menarik. Penggemar Star Wars yang ingin merasakan sensasi perang menggunakan Lightsaber akan terpenuhi dengan game ini.

Kalau pun beberapa kekurangan yang bisa kami catat, adalah tampilan virtual yang terlihat agak buram sehingga mengurangi efek “menakutkan” dari musuh. Saat pertama mencoba, kami juga merasakan pedang virtual yang tidak benar-benar lurus dengan Lightsaber yang kami pegang. Namun Lenovo menyebut, hal terakhir ini lebih karena bug akibat banyaknya lampu saat demo dilakukan.

Star Wars: Jedi Challenges sendiri mulai dijual di pasar AS dan Eropa sejak hari ini dengan harga US$199. Belum ada kabar kapan game ini masuk ke Indonesia.

IFA 2017: Sony Luncurkan “Duet Maut” Xperia XZ1 dan XZ1 Compact

Sony meluncurkan “duet maut” smartphone terbarunya Sony Xperia XZ1 dan Sony XZ1 Compact dalam ajang pameran bergengsi IFA 2017 di Berlin, Jerman.

Kedua smartphone itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4 GB, baterai 2.700 mAh, lapisan layar Gorilla Glass 5 dan sertifikasi IP68 sehingga tahan air dan debu.

Perbedaannya, Sony XZ1 menawarkan bentang layar full HD 5,2 inci dengan resolusi 1080p dan storage internal 64 GB. Sedangkan, XZ1 Compact menawarkan bentang layar 4,6 inci dengan resolusi 720p dan storage internal 32 GB.

Kedua smartphone itu mengusung kamera utama 19 megapixel yang dapat merekam gerakan super lambat video 720p di 960fps dan perekaman video 4K. Sayangnya, kamera utamanya tidak memiliki fitur OIS (optical image stabilzation).

Untuk kamera depannya, Xperia XZ1 menawarkan kamera selfie 13 megapixel sedangkan kamera depan XZ1 Compact hanya 8 megapixel seperti dikutip The Verge.

Kedua smartphone itu memiliki fitur unggulan yaitu aplikasi 3D Creator yang memungkinkan user melakukan scan 3D ke beragam obyek dan membagikannya ke media sosial atau aplikasi pesan instan. Aplikasi itu memiliki empat mode yaitu head scan, face scan, food scan dan freeform scan.

Sony menjamin kedua smartphone itu langsung mengusung sistem operasi terbaru Android Oreo.

Sony menjual Sony Xperia XZ1 senilai USD 700 atau sekitar Rp9,3 juta dan Xperia XZ1 Compact USD 600 atau sekitar Rp8 juta.

IFA 2017: Lenovo Yoga 920 Lebih Mewah, Ringan dan Bertenaga

Lenovo Yoga 920 edisi Star Wars

Lenovo resmi meluncurkan laptop Yoga 920 sekaligus menjadi penerus Yoga 910 dalam ajang pameran IFA, Berlin, Jerman. Lenovo Yoga 920 tersedia dalam enam pilihan desain dan dua di antaranya bertema Star Wars.

Info Komputer mendapatkan kesempatan emas untuk melihat langsung peluncuran laptop premium nan canggih tersebut.

Lenovo Yoga 920 mengusung layar 13,9 inci dengan layar yang bisa diputar 360 derajat. Lenovo Yoga 920 mengusung prosesor Intel i7 generasi 8 yang menawarkan performa lebih dahsyat dan efisien daya 40 persen lebih hemat dari generasi sebelumnya.

Selain itu, Lenovo Yoga 920 juga mengusung RAM DDR4 16GB dan media penyimpanan SSD 1 TB serta dua port Thunderbolt 3 untuk menunjang konektivitas.

Untuk keamanan, Lenovo memasang otentikasi pemindai sidik jari pada Lenovo 920. Hebatnya, Layar sentuh Lenovo Yoga 920 sangat sensitif dari generasi sebelumnya. Laptop itu juga memiliki aksesoris Lenovo Active Pen 2 yang sangat sensitif dan memudahkan kinerja Anda.

Bobotnya pun sangat ringan hanya 1.37 kg saja dan ketebalannya hanya 13,95 mm sangat cocok bagi Anda yang mobile. Lenovo Yoga 920 menawarkan tiga warna yaitu copper, bronze dan silver platinum.

Lenovo melengkapi Yoga 920 dengan layar resolusi 4K dan audio Dolby Atmos Sound. Sehingga, pelanggan memiliki tampilan yang prima, baik dalam hal visual maupun audio.

Lenovo Yoga 920 versi Star Wars

Uniknya, Lenovo juga menghadirkan Lenovo Yoga 920 versi Star Wars dengan dua pilihan yaitu putih jika Anda golongan Light Force atau hitam jika Anda di kubu Dark Side. Hebatnya, Lenovo Yoga 920 edisi Star Wars dilapisi kaca Gorilla Glass yang tahan gores.

Lenovo membanderol Lenovo Yoga 920 mulai dari $1329.99 atau sekitar Rp17 jutaan dan mulai dikapalkan ke pasar pada Oktober 2017.

Review Smartphone