Arsip Harian: Sep 11, 2017

Survei BLANJA.com: Pria Tak Kalah Hobi Belanja Ketimbang Wanita

Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September menjadi ajang bagi BLANJA.com, marketplace joint venture Telkom Indonesia dan eBay, untuk memanjakan para pelanggannya di bulan September ini.

Ada banyak promo menarik yang ditawarkan BLANJA.com, di antaranya melalui kode voucher MANJA (Makin Asik BLANJA) yang bisa digunakan pengguna untuk mendapatkan diskon hingga 75%. Menariknya, BLANJA.com juga menguak fakta menarik tentang pelanggan, salah satunya tentang hobi belanja pria yang tak kalah dari wanita.

Berikut fakta menarik pelanggan di BLANJA.com yang telah dirangkum dalam bentuk infografis:

1. Pria tak kalah hobi belanja daripada wanita.
Survei yang dilakukan Priceza menunjukkan, saat ini laki-laki lebih menggemari belanja online daripada wanita. Kemudahan yang ditawarkan oleh banyak marketplace membuat pria lebih suka belanja online karena menghemat waktu dan tak perlu repot datang ke toko untuk memilih produk yang dicari. Adapun rentang usia baik pria maupun wanita yang sering belanja online yakni 18 – 35 tahun. Sedangkan untuk produk yang paling banyak diminati masih telepon & gadget (30%), pulsa (25%), fashion & aksesoris (20%), dan rumah & elektronik (20%).

2. Masyarakat hobi belanja di jam kerja.
Fakta menarik lainnya adalah trafik transaksi paling tinggi terjadi pada pukul 11 pagi hingga 12 siang yang masih dalam jam kerja. Hal ini berbanding terbalik di mana saat weekend justru trafik transaksi menurun.

3. Generasi millennial menjadi potensi terbesar belanja online.

Generasi millennial merupakan orang-orang yang terbiasa dengan kecepatan dan kemudahan. Kemudahan menjadi alasan semakin besarnya peluang generasi millennial berbelanja kapan pun dan di mana pun, tidak seperti generasi-generasi dulu yang terbatas pada toko untuk mendapatkan benda yang diinginkan.

Bulan September, BLANJA.com Manjakan Pelanggan

Meski Hari Pelanggan Nasional 2017 sudah berlalu, namun kemeriahannya masih terasa bagi penggemar belanja online di Tanah Air.

Bagaimana tidak, masih banyak promo yang disiapkan oleh berbagai merchant offline maupun online untuk semua pelanggan setianya, salah satu diantaranya adalah marketplace joint venture Telkom Indonesia dan eBay, BLANJA.com

Mengusung tema MANJA (Makin Asik BLANJA), marketplace BLANJA.com ingin memanjakan masyarakat dengan beragam diskon menarik di bulan September ini. Pelanggan pun bisa menikmati diskon hingga 75% untuk beragam produk dan tambahan diskon khusus dengan memasukan kode voucher sesuai dengan kategori yang disediakan. Berikut adalah list kode voucher-nya:

Kode VoucherDiscount
KAMUMANJADiscount 4% up to Rp500.000
CEMILMANJADiscount Rp50.000
CANTIKMANJADiscount 20% up to Rp100.000
Saat ini BLANJA.com telah bermitra dengan lebih dari 15 ribu wirausaha dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tak ketinggalan para pemilik merek demi menghadirkan lebih dari 500 juta produk, sekaligus akses yang membawa produk retail unggulan UMKM di seluruh Indonesia ke pasar internasional.

Kasus Serangan Ransomware terhadap Perusahaan Meningkat Tajam

Ilustrasi Symantec

Para hacker terus mengincar perusahaan dan industri finansial karena memiliki sumber finansial yang kuat. Symantec mengungkapkan perusahaan menyumbang 42 persen dari total infeksi serangan ransomware pada tahun ini, naik 30 persen dari tahun 2016 dan 29 persen pada tahun 2015.

“Tahun lalu, persentase serangan ransomware 70 persen konsumen dan 30 persen perusahaan. Tahun ini, kasus ransomware perusahaan meningkat,” kata Matthias Yeo (Chief Technology Office Symantec untuk wilayah Asia) di Jakarta, Senin (11/9).

Laporan Internet Security Threat Report (ISTR) tahunan dari Symantec mengungkap fakta bahwa 1 dari 156 email di I56 email di Indonesia menyimpan serangan malware.

Tidak hanya itu, Indonesia bahkan menempati peringkat ke-14 dalam hal infeksi ransomware dari mesin khusus dan urutan ke-4 di wilayah Asia Pasifik. Yeo melihat perusahaan-perusahaan Indonesia telah mempersiapkan diri mereka terhadap serangan siber.

Yeo mengatakan potensi kerugian akibat serangan siber sangat besar bisa jutaan bahkan adanya miliaran dolar AS. Tidak hanya secara material, kerugian yang paling parah yang dapat dialami perusahaan akibat serangan siber adalah hilangnya kepercayaan pelanggan.

Laporan Symantec tersebut juga menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 40.000 serangan ransomware terdeteksi setiap bulannya.

Karena itu, Symantec menawarkan perlindungan yang belum pernah ada sebelumnya bagi generasi pengguna cloud (komputasi awan). Symantec mengklaim sebagai satu-satunya vendor yang menghubungkan perlindungan endpoint, email, dan situs di satu platform intelijen terpadu. Misalnya, dengan menghadirkan Integrated Cyber Defense Platform bagi para pelanggan perusahaan enterprise.

“Fokus kami ada pada penyediaan visibilitas dan kendali bagi para CISO (chief information security officer) terhadap seluruh konten sensitif yang diunggah, disimpan, dan dibagikan oleh pengguna via cloud, serta melindungi informasi rahasia melalui semua tahapan siklus, di mana pun dan ke mana pun informasi rahasia itu berada,” ujar Yeo.

Contek Tinder, Facebook Bikin Fitur Cari Teman Kencan Online

Belum puas mencontek Snapchat, kini Facebook sedang menguji sebuah fitur baru untuk layanan Messenger yang memungkinkan penggunanya bisa berkencan satu sama lain, sangat mirip dengan aplikasi kencan online Tinder.

Caranya, Facebook Messenger akan memberikan pemberitahuan apakah pengguna mau bertemu dengan pengguna lainnya minggu ini, lengkap dengan informasi nama, nomor telepon orang-orang yang akan Anda kencani, dan foto orang-orang tersebut.

Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, pengguna akan bisa langsung memilih opsi ‘ya’ untuk menerima atau ‘tidak, terima kasih’ untuk menolak. Orang yang Anda pilih untuk berkencan tidak akan tahu bahwa ia sedang diincar, sampai ia juga memilih untuk bertemu dan berkencan dengan Anda.

Pengguna Facebook Messenger juga harus melakukan “swipe right” untuk mulai berkomunikasi, sangat mirip dengan Tinder.

Facebook mengatakan fitur terbarunya itu akan membantu para penggunanya berhubungan lebih efisien.

“Orang sering menggunakan Facebook untuk membuat janji bertemu dengan teman. Jadi kami membuat sebuah uji coba kecil untuk memudahkan mereka,” kata juru bicara Facebook seperti dikutip Motherboard.

Perbedaan mencolok dengan Tinder, para pengguna Facebook dapat menggunakan fitur kencan itu dengan temannya yang sudah saling kenal. Pada Tinder, orang yang dihubungkan tak harus lebih dulu saling kenal.

Facebook Messenger hanya akan memberi saran untuk bertemu pada orang-orang yang sudah ada dalam daftar teman dan yang ada dalam aplikasi Messenger.

Fitur kencan itu baru diujicoba di sebagian wilayah Toronto, Kanada dan New Zealand, baik untuk pengguna iOS maupun Android.

Kualitas Video YouTube HDR Lebih Tajam dan Kontras

YouTube mulai mendukung video dengan kualitas HDR (High Dynamic Range) yang memungkinkan pengguna bisa menikmati video dengan resolusi 1080p dan 60 fps pada perangkat Android.

Untuk mengetahui apakah aplikasi YouTube pada smartphone Anda sudah bisa memutar video HDR, Anda perlu memeriksa pengaturan kualitas pada aplikasi YouTube. Cara kerjanya, Anda bisa memilih HDR pada setting resolusi yang dapat diakses melalui tombol menu seperti dikutip The Verge.

Sebelumnya, YouTube mengumumkan sejumlah fitur baru pada fungsi live streaming, termasuk pengurangan latensi dan moderasi percakapan lebih sederhana. Hal itu dikarenakan adanya pengaturan baru bernama “ultra-low latency” yang memotong keterlambatan atau delay siaran beberapa detik.

Perbandingan kualitas Video YouTube HDR

Tentunya, YouTube akan menghadirkan fitur itu secara perlahan, menyusul banyaknya perangkat yang mulai mengadopsi layar beresolusi HDR.

Saat ini jumlah smartphone yang mendukung kemampuan YouTube HDR masih terbatas termasuk Xperia XZ Premium, LG V30, Galaxy S8 dan Galaxy S8+, Galaxy Note 8 dan Google Pixel.

Video HDR sendiri mampu menampilkan video dengan gambar lebih tajam dan warna lebih kontras. Warna hitam dan putih yang tersaji lebih akurat dan realistis. Rentang warnanya juga lebih luas dibanding video biasa.

Google Hentikan Aplikasi Google Drive untuk Desktop Bulan Depan

Google Drive

Google akan menghentikan dukungan terhadap aplikasi Google Drive untuk komputer desktop, baik sistem operasi Windows maupun Mac, mulai 11 Desember dan akan ditutup sepenuhnya pada 12 Maret 2018.

Google pun akan memberikan penggunanya notifikasi bahwa Google Drive “akan berhenti beroperasi” di desktop mulai bulan depan. Namun, Anda masih bisa mengakses Google Drive melalui web, smartphone, dan perangkat lunak.

Kini Google memiliki perangkat lunak Backup and Sync yang akan menjadi aplikasi pengganti untuk mencadangkan data dan mengakses file di cloud. Aplikasi itu juga menggantikan Google Photos Uploader serta memiliki fungsionalitas dan cara kerja yang kurang lebih serupa dengan Drive.

Selain itu, Google telah meluncurkan Drive File Streame untuk kalangan bisnis yang dapat menghemat ruang pada drive lokal Anda. seperti dikutip The Verge.

Drive File Stream juga bisa melakukan streaming file dari cloud tanpa harus menyimpan file secara lokal di komputer. Sebaliknya, Backup and Sync mesti menempatkan copy file secara lokal dan baru bisa di-backup ke layanan cloud Google Drive.

Layanan cloud storage Google Drive selama ini bisa diakses lewat komputer desktop melalui aplikasi Drive. Namun, dalam waktu dekat, aplikasi tersebut bakal dipensiunkan oleh Google, tepatnya pada Maret 2018 mendatang.

Telkomsigma Tawarkan AlphaBITS Next-G untuk Bantu Inisiatif Perbankan Digital

Dalam mendukung upaya transformasi digital di bidang perbankan nasional, Telkomsigma meluncurkan sistem core banking AlphaBITS Next-G yang dibuat oleh pengembang lokal serta dirancang agar sejalan dengan regulasi perbankan di Indonesia, baik dari OJK maupun Bank Indonesia.

Beberapa keunggulan AlphaBITS Next-G antara lain standard interface untuk meningkatkan kemampuan integrasi dengan berbagai aplikasi dan platform yang sudah menerapkan antarmuka modern serta dukungan terhadap layanan Always-On 24 x 7 melalui perangkat desktop dan mobile.

Selain itu, AlphaBITS generasi terbaru ini juga memungkinkan bank untuk melakukan inovasi produk digital banking agar dapat bersaing dengan perusahaan fintech, misalnya mobile payment, simple on-boarding customer, instant loan, dan e-wallet.

Dengan beragam kemampuan ini, AlphaBITS Next-G dapat mendukung program pemerintah untuk inklusi keuangan serta memungkinkan akselerasi pelaksanaan program bantuan sosial yang ingin diimplementasikan oleh bank.

“AlphaBITS Next-G siap untuk bersaing dengan sistem core banking serupa dengan tingkat kualitas layanan yang berstandar internasional, dan dapat diandalkan serta digunakan oleh perbankan Indonesia maupun Internasional,” kata Andreuw Th. Af. (Direktur Data Center & Managed Services, Telkomsigma) dalam rilis pers.

Di sisi lain, untuk menunjang dinamika bisnis dari nasabah perbankan selama 24 jam di mana pun dan kapan pun, AlphaBITS Next-G memiliki kemampuan untuk memberikan efisiensi mobilitas bagi karyawan bank dalam melayani nasabah secara mobile, baik dalam bentuk agent banking, mobile banker, maupun sales force.

Sedangkan untuk sisi keamanan, AlphaBITS Next-G telah dilengkapi dengan keamanan aplikasi yang memadai.

Kemampuan multi-processing yang dimiliki menjadikan waktu pelaksanaan proses akhir hari dapat dikurangi hingga 30%. Hal ini dapat mengurangi risiko keterlambatan ketersediaan laporan awal hari untuk bank dan menjaga kualitas layanan nasabah dalam bertransaksi.

Inilah 5 Alasan Mi Notebook Pro Mampu Libas MacBook Pro

Xiaomi baru saja mengumumkan produk notebook teranyarnya, Mi Notebook Pro, yang digadang-gadang mampu melibas kinerja MacBook Pro.

Dalam acara konferensi pers di Beijing, hari ini (11/9), Xiaomi beberapa kali membandingkan spesifikasi dan fitur yang dimiliki Mi Notebook Pro dengan kemampuan serupa dari notebook besutan Apple itu.

Sedikitnya ada lima alasan yang membuat Xiaomi yakin bahwa Mi Notebook Pro lebih baik ketimbang MacBook Pro, yaitu:

  1. Prosesor. Mi Notebook Air diklaim sebagai salah satu notebook pertama yang memperoleh pasokan prosesor Intel Core i7 generasi ke-8 yang baru dirilis beberapa waktu lalu. Prosesor ini 40 persen lebih bertenaga dibandingkan dengan prosesor Intel generasi ke-7 yang saat ini dipakai oleh Macbook Pro keluaran tahun 2016.
  2. Kinerja. Dikutip dari hasil uji Geekbench, Mi Notebook Pro terlihat mengungguli MacBook Pro. Pada pengujian single-core, notebook Xiaomi itu mencetak skor 4871 atau di atas notebook Apple dengan skor 4468. Sedangkan pada uji multi-core, notebook Xiaomi mencatat skor 16.095 dan Apple mendapat skor 14.664 saja.
  3. Keyboard. Xiaomi menyebutkan bahwa ukuran keyboard Mi Notebook Pro lebih lega 14 persen daripada MacBook Pro serta menghadirkan pengalaman mengetik yang lebih mudah, nyaman, dan ergonomis.

    Perbandingan konektivitas Mi Notebook Air dan MacBook Air.
  4. Konektivitas. Mi Notebook Pro mengemas tujuh porta untuk menghubungkan dengan media lain, yaitu 2x USB-C, 2x USB 3.0, 3-in-1 SD Card Slot, HDMI, dan 3,5 mm audio jack. Tidak perlu lagi membawa adaptor atau konektor ekstra.
  5. Harga. Di sisi inilah Xiaomi unggul telak. Mi Notebook Pro dibanderol dengan kisaran harga termurah Rp11 jutaan sampai termahal Rp14 jutaan. Bandingkan dengan MacBook Pro 15 inci edisi terakhir yang harga termurahnya saja mulai US$2.399 (Rp31 jutaan).

Tantang MacBook Pro, Xiaomi Mi Notebook Pro Usung Prosesor Intel Generasi ke-8

Xiaomi Mi Notebook Pro berani dibandingkan dengan MacBook Pro.

Xiaomi kembali meluncurkan notebook generasi terbaru, Mi Notebook Pro, untuk melanjutkan kiprah di pasar PC mobile.

Berbeda dengan Mi Notebook Air yang menjadi debutan tahun lalu, Mi Notebook Pro lebih mengutamakan kinerja komputasi dibandingkan dengan desain yang tipis dan ringan. Tentu saja, perbedaan ini mengingatkan kita pada strategi Apple dengan MacBook Pro dan MacBook Air-nya.

Dalam acara peluncuran di Beijing, hari ini (11/9), Xiaomi mengunggulkan kinerja Mi Notebook Pro yang mengusung prosesor Intel Core i7 generasi ke-8 dengan tenaga 40 persen lebih besar ketimbang generasi ke-7. Bahkan, dari hasil uji Geekbench, Mi Notebook Pro sanggup mengungguli MacBook Pro.

Keunggulan Mi Notebook Pro lainnya yang ditekankan Xiaomi yaitu desain sistem pendingin simetris yang diklaim dapat meningkatkan arus udara ke luar mesin sampai 40 persen. Hasilnya, notebook tidak akan cepat panas.

Selain diperkuat prosesor terbaru Intel, Mi Notebook Pro juga mengemas kartu grafis Nvidia GeForce MX150, RAM DDR4 dual-channel 8/16 GB, SSD 256GB PCIe x 4 NVMe, baterai 60 Wh, pemindai sidik jari optikal, speaker Harman, dan backlit keyboard. Meski memiliki lebar layar 15,6 inci dengan bingkai tipis, produk ini tetap cukup ringan dengan bobot 1,95 kg.

Tak ketinggalan, Xiaomi membandingkan keleluasaan koneksi Mi Notebook Pro dibandingkan dengan MacBook Pro karena produknya bisa memuat tujuh porta sekaligus, meliputi 2x USB-C, 2x USB 3.0, 3-in-1 SD Card Slot, HDMI, dan 3,5 mm audio jack.

Xiaomi Mi Notebook Pro diperkuat prosesor Intel Core i7 generasi ke-8 dan dijual dengan harga mulai Rp11 jutaan.

Xiaomi membanderol Mi Notebook Pro dengan harga mulai RMB 5599 (Rp11 jutaan) untuk varian Core i5/RAM 8 GB, RMB 6399 (Rp12,9 jutaan) untuk varian Core i7/RAM 8 GB, sampai RMB 6999 (Rp14 jutaan) untuk varian Core i7/RAM 16 GB.

Sebagai informasi, MacBook Pro 15 inci edisi terakhir memiliki harga termurah mulai US$2.399 (Rp31 jutaan) alias lebih dari dua kali lipat Mi Notebook Pro termahal.

Twitter Menggodok Fitur Baru untuk Mempermudah “Kultwit”

Ilustrasi aplikasi Twitter.

Satu lagi fitur baru sedang disiapkan Twitter untuk memperkaya pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang gemar mengirim tweet secara berseri. Aktivitas semacam ini dikenal di Indonesia dengan “kultwit” (kuliah di Twitter) atau istilah yang muncul baru-baru ini, thread.

Matt Navarra (Director of Social Media, The Next Web) baru-baru ini menemukan sebuah fitur tersembunyi pada aplikasi Twitter versi Android. Fitur itu memampukan pengguna untuk menyusun tweet berseri dan mengirimkannya pada saat yang bersamaan.

Dilihat sekilas, pengguna dapat menentukan jumlah tweet yang terkandung di dalam “kultwit”, lalu menulis konten yang ingin dibagikan. Rangkaian tweet tersebut nantinya akan dimuat sesuai urutan serta ditandai dengan nomor urut dan total jumlah tweet.

Dikutip dari IBTimes, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Twitter mengenai penggodokan fitur “kultwit” ini. Dengan demikian, tidak bisa dipastikan apakah fitur ini bakal benar-benar diluncurkan atau hanya berupa fitur percobaan.

Aktivitas “kultwit” memang cukup populer digunakan oleh para pengguna Twitter yang ingin berbagi opini atau cerita mereka, tetapi terkendala dengan batas maksimal 140 karakter dalam sebuah tweet.

Solusi manualnya, mereka menulis rangkaian tweet yang saling menyambung (thread) dengan cara mengeklik reply di bawah tweet sebelumnya. Cara lainnya yakni dengan mengetik cerita itu di aplikasi lain (misalnya Notepad atau, ironisnya, Facebook), lalu meng-capture-nya untuk diunggah di Twitter.

Review Smartphone