19 | September | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 19, 2017

Daftar Prosesor Mobile Paling Laris Tahun Ini, Bukan Samsung dan Apple

Saat ini banyak sekali merek chip prosesor mobile yang beredar di pasar seperti Qualcomm, Samsung, MediaTek, Xiaomi, Huawei, Apple dan lainnya. Namun, prosesor manakah yang paling laris di pasar?

Perusahaan analis trafik web DeviceAtlas mengungkapkan prosesor Qualcomm adalah prosesor paling laris pada kuartal kedua tahun ini dan Qualcomm Snapdragon 410 adalah prosesor yang laris dipakai smartphone-smartphone yang ada di pasar.

Tak hanya prosesor, chip grafis GPU Adreno juga menguasai pasar global tetapi chip grafis yang paling populer di Amerika Serikat dan Inggris masih dikuasai PowerVR buatan Imagination Technologies yang dipakai iPhone seperti dikutip Gizmochina.

DeviceAtlas menggunakan Mobile Web Intelligence untuk meneliti trafik lebih dari sepuluh ribu situs dan bisa melihat data-data smartphone yang mengakses situs tersebut.

Tentunya, sistem operasi Android masih menjadi yang paling populer di pasar dengan pangsa pasar sekitar 60 persen. Namun perlu dicatat, data itu hanya berasal dari smartphone yang dapat mengakses situs karena IDC mencatat pangsa pasar Android saat ini lebih dari 80 persen.

Nokia Percaya Diri Kalahkan Penguasa Smartphone Samsung dalam 10 Tahun

Nokia sempat menjadi raja pasar ponsel dunia beberapa tahun silam. Sayangnya, kelahiran tren layar sentuh dan sistem operasi Android membuat Nokia semakin tertinggal dan kenangan.

Hingga akhirnya, HMD Global sebagai perusahaan pemegang merek lisensi Nokia hadir dan menjual kembali smartphone Nokia di pasaran. HMD Global pun bertekad membawa Nokia kembali menjadi jawara penguasa smartphone global dengan mengalahkan Samsung dan Apple.

Bahkan, HMD Global percaya diri mampu mewujudukannya dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun. HMD Global sendiri telah meluncurkan Nokia 3,5 6 dan 8.

Pekka Rantala (Chief Marketing Officer HMD Global) mengatakan Nokia 8 memiliki perbedaan yang tidak dimiliki smartphone flagship lainnya seperti desain dan penanganan istimewa pada Android.

“Kami optimis tidak butuh waktu sampai 10 tahun untuk menjadi pemimpin pasar. Waktu kami jauh lebih sebentar untuk menantang Apple dan Samsung,” katanya seperti dikutip Marketing Week.

Pekka sendiri telah bekerja di Nokia selama 17 tahun dan pernah menjabat CEO Rovio, perusahaan pembuat Angry Birds. “Kami diberi kesempatan sekali seumur hidup untuk membangkitkan salah satu brand consumer terbesar sepanjang masa,” ujarnya.

Pekka mengatakan banyak generasi anak muda yang tertarik membeli smarpthone Nokia. “Ini bukan masalah nostalgia. Banyak generasi Millenial yang menjadi Nokia sebagai smartphone alternatifnya,” ucapnya.

“Kami tidak bermaksud mengajari tentang sejarah karena smartphone kami memberikan hal-hal yang baru. Jadi, kami siap menjadi pemimpin pasar,” pungkasnya.

Satelit Ini Bisa Deteksi Wabah Malaria

Ilustrasi nyamuk jantan yang diproduksi robot Google

Baru-baru ini, para peneliti mengembangkan teknologi dengan memanfaatkan citra satelit Landsat NASA untuk memprediksi wabah Malaria. Harapannya, teknologi itu membawa harapan besar bagi umat manusia sehingga penyebaran Malaria bisa ditekan.

Teknologi itu mampu mengidentifikasi tanah lembab yang biasa karena banjir atau penggundulan hutan. Tanah lembab itu menjadi tempat perkembang-biakan nyamuk Anopheles yang merupakan nyamuk pembawa malaria.

“Model ini dapat memprediksi kelembaban tanah yang cocok dengan kondisi tempat perkembangbiakan (nyamuk Anopheles),” kata Ben Zaitchik (Perwakilan Peneliti yang mengembangkan teknologi itu seperti dikutip Engadget.

Teknologi itu memungkinkan peneliti memantau penyakit malaria lebih mudah bahkan bisa memprediksi wabah Malaria tiga bulan sebelumnya. Bahkan, titik penyebaran penyakit malaria bisa diprediksi dengan akurat, sampai titik sebuah rumah.

Sayangnya, sistem itu belum siap digunakan karena masih membutuhkan penyempurnaaan. Para ilmuwan memperkirakan sistem pemanfaatan citra satelit itu baru siap beroperasi pada tahun depan.

Google Luncurkan Layanan Pembayaran Mobile Tez

Google Tez

Akhirnya, Google resmi meluncurkan aplikasi pembayaran mobile berbasis Internet Tez untuk smartphone berbasis Android dan iOS di India dan akan menyusul di Indonesia dan Filipina.

Tez dapat mengintegrasikan smartphone dengan rekening bank pengguna sehingga pengguna dapat melakukan transaksi yang lebih praktis baik di toko fisik maupun online.

Tez bukanlah dompet digital seperti Go-Pay atau GrabPay dkk karena tidak ada duit yang tersimpan di aplikasinya tetapi Tez langsung terhubung dengan akun bank dengan fungsi dasar serupa mobile banking pada umumnya.

Karena itu, Google akan bekerja sama dengan bank-bank di India melalui Unified Payment Interface (UPI), sebuah sistem pembayaran yang diusung pemerintah setempat untuk mendorong integrasi pelayanan bank.

Tez pun memiliki fitur Cash Mode untuk melakukan sejumlah pembayaran seperti pembelian di toko, e-commerce, hingga transfer antar bank. Beberapa bank di India yang telah bekerja sama diantaranya adalah Axis, HDFC Bank, ICICI dan State Bank of India.

Ada beberapa merchant yang telah menerima pembayaran daring itu yaitu Domino’s Pizza, RedBus, dan Jet Airways.

Tez pun memiliki teknologi “Audio QR” yang memungkinkan dua smartphone saling berbicara dengan sebuah bunyi ultrasonik sehingga Tez dapat berfungsi pada smartphone yang belum menyematkan NFC.

Tez membatasi jumlah nominal untuk transaksi transfer senilai 1 Juta Rupee atau sekitar Rp20 jutaan setiap harinya dan jumlah kegiatan transfer sebanyak 20 kali dalam sehari.

Untuk keamanan, Google menekankan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan pengguna. “Setiap transaksi diamankan dengan PIN UPI dan aplikasi Tez diamankan dengan PIN Google atau metode kunci layar seperti sidik jari,” kata Google seperti dikutip TechCrunch.

Google Tez juga mampu mengenali bahasa Inggris dan berbagai macam bahasa India seperti Hindi, Bengali, Gujarati, Kannada, Marathi, Tamil, Telugu, dan tentu saja Bahasa Inggris.

Bos Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak Masuk Daftar Profil LinkedIn Paling Populer

LinkedIn Power Profiles adalah deretan profil LinkedIn yang paling banyak dikunjungi di bidang masing-masing.

Untuk pertama kalinya, tokoh-tokoh profesional asal Indonesia mendapat kehormatan untuk masuk ke dalam daftar LinkedIn Power Profiles, yaitu deretan profil LinkedIn yang paling populer dan paling banyak dikunjungi di bidang masing-masing.

Indonesia menyusul negara-negara lainnya di Asia, seperti Australia, Singapura, India, dan Hong Kong, yang memiliki daftar ini.

Di Indonesia, daftar LinkedIn Power Profiles menampilkan 30 orang pemimpin dan ahli dalam kategori Pemimpin Terbaik (Top Leaders), Di Bawah Usia 30 Tahun (Under 30), Pemasaran dan Periklanan (Marketing & Advertising), dan Sumber Daya Manusia (Human Resources).

Menariknya, 18 anggota Power Profiles di Indonesia adalah nama-nama pemimpin industri berbasis teknologi dan startup digital, antara lain Achmad Zaky (Pendiri dan CEO, Bukalapak), Nadiem Makarim (Pendiri dan CEO, Go-Jek), William Tanuwijaya (Pendiri dan CEO, Tokopedia), Ongki Kurniawan (Managing Director, GrabPay Indonesia), dan Erik Meijer (Presiden Direktur, Telkomtelstra).

Fakta menarik lainnya yaitu 11 anggota Power Profiles ialah perempuan-perempuan inspiratif yang telah sukses dalam karier mereka sebagai pebisnis ataupun entrepreneur, seperti Dayu Dara Permata (VP, Go-Jek Indonesia), Fifi Henirawati Hoo (Presiden Direktur, BP Castrol Indonesia), Yunita Anggraeni (COO, Geek Hunter), dan Shinta W. Dhanuwardoyo (Pendiri dan CEO, Bubu.com).

Sedangkan profesional muda berusia di bawah 30 tahun yang lagi-lagi berasal dari industri teknologi juga turut masuk ke dalam daftar ini, antara lain Stanislaus Tandelilin (Co-Founder, Sale Stock Indonesia) dan Irzan Raditya (CEO & Co-Founder, Kata.ai).

Daftar lengkap LinkedIn Power Profiles dapat dilihat di alamat ini.

“Sebagai negara yang memiliki populasi muda dan banyaknya orang yang terhubung secara digital, jelas terlihat bahwa teknologi memiliki pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui pengaruh positif yang disampaikannya, para anggota kami yang profilnya paling banyak dikunjungi ini menunjukkan bahwa mereka berhasil membangun serta mentransformasi diri mereka, perusahaan mereka, dan bahkan industri yang mereka geluti secara lebih luas,” papar Olivier Legrand (Managing Director, APAC, LinkedIn).

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari delapan juta anggota LinkedIn. Hebatnya, Jakarta adalah salah satu dari lima wilayah yang paling terhubung di LinkedIn, menduduki peringkat yang sama dengan London, Amsterdam, dan San Francisco.

Gelar Workshop dan Hackathon, BPT Bantu Siapkan Calon SDM TI Bermutu Tinggi

Lugas M. Satrio (Presiden Direktur, Blue Power Technology) membuka acara workshop AI berbasis cloud di Binus University.

Menyambut tren penggunaan teknologi cloud computing dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kebutuhan terhadap SDM TI yang terampil di kedua bidang itu pun turut meningkat.

Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI Group, ingin membantu mempersiapkan SDM TI yang siap bekerja dan beradaptasi dengan solusi-solusi itu. Caranya melalui pelaksanaan workshop dan online hackathon terkait pemanfaatan sistem AI berbasis cloud, yaitu perpaduan antara IBM Watson dan Bluemix.

Kegiatan ini digelar di Binus University dan Universitas Gunadarma Jakarta serta diikuti oleh mahasiswa dan calon programmer di kedua perguruan tinggi.

Dalam workshop tersebut, para peserta tidak hanya belajar mengenai cloud platform sebagai infrastruktur untuk membuat, menjalankan, dan mengembangkan berbagai aplikasi, tetapi juga mengeksplorasi dan berkreasi dengan fitur AI secara gratis, di antaranya fitur chatbot, emotion recognition, dan language.

Sementara itu, acara online hackathon bertajuk Bluemix Challenge dilaksanakan pada 26 September – 30 Desember 2017. Setiap tim, maksimal beranggotakan tiga orang, wajib menggunakan Bluemix dalam pembuatan aplikasi, baik web-based maupun mobile, setelah mendaftar di Forum BPT Bluemix Community (BBC).

Penjurian dilihat dari enam kriteria, yaitu keunikan aplikasi, kegunaan dan dampak, kelengkapan, fitur, tampilan, dan banyaknya service Bluemix yang digunakan. Peserta yang menang akan mendapatkan hadiah berupa pemasaran aplikasi dan profit dari penjualan aplikasi tersebut.

“Layanan AI berbasis cloud akan menjadi elemen penting dalam infrastruktur TI enterprise, namun dalam pengadopsiannya masih terkendala dengan ketersediaan SDM berkualitas. Untuk itu, kami hadir membantu para mahasiswa menjadi tenaga kerja terampil yang dapat memanfaatkan cloud platform dan AI agar proses pengembangan software berjalan lebih mudah dan kreatif,” ujar Lugas M. Satrio (Presiden Direktur, BPT).

BPT adakan workshop AI berbasis cloud di Binus University, Jakarta.

Bluemix sebagai cloud platform memiliki engine berbasiskan Cloud Foundry, yaitu open source project untuk membangun layanan Cloud PaaS. Tidak seperti kompetitornya, Bluemix memiliki kemampuan analitik yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi dan layanan yang lebih pintar dan menarik.

Dengan Bluemix, pelanggan dapat mengatur aplikasi dan datanya sendiri, sedangkan infrastruktur seperti runtime, sistem operasi, jaringan, server, penyimpanan, virtualisasi, dan perangkat keras disediakan serta dirawat langsung oleh IBM. Pengguna tidak perlu repot dalam hal pengaturan dan perawatan terhadap aplikasi yang dibuat karena mereka dapat langsung mencoba membuat aplikasi dan menyimpan kode serta datanya di IBM Cloud.

PrivatQ Tawarkan Pencarian Guru Les Privat On-Demand

Evan Oktavianus (kiri) dan Prof. Suyanto, Ph.D. (tengah) berdiskusi tentang pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan di acara Talkshow “Revolusi Pendidikan di Era Digital” dan Peluncuran PrivatQ, Minggu (17/9).

Satu lagi startup lokal yang bergerak di bidang pendidikan diluncurkan di Indonesia. PrivatQ adalah platform pencarian dan pemesanan guru les privat on-demand secara real time yang menghubungkan antara guru les privat/tentor dan siswa.

Sistem yang digunakan PrivatQ memungkinkan guru/tentor untuk menawarkan jasa les privat dan siswa untuk mencari tentor terdekat sesuai minat dan kebutuhannya, kapan pun di mana pun.

PrivatQ didirikan oleh Ikhwan Catur Rahmawan dan Asep Suryana selaku co-founder.

Pengalaman Ikhwan menjadi pengajar privat sejak SMA meyakinkan dirinya terhadap perlunya inovasi-inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Salah satunya menggunakan teknologi. “Kami dari PrivatQ memiliki mimpi untuk turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tukas Ikhwan yang sekarang menjabat selaku CEO PrivatQ.

Sedangkan Asep yang menjabat sebagai COO PrivatQ menambahkan bahwa PrivatQ ingin menumbuhkan interaksi peer-to-peer dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Ada beberapa hal yang tidak bisa diadopsi secara utuh dalam pendidikan, salah satunya proses pendampingan secara langsung—dan kami ingin menumbuhkan hal itu,” ujarnya.

PrivatQ diluncurkan kepada publik untuk pertama kalinya dalam acara talkshow “Revolusi Pendidikan di Era Digital” di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Minggu (17/9). Acara ini diisi oleh Prof. Suyanto Ph.D. (Ketua Tim Evaluasi Kurikulum 2013 & Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta).

Menurut Suyanto, inovasi-inovasi teknologi pendukung pendidikan seperti PrivatQ harus terus dikembangkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. “Jangan jadikan teknologi sebagai tujuan, tetapi sebagai tool untuk mencapai pendidikan berkualitas,” kata dia.

Evan Oktavianus (kiri), Ikhwan Catur Rahmawan, Co-founder & CEO PrivatQ (tengah), dan Prof. Suyanto, Ph.D. (kanan) di acara launching PrivatQ, Minggu (17/9).

Saat ini, PrivatQ telah tersedia di Yogyakarta dan Solo. Jumlah kota ini akan terus berkembang sesuai dengan misi PrivatQ untuk turut berkontribusi dalam proses mencerdaskan bangsa.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi peluncuran berkaitan dengan keinginan PrivatQ untuk menghidupkan kembali citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. “Kalau Amerika punya Silicon Valley, kita punya Kota Pendidikan, yaitu Yogyakarta,” tutur Asep.

Dengan mengintegrasikan platform website dan aplikasi smartphone yang segera dilengkapi dengan call center telepon dan SMS, PrivatQ mengharapkan layanan ini dapat menghubungkan siswa dan tentor di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah dengan akses teknologi dan internet yang belum merata.

PrivatQ telah memiliki lebih dari 400 tentor terlatih di Yogyakarta dan 200 tentor di Solo. Untuk beberapa bulan ke depan, PrivatQ menargetkan jumlah 1.200 orang untuk tentor di wilayah Yogyakarta dan Solo. Kini, PrivatQ sedang merintis layanannya di sejumlah kota, yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, dan Semarang.

Inilah Alasan Pengiriman iPhone X Akan Terhambat

Apple telah meluncurkan smartphone sensasional iPhone X pada pekan lalu. Permintaan iPhone X diprediksi membeludak karena diburu para fanboy Apple yang sudah tidak sabar untuk membelinya.

Sayangnya, Ming Chi-Kuo (Analis KGI Securities) memprediksi Apple tidak bisa memenuhi permintaan pasar terhadap iPhone X sebelum kuartal pertama tahun 2018. Apple pun mesti memangkas perkiraan jumlah produksi iPhone X dari semula 50 juta unit menjadi 40 juta unit sebelum akhir tahun ini.

“Apple tidak akan mampu memenuhi permintaan pasar iPhone X lantaran Apple hanya mampu memproduksi 40 juta unit iPhone X sebelum akhir tahun ini,” katanya seperti dikutip Apple Insider.

Penyebab tersendatnya produksi iPhone X karena Samsung sebaga pemasok layar OLED untuk Apple tidak sanggup menyediakan komponen layar iPhone X dalam jumlah banyak. Apple pun menemui kesulitan dalam menyusun komponen kamera depan terkait fitur Face ID.

Namun, Kuo memprediksi penjualan Apple akan melesat pada tahun depan dengan pengapalan iPhone X antara 80 – 90 juta unit. Apple sendiri akan memulai pre-order iPhone X pada 27 Oktober 2017 dan penjualan pada 3 November 2017.

Kuo melihat iPhone X memiliki tiga keunggulan dibanding kompetitornya yaitu Face ID, desain layar, dan kemampuan Augmented Reality (AR).

“Teknologi Face ID akan memberikan level keamanan yang konsisten dan para pengguna akan menyambut baik kemampuan pengenalan wajah,” ujarnya.

Kalahkan Snapchat, Pengguna Pinterest Tembus 200 Juta

Ilustrasi Pinterest

Pengguna aktif Pinterest telah mencapai 200 juta setiap bulannya, menyusul pertumbuhannya yang pesat setiap bulannya. Bahkan, pengguna aktif bulanan Pinterest mengalahkan pengguna aktif bulanan Snapchat yang hanya 173 juta.

Namun, pengguna aktif bulanan Pinterest masih kalah dengan Twitter yang memiliki pengguna sebanyak 328 juta, Instagram sebanyak 700 juta, dan Facebook sebanyak 2 miliar.

Pinterest mengungkapkan mayoritas penggunanya berasal dari luar Amerika Serikat (AS) dan 85 persen pencarian Pinterest datang dari mobile gadget. Tak hanya itu, Pinterest juga memiliki nilai valuasi USD 12,3 milyar.

Tahun lalu, platform itu memiliki 150 juta pengguna aktif dan pengguna aktif Pinterest sudah mencapai 175 juta pada April 2017 seperti dikutip cnet.

Pinterest juga meluncurkan produk Lens yang memungkinkan pengguna mengarahkan kamera smartphone ke arah suatu ruangan dan mengidentifikasi apa saja yang terdapat dalam ruangan tersebut.

Kemudian, data-data itu akan tersinkronisasi dengan konten yang ada dalam platform sehingga memudahkan pengguna untuk mencari konten yang benar-benar cocok.

Review Smartphone